RAIN

-

CHANBAEK GS (GENDERSWITCH)

SCHOOL LIFE/DRAMA/ANGST/ROMANCE

RATE M

-

-

-

SUMMARY

Ada kisah dimana hati yang kaku, tak selamanya membeku……

Ada kisah dimana hati yang kosong, tak selamanya hampa……

Ada kisah dimana hati yang rapuh, tak selamanya hancur….

Selalu ada kisah dimana hujan membawa kita kembali bersama……

"Bawalah hatiku pergi"

"Datanglah padaku kan kubawa bahagia untukmu"

-

-

Ash Present

-

-

Chapter 3

Seoul, 16 Mei 2008

"Princess, bangun sayang. Kita harus menjemput seseorang." Meskipun Eomma nya mengguncang badannya tanpa henti, Baekhyun tetap memejamkan sipitnya tanpa ada niatan terbuka sedikitpun. Bagaimana tidak? Ini hari libur. Sudah seharusnya ia habiskan hari ini dengan bergelung dalam selimut. Hanya saja mengabaikan orang tua bukan gayanya sama sekali. Mengesampingkan keinginan pribadinya, dibuka sipitnya perlahan.

"Euumh, menjemput siapa eomma? Baekki masih mengantuk." Jawabnya dengan suara serak khas orang bangun tidur.

"Kita akan menjemput Appa sayang." Jawab Eommanya sembari mengelus surai legam Baekhyun sayang.

"APPA?" sontak matanya terbuka lebar hingga bola matanya seakan meloncat keluar. Eommanya hanya terkikik dengan respon si mungil.

"Benar. Lekaslah mandi kalau kau ingin segera bertemu dengan appamu."

"Baekki mandi Eomaa! Eomma tunggu saja di bawah, nanti Baekki menyusul." Serunya sambil berlari menuju kamar mandi.

Cuaca hari ini tampak bersahabat. Cerah dengan sedikit berawan dan Baekhyun telah siap dengan setelan kaos bergambar kuda poni kesukaannya serta celana jeans selutut. Rambutnya diikat satu, tak lupa sedikit poni menjuntai yang menambah kadar gemas pada gadis tersebut. Meskipun baru berusia 11, Baekhyun telah menjadi pribadi yang mandiri. Ia diajarkan Eommanya untuk tidak merepotkan orang lain, untuk itu tak heran jika diusianya yang masih belia, ia telah mahir menyiapkan kebutuhan serta merawat dirinya sendiri.

Setelah mematut dirinya di cermin, Baekhyun bergegas menuruni tangga dan menuju ruang makan. Disana, Eommanya tengah menyiapkan beberapa roti selai serta segelas susu strawberry kesukannya.

"Selamat pagi Eomma" ucap Baekhyun sembari berjinjit guna menempelkan sebuah kecupan hangan di pipi kanan sang eomma.

"Hei, Princess Eomma sudah wangi rupanya. Duduklah, setelah sarapan kita harus bergegas ke Bandara. Appa sebentar lagi sampai." Tutur Eommanya sambil mengelus sayang rambut Baekhyun.

"Baik Eomma."

45 menit setelahnya, Baekhyun dan Eommanya kini berada di ruang tunggu Bandara menanti kedatangan sosok yang amat dirindukan. Appanya adalah seorang pemimpin sebuah perusahaan besar di kotanya. Wajar saja kata sibuk tak akan absen dari kesehariannya. Dan kini, mereka akan bertemu sosok tersebut setelah 5 bulan Appanya berada di Negara tetangga.

Dan benar saja, tak lama menunggu sosok yang dianantikan datang dengan sebuah koper di tangan kirinya serta tas kerja di tangan kanannya. Baekhyun segera berlari menghampirinya dan disambut oleh pelukan hangat Appanya.

"Appa, Baekki sangat merindukan Appa." Adunya

"Appa juga sayang. Bagaimana kabar Baekki dan Eomma Hmm?"

"Kami baik-baik saja Appa, Eomma juga. Hanya saja, Eomma sering memarahiku karena aku telat bangun." Ujar Baekhyun sambil berbisik.

Sojin menghampiri Baekhyun yang tengah berbisik-bisik dengan suaminya.

"Hei Princess, kau sedang membicarakan Eomma?" tanyanya sambil menggelitik perut Baekhyun.

"Ahaha tidak Eomma, Tidak. Hihii geli, ampun eomma." Baekhyun memohon sambil berlari menghindar ke belakang Appanya.

Keluarga yang bahagia. Hyunjae bersyukur telah dikaruniai istri dan seorang anak perempuan yang selalu membuatnya tertawa bahagia tiap detiknya. Hanya saja ia masih memiliki kekhawatiran jika keluarga yang telah lama dibangunnya ini kelak rusak oleh berita yang dibawanya sepulang dari Jepang. Untuk itu, ia memutuskan untuk menyembunyikan terlabih dahulu dan memberitahukannya jika waktu telah menyetujui segalanya. Dalam ekspetasi pria dewasa tersebut, mungkin itu cara yang terbaik untuk saat ini. Hanya saja jika ditilik kembali kenyataan tak selalu seindah ekspetasi, right?

-

-

-

TBC

A.n

Hai semuaa, maaf yaa aku lama banget nggak up. Akhir-akhir ini banyak banget tugas sekolahkuu dan deadlinenya juga mepet mepeet, mulai dari buat film(Bindo), buat karya ilmiah, ngelukis, dan film pendek Bahasa Jawa. Bayangkan aja, buat karya ilmiah dari bab I-V harus selesai dalam seminggu. Jadi ya, itu alasan aku telat up beberapa minggu kemaren. Sekali lagi, maaf ya buat readers-nim. Ini aja aku nyolong-nyolong waktu buat ngetik. Padahal lagi kerkel buat naksah Bahasa Jawa hehe. *maaf ya aku jadi curhat disiniTerakhir, makasih buat yang udah baca cerita abal-abal ku ini yaa hehe. Dan yang udah review juga makasiiih banget. Oh iya, aku mau jawab pertanyaannya BaekHill, yang nanya Chanbaek itu seumuran atau nggak. Jawabannya Nggak. Kalau di Chapter sebelumnya, umurnya Baek itu 7 dan Chan 8. Jadi mereka beda setahun. Makasih juga buat dukungan kalian. HeheeBuat semuanya aja Fighting!!