Annyeong...
Ini Ending versi lainnya..
Makasih buat yg udah review, follow n fav cerita ini..
Aq jg mengambil beberapa scene dr versi kmrn,jd mian klo ada kesamaan^^
n karena Chap ini Panjang sepanjang YunConda*LOL* aq bagi jd 2 part
Title : Love Is Punishment [Other Version's End]
Writer : Nickey Jung Rae Suk
Rating : T
Cast : YunJae, Shim ChangMin, Jung Yoonjae, Choi Siwon, etc.
Genre : YAOI, Romance, Hurt, Mpreg, little bit Angst.
Disclaimer : YunHo MILIK JaeJoong, JaeJoong MILIK YunHo, Cerita ini ASLI MILIK saya.
Warning : YAOI, BOY x BOY, Boys Love, Typo(s), Ide pasaran, EYD kacau, Judul ga sesuai dg cerita, No Majas, alur lambat- kadang cepet(?) TIDAK SUKA JANGAN BACA, NO BASH.
.
.
.
Seketika mata mereka membelak. Seorang namja tampan bermata musang lengkap dengan pakaian kantor yang elegan tengah berdiri dihadapan mereka. Siwon merasakan nafasnya tercekat dan jantungnya berdetak kencang. Begitupun dengan Jaejoong, mata bulat itu semakin membulat melihat seseorang yang tak pernah hilang dari pikirannya itu tengah tersenyum ke arahnya. Tubuhnya tiba-tiba saja melemas, matanya memanas.
"Yunnie..."
.
.
PART 1
"Joesunghamnida, tadi kami ada sedikit urusan mendadak. Bisakah kita mulai saja meeting-nya?" Tanya Yunho, ia terkekeh dalam hati melihat wajah pucat pasi Choi Siwon dan wajah keterkejutan Jaejoong.
"Te-tentu saja..." Sahut Siwon tergagap, ia masih belum mempercayai bagaimana mungkin seseorang yang telah mati bisa hidup lagi dan berdiri di hadapannya.
'Aniya... Dia Park Yunjoon, Jung Yunho sudah mati.' Ucapnya dalam hati berusaha menenangkan.
Siwon mempersilahkan tamunya untuk duduk, sementara Jaejoong masih terpaku menatap orang yang sangat mirip dengan mendiang suaminya itu.
"Terimakasih, tapi sebelumnya perkenalkan.. Ini adalah sekretarisku sekaligus tunanganku Park Karam..." Yunho memperkenalkan seorang namja yang cukup cantik di sebelahnya. Ia sengaja berbohong mengatakan Karam adalah tunangannya, ia hanya ingin melihat reaksi Jaejoong saja. Dan seperti dugaannya, Jaejoong terlihat terkejut dengan ucapannya.
Namja yang bernama Park Karam itu pun tersenyum membungkukan badannya. Siwon balas tersenyum sedangkan Jaejoong masih menatap lekat wajah Yunho.
"Dia Istriku, Choi Jaejoong..." Perkenalkan Siwon. "Jae.." Bisiknya, karena sedari tadi Jaejoong tak bergeming. Namja berlesung pipi itu bisa paham, karena ia pun merasakan keterkejutan yang sama, tapi untuk sekarang dirinya harus bersikap biasa saja.
Sentuhan tangan Siwon di pundaknya menyadarkannya, namja cantik itu menoleh ke arah suaminya yang tengah memberikan isyarat agar ia duduk. Kemudian ia kembali duduk diikuti Yunho dan Karam yang duduk di depannya.
Yunho dan Karam nampak serius berdiskusi dan melihat rancangan perencanan proyek mereka, sesekali keduanya saling tersenyum.
Sementara Siwon, walaupun ia bersikap tenang tapi jauh di lubuk hatinya ia merasakan kecemasan. Dulu ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jasad Yunho terbujur kaku seperti arang. Dan ia memang memastikan jika rencananya melenyapkan Yunho kala itu berhasil dan tertutup rapat. Tapi mengapa tiba-tiba sekarang di hadapannya muncul orang yang berwajah sama dengan Yunho? Siwon merasa tidak tenang, ia meremas tangannya yang dingin di bawah meja.
Lain halnya dengan Jaejoong, namja cantik itu selalu mencuri pandang ke arah Yunho, entah mengapa ia merasa yakin jika namja yang ada di hadapanya kini adalah Yunho, suami yang dulu sangat dicintainya sekaligus dikhianatinya.
"Baiklah...aku setuju." Segera saja Yunho membubuhkan tandatangannya pada dokumen itu.
"Senang bisa bekerjasama dengan anda Mr. Choi." Yunho mengulurkan tangannya, dan dengan senang hati Siwon menerimanya.
"Semoga kerjasama kita berjalan lancar" Balas Siwon tersenyum. Yunho menyeringai dalam hati, tangan Siwon sangat dingin, namja itu pasti sangat gugup, pikirnya.
Yunho juga mengulurkan tangannya pada Jaejoong, tapi namja cantik itu hanya diam memandang Yunho.
"Ehem!"
Deheman Siwon menyadarkan Jaejoong kembali. Jaejoong yang melihat tangan Yunho terulur, menyambutnya dengan perlahan.
Lembut.
Tangan itu masih lembut, sama seperti saat membelainya dulu. Batin Yunho, namun ia sontak melepaskan genggamannya, ia tak mau lama-lama bersentuhan dengan Jaejoong. Hatinya kembali merasa sakit mengingat bukan dirinya yang mendapatkan kelembutan tangan itu sekarang.
"Kalau begitu kami permisi, sampai bertemu minggu depan di tempat proyek.." Ucap Yunho tersenyum. Yunho berdiri diikuti Karam. Mereka pergi setelah sebelumnya sedikit membungkuk hormat untuk pamit.
Siwon masih memperhatikan keduanya, entah mengapa ia merasa tak tenang sekarang, padahal bisa bekerjasama dengan perusahaan sebesar Shim Corp adalah impiannya. Apa mungkin karena Park Yunjoon sangat mirip dengan seseorang yang dibencinya?
GREKK!
"Jaejoong-ah.. Eoddiga?" Teriak Siwon yang melihat Jaejoong tiba-tiba berdiri dan berlari keluar ruangan itu.
Sementara itu Yunho berjalan dengan tergesa, dengan sigap Karam menekan tombol untuk membukakan lift. Yunho langsung masuk ke dalamnya, tubuhnya sedikit terhuyung, tangan kirinya bertumpu pada dinding lift sehingga posisinya membelakangi pintu lift, matanya terpejam.
Setelah dua tahun, ini pertama kalinya ia bertatap muka kembali dengan Jaejoong, sebisa mungkin ia menyembunyikan rasa rindu sekaligus bencinya pada namja cantik itu. Ingin sekali ia memeluk Jaejoong tadi. Jika harus jujur ia masih sangat mencintai Jaejoong. Tapi melihat Jaejoong sudah bersama Siwon, rasa bencinya lebih mendominasi, apalagi ketika mengingat kembali perselingkuhan Jaejoong dengan Siwon dulu.
"Sajangnim, gwaenchana?" Tanya Karam lirih. Yunho tak menjawab ia masih tertunduk.
"Yunnie.."
Yunho menolehkan wajah tanpa merubah posisisnya saat suara lembut seseorang memanggil dengan panggilan kecilnya.
DEG
Dilihatnya Jaejoong berdiri di luar lift, namun perlahan pintu lift itu mulai tertutup. Tatapan keduanya masih beradu. Yunho bisa melihat Jaejoong menangis, butiran bening itu mengalir dari kedua mata indahnya, sedangkan dirinya hanya bisa menatap Jaejoong dengan tatapan sendu.
Pintu lift tertutup rapat sehingga memutuskan tatapan keduanya. Dan seketika airmata Yunho pun jatuh membasahi pipinya. Karam yang berada di sampingnya hanya bisa terdiam miris melihat atasannya seperti itu.
.
.
.
.
~*YunJae*~
Hari-hari berlalu, proyek pembangunan Taman Bermain itu berjalan cukup lancar. Memang tanpa campur tangan Shim Corp proyek itu tak akan berjalan, maka dari itu semua karyawan yang ikut berkecimpung dalam proyek tersebut termasuk Siwon dan Jaejoong sangat menghormati Park Yunjoon selaku perwakilan petinggi Shim Corp.
Tanpa diketahui, ternyata Jaejoong diam-diam mencari tahu siapa sebenarnya Park Yunjoon itu, entah mengapa Jaejoong sangat meyakini jika Yunjoon adalah Yunho. Tapi dari beberapa data yang ia dapat, selalu sama, jika Yunjoon bukanlah Yunho-nya.
"Joesunghamnida... apa aku boleh duduk di sini?"
"Mrs. Choi?" Yunho sedikit terkejut ternyata orang yang menyapanya itu Jaejoong. "Tentu saja, silahkan..." Ia mempersilahkan Jaejoong duduk satu meja dengannya. Sekarang bisa dikatakan jam istirahat, dan Yunho pergi ke cafe seberang lokasi proyek itu untuk makan siang.
"Gompata, geundae...bisakah anda memanggilku Jaejoong saja?"
"Wae? bukankah kau memang istri Choi Siwon-ssi?"
"Nde... tapi saya namja, dan saya lebih suka dipanggil Jaejoong saja" jawab Jaejoong, ia memang tak suka dipanggil Nyonya Choi atau lainnya, entahlah.. padahal saat ia bersama Yunho dulu, Jaejoong paling senang jika ada yang memanggilnya Nyonya Jung.
"Geurae, Jaejoongie..." Ucap Yunho tersenyum.
"Ye?" Kaeget Jaejoong karena Yunho memanggilnya sangat akrab.
"Aku rasa kita tidak perlu bersikap formal, jujur saja aku lebih suka kita berkomunikasi layaknya seorang sahabat"
Jaejoong tertegun mendengar ucapan Yunho. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Lucu.
"Waeyo? Kau tak mau bersahabat denganku?"
"An-aniyo... aku.. mau..." Sahut Jaejoong menggigit bibir bawahnya gugup.
"Joha... Kau bisa memanggilku Yunjoon, atau... Yunnie"
DEG
Jaejoong terkesiap, panggilan itu...? Matanya tiba-tiba memanas, sekuat hati ia berusaha menahan krystal bening itu agar tidak mengalir.
"Pesanannya Tuan..." Seorang waiter menyimpan beberapa makanan yang tadi dipesan Yunho dan Jaejoong. Hal itu membuat Jaejoong sedikit lega.
Setelah pelayan itu pergi, Yunho dan Jaejoong mulai menikmati makan siang mereka dalam keheningan, tak ada yang bersuara.
Merasa suasananya canggung, Jaejoong pun mulai mengeluarkan suaranya meskipun masih ada nada gugup di dalamnya.
"Um, Yunjoon-ssi— maksudku Yunjoon-ah.. bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Jaejoong gugup. Yunho memandang Jaejoong menunggu pertanyaan apa yang hendak keluar dari mulut mungil namja cantik itu.
" Itu.. apakah... apakah kau memiliki saudara? Maksudku, wajahmu terasa sangat familiar" Lanjut Jaejoong sedikit tergagap. Yunho yang sudah tahu ke mana arah pembicaraan Jaejoong mencoba bersikap biasa saja.
"Tidak. Anak tunggal. Aku di besarkan di China. Walaupun orangtuaku orang Korea, tapi dari kecil aku tinggal di sana" Jelas Yunho yang tentu saja berbohong. Ia bisa melihat raut kecewa di wajah cantik Jaejoong.
"Geurae? Tapi bahasa Koreamu sangat fasih untuk seseorang yang di besarkan di China."
DEG
Yunho terdiam. Sepertinya Jaejoong memang tak mempercayai begitu saja jika dia bukan Park Yunjoon.
"Walaupun aku tinggal di sana, tapi aku sering berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Korea, jadi sudah pasti bahasa Korea ku fasih." jawaban Yunho membuat Jaejoong terdiam.
"Kau mirip dengan suamiku"
DEG
Lagi, Yunho mencelos mendengar ucapan Jaejoong. Suaminya? Apa yang dimaksud Jaejoong adalah dirinya?
"Dia meninggal dalam kecelakaan mobil, tapi aku tak percaya, aku yakin dia masih hidup..." Mata Jaejoong mulai berkaca-kaca, hatinya kembali merasa sakit ketika mengingat kembali peristiwa itu.
Yunho tersenyum kecut. 'Kau sangat pandai berakting Jae...' Batinnya.
"Aku sangat mencintainya... Aku tak ingin dia—"
"Aku tak tahu jika Choi Siwon adalah suami keduamu" Sela Yunho. "Geundae... Kau bilang tadi, kau sangat mencintai suami pertamamu ani? lantas, mengapa kau menikah lagi?" Yunho sengaja bertanya seperti itu. Ia ingin mendengar langsung dari mulut 'mantan' istrinya itu jika dia memang mencintai Siwon. Dan seperti dugaannya, Jaejoong sedikit terperanjat dengan pertanyaannya.
"Aku, itu karena—"
Drrtt...Drrtt...
"Chamkkaman"
Yunho memotong ucapan Jaejoong saat merasakan getaran di saku celannya. Melihat siapa yang menghubunginya, ia tersenyum.
"Ne, waeyo chagi-ah?"
DEG
Jaejoong merasakan nyeri di dadanya, yang menghubungi Yunjoon pasti Karam, pikirnya. Kemudian ia melanjutkan makannya dengan tidak semangat.
"Ani, aku bersama Jaejoong-ssi di cafe... Geurae? Baiklah, hati-hati sayang."
PIP
Yunho memutuskan sambungan teleponnya, ia melihat Jaejoong yang tengah menunduk seraya menggigit bibir cherry-nya, namja tampan itu tersenyum puas.
'Bagaimana rasanya sakit hati Jae? Menyenangkan bukan?' Batinnya tersenyum sinis.
.
.
.
.
~*YunJae*~
Hubungan Yunho dan Jaejoong semakin dekat, keduanya sering terlihat bersama baik jika Yunho sedang berkunjung ke lokasi Proyek maupun sedang di luar.
Jaejoong selalu diam-diam keluar bersama Yunho hanya untuk menghabiskan waktu bersama dengan namja tampan itu. Padahal jelas jika ia sudah memiliki Siwon sebagai suaminya. Tapi sepertinya namja cantik itu sudah terjerat pesona seorang Park Yunjoon hingga ia mengabaikan sang suami.
Dan rupanya kejadian dua tahun yang lalu terulang kembali, Kim Jaejoong 'berselingkuh' meski mereka -Yunjae- tak pernah mengkonfirmasi hubungan mereka, lebih tepatnya hanya Jaejoong yang merasa bahwa mereka tengah berselingkuh. Sementara Yunho sendiri tidak menganggap begitu meskipun sangat terlihat jelas jika namja tampan itu sengaja menjerat 'mantan' istrinya.
"Apartementmu sangat rapi Yun-ah... Pasti Karam-ssi selalu datang ke mari untuk membereskannya ani?" Tanya Jaejoong yang kini tengah berkunjung ke apartement Yunho. Yunho yang saat itu tengah menuangkan Red-Wine hanya tersenyum.
"Ani, aku yang membereskannya sendiri. Karam jarang datang ke mari" sahut Yunho seraya memberikan segelas wine pada Jaejoong. Jaejoong menerimanya dan mencium aroma wine itu sebelum meneguknya.
Gulp
"Sangat romantis bukan?"
"Huh?"
"Aku merasa kita seperti sepasang kekasih"
"Uhuk...Uhuk..." Jaejoong yang tengah meneguk wine-nya tersedak mendengar ucapan Yunho.
"Maaf, aku tak bermaksud—"
"Gwaenchana, aku hanya kaget saja" sela Jaejoong, ia hendak menyeka sedikit percikan wine di sudut bibirnya tapi sebuah tangan kekar menahan tanganya.
Yunho menyeka wine itu dengan ibu jarinya, mata musangnya bertatapan cukup lama dengan mata bulat Jaejoong. Wine itu sudah hilang, tapi Yunho tak menurunkan tangannya dan terus saja mengusap-usap sudut bibir Jaejoong.
Jaejoong menelan saliva-nya dengan susah payah. Hatinya berdesir merasakan usapan ibu jari Yunho di bibirnya, dan jantungnya berdetak hebat ketika mata musang itu menatapnya intens.
Entah mengapa namja cantik itu tiba-tiba saja memejamkan matanya seolah mengijinkan Yunho untuk berbuat lebih pada bibirnya, dan Yunho yang melihatnya kembali tersenyum penuh arti. Ia tahu apa yang Jaejoong inginkan.
"Mmmmhhh..."
Kedua bibir yang sudah lama tak bertemu itu akhirnya saling melumat. Yunho mendekap pinggang ramping Jaejoong dan menekan tengkuk namja cantik itu.
"Mmckpmckpmhh..."
Jaejoong mengalungkan kedua tangannya di leher Yunho. Semakin lama ciuman mereka semakin tak terkendali. Jaejoong meremas rambut Yunho kasar. Sementara Yunho mulai membuka satu persatu kancing kemeja namja cantik itu.
BRUK
Yunho menghempaskan tubuh Jaejoong ke ranjang, ditindihnya tubuh ramping itu. Ia membelai lembut pipi Jaejoong.
"Bolehkah?" Bisik Yunho seksi. Jaejoong hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Mmpckpmh..."
Mereka saling melumat kembali, sepertinya keduanya sudah diliputi nafsu, atau mungkin lebih tepatnya meyalurkan rasa rindu yang mendalam. Bukankah mereka terpisah cukup lama?
Jaejoong tak peduli lagi jika dirinya telah mengkhianati Siwon. Yang ia bayangkan, namja tampan yang sebentar lagi akan menikmati tubuhnya itu bukanlah Park Yunjoon, melainkan Yunho-nya.
"Eunghh..."
.
.
.
Buk!
Jaejoong mengerjapkan matanya saat sesuatu menimpa mukanya.
"Engh.."
"Bangunlah, dan cepat pakai bajumu"
Dengan nyawa yang belum terkumpul semua Jaejoong berusaha untuk duduk, ia meringis merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya karena semalam permainan mereka sangat liar.
"Pulanglah! Sebentar lagi karam akan ke mari, aku tak ingin dia salah paham"
"Yun" Jaejoong melihat Yunho melipat tangan di dadanya angkuh. Ia mencoba mengembalikan kesadarannya, cukup pusing, karena dirinya baru tidur sekitar jam 4 pagi.
"Apa kau tak dengar huh? Cepat pakai bajumu lalu pulang!" Suara dingin Yunho kembali terdengar, dan kali ini Jaejoong bisa melihat wajah dingin di depannya.
Jaejoong yang belum mengerti kenapa tiba-tiba Yunjoon mengusirnya hanya terdiam. Bukankah semalam mereka telah melakukan 'itu'? Kenapa tiba-tiba sekarang Yunjoon mengusirnya dan berkata dingin padanya? Apa semalam hanyalah...
"Wae? Kau heran mengapa tiba-tiba aku seperti ini?" tanya Yunho sinis. " Ternyata apa yang aku dengar tentangmu itu memang benar Jaejoong-ssi. Kau itu istri yang gemar berselingkuh."
JLEB
"Terkejut? Kau pikir aku tak tahu? Bukankah pernikahan pertamamu hancur juga karena kau berselingkuh dengan namja yang sekarang menjadi suamimu eoh? Cihh... Ternyata kau benar-benar murahan, ani- sepertinya kata jalang lebih pantas untukmu"
TES
TES
"Apa sudah cukup?" lirih Jaejoong tanpa melihat Yunho, namja cantik itu hanya menatap kosong tempat tidur. Suaranya parau berusaha menahan kristal bening itu agar tidak kembali jatuh. Sekarang ia paham, kenapa tiba-tiba Yunjoon mau menjadi dekat dengannya padahal jelas tahu jika ia sudah bersuami dan namja tampan itu pun sudah memiliki tunangan. Ternyata Park Yunjoon memang sengaja ingin menjebaknya. Mungkin pemikirannya berlebihan, tapi itu lah yang bisa ia tangkap.
"Apa sudah cukup Yunjoon-ssi?" Ulang Jaejoong masih tak melihat wajah Yunho, tangannya meremas baju yang tadi dilemparkan Yunho ke mukanya.
"Aku tak tahu apa yang kau inginkan. Aku pikir kedekatan kita tulus. Tapi ternyta—" Suaranya tercekat karena tangisnya tak lagi bisa ditahan. Jaejoong menghapus airmatanya dan mendelik menatap mata Yunho dengan matanya yang memerah. Ia hendak mengatakan sesuatu tapi kristal bening itu kembali mengalir. Dan Yunho sedikit tercengang melihat itu.
Jaejoong bangun kemudian dengan asal memakai pakaiannya, Yunho yang melihat itu segera memalingkan wajahnya tak ingin melihat kembali tubuh polos yang semalam berkali-kali dinikmatinya itu.
Sungguh, Jaejoong merasa hatinya tercabik ribuan pisau mendengar kata-kata tajam Yunho. Meskipun kenyataannya dulu ia berselingkuh dengan Siwon, tapi apakah namja tampan itu tahu jika dia sangat menyesal, dan apa Yunjoon tahu jika dia hampir gila saat Yunho meninggalkannya?
"Terimakasih Yunjoon-ssi... Terimakasih karena telah membodohiku. Kau benar, dulu aku berselingkuh dengan Siwon. Dan kesalahan terbesarku adalah menikah dengannya. Tapi satu yang harus kau tahu. Aku tak pernah memberikan tubuhku padanya hingga saat ini meskipun dia sudah menjadi suamiku sekarang. Dan satu hal lagi, pernikahanku dengan Yunho dulu tidak hancur. Aku menikahi Siwon demi bayi yang ku kandung saat itu. Aku ingin anakku hidup layak... Tapi aku salah, ternyata pernikahan tak menjamin kebahagiaanku." ujar Jaejoong dingin. "Dan kau juga harus tahu, hingga saat ini aku masih sangat mencintai suamiku, aku tak pernah mencintai Siwon sedikitpun" desis Jaejoong, lalu melewati Yunho pergi. Jaejoong hendak membuka pintu kamar itu, tapi menahannya.
"Aku percaya jika Yunho-ku masih hidup, aku yakin itu. Tapi aku berharap dia bukan Kau, kendati dia sangat mirip denganmu." Imbuh Jaejoong dingin. Dan setelah mengucapkan itu, Jaejoong pergi meninggalkan Yunho yang masih terpaku di tempatnya.
.
.
.
.
.
.
TBC
Minta Reviewnya yah...
Makasih
YUNJAE IS REAL...!
Always Keep The Faith...^^
