Warning : OOC (banget), konflik dimana-mana, typo menyebar, alur gaje, PLUS lawakan garing
Disclaimer : Harvest Moon punya Natsume, foto sampulnya pun bukan punya saya :'v
Akhirnya Claire berjalan ke taman belakang sekolah. Hatinya tak karuan mengingat dia akan bertemu Gray. Saat dia sudah sampai ke tempat tersebut, ia mendapati sosok pemuda yang selalu ia awasi 2 tahun ini, tengah tertidur di antara rerumputan.
" Maafkan aku, Gray …," kata Claire dengan suara kecil, takut membangunkan sang 'UMA'.
" Hng?" merasa tidur siangnya terganggu, dia membuka matanya. " Oh, Claire. Ku kira siapa," Gray membuka matanya dan sekarang ia duduk ala warteg/? (Itu lho, yang kaki satu di selonjorin, yang satunya lagi ditekuk. Terus tangannya ke lutut kaki yang ditekuk. Ngerti, gak?._.). " Selamat siang," kata Gray lagi.
" Maafkan aku, Gray …," Claire mengulang kata-katanya.
" Kamu minta maaf kenapa?"
" Aku membuat Gray menunggu, padahal aku yang mengajak Gray kesini …,"
" Nggak papa kok. Lagian aku pun sering kesini," kata Gray. Claire pun duduk di sebelah Gray, namun menjaga jarak. Kini keduanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
" Langitnya cerah, ya …," ucap Claire.
" Iya, tapi agak panas. Kamu gak kepanasan?"
" Nggak kok, aku udah biasa," jawab Claire sambil tersenyum kecil. Gray sempat terpana, tapi ia cepat mengendalikan dirinya. Ia beranjak dari tempat duduknya dan memakaikan topi 'UMA' yang sangat ia banggakan ke kepala Claire.
Pluk.
" Uwaa! Gray? Beneran gapapa?"
" Masa ceweknya kepanasan tapi cowoknya enak-enakan pake topi? Mukaku mau ditaro dimana?".
Claire memandang kagum Gray yang ternyata memegang teguh etika.
" Hihi," Claire tertawa kecil. " Tapi Gray imut ya, kalau nggak pake topi," celetuk Claire. Memang, sangat jarang sekali Gray membuka topinya (bahkan sampai meminjamkannya ke orang lain), sehingga baru kali ini Claire dapat melihat rambut Gray yang pirang kemerahan itu.
Gray merasakan wajahnya panas. Ia tahu kalau wajahnya memerah malu. Biasanya ia akan menutupi wajahnya dengan topi kalau sudah seperti ini. Tapi ya mau bagaimana lagi? Medan perlindungannya kini dipakai Claire.
" Jangan asal ngomong!" sang pemuda memalingkan muka.
Ketegangan pun mencair. Akhirnya mereka mengobrol. Karena Gray tipe pendiam, kebanyakan dia hanya menjadi pendengar setia. Terkadang ia tersenyum kecil melihat betapa semangatnya Claire bercerita. Gray, yang sekelas dengannya saat Masa Orientasi Siswa (MOS) memang tau, Claire agak kekanak-kanakan. Dan itu membuat Gray gemas melihat tingkah Claire.
" Gray! Main Truth or Dare yuk!" cetus Claire tiba-tiba. Gray yang sedang memandangi Claire terkejut.
" Hah?"
" Iya, kita adu pake koin! pilih angka, atau Garuda? (Wah, pake koin 500-an tuh), kalau kamu pilih garuda, dan setelah koin dilempar koin itu menunjukkan garuda, berarti kamu menang dan berhak mengajukan pertanyaan atau tantangan kepadaku!"
" Huft, angka deh,"
" Oke, berarti aku garuda. Ku lempar yaa!" Claire pun melempar koin itu ke angkasa. Ketika Claire bersiap menangkapnya, koin itu malah jatuh di kepala Claire. " … Eh?" Claire kaget. Sebelum dia mengambil koin tersebut, Gray malah mendahuluinya.
" Koinnya ada di kepala kamu, tuh," katanya sambil menepuk kepala Claire pelan. Sesungging senyum pun tak lupa Gray hadiahnya pada gadis ini. Senyuman maut yang dapat melelehkan hati para hawa. Claire tak bisa berkata apa-apa lagi. Ditatapinya pemuda itu lekat-lekat.
" Wah! Aku menang, nih! Truth or Dare?" tanya Gray yang memecahkan lamunan Claire.
" Ah? Hng …, Truth aja deh,"
" Hm .. Siapa cowok yang kamu suka?"
" E-eh?! Maksudnya aku tadi milih Dare! Maaf tadi dibajak/?," Claire ngeles, gak mau jawab pertanyaan tadi.
" Ah, curang kamu!" kata Gray sembari menjitak Claire pelan, gak kayak waktu dia ngejitak Kai (ya iyalah).
" Hehe ..," Claire melet.
" Dare kan? Harus setuju ya, gak boleh nawar lagi," kata Gray memasang muka pura-pura galak.
Claire manyun, " Uh, iya iya …,"
" Hmm .. Besok thanksgiving kan? Berikan coklat terbaikmu kepadaku besok!"
" …," mimik muka Claire berubah bingung, sepertinya ia sedang mencerna kata-kata Gray tadi.
" YOSH! Akan kubuat yang terenak! Tunggu saja, Gray!" seru Claire yang tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya. " Arigatou, Gray," Claire mengembalikan topi Gray yang hanya bisa terpana.
" Aku pulang, ya! Akan kubuatkan coklat itu! Liat aja nanti!" seru Claire sambil berlari kecil. Gray tetap terdiam, memperhatikan gadis lugu yang ada di hadapannya kini perlahan menjauh. Pemuda itu tersenyum.
Mereka berdua sama sekali tak sadar bahwa ada yang memperhatikan mereka dari jauh.
~End Chap 4~
Waduh, dikit banget ya chapter ini?
Lagi mentok soalnya xD
Terimakasih untuk YellowMoonFlower yang sudah review. Aku senaaaang sekaliiiiii \(TwT)/
Review, please? :D
