Minna~~~~~~~san~~~~~~~~
Yuuki is here huahahaha...*buak 'ditabok'*
Ma..maafkan daku..huaaa..hiks..hikss...
sorry lamaaaaaaa update hamba minta maaf....ampuni hamba dunk...jangan kasi death glare ato apapun...hiks...
yang jelas sebagai permintaan maaf untuk kesekian kalinya silakan nikmati 2 chapter berturut-turut...huahahahahaha.....
Disclamer : Yuuki punya Bleach..heh..hahahaha gak mungkin dunk liat aja masa Grimmjow babak belur di hajar Nnoitra ma Ichigo trus Nel gak jadi Tercera Espada..trus..trus...Ulquiora..hiks gak bakal mati deh, masi idup sehat walafiat..hiks... *yang semua di sebutin adalah my fav chara hehe*
Yang jelas bleach punya Tite Kubo bukan punya saia...^^
Di ruang latihan menara timur terlihat sesosok Vampire pria berambut biru dan bermata biru sedang berlatih, yang tidak lain adalah Grimmjow Jaegerjaques. Sepertinya ia sedang berlatih membentuk zanpakutonya yang dari tadi gagal dia lakukan.
"Ugh..sial." kata Grimmjow.
'Aku harus menang. Harus menang.' Katanya dalam hati dan memulai kembali latihannya.
Flash Back
"Semangat yang bagus, Jaegerjaques. Tapi, apa kau bisa ya, menyelesaikan latihan ini ?" tanya Neliel kepada Grimmjow dengan nada agak merendahkan.
"Berisik, cepat latih aku perempuan." marah Grimmjow pada Neliel.
"Jangan memanggil Nel perempuan ! Nel punya nama tahu !" protes kedua Vampire kecil yang tidak lain adalah Lilynete dan Cirucci.
"Biarkan saja, Cirucci, Lilynete. Sepertinya ingatannya sangat buruk. Baiklah kita lanjutkan topic tadi." Kata Neliel sambil menghiraukan amarah Grimmjow. "Tapi, kukatakan satu hal hanya ada sedikit vampire yang bisa menyelesaikan latihan ini dengan cepat. Aku penasaran bagaimana denganmu ?" kata Neliel.
"Heh.. jangan anggap enteng aku, perempuan. Lihat saja aku pasti akan menyelesaikannya dalam satu minggu." Kata Grimmjow.
"Kalau begitu, kita taruhan saja, ya, Jaegerjaques. Kalau dalam satu minggu ini kau bisa membentuk zanpakutomu dan berubah ke wujud resurreccionmu kau menang. Itupun kalau kau tidak takut, bagaimana ?" kata Neliel memanasi Grimmjow.
"Baiklah, kalau aku menang jangan panggil aku lagi Jaegerjaques. Panggil aku Grimmjow. Dan kalau kau menang--" belum selesai Grimmjow menyelesaikan perkataannya Neliel langsung memotongnya.
"Kalau aku menang, kau harus berlatih dengan orang lain." kata Neliel dengan cepat.
"Hah ?"
"Kau tidak mau, Jaegerjaques ? Apa taruhannya dibatalkan saja, ya ?" kata Neliel.
"Kuterima tantanganmu." Jawab Grimmjow dengan cepat dan penuh percaya diri.
"Baiklah, kita mulai saja. Pertama untuk membentuk sebuah zanpakuto kau harus konsentrasi dan menggumpulkan reiatsumu dan membentuk sebuah pedang. Dan saat itu juga kau harus mencoba untuk mencari tahu nama dari pedangmu. Kemudian untuk bertransformasi ke sosok resurreccionmu kau harus memberi komando dengan kata-kata. Cirucci tunjukan padanya."
Cirucci memberi anggukan dan kemudian menggeluarkan sebuah cambuk, "Rip Off. Golondrina." Dan kemudian sayap mulai tumbuh dari punggungnya.
"Kira-kira seperti ini yang harus kau , berhati-hatilah kalau konsentrasimu hilang saat mencari tahu nama maka, reiatsumu akan lepas kendali dan terjadi sebuah ledakan mengerti ? Coba kau lakukan sekarang." Kata Neliel dan langsung dilakukan oleh Grimmjow, saat reiatsunya mulai stabil dan membentuk sebuah pedang ia berkonsentrasi untuk mencari nama pedangnya tiba-tiba, konsentrasinya pecah dan terjadilah ledakan.
"Ahahaha….rasakan kau !" ucap Cirucci dan Lilynete bersamaan.
"Sepertinya kau mengalami kesulitan ya, Jaegerjaques. Apa kita hentikan saja ?" tanya Neliel kepada Grimmjow dengan senyum kemenangan.
"Berisik lihat saja dalam seminggu ini aku pasti akan bisa membentuk zanpakutoku."
End Flash Back
"Hah..hah.."
"Kenapa, Jaegerjaques ? Apa kau sudah menyerah ? Kalau kau menyerah kita bisa melanjutkan latihan yang lain." kata Neliel kepada Grimmjow.
"Berisik ! Biarkan aku konsentrasi." Kata Grimmjow dengan nafas terengah-engah.
"Baiklah terserah kau. Katakan padaku kalau kau sudah menyerah atau butuh bantuan apapun." Kata Neliel sambil bersandar di dinding ruang latihan kemudian membuka buku kecil yang ada di sakunya, dan mulai membaca buku itu.
'Cih, dasar perempuan menyebalkan !' kata Grimmjow dalam hati, 'Sabar, aku harus sabar. Pertama-tama konsentrasi dulu.' Grimmjow kembali berkonsentrasi untuk membuat reiatsunya menyatu dan membentuk sebuah pedang. Namun, tiba-tiba pedang itu retak dan menyebabkan terjadi ledakan yang dasyat.
"Sial. Sekali lagi !" kata Grimmjow, ia terus menerus mengulanginya sampai ia mencapai batasnya dan kemudian pingsan. Sementara Cirucci dan Lilynete sudah tertidur di pangkuan Neliel, sedangkan Neliel sendiri masih terjaga dan mulai mengeluh dengan perilaku ketiganya.
"Dasar, tiba-tiba pingsan. Cirucci dan Lilynete juga, jangan tiba-tiba tertidur seperti ini dong. Gimana caraku mengantar kalian kembali ?" kata Neliel sambil menggerutu, "Pesche..Dondochaka kalian di situ ?"
"Ya, Nel-sama." kata keduanya serempak yang tiba-tiba muncul di hadapan Neliel.
"Kalian bisa kan mengantar mereka berdua ke markasnya masing-masing. Stark pasti khawatir pada Lilynete." kata Neliel yang kemudian segera dilaksanakan keduanya.
"Bagaimana dengan anda sendiri, Nel-sama ?" tanya Pesche.
"Ya, Nel-sama sendiri bagaimana ?" tanya Dondochaka.
"Aku harus mengantar orang yang sedang pingsan di sana. Dan kalau sesuatu terjadi padanya Aizen-sama mungkin akan sedikit kecewa." kata Neliel.
"Begitu, hati-hati ya, Nel-sama." kata Pesche dan Dondochaka bersamaan.
"Justru kalian yang musti berhati-hati." kata Neliel.
Setelah melihat kedua Fraccionnya keluar dari ruang latihan ia kemudian menuju ke arah tubuh Grimmjow yang sedang tertidur, dan saat tidur wajahnya terlihat sangat innocent. Dan bisa dibilang kalau dilihat seperti ini dia lumayan tampan. Eh…apa yang kupikirkan, hentikan, aku tidak boleh berpikir seperti ini. Apa sih yang kupikirkan ? Pikiran-pikiran seperti ini mulai mengelilingi Neliel. Akhirnya Neliel memutuskan untuk segera membopong Grimmjow kembali ke markasnya.
"Ugh..kenapa sih semua cowok badannya berat banget !" gerutu Nel sambil membawa Grimmjow ke kamarnya. Waktu yang mereka tempuh kurang lebih 5 menit dengan menggunakan sonido Neliel. Sesampainya di markas Grimmjow, Neliel segera membaringkannya ke tempat tidurnya. Dan kemudian menuliskan sebuah pesan di kertas dan meninggalkannya di samping tempat tidurnya.
'Sampai satu minggu ini selesai jangan menemuiku, kecuali kalau kau bisa membuat dan bertarung menggunakan zanpakutomu. Aku menantikan hasil taruhan kita, Jaegerjaques.'
Sepertinya Pesche dan Dondochaka sudah kembali duluan ke markasnya, bisa terasa dari reiatsu mereka yang berada di atas menara. Neliel segera melesat menuju ke arah markasnya, sesampainya di sana terlihat Pesche dan Dondochaka sangat khawatir padanya. Karena sesampainya ia di sana mereka langsung berlari dan memuluk Neliel sambil mencari-cari apakah ada luka di tubuh tuannya itu atau tidak.
"Nel-sama, tidak apa-apa ? Ada yang sakit ?" tanya Pesche.
"Nel-sama, tidak terjadi apapun bukan selama kami tidak ada ?" tanya Dondochaka.
Neliel hanya bisa menjawab dengan tawa kecil melihat kedua Fraccionnya yang sepertinya terlalu over protektif kepadanya, " Tidak, aku tidak apa-apa. Tenang saja. Memangnya ada apa? Sampai kalian segitu mengkhawatirkanku?" tanya Neliel pada kedua Fraccionnya.
"Itu karena… kami tahu baru-baru ini si brengsek Nnoitra menemuimu. Jadi kami takut kalau terjadi sesuatu terhadapmu." Neliel hanya bisa membeku melihat kedua Fraccionnya dan kemudian memeluk mereka dengan erat.
"Terima kasih, Pesche, Dondochaka."
"Tidak masalah, Nel-sama." kata Pesche.
"Benar, karena kami adalah Fraccion Nel-sama. Kalau si brengsek Nnoitra itu berani mendekati Nnoitra kami akan membantainya." kata Dondochaka.
"TIDAK BOLEH !" bentak Neliel pada kedua Fraccionnya, "Kalian tidak boleh mendekati Nnoitra mengerti ? Apapun yang terjadi kalian tidak boleh mendekatinya. Karena entah apa yang akan ia lakukan kalian nanti. Mengerti ?"
"Kami mengerti Nel-sama. Kami minta maaf, karena sudah membuat anda khawatir." Sesal kedua Fraccion itu, kemudian Neliel hanya tersenyum pada kedua Fraccionnya dan kemudian kembali ke kamarnya.
Tiga hari sudah berlalu sejak peristiwa itu, Grimmjow terus berlatih di ruang latihan sedangkan Neliel terus menghindarinya. Setiap kali Grimmjow pergi ke ruangan Neliel yang ada hanya kedua Fraccionnya yang menggatakan bahwa Neliel baru saja pergi. Hal ini berulang secara terus menerus, sampai akhirnya sudah melampaui batas kesabaran Grimmjow.
"Sial !" kata Grimmjow yang untuk sekesian kalinya gagal untuk membuat zanpakutonya, "Aaaarrrrrggggg ! Menyebalkan~" marah Grimmjow, sepertinya ia begitu kesal dengan sikap Neliel yang terus menerus menghindarinya.
'Ada apa sih dengan perempuan itu ? Kenapa ia terus menghindariku ? Memang aku menerima pesan darinya yang menyuruhku jangan menemuinya tapi, tidak perlu terus menerus menghindarikukan… Aaaarrrgggg ! Sial ! Kenapa aku terus memikirkannya ? Tidak boleh aku harus konsentrasi.'
Saat Grimmjow berniat menggulang kembali latihannya, ia melihat tiga sosok bayangan yang mendekat ke arah pintu masuk ruang latihan. Ia menggenal salah seorang diantanya, pria itu menggunakan penutup mata untuk menutup mata kirinya. Nnoitra. Sedangkan ia tidak mengenal dua yang lain tapi, ia pernah melihat salah seorang diantaranya yang berambut pink, dan memakai kacamata. Ia pernah melihatnya saat ia bertranformasi. Sedangkan vampire yang satu lagi berambut pirang dengan sisa topeng yang berada di dahinya.
"Wah..ditinggal sendirian, ya ? Kasihan sekali." kata Nnoitra.
"Apa maumu ? Kau tidak lihat aku sedang sibuk. Cepat pergi." kata Grimmjow.
"Beraninya kau berkata begitu pada Nnoitra-sama!" kata vampire berambut pirang itu.
"Diam, Tesla. Biarkan dia setidaknya saat mati ia akan menyesal sudah berkata seperti itu kepadaku khuhahaha…."kata Nnoitra.
"Hei, kau tidak lupa bukan perjanjian kita." kata Vampire berambut pink itu, "Kau bilang kalau aku membantumu maka, aku boleh menjadikannya sebagai bahan eksperimenku."
"Tentu saja aku tidak akan lupa, Szayel Apporo Granz. Kau boleh saja melakukannya, setelah aku menghajarnya." jawab Nnoitra.
"Hah..hah.."
"Ada apa ? Jangan bilang kau menyerah ?" kata Nnoitra sambil menggarahkan zanpakutonya yang tak lazim itu ke arah Grimmjow. "Kau benar-benar tidak pantas menduduki posisi seorang Espada."
Kemudian Nnoitra menggayunkan zanpakutonya, Grimmjow dengan cepat menghindarinya. Namun, tiba-tiba Tesla berada di belakangnya dan menendangnya dengan keras ke lantai ruangan latihan. Sejak pertarungan dimulai Nnoitra selalu menyerang Grimmjow dibantu dengan Tesla dan Szayel. Benar-benar cara bertarung yang licik. Setiap kali Grimmjow menghindari Nnoitra antara Szayel atau Tesla akan bergantian menghajarnya. Dan karena dampak dari latihan yang dilakukannya sepertinya tidak terlalu mengguntungkan Grimmjow.
"Gara-gara vampire kacangan ini Neliel jadi tidak mau berduel lagi denganku. Cih..menyebalkan. Kau bilang dirimu Espada ? Sunguh memalukan. Lebih baik kau mati saja." kemudian Nnoitra bersiap untuk menggayunkan zanpakutonya.
Grimmjow POV
'Apa ini akhir hidupku ?'
'Apa aku akan mati ?'
'Tidak! Aku belum boleh mati, karena akulah sang raja. Dan karena aku adalah sang raja maka, aku belum boleh mati. Karena itu aku ingin kekuatan. Aku butuh kekuatan untuk menjadi raja.'
'Hoo..jadi kau ingin menjadi kuat ? Kau ingin mengalahkan mereka ? Kau ingin berdiri di atas mereka dan menjadi raja ? Kalau begitu panggil aku! Sebut namaku dan akan kukabulkan keinginanmu. Panggil namaku, Grimmjow!'
'Apa maksudmu ? Aku tidak tahu siapa kau ? Apalagi namamu ?'
'Tidak kau pasti tahu. Karena kau akan menjadi tuanku, dari dulu sampai sekarang.'
'Aku….'
End of Grimmjow POV
"Matilah kau, Grimmjow." kata Nnoitra.
Grimmjow mungkin hanya terlihat terdiam menutup matanya dan pasrah melihat nasibnya. Namun, sebenarnya ia sedang berkonsentrasi untuk membentuk zanpakutonya. Tiba-tiba saja dia membuka matanya "Pantera." dan terlihat cahaya reiatsu berwarna biru menggelilinginya. Kemudian terdapat sebuah pedang di tangannya.
"…wah, kau sudah bisa membuat zanpakutomu, ya? Tapi, kau tidak akan bisa menggalahkanku." kata Nnoitra dengan nada merendahkan.
"Kita lihat saja nanti." balas Grimmjow kemudian dia meluruskan zanpakutonya dan meletakkan tangan kirinya ke atas pedangnya, "Grind. Pantera."
Reiatsu biru menyelimuti Grimmjow dan menggubah penampilannya. Ia memiliki tangan dan kaki seperti seekor kucing dan ekor kucing. *maaf author lagi gak niat deskripsikan..yg jelas kalian tahulah gimana resurreccionnya Grimmjow. Mohon maaf sekali (_ _)* Setelah itu dengan menggunakan sonido yang lebih cepat Grimmjow sudah berada di belakang Nnoitra dan kemudian menendangnya. Ini menyebabkan Nnoitra terlempar ke dinding dan menyebabkan bunyi benturan yang lumayan keras.
"Nnoitra-sama!" teriak Nnoitra sambil menuju ke arah tuannya.
"Diam, Tesla. Jangan ganggu aku." kata Nnoitra sambil menepis tangan Tesla yang berusaha membantunya berdiri. "Hah..berani juga kau, anak baru. Kau pasti menyesal karena sudah membuatku marah. Hei…Szayel jangan ganggu aku, kau juga Tesla. Biar kuperlihatkan padanya kekuatanku yang sesungguhnya."
"Terserah kau saja. Asalkan aku bisa menjadikannya sebagai bahan eksperimenku saja." kata Szayel.
"Sudah kubilang. Akan kutepati janjiku." kemudian Nnoitra menggangkat zanpakutonya, "Pray. Santa Teresa."
Sosok Nnoitra berubah, sekarang ia memiliki empat buah tangan yang masing-masing memegang sebuah sabit besar. Dan di kepalanya terdapat tanduk yang seperti bulan sabit.
"Ayo kita mulai, permainan ini." kata Nnoitra.
Yah..sekian chapter 4nya mohon maaf kalo-kalo ada kesalahan karena author satu nie emang selalu maksunya SELALU buat fic malem-malem suntuk entah kenapa dapat idenya jam segitu. Dari pada gak update mending cepet-cepet nulis hehehe...^^
Oww...ya mohon maaf untuk lama update karena YuUki lagi dalam proses masuk SMA hehe...YuUki LULUS loe..kyaaa...senangnya hatiku...hehe...
Sebelum ke page selanjutnya tinggalkan review dulu ya please.....*puppy eyes mode on*
Dan maafkan author satu nie kalo bisa ya..
Oww..kalo ada yang mo request fic nto mo bantuin author satu ini dipersilahkan sekali untuk PM qw ya please....
One more thing...I need....I need...
Nama" tokoh please hiks..hiks...author gak bisa mikir lagi bingung nih gak tahu lagi *paling lemah cari nama tokoh*
Untuk detailnya silakan PM ke qw ya please i really need u guys help *puppy eyes mode on*
Review..
Review....hehehe^^
