Halooo... oh ngomongin judul fic ini, itu bukan author aseli deh bukan saya. Baca aja terus buat tahu siapa sih sebenarnya Edogawa Luffy, btw penname author huruf 'e' pada Edogawa, pake huruf kecil hehe oh iya, fanfic ini merupakan sekuel dari fanfic author yang berjudul Love is Nakama. Dan ini merupakan fanfic crossover pertama dan mungkin yang terakhir author. Saya berharap masih ada yang membaca dan kalo bisa ada yang review fic saya ini... selamat menikmati... terima kasih.
Disclaimer : One Piece dan Detective Conan bukan punya saya.
Genre : (Mayor) Family, Friendship, Romance; (Minor) Adventure, Drama, Comedy(?), Action.
Warning : OOC, banyak OC, alur berantakan, banyak typo, AU/AR/AT, karakterisasi ga jelas, dll.
ADVENTURE OF LIFETIME
"Jangan menghalangiku!" seru duo Luffy itu kompak.
Sejak insiden hancurnya Impel Down itu para marinir atas perintah Sengoku memburu bajak laut Topi Jerami yang diduga sebagai dalang dari insiden itu.
"Ossan, jangan mengikuti kata-kataku. Kau sebelah sana dan aku sebelah sini. Jangan menghalangiku!" ujar marinir Luffy berdiri di sebelah kanan kepala Sunny.
"Harusnya aku yang bilang itu. Apa kau ini benar – benar Ryuusei?" sahut Luffy yang berdiri di sebelah kiri kepala Sunny.
"Sudah kubilang berapa kali namaku Edogawa Luffy. Kau ini bodoh ya, oji-chan." Balas marinir Luffy masih terus melawan para marinir yang terus berdatangan.
XXX
"Oh... Coby, ada apa?"
"Garp-san, kau pasti tidak akan mempercayaiku. Luffy-san dan cucumu masih hidup, Garp-san."
"Apa kau bilang?!"
"Iya, Garp-san, Luffy-san dan Ryuusei masih hidup."
"Ayo kita sapa mereka, Coby, Helmeppo."
XXX
"Ace!" seru Sabo.
"Iva-chan... Ivankov bilang Luffy masih hidup. Lalu dia juga bertemu dengan orang yang sangat mirip Luffy, itu pasti Ryuusei."
"Apa kau serius, Sabo?"
"Iya. Ayo Ace, kita harus menemuinya."
"Ayo, Sabo. Tunggu apa lagi!"
XXX
"Aku teringat kasus Duval dan Sanji..." gumam Usopp melihat 'ayah dan anak' itu terus bertengkar sejak mereka meninggalkan Baratie.
"Luffy!"
"Aye mam..." "Tapi Nami, dia duluan yang... *bletak*"
"Tapi... ada pemandangan yang tidak kalah langka, lihat...!" ujar Usopp menunjuk Zou dan Kuina yang bertanding siapa yang paling banyak mengalahkan marinir – marinir itu. 123.456 pertandingan namun tak satupun Kuina menang dari Zou, karena itu dia menantang kembali rivalnya itu.
Karena pertandingan Zou dan Kuina serta pertengkaran kecil antara duo Luffy itu, mereka sudah mengalahkan lima puluh kapal marinir dan dua kapal perang marinir. Zou dan Kuina mulai menaiki kapal marinir yang mengejar itu kemudian 'membantai' penghuni kapal itu, begitupun dengan duo Luffy. Mereka menyerang kapal – kapal marinir itu tanpa melihat ke belakang lagi.
"Ha ha ha... strategi perang Usopp-sama berhasil juga."
"Eh? Strategi perang. Sugeee... keren. Jadi kau sengaja menyuruh Zou, Kuina, Ryuusei, dan Luffy menyerang mereka, Usopp?"
"Tentu saja. Aku dikenal sebagai Usopp si ahli strategi."
"Biarkan saja mereka. Zoro, Sanji-kun, Usopp, Chopper, tarik layar kita akan menggunakan itu."
XXX
"Wa... wa... kereeen..."
Mata Luffy berubah menjadi blink blink saat dilihatnya marinir Luffy berseluncur sambil menembaki para marinir. Bagaikan topeng monyet Sarimin, Luffy melompat – lompat kemudian dia menggunakan gomu gomu no rocket miliknya meluncur menuju marinir Luffy. Tentu saja itu membuat reflektifitas marinir Luffy aktif dan membuat Luffy terpental ke laut. Luffy yang tenggelam itu kemudian diselamatkan oleh marinir Luffy.
"Ossan, harus berapa kali aku harus menyelamatkanmu dalam sehari." Ujar marinir Luffy kesal.
"Tapi...*batuk* kau yang menendangku ke laut,-"
"Itu karena kau meluncur ke arahku, jadi secara reflek... aku... maaf ossan tapi jangan pernah lagi seperti itu, aku pikir kau mau menciumku."
"Eh? Aku tidak mau menciummu! Aku ini laki – laki! Aku mau menaiki apa yang kau naiki itu."
Saat mereka melihat kedepan, semua kapal marinir itu sudah terbelah dua dan seperti terseret angin topan, para marinir – marinir itu pun terlempar ke laut dengan luka fatal. Dilihatnya Zou dan Kuina sudah berdiri di hadapan mereka. Thousand Sunny pun mendarat di depan keempatnya. Marinir Luffy lalu melempar Luffy ke kapal kemudian menaiki Sunny Go diikuti oleh Zou dan Kuina.
"Jadi siapa yang menang?" tanya Saulo pada Zou dan Kuina.
"Bukannya itu sudah jelas. Pemenangnya adalah Edogawa Luffy." Jawab Olvia.
"Aku?"
"Lihat, aku rasa itu karena ada dia makanya monster laut itu tidak menyerang kita saat kita berada di Zona tanpa angin. Mereka malah membantu kita. Benar kan Paman Chopper, kau juga mendengarnya?"
"Ya. Mereka mengatakan, kalau Ryuusei adalah penyelamat mereka."
"Aku tidak mengerti maksudmu. Tapi itu adalah hal yang bagus kan?"
Mereka hanya sweat dropped mendengarnya. 'Tidak diragukan lagi kalau mereka ayah dan anak' pikir kru lelaki bajak laut Topi Jerami minus Luffy kompak.
"Ah, namaku bukan Ryuusei. Namaku Luffy, Edogawa Luffy."
XXX
"Oi... Ryuusei, ayo cepat makan! Nami menyuruh Sanji untuk tidak memberikan kami makan kalau kau belum bergabung!" seru Luffy dari ruang makan.
"Sudah kubilang namaku Edogawa Luffy. Aku bukan Ryuusei."
"Kalau kubilang kau Ryuusei, maka kau Ryuusei."
"Mana bisa begitu!"
"Ini perintah kapten!"
"Oh ya... kalau kau kapten maka aku fleet admiral. Pangkatku jauh lebih tinggi darimu."
"Aku raja bajak laut!"
"Aku fleet admiral!"
"Kalian...!"
BLETAK BLETAK
"Aduh Nami, sakit..!"
"Tapi bu... dia duluan yang-" ucapannya terhenti dan pemuda itu kemudian membulatkan matanya, terkejut dengan ucapannya sendiri, "Ah... maaf, aku tidak bermaksud..."
Pemuda itu kemudian berjalan melewati Luffy dan Nami tanpa mengatakan apapun lagi menuju kursi kosong di antara Olvia dan Yuzu. Nami hanya tertunduk sedih, dia sangat senang saat pemuda itu memanggilnya ibu tapi dia menjadi sedih karena pemuda itu belum mengakuinya sebagai ibunya. Hal ini tentu saja tidak terlewatkan oleh Luffy. Luffy lalu menaruh topinya pada kepala Nami membuat Nami melihatnya, Nami lalu mengembalikan topi jerami itu pada Luffy kemudian duduk ditempatnya sebelumnya, begitupun dengan Luffy. Acara makan malam itu tidak seperti makan malam sebelumnya tanpa adanya pencuri makanan, kali ini mereka menghadapi dua orang pencuri makanan yang saling bersaing dan mereka pun bersenang - senang.
XXX
"Ryu- Luffy... seperti apa ibumu itu?"
"...kaachan adalah ibu terhebat dan terbaik yang pernah kupunya..."
Pemuda itu terus membicarakan tentang ibunya dengan semangat membara. Sinar matanya yang tadi redup kembali bersinar terang. Nami terus mendengarkan celotehannya itu sambil tersenyum. Lalu pemuda itu menceritakan tentang ayahnya. Tidak jauh dari mereka, Luffy, Yuzu, dan Zou melihat mereka sambil memakan camilan makan malam mereka di kursi santai, untuk Luffy dia memakannya di tempat duduk di tiang Sunny (maaf lupa namanya) bersama Chopper, Usopp, dan Brook. Saulo lalu menghampiri Zou dan mengatakan apa dia tidak berlatih seperti Kuina, mendengar itu Zou langsung ke crow nest dan berteriak memanggil Kuina hanya untuk terkena tendangan karena melihat Kuina tanpa atasan. "Salah sendiri kenapa kau ganti baju disana!" "Hah? Terserah aku mau ganti baju dimana." "Asal kau tahu saja, aku tidak tertarik dengan dada ratamu itu-" adu pedang keduanya pun kembali dimulai. Zoro yang sedang berlatih di crow nest pun melempar keduanya ke dek.
"Ah aku sangat merindukan mereka." Gumam marinir Luffy.
"Aku juga..." gumam Nami teringat Bellemere dan Nojiko.
"Eh? Tapi... kau belum bertemu dengan mereka, bagaimana bisa kau merindukan ayah dan ibuku?" sahut marinir Luffy dengan nada sedikit terkejut namun matanya menjadi bintang blink blink.
"*sweatdropped* maksudku bukan ayah dan ibumu, tapi ibu dan kakakku. Kau tahu... kami bukan keluarga kandung tapi bagiku mereka lebih berharga dan berarti dibanding keluarga kandung." Jawab Nami sambil tersenyum.
"Kita sama. *tersenyum lebar*"
"AH! AAAHHH!"
"Apa? apa? ada apa?"
"*glek* jeruk..."
"Jeruk?"
"Makan..."
"Jeruk? Makan?"
"Lapar..."
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan Ry- Luffy?"
"Maafkan aku, obachan. Aku sudah memakan semua jerukmu. Franky-ossan bilang kalau kau akan marah kalau aku memakannya, meskipun aku meninggalkan uang untuk jeruk yang kucuri, tapi aku baru ingat kalau ibuku sangat membencinya jika aku mencuri dan menipu." Mohon marinir Luffy
"Oh... memang benar kalau aku tidak suka ada orang lain yang memakan jerukku tanpa izin, aku akan marah tapi... baiklah, aku memaafkanmu. Sekarang berdirilah, Ryus- Luffy." Aku Nami menekankan 'orang lain' melirik ke arah Luffy yang membalasnya dengan shishishi
"Oh Franky... mungkin kita harus membicarakan bisnis kita."
"Apa yang kau maksud ini?"
"Ha? Apa itu?"
Nami pun mendekati pohon jeruknya dan melihat apa yang ditunjukkan Franky. Di salah satu pohon jeruknya terdapat note yang bertuliskan "Aku meninggalkan uang untuk pengobatan Paman. *ikon jeruk bertopi jerami*" Nami lalu mengambil note dan uang yang dimaksud, uang tersebut disimpan pada daun, mungkin maksudnya untuk menyamarkannya dengan daun. Itu adalah uang asing, setidaknya Nami tidak pernah melihat uang dengan mata uang seperti itu. Jumlahnya cukup banyak, mungkin dia benar-benar bermaksud untuk pengobatan Franky. Nami lalu turun kembali dan menemui pemuda itu yang masih berdiri di dekat kepala Sunny menunggu Nami. Dia lalu mengembalikan uang itu pada pemuda itu. "Nani?! Badai pasti akan datang sebentar lagi. Nami memberikan uangnya. Nami loh Nami memberikan uangnya, uangnya."
"Berisik!" – Nami melempar sandalnya ke Luffy dan Usopp
"Gyaa... Luffy kecebur ke laut." – Chopper
"Usopp-san... jatuh ke laut."- Brook
Melihat kedua nakamanya terjatuh ke laut, Brook dan Chopper pun menceburkan diri mereka untuk menyelamatkan Usopp dan Luffy namun keduanya ikut tenggelam. Marinir Luffy, Nami, Yuzu, dan Sanji pun menyelamatkan mereka berempat. Setelah keempatnya diselamatkan dan berada di dek, Nami baru menyadari kalau sandalnya terjatuh ke laut karena dia gunakan untuk menimpuk Luffy dan Usopp.
"Waa... Luffy, Usopp, ini semua karena kalian... ayo cepat menyelam lagi dan ambil sandalku." – Nami
"Nami... apa sandalmu itu lebih berharga dari nyawa kami..." – Usopp
"*ohok* kau mencekikku Nami *ohok* aku tidak bisa bernafas *ohok**ohok*" – Luffy
"Gyaa... Nami, apa kau mau membunuh mereka berdua?" – Chopper
"Nami-san... hentikan, Luffy-san bisa kehabbisan nafas dan mati..." – Brook
"Tenang saja, Nami-san, aku akan mengambilkannya untukmu." – Sanji
"Nami...*ohok* lepaskan... aku bisa mati..." – Luffy
"Hahahaha..."
Mereka semua pun melihat ke arah pemuda itu yang tertawa lepas. Itu kali pertama mereka mendengar pemuda itu tertawa lepas seperti itu sejak mereka meninggalkan Baratie dan mungkin sejak dia datang ke dunia mereka. Nami pun melepaskan tangannya dari Luffy, Sanji akan kembali menyelam untuk mengambil sandal Nami namun Nami mencegahnya dengan mengatakan kalau dia sudah tidak mempermasalahkannya lagi, dia sudah mendapatkan hal yang lebih berharga dari sepasang sandalnya itu. Luffy ikut tertawa bersama pemuda itu. Brook mengambil biolanya dan menyanyikan bink no sake.
"Ah... aku tahu lagu ini." – marinir Luffy.
XXX
"Waaa..."
Pemuda itu terkagum – kagum dengan lautan Grand Line. Bajak laut Topi Jerami mulai panik saat pemuda itu tiba – tiba melompat ke laut hanya untuk menaiki ikan emas raksasa atau monster laut yang mereka temui. Melihat itu tentu saja membuat Luffy mengikuti jejak kembarannya itu meski dia harus tenggelam dan mendapatkan jitakan dari Nami dan Sanji. Pemuda itu juga menaiki punggung lumba – lumba raksasa dan monyet laut raksasa. "Yuhuu!" "Ahahaha." Pemuda itu benar – benar bersenang – senang saat mengarungi lautan Grand Line itu.
"Waaa... ini seperti speedboat."
Pemuda itu kemudian mengendarai waver itu dengan lancarnya membuat Luffy meneriakinya dengan kata – kata seperti yang ia teriaki pada Nami sewaktu di Skypea dulu. Dia lalu kembali ke Sunny, dia kemudian meminta Usopp untuk membuatkan banana boat. Setelah itu dia mengikatkan banana boat buatan Usopp itu pada waver-nya, dia kemudian menyuruh Luffy untuk menaiki banana boat itu dan berpegangan dengan erat. Setelah itu dia kembali menaiki wavernya dan mengendarai wavernya sambil terus melihat ke arah Luffy untuk memastikan bahwa Luffy baik – baik saja.
"Ossan... lihat ada ombak. Apa kau bisa surfing, ossan?"
"Surfing? Apa itu?"
"Ayo, kita kembali ke kapal. Aku akan menunjukkannya padamu."
Mereka berdua pun kembali ke Sunny. Pemuda itu kemudian berlari ke kamar pria dan mengambil papan seluncur portabelnya. Dia lalu kembali ke basement kapal tempat kolam renang, kemudian dia pun berenang ke arah ombak itu. "Ayo ossan." Panggilnya pada Luffy, Luffy kemudian duduk di belakang pemuda, ketika mereka sudah sampai pada ombak, pemuda itu pun berdiri begitupun dengan Luffy.
"Oooh...!" seru Luffy dengan blink blink pada matanya.
"Mereka terlihat bersenang – senang." Komentar Nami dari Sunny Go melihat ke arah Luffy dan marinir Luffy.
"Aku masih belum percaya kalau aku masih punya ayah dan kakak, bu." Balas Yuzu disamping Nami.
"Itu karena Ryuusei menghilang sebelum kalian dilahirkan dan ayahmu dieksekusi di hari kalian dilahirkan. Apa kau membenci mereka, Yuzu?"
"Tidak, sama sekali tidak."
XXX
"Luffy!"
Duo devil fruit brothers itu langsung menerjang marinir Luffy, tanpa menyadari bahwa itu bukan Luffy adik mereka. Keduanya memeluk Luffy dan mengusap kepalanya, Sabo bahkan berkomentar seperti kau tidak pernah berubah ya Luffy, kau seperti tak menua. Sementara marinir Luffy merasa kesulitan bernafas dan kebingungan dengan dua orang tua yang menerjangnya itu, dia lalu melihat ke arah bajak laut Topi Jerami yang sweat dropped melihat kelakuan orang tua itu dan Luffy yang... yang bagaimana ya mendeskripsikannya, terlihat seperti... entahlah, dia juga tidak tahu.
"Um... ossan, aku rasa kau salah orang. Namaku memang Luffy tapi... aku tidak mengenal kalian berdua."
Sabo dan Ace pun membeku ketika mendengar kata 'ossan' dan kalimat 'aku tidak mengenal kalian berdua', melihat kedua kakaknya membeku seperti itu membuat Luffy tertawa terbahak – bahak. Kedua kakaknya itu seperti terkena jurus Aokiji.
"Aku tahu perasaan kalian, Ace, Sabo..." ujar Usopp menepuk pundak Ace dan Sabo.
"Adik kalian di sebelah sana, Ace, Sabo." Jawab Sanji menunjuk kaptennya yang masih tertawa memegang perutnya.
Sabo dan Ace pun menendang wajah Luffy hingga raja bajak laut itu pun terpental. Luffy memegangi kepalanya yang sakit akibat tendangannya itu. Padahal dia manusia karet tetapi tetap saja dia merasakan sakit jika keluarga dan nakamanya memukulnya, ketiga kakak beradik tidak sedarah itu lalu menangis bareng karena mereka berdua tidak menyangka kalau adik bodoh mereka benar – benar masih hidup dan Luffy juga tidak menyangka kalau dia bisa bertemu lagi dengan kedua kakaknya. Jinbei yang ikut bersama mereka berdua ikut bahagia melihat kapten dan nakamanya itu berkumpul lagi, dia lalu melihat ke arah marinir Luffy. Pemuda itu dan Luffy memang bagaikan pinang dibelah dua, seperti kembar saja tapi beda generasi.
"Apa kau... orang yang disebut-sebut 'Mugiwara' yang mengimbangi kekuatan Kurohige dan menyebabkan Impel Down hancur?"
"Hm..." marinir Luffy memiringkan kepalanya mencoba mengingat kejadian seperti itu dan...
"AAH!"
"EEEHHH?!"
"Orang itu...! aku pasti akan menangkapnya dan memenjarakannya lagi, awas saja kalau aku menemukannya." – marinir Luffy
"Kurohige... dia mengimbangi kekuatan Kurohige..." - Usopp
"Bahkan Luffy-san dan Ace-san pernah kalah dengannya tapi dia..." - Brook
"Sebenarnya sekuat apa dia..." – Chopper
"Oh kau juga memiliki poster buronan." Ujar Jinbei memperlihatkan poster buronan dengan nama Mugiwara no Luffy dengan foto marinir Luffy yang tersenyum menyeringai dibalik topi jeraminya, harga yang ditawarkan adalah sembilan triliun berri. Mungkin marinir mengganggap kalau pemuda itu benar – benar Luffy sang raja bajak laut.
"APA?!" – bajak laut Topi Jerami feat Sabo dan Ace.
"Kenapa?!" – marinir Luffy.
"Karena mereka berpikir kalau kau adalah Luffy-kun." - Jinbei
"Tapi aku adalah seorang marinir. Mereka duluan yang menyerangku sejak aku datang kesini."
"Shishishi... kenapa kau tidak berhenti saja dan jadi bajak laut sepertiku." - Luffy
"Tidak akan. Aku tidak akan pernah menjadi bajak laut! Karena aku membencinya!"
"Kau... membenci bajak laut?" - Nami
"Ya! Tapi kalian adalah pengecualian..."
Pemuda itupun pergi entah kemana. Mungkin ingin menenangkan dirinya. Terlalu banyak informasi yang ia dapat sejak dia menginjakkan kaki di belahan dunia itu. Ada apa dengannya? Pemuda itu bertanya – tanya. Dia tidak pernah terus menerus bersikap uncool seperti itu, tapi bersama mereka, para bajak laut itu membuatnya seperti... membuatnya merasa... seperti di rumah, rasanya tempat itu adalah tempat dimana dia seharusnya berada. Itu membuatnya nyaman dan dia menyukai itu. dia yang membenci bajak laut, mendapati dirinya menyukai mereka dan ingin melindungi mereka. Ada apa dengannya? Dia tidak mengerti. Sama sekali tidak mengerti.
XXX
"Oi Sanji, masak ini ya!" - Luffy
DUAK
"Mau kalian apakan temanku?!" – marinir Luffy
"Teman?"
"Iya. Dia adalah Rizu. Yagara milikku. Hadiah Paman penyewa yagara di Water Seven."
"Dia bilang dia terbawa arus Aqua Laguna sampai kesini, dia melihat Luffy dan berenang ke kapal ini tetapi Luffy mau memasaknya, dia jadi takut." Ujar Chopper menerjemahkan apa yang yagara itu katakan.
"Oh."
"Dia bilang dia sudah memaafkan Luffy karena sudah mau memakannya, dia senang bisa bertemu dengan orang yang membelikannya daging Mizu Mizu."
"Hahaha... jadi itu kenapa kau menyukaiku, Rizu."
"Ihii... Uhii..." (bunyi tawa Rizu)
"Kenapa kau memberikannya nama Rizu?"
"Karena dia berwarna hijau dan menyukai daging mizu mizu. Kau tahu kan... hijau itu dalam bahasa jepang berarti midori, jadi ya begitu hahaha..."
XXX
"Oi... kita sudah sampai di Water Seven!" seru Usopp dari crow nest.
"Rizu. Aku harus pergi menemui kedua orang tuaku, kau disini ya bersama nakama Franky-ossan."
"Uhiihiihii..."
"Saat aku kembali nanti, ayo kita makan daging mizu mizu lagi, Rizu."
"Uhiihiihii..."
XXX
"Oh... ternyata benar kau masih hidup ya..." ujar Kokoro menenggak minumannya.
"Shishishi... iya... aku memang tidak pernah dieksekusi." jawab Luffy yang membuat mereka semua minus marinir Luffy mengengok ke arahnya.
"Apa itu? aku baru pertama ini mendengarnya, Luffy." ujar Nami penuh penekanan.
"Jadi... Luffy... bisa kau ceritakan apa yang terjadi sebenarnya?" cecar bajak laut Topi Jerami.
"Oi Franky... apa kau yakin mau menggunakan 'itu'?" tanya Iceburg memastikan.
"Ya. itu adalah kereta laut pertama kita yang kita buat bersama Tom-san. kita berdua sudah berusaha memperbaikinya dan memodifikasinya selama dua puluh tahun ini. aku akan menggunakannya untuk mengantar Mugiwara."
XXX
"Oi semu-"
JDUARRR
"Oh... mau pergi kemana kau Luffy?"
"Aah... Kakek!"
"Semuanya cepat naik... kita harus melarikan diri."
"Ossan, kenapa kau melarikan diri darinya?"
"Kau juga harus melarikan diri darinya Ryuusei."
SYUUU GAAARR
BAM!
Luffy dan nakama serta Ace dan Sabo pun menaiki rocketman dan meninggalkan stasiun Water Seven.
BLETAK
"Waaa... kakek! Kokoro-baachan, hentikan kereta ini dan lempar kakek ke luar."
"*peluk erat* dasar anak bodoh! *menangis*"
"Ayah, kakek selalu datang bermain dengan kami saat kau tak ada. tapi ibu selalu menjitaknya dengan keras saat dia ketahuan melatih Yuzu di hutan, dia berkata kalau ayah juga seperti itu." ujar Zou mengingat latihan berat yang ia dapatkan sewaktu kecil dulu.
"Eeh? Kakek... kau masih saja seperti itu."
"Bwahahaha... ya, itu agar aku bisa memiliki cicit seorang angkatan laut tapi untungnya mereka tidak jadi bajak laut sepertimu hahaha..."
"Garp-san, sebenarnya... cicit pertamamu, Ryuusei, menjadi seorang fleet admiral."
"Begitu...hahaha...*wajah shock* kau bilang apa tadi?"
"Aku bilang, Ryuusei menjadi Fleet Admiral." ujar Usopp menunjuk marinir Luffy.
sebuah tendangan pun mendarat di wajah Garp ketika dia mencoba memeluk marinir Luffy. Luffy, Ace, Sabo, dan bajak laut Topi jerami pun syok melihat pemandangan mereka itu. itu wajah - wajah yang sama ekspresinya ketika saksi mata melihat Luffy bicara dengan Shirohige. Garp dan marinir Luffy pun saling adu kekuatan di dalam kereta laut tersebut.
Rocketman tidak seperti saat Luffy, Nami, Chopper, dan Zoro gunakan ketika mereka mau menyelamatkan Robin dulu, sejak bajak laut Topi Jerami break. Franky menggunakan ilmu pertukangan dan teknologi yang ia dapatkan Vegapunk dan dua tahun berpisah dengan nakamanya itu meminta bantuan Iceburg untuk memperbaiki dan memodifikasi rocketman menjadi seperti kereta pada umumnya, hanya saja di setiap gerbong rocketman, Franky menyulapnya menjadi seperti gerbong pribadi yang mencerminkan nakamanya. tidak semua, tapi ada gerbong perpustakaan, kantin, gerbong medis, gerbong yang menyerupai rumah kaca, dan lainnya.
rocketman melaju dengan sangat kencang meninggalkan Water Seven menuju 'Dunia Baru' yang belum pernah mereka datangi. petualangan baru yang belum pernah alami, pertualangan seumur hidup yang tidak akan pernah mereka lupakan sepanjang hidup apalagi yang akan menanti mereka disana?
BERSAMBUNG
