Chapter 3 : Camp
.
.
The Zombie
Main cast : Hunhan
Support cast : muncul saat di butuhkan
Rating : 13+ (T/M)
Length : Chaptered
Genre : Action, Adventure, Gore, Horror
WARNING! YAOI
.
.
.
Previous chapter
"Ini enak Lu, kau harus mencobanya." Sehun mengambil kaleng dan sendok dari tangan Luhan, lalu menyuapkannya ke Luhan. Mereka menyuapi bergantian. Kris dan Taecyeon yang melihat itu tersenyum.
Taecyeon mulai berjalan menuju Mark dan berbiacara soal ia mengajak Sehun, Luhan dan Kris untuk bergabung ke perkemahan mereka dan Mark menyetujui.
"Ayo kita cepat pergi, sebelum malam tiba." Kata Mark memberitau. Mereka pun mulai bersiap untuk berjalan ke perkemahan.
Mereka mulai berjalan dengan cepat agar sampai sebelum malam tiba. Tanpa mereka sadari, sekumpulan zombie mulai menuju ke arah mereka. Bukan karena menyadari kehadiran mereka tetapi karena suara tembakan yang memancing sekumpulan zombie itu menuju ke arah mereka.
.
.
.
Mereka terus berjalan menuju perkemahan tanpa beristirahat agar mereka cepat sampai disana sebelum malam tiba. Mereka tidak banyak berbicara, perasaan canggung menguasai mereka. Luhan yang tidak tahan dengan kecanggungan mulai mengubah suasana sepi yang menghinggapi mereka dengan bertanya.
"Taecyeon-ssi, apa di perkemahan sana banyak orang ?" Luhan bertanya, ia berjalan di tengah-tengah Taecyeon dan Mark.
"Panggil aku hyung saja Lu." Kata Taecyeon menyuruh Luhan memanggilnya hyung.
"Y-ya.. Taec hyung." Kata Luhan tersenyum.
"Hmm.. disana ada lima orang ditambah kami berdua." Taecyeon balas tersenyum memberitahu Luhan.
Luhan terus berbicara bersama Taecyeon dan Mark, sedangkan Sehun dan Kris mulai mengawasi keadaan di sekitar mereka.
'SREEKK..'
'SREEKK..'
"Ssstt... berhenti!" Sehun menyuruh mereka untuk berhenti.
"Aku mendengar suara" kata Sehun lagi.
Mereka berhenti dan mulai mengawasi sekitar, tiba-tiba banyak zombie bermunculan yang berjalan ke arah mereka. Luhan langsung berlari dan berlindung di belakang tubuh Sehun.
"Kenapa zombie-zombie itu bisa mengikuti kita ?" Tanya Kris terkejut melihat banyak zombie yang berdatangan.
"Aku tidak tahu." Jawab Sehun setenang mungkin.
"Apa kita akan melawan semua zombie itu ?" Tanya Taecyeon panik.
"Itu satu-satunya cara agar mereka tidak mengikuti kita lagi." Jawab Sehun memberitahu mereka.
Mereka bersiap melawan para zombie yang berjalan ke arah mereka. Sehun langsung mendorong zombie yang berjalan paling depan ke batang pohon, ia menahannya.
'SREETT..'
"Tusuk atau hancurkan kepalanya agar zombie itu mati." Kata Sehun memberitahu, setelah menusukkan pisaunya ke kapala zombie itu.
'SREETT..'
'SREETT..'
'SREETT...'
Mereka berempat kecuali Luhan, mulai membunuh satu persatu zombie-zombie yang berdatangan dengan menggunakan pisau dan palu. Sehun membunuh zombie-zombie itu dengan brutal bahkan wajahnya banyak terciprat darah zombie yang ia bunuh. Kris, Taecyeon, dan Mark bergidik ngeri melihat kebrutalan Sehun membunuh para zombie itu. Setelah selesai membunuh para zombie, Sehun masih tetap menusuk-nusukkan pisaunya ke kepala zombie yang sudah tidak bergerak.
"Sehun berhenti! Kau membuat Luhan takut." Kata Kris berjalan dan menarik kencang pundak Sehun.
Setelah mendengar nama Luhan, Sehun langsung tersadar dan langsung menatap Luhan yang bersembunyi di belakang tubuh Taecyeon yang tinggi. Sehun berjalan ke arah Luhan yang berada di belakang Taecyeon, menarik tangan Luhan dan langsung memeluknya erat.
"Apa kau takut denganku Lu ?" Tanya Sehun berbisik. Luhan mengangguk.
"Maafkan aku Lu, Aku membuatmu takut." Kata Sehun mengusap punggung Luhan. Sedangkan Luhan hanya diam.
Luhan melepaskan pelukan Sehun dan merobek lengan baju seragamnya, lalu ia membersihkan luka lecet yang ada di tangan Sehun agar tidak infeksi. Sehun hanya menatap Luhan diam. Sehun tahu Luhan masih takut padanya, terbukti dari Luhan yang tidak mau manatapnya.
"Ayo kita harus melanjutkan perjalanan." Kata Taecyeon memecah keheningan.
.
.
.
.
Langit mulai menggelap. Mereka terus berjalan dengan keheningan menguasai mereka, Luhan yang biasanya tidak menyukai keheningan hanya bisa terdiam di samping Sehun yang mengenggam tangannya.
Sehun menatap adiknya dalam diam. ia mengeratkan genggamannya pada jemari Luhan. Luhan menyadarinya, hyungnya sedang menatapnya. Luhan juga menoleh dan membalas tatapan hyungnya.
Sehun tersenyum melihat Luhan yang menggemaskan ketika sedang takut. Luhan pun membalasnya dengan senyuman cantik yang memperlihatkan giginya yang rapi dan perasaan takut yang di rasakan Luhan menguap menghilang entah kemana hanya dengan melihat senyum hyungnya.
Mereka melewati jalan ber-aspal yang menuju ke bukit itu dan sebentar lagi akan sampai di perkemahan.
"Apa disini aman?" Tanya Kris.
"Aku tidak tahu. Saat kejadian ini terjadi, kami berdua sedang berburu." Jawab Taecyeon
"Apa anggotamu yang ada di perkemahan tahu kejadian ini?" Tanya Kris lagi.
"Sepertinya mereka belum mengetahui kejadian ini." Jawab Mark.
Setelah berbincang-bincang sedikit akhirnya mereka sampai di perkemahan. Mereka mendatangi orang-orang yang berkumpul di depan api unggun.
"Hai.. guys. Kami kembali." Taecyeon menyapa orang-orang yang berkumpul di depan api unggun.
"Apa kau mendapatkan nya Taec?" Kata salah satu dari mereka.
"Nope. tapi aku membawa orang baru yang akan bergabung bersama kita di perkemahan ini." Jawab Taecyeon.
"Kami bertemu di hutan, mereka sedang melawan zombie." Mark menimpali perkataan Taecyeon.
"MWO?" Mereka semua terkejut.
"Zombie? Apa kau sedang bergurau Mark? Apa kau kecanduan dengan film zombie. Zombie itu tidak nyata." Kata salah satu dari mereka tidak percaya.
"Hmm.. tidak. Kejadian ini baru saja terjadi hari ini dan ini sangat-sangat nyata." Jawab Taecyeon
"Kami bahkan melawan banyak zombie sebelum kemari." Kata Mark memberitahu.
"Sebelumnya Perkenalkan itu Sehun, yang di sampingnya itu Luhan adiknya dan yang tinggi itu Kris. Kuharap kalian bisa berteman baik dengan mereka." Ucap Taecyeon pada kelompoknya sambil menunjuk Sehun, Luhan, dan Kris bergantian.
"Mulai sekarang kita harus berhati-hati, jangan sampai tergigit oleh mereka. Kita akan berubah menjadi mereka kalau kita sampai tergigit." Kata Taecyeon memperingati. Sedangkan Mereka mulai panik karena adanya kejadian zombie ini.
"Tenanglah! Jangan buat keributan di perkemahan ini, buatlah keadaan sehening mungkin agar zombie-zombie itu tidak kemari." Ucap Taecyeon menenangkan anggotanya.
"Bagaimana kalau zombie itu tetap kemari?" Tanya si namja berwajah kebarat-baratan panik.
"Matikan semua lampu yang ada di perkemahan ini. Jangan ada yang keluar dari tenda tengah malam dan yang terpenting jangan buat keributan. Apa kau mengerti Vernon?" Jawab Taecyeon pada namja yang berwajah kebarat-baratan itu atau Vernon.
"Baiklah.." Ucap Vernon berdiri dari tempat duduknya dan mulai mematikan satu-persatu lampu yang berada di perkemahan.
"Aku akan menyiapkan pakaian dan tiga tenda untuk kalian. Dan Kalian bergabunglah bersama Taec hyung." Kata Mark pada Sehun, Luhan, dan Kris. Ia beranjak dari duduknya.
"Tidak. Aku dan Luhan akan berada dalam satu tenda." Kata Sehun. Dan Mark mengacungkan jempolnya pada Sehun dan segera pergi.
Setelah kepergian Mark, mereka ikut berkumpul bersama teman-teman baru mereka di depan api unggun. Luhan tersenyum, banyak orang berkumpul bersamanya sekarang. Sehun dan Kris hanya diam menikmati pikiran masing-masing.
"..Amber" orang yang duduk di sebelah Luhan menjulurkan tangannya dan memperkenalkan diri.
"Y-ya.. aku Luhan" Luhan menyambut uluran tangan Amber.
"Apa benar yang di katakan Taec dan Mark tentang zombie?"
"Benar, bahkan kami di serang saat hendak menuju kemari. Apa kalian benar-benar tidak mengetahui kejadian ini?" Ucap Luhan sekaligus bertanya. Amber menggeleng.
"Bagaimana dengan keluarga kami yang berada di kota?" Amber menutupi wajahnya menggunakan tangannya. Ia takut memikirkan keluarganya tidak selamat.
Luhan hanya bisa mengusap punggung amber, ia juga tahu rasanya, keluarganya tidak selamat. Setelah di rasa Amber cukup tenang, Luhan mulai menatap sekitar dan berhenti pada namja tampan di sebrang sana yang juga menatapnya intens.
Namja tampan itu langsung membuang muka karena ketahuan sedang menatapnya. Namja tampan itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi entah kemana.
"Aku sudah menyiapkan tenda dan gantilah pakaian kalian. Aku menaruhnya di atas kasur." Datang Mark memberitahu.
"Terima kasih Mark hyung." Luhan tersenyum cantik
"Sama-sama Lu. Kalian sekarang bagian dari perkemahan ini, jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan pada kami." Mark membalas tersenyum sambil mengusak rambut madu Luhan.
"B.I tolong tunjukkan tenda mereka, tendanya bersebelahan dengan tendamu." Ucap Mark pada namja tinggi yang memakai topi hitam.
"Baiklah." Ucap B.I beranjak dari tempatnya duduk.
B.I mengantar mereka menuju tenda yang sudah di siapkan oleh Mark. Dan Mereka mulai memasuki tenda masing-masing. Di dalam tenda,Sehun membuka bajunya yang kotor dan memperlihatkan otot perut dan lengan yang sangat sempurna itu. Luhan bahkan tersipu malu melihat hyungnya topless di hadapannya.
"Apa kau malu Lu ?" Tanya Sehun tersenyum menggoda.
"Ti-tidak.." kata Luhan tergagap ketahuan sedang tersipu malu.
Luhan mengambil handuk dan duduk di samping Sehun, ia membersihkan wajah Sehun dari darah zombie yang sudah mengering. Ia mengusap wajah Sehun dengan pelan sambil menatap hyungnya dan sehun juga membalas menatap adiknya.
Sehun memajukan wajahnya dan langsung melumat bibir Luhan panas, membawa Luhan ke pangkuannya. Luhan dengan senang hati menuruti keinginan hyungnya dan mengalungkan tangannya pada leher Sehun.
Sehun melepas ciuman panasnya dan mulai mengecupi bibir luhan secara bertubi-tubi dengan cepat.
"Gantilah dulu pakaian mu Lu." Sehun menyuruh Luhan mengganti pakaiannya.
"Iya.. Sehunnie."
Luhan membuka satu-persatu kancing seragam sekolahnya dan memperlihatkan tubuhnya yang putih nan mungil tanpa cacat. Ia menggantinya dengan kemeja putih polos yang kebesaran di tubuhnya tanpa memakai celana.
"Jangan menatapku seperti itu Sehunnie." Luhan menutupi wajah nya dengan telapak tangan.
"Kau sangat sexy Lu, bahkan 'adikku' mulai terasa tegang." Ucap Sehun yang memegang 'adiknya'.
"Sehunniie.." Luhan mengerucutkan bibirnya kesal. Sehun terkekeh melihat Luhan yang malu sekaligus kesal.
Setelah asik menggoda Luhan, Sehun mulai mengganti baju seragamnya yang kotor dengan T-shirt hitam polos yang membentuk otot tubuhnya dan mengganti celananya dengan jeans pendek selutut.
"Apa kau lihat ini Lu, ia merasa sesak." Ucap Sehun menunjuk celananya yang menggembung.
"Sehunniiee... jangan menggodaku." Ucap Luhan masih mengerucurkan bibirnya kesal.
"Iya..iyaa. cepat kesini, berbaringlah di sebelahku." Sehun menyuruh Luhan berbaring disebelahnya.
Luhan mengikuti perintah Sehun berbaring di sebelahnya. Sehun menarik Luhan mendekat dan memeluknya erat. Ia memeluk Luhan dari belakang.
Hari ini sangat melelahkan untuk mereka berdua mulai dari zombie yang memakan kedua orang tua mereka sampai tiba di perkemahan ini. Mereka tidak mau membahas tentang kedua orang tua mereka karena menurut mereka kedua orang tua mereka sudah tenang di sana. Setelah sibuk dengan pikiran masing-masing akhirnya mereka tertidur dengan tenang.
.
.
.
.
05.00 AM
Luhan terbangun dari tidurnya, ia tersenyum melihat tangan Sehun memeluk erat pinggangnya. Ia tidak tahu hubungan apa yang ia jalani bersama hyungnya selain hubungan antara kakak dan adik. Tetapi di dalam dirinya, ia berkata, Sehun hanya milik-nya. Begitu juga Sehun terhadap dirinya, tidak ada yang boleh memilikinya selain hyungnya sendiri.
Sehun sangat posesif terhadap dirinya, bahkan banyak namja dan yeoja di sekolah mereka yang takut menyatakan cinta padanya karena tidak mau berakhir berurusan dengan hyungnya.
Setelah asik dengan pikirannya, Luhan melepaskan tangan Sehun dari pinggangnya. Ia beranjak dari tidurnya dan memakai celana pendek casual yang disiapkan Mark tadi malam. lalu ia keluar dari tenda dan berjalan menjauh.
Luhan mendudukkan pantatnya pada rerumputan dan memejamkan matanya menikmati semilir angin yang berhembus. Tiba-tiba Ia membuka matanya, ia merasa di awasi seseorang. Luhan mulai melihat-lihat disekitarnya dan ia melihat seseorang berjalan menuju hutan yang ia lewati kemarin.
Luhan beranjak dari duduknya dan mengikuti seseorang itu. Ia mengikuti seseorang itu dalam diam. Sepertinya ia mengenalinya. Seseorang itu adalah namja tampan yang menatapnya intens tadi malam.
'KREEKK'
Luhan tidak sengaja menginjak ranting. Ia kembali melihat kedepan dan kehilangan namja tampan itu, ia terus melihat sekeliling mencari keberadaan namja itu. Tanpa disadari Luhan, namja itu muncul di belakangnya dan langsung memelintir tangan Luhan ke belakang.
"Kenapa kau mengikutiku?" Tanya namja itu berbisik.
"A..-ku me-..lihatmu menuju hutan dan aku penasaran, lalu aku mengikutimu." Jawab Luhan kesakitan dan gugup karena ketahuan mengikuti seseorang itu.
"Kembalilah ke perkemahan." Namja tampan itu melepaskan tangan Luhan dan menyuruhnya kembali.
"Kau juga harus kembali. Disini berbahaya." Luhan menahan tangan namja tampan itu dan namja itu langsung melepaskan tangan Luhan.
Ketika namja itu hendak kembali berjalan, Luhan menahannya lagi dan langsung menyeretnya kembali ke perkemahan. Namja tampan itu hanya pasrah di seret oleh Luhan. Ia melihat tangannya yang di genggam Luhan dan menimbulkan perasaan senang saat Luhan mengenggam tangannya. Tapi ia cepat-cepat menutupinya dengan ekspresi datar.
Ketika di pertengahan jalan menuju perkemahan, tiba-tiba muncul satu zombie di hadapan mereka berdua. Luhan panik melihat zombie itu. Zombie itu berjalan ke arah Luhan dan menyerangnya.
Luhan terjatuh dan kakinya terkilir. Zombie itu mengapai-gapai kakinya dan ia berusaha menjauh menggunakan tumpuan tangannya. Tetapi Zombie itu berhasil menggapai kakinya dan bersiap menggigitnya.
'DUUGGH..'
'DUUGGH..'
Namja tampan itu datang dan menghantamkan batu besar ke kepala zombie itu. Luhan menghela nafas lega, ia hampir saja tergigit. Namja tampan itu menghampiri dan membantu Luhan berdiri. Mereka kembali berjalan menuju ke perkemahan.
"Terima kasih. Kau telah menyelamatkanku." Luhan berjalan terpincang-pincang.
"Naiklah ke punggungku!" Ucap Namja tampan itu menyuruh Luhan.
"Ti..-dak aku masih bisa berjalan sendiri." Ucap Luhan berusaha berjalan.
"Aku tau kau kesakitan." Namja tampan itu langsung menggendong Luhan bridal style. Luhan kaget, ia langsung mengalungkan tangannya di leher namja tampan itu.
"tanganmu tidak akan kuat mengangkatku seperti ini e..-" kata Luhan menatap namja tampan itu.
"..Mino." namja tampan itu menyebutkan namanya tanpa melihat ke arah Luhan.
"Hmm.. Mino hyung kau bisa menurunkanku sekarang." Ucap Luhan meminta sambil menatap Mino.
"Tidak. Kau akan memperlambat perjalanan kita menuju perkemahan." Mino menolak menurunkan Luhan. Setelah permintaannya di tolak, Luhan diam. Ia menatap lekat Mino dan ia teringat dengan seseorang.
"Kau mirip dengan hyungku." Kata Luhan pelan
"Hah?." Mino menatap Luhan datar.
"Tidak apa-apa." Kata Luhan. Mino kembali menatap kedepan dengan ekspresi datarnya.
Luhan tersenyum melihat Mino, ekspresi datarnya terlihat sama dengan hyungnya. Luhan menjulurkan tangannya ke arah sudut bibir Mino dan menariknya keatas. Membentuk senyuman
"Kau terlihat tampan jika seperti ini." Kata Luhan tersenyum.
Mino tersenyum dalam hatinya melihat Luhan. Jantungnya berdegup kencang saat Luhan menyentuh bibirnya. Kemudian ia kembali menggunakan ekspresi datarnya agar Luhan tidak mengetahui kalau ia sedang gugup.
.
.
.
.
Mereka telah sampai di perkemahan. Amber yang baru saja keluar dari tendanya, melihat Mino yang sedang menggendong Luhan bridal style. Ia menghampirinya dan membantu Mino mendudukkan Luhan di kursi.
"Kenapa dengan kakimu Lu ?" Amber bertanya pada Luhan.
"Aku tidak memperhatikan jalan hyung dan yahh.. kakiku terkilir. Untungnya Mino hyung lewat dan membantuku." Kata Luhan berbohong.
"Aku akan mengambilkan salep untuk kakimu." Amber pergi menyisakan Luhan dan Mino.
"Terima kasih Mino hyung. Kau sudah menolongku.." Luhan tersenyum ke arah Mino.
"Kenapa kau berbohong?" Mino menatap tajam Luhan.
"Aku tidak mau memberitahu Amber hyung tentang aku mengikutimu hyung. Nanti Amber hyung akan memberitahu hyungku kalau aku mengikutimu dan di serang zombie. Jangan beritahu hyungku Mino hyung." Luhan memohon dengan puppy eyesnya. Mino ingin tersenyum tapi ia urungkan dan ia hanya mengangguk.
"Terima kasih Mino hyung." Luhan tersenyum. Sedangkan Mino pergi tanpa membalas ucapan terima kasih Luhan.
"Aku kan hanya mengucapkan terima kasih." Luhan kesal dan memeletkan lidahnya pada Mino.
.
.
.
.
Setelah kakinya diberi salep oleh Amber, Luhan berjalan menuju tendanya yang tentu saja di bantu oleh Amber dengan membopongnya.
"Terima kasih Amber h..-hyung." Luhan tersenyum.
"Sebenarnya aku yeoja Lu, tapi aku senang kau memanggilku hyung. Aku tidak suka di panggil noona." Kata Amber memberitahu Luhan.
"Benarkah?" Amber mengangguk
"Jadi kau harus memanggilku hyung." Amber tersenyum mengusak rambut Luhan.
"Berhenti.. hyung. Rambutku jadi berantakan." Luhan mengerucutkan bibirnya.
"istirahatlah Lu." Amber membantu Luhan masuk ke tenda.
Setelah masuk ke dalam tenda, Luhan mendudukkan dirinya di samping Sehun yang sedang tidur. Ia memainkan rambut Sehun dengan jarinya, sesekali ia juga meniup telinga Sehun.
Sehun mulai merasa terganggu dengan kegiatan Luhan. Sehun membalikkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya pada pinggang Luhan.
Setelah asik mengganggu tidur hyungnya, Luhan berbaring di pelukan hangat Sehun, mencari posisi yang nyaman Dan akhirnya jatuh tertidur di pelukan hangat sang hyung.
.
.
.
.
To be Continued
yeyyy.. Author balik lagi... Siapa yang masih nunggu ff ini?
maaf baru bisa update hehe.. Semoga kalian suka dengan chap inii..
kalian suka chap yang panjang atau yang pendek ? review aja, ntar di balas kok, walaupun ga semuanya hehe..
