Nama : RoyalPumkin

Title : Love at The First Sight – part 4 -

Cast:

Lee sungmin

Han Sung Rin

Cho Kyuhyun

Han Soon Hee

Kim Ki Chan

Kim Joong Woon

Lee Dong Hae

Lee Hyuk Jae

Shin Dong Hee

Genre : Romantis, Friendship

Rating : PG 13

Lenght : Continue

Fb/Twitter/Blog : Bihantia Putry / RoyalPumkin0130 / .com

Note : wajib review, no bash, not like don't read ^^

mianhae baru post part 4.. lagi banyak deadline soalnya.. heheh ^^

part ini itu full oleh kisah SoonHee dan Kyuhyun..

ini bentuk permintaan maaf sama dongsaengku si hafita ayu karena udah ngedelay ni FF lama banget..

oke HAPPY READING GUYS ^^

Soonhee's side

" tapi aku malas jika harus mencari belum tentu cocok. Bagaimana kau saja ? Soon bagaimana kalau kita pacaran saja, eotthe ?" ucap Kyu.

" hah ?" aku kaget akan ucapannya barusan, apa dia bilang ? memintaku untuk jadi yeojachingunya ? pendengaranku belum rusak kan ?

Kyu menggenggam tanganku "aku serius Soon, aku benar2 harus lepas dari bayang2 Sungrin. Aku tau kau orang yang bisa membuatku melupakannya, mau kah kau membuatku jatuh cinta padamu dan melupakan Sungrin ? aku akan berusaha Soon" ucapnya melembut

" a..a..aku harus memikirkannya " bodoh, ini kesempatan bagus apa yang harus dipikirkan coba, Han Soon Hee bodoh.

Dia melepaskan genggamannya, melipat tangannya di dada. Dia mulai berfikir.

" baiklah, aku kasih kau waktu sampai besok, aku serius Soon. Dan aku tidak menerima kata tidak " ucapnya

" kalau aku menolak apa yang akan kau lakukan ?" ucapku

"lihat saja, kau pasti akan menjadi milikku, aku selalu mendapatkan apa yang aku mau Soon" ucapnya sambil tersenyum. Senyum yang aku suka. Apakah aku akan terperangkap bersama evil ini ? sepertinya bukan hal yang buruk.

_o0o_

Author's side

Kyu menghentikan mobilnya di depan rumah Soon.

" gomawo sudah mengantarku sampai rumah " ucap Soon

" anytime " ucapnya sambil tersenyum

Soon pun tersenyum, membalikan badan untuk keluar dari dalam mobil. Tapi Kyu menahan tangannya. Dan membuat Soon berbalik ke arah Kyu.

Jantung Soon berdetak 1000 kali lipat. Tidak sadarkah Kyu setiap sentuhan2 kecil yang ia berikan kepada Soon berdampak buruk bagi tubuh dan jantungnya ?

" w..waeyo ? " ucap Soon terbata, berusaha menetralkan detak jantungnya. Heii, Kyu baru 2 jam yang lalu meminta Soon menjadi yeojachingunya, siapa yang tidak gugup saat ini ?

" hanya mengingatkan, waktumu itu cuma sampai besok sore " ujarnya

" arraseo, sekarang aku boleh pergi ?" ucap Soon

" ne, jaljayo Soon " ucapnya sambil mengelus puncak kepala Soon. Sentuhan ini sukses membuat wajah Soon memerah.

" ah ne, jaljayo. Annyeong jumuseyo " ucapnya sambil keluar dari mobil Kyu.

Soon masih menunggu sampai mobil Kyu hilang dari pandangannya. Bukankah ini yang ia mau ? Kyu mengaggapnya ada. Ia bisa lihat ketulusan di mata Kyu saat mengatakannya. Tapi haruskah ia menerima namja itu ? membuat Kyu jatuh cinta padanya ?

Dia menghela nafas berat dan masuk ke dalam rumahnya. Biarlah itu menjadi urusan besok. Sekarang ia benar2 lelah dan ingin istirahat dengan tenang.

Baru saja hendak melangkahkan kaki keluar rumah Soon sudah di kagetkan oleh sosok Kyu yang sedang bersender di depan mobilnya sambil tersenyum ke arah Soon

" apa yang kau lakukan disini ?" ucap Soon saat sudah berada di samping namja itu

" menjemputmu " ucap Kyu singkat

" hah ? menjemputku ? untuk apa ?" ucap Soon bingung

" yup, mulai hari ini aku akan mengantar jemput kau ke kampus " ucap Kyu dengan tersenyum

" mwo ! " teriak Soon

" sudah tak usah kaget begitu, ini hanya permulaan, sudahlah masuk saja kita harus berangkat ke kampus sekarang kalau tidak kita akan terlambat " ucap Kyu sambil menarik tangan Soon dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil.

Soon hanya bisa pasrah saat di suruh masuk ke dalam mobil. Ternyata Kyu benar benar serius akan ucapannya kemarin.

Selama perjalanan menuju kampus pun Soon hanya diam saja, sesekali melirik ke arah Kyu yang konsentrasi menyetir.

" kalau ingin memandangku pandang saja, tak usah melirik lirik begitu " ucap Kyu tiba tiba

" heh ?!" sontak Soon merasakan wajahnya memerah. " a-aku tidak melirikmu " ucapnya gugup

" jinja ? tapi mengapa kau gugup begitu ?" ucap Kyu sambil tersenyum ke arahnya

" aku tidak gugup, berhentilah menggodaku Kyu " ucap Soon memalingkan wajahnya ke arah jendela

" wae ? aku suka menggodamu, mukamu terlihat lucu saat aku menggodamu "

Soon tidak menjawab. Dia meresakan detak jantungnya berdetak kencang sekali. Berusaha menetralkan detak jantungnya. Tapi sepertinya tidak pernah berhasil. Karena namja itu benar benar membuatnya tak bisa membuatnya berpikir jernih.

_o0o_

Author's side

"Soon bagaimana kemarin ? aku meneleponmu berkali2 tapi kau tidak mengangkatnya" ucap Sungrin saat mereka bertiga sedang makan siang di kantin.

"kau tau, dia memintaku untuk menjadi yeojachingunya" ucap Soon tak bersemangat

"HAH ?" ucap sungrin dan Kimchan bersamaan. Mereka saling pandang lalu kemudian memandang soon

"aish, kalian berisik" ucap Soon

"lalu kenapa sepertinya kau tidak suka ?" ucap Kimchan

"entahlah. aku masih shock akan pernyataan dia kemarin. Bahkan tadi pagi itu dia menjemputku. Aku bahkan belum menjawabnya. Eotthokke ?" ucap Soon sambil membenamkan kepalanya di dalam lipatan tangannya.

"kau harus mengikuti kata hatimu Soon. Lagipula kau kan menyukainya. Lalu apa masalahnya?" ucap Sungrin

"aku takut tidak bisa membuatnya jatuh cinta kepadaku. Aku takut patah hati karena dia tidak bisa lepas dari bayang2mu Sungrin" ucap Soon sedih

Sungrin tersentak dengan ucapan sahabat yang paling disayanginya ini. Dia tahu bagaimana perasaan Kyu terhadapnya.

Sungrin mengangkat kepala Soon dan menatapnya tepat di kedua manik matanya.

"Soon dengarkan aku. Aku akan memastikan Kyu tidak akan menyakitimu. Karena jika dia berani atau bahkan berpikir untuk menyakitimu aku yang akan menghajarnya. Jadi tak ada yang perlu kau khawatirkan, arraseo!" ucap Sungrin

Soon mengangguk kan kepalanya. Sungrin pun tersenyum melihatnya dam melepaskan tangannya.

"lagi pula siapa yang bisa menolak pesona seorang Han Soon Hee, bukan begitu Kimchan?" ucap Sungrin sambil menoleh ke arah Kimchan

"ada kok" ucap Kimchan

"nugu ? kau tahu hampir di semua namja akan melirik ke arahnya jika dia berjalan dan tidak sedikit yang jatuh cinta padanya" ucap Sungrin

"Lee Sungmin" ucap Kimchan

"Yak. Jelas saja dia kan hanya terpesona kepadaku saja" ucap Sungrin

Soon tersenyum melihat kelakuan kedua sahabatnya ini. Ya Sungrin benar, dia harus mengikuti kata hatinya. Dia pun belum mencoba menaklukan evil itu. Lagipula bukankah ini yang selama ini dia harapkan? Sekarang dia tahu apa yang harus dia katakan pada Kyu nanti.

_o0o_

Kyu's side

Aku sedang berada di rooftop kampus bersama Sungmin. Ya ini adalah tempat favorite kami. Karena tak ada yang menggangu kami jika disni. Dan kami bisa latihan dengan tenang. Biasanya Shindong dan Eunhyuk berlatih menari. Donghae berlatih menyanyi sesekali berlatih dance diajari oleh partner in crime nya Hyukkie. Sungmin bermain gitar. Dan jangan tanya apa yang aku lakukan, bermain game tentu saja. Tapi hari ini hanya aku dan Sungmin yang berada di atap. Entahlah sisanya kemana.

"Kyu aku dengar dari Sungrin kau menembak Soon kemarin. Apa itu benar ? kenapa kau tak bilang kepadaku ?" ucap Sungmin tiba2

"iya benar, aku lupa memberitahumu" ucapku masih fokus dengan PSP ku

"bukankah dulu kau bilang tidak tertarik padanya? Kenapa sekarang kau menembaknya? Kau tidak berniat untuk memainkannya kan?" cecarnya

"tentu saja tidak. Aku serius kok. Lagi pula jika aku melukai Soon aku bisa di hajar oleh Sungrin. Kau tahu kan pacarmu itu mengerikan jika sudah marah" ucapku

"YAK! Tentu saja dia akan menghajarmu jika kau hanya main2 dengan sahabatnya"

"sudahlah. Aku tidak akan macam2 terhadapnya, lagi pula dia belum menjawabnya" ucapku.

"dia belum menjawabnya ? jinja ?"

"huum, aku memberinya waktu untuk berfikir sampai nanti sore"

"kalau dia menolakmu bagaimana?"

"tidak ada yang bisa menolak pesona seorang Cho Kyuhyun, lihat saja dia pasti menjadi milikku"

"cih, percaya diri sekali kau"

"itu kenyataan Lee Sungmin, sudahlah berhenti menggangguku, kau membuatku tidak konsen" ucapku ketus.

Aku kan tidak mungkin bilang kalau aku mendekati Soon hanya untuk melupakan Sungrin, bisa2 aku dihajarnya. Dan bisa2 persahabatan kami hancur, tidak tidak aku tidak mau itu sampai terjadi.

Drrrttt,,ddrrttt..drrrttt..

Aku mengambil ponselku, ada pesan masuk dari Soon

Sender : Soonhee

Aku sudah tahu jawabannya, bisakah kau datang ke taman belakang sekarang?

Aku tersenyum membaca pesan itu, aku tahu pasti Soon akan menerimaku, entahlah aku begitu percaya diri dia tidak akan menolakku.

Aku save game yang sedang ku mainkan dan mematikan PSP ku

" kau mau kemana ?" ucap Sungmin saat melihatku bangkit

"ke taman belakang" ucapku singkat

"mau apa kesana?"

"nanti aku ceritakan. Sudah yah aku pergi dulu" ucapku sambil berjalan ke arah pintu.

"YAK! Aishh jinja !" aku masih bisa mendengar umpatan Sungmin saat menuruni tangga.

_o0o_

SoonHee's side

Drttt,, drrtt,,

One message

Sender : Evil's Kyu

5 menit aku akan sampai kesana

jantungku berdetak sangat cepat sekali saat ini. Aku benar2 gugup. Aku tahu apa yang harus aku katakan padanya, tapi tetap saja itu membuatku sangat gugup.

Tuk,,tuk,,tuk..

Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahku.. itu pasti dia. Aku benar2 tidak bisa mengontrol detak jantungku, kau tau sepertinya jantungku akan melompat begitu saja saat mendengar suara itu semakin mendekat.

"jadi apa jawabanmu?" ucap Kyu saat sudah di belakangku. Aku memang tidak membalikkan tubuhku untuk melihatnya. Aku terlalu takut untuk menatap matanya. Mata yang bisa membuatku kehilangan keseimbangan jika menatapnya.

Kyu membalikkan tubuhku saat aku tak kunjung membalikkan tubuhku.

"pandang aku jika aku sedang bicara, aku tak suka di acuhkan" ucapnya " jadi apa jawabanmu,hmm ?" ucapnya lembut, Sambil membelai pipiku dan memainkan rambutku yang terjuntai di pipiku.

Aku mungkin akan jatuh jika dia tak menahan tanganku. Sentuhan tangannya benar2 membuatku susah untuk berfikir. Otakku macet dan tak tahu apa yang harus aku katakan.

Oke tenang Soon. Tenang.

" aku..aku mau jadi yeojachingumu " ucapku menatap tepat di kedua manik matanya.

Dia tersenyum mendengar jawabanku. Senyum termanis yang pernah aku lihat. Bukan senyum evilnya yang biasa ia keluarkan.

Tiba tiba dia meraih pinggangku dan memelukku. Meletakkan kepalanya di pundakku. Aku bisa mencium aroma shave yang kluar dr tubuhnya. Jantungku berdetak gila gilaan dengan perlakuannya yang tiba tiba ini.

"aku tahu kau tak akan bisa menolak pesonaku Han Soon Hee" ucapnya. Aku dapat merasakan nafasnya di leherku saat dia mengucapkan itu. Membuat tubuhku merinding.

Aku hanya tersenyum mendengarnya. Ya dia benar, siapa yang bisa menolak pesona seorang Cho Kyuhyun?

_o0o_

Sungrin's side

Aku tersenyum melihat kejadian di depan mataku. Ya Kyu memeluk Soon. Tanpa mendengar apa yang mereka katakan aku pun tahu mereka telah bersatu.

Aku yakin aku menyerahkan Soon pada orang yang tepat.

"jadi, kau punya hobby baru untuk mengintai orang diam2 Rin-ah?" ucap seseorang di belakangku. Aku terentak. Tanpa menoleh pun aku tau dia siapa. Karena Cuma dia yang bisa membuat jantungku berdetak cepat, seperti ada segerombolan penabuh genderang perang didadaku.

"Min-ya, kau membuatku hampir terkena serangan jantung. Jangan muncul tiba2 seperti itu ah" kataku sambil membalikkan tubuhku mengahadapnya.

Dia hanya tersenyum melihatku. Senyum favoritku.

"apakah kau sudah selesai bermain detektive detectivanmu Rin-ah?" ucapnya lagi

"sejak kapan kau berada disini? mengapa aku tak mendengar suara langkah kakimu?"ucapku sambil menyilangkan tanganku di dada

"sejak kau tersenyum melihat mereka berpelukan. Kau tidak menjawab pertanyaanku Rin-ah. Apakah kau sudah selesai berperan seperti Hercule Poirot ?" ucapnya mengulang pertanyaannya

Aku menautkan kedua alisku, kemudian tertawa mendengar pertanyaannya.

"hahahahha.. Hercule poirot? Kau ini ada2 saja Min-ya. Lagi pula Hercule Poirot itu jarang sekali mengintai , biasanya dia menyuruh sahabatnya Captain Arthur Hastings untuk mengintai Min-ya " ucapku tertawa

Grep

Tiba tiba dia memelukku. Sontak membuatku terdiam. Tubuhku menegang, tak dapat di gerakkan akibat perlakuan dia yang tiba tiba seperti ini. ini kedua kalinya dia memelukku. Pelukannnya hangat, aku dapat mencium aroma Aigner favoritku yang berakibat membuat sistem kerja tubuhku tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

"kau tidak menjawabku Rin-ah. Aku tanya kau sudah selesai?" tanyanya pelan. Aku dapat merasakan deru nafasnya di tengkukku.

Aku hanya bisa mengangguk untuk menjawabnya

"temani aku makan yah..aku lapar" ucapnya sambil melepaskan pelukannya.

Aku tersenyum dan mengangguk. Sudah pernah ku bilangkan, dia bisa bersikap kekanak kanakan. Tapi itu yang aku suka darinya.

" kajja " ucapnya sambil menarikku ke arah kantin

_o0o_

Author's side

Kantin kampus

"kau ingin makan apa ?" ucap Sungmin

"aku sudah makan tadi dengan Kimchan dan Soon, aku menemanimu saja yah " ucap Sungrin

"tidak bisa, masa aku makan dan kau hanya diam saja melihatku makan?" ucap Sungmin

"tapi aku sudah kenyang "

"bagaimana kau ku pesankan parfait fruit saja. Mau tidak?" bujuk Sungmin. Dia tahu Sungrin tidak akan menolak jika di belikan ice cream.

"parfait friut ? mau mau mau " ucap Sungrin antusias. Bingo tebakan Sungmin tepat.

"yasudah kau tunggu sini yah aku beli makanannya dulu " ucap Sungmin seraya bangkit dari kursinya menuju counter makanan.

Sepeninggal Sungmin, Sungrin mengedarkan pandangannya ke arah kantin. Kantinnya ramai. Ya karena istirahat masih berlangsung 1 jam lagi. Tiba tiba matanya menangkap couple baru berjalan memasuki kantin.

Sungrin melambaikan tangannya ke arah Soon sambil memanggil namanya

"Soon, disini disini" teriak Sungrin

Soon tersenyum ke arah Sungrin dan berjalan ke arahnya. Setibanya dimeja Sungrin Soon mengambil tempat duduk di depan Sungrin dan Kyu duduk di sampingnya

" jadi ? mana traktiran makanku ?" ucap Sungrin tiba tiba

" heh?" ucap Soon kaget

" jangan mengeluarkan tampang seperti itu. Aku tahu kalian sudah jadian kan ?" ucapku

" dari mana kau tau ? Yak ! kau mengintip kami ya !" ucap Kyu

" menurutmu?" ucapku sambil tersenyum. Bisa kulihat rona merah di wajah Soon. Dia benar2 bahagia. Awas saja jika Kyu berani menyakitinya. Aku akan menghajarnya.

" Kyu jaga dia baik2, berani kau membuatnya nangis kau berhadapan denganku, arrachi!" ancamku.

Kyu memutar matanya imajinatif, seakan2 dia sudah tau aku akan bicara seperti ini.

" arraseo ! aku lapar, Soon kau ingin makan apa ?" ucap Kyu

" hah? Oh aku sudah kenyang " ucap Soon

" oh, yasudah aku pesan makan dulu " ucap Kyu sambil pergi ke arah couter makanan.

Aku tersenyum ke arah Soon, senang rasanya melihatnya bisa bersama orang yang ia cintai.

" aku tau kau akan menerimanya " ucapku

" ya tidak ada salahnya mencoba. Menaklukan namja evil seperti dia, aku yakin aku bisa melakukannya ." ucap Soon

" tentu saja kau bisa. Aku yakin dalam waktu kurang dari 1 bulan dia akan sepenuhnya mencintaimu. " ucapku yakin

" bagaimana kau bisa seyakin itu rin-ah ?"

" aku punya rencana, dan intuisi perempuanku mengatakan rencana ini akan membuat Kyu sadar akan perasaannya sendiri "

" rencana ? kau punya rencana apa lagi eoh? " ucapnya

" kalau rencanaku berhasil, kau harus membelikanku headphone Velodyne vPulse terbaru " ucapku

" memang berapa harganya ?"

" USD 99 "

"MWO ! $99 ? itu bearti 94.700 won ! YAK kau mau membuatku bangkrut eoh?" ucapnya kesal.

"hahaha, aniyo. Uang segitu mah tidak ada apa2nya bagimu Soon. Sebanding dengan hasilnya nanti, anggaplah sebagai hadiah ulang tahunku nanti, hmm?" ucapku

"arraseo, aku akan membelikan itu untukmu. Jadi apa rencanamu ?" ucap Soon

"come here i will explain my planning"

Soon memajukan tubuhnya mendengarkan apa yang aku ucapkan.

" kau yakin ini akan berhasil ?" ucapnya ragu

" abolutly yes. It's will be succeded " ucapku tersenyum.

Ya aku sangat yakin rencana ini akan berhasil. 97% akan berhasil.

_o0o_

Author's side

" abolutly yes. It's will be succeded " ucap Sungrin sambil tersenyum

" apanya yang akan berhasil Rin-ah ?" ucap Sungmin sambil meletakkan makanan yang dia bawa di meja dan duduk di sebelah Sungrin. Di ikuti Kyu yg duduk di sebelah Soon

Terlihat Sungrin kaget dan salah tingkah.

" heh, emm.. itu.. " ujar Sungrin gugup

" kau kenapa jadi gugup gtu, eoh ? merencanakan sesuatu eoh ?" ucap Kyu

" aniyo. Kalian mengaggetkan ku tadi. Itu sebabnya aku gugup " ucap Sungrin membela diri. Soon menahan agar tawanya tak meledak. Sahabatnya terlihat lucu saat sedang gugup.

" cih, alasan saja kau "

" sudah sudah, kalian ini apa tidak capek apa tiap hari bertengkar terus. Rin-ah ini parfait fruit mu. Harus di habiskan, ne?" ucap sungmin sambil memberikan parfait fruit itu kepada Sungrin. Wajah Sungrin langsung berbinar saat melihat ice cream di depannya.

" gamsahamnida " ucapnya senang dan langsung menyendok parfait fruitnya itu.

" ini tiramissu untukmu Soon. Tadi Sungmin menyuruhku untuk membelikanmu sesuatu, dia bilang tak bagus kau hanya diam melihat kami makan " ucapnya datar

Sungmin menendang kaki Kyu dari bawah meja dan memberi tatapan 'jangan-bicara-seperti-itu-pabbo'.

" tapi aku yang pilih makanannya " ucap Kyu.

Soon tersenyum " gomawo " ucapnya dan langsung memakan tiramissu nya.

" hmmm.. masshita.. " ucap Soon senang

Kyu menatap Soon, dia merutuki dirinya, mulutnya memang benar benar kejam dan tidak bisa di kontrol.

"Kyu, mengapa makanannya tidak di makan ? kau bilang tadi lapar." ucap Soon

"Ah iya" ucap Kyu tersenyum. Senyum termanis yang pernah dia keluarkan.

Sungrin dan Sungmin saling pandang. Kyu tersenyum manis ? Sepertinya itu bisa di masukan ke Guiness Book Record ! itu hal langka sekali.

"Min-ya sepertinya kita berhasil" ucap Sungrin berbisik.

"huum, kau lihatkan dia tersenyum. Dia tidak pernah tersenyum seperti itu, biasanya hanya smirk yg di keluarkan. Dia selalu mengeluarkan berbagai ekspresi jika sedang bersama Soon" ucap Sungmin

"Min-ya aku punya ide. Bikin mereka iri seperti saat kita nonton bioskop waktu itu, eotthe?" ucapku

"ahh,, benar itu kita buat mereka iri" ucap Sungmin sambil menggeser bangkunya lebih dekat ke arah Sungrin.

"Rin-ah kau mau mencoba makananku? Buka mulutmu..aaaa" ucap Sungmin sambil menyuapkan makanannya ke Sungrin

Sungrin memakan makanan yg di suapkan Sungmin untuknya.

"masshita?" ujar Sungmin, dan mendapat anggukan dari Sungrin " hmm masshita"

Sungmin mengusap lembut puncak kepala Sungrin. Bisa di lihat wajah dan telinga Sungrin langsung memerah. Dia selalu bereaksi seperti ini jika Sungmin memberikan sentuhan sentuhan lembut.

"oh ayolah, aku sedang makan ini. Aku tidak berminat menonton kalian pacaran." ucap Kyu kesal.

"wae? Kau kan bisa bermesraan dengan Soon, dia kan pacarmu sekarang" ucap Sungmin.

Soon tersedak tiramissu yang sedang di makannya. Sontak Kyu langsung memberikan minum kepada Soon.

" yak, gwencana ?" ucap Kyu panik.

" ne, gwencana " ucap Soon pelan. Wajahnya memerah.

" aishh, sudahlah. Kita pindah meja ke sebelah sana saja. Mereka membuatku kesal. Kajja Soon " ucap Kyu sambil membawa nampan yang berisi makanannya dan makanan Soon

Sungmin dan Sungrin tersenyum penuh arti. Mereka memang pintar sekali memanas manasi Kyu. Dan bodohnya Kyu selalu termakan hasutan mereka tanpa tahu apa yang sedang mereka rencanakan. Mereka berfikir Kyu itu harus di sadarkan oleh perasaanya sendiri dan menyingkirkan semua sikap arogannya yang membuatnya tidak mengakui bahwa sebenarnya dia mempunyai perasaan terhadap Soon.

_o0o_

Soonhee's side

Ada pepatah yang mengatakan kalau kau melihat orang yang kau cintai itu bahagia meskipun bukan kau yang di sampingnya itu bisa membuatmu bahagia juga. Tapi aku rasa itu terlalu munafik. Aku juga ingin memiliki orang yang aku cintai sepenuhnya.

Sekarang aku mempunyai orang yang aku cintai. Tapi hatinya tidak sepenuhnya milikku. Aku masih harus bekerja keras untuk mendapatkan hati dan cintanya. Aku akan bersabar menunggu itu semua. Karena aku percaya suatu hari nanti cinta dan pikirannya hanya akan terpusat padaku.

"Soon kau melamun lagi" ucap Kyu tanpa menoleh sedikitpun kepadaku.

Kami ada di taman belakang rumahku. Setiap hari minggu Kyu tak pernah absen untuk kerumahku, ya meski yang dilakukannya hanya bermain game. Dan aku hanya menemaninya bermain game.

Kyu mematikan PSP'a dan menatapku. "kau bosan yah ?" ucapnya dan hanya di jawab anggukan olehku.

" mau pergi ke suatu tampat ?" ujarnya lagi

" kemana ?"

" ke suatu tempat, kau pasti suka "

" baiklah, aku ganti baju dulu yah " ucapku lalu bangkit menuju kamarku untuk ganti baju.

Setengah berlari aku menuju kamarku. Membuka lemari pakaian ku dan mencari baju yang akan aku kenakan. Ini pertama kalinya Kyu mengajak ku jalan setelah kita pacaran.

Setelah berkutat dengan lemari pakaianku aku memutuskan untuk memakai celana jins biru laut, sweeter rajut berwarna peach dan sepatu flat shoes berwarna senada.

Sebelum turun ke bawah aku memastikan penampilanku sempurna. Rambut ikalku aku biarkan tergerai. Oke perfect.

" Kyu aku sudah siap " ucapku begitu sudah ada di sampingnya lagi. Dia mematikan PSPnya dan berpaling padaku. Bisa ku lihat sepersekian detik raut wajahnya berubah, seperti terpesona. Tapi langsung berubah lagi dengan wajah datarnya seperti biasa.

Ada perasaan bangga bisa membuatnya terpesona olehku.

" kajja kita pergi " ucapnya.

_o0o_

Kyu's side

Sesekali aku melirik Soon yang sedang fokus dengan pemandangan dr jendela mobil. Headphone terpasang di telinga kirinya, sesekali dia mengutak atik Iphone nya. Dia terlihat cantik sekali. Bahkan aku tak dapat menyembunyikan ekspresi terpesonaku tadi. Dia benar benar cantik dengan caranya sendiri. Jinja.. nomu yeppo..

"apakah masih lama ? kita sudah hampir 2 jam lebih perjalanan dan kau sama sekali tidak memberitahuku akan pergi kemana" ucap Soon

"tenang saja aku tidak akan menculikmu. Kau pasti suka dengan tempat yang akan kita tuju" ucap ku masih tetap fokus dengan jalanan.

"kau begitu yakin sekali aku akan suka dengan tempat yang akan kita tuju, bagaimana jika aku tidak menyukainya?" Aku bisa merasakan ada nada kesal di ucapannya aku maklum, memang sudah hampir 2 jam lebih kita berkendara, dia pasti bosan dan kesal.

"kau akan suka, tenang saja 15 menit lagi kita akan sampai"

Aku membelokkan mobilku keluar dari jalan raya dan mulai memasuki jalan yang di sebelah kirinya ditumbuhi pohon2 rindang, dan di sebelah kanannya terbentang hamparan laut yang indah.

Bisa kulihat Soon terpana dengan pemandangan indah yang terhampar di hadapannya.

Ada perasaan bangga saat melihatnya, membuatku tersenyum tanpa sadar.

"kau membawaku ke pantai?" pekik Soon senang

"hmm, kau suka ?" ucapku

"nomu joahe, gomawo" ucapnya senang

"kita cari tempat parkir dulu,ne?" dia hanya menganggukkan senang kepalanya. Dia benar2 senang aku bawa ke tempat ini. Ada perasaan senang memenuhi hatiku saat melihatnya tersenyum. Senyumnya mampu membuatku tenang.

Kami turun dari mobil saat sudah menemukan tempat parkir.

"Kita dimana ?" tanyanya

"Sokcho beach, kau suka ?"

Dia menganggukkan kepalanya. Benar2 terlihat senang saat aku bawa ke tempat ini.

Pantai Sokcho terkenal dengan pohon pohon pinus yang indah yang berdiri dengan bangga di sepanjang pantai berpasir putih tersebut. Salah satu manfaat dari pantai ini khususnya adalah bahwa ada banyak tempat wisata di daerah sekitarnya termasuk danau Yeongnangho dan gunung Seoraksan, salah satu pegunungan Korea yang paling terkenal.

"ayo kita kesana" ujar Soon senang. Terlihat dia benar2 menikmati pemandangan yang ada di sini. Itu bearti pengorbananku menyetir selama hampir 2 jam lebih tidak sia sia. Terbayar sudah dengan melihat senyumnya yang membuatku terasa tenang.

Kami menyusuri tepi pantai dengan menenteng sepatu kami masing2. Pantai ini benar benar indah. Jangan kau tanya mengapa aku membawanya kesini. Aku tak suka keramaian seperti Lotte world atau tempat tempat yang lain. Disini membuatku nyaman.

"terimakasih Kyu kau telah membawaku ke tempat indah ini" ujarnya senang

"kau ingin kesini lagi?"

"aku hanya ingin kesini jika bersamamu"

"aku akan membawamu kesini lagi,jika kau mau. Setiap tanggal 1 januari disini ada festival Haedoji(sunrise). Kau mau tidak kita kesini lagi pas tahun baru?" dia terlihat berfikir

"bukankah itu hari ulang tahun Sungmin?" ujarnya.

Ah iya aku lupa kalau sahabatku berulang tahun tanggal segitu.

"dia sudah punya Sungrin. Tak apa kan kita bersenang2 tanpa mereka?" ucapku serius

"kau yakin Sungmin tidak akan marah?" ucapnya ragu

"aku yang akan bicara padanya,kau tak usah khawatirkan soal itu. Jadi, kau mau tidak kesini lagi bersamaku ?" aku mengulang pertanyaanku. Dan kali ini dia mengiyakan.

"kita ke dermaga yuk, disana kita bisa mendapatkan sushi segar, kau lapar kan?"ajakku

"huumm.. aku lapar.. tapi nanti kita kesini lagi gak ? aku ingin melihat sunset dari atas jembatan itu"

"iya nanti kita kesini lagi sebelum pulang, kajja" aku menggenggam tangannya, tangannya terasa kecil di genggaman tanganku, ada perasaan aneh menelungkupi hatiku saat menggenggam tangannya. Apa aku mulai jatuh cinta padanya? Entahlah aku belum bisa memastikannya

_o0o_

Soonhee's side

Hari ini Kyu benar2 membuatku semakin mencintainya, kau tau aku bisa merasakan detak jantungku hampir melompat keluar saat dia menggenggam lembut tanganku. Genggaman tangannya membuatku merasa hangat dan nyaman. Tuhan bisakah kau menghentikan waktu sekrang juga? Aku tak ingin hari ini berlalu begitu cepat.

Kami ada di pasar tradisional sekarang. Kyu bilang kita bisa mendapatkan sushi segar disini. Dan dia benar. Kami memang menemukan sushi yang segar disini. Ahh, tempat ini benar benar indah, sempurna.

Tuhan tidak mengabulkan permintaanku, waktu benar2 berlalu begitu cepat. Ini sudah sore dan matahari hampir tenggelam di ufuk barat.

Kyu menepati janjinya untuk membawaku ke pantai, dan disini lah kami sekarang.

Menikmati semilir angin sore di tepi pantai. Bisa kudengan deburan ombak di bawah sana. Benar2 membuatku tenang, melupakan kepenatan sejenak. Aku benar2 tidak ingin pergi dari tempat ini.

Aku melirik Kyu yang berada di sampingku. Matanya terpejam seakan menikmati hembusan angin yang menerpa kami. Wajahnya benar benar damai. Ketampanannya melebihi manusia manapun. Seperti malaikat, ya malaikat maut. Karena auranya benar2 membuat bulu kuduk merinding.

Tanpa sadar aku mengulurkan tanganku, menyentuh wajahnya. Awalnya dia kaget akan perlakuanku yang tiba2 tapi dia tak bergerak sama sekali. aku membelai pipinya, hati hati sekali seakan dia itu porselen yang bisa pecah begitu mudah. Tapi tak lama, aku bisa merasakan seperti tersengat listrik begitu menyentuh kulitnya. Aku langsung menarik tanganku.

"mianhae" ucapku pelan menundukan kepalaku

"gwencana, kau bisa melakukannya sesukamu, aku tidak keberatan" sontak aku menatapnya dan dia tersenyum kepadaku.

Apa ini bisa di bilang kabar baik? Apa hatinya mulai berpaling kepadaku?

"Soon" panggilnya. Aku menolehkan kepalaku ke arahnya. Tapi pandangannya menerawang ke depan.

"apakah aku membuatmu menunggu lama sekali? maukah kau berbaik hati untuk menungguku sebentar lagi?" dia menolehkan kepalanya dan matanya menatap tepat di manik mataku, aku bisa melihat ketulusan dalam ucapannya.

"aku yakin suatu hari nanti kau akan tulus mencintaiku, dan sampai hari ini aku masih percaya suatu hari itu akan datang" dia tersenyum mendengar ucapanku. Mengusap pelan puncak kepala ku.

_o0o_

Kyu's side

"aku yakin suatu hari nanti kau akan tulus mencintaiku, dan sampai hari ini aku masih percaya suatu hari itu akan datang" aku masih terngiang ngiang oleh ucapannya tadi sore di pantai Sokcho.

Aku mulai mengingat2 kejadian hari ini. Dia tertawa riang sepanjang hari ini. Bermain air yang membuat kami basah kuyup, untung saja di pasar tradisional ada penjual pakaian, jika tidak kami mungkin bisa masuk angin.

Aku mengambil ponsel ku yang tergeletak di meja samping tempat tidurku. Menatap wallpaper yang terpampang disana. Ya foto Soon yang aku ambil diam diam. Menyusuri wajah cantiknya. Apakah aku belum bisa mencintainya? Aku masih belum tau. Aku masih harus mencari tahu tentang ini.

Aku mengernyitkan alisku saat memasuki kelas. Soon tidak ada, tasnya pun tak ada. Aku memang tidak menjemputnya seperti biasa karena dia bilang aku tak usah menjemputnya hari ini. Aku pun tak menanyakannya kenapa.

"hei Soon kemana?" tanyaku pada Sungrin

Dia menatapku heran, seperti aku baru saja menanyakan apakah matahari terbit dari timur atau barat.

"dia tidak masuk hari ini, mungkin seterusnya" ucapnya dingin

"wae?"

"dia pergi ke New York. Dia bilang ayahnya di pindah tugaskan disana" tersirat nada sedih di ucapannya

"mwo ! kapan dia berangkat? Kenapa dia tidak bilang padaku?" ucapku gusar

"nanti sore. Cih, kekasih macam apa kau pacarmu akan pergi tapi kau... Yak mau kemana kau Cho Kyuhyun !"

Aku langsung melesat pergi,tak perdulikan teriakan Sungrin. Tidak.. aku tak ingin kehilangan dia. Aku tak mau merutuki kebodohanku seumur hidupku dengan melepasnya begitu saja.

Aku berusaha menghubunginya saat dalam perjalanan kerumahnya tapi dia tak kunjung menjawab teleponku. Aku benar benar seperti orang gila. Memacu kendaraan dengan kecepatan hampir 120 km/hr. Tak perduli oleh klakson yang berbunyi marah akibat aku menyalip mobil mobil mereka. Pikiranku hanya mengarah ke rumahnya.

Aku menutup kasar pintu mobilku saat tiba di depan rumahnya, setengah berlari menuju pintu dan menekan tidak sabar pintu rumahnya.

Tubuhku membeku saat dia membuka pintu rumahnya. Alisnya mengkerut saat melihatku, menatapku heran.

"Kyu, apa yang kau.. " ucapanya terputus saat aku menariknya dalam pelukanku. Mengirup dalam dalam aroma tubuhnya seakan akan aku baru menemukan oksigenku yang hilang

"kumohon, jangan pergi, jangan tinggalkan aku sendiri disini" aku bisa merasakan tubuhnya menegang. Aku semakin mengeratkan pelukanku. Tidak, aku tak mau kehilangannya saat aku mulai menyadari aku mencintainya.

_o0o_

Soon's side

Aku bergegas turun saat mendengar bel pintu rumahku berdering terus. Siapa sih yang memencet bel seperti itu, dan kemana Jung ahjumma harusnya dia yang membukakan pintu.

Saat pintu ku buka kudapati sosok Kyu sedang disana, nafasnya tersengal seperti habis berlari. Aku menautkan alisku. Heran, mengapa dia ada disini bukannya berada di kampus.

"Kyu, apa yang kau.." ucapanku terputus saat dia menarikku dalam pelukannya. Tubuhku menegang akibat tindakanya tiba tiba seperti ini. Mulutku kelu, tak dapat berkata apapun.

"Kumohon, jangan pergi. Jangan tinggalkan aku sendiri disini" aku bisa merasakan dia mengeratkan pelukannya. Pergi dia bilang? Aku kan tidak akan pergi kemana mana.

"Kyu aku tak akan pergi kemanapun. Aku tetap disini tidak akan kemana mana Kyu" ucapku masih berada di pelukannya.

Sontak dia melepaskan pelukannya. Menatapku heran

"bukankah kau akan pergi ke New York hari ini karena appa mu akan di pindahkan kesana?" ucapnya

Aku tersenyum mendengar ucapannya.

"Kyu,, appa memang pergi ke New York hari ini tapi aku tidak ikut. Aku tetap disini Kyu. Aku tak ingin pindah pindah kampus lagi. Kau pikir semudah itu mengurus semuanya" ucapku sambil terkekeh pelan.

"lalu mengapa kau tidak ingin ku jemput hari ini? Dan mengapa kau tak mengangkat ponselmu?" cecarnya

"aku mau menemani appa sebelum dia berangkat Kyu. Itu sebabnya aku menyuruhmu tak usah menjemputku. Karena aku akan berangkat siang ke kampus dan soal aku tak menjawab teleponmu aku sedang di kamar appa, membantunya packing dan ponselku ada di kamar Kyu"

"Han Sungrin brengsek. Dia menipuku dengan mengatakan kau akan pergi ke New York dan tak akan kembali lagi" bisa kulihat wajahnya kesal. Sungrin pasti mengerjainya lagi, atau menjalankan rencananya. Tapi mengapa Kyu sampai menuju kesini? Apa itu tandanya dia takut kehilangan diriku?

"kau takut kehilanganku Kyu?" ucapanku sontak membuatnya diam. Tubuhnya menegang. Bisa kurasakan itu "apa itu tandanya hatimu mulai berpaling padaku Kyu?"

Aku menatapnya. Menuntut jawabannya atas pertanyaannya.

"pabbo. Aku berlari dan memacu kendaraanku dengan kecepatan hampir 120 km/hr hanya untuk sampai disini. Seperti orang gila aku hari ini. Mencegah agar kau tak akan lepas dari pandangannku, hilang dari jarak pandanganku atau apapun yang membuatku kehilangan pusat tata surya hidupku. kau fikir itu semua untuk apa? Apa artinya itu semua bagimu? Bisa kah kau menjawabnya sendiri?"

Aku terdiam mendengar ucapannya. Sebuah senyum terbentuk di bibirku.

"aku tahu Kyu" ucapku

"jadi, jangan pernah atau berniat untuk pergi dariku, karena kalau kau sampai melakukan itu aku akan melakukan sesuatu yang tak akan kau pernah bayangkan sebelumnya. Arrachi" terdengar seperti ancaman buatku. Tapi aku suka ancaman itu. Keren bukan.

_o0o_

Author's side

Setelah mengantar appa Soon mereka langsung berangkat ke kampus. Dan langsung menuju kantin, karena saat mereka tiba betepatan dengan jam makan siang.

Begitu melihat Sungrin di kantin yang sedang makan bersama Sungmin dan Kimchan, Kyu langsung menghampiri Sungrin dan memukul kepala Sungrin menggunakan buku yang sedang ia pegang.

PLAK !

"YAK ! APPO BABBO ! APA YANG KAU LAKUKAN HAH !" Sungrin tak terima di pukul begitu saja langsung bangkit dan hendak menginjak kaki Kyu tapi Kyu berhasil menghindarinya karena ia tahu apa yang akan Sungrin lakukan.

"kau menipuku tadi pagi dengan mengatakan Soon akan pergi ke New York dan tak akan kembali lagi, itu balasan karena kau telah berbohong padaku Han Sung Rin"

"jika aku tak berbohong padamu kau tak akan menyadari perasaanmu sendiri bahwa kau memang mencintai sahabatku ini bukan" ucap Sungrin

"aku memang mencintainya pabbo, kau fikir untuk apa aku memacarinya jika tidak mencintainya"

"Yak, kau fikir.."

"SUNGMIN OPPA!" ucapan Sungrin terpotong oleh ucapan seorang gadis yang langsung memeluk Sungmin begitu tiba tiba.

Mereka semua terdiam. Sungrin menatap gadis itu "apa apaan gadis ini tiba tiba datang dan memeluk Sungmin. Siapa sih dia dan mengapa Sungmin hanya diam saja di peluk peluk olehnya." Batin Sungrin

Sungmin menatap tak percaya gadis yang sedang memeluknya saat ini. Apa yang dia lakukan disni. Dan mengapa dia bisa menemukan Sungmin disini.

To Be Continue

Whoaaaaaaaa..

Ada new comer !

Hohohohohoho...

Siapa yaahh ?

Hahhahaha...

Sumpah ngeliad nih pantai pengen langsung terbang ke korea. Sumpah demi apapun keren banget ! #curhat wkwkwkw

Anyway thank's yang udah ngikutin sampe part 4.. makasih commentnya.. hohohohoho..

Oke jangan lupa RCL yaaa..

Annyeong ^^