Dragon Shinobi
Disclaimer : Naruto Mashashi Kishimoto
Author : Namikaze Fansboy
Rated : T
Genre: Adventure/ Friendship/ Romance/ Other
Pair : [Naruto X Sakura] & [Sasuke X (?)]
Warnig : AU, OC, OOC, Typo, Mainstream, and other
- Dont Like Dont Read -
.
.
.
Summary : Lucifer itu dulu kini namanya Uzumaki Naruto, kematian dirinya didunia lain membuat takdir baru tercipta untuk dirinya agar menapaki dunia baru, bersama kedua Heavenly Dragon mampukah ia menjalani takdirnya?
~XXX~ Chapter 4 : Naruto Bridge ~XXX~
Kelompok 7 kini berada dikediaman klien mereka juga tadi sempat berkenalan dengan anak mereka, Tazuna menceritakan kejadian yang sebenarnya yang ternyata berujung pada Mafia Nami no Kuni yaitu Gato.
"Misi ini sudah masuk B+ Rank dan melihat musuh yang kita hadapi bisa saja menjadi A Rank, apa kita akan melanjutkan misi ini?" Tanya Kakashi pada anak didiknya.
Naruto mengangguk. "Tentu saja Sensei, kita jauh -jauh kemari masa kita harus kembali tanpa membawa hasil apapun?"
Seruan Naruto kini dibalas anggukan oleh kedua rekannya yang seketika menimbulkan rasa haru dihati Tazuna.
Brak!
Pintu tiba -tiba terbuka dengan kasar, semua pasang mata menengok kearah sumber suara yang nyatanya disana berdiri bocah berumur sekitar 9 tahunan.
"Lebih baik kalian kembali dan jangan membuang nyawa kalian sia -sia" Ucapnya dengan nada datar.
Naruto berjalan mendekati bocah itu. "Hey Gaki, kau tahu apa tentang dunia Shinobi? Jika kau hanya memiliki pemikiran seperti itu maka kau yang membuang nyawamu sia -sia"
"Jangan bertindak seperti pahlawan karena pahlawan akhirnya juga akan kalah"
Naruto tertawa sinis mendengarnya, melihat itu sang ibu segera menyeret putranya yang ternyata bernama Inari dan meminta maaf atas ketidak sopanan anaknya.
"Huft... Sudahlah aku mau mencari udara segar, apa kalian ingin ikut Teme Sakura-chan?"
Keduanya menggeleng. "Aku akan berada disini siapa tahu ada bahaya yang datang tiba -tiba" Sahut Sasuke.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu"
"Jaga dirimu baik -baik Naruto" Seru Sakura yang mendapat anggukan dari Naruto yang menghilang dalam kejapan mata.
Naruto kini tengah membaringkan tubuhnya direrumputan sekaligus mengistirahatkan pikirannya yang tak henti -hentinya tertuju pada kedua orang tuanya.
"Menurutmu apa aku berhasil mendapatkan gadis misterius itu untuk mengembalikkan kedua orang tuaku?" Tanya Naruto sedikit ragu.
"Apa kau meragukan dirimu Naruto?" Tanya Akka pada Naruto.
Naruto menarik nafas dalam. "Dari cerita kalian, dia termasuk superrior dan aku yakin kemampuannya pasti melebihi para Kage sekalipun"
Akka dan Shiroi mengangguk. "Untuk itulah kau harus melatih dirimu sekuat tenaga agar kau dapat menggapai gadis misterius itu, tapi bukan berarti setelah kau menggapainya masalah akan selesai begitu saja"
Naruto kini bangkit dari berbaringnya. "Apa maksudmu Akka?"
"Rantai kebencian, kalau kau berhasil mengalahkan gadis itu maka pasti akan ada seseorang yang akan membalaskan dendamnya"
Naruto mengangguk mengerti karena ia juga hampir terjerumus oleh kebencian jika Akka dan Shiroi tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada kedua orang tuanya dan warga Konoha.
Srek!
Naruto merasakan hawa keberadaan seseorang yang sepertinya sedang mengawasinya.
"Siapa disana?" Seru Naruto.
Sesaat kemudian muncul sosok cantik dalam balik pohon, mata Naruto menyipit tanpa menduga ia tahu bahwa ia pernah bertemu dengannya.
"Maaf aku hanya memetik bunga, perkenalkan namaku Haku"
Naruto menatap tajam. 'Dia adalah orang yang membawa Zabuza dan mengaku sebagai Hunter nin itu' Batin Naruto.
"Ahh... Tidak apa Neesan aku hanya sedang menanangkan diri disini saja"
Haku memeringkan kepalanya. "Tapi kelihatannya kau bukan ninja Kiri?"
"Memang benar, aku adalah ninja Konoha yang sedang misi di desa Nami"
"Lalu kenapa kau berada disini bersantai dalam menjalankan misi?"
Naruto mengedikkan bahu. "Hanya bersantai seejenak tak ada yang salah bukan?"
Haku mengangguk.
"Oh ya lalu kenapa Neesan sendiri keluar sedangkan di Kiri sendiri terjadi pemberontakkan?" Tanya Naruto pada Haku.
Dan jelas sekali Naruto melihat kegugupan dalam iris mata tersebut membuat dirinya menyeringai tipis.
"Aku lihat suasananya sedikit kondusif, kalau begitu aku permisi dulu"
Pamitnya kemudian beranjak meninggalkan Naruto ditempat sepertinya ia sedang menyembunyikkan sesuatu terutama saat ia mengatakkan pemberotakka diri Kirigakure.
"Sebenarnya ini bukan urusanku tapi aku sungguh penasaran apa yang sedang terjadi di Kirigakure, kenapa ia sangat takut tadi?" Gumam Naruto.
"Sepertinya ada hubungannya dengan kepemimpinan Yondaimme Mizukage yang terkenal dengan kekejamannya hingga Kirigakure terkenal dengan desa berdarah hingga sekarang" Jelas Shiroi.
Naruto mengkerut. "Ah sudahlah aku sungguh penasaran apa yang sedang terjadi, lagipula menantang bahaya adalah hobiku" Dengan cepat Naruto membuat Hand Seal Kagebunshin atau lebih tepatnya Chi Bunshin.
Poft!
"Ada apa Boss?"
"Aku ingin kau menggantikkan tempatku sementara aku akan mencari tahu apa yang terjadi di Kirigakure, aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan Zabuza"
Bunshin Naruto mengangguk kemudian beranjak meninggalkan Bossnya. "Aku harus mencari tahu" Ucap Naruto kemudian beranjak kearah berlawanan dengan Chi Bunshinnya.
Tep!
Naruto kini berdiri diatas sebuah dahan pohon menatap kedepan dimana sebuah kelompok sedang memasang tenda disana dengan berbagai alat ninja yang menandakkan mereka adalah pemberontak yang ingin menggulingkan kekuasaan Yondaime Mizukage.
Set!
Naruto dengan segera melakukan manuver untuk menghindari serangan Shuriken yang mengarah padanya.
"Siapa kau dan apa yang kau lakukan disini?" Tanya seorang pria yang menutupi sebelah matanya.
Naruto menatap sekeliling sepertinya dirinya dalam kondisi yang kurang menguntungkan karena dikelilingi oleh ninja -ninja kuat. 'Apa yang harus kulakukan, apalagi aku sendiri tak akan menang melawan perempuan berambut maroon itu karena kekuatannya setingkat Kage' Batin Naruto.
"Namaku Uzumaki Naruto, aku berasal dari Konoha aku sedang melakukan misi pengawalan ke desa Nami"
Wanita berambut Maroon itu mendekat. "Lalu apa yang membuatmu sampai datang kemari?"
"Momochi Zabuza, dia menyerang kelompokku dan aku tak bisa melepaskannya begitu saja"
Wanita itu membola matanya terlihat sangat terkejut, ia tahu Zabuza bekerja untuk Gato demi membantu finansial pasukan pemberontak tapi ia tak mengira Zabuza akan menyerang ninja Konoha.
"Ao, ini bisa membahayakan Kirigakure jika anak ini melapor pada Hokage kalau kita menyerang ninja Konoha"
Ao mengangguk. "Anda benar Mei-sama, lalu apa yang harus kita lakukkan?" Tanya Ao.
"Baiklah lebih baik kita bicarakan didalam Uzumaki-san" Saran Mei yang dibalas anggukan oleh Naruto.
Sekarang Naruto dan Mei duduk berhadapan untuk bernegosiasi yang Naruto yakini mengenai masalah Zabuza dan ia bisa memanfaatkan keadaan ini.
"Aku ingin menjelaskan bahwa Gato adalah dalang dimasalah kalian, Zabuza bekerja pada Gato untuk membantu finasial pasukan kami"
"Tapi tetap saja yang menyerang kami adalah ninja Kiri bukan?" Ucapan Retoris Naruto sontak membuat Mei bungkam tak tahu membalas apa.
Mei menarik nafas dalam. "Lalu apa yang kau inginkan bocah?"
"Mudah saja, aku ingin mengetahui tentang penyebab kenapa kalian melakukan pemberontakkan pada kekuasaan Yondaime Mizukage? Tenang saja aku akan merahasiakan ini" Naruto mencoba memberikkan kesepakatan yang saling menguntungkan.
"Apa aku dapat mempercayaimu?"
Naruto mengangguk. "Kau bisa pegang kalimat seorang Uzumaki" Ucap Naruto yakin.
"Apa jaminannya?"
"Nyawaku"
Melihat pancaran kejujuran dari netra saphire itu akhirnya Mei mengangguk setuju lagipula tak ada ruginya karena jika menolak dan Naruto melaporkan ini pada Hokage bisa saja Konoha menabuh genderang perang.
"Kami juga tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi karena dengan cepatnya Kirigakure menjadi desa berdarah karena perubahan Yondaime Mizukage yang sangat mendadak"
Naruto menautkan alisnya. "Berubah?"
"Ya, ia lebih diktaktor terhadap kekuasaannya membuat Kirigakure mengalami masa kelam, rasanya seperti Mizukage dicuci otak oleh seseorang"
"Tapi Mizukage sekarang bukannya adalah seorang Jinchuriki? Aku yakin tidak semudah itu bisa melakukannya" Sanggah Naruto merasa tak percaya.
"Hanya ada 2 orang yang dapat melakukan semua ini Naruto"
Naruto mengkerutkan dahinya mendengar suara Akka dikepalanya. 'Siapa?' Batin Naruto.
"Pertama Uchiha Madara yang disebut Ghost of Shinobi dan yang kedua Gadis misterius yang tengah kau cari"
Naruto mengangguk mengerti. "Kalau begitu bolehkah aku membantu kalian menghadapi Mizukage?" Tanya Naruto.
"Ini terlalu bahaya untukmu nak"
Naruto tertawa. "Jangan meremehkanku Mei-sama"
Mei memeluk tubuhnya sendiri kala udara dingin menyerang tubuhnya, semakin lama udara disini semakin dingin hingga rasanya seperti membeku jika ia tidak melapisi tubuhnya dengan elemen Yoton.
"Bagaimana Mei-sama, apa ini masih kurang untuk membuktikkan kalau aku mampu? Apa kau ingin aku menjadikan semua air di Negara Air menjadi Es?" Tanya Naruto sambil menyeringai penuh.
Mei akhirnya mengangguk. "Lalu apa untungmu membantu kami Naruto?"
"Aku ada urusan dengan orang yang berada dibalik Mizukage"
Mei menatap bingung sungguh ia tak mengerti apa yang dipikirkan oleh remaja seusia Naruto.
Srak!
Tiba -tiba datang seorang Ninja yang memasuki tenda dengan kasar membuat Naruto dan Mei menoleh penuh.
"Ada apa?"
Ninja itu membungkuk hormat. "Maaf menganggu negosiasi anda tapi pasukan Yondaime Mizukage sedang bersiap dan 3 Jam lagi mereka akan melakukan penyerangan"
Mei membola tak menyangka pasukan Yondaime akan bergerak secepat ini, lalu Mei memerintahkan untuk semua pasukan bersiap.
"Kau mau kemana Naruto?" Tanya Mei.
Naruto yang sudah bersiappun membatalkan niatnya. "Aku mendapat informasi dari Bunshinku yang dikalahkan oleh Zabuza bahwa kelompokku sedang berhadapan dengan Zabuza dan Haku tapi ada kejadian yang janggal" Jawabnya.
Mei mengangguk. "Kalau begitu perintahkan mereka untuk kembali karena pasukan Yondaime Yagura akan menyerang, katakan atas nama Mei Terumi Pemimpin pasukan Rebellion"
"Aku ragu mereka dalam kondisi baik tapi akan aku usahakan" Balas Naruto yang dibalas oleh Mei dengan sebuah anggukan.
~XXX~ Dragon Shinobi ~XXX~
Sring!
Naruto tiba -tiba muncul didepan Sakura yang saat ini sedang mengobati Sasuke yang sekujur tubuhnya tertanam jarum.
"Apa yang terjadi?" Tanya Naruto.
Sakura menoleh. "Darimana saja kau Baka, kau tidak tahu dari tadi kami sedang bertarung" Seru keras Sakura.
"Aku ada urusan tadi dengan seseorang" Jawab Naruto tenang kemudian berjalan mendekat kesalah seorang ninja bertopeng yang ia ketahui adalah Hunter Nin yang membawa Zabuza kemarin.
Tep!
Naruto menyeringai. "Kita bertemu lagi Haku-nee"
Naruto sesaat dapat melihat sosok itu menegang. "Apa maksudmu? Aku ini laki -laki jangan memanggilku dengan sebutan perempuan"
"Bagiku cukup untuk melihat kau adalah seorang perempuan Haku-nee"
Hunter Nin itu membuang nafas. "Sepertinya identitasku sudah terkuak"
Hunter Nin itu membuka topengnya menampilkan sosok gadis dewasa dengan wajah jelita menatap dirinya dengan datar berbeda dengan kemarin.
"Sepertinya aku harus membunuhmu bocah karena sudah mengetahui identitasku"
Naruto mengedikkan bahu. "Baiklah, kita coba ini"
[Ice Mirror : Clone of Sword]
Dari dalam sebuah cermin es muncul tiruan pedang Kubikiribucho milik Zabuza yang kemudian ia acungkan pada Haku.
"Mengangumkan bocah, kau dapat membuat tiruan pedang yang memiliki kemampuan seperti aslinya" Puji Haku.
Haku bersiap. "Tapi itu tak akan ada gunanya"
Haku kemudian meloncat masuk kedalam cermin yang entah dari kapan sudah tercipta mengelilinginya dari segala penjuru.
'Sepertinya ini akan sulit, tapi kalau dilihat level kami sama hanya type elemen yang akan menentukkan' Pikir Naruto.
"Naruto hati -hati jarumnya beracun"
Samar -sama Naruto mendengar teriakan Sakura tapi ia tahu maksud dari teriakan Sakura dan sepertinya ini akan sedikit merepotkan.
Slap!
Trank! Trank!
Dengan gerakan cepat Naruto menangkis jarum -jarum yang mengarah padanya, beberapa kali Naruto melakukan manuver untuk menghindari hujanan jarum beracun itu tapi ia sadar staminanya juga terbatas jadi.
"Aku harus melakukan sesuatu"
[Red Dragon Emperror : Satanic of Skewer]
Sebuah gelombang panas keluar dari tubuh Naruto, walau hanya sepersekian detik tapi cukup untuk menghancurkan cermin es milik Haku.
Wush!
Naruto melesat kearah Haku dengan pedang ditangannya kemudian ia ayunkan secara Vertical yang dapat ditahan oleh Haku dengan sebuah Kunai.
Trank!
Crash!
Setelah Naruto menebass tubuh Haku tiba -tiba ia hancur seperti es, sepertinya ia hanya Bunshin saja.
Sring!
Tiba -tiba Haku muncul dibelakang Naruto, ia yang tak sempat mempertahankan diri harus rela bahu kanannya tergores.
"Ugh..." Tiba -tiba saja tubuhnya melemas seraya lemas.
Haku berjalan mendekat kearah Naruto. "Racun yang kugunakaan sangatlah berbeda, racun itu puluhan kali lebih mematikkan dari yang tadi dan itu dapat melumpuhkan pergerakkanmu dalam waktu yang cukup lama walau tak menimbulkan kematian"
'Sial!' Desis Naruto dalam hati.
"Hosh.. Hosh.."
'Aku tak akan menang dalam mode manusia, aku akan menggunakan kemampuan nagaku, Akka Shiroi coba netralisir racun yang ada didalan tubuhku"
"Serahkan pada kami Naruto"
Naruto mengangguk kemudian memejamkan matanya seketika pupil matanya berubah menyerupai iris naga dengan pupil merah dengan aksen hijau vertikal dan taring yang mulai menunjukkan ketajamannya.
[Welsh Dragon : Human Dragon Form]
Blaaaar!
Ledakan energi besar tercipta kala Naruto kini memasuki modee kedua dari perubahan total Welsh Dragon yang masih dalam mode manusia.
Duar!
Haku tak menyadari apa yang baru saja terjadi tahu -tahu tubuhnya sudah dihantam dengan sangat keras oleh Naruto hingga tubuhnya membentur pinggiran jembatan.
[Welsh Dragon : Dragon Fire of Sky]
Wush!
Seketika tubuh Naruto dikelilingi oleh seekor naga api berwarna merah pekat dengan iris hijau menyala, semua yang melihat itu hanya dapat menganga termasuk Sasuke dan Sakura yang notabennya sudah cukup lama mengenal Naruto.
"Groaaaar!"
Naga api itu melesak cepat kearah Haku dengan cepat bahkan Zabuza yang sedang bertarung dengan Kakashi sampai menghentikkan pertarungannya demi melihat kondisi Haku yang kini tengah menutup mata bersiap menerima ajalnya.
Poft!
Tiba -tiba naga api itu menghilang, semuanya lagi -lagi terkejut melihat tindakan Naruto yang menurut mereka sangat mengejutkan.
"Hosh... Hosh... Aku bukannya tak ingin membunuhmu Haku-nee tapi aku tak ingin ada pertarungan dengan Mei Terumi pemimpin pasukan Rebellion"
Zabuza yang mendengar nama pimpinannya disebut ia langsung berjalan kearah Naruto.
"Apa hubunganmu dengan Mei-sama?" Tanya Zabuza.
Naruto menarik nafas bagaimanapun juga tubuhnya terasa lemas apalagi ditambah efek racun yang belum menghilang sepenuhnya. "Bisa dibilang kami adalah Partner, aku membantunya mengalahkan Yondaime Mizukage dan Mei-san juga meminta kalian untuk kembali karena pasukan Mizukage mulai mendekat ke camp"
Zabuza dan Haku terkejut dan terlihat Team 7 mulai mendekati Ketiganya.
"Sebenarnya ada apa Naruto?" Tanya Kakashi diikuti Sakura yang tengah memapah Sasuke.
"Pasukan Yondaime Mizukage mulai mendekat dan akan tetjadi peperangan didekat sini, dan aku berencana untuk menghadapi Yondaime Mizukage"
Semuanya terkejut karena tak menyangka Naruto akan senekat ini. "Kau gila hah? Yondaime Mizukage itu Jinchuriki Sanbi" Seru Sakura berusaha mencegah niat Naruto.
"Tapi hanya dia satu -satunya yang menjadi keberadaannya maka dari itu aku tak akan membiarkannya lepas sekalipun ia Jichuriki Sanbi bahkan Sanbi sekalipun aku tak akan melepasnya" Balas Naruto yang sudah bulat tekadnya, karena baginya mengembalikkan apa yang hilang pada dirinya terutama pada kedua orang tuanya dan Konoha ada tujuannya.
Kakashi menautkan alisnya bingung. "Siapa yang kau maksud dengan 'Dia' Naruto?" Tanya Kakashi.
"Aku tak bisa menjelaskannya Sensei karena memang situasinya sulit dijelaskan secada rasional"
"Dasar Bodoh"
Sebuah teriakan keras mengalihkan pandangan kelima orang itu yang ternyata disana Gato tengah berdiri bersama antek -ateknya yang memegang berbagai macam senjata, Zabuza yang ingin maju kedepan segera dihadang Naruto.
"Disini biar aku yang mengurus, kalian cepatlah ke Kamp supaya Sasuke bisa mendapat pertolongan pertama"
Zabuza dan Haku melesat terlebih dahulu diikuti Kakashi yang menggendong Sasuke menyisakkan Sakura dan dirinya.
"Kau masih menunggu apa Sakura-chan?" Tanya Naruto.
"Jaga dirimu baik -baik, jika kau tak datang bersama kami kupastikan kau akan mati ditanganku" Seru Sakura marah tapi dalam hati ia tak tega meninggalkan Naruto sendiri.
Naruto mengangguk. "Itu janjiku" Seru Naruto meyakinkkan Sakura.
Sepeninggalan Saakura kini Naruto menatap puluhan orang didepannya dengan ekspresi tenang walau ia masih belum pulih setidaknya ia masih bisa menyapu mereka hanya dalam hitungan detik karena dilihat mereka hanya berandalan biasa yang tak memiliki bakat Shinobi.
"Hyaaaaa!" Antek -Antek Gato kini maju kearahnya sedangkan Naruto sendiri juga ikut berlari kearah mereka.
[Chou Oodama Rasengan]
Sebuah bola spiral raksasa berwarna ungu tercipta diatas kepala Naruto yang kemudian ia hantamkan kearah lautan manusia itu membuat satu persatu dari mereka tersaapu dari jalan Naruto yang kini telah berdiri di depan sang Mafia Gato.
"Jadi ini Mafia yang dimaksud penduduk Nami?" Naruto tersenyum meremehkan melihat Gato yang berlutut padanya.
Gato masih berlutut memohon pada Naruto. "Kumohon jangan bunuh aku, aku akan memberimu uang berapapun yang kamu mau"
"Uang ya?" Naruto berpura -pura berpikir sejenak.
Tak lama berselang Naruto menyeringai. "Tapi sayangnya aku tak butuh"
Greph!
Sebuah tali api merah kini mengikat tubuh Gato, Naruto mendekatkan mulutnya ketelinga Gato kemudian membisikkan sebuah kalimat. "Bayangkan jika aku menggenggam tangan ini kemudian kau menjadi Abu bukankah itu menarik?"
Gluk!
Gato meneguk ludahnya berat. "Ku -Kumohon"
"Hahaaha... tenang saja aku tak sejahat itu" Naruto berbalik menatap penduduk Nami yang ikut tegang melihat apa yang akan Naruto lakukan pada Gato.
"Kalian bisa melakukan apa saja pada tua bangka ini" Ucap Naruto pada penduduk Nami kemudian ia segera menyusul rekan -rekannya sayup -sayup ia mendengar teriakan Gato yang sepertinya sedang disiksa oleh penduduk Nami.
~XXX~ Dragon Shinobi ~XXX~
Tep!
Naruto menginjakkan kakinya kembali ke Kamp pasukan Rebellion dengam nafas tersenggal, Sakura yang melihat Naruto segera menghampirinya.
"Bagaimana keadaanmu Naruto?" Tanya Sakura cemas.
Naruto menggeleng. "Aku tak apa hanya saja tubuhku terasa lemas seperti ingin melumer bagaikan air karena racun dari Haku-nee"
"Gomen ne Naruto-kun, tapi tenang saja walau itu racun pelumpuh yang cukup berbahaya tapi hanya berefek satu jam saja, dan aku sangat kagum karena biasanya orang yang terkena racunku akan mengalami kelumpuhan seketika"
'Jika aku tak memiliki darah naga pastinya itu akan terjadi' Batin Naruto.
"Sudahlah Haku-nee, kita sekarag dipihak yang sama lalu bagaimana keadaan Sasuke-teme?" Tanya Naruto.
"Ia sebentar lagi sadar ia hanya terkena racun pelemas otot saja"
Mendengar jawaban dari Sakura membuat Naruto menghela nafas lega. "Tipikaal Hunter Nin sekali Haku-nee semua racun yang kau miliki adalah pelumpuh"
Haku hanya tersenyum miring mendengar racauan Naruto. "Lebih baik kau istirahat Naruto-kun, bukankah kau ingin melawan Yondaime Mizukage?"
Mendengar kalimat Haku membuat Naruto mengalihkan pandaangannya kearah Sakura. "Apa Kakashi-sensei memberi Izin?" Tanya Naruto.
Sakura mengangguk. "Kakashi-sensei sepertimu Naruto, ia sangat tertarik dengan Sanbi ia bilang Sanbi ada hubungannya dengan orang yang sangat berharga untuknya" Jelas Sakura.
"Tapi ada hal yang cukup aneh, walau Yondaime Mizukage dikenal sebagai Jinchuriki Sanbi tapi kami tak pernah sekalipun kami pernah melihat Yondaime Mizukage menggunakan kemampuan Sanbi" Ujar Haku membuat Naruto bingung.
'Pasti ada hal yang ganjil dalam masalah ini? Sanbi, Yondaime Mizukage, Orang yang dianggap berharga oleh Kakashi, kemudian orang dibalik layar yang mengendalikkan Yondaime Mizukage' Naruto memikirkan ada apa keterikatan antara keempatnya.
Tik!
Naruto menjetikkan jarinya dikepalanya sudah muncuk sebuah hipotesis yang mungkin dapat memberinya petunjuk tentang masalah ini dan masalahnya.
"Ada apa Naruto?"
Naruto tersenyum. "Sekarang aku memiliki Hipotesis tentang masalah ini"
"Hipotesis apa?" Tanya Sakura pada Naruto tak mengerti.
"Begini Sakura-chan, Haku-nee aku memiliki alasan kenapa Yondaime Mizukage tak pernah mengeluarkan kemampuan dari Sanbi"
"Memang kenapa?" Tanya Haku penasaran.
"Singkat saja Haku-nee, karena ia bukanlah Jinchuriki seperti apa yang kita kira selama ini" Jelas Naruto yang membuat keduanya terkejut.
"Lalu dimana Sanbi berada?" Tanya Sakura.
Padangan Naruto menerawang keatas. "Kalimat Kakashi-sensei yang mengatakkan orang yang berharga baginya itulah yang menjadi Jinchuriki Sanbi yang sebenarnya"
'Karena seorang Jinchuriki tak akan pernah dapat dikendalikkan jika sang Bijuu belum dapat dikendalikkan sekalipun itu ninja sekaliber Uchiha Madara'
~XXX~ Tobe Continued ~XXX~
Akhirnya setelah sekian lama gak Up fic ini sekitar satu bulanan akhirnya sempet juga Up walau sekedar Intro untuk Chapter depan hehe...
Gak banyak catatan di Chap ini hanya berharap Reader suka dan jangan lupa RnR
