ONLY YOU AND ME

Naruto by MASASHI KISHIMOTO

Chapter 4 : Because you my special one

"Kami sudah siap kapan saja, Orochimaru-sama!"

"Jangan terlalu bersemangat Kabuto. Kali ini kau harus berhasil, kalau tidak kau yang akan aku bunuh."

"Kali ini pasti berhasil, saya sudah siapkan para nukenin, yang juga punya dendam pada desa Konoha."

"Konoha harus membayar untuk kedua tanganku ini."

Seorang pria muda berkaca mata merasakan sebuah chakra penuh dendam, yang terasa sangat menusuk dan mengerikan menguar dari dalam tubuh orang yang selama ini dilayaninya. Jika dia tak ingin mati ditangan tuannya itu, maka rencana penyerangan terhadap Konoha harus berhasil. Karena kali ini kepalanya yang jadi taruhannya.

Kami-sama…entah untuk yang keberapa kalinya hari ini, aku kembali teringat padanya. Hatake kakashi. Aku benar-benar tak bisa membendung perasaanku ini. rasa ini mengalir begitu saja menjadi cinta, mengalir seperti air sungai yang mengalir begitu saja ke laut.

Hatake kakashi aku ingin menyentuh cintamu, ingin miliki hatimu, ingin selalu memelukmu dan seiring waktu yang terus berputar aku akan selalu tenggelam dalam mimpiku. Aku mencintaimu sepenuh jiwaku, tiap tetes darah yang mengalir dalam ragaku menyimpan rasa cintaku hatiku terluka sayangku padamu akan tetap bertahan.

Sejak aku bertemu denganmu, saat pertama kali aku merasakan getar-getar aneh dalam sanubariku, sejak saat itu pula selalu kucoba untuk mengerti dan memahami segala rasa yang ada di hatiku. Kadang jiwaku meragu, tetapi sering juga hatiku yakin bahwa aku memang jatuh cinta sekarang aku tengah merindukanmu, lalu aku merasa aku menginginkamu melebihi apapun. Terkadang aku tak dapat membendung segala emosiku, begitu kuatnya dirimu berdiri di hatiku, telah mengakar dan tumbuh di jiwaku. Hingga tak sedetikpun tak bisa kutepiskan bayang dirimu dariku.

"….channnn….."

"…lee-cchhaaannn….."

"AYLEE-CCHHAANNNN…"

"Aaaahhhhhhh…."

Aku menjerit terkejut saat suara yang begitu kukenal memanggilku dengan keras, tepat ditelingaku. Segera kepalaku menoleh ke samping kiri tubuhku, hanya untuk melihat Ikana-chan yang menatap tajam padaku.

"Ada…ada apa Ikana –chan? Kenapa kau berteriak ditelingaku ehh?"

"Aku tak kan berteriak kalau kau segera menjawabku, sudah tujuh kali aku memanggilmu dan kau masih asyk dengan lamunanmu Aylee-chan."

Aku melamun lagi, dan ini entah untuk yang keberapa kalinya aku sendiri tak tahu. Aku baru percaya apa yang ditulis dalam buku yang pernah kubaca, bahwa cinta dapat mengubah seseorang, bahwa cinta dapat membuatmu jadi tak waras. Dan bahkan kini aku percaya bahwa cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada. Bagaimana mungkin aku tak percaya jika aku sendiri tengah mengalaminya sekarang. Dan yang lebih membuatku heran aku jatuh cinta pada pria yang bahkan aku sendiri belum tahu bagaimana wajahnya, seperti apa dia.

"Katakan padaku Aylee-chan, siapa pria beruntung itu?"

"E..ehh…apa madsudmu Ikana-chan?"

"Madsudku siapa pria yang membuatmu jatuh cinta?"

Senyum mengembang sempurna pada wajah putih milik Ikana-chan, dan semakin membuatku tak berkutik. Bagaimana dia bisa tahu kalau saat ini aku tengah memikirkan, bahkan jatuh hati pada seseorang.

"Tidak….aku…hanya….."

DDDUUUUAAAAARRRRRRRR…

Belum sempat kuselesaikan kata-kataku, terdengar suara ledakan yang teramat nyaring disertai dengan getaran yang cukup hebat. Kaca-kaca pecah dan berhamburan, berterbangan, seperti daun kering yang diterbangkan oleh angin.

"Kkkyyyaaaaa…"

"Ikana-chan…"

Tak lama suara jeritan dan derap langkah kaki yang berlarian terdengar gaduh. Teriakan terdengar disana-sini. Bercampur suara tangis anak-anak yang ketakutan. Suasana ini sama seperti waktu penyerangan Orochimaru dulu.

"Aylee-chan…ayo segera keluar dari sini!"

Ikana-chan menarikku untuk segera keluar dari toko. Yang pertama kali kulihat adalah orang-orang yang berlarian dengan penuh kepanikan, kepulan asap tebal, suara-suara ledakan yang bercampur dengan jeritan, dan juga banyak sekali kalajengking yang berwarna semerah darah.

"Ikana-chan…sepertinya desa sedang diserang. Kita harus ke tempat evakuasi sekarang juga, secepatnya!"

Ikana-chan mengangguk mengerti, seluruh warga Konoha tahu jika sewaktu-waktu desa diserang, penduduk sipil harus segera ke tempat evakuasi. Yang letaknya ada di dekat bukit tempat wajah para Hokage-sama dipahat.

Beberapa orang shinobi terlihat melompat dari satu atap ke atap lainnya. Aahhh….Kakashi….bagaimana dengan Kakashi apa dia baik-baik saja? Apa dia terlibat dalam pertarungan? Kami-sama tolong lindungi dia untukku. Jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya. Jangan sampai dia terluka.

"Aaaahhhhhhhh….."

"Aylee-chaaaannnn…."

Aku tak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja pangkal leherku terasa panas dan sakit. Tanganku meraba leherku dan kurasakan ada sesuatu menempel disana. Refleks segera kutepis benda yang menempel itu, ternyata salah satu kalajengking yang berwarna darah itu terlempar dari leherku.

"Aylee-chan kau tak apa?"

Seluruh tubuhku terasa kesemutan dan nyeri, bahkan sulit untuk digerakkan. Seluruh persendianku terasa membeku. Tepat ditempat hewan berwarna merah itu menyengatku terasa sangat panas dan sakit.

"I…ikana…chan …la..lari…."

Mataku menatap tajam pada dua sosok yang sedang mendekat kearah kami, dua sosok tinggi besar yang sangat menakutkan, dengan banyak luka gores diwajahnya. Kulihat hitai-ate yang mereka kenakan. Bukan…..itu bukan hitai-ate Konoha. Itu hitai-ate lambang desa Kumogakure dan Sunagakure, terlebih lagi ada goresan melintang pada hitai-ate itu. Mereka nukenin…ninja buron…penjahat yang lari dari desanya.

"Ika…na….la…riiii….."

"Ti..tidak mungkin…aku tak mungkin meninggalkanmu!"

"La..la..riii….a..aku…mo..hon…"

Dengan sisa tenaga yang kumiliki aku meminta pada sahabat baikku untuk segera menyelamatkan dirinya. Apalagi saat dua orang nukenin itu semakin mendekat dan menyeringai seram menatap kami. Ikana-chan terduduk disampingku yang sedari tadi terbaring di tanah, aku benar-benar tak bisa bergerak. Aku yakin kalajengking itu beracun. Ikana-chan menangis ketakutan sambil menggenggam tanganku.

"Hei…hei…Kuromaru, sepertinya gadis itu tersengat kalajengking beracun milik Tsukushi, kita bawa saja dia. Bukankah Kabuto-sama meminta kita untuk membawakan beberapa orang untuk bahan percobaannya?"

"Kau benar kita tak perlu repot-repot mencari. Tugas kita hanya membawakan pesanan Kabuto-sama."

Dua orang itu semakin mendekat. Salah satu dari mereka membopongku dibahunya, dan salah seorang lagi melempar tubuh Ikana-chan. Aku ingin menjerit dan memukul orang yang berani-beraninya berbuat kasar pada sahabatku, tapi apa dayaku? Aku tak dapat bergerak, jangankan bergerak untuk mengucapkan sepatah katapun aku tak bisa. Seketika ketakutan menyelimutiku, air mata menetes dari kedua mataku.

Tubuhku semakin gemetar ketakutan saat mereka melompat pergi, kudengar Ikana-chan menjerit, kecemasan, ketakutan, dan putus asa tercermin jelas pada wajah Ikana-chan. Aku tak pernah merasa ketakutan seperti ini. rasa takut yang teramat sangat menelusuk di tiap bagian tubuhku. Tak pernah kurasakan ketakutan dan keputus-asaan seperti ini sebelumnya. Apa aku akan mati?

Seorang gadis berlari tak tentu arah didalam kekacauan yang melanda desa Konoha. Desa yang selalu tenang itu, kini tengah dilanda kepanikan yang luar biasa. Orochimaru, orang licik yang ingin balas dendam dengan memanfaatkan dendam orang lain. Dia memerintahkan para nukenin untuk menyerang Konoha, tetapi saat ini dia hanya diam dan bersembunyi di markasnya. Lempar batu sembunyi tangan.

Ikana berlari tak tentu arah, takut? Tentu. Tapi saat ini justru rasa khawatir dan cemas yang begitu menguasainya. Sahabat baiknya telah dibawa lari oleh orang yang menyerang desa. Saat ini dia hanya ingin mencari bantuan untuk menolong sang sahabat. Tak dipedulikannya shuriken yang beterbangan, atau api yang berkobar dikanan dan kiri jalan yang dilaluinya. Beruntung dia melihat tiga sosok yang telah begitu dikenalnya.

"Kotetsu-kunnnn….."

"Ahh..Ikana-chan kenapa kau ada disini, cepat pergi ke tempat tim evakuasi!"

Kotetsu menatap khawatir pada kekasihnya. Dia terlihat lusuh, rambut pendek sebahunya terlihat acak-acakan, bajunya penuh dengan debu.

"Me..me..mereka…mereka membawa Aylee-chan pergi…"

"Apa katamu?"

Seorang pria berambut perak, menatap tajam pada gadis dihadapannya. Jantungnya serasa berhenti seketika saat mendengar apa yang dikatakan oleh kekasih Kotetsu. Aylee…seketika itu juga rasa khawatir yang teramat sangat mendera dirinya.

"Kemana mereka membawanya pergi Ikana-san?"

"Aku tak tahu…ada dua orang yang membawanya, dan juga Aylee tersengat kalajengking berwarna merah itu!"

Sebagai seorang elit shinobi, yang juga mantan Anbu-taichou Kakashi selalu tenang dan dapat berpikir jernih dalam segala situasi dan kondisi. Tapi saat ini semua itu tak berlaku baginya. Aylee dibawa lari oleh nukenin dan lagi dia terluka, tangan sang legenda sharingan itu mengepal erat. Rahangnya mengeras menunjukkan seberapa besar kemarahannya. Pada titik ini Kakashi benar-benar tak akan mengampuni kedua orang itu.

"Oeyy…Kakashi….kau mau kemana?"

Kakashi tak mempedulikan teriakan dari Genma dan Kotetsu. Saat ini yang jadi prioritas utamanya adalah menyelamatkan gadis yang telah sanggup mencuri hatinya. Yang bisa membuat jantungnya berirama tak karuan.

`aku pasti akan datang menyelamatkanmu Aylee, tak peduli apapun yang akan terjadi. Kumohon bertahanlah dan tunggulah aku.`

Dengan kecepatannya sebagai jounin terkuat di Konoha, tak butuh waktu lama bagi Kakashi untuk mencapai gerbang desa. Untuk pertama kali dalam hidupnya sang copy ninja tak mematuhi kode etik desa yang selama ini dibelanya dengan mempertaruhkan nyawa. Dia tak membela desanya saat ini, tetapi lebih memilih untuk pergi menyelamatkan seorang gadis yang dirasakannya sangat special dalam hidupnya.

"Kuchiyose no jutsu!"

Sekelebat asap tebal muncul bersamaan dengan munculnya sekelompok ninken milik Kakashi. Saat ini dia membutuhkan bantuan dari ninkennya untuk mencari jejak keberadaan Aylee.

"Ada apa Kakashi?"

"Pakkun aku butuh bantuan kalian. Cari dan temukan jejak Aylee secepatnya!"

"Aylee…? Gadis yang bekerja di toko kue itu?"

"Benar, dua orang nukenin membawanya.'

"oe..oe…aku tak tahu bagaimana bau Aylee itu."

"Tenang saja Bisuke, cari saja bau gadis dengan aroma vanilla."

Kakashi dengan tak sabar menunggu tanda dari ninkennya. Entah kemana perginya kesabaran dan juga ketenangannya. Bagi seorang Kakashi yang selalu menerima misi tingkat S, dimana maut selalu mengintainya tak pernah sedikitpun dia memiliki ketakutan akan hal itu, tapi sekarang dia benar-benar takut. Takut sekali saat gadis manis yang diam-diam dicintainya diculik dan terluka.

"AAAUUUUU…."

Terdengar auman panjang dari arah timur, sepertinya Uhei telah menemukan jejak gesit Kakashi berlari ke arah asal suara itu.

TBC

YOOO….akhirnya bisa update juga. Maaf kalau penggambaran kekacauannya jelek, aku benar2 gak bisa buat adegan itu maaf. Buat para reader makasih ya buat dukungannya. TERIMA KASIH BANYAK. So RIVIEW YANG BANYAK YA!