Fight For Love II chapter 4
secreat village
jauh dari kepadatan penduduk Konoha terdapat desa yang tak begitu luas. Penduduk mereka semua dari kalangan transmigran dari dataran tengah. China. Dan hiduplah sepasang suami istri keluarga Zhen dengan kedua anaknya.
"Zhen Fu! Zhen Lao! ayo cepat kemari. makan siang sudah siap" panggil ibu mereka Chai Xiao, dia mirib seperti tokoh Zhen Ji dalam tokoh three kingdom
"baik bu, kami segera datang" sahut Zhen Fu sambil membuang cangkulnya lalu bergegas pulang, dia seperti copiannya Serisawa. "adik, ayo kita makan" dia memanggil adiknya. Zhen Lao. rumah mereka tak begitu jauh dari sawah mereka jadi makanannya selalu di siapkan di rumah.
"apa kalian tidak capek bekerja terus" tanya ayahnya Zhen Hou Lu, ayah mereka adalah tabib terkenal di desanya. ayah mereka tak pernah gagal dalam mengobati. Zhen Hou Lu, dia mirb seperti tokoh Zhuge Liang dalam Three Kingdom.
"kami masih muda ayah, kami masih 18 tahun jadi tenaga kami masih kuat" Fu tersenyum
"benar ayah, kakak Fu sangat kuat. kakak lebih banyak mencangkul dariku"
"kau jangan merendah adik Lao, kau juga kuat sepertiku dan kau juga pintar seperti ayah"
"kakak juga, hebap seperti ibu"
"sudah.. ayo segera makan" seru ibu mereka.
"selamat makan"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sasuke menghampiri Naruto yang saat itu berada di ruang perpustakaan sekolah.
"Naruto, sudah empat bulan sahabat kita meninggal. terus siapa yang akan memimpin kita" ujar Sasuke "kita harus segera memilih ketua agar anggota kita tak tercerai berai. tadi aku sempat bicara dengan Zabuza, dia mengatakan kalau setengah anggota kita dipimpin oleh Kisame ingin menuntut balas atas kematian Ketua Kazuya dan Shikamaru.
"Menuntut balas kepada siapa? sedangkan pembunuhnyapun tidak kita ketahui." ujar Naruto.
"Zabuza mengatakan bahwa setengah anggota kita mengacak-acak seisi kota mencoba untuk memaksa pembunuhnya keluar. menurutku itu sia-sia" terang Sasuke
"kau benar. sedangkan ayahku sampai saat ini tak menemukan titik terang"
"kalau begitu kita harus segera menunjuk ketua yang baru. untuk menghentikan perpecahan" ujas Sasuke.
"baiklah, terus siapa yang cocok menjadi ketua?"
"kau Naruto"
"kenapa harus aku?"
"karena kau yang memiliki potensi sebagai ketua dan semua anggota mempercaimu"
"baiklah, demi sahabat kita aku akan mengemban tugas ini" Naruto menyanggupi "sekarang bersiaplah untuk mengumpulkan semua anggota setelah pulang sekolah. kita harus merundingkan sesuatu"
"baiklah"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
walau empat bulan berlalu, sepulang sekolah Hinata dan Ino tak pernah absen mendatangi taman dekat kediaman Kazuya itu. tak sedikitpun keyakinan mereka memudar bahwa suami mereka pasti kembali. walau hujan deras, panasnya terik matahari, dinginnya salju mereka tetap menunggu. berharap suami mereka akan datang dan memeluk mereka.
"Hinata... sudah empat bulan tak ada kabar dari mereka, apa kau akan terus menunggu? kau juga Ino apakah kalian masih yakin?" ucap Sakura
"aku akan terus menunggu karena aku yakin" jawab Hinata
"begitu juga aku, suamiku masih hidup dan dia akan kembali untukku" tambah Ino
"haaahhh..." Sakura menghela nafas panjangnya "Tuhan, aku mohon jangan tambah penderitaan mereka lagi"
"hoi..." panggil Karin dari kejauhan, dia datang bersama Shion. "ini aku bawakan makanan ringan" Karin memberikan beberapa snack Tanggo kepada teman-temannya.
"terimakasih Karin" Sakura mengambil tenggonya lalu membukannya untuk Ino Dan Hinata. "ini, kalian makanlah" kemudian Ino dan Hinata mengambilnya. "setidaknya kalian tak menyiksa diri" pikir Sakura.
"huuhhh..." Karin menghembuskan nafas panjanggnya lalu ikut duduk bersama. "kemana Sasuke dan kawan-kawan?"
"ya kemana suamimu Sakura?" tanya Shion
"sepulang sekolah tadi, mereka bilang ingin mengadakan pertemuan dengan semua anggota untuk membahas ketua baru" jelas Sakura
"setelah kepergian ketua lama pasti mereka butuh ketua, apakah Sasuke yang akan jadi ketua?" tanya Karin yang selalu bangga dengan pacarnya.
"bukan," Sakura menghela nafas "Naruto yang dipilih menjadi ketua"
"ngomong- ngomong apa nama grupmu" tanya Shion
"apakah Sai tak menceritakannya kepadamu?" Sakura berbalik bertanya
"dia tak menceritakannya"
"nama grup kami adalah white dragon" jelas Sakura "Naga Putih, seputih hati ketuanya yang setia kawan"
"grup ini lahir dari eratnya persahabatan mereka bertinga. The brothers selamanya tak akan mati walau dua diantaranya telah pergi. kini hanya tersisa Naruto saja dan dia pantas menjadi ketua clan karena grup ini adalah grup The brothers" tambah Sakura.
to be continued
