I REMEMBER YOU

Sabtu pagi ini, kediaman Kyuhyun cukup ramai, karna kehadiran orangtua Sungmin dan Yesung yang datang berkunjung untuk sarapan bersama karna undangan dari orangtua Kyuhyun.

Mungkin pagi ini bertambah ramai karna Kyuhyun yang akan pertama kalinya ke taman bermain, di selama hidupnya. Hidup Kyuhyun bisa dibilang sempurna, karna dia tidak usah bolak-balik rumah sakit untuk terapi kesehatannya. Dokter sudah menyatakan semua yang ada didiri Kyuhyun adalah sehat.

"Kau lupa mengancingkan mantelmu." Tutur Sungmin seraya mengancingkan satu persatu kancing mantel Kyuhyun. Hari ini memang cukup dingin, tapi tidak membuat semangat Kyuhyun dan Sungmin menurun.

Kyuhyun menatap wajah yang berada dekat darinya ini. Semuanya terpahat sempurna, persis seperti putri legenda yang Kyuhyun sempat baca. Sejak semalam, memang Kyuhyun tidak pernah melepaskan pandangannya dari Sungmin, entah kenapa. Apalagi saat dia terbangun tadi, senyum Sungmin sudah menyambutnya, membuat dia kembali bertanya, ada apa sebenarnya dengan dia. Atau mungkin, ada apa sebenarnya dengan mereka berdua?

"Sungmin…"

Panggilan Kyuhyun membuat Sungmin mendongak, namun justru membuat kedua wajah itu semakin dekat. Sungmin hanya berharap Kyuhyun tidak dapat melihat rona merah yang mulai ia rasakan karna pipinya memanas.

Keduanya kembali terdiam, sibuk menyelami perasaan mereka yang tidak dapat tergambarkan. Sungmin yang masih mencoba menutupi rasa malunya, sedangkan Kyuhyun yang masih bertanya kenapa jantungnya berdebar kencang.

"Sungmin." panggil Kyuhyun kembali. "Sebenarnya, apa yang terjadi pada kita dulu?"

.

.

.

Ketiga pemuda itu terlihat tertawa dengan gembiranya saat satu diantara mereka bisa membuat botol diujung sana terjatuh. Kyuhyun, sang pelaku, terlihat cukup bangga saat pejaga disana memberinya satu buah boneka sedang berbentuk beruang.

"Ya Kyuhyun-ah, kau cukup berbakat untuk menjadi penembak jitu!" canda Donghae seraya menepuk bahu Kyuhyun.

Sungmin sendiri sangat bahagia melihat Kyuhyun tertawa dengan riangnya. Berbeda sekali dengan 17 tahun yang harus pemuda ini lalui. Tapi seketika senyumnya berubah menjadi datar, ketika mengingat pertanyaan Kyuhyun sebelum mereka berangkat ke taman bermain. Bila Kyuhyun bertanya seperti itu, berarti Kyuhyun merasakan perasaan yang berbeda saat berada didekatnya, bukan?

Tapi Sungmin belum tahu harus menjawab dengan kalimat yang seperti apa. Untung saja tadi Donghae datang dengan tepat waktu, sehingga Sungmin dapat mengalihkan pembicaraan. Jujur, Sungmin masih takut Kyuhyun belum percaya dengan apa yang terjadi dengan mereka dulu.

"Eunhyuk kenapa tidak datang?" tanya Kyuhyun saat mereka bertiga sudah duduk disalah satu restoran di area taman bermain.

Donghae yang ditanya hanya menjawab dengan gelengan dan endikan di bahunya. Dia tahu jawabannya yang seperti ini tidak akan membuat kedua temannya puas. Namun hanya itu yang bisa ia keluarkan.

"Padahal akan sangat seru bila Eunhyuk. Apa aku telfon saja ya?" ide Sungmin yang disetujui juga oleh Kyuhyun. Sungmin segera menempelkan handphonenya yang sudah terhubung dengan Eunhyuk. Namun hihil, hanya operator yang menjawab telfonnya. "Yah tidak aktif."

"Mungkin Eunhyuk ada keperluan yang lain. Kalian sudah makannya kan? Kalau begitu ayo kita coba wahana yang lain!"

Donghae dan Sungmin tersenyum melihat semangat Kyuhyun yang menggebu-gebu itu, apalagi pemuda itu sudah berjalan duluan didepan mereka dengan mengamati satu persatu wahana yang ada disekelilingnya.

"Hey, bibirmu itu bisa-bisa terus melengkung bila tersenyum terus." Goda Donghae pada Sungmin yang memang terus tersenyum bila menatap Kyuhyun. "Kau bahagia melihatnya seperti itu?"

Sungmin mengangguk mantap, "tidak ada yang membuat aku lebih bahagia saat aku melihat Kyuhyun sehat, Kyuhyun dapat bergabung dengan kita untuk bermain. Aku benar-benar merasa berada dipuncak kebahagiaan."

"Namun, kalian masih dibatasi kata sahabat yang ada dipikiran orang itu. Kyuhyun belum mengingat betul siapa dirimu, Sungmin."

Sungmin membenarkan perkataan Donghae. Tidak ada yang salah. Sungmin menoleh ke arah sahabatnya yang berjalan disampingnya. Dengan senyum, pemuda itu berujar,

"Aku memang tidak ada dipikirannya. Namun aku tahu, aku akan selalu ada dihatinya."

.

.

.

"Wah, aku benar-benar merasa puas sekali bermain seharian tadi." Ucap Kyuhyun pada Sungmin dan Donghae saat mereka bertiga sedang berjalan pulang.

"Apa kau lelah?" tanya Sungmin, dengan meletakkan satu tangannya di pipi Kyuhyun. Pemuda itu hanya menggelengkan kepalanya.

"Sungmin, kita sudah sampai di rumahmu. Masuklah, hari ini sangat melelahkan buatmu pasti." Ucapan Donghae membuat Sungmin menurunkan tangannya dan bersiap untuk masuk ke dalam rumah.

"Kalian berdua juga harus pulang. Hubungi aku kalau sudah sampai dirumah ya!" ucap Sungmin dengan menatap kedua pemuda dihadapannya dengan tatapan ancaman.

"Sungmin, rumah ku disebelahmu, mana mungkin aku keluyuran lagi, hm?" tutur Kyuhyun membuat kekehan kecil di mulut Sungmin.

"Sudahlah, masuk sana. Yunho Ahjusshi pasti akan memarahimu karna pulang malam."

Sungmin hanya mencibir karna ucapan Donghae. Dan akhirnya melambaikan kedua tangannya ke arah Kyuhyun dan Donghae sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah.

"Kau pulanglah. Terima kasih sudah mengantarku dan Sungmin sampai dirumah." Kyuhyun tersenyum sangat manis ke arah Donghae yang masih berdiri dihadapannya.

Namun tidak ada respon dari Donghae, Kyuhyun merasakan bahwa dari kedua mata dibalik kacamata itu, Donghae ingin mengungkapkan sesuatu.

"Kyuhyun-ah."

"Hm?"

"Apa kau belum ingat hubungan seperti apa antara kau dan Sungmin?"

Kyuhyun terdiam, bertanya-tanya kenapa tiba-tiba Donghae menanyakan ini. Kenapa Donghae menanyakan hal yang beberapa belakangan ini terus menghantuinya.

"Aku belum bisa mengingat itu. Tapi, hal itu menjadi pikiran belakangan ini. Aku ingin bertanya kepada Sungmin, aku ingin mencari tahu. Aku benar-benar merasa ada ingatan yang tertinggal diotakku. Ak-"

"Kalau begitu jangan kau coba mengingatnya." Tutur Donghae yang membuat Kyuhyun bungkam seketika, "Jangan, jangan kau mencarinya."

Kini bukan hanya Kyuhyun yang bungkam, Donghaepun terdiam. Keduanya, berdiri berhadapan didepan gerbang rumah Sungmin. Dengan tatapan dari keduanya yang belum bisa terdefinisi.

Sampai pada Donghae memutuskan pandangan mereka berdua dan berbalik membelakangi Kyuhyun. Kedua kakinya sudah melangkah namun terhambat saat suara baritone milik Kyuhyun memberhentikannya.

"Apa mungkin- Apa mungkin kau menyukai Sungmin?"

.

.

Pemuda bertubuh kurus itu masih betah diposisinya yang terduduk bersandar di tembok kamarnya. Satu tangannya memegang satu lembar photo yang menampilkan empat pemuda dengan senyum merekah diwajah mereka.

Tapi hanya satu yang menjadi pusat tatapan pemuda itu. Hanya pemuda berkacamata yang merangkul dirinya di photo itu.

"Donghae-ah… kau mau menjadi kekasihku?"

Eunhyuk ingin menampar mulutnya sendiri. Reaksi Donghae yang hanya menatapnya itu bukan termasuk salah satu reaksi yang ia harapkan. Dan dia menjadi menyesal kenapa berani mengucapkan pertanyaan itu.

"Eunhyukkie?" Eunhyuk memberanikan diri balas menatap Donghae.

"Kau baik, sangat baik." Ucap Donghae yang membuatnya mengernyitkan dahi.

"Tapi maaf." Seketika tatapan Donghae berubah lembut, sangat lembut. Dan Eunhyuk sudah merasakan kedua kakinya melemas.

"Bukan kau yang aku cintai."

.

.

"Apa mungkin- Apa mungkin kau menyukai Sungmin?"

Donghae terdiam di posisinya yang masih membelakangi Kyuhyun. Sehingga Kyuhyun tidak tahu, reaksi apa yang dikeluarkan oleh temannya ini.

"Dong-"

"Ya, aku menyukai Sungmin." tutur Donghae yang kini berganti membuat Kyuhyun terdiam. "Aku sangat menyukai Sungmin, aku mencintainya."

.

.

.

Kyuhyun membolak-balik halaman demi halaman dari buku pemberian Seo Seonsaengnim. Sudah lebih dari satu jam namun tidak ada satupun yang Kyuhyun ingat, padahal hari ini guru privatnya itu akan datang untuk memberi test. Biasanya, Kyuhyun akan cepat tanggap dengan apa yang dia pelajari. Tapi sepertinya tidak untuk saat ini.

Otak Kyuhyun sangat penuh pagi ini. Apa lagi yang memenuhinya kalau bukan ucapan Donghae malam kemarin? Kyuhyun tidak tahu, kenapa rasanya seperti tidak terima saat mendengar bahwa temannya itu menyukai Sungmin. Padahal, bukankah tidak ada hubungan diantara dia dan Sungmin.

"Aish… Apa yang mereka sembunyikan dariku sebenarnya?" gerutu Kyuhyun seraya menutup bukunya. Percuma saja dia buka bila tidak dia baca.

Kedua mata coklat itu mengarah pada portrait yang baru-baru ini Sungmin ambil dengan latar taman belakang Kyuhyun. Dengan Donghae yang memegang kamera, wajah keempat sahabat itu terlihat bahagia. Apalagi wajah Sungmin yang tersenyum dengan lebarnya, sehingga gigi kelinci milik pemuda itu terlihat.

Kyuhyun menaikkan ujung bibirnya sedikit ketika melihat wajah Sungmin didalam pigura itu. Ada rasa senang melihat senyum itu, namun juga ada rasa bergetar di dalam hatinya.

Bukankah kalau kita menyukai seseorang kita akan bergetar hatinya?

Itu ucapan yang dia ucapkan dulu, itu juga ucapan yang memberi bukti lebih bahwa dia dan Sungmin ada sesuatu. Eunhyuk juga pernah bercerita bahwa bila menyukai seseorang, akan ada perasaan yang berbeda dibanding dekat dengan orang yang lain. Dan tentu, Kyuhyun merasakan perbedaan saat dia berada didekat Sungmin dan saat dia berada disekitar Donghae dan Eunhyuk.

"Kyuhyun? Kau sedang belajar?"

Sang Eomma masuk tanpa permisi dan mendekat ke arah Kyuhyun yang sedikit terkejut dengan kehadiran Eommanya. "Tidak juga. Ada apa memangnya, Eomma?"

"Tadi sarapanmu tidak habis, dan wajahmu juga kelihatan sangat lelah. Apa kau sedang tidak enak badan, Sayang?"

Kyuhyun menggeleng seraya mengarahkan tubuhnya menghadap ke Sang Ibu yang sedang duduk di pinggir ranjang. "Aku baik-baik saja, Eomma."

Sebagai seorang Ibu, Leeteuk tentunya tahu Kyuhyun sedang berbohong. Dari kedua mata Kyuhyun yang tidak fokus saat menjawab pun Leeteuk sudah tahu ada yang disembunyikan.

"Kyuhyun-ah, bagaimana dengan ingatanmu? Apa ada yang kau ingat sedikit?" tanya Leeteuk sambil membelai rambut Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak. Sepertinya sang Eomma tahu apa yang ada dipikirannya belakangan ini. Mungkin tidak ada salahnya bila bertanya dengan Ibunya ini.

"Eomma, apa mungkin ada sesuatu yang belum kalian beritahu kepadaku?" tanya Kyuhyun dengan kedua matanya menatap lurus ke arah sang Eomma, "Mungkin, antara aku dan Sungmin."

Kini berganti Leeteuk yang tersentak. Dia bisa saja memberitahu tentang hubungan yang dulu terjalin antara sang anak dan Sungmin, tapi janji yang pernah dia ucapkan kepada Sungmin menjadi pertimbangannya. Dia berjanji untuk tidak memberitahu apapun kepada Kyuhyun, dan membiarkan Kyuhyun mengingat dengan sendirinya.

"Memang kenapa, Kyuhyun? Apa ada yang kau ingat?"

Kyuhyun menggeleng, "aku tidak ingat. Tapi perasaanku, Eomma. Aku merasa bahwa aku dan Sungmin….bukan hanya sahabat."

Leeteuk tersenyum kecil mendengar penuturan Kyuhyun. Ingatan anak itu memang hilang, namun sepertinya hatinya tetap sama seperti dulu.

"Kyuhyunnie, Eomma senang kalau kau bisa merasakannya. Tapi untuk jawaban yang kau minta, Eomma tidak bisa berikan. Mungkin, kau bisa bertanya kepada Sungmin. Atau mungkin, kau bisa mencarinya secara perlahan." Leeteuk berdiri dari duduknya dan mendekat ke kening Kyuhyun untuk mencuri cium di kening sang anak, "percaya kepada Eomma, kau memerlukan ingatan itu, Sayang."

.

.

.

Sungmin sesekali melirik ke arah Eunhyuk dan Donghae yang berjalan diantaranya. Biasanya, bila kedua sahabat ini bertemu, pasti ada saja yang mereka obrolkan atau mereka ributkan. Tapi tidak dengan pagi ini, keduanya hanya saling menyapa dan seterusnya Sungmin yang memulai obrolan.

"Eunhyukkie, kau kenapa tidak ikut kemarin sabtu?" tanya Sungmin, kembali memulai obrolan.

Yang ditanya hanya tersenyum dan mencuri pandang ke Donghae, "aku sedang tidak enak badan, Sungmin. Mungkin terlalu lelah untuk ujian besok."

Sungmin mengangguk paham, sedangkan Donghae, yang akar dari ketidakhadiran Eunhyuk, hanya mempertahankan ekspresi datarnya.

"Tiba-tiba aku ingin makan burger, bagaimana nanti sehabis kuliah, kita membeli burger dan makan di rumah Kyuhyun?" tanya Sungmin dengan memasang wajah memohon ke arah Donghae dan Eunhyuk. Kedua temannya itu hanya terkekeh kecil, karna keduanya sangat paham tentang kebiasaan Sungmin yang selalu tiba-tiba bila menginginkan sesuatu.

"Kedua pipi ini bisa meledak bila kau makan makanan seperti itu terus, Sungmin." goda Donghae seraya sebelah kanan pipi Sungmin.

Eunhyuk yang melihat langsung salah tingkah. Bagaimanapun, Donghae adalah seseorang yang ia cintai, dan juga seseorang yang menolak cintanya. Dan sekarang, didepannya Donghae tertawa lebar dengan sesekali menggoda bisa melihat, ekspresi itu, ekspresi yang tidak ia lihat ketika Donghae bersamanya.

Mungkinkah, seseorang yang sebenarnya Donghae cintai itu adalah Sungmin?

"Eunhyukkie, kau diam saja? Ada apa?"

Suara Sungmin membuyarkan semua lamunan Eunhyuk. "Tidak ada, Sungmin. Aku ke kelas duluan ya, kelas kita berbeda kan pagi ini? jadi aku duluan ya?"

Sungmin mengerjapkan matanya melihat Eunhyuk yang pergi begitu saja. Biasanya, pemuda kurus itu akan menunggu bel dulu baru masuk kelas. Kenapa tiba-tiba sahabatnya itu bisa rajin begini?

"Sungmin, aku lupa, ada buku Eunhyuk yang aku pinjam. Jadi aku balikkan dulu ya. Kau duluan saja ke kelas." Tutur Donghae seraya menepuk puncak kepala Sungmin. Dan berlalu begitu saja. Meninggalkan Sungmin yang kembali bertanya-tanya. Ini baru pertama kalinya selama mereka berkuliah bersama, Donghae meninggalkan Sungmin sebelum sampai di kelas. Bukannya Sungmin marah, hanya merasa janggal saja.

"Donghae menyusul Eunhyuk? Mereka itu kenapa ya? Apa jangan-jangan mereka sudah berpacaran? Hua!"

.

.

"Eunhyuk!"

Pemuda bertas selempang itu berhenti melangkah saat suara yang sangat ia kenal menghentikannya. Dengan pelan, dia berbalik agar menghadap pria yang ia tahu pasti sudah berada dibelakangnya.

"Ada apa?" tanya Eunhyuk yang sudah berhadapan langsung dengan Donghae.

"Kenapa kau berubah?"

Eunhyuk tersenyum kecut saat mendengar pertanyaan Donghae yang sepertinya tidak tahu keadaan. Ia tidak tahu harus merutuki kebodohan lelaki ini atau memang lelaki ini tidak tahu.

"Kenapa aku berubah? Jadi, bisa kau beritahu aku bagaimana bisa aku tidak berubah saat aku ditolak oleh sahabatku dan melihatnya memperlakukan sahabatku yang lain begitu istimewanya?"

Donghae tidak berkata apa-apa dan membiarkan Eunhyuk meluapkan semuanya.

"Apa bisa aku tidak berubah bila menerima kenyataan bahwa orang yang aku cintai ternyata mencintai sahabatku sendiri?" tutur Eunhyuk dengan suaranya yang bergetar. Namun sebisa mungkin dia menahan airmatanya. Ini masih terlalu pagi untuk kembali menangis.

Sedangkan Donghae, pemuda berkacamata itu sedikit terkejut mendengar penuturan Eunhyuk. Bukankah itu berarti Eunhyuk sudah tahu siapa yang dia cintai bukan?

"Sungmin. Kau mencintai Sungmin, bukan?"

Seakan bisa membaca pikiran Donghae, Eunhyuk berkata dengan lantangnya. Untung saja koridor kampus ini masih sepi dan jarang mahasiswa lain lewat.

"Kau tahu?" cicit Donghae.

Eunhyuk kembali tersenyum mengejek ke arah Donghae. "Hanya orang buta yang tidak tahu kau menyukainya. Oh, bahkan orang buta juga bisa mendengar suara lembutmu bila bersama Sungmin. Jadi, menurutku semuanya tahu bila kau menyukai Sungmin. Hanya sahabatmu itu saja mungkin yang tidak mengetahuinya. Jadi katakan saja kepadanya ka-"

"Itu tidak mungkin."

Eunhyuk langsung bungkam saat Donghae menyela ucapannya. Bahkan wajah Donghae juga berubah keras. "Kenapa?"

"Sungmin adalah kekasih Kyuhyun sebelum Kyuhyun lupa ingatan. Jadi, aku tidak ada kesempatan. Sungmin sangat mencintai Kyuhyun, kau tahu?"

Kedua mata Eunhyuk terbuka lebar mendengar hal yang baru saja ia ketahui selama ini. Jadi ini jawaban selama ini melihat sikap Sungmin yang terhitung sangat mengistimewakan Kyuhyun. Mereka berdua, bukan hanya sekedar sahabat.

"Mereke sebenarnya berpacaran?"

Donghae mengangguk. Dan membiarkan hatinya sendiri sakit ketika mengakui hal itu. Eunhyuk sendiri sudah kembali dari keterkejutannya dan kembali memperhatikan wajah Donghae. Dia dan pemuda ini tidak jauh berbeda, mereka berdua sama-sama mencintai seseorang yang tidak balik mencintai mereka.

"Bukankah kau masih ada kesempatan? Kyuhyun masih lupa ingatannya dengan Sungmin, jadi kau bisa merebut Sungmin saat ini, bukan?" tanya Eunhyuk yang sangat bertolak belakang dengan hatinya. Sebenarnya dia sangat tidak menginginkan Donghae mempunyai kesempatan untuk bersama Sungmin.

"Aku juga berpikir seperti itu dulu. Tapi bila itu dipikirkan lagi. Aku menjadi sangat bersalah. Jadi biarkan saja."

"Apanya yang dibiarkan?"

"Biarkan saja aku dan Kyuhyun sama-sama berjuang mendapatkan Sungmin. Walau aku sudah tahu apa jawaban Sungmin, tapi saat merasakan bahagia didekat Sungmin, itu sudah cukup. Bahkan lebih dari cukup."

.

.

.

Kyuhyun sedikit mengintip ke keadaan rumah Sungmin yang masih sepi. Padahal ini sudah jam 4 sore dan biasanya, Sungmin sudah ada di rumah Kyuhyun untuk menemaninya. Tapi, sepertinya pemuda manis itu telat sehingga Kyuhyun harus menyusulnya ke rumah.

"Kyuhyun? Kau sedang apa?"

Kyuhyun kenal suara itu, suara kakak lelaki Sungmin, Yesung Hyung. Kyuhyun menoleh ke arah Yesung yang baru saja datang. "Ah, Hyung. Kau sudah pulang? Aku mencari Sungmin."

"Oh, anak itu bilang akan pergi makan burger bersama Donghae sebelum pulang. Tapi mungkin sebentar lagi dia pulang. Kau mau menunggu di dalam?"

.

Yesung yang sudah berganti baju rumahan langsung menduduki dirinya disebelah Kyuhyun yang duduk di ruang keluarga. Sebagai mahasiswa jurusan kedokteran tingkat akhir, waktu Yesung memang sedikit untuk bersantai, jadi waktu seperti ini sangat ia manfaatkan.

"Hyung, tadi kau bilang Donghae dan Sungmin makan bersama?" tanya Kyuhyun kepada Yesung. Pertanyaan itu sudah sedaritadi ingin dia lontarkan, tapi melihat Yesung yang sepertinya ingin ganti baju dulu, mengundurkan niatan Kyuhyun.

Yesung mengangguk, "tadi aku bertemu mereka digerbang. Saat aku tawarkan pulang bersama, mereka menolak."

"Apa mereka sering pergi bersama seperti itu?"

Kedua mata Yesung yang tadinya memperhatikan tv, kini beralih menatap Kyuhyun. "Mereka memang sering pergi bersama. Setahuku, Donghae itu teman Sungmin saat di Sekolah menengah sampai sekarang. Apalagi, Donghae itu selalu ada disamping adikku itu. Aku sendiri tidak sampai sebegitunya kepada Sungmin."

Penjelasan Yesung membuat Kyuhyun tertegun. Dari cerita Yesung, berarti Donghae benar-benar meluangkan waktunya demi Sungmin. Dan seingat Kyuhyun, Sungmin selalu bersama Donghae saat mengunjunginya dirumah.

"Hyung, apa saat aku sakit dulu dan tidak ingat tentang Sungmin… Donghae ada disamping Sungmin?"

Yesung menaikkan satu alisnya, pertanyaan Kyuhyun ini kenapa terkesan introgasi?

"Tentu. Tadi aku sudah bilang bukan kalau Donghae selalu ada disamping Sungmin? Sungmin sangat kecewa mengetahui kalau kau tidak mengingatnya saat kau sadar, dan malam itu juga Donghae menggendong Sungmin dipunggungnya untuk mengantar Sungmin pulang. Aku merasa bersyukur Sungmin mempunyai sahabat seperti Donghae."

Kyuhyun terdiam, dan segala spekulasi bermunculan diotaknya. Lain diotak, lain juga dihati. Hatinya begitu tidak tenang mendengar Sungmin sebegitu dekatnya dengan Donghae.

"Yesung Hyung, apa kau tahu, sebelum aku kehilangan ingatanku, aku dan Sungmin itu ada ap-"

"Aku pulang!"

"Aku juga ikut Sungmin pulang!"

"Hahahahaa!"

Yesung maupun Kyuhyun sontak menoleh ke arah pintu depan yang menampilkan Sungmin dan Donghae sedang tertawa seraya membuka sepatu mereka.

"Kalian sudah pulang? Mana burger titipanku?" Yesung segera menghampiri sang adik untuk mengambil burgernya. Dan melupakan pertanyaan Kyuhyun yang terpotong. Sedangkan Kyuhyun masih saja terdiam melihat kehadiran dua orang yang baru saja mereka bicarakan.

"Kyuhyun!" Sungmin berlari kecil menghampiri Kyuhyun dan segera duduk disampingnya. Mengeluarkan satu burger dan memberikannya kepada Kyuhyun. "Makanlah, aku dan Donghae mengantri lama untuk mendapatkan ini."

Kyuhyun tersenyum seraya mengambil burger yang diberikan, dan kini pandangannya berganti menghadap Donghae yang duduk dibangku sebelahnya. Kyuhyun melirik Donghae yang masih saja bercanda dengan Sungmin. Terlihat raut bahagia di wajah Donghae bila di dekat Sungmin.

"Kyuhyun? Kau melamun? Makanlah, nanti burgermu bisa diambil oleh monster makanan ini." canda Donghae seraya menunjuk Sungmin sebagai korban candaannya.

"YAA!"

Pemuda yang duduk diantara Donghae dan Sungmin hanya bisa tersenyum kecil melihat pertengkaran kecil antara keduanya. Kyuhyun terus saja melempar pandangannya dari Sungmin ke Donghae, dia merasa aneh dengan situasi seperti ini. Ada banyak perasaan yang dia rasa. Perasaan yang sepertinya sudah lama tidak dia rasakan, atau tidak pernah dia rasakan?

Kyuhyun merasa tidak senang mengetahui Sungmin tertawa begitu lepas bukan karenanya, dan Kyuhyun juga merasa tidak senang mengetahui Sungmin hanya bisa melepas tangisnya bila bersama Donghae. Kyuhyun ingin mengingat apa yang terjadi dengan hidupnya dulu sehingga dia merasakan hal seperti ini. Dia tidak ingin terus-terusan bertanya ke semua orang dengan jawaban yang tak pasti. Kyuhyun yakin, bila dia berusaha keras untuk mengingat, pasti akan ada ingatan-ingatan yang singgah di otaknya.

Kenapa kepalaku tiba-tiba sakit?

Kyuhyun mengeratkan genggamannya pada kantung burger saat merasakan kepalanya sakit tiba-tiba. Ini memang pertama kalinya dia mencoba mengingat ingatannya yang hilang, dan ternyata sesakit ini kah kepalanya?

Suara Donghae dan Sungmin yang masih bercanda tidak menyadari tentang kondisinya pun masih terdengar. Kyuhyun mencoba menoleh ke arah Sungmin untuk meminta pertolongan, namun ternyata itu adalah opsi yang salah. Melihat wajah Sungmin, membuat kepala Kyuhyun bertambah sakit.

"Aku tidak akan melupakanmu."

Genggaman Kyuhyun pada kantung itu makin erat. Kyuhyun dapat mendengar suaranya sendiri di dalam otaknya. Ia yakin, itu adalah suaranya. Tapi ditujukan kepada siapa?

"Kyuhyun?"

Kini terdengar suara Sungmin dan Donghae yang bersahutan memanggilnya. Mungkin kedua sahabat yang sibuk bercanda itu sudah menyadari kondisi Kyuhyun.

Kedua mata Kyuhyun terpejam dan susah sekali terbuka, kepalanya sangat berat. "S-sakit.."

"Kyuhyun!"

Donghae segera membopoh Kyuhyun untuk memasuki kamar Sungmin dengan dibantu Yesung. Sedangkan Sungmin tidak bisa berbuat apa-apa karna begitu panik. Bagaimana bisa dia tidak panik melihat Kyuhyun kesakitan begitu?

.

.

.

"Aku tidak akan melupakanmu."

"Bolehkah kau memelukku? Tiba-tiba aku ingin kau peluk, hehehe."

"Kalau begitu aku tidak mau dioperasi."

Suara-suara milik dirinya sendiri berlalu lalang di pikirannya dan membuat tidur Kyuhyun tidak nyenyak. Dia sendiri tidak tahu kapan ia ucapkan itu dan dengan siapa ucapan itu ditujukan. Tapi kenapa itu bermunculan diotaknya?

"Kyuhyun…"

Kini suara yang ia yakini milik Eommanya menyeruak masuk, dan membawa Kyuhyun menuju kesadaran. Dengan pelan, dia mencoba beradaptasi dengan cahaya yang masuk.

"E-Eomma…"

Kyuhyun yakin itu Eommanya. Tapi bukankah dia tadi ada dirumah Sungmin? Atau Eommanya yang sedang berkunjung ke rumah Sungmin?

"Kepalamu masih sakit?" tanya lembut sang Eomma dengan membantu Kyuhyun untuk bersandar di ranjangnya. "Appa yang membawamu ke rumah saat kau pingsan tadi, sayang."

Sang anak mengangguk dengan sesekali masih memegang kepalanya yang masih terasa berat. Kyuhyun masih tidak habis pikir kenapa kepalanya bisa tiba-tiba sakit, dan kenapa pingsan segala? Di rumah Sungmin pula!

"Apa yang kamu rasakan, Sayang?" Leeteuk menghapus keringat-keringat yang ada di dahi Kyuhyun. "Eomma dengar kau mengigau."

Kyuhyun terdiam sesaat untuk mencoba mengingat suara-suaranya yang bersahutan saat dia tidur tadi. Mencoba mengumpulkan karna siapa tahu sang Eomma mengetahui, dengan siapa ucapan itu ditujukan.

"Eomma.." Kyuhyun melirik sang Eomma yang masih setia membelai rambutnya, "aku mendengar suara-suara saat aku tidur tadi. Apa mungkin itu suaraku dulu?"

"Memang kau mendengar apa, Sayang?"

"Aku berkata kalau aku tidak mau dioperasi, aku mau dipeluk, dan…..aku tidak akan melupakan seseorang. Tapi aku tidak tahu dengan siapa aku berbicara. Apa Eomma tahu aku berbicara dengan siapa?"

Leeteuk tertegun mendengar ucapan Kyuhyun. Sedikit banyak, Leeteuk tahu Kyuhyun pernah mengucapkan itu. Bukankah dulu saat Kyuhyun akan dioperasi dan mengetahui akibatnya, anak ini menolak untuk dioperasi?

"Kyuhyun!"

Sepasang Ibu-Anak itu menoleh ke arah pintu kamar yang menampilkan Sungmin dan Donghae. Sungmin segera duduk di ranjang Kyuhyun dan mengecek suhu badan lelaki itu. Sedangkan Donghae menarik kursi belajar untuk duduk disamping Leeteuk.

"Kau masih sakit?" tanya Sungmin dengan menatap lurus ke Kyuhyun. Lelaki itu hanya menggeleng sambil tersenyum.

"Sungmin, Kyuhyun mendengar suara-suara di mimpinya. Kyuhyun, coba tanyakan kepada Sungmin, mungkin dia tahu." Leeteuk bergantian menatap kedua pemuda yang ada di ranjang itu.

"Memang apa yang kau dengar?" kini Donghae yang sedari tadi diam mulai ikut memandang Kyuhyun.

Kyuhyun tidak langsung bertanya kepada Sungmin, namun bergantian menatap Sungmin dan Donghae. Wajah dari kedua orang itu berbeda, ada rasa penasaran di wajah Sungmin, namun di wajah Donghae, terlihat raut cemas disana.

"Tidak, aku lupa apa yang aku dengar. Lagipula itu hanya mimpi, dan bisa saja itu hanya film yang ku tonton kemarin." Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Sungmin dan Donghae dan lebih memilih untuk kembali berbaring diranjangnya. "Maaf, aku rasa kepalaku masih sedikit pusing. Jadi tidak apa kan kalau kalian aku tinggal tidur?"

"Baiklah, kau juga harus tidur. Aku dan Donghae akan kemari lagi besok. Cepat sembuh Kyuhyun." Sungmin mengusap rambut Kyuhyun sebentar sebelum menarik Donghae keluar kamar. "Ahjumma kami pamit!"

Donghae menundukkan tubuhnya saat berpamitan ke Leeteuk sembari tersenyum, namun senyum itu mendadak lenyap saat menatap kedua mata Kyuhyun yang mengarah ke dirinya. Donghae tahu, itu bukan tatapan biasa, bukan tatapan yang sering Kyuhyun lontarkan padanya.

Dari tatapan itu, Donghae merasakan Kyuhyun memberinya sebuah permintaan maaf. Mungkin.

TBC

Hallo hallo semakin lama semakin cepet updatenya ahahaha

Soalnya udah mulai banyak tugas dan kegiatan minggu depan, jadi mending pas ada waktu luang aja deh muehehehe

Makasih banyak ya udah banyak tanggapan positif buat ff ini dan maaf banget karena masih banyak kekurangan disana sini dan tidak sesuai dengan jalan pikiran kalian ehehe.

Ohya, ada yang bilang ini mirip sama salah satu ff di ffn. Jujur, aku aja gak pernah baca ff itu ehehehe._. ff ini murni dan insyaAllah keluar dari otak aku sendiri. Cuman ada bantuan dari lagu blind (yesung), breath (jonghyun&taeyeon), tears(wax), to you(seo tai ji), remember this way(Jordan hill).

Terimakasih banyak yaa! Dan mohon reviewsnya heheh!