OMEGA

Written by REBEL4LIFE AFF

Saya sudah meminta ijin pada penulis, dan penulis memberikan saya ijin untuk mentranslate ceritanya.

.-.

Jongin membuka matanya ketika ia merasakan pergerakkan Chanyeol melambat. Ia melupakan kakinya yang terluka sehingga saat ia turun dari gendongan Chanyeol, ia merengek kesakitan. Rasakanya bagaikan jarum menusuk kaki kirinya berulang kali. Bibir bawahnya bergetar dan ia berpegangan kepada Chanyeol, tapi ini sangatlah sakit.

Si omega terjatuh dan menggigit bibir bawahnya karena sakit yang amat dirasakannya. Ketiga serigala (seharusnya dua) langsung bergegas disampingnya dan menyentuh si omega dengan ujung hdungnya. Suho menjilat wajah Jongin untuk meredakan sakitnya, Chanyeol mengusap kepalanya, sedangkan si serigala putih menjilat kaki kirinya yang berdarah.

Si sierigala putih itu menjilat luka yang dibuat oleh serigala penyerang. Ia menggeram saat memikirkan seseorang dengan menjijikannya menyentuh omeganya yang cantik. Ia terus menjilat lukanya, tidak peduli dengan bercak merah dilidahnya (ataupun pelotototan dari kedua saudara alpha yang ditujukan padanya). Suho dan Chanyeol menunjukkan taring mereka kepada si serigala putih itu, memangnya siapa dirinya yang berani-beraninya menyentuh omega kecil mereka?

Serigala tinggi lainnya berdiri disamping dan melihat kejadian yang terjadi didepannya. Jika ia dalam wujud manusianya, ia pasti akan menyeringai melihat betapa protektifnya kedua alpha tersebut terhadap omega itu. Dan, oh, bagaimana caranya anggota packnya mendekati pria kecil ini?

"Menyingkirlah!" Bentak Chanyeol.

"Darah." Adalah respon dari si serigala putih itu. Ia tetap menjilat lukanya hingga bersih, tidak memperdulikan bagaimana kedua alpha itu menggeram kearahnya, seakan mereka ingin mematahkan lehernya.

"Jangan sentuh Jongin! Menyingkirlah!" Bentak Suho.

"Jongin?" Salah satu telinga serigala putih itu mengacung begitu mendengar nama si omega. Indah.

Serigala tinggi perlahan mendekati mereka sebelum situasi berada diluar kendali. Anggota packnya tidak pernah mendengarkan siapapun, jadi ia tidak mempermasalahkan luka yang akan diterima alpha muda itu jika ia tetap keras kepala. Ia menyenggol si serigala putih itu untuk menyingkir sembari menatap kedua saudara alpha.

"Ini adalah daerah kekuasaan kami. Markas kami tersembunyi di hutan. Mari datang, omega tersebut butuh pertolongan; kami memiliki dokter yang dapat menyembuhkan saudaramu." Kata si serigala tinggi itu.

Chanyeol mendesis kepada alpha muda itu sekali lagi sebelum mengikuti serigala tinggi menuju markas mereka. Jongin memilih untuk menaikki Suho kali ini, tapi ia mengurungkan niatnya saat sesuatu menyentuh perutnya. Ia menolehkan kepalanya dan bertatap muka dengan si serigala putih.

" Ada apa?" Suara lembut si omega memberikan kesan tersendiri kepada si alpha muda. Ia mendengkur kegirangan ketika si omega memberikan perhatian penuh padanya, kecuali aura intimidasi yang diberikan oleh Suho. "Hyung, biarkan aku menungganginya."

Geraman keras dari sang kakak membuat si omega menundukkan kepalanya tanda patuh, tapi Jongin memberikan Suho senyuman lembut sebelum mengelus kepalanya. "Aku akan baik-baik saja. Ialah yang menyelamatkanku, ingat?"

Ia tidak mendapatkan geraman keras lagi melainkan rengekkan dari Suho disertai hentakan kaki kanannya. Seakan si alpha memohon atau menyatakan kepada si omega untuk 'jangan menaikki serigala bodoh yang menyentuhmu itu', namun Jongin menggaruk belakang telinga Suho sebelum menaikki si serigala putih.

"Lihat?" Kata Jongin sembari tersenyum lembut.

"Aku akan mematahkan kakimu jika kamu berani menyakitinya!" adalah peringatan dari Suho sebelum ia mengikuti Chanyeol.

Jongin tidak tahu harus meletakan tangannya dimana, jadi dengan perlahan ia memeluk leher dari serigala putih tersebut. Untuk alasan yang aneh, serigala ini sangatlah hangat; bulu lembutnya membuat si omega mendesah nyaman sebelum menyembunyikan wajahnya di bulu itu. Bibirnya secara tidak sadar membentuk senyum manis karena kenyamanan yang ia dapatkan, dan yang ingin ia lakukan hanyalah tidur.

"Jangan jatuhkan aku, alpha." Ia tertawa kecil ketika mendengar rengekkan dari si serigala putih. Mungkin si serigala jengkel karena si omega tidak percaya padanya. Bagaimana mungkin ia menjatuhkan si omega? Sangat cantik dan sempurna. Ia akan langsung menuju neraka jika ia menjatuhkan malaikat ini (Suho sudah memperingatinya juga).

.-.

Tubuh Jongin diletakkan di kasur yang terbuat dari tumpukkan bulu halus ketika ia sampai di markas. Si omega sudah tertidur ketika mereka sampai di tempat ini; si serigala putih tidak ingin melakukan apaun karena ia ingin si omega untuk tetap berada di punggungnya beberapa saat lagi (atau selamanya).

Si serigala tinggi yang tidak memiliki aura alpha dan lebih tinggi dari Chanyeol ini memang benar bukanlah seorang alpha. Ketika mereka sampai di markan, mereka langsung mengubah wujud mereka menjadi manusia, dan terlihat dari tanda yang ada di dada kiri menunjukkan bahwa si serigala tinggi itu adalah delta. Hanya serigala delta yang memiliki tanda itu.

Serigala Delta pada dasarnya adalah kepercayaan Alpha. Hanya serigala berdarah murni yang dapat menjadi Delta. Mereka tidak boleh memiliki mate dari derajat yang berbeda, kecuali alpha.

Mereka juga merupakan tangan kepercayaan, ketua, dan pengawas daerah kekuasaan. Posisi mereka sama pentingnya dengan posisi sebagai Kepala Alpha. Derajat yang ada di serigala adalah : Kepala Alpha, Delta, Alpha, Beta, Omega.

" Kamu adalah Delta," Suho menunjuk pada tanda yang ada di dada serigala (manusia) tinggi didepanya. Serigalanya ingin patuh karena derajatnya lebih rendah, namun, ia hanyalah lewat. Mereka hanya ingin merawat luka Jongin. Mereka bukanlah anggota dari pack jadi tidak perlu baginya untuk tunduk kepada siapapun.

Karena itu ia tidak memiliki bau.

" Sehun, hentikan! Pergilah, aku harus merawat lukanya."

Si delta dan alpha menolehkan kepala mereka untuk melihat rumah kecil dimana si omega diletakkan. Terdengar suara dari rumah kecil itu, dan itu membuat Suho khawatir dan jengkel karena alpha muda itu sangat ingin mendekati adik kecilnya. Ia hanya ingin memukul wajah anak anjing itu karena berani mendekati adik kecilnya. Lagipula, dimanakah Chanyeol?

.-.

"SEHUN!" sang dokter memelototi alpha muda yang sedari tadi tidak beranjak dari tempatnya. Ia tidak dapat melakukan apapun karena si alpha muda ini selalu menganggunya dengan pertanyaannya yang konyol.

"Aku tidak akan menganggumu lagi. Jadi, tolong obati saja lukanya, keberadaanku disini tidak akan melukai siapapun." Sehun, dalam wujud manusianya, menyentuh si omega yang sedang tertidur dengan ujung jarinya. Oh Tuhan, ia adalah malaikat dari surga!

"Aku harus mengganti pakaiannya. Apa kamu mau ia menganggapmu mesum karena kamu suka melihatnya telanjang saat ku obati?" Yixing, si dokter meletakan kumpulan obat disamping Jongin sebelum ia mulai membuka celana si omega.

"HYUNG!" Sehun memutar balik tubuhnya dan menggerutu, ia melirik sebentar kepada si omega sebelum meninggalkan rumah kecil itu dengan cemberut.

"Alpha gila." Yixing menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

.-.

Sehun keluar dengan kerutan diwajahnya. Suho dan Yifan (si delta) berdiri disampai perapian, dan anggota pack lainnya entah berada dimana. Si alpha dan delta adalah satu-satunya yang berada diluar sini; kemanakah semua orang pergi?

"Apakah alpha kecil kita diusir lagi oleh sang penyembut Yixing?"

" Diamlah, Jongdae!" Sehun hanya ingin menetap disamping omega cantik itu. Kenapa semuanya sangat jahat padanya? Bahkan kedua alpha juga membesarkan masalah itu.

" Siapa yang menjadi membesar-besarkan masalah itu?" Suara yang familiar dan berat terdengar dari belakang alpha muda itu.

Sehun hanya ingin mereka mengerti jalan pikirannya. Kedua alpha bodoh itu sangat menjengkelkan karena menjauhkan omega kecilnya darinya.

" Siapa yang bodoh?" Suara yang sama bertanya lagi.

Sehun menolak untuk menolehkan kepalanya dan bertatap muka dengan Chanyeol jadi, ia tetap berjalan menuju rumah kecilnya. Ia juga tidak menghiraukan Jongdae yang menatapnya dengan senyum jahil. Oh Tuhan, kenapa semua orang suka menjahilinya? Ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur sebelum menghela nafas.

"Jongin." Tanpa sadar ia membisikkan nama itu dibarengi oleh senyuman. Terdengar sangat sempurna.

Sejujurnya, ia tahu dari awal ketika ia menyelamatkan si omega bahwa omega itu adalah pasangannya, matenya, takdirnya. Aroma Jongin yang sangat memabukkan dan lezat sangatlah mengundang. Segalanya tentang omega itu meneriakkan kepatuhan, dan yang ingin Sehun lakukan adalah menancapkan taringnya pada kulit leher lembutnya dan menandai omega itu sebagai miliknya.

"Jongin." Katanya lagi dengan senyum yang makin membesar.

"Kedengarannya seperti seseorang sedang masturbasi dengan membayangkan si omega yang terluka..."

Sehun langsung bangun dan melotot pada sahabatnya. Darimanakah iblis satu ini datang?

"Diamlah, Luhan."

"Kamu terdengar sangat mesum." Luhan menyeringai sebelum duduk disamping alpha muda.

"Yixing juga mengatakan hal yang sama." Sehun menautkan alisnya kembali karena ia tidak mesum. Ia hanya ingin berada disampai mate imutnya. "Berhenti menunjukkan wajah jelekmu itu, kamu membuatku takut."

"Minseok dan aku mendengar kabar penyelamatan yang kamu lakukan." Luhan tetap menggodanya. "Pangeran kecil akan menyelamatkan putri kecil dan hidup bahagia selamanya."

Sehun pulang ke rumah kecilnya untuk menghindari godaan Jongdae, tapi kenapa Luhan juga menggodanya? Oh, kemanakah ia harus pergi sekarang?

"Sehun? Luhan?"

Kedua alpha itu menolehkan kepala mereka menuju pintu rumah dan menunjukkan wajah serius mereka.

"Yifan ingin menemui kalian berdua."

.-.

Hello, terima kasih atas sarannya. Aku membuat chapter ini berdasarkan chapter dari cerita aslinya, dengan judul chapter yang sama pula. Jadi tolong maklumi kalau memang menurut kalian sedikit. Dan aku akan berusaha sesering mungkin untuk update, karena aku juga ada ujian dan kuliah lainnya. Sekali lagi terima kasih. :D

Dan... untuk Delta... Aku juga kurang tahu jika ternyata selain Alpha, Beta, Omega ada Delta. Mungkin Delta adalah tambahan sendiri dari REEL4LIFE.