Hai minnaaaaa….. Kuro balik lagi….. \(^_^)/ Huweeee,,, gome ya, kalo chap tiga nya kependekkan…. T_T Kuro bener-bener minta maaf Karen nggak bisa memuaskan readers sekalian… *pundung di pojokkan.*
Okeee…. Kuro udah update nih chap empat nya, dan tenag aja, karena permintaan semua readers, fic ini udah dipanjangin word nya. Semoga chap 4 ini bisa memuaskan ketidak puasan reader sekalian akan chap 3.
Kuro juga mau ucapin terima kasih buat para readers yang udah baca dan mau review fict kuro ini..
Dan hanya sekedar pemberitahuan aja, memang niat kuro dari awal, char Naruto di sini bakalan meninggal. Kalau kalian tanya kenapa, kan genre fic nya juga Hurt. Dan kuro hanya menyesuaikan sama genrenya aja. Dan juga, memang Kuro lebih ahli bikin fic genre Hurt dibandingkan Romance.
Okkeeee… sampe sini aja bacotan nya, kita bales dulu review para readers.
- REDCAS, GUEST: ini udah dilanjut.
- Uzumaki-namikaze Serizawa & Uchiha hani namikaze: ini udah update kitat kok. Dan, maaf kalo fxc nya malah jadi nguras air mata.
- : terimakasih atas pujiannya, dan ini udah dipanjangin word nya. Semoga memuaskan.
- 1 hime koyuki 099: ini udah , karena ini genre utama nya Hurt, udah jelas nanti ending nya sad.
- Trisna: ini udah dipanjangin word nya. Semoga memuaskan..
- Haruna Aoi: ehehee.. gomen kalo terlalu pendek. Yah, kan namanya juga rival. Kalo ketemu SasuNaru pesti lah berantem terus. Dan lagi, memang sengaja selipin komedi dikit doing biar fic ini nggak terlalu suram.
- EsterllaNamikaze & 2Himawari Wia: ini udah di panjangin dang omen, di fic ini kemungkinan besar Naru bakalan mati, tapi, ;iat aja nanti deh.
- Monkey D Nico: kapan Naruto mati.? Naruto bakalan mati di chapter terakhir.. :3
- Flamer sopan; Gomen kalo terlalu pendek. Ini udah dipanjangin, semoga puas.
- 13Tsunayoshi yuzuru: kemungkinan besar sih memang bakalan mati. Tapi liat aja deh nanti ending nya gimana
- deEsQuare: Well, aku ini memang cewek… -_- . bikin kayak gaara biar hidup lagi..? masalahnya, kan yang bisa jurus itu Cuma nenek chiyo. Dan sekarang dia udah meninggal juga.
- Clone & 0706: gomen kalo chap 3 kependekka. Dan thanks pujiannya.
- Suuki Araku: Gomen kalo nggak memuaskan chap 3 nya.. T_T tapi tenang, chap 4 udah di perpanjang kok word nya. Dan semoga ini bisa bikin mood suu jadi bagus lagi ya…
- Namikaze Yondaime: ehee.. goman kalo pendek dan thanks karena udah setia nunggu kuro update
HAPPY READING MINNA...
.
.
.
DRAP… DRAP… DRAP…
"Kakashi-sensei/Kakashi-san" panggil beberapa orang yang baru saja datang itu. Kakashi dan Sasuke yang sedang duduk diam langsung menoleh, mendapati dua pemuda berbeda usia yang rambutnya dikuncir tinggi tengah berlari tergesa-gesa menghampiri mereka. Dibelakang kedua orang itu, terlihat sekelompok orang yang juga ikut berlari menghampiri mereka. Tepatnya teman-teman seangkatan Naruto, Rokie12, dan juga Yamato berserta Iruka.
"Ah, kalian semua. Ada apa datang ramai-ramai ke sini…?" Tanya Kakashi ramah.
"Tadi kami dapat kabar dari Yamato-taichou kalau kondisi Naruto menurun." Ujar Shikamaru cepat tanpa menyembunyikan rasa khawatir nya.
" Bagaimana keadaan nya, Kakashi-sensei…?" Tanya Sakura cepat dengan cemas.
"Tidak apa-apa, kondisi nya memang belum sepenuhnya stabil, jadi wajar saja jika seperti ini. Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan." Ujar Kakashi berusaha menenangkan para anggota Rokie12 lainnya. Sementara, semua yang mendengar ucapan Kakashi langsung saja enghela nafas lega, kecuali salah satu dari mereka yang hanya diam.
"Kakashi-san, apa yang sebenarnya terjadi..? saat aku baru pulang dari misi, aku mendapat kabar dari Izumo-san dan Kotetsu-san kalau Naruto-kun masuk rumah sakit." Tanya seorang pria bersurai coklat gelap yang di ikat tinggi dan iris coklat, dengan luka melintang yang melewati hidungnya. Pria itu adalah Umino Iruka, sensei Naruto dan yang lain saat di akademi, sekaligus orang pertama yang mengakui keberadaan Naruto.
"Tiga hari yang lalu saat sedang di danau bersama Shikamaru, Naruto tiba-tiba pingsang dan langsung dibawa kesini. Kata Tsunade-sama, Naruto hanya terlalu kelelahan dan tekanan darahnya langsung menurun. Tapi selain itu, keadaan nya baik-baik saja. Iruka langsung menghela nafas lega saat mengetahui murid kesayangannya itu baik-baik saja. Begitu pula dengan Rokie12 yang tersenyum saat mengetahui sahabat pirang mereka itu baik-baik saja, tanpa menyadari bahwa tiga orang diantara mereka hanya diam. Orang yang pertama hanya diam, memandang datar sekeliling nya. Sementara yang kedua, diam dan memandang Kakashi dengan tatapan menyelidik, dan orang yang terakhir hanya diam menunduk, memandang sendu lantai yang dipijaknya itu.
"Kau terlalu banyak berkorban, Naruto." Batin orang itu sendu.
"Oh ya, sejak kapan Sasuke ada disini…?" Tanya Kiba sambil menunjuk Sasuke yang hanya duduk diam.
"saat baru pulang dari misi, aku juga dapat kabar dari penjaga gerbang kalau si DOBE itu masuk rumas sakit, jadi aku langsung kesini." Ujar Sasuke datar. Sementara Kiba yang mendengar penuturan Sasuke hanya ber-oh ria saja.
Cklekk..!
Tak lama kemudian pintu ruangan Naruto dirawat terbuka, menampakkan sosok dua orang wanita berbeda umur. Sang Godaime Hokage, Tsunade Senju dan asisten setia nya, Shizune.
"Tsunade-sama, bagaimana keadaan Naruto…?" Tanya Kakashi cepat.
"Bocah itu baik-baik saja, walaupun kondisi nya masih belum stabil. Mungkin Naruto memerlukan waktu lebih dari seminggu agar kondisinya bisa benar-benar pulih. Kalau kalian ingin melihatnya, masuk saja." Ujar Tsunade sambil menghampiri kerumunan itu.
"Kakashi, Yamato. Setelah ini kalian langsung ke ruangan ku, ada hal yang harus aku bicarakan dengan kalian. Dan Iruka, tolong kau jaga Naruto." Ujar Tsunade sambil melangkah menjauh, diikuti shizune dan Ton-ton di belakangnya.
"Baik.!" Jawab Kakashi, Yamato dan Iruka berbarengan.
"Baiklah, lebih baik kita masuk dulu sekarang." Ujar Kakashi sambil berjalan memasuki ruangan tempat Naruto dirawat dan diikuti oleh yang lainnya. Saat mereka masuk, hal pertama yang mereka lihat adalah, Naruto yang tengah dudul bersandar di ranjangnya sambil menatap keluar jendela, entah apa yang tengah ia perhatikan.
"Naruto-kun, kau baik-baik saja kan…?" Tanya Iruka cepat sambil berlari kecil menghampiri Naruto. Naruto tersentak kaget dan langsung bangun dari lamunannya. Sedetik kemudian senyum lebah menghiasi wajahnya saat melihat orang-orang yang disayangi nya itu menjenguk nya.
"Aku tidak apa-apa, Iruka-sensei.. Kenapa sensei ada di sini…? Seingat ku, Iruka-sensei sedang ada misi di Kumogakure ya…?" Tanya Naruto polos.
"Aku baru saja sampai, dan langsung kesini karena Izumo-san dan Kotetsu san kalau kamu masuk rumah sakit." Ujar Iruka sambil tersenyum lembut.
"Gomenasai, sudah membuat kalian semua khawatir…" ujar Naruto pelan.
"Sudah kubilang, kau tidak pernah merepotkan kami, Naru." Ujar Kakashi bijak sambil mengacak sayang surai blonde lembut Naruto.
"Arigatou, Nii-san." Ujar Naruto pelan sambil memandang Kakashi yang kini berdiri di samping Iruka.
"Douita, Ototou." Ujar Kakashi yang masih mengacak surai piran adik angkat nya semua yang ada diruangan itu (kecuali Yamato, Iruka dan Shikamaru yang sudah mengetahuinya) hanya bisa heran mendengar panggilan itu.
"Chotto matte..!" ujar Kiba menginterupsi. Sementara Kakashi dan Naruto hanya memandang Kiba seakan bertanya 'ada apa' secara bersamaan.
"Apa-apaan panggilan Nii-san dan Ototou itu…? Sejak kapan kau memanggil Kakashi-sensei Nii-san…?" Tanya Kiba heboh seraya menunjuk Kakashi dan Naruto secara bergantian. Anggota Rokie lain yang penasaran pun kini memandang Kakashi dan Naruto dengan pandangan bertanya.
"hahhh…. Mendokusei. Jadi kalian semua tidak tahu ya…?" ujar Shikamaru membuat yang lain langsung memandangnya secara bersamaan.
"Apa maksudmu..? Memang kau sudah mengetahui nya, Shikamaru…?" Tanya Ino yang penasaran. Sementara Shikamaru menjawabnya dengan anggukan singkat sambil menguap.
"Sejak kapan…? Aku saja yang se tim dengannya tidak tahu." Tanya Sakura penasaran. Pasalnya, selama ini ia tidak pernah mendengar panggilan adik kakak itu keluar dari mulut Kakashi maupun Naruto.
"Sudah lama" jawab Shikamaru singkat sambil berjalan kea rah sofa panjang kemudian membaringkan tubuhnya di sofa itu, dan mulai menutup mata, membuat semuanya Sweatdrop.
'Dasar tukang tidur' bartin semuanya bersamaan.
"Sejak kapan Naruto…? Kok aku tidak mengetahui nya…?" Tanya Sakura penasaran.
"Sejak aku lulus gennin / Sejak Naru gennin" ujar Kakashi dan Naruto bersamaan, membuat para anggota Rokie12 sweatdrop, kecuali Lee yang masih saja sibuk berkoar-koar tentang semangat masa muda.
'Benar-benar kompak." Batin mereka semua, kecuali Iruka dan Yamato yang hanya tertawa kecil, dan Shikamaru yang mungkin sekarang sudah tertidur.
"Kenapa kami baru tahu…?" Tanya Ten-ten.
"Karena aku hanya memanggil nya Nii-san saat di lur tugas. Memangnya penting ya…?" ujar Naruto mnjawab pertanyaan Tenten sekaligus bertanya.
"Tidak. Kami hanya penasaran saja kok…" ujar Sai yang sedari tadi hanya diam.
"Baiklah, aku dan Yamato akan pergi memenuhi panggilan Tsunade-sama dulu. Tolong jaga Naru ya…" ujar Kakashi yang sedetik kemudian menghilang via sunshin, yang diikuti Yamato sedetik setelahnya.
"Oh ya, Naruto. Bagaimana keadaan mu sekarang..?" Tanya Iruka lembut.
"Tenang saja sensei, aku baik-baik saja kok…" ujar Naruto semangat sambil menunjukan cengiran lebar khas nya. Semua yang ada di situ tersenyum melihat Naruto yang tetap semangat, kecuali seseorang di antara mereka yang hanya diam.
'Kau tidak baik-baik saja, Naruto. Berhentilah berbohong.' Batin Orang itu sendu.
"Benar, sudah tidak ada yang sakit…?" Tanya sakura yang masih khawatir.
"Tidak, aku kan hanya kelelahan saja." Balas Naruto.
'Kau bohong. Kau itu sedang sakit parah Bodoh..!' batin orang itu lagi.
"Kau tahu Naruto…? Aku nyaris saja jantunga saat Yamato-taichou memberitahu kalau kondisi mu menurun. Kupikir kau akan mati." Ujar Kiba panjang lebar.
"Hei..! jangan bicara yang tidak-tidak, BAKA..!" ujar Ino keras sambil menjitak Kiba sekeras-kerasnya, membuat sang korban meringis kesakitan, sementara Naruto yang malihatnya hanya tertawa terpingkal-pingkal, berusaha menyembunyika rasa sakit dan getir di hati nya.
"Hahahahaa… Aku tidak akan mati semudah itu, Kiba." Ujar Naruto di tengah tawa nya.
'Kau masih bisa berpura-pura kuat walaupun kau tahu umur mu sudah tidak panjang lagi hahh…?' batin orang itu lagi.
"C-ce-pat se-sem-buh, N-naru-to-k-kun.." ujar Hinata pelan dan tebata-bata dengan wajah yang merona.
"Tentu saja, Hinata." Balas Naruto sambil tersenyum lebar.
'berhentilah berbohong, Naruto' batin orang itu lagi.
"hn, dasar DOBE. Makanya, cepatlah keluar dari rumah sakit, agar kita bisa berlatih bersama. Dan aku juga menantang mu bertarung dengan ku." Ujar Sasuke datar sambil menyeringai.
"Heh..! Tenang saja, TEME. Aku ini kuat. Dan, aku menerima tantangan mu itu. Aku akan bertarung melawan mu..!" ujar Naruto keras dengan senyum mengejek kea rah Sasuke.
'Bepentilah berpura-pura sok kuat. Kau itu rapuh, Naruto. Dengan keadaan mu sekarang, apa kau yakin bisa bertarung hahh..?' batin orang itu miris. Dia hanya diam, tanpa ada yang menyadari. Dan selanjut nya, waktu mereka isi dengan percakapan ringan dan menyenangkan. Sementara Shikamaru sendiri, masih saja cuek dan tiduran di sofa.
'Arigatou, Kami-sama. Di akhir hidup ku, kau memberikan ku kebahagiaan yang selama ini ku dapatkan. Kaa-san, tou-san, ero sennin, nagato, tunggu aku. Tidak lama lagi, aku akan menyusul ke tempat kalian.' Batin Naruto.
-Ruang Hokage-
Terlihat empat pria dan wanita di ruangan khusus sang Hokage itu. Kakashi, dan Yamato kini berdiri dihadapan Tsunade yang sedang duduk, ditemani Shizune dan Tonton disampingnya.
"Ada apa anda memanggil kami, Hokage-sama..?" Tanya Kakashi sambil membungkuk member Hormat kepada sang pemimpin desa Konohagakure itu.
"aku ingin kalian terus mengawasi Naruto. Perhatikan semua yang dilakukannya setiap hari, dan jangan sampai dia kelelahan." Ujar Tsunade sambil menatap kedua Shinobi dihadapannya itu.
"Hai..!" jawab Kakashi dan Yamato singkat.
"Dan juga, jangan sampai Naruto menggunakan tekhnik ninja miliknya sekalipun, apapun jurus nya itu." Lanjut Tsunade tegas.
"Memangnya kenapa, Tsunade-sama…?" Tanya Kakashi yang memang penasaran bagaimana keadaan adik angkat nya itu.
"Hhhh~~ Kalian suda tahu kan bagaimana keadaan fisik nya sekarang…? Denga luka dalam seperti ini, akan sangat fatal efek nya jika sampai Naruto menggunakan jutsunya, apapun itu. Jika sampai itu terjadi, tubuhnya tidak akan bisa merespon dengan baik, dan malah membuat keadaan nya makin melemah, dan bisa saja itu membuat Naruto kembali masuk ke ruah sakit dala keadaan koma, ataupun kemungkinan terburuk nya Naruto bisa saja…. meninggal.." ujar Tsunade pelan diakhir kalimatnya, membuat tubuh Kakashi dan Yamato menegang dan membeku seketika.
"Baik, Tsunade-sama. " ujar Kakashi.
"Baik, kalian bisa pergi sekarang. Masih ada yang harus aku kerjakan." Ujar Tsunade. Kakashi dan Yamato kemudian langsung berjalan keluar dari ruangan Hokage itu.
"Senpai…" panggil Yamato pelan saat mereka sedang berjalan di gedung Hokage.
"Maaf Yamato. Lebih baik kau pergi lebih dulu saja. aku ingin pergi ke tempat lain." Ujar Kakashi yang kemudian langsung menghilang dalam kepulan asap. Yamato hanya bisa diam, memandang sendu ke tempat Kakashi berada sebelumnya. Yamato tahu, senpai nya itu kini sedang membutuhkan waktu sendirian untuk menenangkan pikirannya.
"Kenapa hal seperti ini harus terjadi pada Naruto, Kami-sama…" lirih Yamato pelan sebelum akhirnya ia pun ikur menghilang dalam kepulan asap.
**** Kurogane ***
Terlihat seorang pria berambut perak mencuat melawan gravitasi kini tengah berdiri sendirian di depan Monumen Pahlawan Konoha. Sebelah matanya yang tidak tertutup hitai ate nya itu kini terlihat memandang sendu Monumen itu.
"Sensei, Obito, Rin, Kushina-nee, bagaimana kabar kalian disana…? Aku tahu kalian semua pasti baik-baik saja. Sensei, Obito, Rin, Kushina-nee, kini kami disini juga hidup tenang dan damai. Perang sudah lama berakhir, dan tidak ada lagi yang namanya permusuhan antar Negara. Ini semua berkat Naruto, anakmu sensei. Dia benar-benar sudah menjadi sangat kuat dan berhasih menciptakan perdamaian di dunia Shinobi, seperti apa kalian semua harapkan." Ujar Kakashi entah pada siapa.
"Sensei, Kushina-nee, maafkan aku. Dulu, kalian mempercayakan Naruto padaku, dan memintaku untuk mejaganya. Tapi, aku gagal. Aku sangat tidak becus menjaganya. Kalian tahu..? Dua hari yang lalu, Naruto pingsan saat sedang bersama Shikamaru, anak dari Shikaku di danau dan akhirnya shikamaru langsung membawanya ke rumah sakit." Ujar Kakashi, yang menghentikan sejenak ucapannya kemudian kembali melanjutkannya.
"Saat itu, jujur saja aku sangat khawatir, karena Naruto yang tiba-tiba pingsan. Padahal, Naruto adalah orang yang termasuk nyaris tidak pernah sakit, kecuali jika dia terlibat pertarunga yang cukup berat. Saat itu, adalah saat terburuk bagiku. Hari itu, aku serasa mimpi buruk saat Tsunade-sama mengatakan Naruto mengalami luka dalam yang sangat parah, dan bahkan tidak sanggup disembuhkan oleh Kyuubi. Naruto bilang, ia sudah mengetahui keadaan nya itu sejak setahun yang lalu. Luka yang di deritanya itu, ternyata di sebabkan pertarungan yang hebat dan penggunaan chakra Kyuubi di luar batas kemampuannya." Ujar Kakashi lagi, melanjutkan ceritanya.
"Aku…. Merasa sangat tidak berguna. Aku tidak mengetahui jika selama ini ternyata Naruto sakit parah. Aku…. Merasa payah dan sangat tidak berguna sebagai seorang sensei dan seorang kakak bagi Naruto. Aku, tidak bisa melindungi nya. Dan bahkan, karena keadaannya yang sudah sangat parah itu, ninja medis sekaliber Tsunade-sama pun masih tidak bisa menemukan cara menyembuhkannya. Honyou ni gomenasai sensei, Kushina-nee… aku tidak bisa menepati janji ku. Aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk Naruto." Ujar Kakashi lirih, sambil memandang sendu pahatan wajah sang Yondaime Hokage, Konoha no Kiiroi senkou. Tanpa sadar, salah sati iris onyx nya yang tidak tertutup hitai ate nya itu menjatuhkan setetes cairan bening dari pelupuk nya.
"Jadi, semua itu benar…?" Tanya sebuah suara baritone di belakang Kakashi, membuat sang mantan kapten ANBU itu tersentak kaget dan spontan langsung berbalik untuk melihat siapa yang ada dibelakangnya sekarang. Tubuh Kakashi menegang. Iris onyx nya memelalak sempurnya saat melihat orang yang sangat ia keanal itu kini berdiri di depannya sambil memandangnya tajam.
"K-Kauuu…"
**** TBC ****
Okeee, chap 4 udah di update dan word nya udah dipanjangin. Semoga kali ini readers bisa puas n nggak kecewa yaaa…
Thanks for reading minna… :D
Don't forget to
R
E
V
I
E
W
.
.
