Moshi – moshi ...

Ini adalah chapter terakhir dari rangkaian "special people"...

Terima kasih banyak ...

Kepada teman – teman !

Terima kasih...

Selamat membaca!


...

.

.

...

Disclaimer : Masashi Kashimoto

Pair : Sasuke x Naruto , Sai x Neji , Shikamaru x Kiba

Warning Genre : Yaoi,romance,cumfort/hurt,drama

...

.

.

...


Sumary : mimpi itu menuntun Naruto mengingat masa lalunya, masa dimana orang yang selalu menenangkan hatinya ada, mungkinkah Sasuke orangnya?! Naruto harus mendapat kejelasan dari hal ini, meski hujan dan tengah malam dia tetap pergi menemui Sasuke di tempat itu.

...

.

.

...


SPECIAL PEOPLE

Chapter 4 (Final)

Special People

Hujan turun, waktu yang tepat untuk menggunakan payung barunya bukan?!

Naruto berdiri di tepi sungai dekat jembatan Konoha. Dia memandang rintik hujan yang jatuh di sungai. Suara mobil lalu lalang masih ramai, dan tiba – tiba ada suara mobil yang berhenti. Seseorang keluar dari mobil itu, dan menggunakan payung untuk melindunginya dari hujan. Payung biru gelap itu melindungi sipemakai dengan sempurna.

" kau sudah datang...!" kata Naruto tanpa memandang orang yang datang.

" apa yang merisaukanmu? Sampai selarut ini kau harus memanggilku kemari Dobe?!" kata orang itu, yang ternyata Sasuke.

Naruto tersenyum dan memandang Sasuke.

" eh?!" Naruto melihat payung yang dipakai Sasuke, model yang sama dengan payung yang dipakainya.

" ada apa?!" Sasuke bertanya kembali

" ah iya oke! Aku harus fokus!" naruto memegangi kepalanya

" Sasuke, apa kau kenal dengan seorang wanita bernama Mikoto?!" tanya Naruto tiba – tiba.

Sasuke sangat kaget sekali, bagaimana bisa Naruto mengenal orang itu?

kapan Naruto pernah bertemu dengan orang itu?

Apa hubungan Naruto dengan wanita itu?

Kenapa nama wanita itu sama dengan nama Ibunya. Ah mungkin orang yang berbeda.

"eee... Mikoto?! Orangnya seperti apa?! Apa kau mengenal wanita itu?! Dia teman sekolah kita?!" tanya Sasuke mencoba berpikir logis, dan ingin membuktikan bahwa wanita itu bukan Ibunya, tapi wanita lain yang hanya memiliki nama yang sama.

Naruto memegang kepalanya lagi

" e... bukan, wanita itu bukan teman sekolah kita, wanita itu sudah memiliki putra, tepatnya 2 orang putra, wajahnya mirip kamu... ya aku ingat walau tak terlalu jelas, dia memang mirip kamu. Rambutnya hitam panjang dan lurus. Matanya hitam sehitam langit malam, kulitnya putih bersih..."

DEG

Sasuke sangat kaget, matanya melebar di balik kacamatanya yang basah.

"Sasuke! Apa kau mengenalnya...?!" Naruto jadi penasaran, karena dia melihat Sasuke benar – benar terkejut.

Jantung Sasuke bergetar kencang.

" iya aku mengenalnya" Sasuke menunduk dan dengan ragu mengucapkannya ..

" a - apa kau tau?! Dimana dia sekarang?!" tanya Naruto lagi, agak senang

" dia ...!" Sasuke tersenyum miris, meski gelap Naruto bisa melihat senyum miris pada bibir Sasuke, membuat Naruto ikut sedih.

" dia sudah meinggal..., meninggal setahun lalu!"

JLEDER

Suara kilat menyambar, sama seperti jantung Naruto yang tersambar petir rasanya, mendengar kabar itu dari mulut Sasuke benar – benar mengejutkan sekali, Naruto merasakan kesedihan yang mendalam di hati Sasuke.

" kau mengenal Ibuku...?!"

Naruto semakin tidak percaya dengan hal yang dia dengar.

Tidak bisa di percaya, Sasuke adalah anak dari Mikoto, seseorang yang ada di mimpinya tadi. Mungkinkah dia adalah anak laki – laki yang membangunkannya tadi. Mungkinkah Sasuke adalah anak laki – laki itu? Mungkinkah dia orangnya. Tiba – tiba rasa rindu menekan hatinya yang sepi itu, dan hatinya tiba - tiba menghangat menjadi lebih hangat.

" bagaimana kau bisa mengenalnya Dobe...?!" Sasuke merasa lebih tenang .

Untuk menunjukan itu ,Sasuke tersenyum bahagia dan sangat tulus pada Naruto. Dia bahagia seseorang yang dia sukai ternyata sudah mengenal Ibunya.

BRUGGGHHHTTT...

Sasuke sangat kaget, tiba – tiba Naruto memeluk Sasuke erat – erat, bahkan tidak terasa payungnya terjatuh. Payung milik Naruto juga jatuh menimpa payung miliknya. Sasuke mendengar isak tangis dari Naruto.

" Sasuke... kau adalah anak bungsu Bibi Mikoto bukan?! Kau jugalah orang yang memberikanku payung orange itu bukan?! Sasuke... Teme...!" Naruto memeluk Sasuke erat seakan tak ingin melepasnya.

Sasuke tidak mengerti dengan hal yang di pikirkan Naruto saat ini, tapi pelukan Naruto yang penuh kerinduan ini sangat menentramkan dirinya. Dia tak ingin mengganggu perasaan Naruto sekarang, tak igin kehilangan moment ini.

Sementara itu hati Naruto sangat bergolak, dia tidak bisa membendung rasa bahagianya, dia tidak ingin menahan segala perasaannya, dia ingin melakukan semua yang bisa membuatnya bahagia, Naruto ingin Sasuke tau bahwa dia menyukai Sasuke, dan seperti Sasuke yang menyukainya.

" Sasuke ... aku menyukaimu...!"

Sasuke benar – benar terkejut, di saat seperti ini Naruto mengucapkan kata - kata yang sangat ingin dia pendam selama ini. Harusnya dia dulu yang mengatakannya, tapi sudah didahului Naruto. Dia bahagia akhirnya perasaannya terbalas, Sasuke memeluk erat Naruto, dia tak ingin kehilangan Naruto.

" harusnya aku dulu yang mengucapkannya Dobe! Kenapa kau mendahuluiku begini? Padalah aku dulu yang menyukaimu!"

" Dasar Teme...! aku sudah tidak bisa menahannya ...!"

" sesak sekali harus menahan rasa suka selama 4 bulan tau...!" kata Naruto yang masih menangis.

" aku ini juga sudah menyukaimu selama 5 bulan..., kau selalu menjadi orang yang sangat spesial untukku Dobe! Apapun dirimu, aku sangat mencintaimu... sangat mencintaimu...!" Sasuke mendekap Naruto lagi.

" Sasuke ...?!" Naruto melepaskan pelukannya

" hnnn...!" sasuke juga melepas pelukannya

CUUUUP

Naruto mendaratkan ciuman hangatnya, dan tak terganggu sama sekali dengan kacamata Sasuke, sebenarnya dia tidak peduli. Sasuke membalas ciuman Naruto, merasakan kehangatan bibir sang kekasih. Keduanya sangat bahagia, cinta mereka terbalas satu sama lain. Mereka benar – benar sangat bahagia.

...

.

.

...

Sai tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depan matanya, begitu pula Neji. Sasuke pulang ke menshion dengan wajah gembira dan bersemu merah. Apalagi saat dia menggandeng Naruto yang basah kuyup, masuk ke ruang tamu. Naruto menengok kanan dan kiri, atas serta bawah. Dia sangat kagum dengan kediaman Sasuke yang sangat berkelas. Berbeda sekali dengan kehidupannya, ini adalah kali pertama dia menginjakan kaki di rumah idolanya tepatnya sekarang adalah kekasihnya.

" apa yang ku lihat ini nyata?!" kata Neji mencubit pipi Sai

" aw... sakit Neji...! kau tidak mimpi kok!" sai mengelus pipinya

" ah kalian belum tidur juga rupanya!" kata Sasuke yang mulai masuk ruang keluarga, melihat Sai dan Neji sedang memperhatikan dirinya di balik sofa dan TV masih menyala.

" apa itu benar – benar Naruto?!" tanya Neji langsung melompat dari sofa dan menghampiri Naruto.

" Naruto?! Apa ini benar – benar kau?!" tanya Neji yang masih penasaran.

Naruto jadi kaget karena Neji tiba – tiba muncul.

" Neji kau ada disini?!"

" kau ini aku bertanya. Kenapa kau malah balik bertanya?!" tanya Neji kesal " ya tapi aku jadi tau itu kau!" Neji langsung pergi meuju dapur.

" sebenarnya kalian dari mana? Kenapa basah kuyup begitu?" tanya Sai

" hehehe ...!" Naruto hanya meringis. Tapi Sai mengerti sekali dengan keadaan Naruto.

Neji menyiapkan makanan dan minuman hangat untuk mereka semua. Sasuke meminta Naruto untuk berganti baju dengan pakaiannya tentu. Hal ini agar sang kekasih tidak masuk angin lagi, apalagi pingsan( jangan...!)

Setelah berganti baju ke empat orang ini menikmati makanan dan minuman hangat yang sudah di sediakan bertanya banyak hal pada kedua pasangan baru itu. Lalu Neji meminta semuanya agar lekas tidur. Besok masih harus sekolah. Neji mengajak Sai masuk kamar. Sasuke juga mengajak Naruto masuk ke kamarnya.

Naruto jadi kikuk.

" sasuke... apa kita tidur di tempat tidur yang sama?!"

" apa kau tidak menginginkannya?!" tanya sasuke

" a – aku ...!"

" tidurlah !" Sasuke menuntun Naruto naik ke tempat tidurnya.

" tidurlah dengan nyenyak disini, kita memang masih baru jadian, sangat wajar jika kau masih canggung..., tidurlah disini! Aku akan tidur di tempat lain." Sasuke mengelus kepala Naruto.

Sasuke berbalik dan berjalan pergi, namun tangan Naruto memegangnya.

"jangan pergi...! aku mohon!" Naruto tak tau apa yang sudah dia katakan, tapi sangat sepi saat Sasuke harus pergi. Dia tidak ingin ini terjadi.

" baiklah!" Sasuke tersenyum dan naik ke tempat tidur, di susul naruto.

Mereka berbaring di tempat tidur yang sama, saling berpunggungan.

" Sasuke ... kau sudah tidur?!"

" hnnn...!"

" sasuke ... !"

"hnnn...!"

Tidak terdengar suara lagi, Naruto sudah terlelap rupanya.

Sasuke berbalik dan memperhatikan Naruto.

Sosok yang dia cintai sudah di depannya sekarang.

Begitu luar biasa dan sangat membahagiakan.

Sasuke mengingat kembali kejadian di pinggir sungai tadi. Dia masih begitu penasaran, bagaimana Naruto mengenal Ibunya. Mengetahui bahwa dia adalah anak bungsu Mikoto, apakah sebelumnya Naruto pernah mengenalnya? Mungkinkah dia adalah bagian masa lalu Naruto? Tapi jika itu mungkin, kenapa dia tidak bisa ingat sosok Naruto di hari – hari sebelumnya. Kenapa dia tidak bisa mengingat Naruto dimasa lalunya? Yang dia tau hanyalah, sosok Naruto yang begitu menarik dan seakan sudah ia kenal lama, tapi tetap saja dia tidak tau. Hanya ada rasa bahagia saat bisa melihatnya, rasa damai dan tentram.

Sasuke tidak mengambil pusing semua itu, yang pasti Naruto juga menyukainya dan sekarang sudah bersamanya. Naruto adalah orang yang spesial yang harus di jaga dan di lindungi, orang yang sangat dia cintai. Sasuke mendekap Naruto ke pelukannya dan

...

.

.

...

Pagi mejelang, Naruto bersiap untuk ke sekolah dia sudah siap dan mengenakan seragam Sasuke. Dia melihat refleksi dirinya di cermin, dia bersemu merah karena tak menyangka bahwa hari ini dia sudah menjadi kekasih Sasuke. seragam yang dipakainya sekarang adalah milik Sasuke, meski agak kebesaran sedikit, dia senang bisa merasakan aroma Sasuke, ini terasa seakan Sasuke sedang mendekapnya.

" Naruto...?!"

" Eh?!" lamunannya buyar

" kau masih disana?! Aku lupa membawa handuk, bisa kau ambilkan untukku!" teriak Sasuke dari dalam kamar mandi, Naruto sangat malu saat mendengar permintaan Sasuke, dia langsung memerah.

" DOBE...?!"

" I – Iya sebentar!" Naruto bergegas mengambilkan handuk untuk Sasuke.

Dengan canggung dia masuk ke kamar mandi. Dia menelan ludah saat melihat bayangan tubuh Sasuke yang sedang mandi dibalik pintu geser kaca yang berembun dan terdengar suara gemericik air yang keluar dari shower dan jatuh membasahi tubuh Sasuke.

" Teme... Sasuke... aku letakan disini ya...!" kata Naruto canggung

"hnnnn...!"

Naruto langsung keluar dan bergegas keluar kamar juga.

" kau kenapa Naru?!" tanya Sai yang baru saja keluar dari kamarnya

" eh?!" Naruto sangat kaget karena Sai tiba – tiba mengejutkannya

" ini adalah rumah kekasihmu kau harus terbiasa dengan ini!" kata Sai

"eh?!" Naruto langsung berdegup

" aku akan menyiapkan sarapan, apa kau mau melakukan sesuatu?!" tanya Sai

" dimana Neji?!"

" oh... dia pulang, menggunakan mobilku, ada buku yang harus dia ambil!" jawab Sai yang sudah menyalakan kompor, dan merebus air.

" oh benar juga, buku pelajaranku...?!" Naruto mulai bingung.

" kalau masalah itu, tenang saja, Neji sudah mengambilkannya untukmu. Kata Neji dia sering ke rumahmu, dan lumayan akrap dengan Kakekmu!" sai mengocok telur

" eh benarkah?!" tanya Naruto, Sai mengangguk.

" iya juga, Neji memang sering ke rumah bersama Shika dan Kiba!" naruto menyusul Sai ke dapur.

Naruto mengamati Sai yang sedang memasak, Sai sangat terampil saat di dapur. Sai memasak omelet dengan cekatan.

" kau terampil di dapur ya?! Kau membuat omelet?!"

"hnnn... kau suka tidak?!"

"mmm... apa kau tak punya ramen instan?! Sudah lama tidak makan ramen...!" pinta Naruto

" ramen?! Makanan apa itu?! Aku dan Sasuke tidak pernah makan ramen, tidak suka!" kata Sai, dan Naruto tampak kecewa.

" hei .. hei .. kau tak perlu sedih begitu, kulihat Sasuke menyimpan banyak ramen instan di rak lemari makanan yang bawah! Itu silahkan cari sendiri, aku akan selesaikan ini dulu!" kata Sai, Naruto sangat senang, langsung membuka lemari yang di maksud Sai.

" Waaaah... banyak sekali...?!" Naruto sangat kagum dengan ramen yang tersimpan disana, tapi dia seperti pernah lihat jenis ramen ini. " aku seperti pernah lihat...!"

" Sasuke yang meletakannya, kalau tidak salah kemarin lusa!"

" eh?!" Naruto jadi sadar, mungkin ini ramen yang di pilihanya di supermarket kemarin lusa. Dia baru ingat saat itu Sasuke membelikannya dan karena kejadian ciuman itu Naruto lupa mengambilnya kembali. Naruto mengambil ramen instan dan memasaknya, waktu yang tepat karena air yang di rebus Sai sudah mendidih.

" Naruto... kau tau Kakak-ku itu sangat menyukaimu?!" tanya Sai

" eh ?!" tak usah ditunggu lama, Naruto langsung memerah wajahnya.

" dia menyukaimu sejak pertama kali melihatmu, aku belum sadar kalau ternyata dia menyukaimu waktu itu, baru 2 bulan lalu aku memergoki dia sedang memperhatikanmu dengan pandangan yang berbeda. Sejak saat itu aku sangat sering menggodanya bahkan beberapa hari lalu juga ...!" Sai tiba – tiba menunduk seperti mengakui kesalahan pada Naruto

" kau ti – tidak apa – apa Sai?"

Sai berdiri dan membungkuk pada Naruto.

" Aku minta maaf padamu Naruto!"

" Eh ?!"

Beberapa waktu kemudian Sasuke datang dengan membawa buku orange milik Naruto.

Naruto dan Sai sudah siap di meja makan. Naruto yang melihat Sasuke membawa buku Orange miliknya agak terkejut, Sasuke juga kaget dengan ekspresi Naruto.

" i – ini bukumu!" Sasuke dengan canggung memberikannya pada Naruto

" aku tidak membacanya ! maafkan aku harusnya segera ku kembalikan!" tambah Sasuke.

Naruto menerima buku itu dengan ekspresi tidak percaya. Lalu memeluk bukunya penuh kerinduan.

"eh?!" Sasuke jadi heran, Sai mendekati Sasuke dan memberitahukan bahwa dia sudah menjelaskan semua yang terjadi pada Naruto.

Naruto tidak mempersalahkan hal itu.

" syukurlah buku ini masih ada!" kata Naruto.

Tak lama kemudian Neji datang, mereka sarapan bersama dan berangkat ke sekolah.

...

.

.

...

Di sekolah hari ini sangat gaduh. Semua siswa tengah menggunggunjingkan tindakan Sakura yang terlalu berani. Mereka melempar pandangan mengejek sekaligus sangat benci. Sakura benar – benar merasa sangat malu. Ino dan Hinata berpapasan dengan Sakura. Ino memandang Sakura seperti biasa, sementara Hinata memandang penuh rasa iba.

" Sakura ...!" sapa Hinata, sementara Sakura hanya melengos dan pergi

" dia masih seperti biasanya! Sudahlah Hinata biarkan dia!" ajak Ino pergi

Setelah Sakura pergi, terdengar suara gaduh kembali, kali ini bukan membicarakan Sakura melainkan suara yang begitu heboh dan sekaligus tidak percaya. Ino dan Hinata sangat penasaran. Setelah melihat sendiri, barulah mereka tau semua siswa itu sedang ribut membicarakan 2 pasangan kekasih yang baru saja tiba. Ino sangat kaget saat melihat Sasuke menggandeng Naruto dan Sai merangkul Neji.

" ada apa ini?! apa yang kulihat ini kenyataan?! Apa mereka pacaran?!" tanya Ino tidak percaya. Hinata tersenyum.

" akhirnya mereka jadian...!" kata Hinata

" apa maksudmu?!"

"aku tak sengaja memergoki Sasuke – kun memperhatikan Naruto beberapa hari ini, jadi memang benar Sasuke menyukai Naruto" kata Hinata senyum – senyum sendiri

"oh... jadi Sasuke menyukai Naruto, pantas saja Sakura ditolak sebelum menyatakan cinta..!" tanggap Ino " aku sepertinya harus menghajar Naruto karena sudah merebut Sasuke!" Ino sudah mengepalkan tangan

" kau bercanda kan?!" Hinata mengeluarkan death Glarenya

" hehehhe ... bercanda...!" Ino lumayan ketakutan, setelah aura itu reda Ino menghembuskan napas lega. " tapi kenapa Neji dan Sai berangkulan begitu? Apa mereka juga pacaran?!" tanya Ino kembali dan Hinata hanya mengangguk.

" hai Ino!" Sapa Naruto

"hai!" Ino memandang sinis Naruto

" hei – hei ... kenapa pagi – pagi kau sudah memandangku seperti itu Ino...?!" Tanya Naruto hampir menangis. (pura – pura)

"kau sudah mengambil Sasuke! Aku benci padamu!" kata Ino dan memalingkan wajah, tentu ini bercanda.

" ah Ino... aku mohon maaf! Maafkan aku...!" Naruto memohon, sementara Sasuke dan Neji dengan malas melihat akting kedua temannya dengan sangat malas.

" tidak akan ku maafkan!" Ino cemberut

" Ino...!" sapa Sai dengan senyum mautnya, Ino dan Hinata langsung berbinar dan meleleh.

" Sai...!"

" sudah lupakan ya...! mereka memang saling mencintai...!" Sai memegang dagu Ino, membuat Ino bertekuk lutut dan tunduk dengan permintaan Sai, kalau kita lihat lagi ada seseorang yang sedari tadi sedang malas, menjadi penuh amarah, itu Neji.

" KALAU KAU SEPERTI PADA SETIAP WANITA! BAGAIMANA MUNGKIN KAU TIDAK MEMBUATKU LEKAS TUA! SAI...!" Neji berteriak keras di dekat Sasuke hingga Sasuke ambruk, dan Naruto bergegas memapah kekasihnya.

"MASIH BERANI KAU MEMBUATKU CEMBURU BEGITU HA?!" Neji menjewer kuping Sai.

" aduh – aduh – aduh ...! Sakit Neji sayang... sakit...!" Sai memohon untuk dilepaskan, dan Neji melepaskannya. Ino dan Hinata sangat kaget ternyata Neji galak sekali.

Mereka bercanda satu sama lain, mereka kelihatan sangat bahagia. Sakura ternyata melihat semua itu, dan membuat Sakura merasa sangat marah, karena ini sungguh tidak adil untuknya. Bagaimana mungkin mereka bisa sebahagia itu? Kenapa Sasuke dan Sai orang yang sangat terkenal lebih menyukai pria dari pada wanita? Kenapa dia bisa kalah dengan laki – laki seperti Naruto? Naruto hanya anak yatim piatu dari keluarga sederhana, dibanding dirinya harusnya anak dari keluarga berkecukupan seperti dia bisa lebih unggul dari Naruto. Sakura benar – benar tidak terima.

...

.

.

...

Waktu istirahat datang, setiap siswa bersiap untuk pergi istirahat.

" Sai... Ino... sekarang kita ada rapat OSIS!" ajak Kiba dan Shikamaru sudah bersamanya.

" eh?! Sekarang?!" tanya Sai yang agak kecewa karena masih berduaan dengan Neji, sementara Ino sudah bersiap – siap.

"hhh... sungguh merepotkan... iya Sai.. sekarang!" kata Shikamaru.

" Neji aku pergi dulu ya Sayang...!" kata Sai yang sudah di tarik Kiba.

Neji dengan cemberut duduk di samping Hinata.

"menyebalkan sekali!" kata Neji " padahal ini waktu bebas kami, tanpa harus merahasiakan pada semua orang!"

"sabar kak ...!" Hinata menepuk punggung Neji.

" eh kemana pasangan baru itu?!" tanya Neji

Baiklah kita jawab pertanyaan Neji, kedua pasangan baru itu sekarang sedang makan siang bersama di kantin sekolah. Mereka menikmati masa pacaran mereka hari ini, sungguh masa muda yang indah.

" hei Teme... kenapa kau pesan jus tomat?!" tanya Naruto.

" hnnn...!"

"hnnn?! Itu lagi...! benar – benar Teme...!"

"aku sudah selesai, sebentar lagi masuk ayo kita kembali!" ajak Sasuke

"kau terburu – buru sekali?!"

"hnnn... kita harus siap – siap untuk pelajaran Yamato sensei bukan?!"

"eh?! Olahraga?! Hari ini kita ada jam olahraga ya?! Aku lupa...!" naruto segera menghabiskan ramennya yang masih panas.

"aduh – aduh panas... lidahku terbakar!" Naruto jadi sangat panik, Sasuke dengan sigap memberikan segelas air kepada Naruto. " terima kasih...!"

Setelah ramennya habis, segera Naruto pergi bersama Sasuke. Sasuke selalu tak ingin melepaskan genggaman tangannya dari Naruto. Mereka berjalan bersama dan terus bergandengan, tanpa peduli para siswa bergunjing. Sasuke juga tak peduli dengan olokan orang – orang mengenai hubungannya dengan Naruto. Dia ingin bisa terus seperti ini, bisa melihat Naruto yang selalu ceria ini sungguh membahagiakan.

Sasuke berjalan sambil sedikit merenung, sambil terus memandang sang kekasih. Bagi Sasuke, Naruto adalah orang yang sangat berharga, dia sangat ingin melindungi senyuman Naruto yang selalu bisa membahagiakan orang lain itu. Menjaga diri Naruto dari apapun yang bisa melukainya. Sasuke bisa merasakan sebenarnya Naruto sedang kesepian, selalu memaksakan diri, dan sebagainya. Dan karena inilah Sasuke ingin mengisi hati Naruto.

" Sasuke awas!" Naruto segera menarik tubuh Sasuke, hingga tubuh Naruto tertindih menempel tembok.

"eh?!" Sasuke sedikit melamun sehinga hampir saja dia ditabrak seorang siswa yang sedang membawa gulungan besar sebuah peta sambil bercanda dengan temannya sehingga tidak memperhatikan Naruto dan Sasuke yang lewat.

"kau tak apa – apa Sasu...?!" tanya Naruto agak memerah, Sasuke memandang mata Naruto dalam, posisi ini sangat pas batinnya, nyaman sekali.

"Sasu...?!"

"ma - maafkan aku ...!" Sasuke segera menghindar dengan salah tingkah dan menjauh dari Naruto.

BRUGHT

Sasuke terjatuh di bawah Naruto, kali ini seseorang berhasil menabraknya. Dan benturannya cukup keras sehingga Sasuke bisa terjatuh dengan sangat keras.

" Sasuke?! Kau tak apa – apa ?!" tanya Naruto panik, sementara Sasuke meringis kesakitan.

" maafkan aku ... aku benar – benar tidak sengaja!" seorang siswa yang menabrak Sasuke dan ternyata adalah Yahiko, meminta maaf karena dia memang tidak sengaja.

" aku sungguh tidak sengaja, maaf rapat sudah di mulai aku sudah terlambat! Aku minta maaf!" Yahiko juga terjatuh, dia berusaha berdiri. Dia tadi berlari sambil terus memperhatikan jam tangannya sehingga tidak melihat Sasuke.

" senpai tidak apa – apa?!" tanya Naruto

" tidak...!" yahiko memperhatikan Naruto yang membantu Sasuke berdiri." Kau tak apa – apa?"

"hnnn..." kata Sasuke

" baiklah aku terburu – buru! Sekali lagi maafkan aku!" Yahiko segera pergi dengan wajah panik karena sudah terlambat menghadiri rapat OSIS.

" SENPAI!" kata Sasuke

Yahiko berhenti dan berbalik. Lalu Yahiko terkejut sekali dan Naruto juga tak kalah kagetnya. Sasuke tengah membungkuk dalam kepada Yahiko.

Yahiko begitu sulit mengertikan maksud Sasuke, namun setelah melihat dan merasakan ketulusan Sasuke, dia mengerti apa yang ingin disampaikan Sasuke. Yahiko melihat Naruto dan tersenyum pada Naruto.

" aku minta maaf Senpai...! dan terima kasih sudah menjaga Naruto selama ini...!" kata Sasuke, Naruto hanya celingak – celinguk. Yahiko tampak tersenyum lega.

" baiklah... mungkin dewa cinta masih belum berpihak padaku!" Yahiko meringis lalu membungkuk kepada Sasuke. " Sasuke jaga Naru – chan baik – baik...!" yahiko segera bangun dan pergi.

Yahiko pergi, Naruto dan Sasuke kembali berjalan bersama, Sasuke lega urusannya dengan Sakura dan Yahiko sudah tuntas. Dia bisa leluasa menapaki jalan cerita cintanya dengan orang specialnya yang telah di kirim langit untuknya.

Keduanya begitu bahagia sehingga tanpa mereka ketahui, seseorang terus mengawasi dan memata – matai apa yang mereka lakukan. Ya ... bisa di tebak bukan, siapa dia. Tentu saja Sakura, dia masih tdak terima dengan kenyataan ini. Dia sangat benci dengan Naruto yang telah merebut Sasuke.

...

.

.

...

Pelajaran olahraga dimulai, melalui Neji sang wakil ketua kelas, Yamato sensei yang masih menghadiri rapat Guru memberikan pesan untuk segera bersiap karena hari ini ada pelajaran renang. Teman – teman sekelas menanggapi pesan Yamato sensei dengan senang hati , karena saat musim panas pelajaran yang paling asyik adalah renang, meski tak semuanya suka. Mereka semua segera berganti seragam dan menuju kolam renang.

Sasuke, Neji dan Naruto berganti pakaian di ruang ganti.

Neji sudah selesai dan hanya menggukan celana renang selutut, Naruto juga mulai berganti pakaian, Sasuke berbalik badan tidak melihat Naruto yang sedang berganti pakaian.

" kau sudah bisa berenang kan Naru?!" tanya Sasuke mengalihkan perhatiannya dari pikiran kotornya.

"eh?!" Neji agak kaget, sementara Naruto masih sibuk berganti pakaian

" kau tau kalau Naruto belum begitu bisa renang ya?!" tanya Neji dan duduk di samping sasuke

"eh benarkah?!" Sasuke yang memerah mendapat jawaban yang membuatnya heran.

"hehehe... sebenarnya memang tidak begitu bisa... Neji benar...! walaupun Neji dan Kiba sering melatihku saat musim panas aku masih belum bisa." Naruto sudah selesai dan duduk di samping Sasuke.

Sasuke blushing melihat Naruto yang bertelanjang dada seperti itu.

" Sasuke cepat ganti baju! Kemarikan kecamatamu biar aku yang simpan!" pinta Naruto

"tidak perlu...!" Sasuke pergi dan menenangkan diri sambil melepas kemejanya.

Neji yang melihat tingkah Sasuke sungguh ingin tertawa, karena lucu sekali. Kapan lagi dia bisa melihat ekspresi Sasuke yang seperti itu, meski di depan dirinya dan Sai Sasuke selalu terbuka, tapi bagi Neji ini adalah hal yang menyenangkan, hanya karena Naruto, Sasuke bisa menjadi seperti itu. Lalu tiba – tiba ada seorang siswa masuk dan mengatakan kepada Sasuke kalau Sasuke harus segera menemui Kakashi sensei di kantor. Sasuke malas sekali mendengarnya, wakil kepala sekolah itu sungguh aneh – aneh saja memanggil saat jam pelajaran berlangsung. Apalagi jarak kantor wakil kepala sekolah dengan tempatnya berada sekarang cukup jauh.

" baiklah kami pergi dulu Sasuke! Kau kesana saja dulu!" kata Neji

" pergilah Sasu...!" tambah Naruto

"hnnn...!" Sasuke mengenakan kemejanya kembali dan segera pergi.

Di tempat ganti wanita tidak setenang di tempat ganti pria. Sakura menjadi topik pembicaraan yang sangat menarik saat itu. Olokan, makian dan gunjingan bersatu padu menggempur Sakura. Sakura hanya bisa menahan semua itu, Hinata sudah muak dengan gunjingan yang tidak berhenti menyerang Sakura.

" BERHENTI KALIAN SEMUA!" Hinata memuncak

" CUKUP!"

" berhenti menyalahkan Sakura seperti itu! Kalian ini kenapa?! Jika kalian di posisi Sakura apa kalian akan suka diperlakukan seperti ini!" Hinata mendidih, Sakura terkejut dengan pembelaan Hinata.

" hei Hinata... kau tak perlu membela wanita seperti dia! Jangan sampai kau kecewa karena dia sangat cerdas, mempermainkan orang!" kata seorang siswi dan semua tampak setuju dengan pernytaan itu. Lalu mereka semua pergi.

" Sakura .. kau tidak apa – apa?!" Hinata sangat khawatir karena Sakura tampak sangat terpukul.

"DIAM KAU! JANGAN LAKUKAN ITU PADAKU!" Sakura bereaksi berlebihan

"KAU SAMA SAJA DENGAN MEREKA! TIDAK ADA ORANG YANG MAU BERTEMAN DENGANKU LAGI SEKARANG!"

" JANGAN SOK PEDULI PADAKU!" dengan kemarahan Sakura meninggalkan Hinata sendiri.

...

.

.

.

...

Semua siswa sudah berkumpul di kolam renang. Beberapa siswa melakukan pemanasan dan yang lainnya sudah berenang, mereka tampak sangat bahagia. Tapi sepertinya Naruto dan Neji sedang dalam masalah, beberapa siswa bahkan mengerumuni mereka.

" bukankah sudah ku katakan kau harus pemanasan sebelum berenang Naruto!" jelas Neji sambil mengurut pergelangan kaki Naruto yang kram.

" adu – duh ... Maaf Neji...! Awwww...!" Naruto sangat kesakitan dengan pijatan Neji, karena memang kram itu sakit. (Neji benar, sebelum masuk kolam renang dan bahkan berenang kita harus pemasan jika tidak kaki akan kram, aku pernah merasakannya. Dan itu sakit sekali jika tidak segera keluar dari air dan mendapat penanganan bisa kaku di air, syukurlah waktu itu selamat.)

" Naruto lebih baik kau istirahat saja!" kata salah seorang siswa sangat iba pada Naruto

" hehehe ... aku tidak apa – apa!" kata Naruto.

Naruto mendapatkan perhatian yang banyak dari teman – temannya, Sakura yang baru saja masuk dengan kemarahannya begitu iri melihat semua itu. Kenapa semua hanya untuk Naruto ?Kenapa Naruto bisa seperti itu? Kenapa?!.

Kemarahan Sakura memuncak, sangat memuncak.

DRAP

DRAP

Semua siswa yang merumuni Naruto langsung buyar saat Sakura berlari kearah mereka, mereka begitu takut, aura kekejaman keluar dan tubuh Sakura.

"NARUTO!" Sakura sangat marah.

" Sakura?!" Neji dan Naruto sangat kaget

" AKU SUDAH MUAK MELIHATMU!" Sakura dengan geram menyerang Naruto

BUAGHT

" Neji...?!" Naruto sangat panik karena yang terkena pukulan Sakura adalah Neji, bukan dirinya.

" kyaaa...!" para siswa menjerit ketakutan

Neji terluka parah, pukulan Sakura kuat sekali, hingga dia pingsan tak sadarkan diri. Saat Sakura marah tenaga supernya itu selalu muncul dan sangat menakutkan.

" Neji ...! Neji ...!" Naruto dengan panik menyeret tubuhnya untuk mendekati Neji. Tapi sama sekali tidak berhasil, kakinya masih kram dan tak bisa di gerakan, dengan cepat Sakura meraih leher Naruto dan mengangkat Naruto hingga berdiri.

"kyaaa...!" lagi – lagi siswa menjerit takut, salah satu diantaranya ada yang berlari keluar mencari bantuan.

" ekh ..!" Naruto kesulitan bernapas, apalagi melawan Sakura.

" HENTIKAN SAKURA!" Hinata baru saja masuk dan berteriak kepada Sakura

"bagaimana mungkin orang sepertimu mendapatkan semua hal ini!" Sakura menangis, Naruto tak bisa apa – apa.

Hinata merangkul Sakura dari belakang dan berusaha menarik Sakura agar Naruto bisa terlepas, tapi Sakura malah melempar Hinata dengan mudah. Semua siswa panik, di tengah kepanikan itu. Shikamaru, Kiba , Ino dan Sai segera masuk.

" SAKURA CUKUP!" kiba berteriak

"tidak akan ku maafkan...!" Sakura sangat dendam dia memukul Naruto keras

Bersamaan dengan itu, Sai dengan cepat memukul Sakura dan berusaha menolong Naruto. Pukulan sakura yang sangat keras, membuat Naruto terlempar jauh. Sai sangat terkejut dan tidak bisa tepat waktu. Naruto terlempar jauh, kepalanya mendarat di tepi kolam. Dan ...

BYUUUURR...

Semua siswa yang ada disana memandang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"NARUTO...!" Sai terus mengejar Naruto.

" NARUTO...!" Sasuke berlari diantara teman – temannya yang sedang tertegun

Semua temannya tak bisa menghentikan kejadian ini

NARUTO POV

Sakit ...

Pukulannya keras sekali, bahkan aku tak bisa melawan ...

Kakiku kram tidak bisa digerakan...

Sepertinya kepalaku terbentur tepian kolam renang, tubuhku melayang ...

Air ...

Aku sudah jatuh di air ...

Tenggelamkah aku ...

Airnya merah ...

Bercampur dengan darah dari kepalaku mungkin.

Tolong ...

Sasuke ..., kau dimana? Aku tenggelam ...

NARUTO POV END

NORMAL POV

Air kolamnya memerah, tampaknya bercampur dengan darah Naruto. Sasuke segera berlari dan terjun ke kolam renang. Sesegera mungkin dia berenang dan menganggakat Naruto. Sai ikut terjun dan membantu Sasuke mengangkat Naruto. Kacamata Sasuke terlepas dan jatuh ke kolam

" Sasuke ?! Sai ..?!" Ino segera menghampiri keduanya, Ino terkejut sekali dengan keadaan Naruto. Kepala Naruto berdarah, rambut pirangnya berubah merah.

"apakah dia masih bernapas?!" Ino bertanya kepada Sai, Sasuke membaringkan Naruto dan segera memeriksa keadaan Naruto.

Sai hanya duduk disamping Sasuke yang sibuk menolong Naruto, Ino tak bisa percaya dengan yang dia lihat. Ino merasakan ada yang berbeda dengan Sasuke, Sai menepuk bahu Ino, seakan memberitahukan sesuatu, agar jangan mengganggu Sasuke saat ini. Sai segera pergi menuju Neji yang di tolong oleh Kiba, sementara Shikamaru dengan sekuat tenaga menahan Sakura yang masih marah.

" itu adalah hal yang pantas untuk Naruto ! lenyap dari dunia ini!" sakura seperti orang gila, Sasuke berdiri dan menitipkan Naruto pada Ino.

Sasuke menatap Sakura tajam. Mata Sasuke berubah menjadi merah merekah, penuh kebencian dan amarah. Siapapun yang melihatnya tak akan mampu menatap mata itu. Sasuke mendekati Sakura.

" dasar wanita biadap!" Sasuke mencengkram leher Sakura, semua tampak tegang. Sai segera menghampiri Sasuke.

" hentikan Kak..!" Sai menarik bahu Sasuke " Cukup Kak ...! kau harus menolong Naruto sebelum terlambat!" Sai menenangkan Sasuke.

" harusnya aku tak perlu mendengarmu Sai!" Sasuke menurunkan tangannya, dan menghampiri Naruto.

...

.

.

...

Naruto segera di larikan ke rumah sakit. Dengan cepat Naruto mendapatkan penanganan. Di sebuah kamar rawat pasien, Sasuke menemani Naruto yang masih belum sadarkan diri.

" dia sudah tidak apa – apa!" kata seorang dokter

" terima kasih Tsizune – San ...!" kata Sasuke yang masih begitu sedih

Tsizune pergi meninggalkan Sasuke dan Naruto sendiri.

Sasuke memandang sosok kekasihnya yang tak sadarkan diri itu. Dia duduk di samping Naruto dan menggemgam tangan sang kekasih, berharap agar dia segera sadar. Sungguh tidak nyaman mengalami hal semacam ini, di hari pertamanya pacaran dan di hari itu pula semuanya terancam hilang begitu saja. Dia sangat menyesal, jika saja dia ada disana saat itu pasti semua ini tak perlu terjadi.

" Naru ... maaf ...!" sasuke benar – benar menyesal.

"harusnya aku tau bahwa panggilan dari Kakashi sensei itu hanya siasat Sakura agar dia bisa melakukan ini padamu! Maafkan aku ... ! maafkan aku ...!" sasuke berkali – kali memohon maaf pada Naruto yang mungkin tak bisa mendengarnya.

Di balik pintu kamar rawat itu, beberapa temannya sedang menunggu disana dengan rasa khawatir. Mereka khawatir dengan keadaan Sasuke yang tampak sangat terpukul itu. Beberpa saat kemudian Sai dan Neji datang bersama Jiraya. Neji tampak dibalut perban disana – sini. Sai masuk kamar itu dan mengenalkan Jiraya kepada Sasuke. Sasuke hanya bisa meminta maaf, Jiraya bisa memaklumi semua itu.

Jiraya meminta waktu kepada Sasuke untuk bicara berdua saja, mereka pergi ke taman rumah sakit. Dan membicarakan hal yang sangat serius.

"kau dari keluarga Uchiha bukan?!"

"benar...!"

"berarti kau adalah putra bungsu Mikoto dan Fugaku?!" tanya Jiraya, dan Sasuke kaget sekali.

"apa kau ingat bahwa orang tuamu itu adalah sahabat baik Minato dan kushina, orang tua Naruto?!" tanya Jiraya kembali.

" sa – habat baik?!" tanya Sasuke tidak percaya, Jiraya mengangguk. Lalu Jiraya mengeluarkan sesuatu.

"aku di titipi ini oleh Kushina untukmu! Sudah hampir 10 tahun aku menyimpannya, sebelum meninggal dia menitipkan ini! dia memintaku memberikan ini padamu jika aku bertemu denganmu!" Sasuke menerima amplop itu dari Jiraya. Dan jiraya berdiri.

" Sasuke..., aku tenang kaulah yang menjadi kekasih Naruto!" Jiraya langsung pergi.

Setelah Jiraya pergi, Sasuke merenung dengan semua ini. dia membuka amplop itu dan membaca pesan yang tertulis disana. Sasuke meneteskan air mata setelah selesai membaca surat itu. Di surat itu kushina menceritakan persabahatannya dengan Mikoto, serta persahabatan Minato dan Fugaku, ayahnya. Menceritakan saat masih mengandung Naruto, dan saat itu Sasuke sudah lahir. Kushina melihat Mikoto menggendong Sasuke kecil, dan ingin sekali jika Narutonya sudah lahir bisa menjadi sahabat yang baik dengan Sasuke, namun jika wanita sasuke dan naruto bisa berjadoh, dan beberapa hal lain lagi.

Sasuke ... jika kau sudah berteman baik dengan Naruto, tolong gantikan kami sebagai penjaganya...

Kami tidak memiliki kesempatan lebih lama untuk menjaganya...

Waktu kami sudah sangat dekat ...

Kami akan selalu mendoakanmu agar selalu sehat dan bahagia bersama Putraku ...

Terima kasih ...

Datebane ...!

...

.

.

...

Segera mungkin Sasuke berlari menuju kamar rawat Naruto. Entah kenapa rasa bersalah mendominasinya sekarang. Sasuke sangat terkejut saat di kamar rawat Naruto ada orang lain yang mirip dirinya, selain Sai. Dia lebih mirip dan sangat mirip, hanya saja rambutnya lebih panjang.

" aniki ?!" sasuke melihat Itachi, segera Sasuke berlari dan memeluk kakaknya. Sai dan Neji yang berada disana pergi meninggalkan Itachi dan Sasuke.

" Aniki ...!"

" Sasuke ...?!" tanya Itachi heran

"kenapa aku tak bisa mengingat Naruto sama sekali? Kenapa aku tak bisa ingat apapun tentang dia sebelumnya?!" tanya Sasuke bertubi – tubi, bahkan tidak peduli bagaimana cara Kakaknya sampai di tempat itu, padahal harusnya Itachi ada di London.

Itachi mengajak sasuke duduk, dan menceritakan apa yang terjadi.

"mungkin karena amnesia ringanmu waktu itu,jadi kau tak bisa mengingat kejadian itu seluruhnya!" Itachi bercerita dan Sasuke agak kaget, dia ingat dia pernah amnesia, tapi kata Ibu ingatannya sudah kembali bahkan ingatan tentang kampung halaman tak satupun yang dia lupakan, kenapa untuk Naruto dan segala tentangnya dia tak ingat.

"kau tak perlu menyalahkan dirimu... itu karena kecelakaan. Waktu itu kau masih 9 tahun dan aku 15 tahun, kau seumuran dengannya!" Itachi menunjuk Naruto. "hari itu kita diajak memancing oleh Ayah, dan kita pergi bersama Ibu, juga Paman Kushina dan Paman Minato, karena suatu hal Naruto terjatuh ke sungai, tanpa pikir panjang kau terjun kesungai menolongnya, tapi kau gagal dan kepalamu terbentur batuan sungai yang keras..."

aku pernah jatuh kesungai saat ikut Ayah memancing, dan kepalaku terbentur bebatuan keras di dasar sungai, waktu itu aku belum bisa berenang. Itu yang di ceritakan Kakekku!

Sasuke jadi ingat cerita Naruto

" ... Naruto juga mengalami hal sama, Ayah dan Paman Minato menolong kalian, dan kalian selamat. Setahun berikutnya kita pergi ke London, setelah itu kau sama sekali tidak menanyakan tentang Naruto, apalagi hubungan kalian beberapa waktu sebelum keberangkatan sangat renggang. Aku juga tidak bisa melakukan apapun saat itu! Kau bersikeras tak ingin melihat wajahnya lagi karena dia dekat dengan seorang wanita, kau sangat marah waktu itu. Meski tidak ingat tentang Naruto kau sangat marah dengan hubungan Naruto dengan wanita yang kau anggap sebagai kekasihnya waktu itu" jelas Itachi panjang lebar.

" waktu itu, Ayah mendapatkan kabar bahwa paman Minato sekeluarga mengalami kecelakaan, dan tak ada yang selamat. Mendengar kabar itu, Ayah segera melakukan penyeledikan dan tidak di ketahui naruto selamat. Ibu sangat terpukul, dan Ibu jatuh sakit, asma ibu terus kambuh. Dan setelah Ibu meninggal, Ibu memintamu untuk kembali ke sini, sebenarnya Ibu merasakan bahwa Naruto masih hidup, berharap kau bisa menemukannya...!" tambah Itachi

Sasuke semakin terkejut

" aku sudah mencarinya selama 1 tahun waktu SMA, tetap tidak menemukannya! Setelah semua ini terjadi, saham perusahaan milik Ayah Naruto di kelola Ayah sendiri untuk memajukan perusahaan hingga sebesar ini...!" Itachi bercerita semua yang dia tau

Sasuke masih tertegun, tidak percaya dengan hal yag dia dengar. Ternyata dia dan Naruto sudah saling mengenal satu sama lain sebelumnya. Dia yang sangat menyayangi Naruto, dan perjumpaannya 5 bulan lalu adalah takdir Tuhan. Ketertarikannya pada Naruto waktu itu adalah rasa bawah sadarnya yang sudah dia pendam selama sepuluh tahun.

Sasuke mendekati Naruto yang masih tak sadar, lalu tanpa sengaja dia melihat buku Orange Naruto di meja. Dia ingin sekali melihat isinya, tapi dia tidak ingin mencampuri urusan pribadi Naruto. Tapi dia sangat ingin membukanya. Sasuke memberanikan diri membuka sampul halamannya.

Sasuke kau boleh membukanya

-Naruto-

Sasuke sangat terkejut ada note seperti itu. Langsung saja dengan berani dia membuka halaman berikutnya.

FOTO YANG DISAYANGI AYAH

Saat melihat foto itu, Sasuke langsung syok. Melihat foto orang tuanya dan orang tua Naruto serta ada 3 anak laki – laki yang fotonya sudah buram tak terlihat jelas.

" Sasuke kau tak apa – apa?" tanya Itachi khawatir

Kepala Sasuke berputar dan terasa sangat sakit, Sasuke ambruk.

" Sasuke?!" itachi segera berlari

...

.

.

...

Matahari bersinar terik hari ini, Sasuke terbangun.

" Sasuke kau sudah bangun?!" tanya seseorang yang sangat familiar bagi Sasuke, rambut pirang dan mata shapirenya begitu indah.

" Naruto ...?!" Sasuke bangun perlahan

"kau tak usah buru – buru bangun...!" kata Naruto yang duduk disampingnya, dan Itachi juga sedang disamping Naruto.

" ukh ...!" Sasuke memegangi kepalanya "aku kenapa?"

" semalam kau pingsan." Jawab sang Kakak

" mmm...?! iya aku ingat, setelah aku mengingat foto itu aku langsung pusing." Kata Sasuke

"apa kau juga sudah mengingat semuanya Teme?!" tanya Naruto

"eh?! Kau ingat juga?!" tanya Sasuke kembali

"iya ... saat kau menolongku waktu terjatuh ke kolam, aku sudah ingat semuanya. Waktu aku kecelakaan 9 tahun lalu, kau juga menolongku!" tambah Naruto.

Setelah berbincang dan bertukar memori, mereka manjadi semakin akrab. Teman – temannya juga datang menjenguk, Sai, Neji, Ino, Hinata, Shika, Kiba dan Yahiko, mereka semua datang. Mereka meledek Sasuke, karena Sasuke ikut di rawat di rumah sakit. Harusnya dia yang menemani Naruto kenapa jadi sebaliknya?

Orang pertama yang terkejut dengan kedatangan Yahiko adalah Itachi tentunya. Yahiko juga sangat terkejut, dia tidak akan menyangka bertemu orang yang pernah dia sukai disini.

Saat para sahabat Naruto sedang berbincang, Itachi mengajak Yahiko pergi bersama.

Di sepanjang koridor rumah sakit, mereka bergandengan tangan.

" lama tak ketemu Senpai...!" kata Yahiko

"aku tak akan meninggalkanmu lagi yahiko...!" kata Itachi

...

.

.

...

"akhirnya kalian bersama kembali!" komentar Sai sambil merangkul Neji

"dia orang yang special untukku, Tuhan masih memberikan Naruto padaku!" giliran Sasuke merangkul Naruto yang blushing.

" Neji maafkan aku ... karena kau harus menolong Naruto kau jadi seperti itu!" tambah Sasuke yang memperhatikan balutan luka disana sini pada Neji.

" tidak apa – apa ...! Naruto adalah temanku dari kecil, mana mungkin aku diam saja, meski kenyataannya aku tak bisa menolongnya...!" jawab Neji

" kalau kau berpikr seperti itu, kita juga melakukan hal yang sama! Kita terlambat!" tambah Sai, Naruto hanya diam.

Naruto meringis, dan mengangkat tangannya tinggi – tinggi.

" MULAI SEKARANG DAN SELAMANYA KITA AKAN TERUS BERSAMA, DAN SALING MELINDUNGI!" dengan penuh semangat Naruto mengucapkannya, membuat hati Sasuke, Sai dan Neji ikut menghangat dan bergelora.

Sasuke tertawa geli melihat tingkah Naruto, Sai dan Neji juga tertawa senang, seakan melihat pertunjukan opera yang lucu. Mereka tertawa bersama, dan selamanya akan bersama.

Setiap pengalaman yang tidak menyenangkan pada akhirnya akan membahagiakan. Dengan bersyukur apa yang ada di sekitar kita, pastilah ada kebahagiaan yang sangat special untuk kita masing – masing.

Kisah mereka akan terus berlanjut. Mereka akan berjalan di jalan yang tak selalu mudah, namun asalkan kau percaya padanya semua akan bisa dihadapi bersama.

...

.

.

...

FIN

Terima kasih sudah membaca fic ini, hingga akhir...

Apakah Masih terlalu menyedihkan ...?!

tulisannya juga masih compang - camping...

maaf... sudah beberapa fic yang di tulis, tetap saja gak pinter - pinter...!

dan Mungkin endingnya tidak sesuai dugaan teman – teman...

Maaf...

Terima kasih atas dukungan teman – teman !

Terima kasih banyak...!

Terima kasih...

aku Mohon maaf karena selalu merepotkan!

Terima kasih...

Kepada teman specialku, N terima kasih karena sudah mengijinkan menjadikan karakternya dan sedikit cerita cintanya menjadi fic ini, terima kasih...

Dan ribuan terima kasih tak akan bisa membalas, para teman – teman pembaca yang sudah rela membaca rangkaian fic ini hingga tamat, terima kasih...

Aku benar – benar mohon maaf...!

R&R Please...!