'Dia.. Kembali..' batin sakura.

Dengan takut dan pelan Sakura melirik Sasuke. Ia melihat Sasuke yang menatapnya rindu dan itu membuat dadanya sakit. Sungguh apa ini yang kejutan yang Kaa-san nya bilang?

Ini sungguh sangat mengejutkan dan sakit. Jika bisa memilih ia lebih memilih datang sendiri. Sakura tidak sanggup melihat tatapan Sasuke sungguh.

"Kenapa kalian hanya brdiri saja disana? Ayo kesini duduk" ucap Mebuki sambil meletakan panci yang masih panas itu diatas meja makan.

Dengan langkah kaku mereka berdua melanjutkan langkah mereka. Mereka masih menatap orang yang masih bergeming ditempatnya. Saat sedikit lagi jarak antara Sakura dan dirinya. Orang itupun langsung memeluk Sakura, namun Sakura hanya diam tidak membalas pelukannya.

" kau tidak merindukanku? Jahat sekali.." dengan nada merajuk.

Dengan perlahan Sakura pun membalas pelukan itu.

"Te-tentu saja, aku merindukanmu Hotaru-nee" lalu sakura pun melepaskan pelukannya. Sungguh ia tidak menyukai semua ini. Biarlah ia menjadi orang jahat disini.

Orang yang dipanggil Hotaru itu menoleh kesamping Sakura dan mengulurkan tangannya terhadap Sasuke. Sakura yang melihat itupun langsung memandang Sasuke yang bahkan tidak meliriknya.

Menyambut uluran tangan Hotaru, Sasuke pun tersenyum lembut. Jika saja diruangan ini hanya ada mereka berdua, Sasuke akan langsung memeluk orang dihadapannya.

Hotaru langsung melepasakan genggaman mereka dan melirik Sakura.

"Baiklah sudahi acara reuni kalian sebaiknya kita segera makan" Sakura yang mendengar suara itu langsung membalikan badannya dan melihat Tou-sannya yang baru memasuki ruang makan.

Tanpa babibu lagi Sakura langsung memeluk Kizashi. Ia sangat merindukan Tou-sannya. Sakura semakin mengeratkan pelukannya saat ia merasakan Tou-san nya membalas pelukannya dan mengusap kepalanya.

"Kau hanya menyangi Tou-san mu itu! Bahkan kau tidak datang langsung memeluku saat datang" ketus Mebuki saat melihat anaknya yang sangat nempel dengan ayahnya.

Kizashi dan Sakura hanya terkekeh. Sakura pun melepaskan pelukannya terhadap Tou-sannya dan berlari kecil memeluk sang Kaa-san dari belakang dan mengecup sekilas pipinya.

"Tentu saja aku juga menyanyangi Kaa-san setelah Tou-san tentunya" gurau Sakura. Dan dihadiahi jitakan kecil di kepalanya.

Makan malam mereka telah selesai dan sekarang Sakura dan Sasuke sedang berpamitan kepada kedua orang tuanya. Walaupun Mebuki menyuruh mereka untuk menginap, namun Sakura menolak dengan alasan besok suaminya harus bekerja.

Bukan itu alasannya Sakura ingin cepat cepat pergi dari tempat itu. Dia takut melihat Sasuke dan Hotaru tang terkadang ketahuan saling pandang oleh Sakura. Sungguh ia takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

.

.

Sesampainya dirumah, Sakura langsung pergi ke kamarnya tanpa mengucapkan apapun terhadap Sasuke.

Itu semua membuat Sasuke bingung. Jika Sakura sedih harus berpisah dengan orang tuanya kenapa ia harus ikut pulang dengannya. Karena tadi Sasuke dapat melihat Sakura yang bercanda riang dengan Tou-sannya.

.

.

Sudah lima hari sejak makan malam dirumah orangtua Sakura, dan Sakura sekarang lebih menjadi pendiam dan ia seperti menghindari Sasuke. Biasanya setiap pagi ia akan menyapa Sasuke dan akan menunggu Sasuke saat pulang kerja.

Entah mengapa itu semua membuat Sasuke merasa ada yang berbeda. Hari ini ia memutuskan untuk cuti. Ia merasa PENASARAN dengan sikap Sakura yang terkesan menjauhinya.

Walaupun Sasuke tau bahwa selama ini ia juga tidak mengcuhkan Sakura. Tetapi.. Dia tidak tau dia hanya merasa ada yang kurang saja. Dan mengingatkannya terhadap suatu hal.

Lain dengan Sasuke yang sedang kebingungan dengan tingkahnya. Dikamar, Sakura sedang sibuk mengetik cerita yang hampir deadline dan dia benar benar melupakannya jika editornya tidak menghubunginya saat ia sedang enak enak bergalau ria.

Memang saat pulang dari rumahnya Sakura merasa putus asa. Berbagai spekulasi buruk tentang Senpainya yang meninggalkannya atau malah bermain api dengan kakak angkatnya itu. Melihat bagaimana cara pandang mereka berdua.

Sakura merasa tidak sanggup. Selama ini dia selalu menelan cerita pahitnya sendiri. Ia ingin bercerita kepada seseorang. Namun ia tau ia yang salah disini. Mungkin inilah resikonya. Karena itu dia memutuskan untuk sementara ia akan menenangkan hatinya terlebih dahulu.

Namun dua hari setelahnya editornya menghubunginya dan menanyakan pekerjaanya. Dan akhirnya sekarang ia terdampar diatas kasur dengan laptopnya.

Tiga hari ini dia terus terusan bergadang dan menguras otaknya untuk mengeluarkan ide yang bagus untuk ceritanya. Haahhh.. Penampilannya pun sekarang sangat menyedihkan.

'Hari jumat' pikir sakura, ia melihat jam 'Sudah siang, pantas aku merasa lapar'.

Beringsut turun Sakura membuka terlebih dahulu goreden dan jendelanya, sebelum mengisi perutnya.

Saat berjalan menuruni tangga samar samar ia mendengar suara TV yang menyala diruang tamu. Dengan was was dia menuruni tangga dan bersiap untuk kemungkinan adanya 'hantu?'

Sasuke membalik tubuhnya saat mendengar langkah kaki mendekat padanya. Begitu pula dengan Sakura yang terkejut melihat Sasuke ada dirumah. 'Apakah aku salah menghitung hari?' batin Sakura

"Senpai hari apa ini?"

Mengeryitkan dahi Sasuke melihat tampilan Sakura seperti orang yang bangun tidur tapi mata pandanya trrlihat seperti orang yang kurang tidur.

"jumat. Aku mengambil cuti"

"oh.. Apakah Senpai sudah makan? Mau kubuatkan nasi goreng?"

"Hn"

Sakura bingung mendengar jawaban Sasuke. Ya atau Tidak?

"Etto.. Belum makan? Atau sudah?" mengulang kembali pertanyaanya.

Sasuke menghiraukan pertanyaan untuknya dan terus menatap Sakura dan akhirnya dia menggeleng.

Sakura yang melihat gelengan kecil Sasuke menyimpulkan bahwa dia belum makan.

Sasuke terus memperhatikan Sakura yang tengah memasak. Dia tahu Sakura selalu membuat nasi goreng dengan berbagai campuran yang dia inginkan tanpa mempedulikan resep dam rasanya. Memikirkan itu Sasuke mengingat masa sekolahnya saat Sakura menjadikannya objek perasa dari rasa masakan masakan anehnya.

Sasuke terkekeh kecil saat mengingat masa itu. Tanpa menyadari Sakura yang melihatnya dengan bingung.

"Senpai.. Ini nasi goreng mu" dan benarkan? Sakura bahkan memasukan baso, sosis, telur,nugget dan tomat?

Sasuke mengalihkan atensinya kepada nasi goreng Sakura. Dan itu bersih tanpa seiris Tomat pun.

"Ada apa?" tanya Sakura

"Apa ada yang kurang?" tambahnya.

Sasuke hanya menggeleng dan langsung menyuapkan nasigoreng tersebut.

Sakura selesai terlebih dahulu. Ia memutuskan menunggu Sasuke selesai makan agar sekalian saat ia mencuci piring.

"Ada apa?" tanya Sasuke saat melihat Sakura terus menatapnya dan enggan bangkit bagkit dari kursinya.

"Aku menunggu Senpai selesai, biar sekalian saat mencuci piringnya" jawab Sakura dengan diakhiri kekehanya.

" Kau.. Apakah yang kau lakukan akhir akhir ini? Kau menghindari ku?"

Sakura menghentikan tangannya yang sedang mencuci piring saat mendengar pertanyaan Sasuke.

"Tidak, mmm.. Aku hanya sedang dikejar deadline.. Hehe" jelas sakura.

Dan soal menghindari Sasuke itu memang benar adanya. Tapi tidak mungkin juga dia mengatakan yang sebenarnya.

Selesai mencuci piring Sakura lansung membuka kabinet bawah untuk mengambil beberapa makanan ringan. Dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya, besok dia harus segera selesai.

Bingung. Itulah yang Sasuke pikirkan. Dia melihat Sakura yang mengambil banyak makanan ringan bahkan sulit untuk membawanya. Sakura bilang dia sedang mengejar deadline namun sekarang dia malah membawa cemilan.

"Sebenarnya apa pekerjaanmu itu?"

Sakura menghentikan langkahnya saat menaiki tangga lalu tersenyum saat melihat Sasuke. Melanjutkan langkahnya tanpa menjawab pertanyaan yang diberikan padanya.

Sebenarnya dia agak malu karena Zaman sekolah dulu dia sangat tidak menyukai novel. Alasannya? Simple tidak bergambar dan kata katanya terlalu banyak yang tidak ia mengerti.

Tetapi dia harus menelan ludahnya sendiri. Sekarang malahan dia yang menjadi seorang novelis. Huh.. Sungguh dia merasa malu. Dan memang benar adanya dia hobi menulis. Namun hanya sebatas cerpen saja dulunya.

.

.

Sabtu. Sempurna. Sakura semalaman tidak tidur dan keadaanya sungguh mengenaskan. Untungnya dia telah selesai menulis. Mungkin tidur sejenak tidak apa apa mungkin. Pertemuannya dengan editornya nanti jam 10 dan sekrang masih pagi.

Ting Tong Ting Tong

Seseorang menekan bel dengan sangat tidak sabaran membuat Sasuke harus menggeram. Dengan cepat ia membukakan pintu untuk orang yang sangat tidak sopan itu.

Ceklek

Sasuke menatap orang dihadapannya yang tengah tersenyum palsu. Apakah orang itu tidak merasa bersalah?

"Hn?"

"Apa cherry ku ada?"

'Hah? Cherry? Siapa?' pikir Sasuke

tbc

Makasih untuk yang udah baca :))