US
Naruto belongs to Masashi K
Story belongs to Me
Standar Warning
Happy Reading
-o-
.
.
Sasuke sedari tadi menekuk wajahnya. Ia sangat tidak suka melihat kejadian tadi. Setan merah itu dengan nekatnya ingin menjemput Hinata di sekolahnya.
"Sasuke-kun" Suara Hinata memecah keheningan diantara mereka.
"Hn"
"Sasuke-kun marah?"
"Menurutmu?" Sasuke menghentikan langkahnya diikuti dengan berhentinya langkah Hinata.
"Aku tidak tahu kalau dia akan menjemput di sekolah"
"Lupakan"
Sasuke melanjutkan langkah kakinya sedangkan Hinata masih terdiam membuat Sasuke berbalik menghadap Hinata.
"Ayo pulang" Sasuke menarik tangan Hinata supaya mengikuti langkahnya.
-0-
.
.
.
"Wajahmu kusut sekali" Itachi baru pulang langsung terheran melihat wajah adiknya yang ditekuk.
Sasuke hanya mendengus mengabaikan ucapan Itachi. Pikirannya melayang pada kejadian tadi siang dimana Makhluk merah itu berniat menjeput Hinata dengan nekatnya. Harusnya dia tadi langsung saja melayangkan tinjunya pada setan merah tersebut.
"Otouto"
Sasuke akhirnya menolehkan wajahnya kearah Itachi
"Apa ada masalah?" Sasuke hanya mendengus dan masuk ke kamarnya meninggalkan Itachi yang terheran-heran dibuatnya.
-o-
.
.
Sasuke melajukan sepedanya dengan kecepatan sedang. Hari ini hari sabtu, ia menuju rumah Hinata. Rencananya mereka hari ini akan pergi berdua. Kencan pertama mereka.
Danau yang tidak jauh dari rumah mereka dipilih menjadi tempat kencan pertama mereka. Selain disana banyak penjual makanan, pemandangan disana pun bisa dikatakan indah.
"Sudah menunggu lama?" Tanya Sasuke ketika melihat Hinata sudah berada di depan rumahnya
"Belum, aku baru saja keluar, Sasuke-kun" Hinata hari tampil cantik dengan dress selutut yang simple namun membuat dirinya terlihat manis, sangat manis.
"Ayo, naik" belum sempat Hinata naik, Neji mengagetkan Sasuke.
"Sasuke!" Sasuke mendecih, menyadari kesialan yang menghampiri dirinya. Neji pasti berniat mengganggu waktu bahagianya bersama sepupunya yang cantik ini.
"Apa?!" Sasuke membalas tak kalah galaknya.
"Mau kemana kalian?" Neji bertanya
"Ke Danau" Jawab Sasuke singkat
"Sudah meminta izin kepada Hiasi-Jiisan?" Sekarang Neji bertanya kepada Hinata.
Hinata menganggukan kepalanya seraya berkata , "Sudah kok Neji-Nii"
"Jangan pulang terlalu malam" Neji kembali bersuara, Hinata menganggukan kepalanya sementara Sasuke tampak tidak peduli.
"Kau dengar, Sasuke?!"
Sasuke mendengus kemudian berkata, "IYA! AKU DENGAR!"
Neji memukul pelan kepala Sasuke. Sasuke memelototkan matanya, tidak menyangka Neji akan memukul kepalanya.
"Sekarang bisakah aku pergi dengan sepupumu yang manis ini?" Sasuke memberi penekanan disetiap kata yang ia ucapkan.
Hinata bersemu dan Neji entah kenapa menjadi malu-malu mendengar setiap kata yang diucapkan Sasuke. Karena Hinata tidak meresponnya, Sasuke menarik Hinata dan mendudukan Hinata di boncengan sepedanya.
"Kami pergi dulu" Sasuke lalu mulai menggoes sepedanya.
"Lain kali ingatkan aku untuk meracuni sepupumu yang satu itu" Ucap Sasuke saat mereka sudah lumayan jauh dari rumah Hinata.
Hinata mencubit pinggang Sasuke, membuat Sasuke tertawa dan menyebabkan Sasuke sedikit oleng mengendarai sepedanya. Inata secara reflex memeluk pinggang Sasuke dengan erat. Hinata yang tersadar akan reflexnya tadi secara langsung ingin melepaskan pelukannya dari pinggang Sasuke.
Namun, Sasuke menyukai pelukan Hinata pada pinggangnya. Sasuke dengan satu tangan menahan pergelangan tangan Hinata agar tidak menarik tangannya dari pinggang Sasuke. Membuat pipi Hinata bersemu merah.
"Biarkan tanganmu disana, Hinata. Aku suka"
-o-
.
.
.
Tempat yang pertama mereka datangi saat tiba di danau tersebut adalah tempat ice cream. Di sore hari seperti ini, Hinata amat sangat menyukai ice cream vanilla. Sasuke hanya tersenyum melihat Hinata memakan ice cream nya, sedikit gemas dengan tingkah pacarnya ini.
"Sasuke-kun sudah lapar belum?" Hinata bertanya kepada Sasuke yang sedari tadi hanya duduk memperhatikannya.
"Kau ingin makan?" Hinata menganggukan kepalanya sembari tersenyum.
Sasuke tahu tempat makan yang enak di sekitar sini. Tak jauh dari danau ada kedai ramen dan bento. Sasuke mengajak Hinata kesana.
"Mau pesan apa, Hinata" Hinata nampak sedang memilih menu makanan saat Sasuke bertanya kearahnya.
"Aku mau Chiken Katsu dan Jus semangka" Pelayan tersebut tampak mencatat pesanan Hinata.
"Sasuke-kun, mau makan apa?"
"Chiken Katsu dan Jus Tomat tanpa gula" Hinata tertawa kecil saat mengetahui pesanan Sasuke. Menurutnya minuman kesukaan Sasuke itu lucu. Sasuke mengerutkan keningnya saat melihat Hinata menyembunyikan tawanya.
"Apa yang lucu?" Tanya Sasuke
"Tidak ada, Sasuke-kun" Hinata mencoba menghentikan tawa kecilnya tapi justru gagal karena Sasuke menggelitik pinggangnya.
"Sasuke-kun, hentikan! Hihihi Sasuke-kun!" Sasuke justru terlihat menikmati tawa Hinata dan tertawa bersamanya.
Sayang, acara tertawa mereka tak berlangsung lama karena tiba-tiba handphone Hinata berbunyi tanda ada mention masuk dari twitternya. Sasuke menghentikan aksinya, mebiarkan Hinata membuka handphonenya.
Raut wajah Hinata berubah sesaat setelah membuka handphonenya membuat Sasuke sedikit penasaran.
"Ada apa?" Akhirnya Sasuke bertanya.
"Em.. Sasuke-kun janji tidak akan marah" Sasuke punya firasat buruk tentang hal ini. Jangan-jangan setan merah itu mengganggu pacarnya lagi.
G_Sabaku H_Hinata Selamat malam Besok ada acara? Aku ingin mengajakmu ke taman bermain
Sasuke membaca hal menjijikan tersebut lalu mendecih pelan. Setan merah ini belum ada rasa jeranya. Tidak cukupkah penjelasan yang lalu saat mereka bertemu di sekolah.
"Sasuke-kun" Hinata memanggil Sasuke yang sedari tadi diam setelah membaca mention dari Gaara
"Hn" Hinata menarik-narik lengan Sasuke agar Sasuke focus kepada dirinya.
"Apa Hinata?" Sasuke akhirnya menoleh kearahnya
"Aku harus balas apa?" Sasuke sedikit kesal dengan pertanyaan Hinata. Hal seperti itu kenapa ditanyakan kepada dirinya.
"Menurutmu?" Sasuke balik bertanya
"Aku tidak tahu" Ingin sekali Sasuke mencium bibir indah itu agar tidak mengeluarkan kalimat yang membuat dirinya semakin kesal.
Sasuke menghela nafasnya. Hinata mengedip-ngedipkan matanya menunggu jawaban Sasuke.
"Katakan, besok kau akan ke taman bermain bersamaku. Bersama Sasuke" Hinata menganggukan kepalanya dan mulai mengetik pesannya.
"Jadi besok kita akan ke taman bermain?" Tanya Hinata dengan wajah gembira
"Jika kau mau"
"Aku mau. Kalau bersama Sasuke-kun aku mau"
"Hm?" Sasuke dengan jahil mulai menggoda Hinata. Seketika wajah Hinata memerah. Ia tidak menyangka Sasuke akan menggodanya lagi.
"Kalau kau mau diajak ke taman bermain ada syaratnya"
"Apa?" Tanya Hinata penasaran
Sasuke tidak menjawab justru mengetuk-ngetukan jarinya di pipi. Hinata mengerutkan keningnya bingung.
"Kau tidak mengerti?" Hianata menggeleng membuat Sasuke gemas.
Sasuke berbisik pelan kearah Hinata.
"Cium pipiku" Seketika Hinata memerah dan memukul pundak Sasuke.
Dan pesanan mereka tiba. Sasuke gagal mendapatkan ciuman di pipinya.
-o-
.
.
Selesai makan mereka memutuskan untuk bermain ayunan. Lebih tepatnya Hinata yang meminta untuk bermain ayunan. Sasuke mendorong ayunan dimana Hinata ada diatasnya. Sasuke jelas tidak mau bermain ayunan. Cukup Hinata saja.
"Sasuke-kun besok jadi ke taman bermain kan?" Tanya Hinata
"Hm.. Bagaimana ya?" Sasuke sedikit mengencangkan dorongannya pada ayunan Hinata.
"Sasuke-kun!" Sasuke tertawa mendengar suara Hinata yang mengeras saat memanggilnya.
"Syarat yang tadi tetap berlaku Hinata" Pipi Hinata memerah mendengarnya
"Jahat. Aku pergi bersama Gaara-san saja"
Sasuke tiba-tiba menghentikan dorongannya pada ayunan Hinata sekaligus menghentikan laju ayunan dengan menahan kedua rantai ayunan di tangannya.
"Ucapkan sekali lagi" Sasuke berbisik di telinga Hinata membuat Hinata sedikit takut jika Sasuke marah.
"A-Aku.."
CUP
"Besok kau pergi denganku" Tangan Hinata memegang pipinya dimana Sasuke menciumnya tadi. Sasuke menyeringai melihat pipi Hinata merona karenanya.
-o-
.
.
"Hinata" panggil seseorang tak jauh dari mereka. Hinata menolehkan kepalanya. Dari wajah Hinata mengenalinya. Itu Gaara. Teman yang ia kenal melalui Twitter barunya.
"Gaara-san" Gaara mengerutkan keningnya mendengar panggilan Hinata. Bukankah Hinata biasa memanggilnya "Gaara-kun" sesuai dengan permintaan Gaara.
"Ada waktu?" Tanya Gaara tanpa basa-basi. Sebenarnya niat Gaara datang ke sekolah Hinata adalah untuk mengajak Hinata makan di kedai ice cream.
"Tidak" Bukan Hinata yang menjawab melainkan Sasuke.
"Kau siapa?" Tanya Gaara. Sasuke hanya mendecih tidak suka.
"Sasuke-kun" Hinata mencoba menenangkan Sasuke. Hinata tahu Sasuke sudah mulai kesal.
"Dia siapa Hinata?" Tanya Gaara. Sebenarnya Gaara sudah tahu jika Hinata sudah punya pacar namun Gaara tidak akan menyerah.
"Sasuke-kun itu pacarku" Hinata berkata.
Gaara hanya menyeringai "Hanya pacar"
Sasuke membelalakan matanya. Tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Ingin sekali tangannya yang mengepal ini ia layangkan kearah Gaara.
"Kami tidak waktu. Ini waktunya kami pulang. Bersama" Entah mengapa Sasuke sedikit bersikap kekanakan untuk menunjukan kepemilikannya terhadap Hinata.
Gaara hanya mengangkat bahunya dan memberikan senyum meremehkan. Membuat kepala Sasuke mendidih.
"Sampai jumpa lain waktu, Hinata"
Sasuke merangkul pundak Hinata membuat pipi Hinata memerah. Saat mereka melewati Gaara, Sasuke mengeluarkan suara yang sedikit mendesis "Tidak akan ada lain waktu, Setan Merah"
TBC
Kencan malam ini masih berlanjut sampaiepisode selanjutnya.
