Nih Yuta jelasin lagi bagi yang masih bingung. (Jujur aja sih, Yuta yang bikin cerita aja juga bingung bhaqq *kidding)
Pertanyaan bakal Yuta jawab ^^
- Chanyeol itu sebenernya Malaikat atau Iblis? Chanyeol itu Iblis sayang, cuma karena penampilan fisiknya aja makanya dia disebut Angel. Makna dari Dark Angel itu kan Malaikat Kegelapan, Nah kata Kegelapan itu memiliki makna negatif yang berarti kalo Chanyeol itu bukan Maliakat sesungguhnya, melainkan dia adalah seorang Iblis. Baekhyun gatau kalo Chanyeol itu Iblis, dan dia selama ini mengira kalo Chanyeol itu malaikat karena penampilan fisiknya.
- Kenapa pasangan Mating dan takdir Chanyeol itu adalah orang yang sama? Kenapa kenapa kenapaaa? Kyuhyun and Sungmin aja bingung kenapa bisa orang yang sama hhhmmm Sebenernya ini baru pertama kali terjadidi dunia per-Dark Angel-an/? Maka dari itu, karena keanehan ini Yuta bahas dan Yuta jadiin Fanfict wkwkwk Konflik udah ada di awal mula cerita, jadi.. Pokoknya tunggu aja kelanjutannya deh wkwk :v
- Kenapa Sehun jadi PHO ChanBaek? Udah Yuta kasih tau ya, kalo Sehun itu punya dendam sama Chanyeol makanya untuk saat ini ia berambisi buat ngerebut Baekhyun dari Chanyeol. Nah, nanti disini Baekhyun bingung deh milih cogan yang mana wkwk
- Sehun sama Luhan kan? Eummm.. kasih tau gak yaa? wkwkwk Tenang aja, ini Oficial Pairing kok ^^
- Author bagi uname ig nya dong? uname ig Yuta : shanti_kim_yuta follow yak wkwk
- Post foto Chanyeol yang Dark Angel di ig memecomic_chanbaek dong? Pas rilis fanfict ini, udah Yuta post kok foto Chanyeol yang jadi Dark Angel tuh kaya gimana. Nanti Yuta usahain post lagi deh hehe
- Kok Sehun bisa jadi pelayan? berarti semua orang bisa ngeliat dia dong? Inget ga ketika ada salah satu pelayan yang ngeliatin Baekhyun dengan tatapan aneh pas Sehun ngajak Baekhyun keluar dari cafe itu? Coba deh bayangin, kenapa pelayan itu ngeliatin Baekhyun dengan tatapan aneh? Yapss, itu karena pelayan tadi merasa aneh ngeliat Baekhyun ngomong sendiri. Hihihi serem wkwk Tapi Baekhyun mencoba untuk mengabaikan pelayan tadi dan dia masih belum tau kalo Sehun itu adalah Dark Angel.
Semoga ga ada yang masih bingung lagi yaa wkwk
.
.
.
"B-baekhyun?"
Chanyeol mencoba untuk memicingkan matanya apakah yang sedang dilihatnya saat ini benar Baekhyun atau bukan.
"Sedang apa dia disini malam-malam seperti ini?"
Dan tunggu..
Chanyeol menganga semakin lebar saat melihat siapa lelaki yang sedang bersama Baekhyun.
"Se-sehun?"
Ya, Oh Sehun.
Seorang Dark Angel yang memiliki dendam pribadi dengannya hanya karena Chanyeol selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Sedangkan Sehun, ia harus mengalah pada Chanyeol karena Chanyeol selalu menginginkan apa yang telah menjadi miliknya sewaktu dulu.
Sayap Sehun membuka lebar untuk menghalangi pandangan Chanyeol.
Sehun bisa mengetahui jika Chanyeol sedari tadi memperhatikan mereka. Dan sebelum Sehun membekap tubuh mungil Baekhyun dengan sayap hitam lebarnya, Sehun menyempatkan diri untuk menunjukkan seringaiannya pada Chanyeol yang terlihat shock.
Chanyeol mengepalkan tangannya dan membalas seringaian Sehun dengan tatapan tajamnya.
'Aku tidak akan meminta kembali jutaan dari bagian hidupku yang telah kau rampas, Park Chanyeol'
Sehun berbicara dengan Chanyeol melalui tatapan matanya.
'Tetapi aku hanya akan merampas satu dari bagian berharga dalam hidupmu...'
Dan Sehun kembali membuang wajahnya untuk melirik ke arah Baekhyun yang sedang tersenyum padanya.
"Sialan kau Oh Sehun"
Mata Chanyeol berubah nyalang menunjukkan betapa marahnya ia saat ini.
.
.
.
Author:
Yuta CBKSHH
Tittle:
MY DARK ANGEL (CHANBAEK)
Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Support cast:
Do Kyungsoo
Kim Jong In
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Oh Sehun
Xi Luhan
And others cast (EXO's members)
Rating:
M ++
Genre:
Fantasy, Romance, Drama, Hurt/Comfort
Disclaimer:
Fanfict ini 100% buatan Yuta yang di bantu oleh bebeb Yuta, Aya a.k.a Panthomxx (Thank you so much beb :*). Sedikit terinspirasi dari kisahnya Twilight, tapi cerita ini sangat jauh berbeda dari cerita Twilight ya~ NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka ^^
Warning:
BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!
Summary:
Yaoi! NC-21! Baekhyun siswa manis yang tidak sengaja bertemu dengan Chanyeol si 'Malaikat Kegelapan' di gudang sekolahnya. "Kita berbeda, ya aku tau. Tapi kau adalah takdirku"- Chanyeol. "Kita tidak bisa bersama, kita berbeda. Tapi aku mencintaimu"- Baekhyun. "Jika dengan melakukannya akan membawaku bersamamu, mari kita lakukan"- Baekhyun. "Baiklah"- Chanyeol. (CHANBAEK) Slight KAISOO, HUNHAN. RnR!
~~ HAPPY READING ~~
.
.
.
"Tempat yang indah bukan?" Tanya Sehun pada Baekhyun yang sepertinya sedang menikmati suasana ini.
Baekhyun mengangguk lalu menunduk dalam.
"Indah sekali.." cicit Baekhyun.
Sebenarnya Baekhyun masih sedikit takut pada Sehun yang notabenenya adalah seorang yang baru saja ia kenal. Bisa saja ia melakukan hal yang jahat padanya. Maka dari itu Baekhyun hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menggenggam tangannya sendiri untuk mengatasi rasa canggungnya.
Jika Sehun bukanlah orang yang jahat, lalu untuk apa Sehun repot-repot menunjukkan tempat ini padanya? Terlebih lagi, ini sudah malam.
Tempat ini sangat sepi, dan hanya ada mereka berdua saja yang sedang duduk bersebelahan.
"Kenapa kau terus menunduk hm?
"Tidak apa-apa.."
"Apa itu menyakitkan untukmu Baek.."
Sehun meraih tangan Baekhyun dan mengusap-usap lembut punggung tangan Baekhyun.
Baekhyun terkejut dan menatap Sehun dengan pandangan bertanya.
"Aku tidak akan melakukan macam-macam terhadapmu. Bukankah aku sudah mengatakannya tadi? Aku hanya ingin menenangkanmu.." Sehun menjawab tatapan penuh tanya Baekhyun dengan senyuman tampannya.
"Ne.. maafkan aku" Baekhyun meminta maaf dan menundukkan kepalanya kembali.
"Aku yang seharusnya meminta maaf padamu. Tiba-tiba datang dan sok akrab denganmu kkkk~"
Baekhyun ikut menyunggingkan senyumnya ketika mendengar tawa renyah Sehun.
"Tidak. Aku harusnya mengucapkan terima kasih padamu karena telah mau menghiburku"
Entah mengapa wajah Baekhyun sudah memerah saat ini. Pasalnya, ini adalah suasana paling canggung yang pernah Baekhyun rasakan seumur hidupnya. Berdua dengan seorang lelaki di malam hari di tempat yang sepi dan di tambah lagi dengan tangan ini...
Lihatlah tangan Baekhyun yang sedang di genggam oleh kedua tangan besar Sehun.
Lagi-lagi Baekhyun merasa aneh pada dirinya sendiri. Apakah ia sudah mulai bisa merasakan apa yang di rasakan oleh orang-orang se usianya?
Mata Baekhyun tak sengaja melirik arloji yang dipakai oleh Sehun. Dan betapa terkejutnya Baekhyun jika jam sudah menunjukkan hampir jam 8 malam.
Baekhyun reflek dan langsung berdiri dari posisinya.
"Sehun.. aku harus segera kembali ke rumah. Atau nanti Hyungku akan memarahiku. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih padamu" Baekhyun membungkuk sopan pada Sehun dan segera beranjak dari sana meninggalkan Sehun seorang diri.
"Hey Baekhyun tunggu!" Sehun berteriak sambil menyusul langkah kaki Baekhyun yang sedang berjalan dengan terburu-buru.
"Aku akan mengatarmu sampai ke rumah.." Tawar Sehun.
Baekhyun hanya mengangguk dan melanjutkan jalannya.
Lebih baik seperti ini, di temani oleh Sehun karena ia sesungguhnya takut jika jalan seorang diri kembali menuju rumahnya.
Mereka berdua kembali melewati cafe tempat pertama kali mereka bertemu tanpa ada yang mau mengeluarkan satu patah katapun.
Baekhyun terus berjalan dengan cepat sambil menundukkan kepalanya sibuk dengan pikirannya sendiri, sedangkan Sehun yang sedari tadi mengikuti Baekhyun dibelakangnya hanya bisa menyunggingkan senyumannya melihat tingkah Baekhyun yang menurutnya lucu ini.
'Beruntung sekali kau bisa mendapatkan pasangan Mating seperti Baekhyun, Park Chanyeol. Lihat saja tubuhnya yang sempurna dan wajahnya yang manis. Aku jadi tidak sabar untuk segera merebutnya darimu ck'
"Sehun?"
"Ah ne?" Sehun sadar dari lamunannya dan menatap Baekhyun yang sedang menatapnya juga.
"Disana itu rumahku.. Cukup sampai disini saja kau mengantarku, Terima kasih banyak Sehun"
Setelah berterima kasih dan tersenyum pada Sehun, Baekhyun segera membalikkan tubuhnya. Tetapi belum sempat ia melakukan itu, tangan Sehun lebih dulu mencengkram tangannya cukup kuat sehingga membuat tubuh Baekhyun kembali menghadap Sehun dan hampir saja terhuyung jika Sehun tidak dengan cepat memeluknya.
Deg
Jantung Baekhyun berdegup dengan keras saat ia berada di dalam dekapan hangat Sehun. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah semua sifat lelaki seperti ini? Selalu melakukan hal di luar dugaannya?
"Baek.." Sehun mendekatkan wajahnya pada Baekhyun dan menatap mata sipit yang cantik itu cukup lama.
Bibir Baekhyun kaku dan ia bahkan sama sekali tidak bisa mengeluarkan kata-katanya di hadapan lelaki ini.
Baekhyun tau dengan jelas kemana arah pandangan Sehun saat ini. Yaitu bibirnya.
Sehun kini beralih menatap bibir Baekhyun dengan wajah datarnya. Tetapi sedetik kemudian Sehun mengembangkan senyumannya kembali dan mencubit hidung Baekhyun dengan gemas.
"Hahaha Selamat malam Baek.. semoga kita bisa bertemu kembali"
Haahh~
Baekhyun menghela nafasnya dengan lega dan menangguk dengan semangat menjawab perkataan Sehun.
"Ne, semoga kita bisa bertemu kembali"
Dan kali ini Sehun benar-benar membiarkan Baekhyun pergi hingga masuk ke dalam rumahnya.
"BRENGSEK!"
Sehun langsung menolehkan kepalanya mencari arah suara tersebut. Dan benar saja seperti dugaannya. Disana sudah terlihat Chanyeol yang sedang berjalan ke arahnya dengan pandangan marah.
Sehun hanya menyunggingkan seringaiannya dan berdecih meremehkan.
"Jangan sentuh dia lagi"
"Hey apa hak mu Park?"
Bugh!
"Ini untukmu karena kau telah berani menciumnya!"
Tidak taukah Sehun jika Chanyeol saja bahkan belum pernah menempelkan bibirnya sedikitpun pada bibir Baekhyun? Ugh! Lelaki ini memang sungguh brengsek karena sudah lancang merebut hak miliknya.
"Cih! Kau tau? Bibirnya itu manis sekali"
Sehun berusaha untuk membuat Chanyeol marah karena seperti nya ada kesalahpahaman disini. Chanyeol mengira yang tadi itu Sehun mencium Baekhyun?
Hahaha great! Kau begitu bodoh Park Chanyeol.
"Brengsek!"
Baru saja Chanyeol ingin meninju wajah Sehun kembali, tetapi Sehun lebih dulu mencekal tangannya dan menghempaskannya dengan kasar.
"Kau lah yang sebenarnya brengsek Chanyeol!" Setelah mengatakan itu, Sehun langsung berjalan menjauhi Chanyeol.
"Mulai saat ini aku tidak ingin mengalah padamu lagi. Aku akan merebut Baekhyun darimu. Dan mulai dari detik ini, mari kita bersaing"
Kini berganti Chanyeol yang tertawa meremehkan pada Sehun.
"Haha kau tidak akan bisa mendapatkan nya, Oh Sehun. Akulah yang akan lebih dulu merasakan tubuhnya daripada kau!"
"Kita lihat saja nanti..." Sehun menggantungkan kalimatnya dan menatap tajam pada Chanyeol.
"Aku... akan membuktikannya padamu, Park Chanyeol"
.
.
.
.
.
.
"Kyungsoo Kyungsoo Kyungsoo.. arghhh kenapa kau memenuhi pikiranku?!" Kai mengacak-acak rambutnya sendiri sambil menendang-nendang batu kecil yang ada di hadapannya.
Saat ini Kai sedang mengawasi Kyungsoo dari luar rumah Kyungsoo sejak tadi sore. Entah kenapa ia sangat tertarik untuk segera melakukan Mating dengan Kyungsoo. Seolah ada sesuatu yang Kyungsoo miliki membuatnya penasaran untuk segera menyicipi tubuh lelaki mungil itu.
Dan seperti inilah jadinya. Kai terus saja menggerutu seperti orang gila di malam hari seorang diri terlebih lagi saat ini ia sedang berada di depan rumah seseorang.
Jika saja Kai itu nampak, pasti orang-orang yang berlalu lalang melewatinya akan menganggap Kai orang gila yang terlepas dari penangkaran/?
Kai tidak perduli. Ia sudah tidak tahan lagi untuk bertemu dengan Kyungsoo. Ia sungguh tergoda oleh kulit putih Kyungsoo yang seputih salju itu.
"Arghhh tunggu aku Baby Soo-"
Cklek
Kai yang awalnya berniat masuk ke dalam rumah itu seketika menghentikan langkahnya saat ia melihat Kyungsoo yang keluar dari pintu depan rumahnya. Dan Kai bersembunyi di balik dinding pagar rumah Kyungsoo.
"Kau ingin pergi kemana?"
Pertanyaan tiba-tiba dari Kai itu membuat Kyungsoo terkejut dan memundurkan tubuhnya satu langkah ke belakang.
"K-kau.. sedang apa kau di-disini?" Tanya Kyungsoo sambil menunjuk Kai.
"Menunggumu.." Kai berkata dengan santai dan dirinya kini sudah berada di hadapan Kyungsoo.
"Me-menungguku? Ta-tapi aku tidak me-menyuruhmu untuk me-menungguku"
"Ayolahh tidak usah banyak bertanya. Aku akan menemanimu kemana pun kau pergi, kajja?"
Kai dengan seenak jidat meraih tangan Kyungsoo dan menarik lelaki mungil itu untuk segera keluar dari sana.
"Si-siapa kau sebenarnya? Aku bahkan tidak mengenalmu.."
Akhirnya Kyungsoo memberanikan dirinya untuk bertanya pada Kai tentang rasa bingungnya dengan makhluk jenis apa Kai ini.
Kai tiba-tiba menghentikan langkahnya dan membuat Kyungsoo yang saat itu sedang menunduk langsung menabrak tubuh Kai dari belakang.
"Bisakah kita duduk sebentar?" Bukannya menjawab, Kai justru bertanya pada Kyungsoo.
Kyungsoo mau tidak mau mengangguk dan mengikut Kai yang sudah mendudukkan dirinya di sebuah kursi taman yang baru saja mereka lewati.
"Kau bisa memanggilku Kai. Orang lain tidak bisa melihatku begitu saja, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatku. Dan kau Kyungsoo.."
Kai mendekatkan tubuhnya pada Kyungsoo lalu menatap mata bulat Kyungsoo.
"Kau bisa melihatku. Dan sejak saat itu aku mulai tertarik padamu.."
Bola mata Kyungsoo bergerak gelisah. Tatapan mata Kai sungguh tajam dan Kyungsoo tidak begitu suka dengan tatapan itu. Maka dari itu Kyungsoo hanya dapat mengalihkan pandangannya dari Kai.
"Kenapa harus aku?" Lirih Kyungsoo.
"Apa kau masih merasa takut padaku Kyung?"
Kai meraih kedua bahu Kyungsoo agar Kyungsoo mau menatapnya.
"Jawab pertanyaanku.." kini Kyungsoo mulai memberanikan dirinya untuk membalas tatapan Kai.
"Ok, kau bingung kenapa aku memilihmu? Itu karena aku baru tau jika kau adalah pasangan Matingku" jawab Kai diselingi dengan senyuman miringnya.
"Pasangan Mating?"
Kyungsoo sungguh tidak mengerti dengan apa itu pasangan Mating sejak Kai mengatakannya kemarin.
"Jadi apa kau mau menjadi kekasih ku Kyung? Dengan begitu aku bisa melakukan Mating denganmu"
"Aku sama sekali tidak mengenalmu dan aku juga tidak tau apa itu Mating. Dan maafkan aku Kai, aku mohon jangan menemuiku lagi karena aku sungguh tidak memahami semua yang kau katakan"
Setelah mengatakan itu, Kyungsoo melepaskan kedua tangan Kai yang berada di bahunya dan beranjak meninggalkan Kai begitu saja disana.
Jelas saja Kyungsoo menolak. Kai meminta Kyungsoo untuk menjadi kekasihnya dengan cara yang tidak romantis sama sekali. Mana mungkin Kyungsoo mau menerimanya?
"Ku mohon. Jadilah kekasihku, Kyungsoo"
Grep
CUP!
Mata Kyungsoo terbelalak saat Kai yang tiba-tiba menarik tangannya lalu mengecup bibir nya seperti ini.
Jantung Kyungsoo hampir ingin lepas dari tempatnya. Bagaimana tidak? Kai menciumnya seperti ini sedangkan ini adalah ciuman pertama Kyungsoo.
Kyungsoo sama sekali tidak pernah membayangkan jika semua ini akan terjadi pada dirinya. Sungguh aneh! Dan terlebih lagi dirinya baru saja dicium oleh Kai setelah Kai memintanya untuk menjadi kekasih Dark Angel ini.
Mata bulat Kyungsoo masih terbuka memperhatikan wajah tampan Kai sedang memejamkan matanya dan masih mencium bibirnya sampai saat ini.
Deg deg deg
Ia sungguh malu. Bahkan Kyungsoo bisa mendengar detakan jantungnya sendiri.
Ia harus menghentikan ciuman ini. Maka dari itu Kyungsoo memutuskan untuk menundukkan kepalanya dan dengan perlahan ciuman itu terlepas.
Cpkh
Kai kemudian membuka matanya dan memperhatikan wajah manis Kyungsoo yang sudah sedikit merona.
"Maafkan aku Kyungsoo. Tapi aku tidak bisa menghentikan ini. Ikutlah bersamaku"
Kai langsung menggendong tubuh mungil Kyungsoo dan melebarkan sayapnya.
'Aku sungguh ingin melakukan Mating denganmu saat ini juga. Dan aku akan membawamu ketempat yang aman untuk melakukannya'
Kai terus memperhatikan wajah Kyungsoo yang sepertinya sudah pasrah itu sambil tersenyum.
Sesaat lagi Kai akan menikmati santapannya.
.
.
.
.
.
.
Chanyeol terdiam memperhatikan wajah damai Baekhyun yang sudah terlelap.
Ya, saat ini Chanyeol sedang berada di dalam kamar Baekhyun setelah kejadian tadi. Chanyeol memutuskan untuk mengikuti Baekhyun sampai Baekhyun terlelap seperti saat ini.
Chanyeol sungguh tidak akan membiarkan Baekhyun jatuh ke tangan Sehun begitu saja. Baekhyun adalah pasangan Matingnya, dan Chanyeol tidak akan membiarkan seorangpun boleh menyentuh Baekhyun. Terlebih lagi seorang yang selama ini memiliki dendam padanya, yaitu Oh Sehun.
Sejak kedatangan Oh Sehun semua rencana Chanyeol untuk melakukan Mating dengan Baekhyun yang awalnya lancar-lancar saja, kini berubah menjadi suatu hal yang Chanyeol khawatirkan.
Chanyeol sama sekali tidak takut dengan Sehun, tetapi ia juga tidak boleh meremehkan Sehun yang sepertinya sangat berantusias untuk merebut Baekhyun dari tangannya.
Jika Chanyeol sampai kecolongan Baekhyun lebih dulu melakukan Mating dengan Sehun, maka Chanyeol akan musnah sebagai Dark Angel karena ia gagal.
Maka dari itu, Chanyeol harus segera melakukannya pada Baekhyun sebelum si brengsek Oh Sehun melakukannya lebih dulu.
"Maafkan aku Baek.." ucap Chanyeol dengan lirih.
Dan Chanyeol melangkahkan kakinya mendekati ranjang Baekhyun lalu mendudukkan dirinya di samping tubuh Baekhyun yang sedang berbaring.
Tangan Chanyeol mulai terangkat untuk mengelus kulit tangan halus Baekhyun dengan tangan besarnya.
Dan Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Baekhyun. Menghirup sesaat aroma lavender yang menguar dari tubuh Baekhyun. Sungguh membuatnya semakin bernafsu untuk segera merasakan tubuh mungil ini.
"Aku akan menghapus bekas bibir si brengsek itu terlebih dulu.."
Jarak wajah mereka saat ini sudah benar-benar dekat. Chanyeol menghentikan gerakkannya menyempatkan diri untuk menikmati wajah cantik Baekhyun lagi.
"Dan aku memang seharusnya bersyukur karena bisa mendapatkan pasangan Mating secantik dirimu, Byun Baekhyun"
Chanyeol tersenyum memandangi wajah Baekhyun. Sungguh polos dan menggoda dalam waktu yang bersamaan. Bibir tipis ini pasti sangat manis jika ia sesap saat mereka sedang bercinta nanti. Ugh! Chanyeol sungguh tidak sabar!
Baru saja Chanyeol ingin mencium bibir Baekhyun, tetapi bibir Baekhyun terlebih dulu terbuka dan mengeluarkan gumaman lirih yang membuat Chanyeol membelalakkan matanya karena terkejut.
"Chanyeol..."
Demi Tuhan telinga Chanyeol masih dalam keadaan normal ketika mendengar Baekhyun mengucapkan namanya dalam tidurnya.
Baekhyun?
Lelaki cantik dan mungil ini...
Menyebutkan namanya?
Chanyeol cepat-cepat menjauhkan wajahnya dari Baekhyun dan terus memperhatikan wajah Baekhyun yang nyatanya memang masih benar-benar terlelap itu.
Tangan Chanyeol terangkat untuk menyentuh sudut bibir Baekhyun dan mengusapnya dengan lembut.
"Mana mungkin aku tega untuk melakukan ini semua padamu?"
Gerakan tangan Chanyeol beranjak naik hingga kini ia sudah menyentuh poni Baekhyun yang menutupi dahinya. Chanyeol menyingkap poni tersebut dan mengecup dahi Baekhyun cukup lama.
Tidak, Ia tidak akan melakukannya pada makhluk mungil ini jika ia belum mendapatkan izin dari Baekhyun terlebih dulu.
Entah kenapa lelaki mungil ini selalu saja berhasil membuat tubuh Chanyeol kaku saat melihat kepolosannya dan selalu berakhir sama dengan Chanyeol yang mengurungkan niatnya.
"Selamat malam Baekhyun.."
Dan Chanyeol dengan berat hati beranjak darisana menuju tempat persembunyiannya.
Yaitu gudang sekolah Baekhyun.
Menunggu Baekhyun datang padanya dan ia akan dengan senang hati mendengar keluh kesah yang akan di ceritakan oleh Baekhyun kepadanya esok hari.
.
.
.
.
.
.
"Kenapa kau selalu menghilang saat jam istirahat makan siang Baek? Dan juga saat pulang sekolah kau malah menyuruhku pulang lebih dulu. Sebenarnya apa yang terjadi Baek?" Tanya Kyungsoo pada Baekhyun saat mereka baru saja memasuki kelas mereka.
Kyungsoo sebenarnya sedikit curiga pada Baekhyun karena akhir-akhir sahabatnya ini suka menghilang begitu saja. Padahal biasanya setiap hari Baekhyun lah yang selalu mengajaknya makan siang bersama dan pulang sekolah bersama. Tetapi sekarang?
"Hm?" Baekhyun malah bergumam dan menunjukkan ekspresi bingungnya pada Kyungsoo.
Jika Baekhyun bukan sahabatnya, mungkin Kyungsoo sudah menyeretnya ke kamar mandi lalu menyuruhnya untuk mencuci muka/?
"Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku Baek?" Pertanyaan yang di lontarkan Kyungsoo semakin menyudutkan Baekhyun.
Kini ekspresi wajah Baekhyun berubah menjadi tegang. Bingung harus mengatakan apa pada sahabatnya ini. Tidak baik juga jika ia menyembunyikan Chanyeol dari Kyungsoo, tetapi ini akan menjadi lebih buruk jika ia menceritakannya pada Kyungsoo. Kyungsoo pasti akan menertawakannya jika ia menceritakan semuanya.
"Aku nngg.. aku.. aku sebenarnya belajar di gudang sekolah Kyung. Ya, belajar. Kau tau jika nilaiku akhir-akhir ini menurun bukan?" Baekhyun menampilkan ekspresi canggungnya pada Kyungsoo dan memaksakan senyumnya.
Bukannya percaya, Kyungsoo justru semakin menatap Baekhyun dengan pandangan curiga.
"Di gudang sekolah? Sendirian? Bukankah kau takut sendirian Baek? Lagi pula bukankah kau biasanya belajar dengan Luhan hyung?"
Pertanyaan Kyungsoo semakin lama semakin menuntut Baekhyun untuk menjelaskan semuanya. Kenapa Kyungsoo menjadi menyebalkan seperti ini eoh?
"Apa aku salah jika aku belajar sendirian? Dan aku memilih gudang sekolah kita karena disana adalah tempat yang tenang.."
Setidaknya jawabannya yang di berikan Baekhyun bisa membuat Kyungsoo menghentikan tatapan curiga padanya.
Kyungsoo kemudian mengangguk-angguk mengerti, dan Baekhyun bisa bernafas lega sekarang.
"Kenapa kau tidak mengajakku?"
Baekhyun jawdrop.
Sahabatnya ini memang tidak bisa di bohongi. Lalu harus bagaimana lagi Baekhyun menjelaskan ini pada Kyungsoo.
Kyungsoo kembali mengalihkan pandangannya pada Baekhyun.
"Aku tau kau sedang berbohong Baek"
SatanSoo.
Baekhyun ingin sekali berteriak "SatanSoo" pada sahabatnya ini agar Kyungsoo menyadari jika ia menatap Baekhyun seperti ini, ia menjadi lebih terlihat seperti seorang Psycho.
"Baiklah jika kau masih curiga padaku, aku akan mengajakmu ke gudang itu dan kita belajar bersama disana! Puas?!"
Dada Baekhyun naik turun setelah mengatakan itu. Masalah ia akan ketahuan atau tidak, itu urusan belakangan. Yang terpenting sekarang adalah sahabatnya ini berhenti untuk mencurigainya.
Dan bukankah Chanyeol tidak terlihat? Jadi tidak masalah bukan?
"Ne~"
Kyungsoo berhasil.
Dan ia sedikit terkikik ketika melihat wajah Baekhyun yang sudah memerah karena emosi tersebut kkkk~
.
.
.
.
.
.
Terlihat Chanyeol sedang duduk di salah satu kursi yang berada di gudang tersebut. Ia sedang menunduk sambil memegang kepalanya sendiri.
Wajah Baekhyun..
Wajah cantiknya yang sedang tertidur itu kembali memenuhi kepalanya.
Sebenarnya rasa aneh apa yang sedang ia rasakan saat ini karena lelaki mungil yang berstatus pasangan Matingnya itu?
Tidak mungkin jika Chanyeol tidak tertarik pada bocah itu. Jelas Chanyeol saat ini sudah tertarik oleh Baekhyun.
"Bagaimana bisa eoh?!"
Chanyeol berteriak sambil menggebrak meja yang berada di depannya.
"Cukup lakukan Mating dengan Baekhyun dan tinggalkan dia, Park Chanyeol. Jangan pedulikan dia"
Chanyeol bermonolog pada dirinya sendiri.
Lalu ia bangkit dari posisi duduknya dan kaki panjangnya berjalan mondar mandir di hadapan kursi yang didudukinya tadi.
"Tapi bagaimana bisa aku melakukan hal bejat seperti itu jika ia selalu menampilkan wajah polosnya padaku?! Ahh! Atau aku bekap saja wajahnya dengan kain? Ohh tidak tidak, itu pasti akan membunuhnya. Aaaaa! Eottohkee?!"
Setelah Chanyeol mengusap wajahnya dengan kasar, lalu ia memutuskan untuk mengintip pintu gudang tersebut bermaksud untuk melihat Baekhyun. Ini sudah saatnya Baekhyun menemuinya.
Dan itu dia.
Chanyeol bisa melihat Baekhyun sedang berjalan ke arahnya.
Tidak beberapa lama kemudian, Baekhyun membuka pintu tersebut dan memasuki gudang itu.
Cklek
"Selamat siang Baekhyun.." sapa Chanyeol.
"Duduklah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" Baekhyun mencebikkan bibirnya imut dan menyuruh Chanyeol untuk duduk di salah satu kursi yang berjejer rapih di sana.
"Mengatakan apa hm?"
Baekhyun tidak langsung menjawab pertanyaan Chanyeol, tetapi Baekhyun justru mendudukkan dirinya atas pangkuan Chanyeol dan mengalungkan tangannya pada leher Chanyeol.
Chanyeol menunjukkan seringaian tipisnya.
Baekhyun sudah kembali manja padanya dan sepertinya ia sudah melupakan kejadian kemarin.
"Sahabatku ingin belajar disini. Dan dia terus memaksaku untuk memberi penjelasan kenapa aku akhir-akhir ini sering menghilang dan mengacuhkannya. Kau tidak keberatan bukan jika aku membawa sahabatku kesini?"
"Ku mohon.." lanjut Baekhyun sambil memeluk Chanyeol dengan erat.
"Bukankah sudah aku katakan padamu jika tempat ini hanya kita berdua saja yang tau?" Tanya Chanyeol.
"Kumohon Chanyeol~" Baekhyun terus merengek manja pada Chanyeol.
"Tidak"
"Chanyeoooll~"
"Tidak Baek"
"Hhnnnggg ku mohonnn~"
"Sekali tidak tetap tidak"
"Aishhh! Bagaimana jika aku membiarkanmu mencium pipiku?" Tawar Baekhyun.
Sungguh ia kehabisan cara untuk membuat Chanyeol mengizinkannya. Biasanya dengan aegyeo nya Chanyeol bisa luluh, tetapi kenapa kali ini tidak mempan?
"Hanya pipi? Bagaimana jika bibir?" Tanya Chanyeol dengan santai.
"Yak! Bibir ku ini hanya akan aku berikan pada kekasihku nanti. Dan hanya pipi ini saja yang boleh di cium oleh orang lain, kau mengerti?"
"Lalu bagaimana kau menjelaskan tentang kejadian kemarin?"
"Kemarin apa?" Baekhyun menaikkan kedua alisnya dan menunjukkan ekspresi bingung.
"Kau kira aku tidak tau jika kau kemarin jalan bersama Ahjussi-ahjussi berpakaian pelayan dan dia menciummu di depan rumahmu?" Nada bicara Chanyeol berubah menjadi sinis.
"Menciumku? Apa yang kau katakan?" Baekhyun masih belum mengerti dan kembali mengingat-ingat kejadian semalam bersama Sehun.
Menciumnya?
Sehun tidak pernah menciumnya.
Ohh! Atau mungkin Chanyeol salah paham saat Sehun memeluknya dan mendekatkan wajahnya?
"Mengaku saja Baek. Oh atau lelaki itu adalah kekasihmu?"
Baekhyun menggeleng cepat.
"Bukan! Aku bahkan baru saja bertemu dengannya. Dan jangan asal menuduh, aku sama sekali belum pernah berciuman dengan siapapun! Dia hanya mendekatkan wajahnya saja, tetapi sama sekali dia tidak menyentuh bibirku"
Baekhyun sedikit merona setelah menyadari kemana arah pembicaraan ini. Kenapa mereka jadi membahas masalah ciuman?
"Benarkah?" Chanyeol kembali bertanya pada Baekhyun.
Sebenarnya Chanyeol sungguh mempercayai perkataan bocah polos ini. Tetapi sepertinya bermain-main sedikit dengannya tidak akan menjadi masalah.
"Apa aku pernah berbohong?" Tantang Baekhyun.
"Coba buktikan"
"Ne?"
"Coba buktikan padaku"
"Bagaimana aku harus membuktikannya eoh?" Baekhyun tidak terima.
Chanyeol tersenyum miring dan tangannya kini sudah melingkar sempurna di pinggang ramping Baekhyun. Kemudian Chanyeol mendekatkan bibirnya pada telinga Baekhyun.
"Berciumanlah denganku.. dengan begitu aku bisa percaya padamu" bisik Chanyeol dengan suara beratnya.
Baekhyun terkejut bukan main.
Lalu Baekhyun menolehkan kepalanya pada Chanyeol dan Chanyeol pun melakukan hal yang sama. Hingga kini keduanya bertatapan dengan jarak wajah mereka yang benar-benar sangat dekat.
Bibir Baekhyun sedikit terbuka karena efek terkejut. Sedangkan Chanyeol justru memperhatikan bibir tipis Baekhyun dengan intens.
Chanyeol melebarkan sayapnya sehingga menutupi tubuh mereka berdua.
Chanyeol mendekatkan bibir tebalnya pada bibir tipis Baekhyun dan sedetik kemudian...
Cklek
"Ommo!"
Chanyeol menutup sayap hitamnya kembali ketika mendengar suara tersebut dan Baekhyunpun melakukan hal sama.
Baekhyun segera membelalakkan matanya saat melihat siapa yang berada disana.
"Kyungsoo?"
Sahabatnya itu terlihat sangat terkejut dan hanya bisa berdiri kaku di ambang pintu melihat Baekhyun.
"Ma-makhluk itu.."
Ucap Kyungsoo tergagap sambil menunjuk sosok Chanyeol yang sedang dalam posisi duduk dengan Baekhyun yang berada di pangkuannya.
"Kyungsoo? K-kau bisa melihatnya?" Gumam Baekhyun.
.
.
.
.
.
.
Chanyeol tidak boleh mencintai Baekhyun atau Baekhyun akan mati secara perlahan.
Itu adalah sebuah pilihan.
Dan tentang Sungmin -ibu Chanyeol- kenapa ia tidak mati padahal Kyuhyun mencintainya? Itu karena Sungmin bukanlah pasangan Mating Kyuhyun. Kyuhyun hanya jatuh cinta pada pandangan pertama pada Sungmin.
Rasa cinta dapat mengalahkan segalanya.
Kyuhyun adalah anak yang pembangkang. Bahkan ia tidak mau melakukan Mating dengan pasangannya. Maka dari itu Kyuhyun tidak mendapatkan takdirnya. Yang terjadi justru ia melakukan nya pada Sungmin yang notabenenya adalah bukan siapa-siapa.
Maka dari itu Ayah Kyuhyun sangat mengutuknya pada saat itu. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kerajaan Dark Angel mulai bisa menerima Sungmin karena perjuangan Kyuhyun yang tidak bisa di anggap remeh. Kyuhyun berjuang mati-matian untuk mempertahankan makhluk yang dicintainya. Terlebih lagi pada saat itu Sungmin tengah mengandung anaknya.
Jika saja Sungmin tidak mengandung anak laki-laki, mungkin ceritanya akan menjadi lain. Karena Raja sama sekali tidak membutuhkan anak perempuan. Raja ingin seorang anak lelaki yang akan meneruskannya. Dan anak lelaki Kyuhyun itu harus menjadi Dark Angel, baru setelah Sungmin menyetujuinya, mereka bisa tinggal di kerajaan Dark Angel dengan nyaman.
Sungmin teringat kembali tentang perjuangannya untuk anak tunggalnya tersebut. Sungmin sangat menyayangi Chanyeol, dan Sungmin sedikit bahagia karena Chanyeol tidak sepenuhnya iblis. Chanyeol masih memiliki sebagian perasaan yang miliki oleh manusia biasa. Terlihat dari Chanyeol yang selalu saja gagal melakukan Mating dengan pasangannya.
Berbicara tentang Chanyeol, sepertinya Sungmin harus mengatakan hal penting ini pada Chanyeol.
Ya, Sungmin ternyata sudah menyuruh Chanyeol untuk kembali ke kerajaan. Dan disinilah ia berada, di sebuah ruang tamu yang luas menunggu anak kesayangannya itu datang.
"Umma?"
Sungmin mengalihkan pandangannya pada Chanyeol yang sedang berjalan menuju ke arahnya.
"Dudukah Chanyeol. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ucap Sungmin dengan lembut sambil menunjukkan senyum manisnya.
Chanyeol menurut, dan ia mendudukkan dirinya di samping sang Umma.
"Apa kau sudah melakukan Mating dengan Baekhyun?" Tanya Sungmin langsung pada intinya.
Wajah ceria Chanyeol seketika berubah menjadi murung saat mendengar pertanyaan Sungmin.
"Maafkan aku Umma. Aku belum bisa melakukannya.." ucap Chanyeol.
Sungmin tersenyum lembut dan menepuk pelan pundak sang anak.
"Kau harus segera melakukannya Chan.. dengan begitu kau bisa menemukan takdir mu dan menikah"
"Bukankah Baekhyun sudah dewasa untuk melakukannya? Jadi kau mau menunggu apa lagi?" Lanjut Sungmin.
"Maaf aku telah mengecewakan Appa dan Umma. Ku mohon beri aku waktu sedikit lagi dan aku akan segera melakukannya dengan Baekhyun" jawab Chanyeol.
"Cepat lakukan Mating dan tinggalkan dia.."
Sungmin kemudian memeluk Chanyeol dengan erat dan mengangguk.
"Setelah kau melakukan Mating dengan Baekhyun, kau akan mendapatkan sebuah kejutan yang sangat besar Chanyeol.." lirih Sungmin.
Chanyeol terdiam.
Chanyeol merasa sedikit kecewa saat Sungmin menyuruhnya untuk meninggalkan Baekhyun begitu saja.
Sebenarnya apa yang di katakan Sungmin adalah hal yang wajar. Tetapi kenapa Chanyeol merasa sedikit...
Tidak rela?
Dan Chanyeol akhirnya hanya mampu menganggukkan kepalanya walaupun nyatanya hatinya berkata lain.
'Maafkan aku Umma, tetapi sepertinya aku tertarik pada bocah itu'
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
Tolong selamatkan Kyungsooo~~~
Dia mau di perkosa sama Kaiiii~ oh tidak! Wkwkwk
Kira-kira kapan ya Chanyeol enaena sama Baekhyun? Hahaha
Semoga secepatnya!
Oke, last
Next?
Review juseyo~
XOXO
