Tittle : Proposal kebahagiaan.

main cast : Cho kyuhyun, kim kibum, kim jongin

suport cast : kim heechul, dennis kim.

Warning : GS, typos, tulisan yang tidak baku dan sebagainya.

.

.

.

Happy reading.

.

.

[~Lizz_L_L~]

.

.

sungai han, 14 feb 2005

malam itu terasa begitu sepi keadaan tampak lengang terlihat satu dua orang yang berlalu lalang hanya untuk sekedar melepas penat sebaliknya keadaan berbanding terbalik dengan kedua orang, wanita dan pria yang saling berhadapan dalam diam dari beberapa waktu yang lalu. Pria itu menatap gadis di depannya dengan pandangan nanar tidak percaya dengan sorot mata yang menunjukkan bahwa dia sedang terluka dengan sangat.

" kenapa?!...katakan kim saeun... kenapa harus aku, kenapa kau lakukan ini padaku, tidak berhargakah aku di matamu selama ini " tuntut kim kibum sambil berusaha meraih tangan saeun, tapi dengan kasar gadis itu menghempaskan tangannya seraya menatap bosan kearah kibum dengan wajah memelas dan terluka bahkan sekarang temgah bersimpuh di depannya, mengemis dan berharap gadis yang ada di depanya itu mau meralat omonganya dan kembali lagi padanya.

" maaf oppa, aku sudah tidak mencintaimu, saat ini aku sudah mencintai laki-laki lain oleh sebab itu aku harap kita bisa putus, jangan mempersulitku lagi oppa, karena besok lusa aku akan pergi ke new york dengan sungmin oppa" ucap yeoja itu dengan nada dingin sorot matanya menyiratkan penghinaan yang di tunjukan secara langsung untuk kibum, kibum membeku saat mendengar jawaban yang seakan menohoknya kibum merasa hatinya terluka bagai di rajam ribuan pedang yang tak kasat mata rasanya sakit, nyeri dan menyesakan.

" aku mohon berhentilah bercanda, kau tau bulan depan kita akan menikah, kenapa kau lakukan ini padaku, aku mohon...jangan lakukan ini, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, semua yang kau minta dan kau suruh aku akan melakukannya untukmu, aku mohon jangan pergi saeun" ucap kibum dengan suara tercekat bahkan dia telah merendahkan harga dirinyadi depan gadis yang berdiri didepannya serendah mungkin berharap hati keras sang gadis di depannya itu dapat melunak dan merubah semua keputusannya untuk meninggalkan

dirinya dengan orang lain. saeun menatap kibum dengan tatapan aneh dan jijik seraya mendengus sebal tak mengacuhkan semua ucapan kibum padanya, bahkan sedikitpun dia sama sekali tidak terpengaruh sama sekali, seolah hatinya sekeras batu hingga tidak mampu merasakan perasaan bersalah pada pria di depannya itu yang terlihat memelas memohon cinta padanya.

" maaf oppa, aku pergi...jaga dirimu baik-baik kim kibum" ucap saeun acuh seraya membalikan tubuhnya meninggalkan kibum yang masih bersimpuh dalam diam menatap kepergian gadis yang sangat di cintainya tanpa bisa menahan gadis itu agar bisa lebih lama dengannya. Bahkan tiga tahun kebersamaan mereka sama sekali tidak berarti bagi seorang kim saeun, dia bahkan telah mengkhianatinya hanya karena seorang laki-laki yang bernama lee sungmin yang baru di kenalnya selama satu bulan.

tanpa bisa di cegah air mata mengalir perlahan diatas pipinya meninggalkan aliran sungai yang terus mengalir deras, kibum terkekeh frustasi menertawakan ketololannya dan kebodohnya kenapa sampai akhir ia tak bisa memungkiri jika ia masih mencintai gadis yang telah mencampakannya itu, ia bahkan sekarang telah di buang seperti sampah bekas oleh gadis yang sangat di cintainya. dengan hati remuk redam ia menatap punggung gadis itu yang perhi semakin menjauh darinya, sungguh kibum bahkan tak ingin ini berakhir dengan sangat menyedihkan, tak bisakah dia berharap lebih pada gadisnya itu.

"KIM SAEEUUNN..." teriaknya keras memanggil nama gadis yang telah menorehkan luka pada hatinya hingga otot-otot lehernya tertarik dan terlihat menonjol. dalam diam kibum terus menangis dan meracau memangil nama gadis yang sudah menghilang di telan malam meninggalkan dirinya dalam kesendirian yang gelap tanpa bintang serta menyisakan berbagai luka yang menyanyat hatinya hingga berdarah dan tak tersembuhkan, sesekali kibum terlihat meremas dadanya keras sambil terus menangisi pengkhianatan seorang gadis yang paling di cintainya.

[~Lizz_L_L~]

" hyung...kibum hyung, apa kau sudah mendapat kabar tentangnya, dennis hyung?!" tanya kai kearah smartphone yang bertengger manis di telinganya.

" belum...teruslah mencari kai, aku khawatir dia akan melakukan tindakan yang sama seperti dulu" ucap leeteuk dengan sedikit rasa khawatir menghiasi nada suaranya, ia ingat dulu, dua hari setelah saeun pergi kibum terlihat sangat depresi hingga rutin mengunjungi club malam dan mabuk-mabukan. Bahkan dia tak tak pernah pulang dan semua perkerjaannya menjadi tak tersentuh dan terbengkalai begitu saja hingga suatu ketika di dapatinya kibum yang tergeletak lemah di kamarnya tak sadarkan diri, ia menelan semua obat penenang yang dokter berikan hingga membuatnya over dosis dan koma selama tiga hari.

"aissh...dimana kau kim kibum, berhenti membuat cemas hyungmu dan cepat angkat telponmu" bisik dennis pada diri sendiri. terus mencoba menghubungi kibum, sementara itu di rumah kyuhyun terlihat mondar-mandir pasalnya sudah tiga hari kibum tidak menampakan batang hidungnya di kediamannya itu, jujur saja ia sangat khawatir dengan keadaan kibum setelah mendengar cerita dari dennis, entah kenapa sebersit perasaan aneh menyeruak begitu saja di hatinya, seolah ia ikut merasakannya juga dan entah kenapa rasa tak suka kyuhyun pada gadis yang bernama kim saeun menjadi sangat besar dan semakin tumbuh dari hari kehari.

" dasar wanita iblis awas saja jika bertemu lagi akan aku buat kau menyesal karena sudah membuat si manusia datar itu menjadi bukan seperti dirinya sendiri aish...dasar babi betina, apa urat malunya sudah putus, enak saja sudah mencampakan seperti sebelumnya ndal putus dan sekarang tiba-tiba datang seenak jidatnya sendiri, dia pikir dia siapa, putri negeri dongeng bah...yang benar saja omong kosong jika dia berpikir semua akan baik-baik saja setelah ia melakukan kejahatan tak termaafkan, bahkan voldemort masih lebih baik darinya, dasar iblis betina cih...jika di pikir- pikir juga masih cantikan aku, kepedean sekali dia, dasar gadis tidak tahu malu menyebalkan, kim kibum bodoh kau dimana sebenarnya jangan melakukan hal-hal gila yang membahayakan dan cepatlah pulang" sungut kyuhyun panjang lebar dengan nada berapi-api mengumpati kim saeun dan berubah menjadi lembut ketika menyebut nama kibum. dia terus meremas kedua tangannya sambil mondar- mandir tidak jelas, kebiasaan buruk yang selalu di lakukannya saat ia merasa cemas akan sesuatu hal.

tanpa di sadarinya dua buah manik hitam menatapnya dalam kegelapan, entah kenapa melihat gadis itu yang sesekali mengumpati nama saeun dan terlihat sekali wajah khawatir yang sangat mencemaskannya, kibum mulai berjalan mendekati kyuhyun dalam sepi langkah kaki kibum itu terus mendekat ke arah kyuhyun dan dengan perlahan di lingkarkan kedua lengannya ke pinggang mungil kyuhyun seraya memeluknya dari belakang mencoba mencari kehangatan untuk dirinya sendiri, entah setan apa yang tengah merasukinya saat ini yang jelas tanpa kibum pikirkan tubuhnya refleks melakukan hal itu, dia memeluk kyuhyun begitu saja tanpa di rencanakan sebelumnya kyuhyun sedikit tersentak saat ada sebuah lengan pucat yang melingkari pingangnya, pasalnya dia mengira itu adalah tangan hantu karena jujur saja saat ini dia sedang dalam rumah besar sendirian. Bahkan kyuhyun sempat berpikur jika pemilik tangan itu adalah seorang yang berniat mencuri di rumah ini, kyuhyun memberontak dan berniat untuk menendang dan akan menghajar sosok samar dalam kegelapan yang masih setia memeluknya sampai sebuah suara dingin menginterupsi pergerakannya. Sebuah suara yang sangat familiar di telinganya sontak membuat kyuhyun terdiam membatu. tiba-tiba rasa gugup mulai menjalari setiap jengkal tubuhnya.

" terima kasih kau sudah mencemaskanku dan terimakasih juga karena sudah ikut bersedih untukku" bisik kibum samar, helaan nafas hangatnya seolah menari-nari di tengkuk dan leher kyuhyun seolah menciptakan suasana magis yang membuat jantungnya berdebar dengan ritme cepat seakan tak terkontrol.

" kibummie...kau tidak apa-apa, darimana saja kau?!.. kai dan dennia sangat mencemaskanmu, apa kau sungguh baik-baik saja" ucap kyuhyun sedikit tergagap dan kesulitan untuk bernafas saat mulai di hinggapi rasa gugup dengan kedekatan tubuh mereka yang saling melekat dan menempel satu sama lain.

" aku mohon biarkan aku seperti ini untuk beberapa menit saja kyu" mohon kibum pada kyuhyun mengacuhkan setiap pertayaan yang di lontarkan kyuhyun entah apa yang ada dalam pikirannya sehingga meminta gadis yang bukan apa-apanya melakukan hal yang di rasa sangat tidak logis. namun entah kenapa, setelah mendengar ucapan kibum, kyuhyun seolah berniat berhenti memberontak dan membiarkan saja kibum memeluknya. Bahkan kyuhyun sendiri mulai merilekskan hatinya yang sedari tadi mendendangkan musik rock metalic dengan ritme yang tak terkendali seakan menghentak dadanya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya perlahan dan dia mulai menepuk- nepuk pelan tangan kibum yang berada di perutnya seolah menyalurkan setiap ketenangan dan rasa aman yang dia punya pada pemuda datar dingun yang dalam keadaan yang tidak baik saat ini, tak berapa lama pelukan itu mulai mengendor dan terlepas begitu saja dengan tiba-tiba membuat sebersit perasaan kecewa singgah di hatinya.

" maaf..." ucap kibum terlihat mulai menyadari tindakannya.

" bukan masalah, aku harap semua akan baik-baik saja...kau tidak perlu merasa cemas atau takut" bisik lirih kyuhyun sambil menyungingkan senyum hangat pada kibum yang kini telah melepaskan pelukannya seraya berdiri canggung di depannya sambil menatapnya kyuhyun lekat. entah kenapa senyum gadis di depannya itu sangat mempengaruhinya menciptakan tabir pelindung yang membuatnya merasa nyaman, tanpa sadar kibum mulai memajukan wajahnya seraya meraih wajah kyuhyun semakin mendekatkan pada wajahnya sendiri dalam hitungan detik kedua bibir itu saling bertemu dan bertaut dalam diam kecupan hangat basah dan dalam, kyuhyun terlihat cukup terkejut mendapat perlakuan yang menakjubkan dari kibum, laki-laki yang beberapa lalu masih sedikit di bencinya tapi entah mengapa kyuhyun tak kuasa untuk menolak, menghindar atau bahkan menampar kibum karwna dengan seenaknya pemuda datar itu menciuminya, entah kenapa kyuhyun membiarkan saja bibir manis kibum mulai menjelajahi dan mengeksplore setiap sudut bibirnya dengan lidah yang mulai mengoda kyuhyun agar membalasnya, hingga desahan lolos dari belahan bibir kissable kyuhyun. untuk sesaat kedua merasa terbuai dengan ciuman dalam tanpa maksud itu, bahkan kyuhyun sama sekali tidak sadar jika tautan bibirnya dengan kibum sudah terlepas.

Kibum menatap kyuhyun yang terlihat sedikit menunduk malu dengan aksi ciumannya yang mendadak dengan wajah yang sudah merah merona. Kibum sendiri tak menyangkah jika dia akan melakukan tindakan gila yang tak terduga. mencium seorang gadis bar-bar tanpa adanya sikap pengendalian diri hingga membuatnya hampir hanyut jika tidak segera sadar...terlihat sekali sebersit perasaan bersalah yang memancar dari kedua bola matanya kala menatap wajah kyuhyun yang terlihat masih menunduk dengan wajah merahnya.

" maaf kyu, tidak seharusnya aku melakukan itu..." ucap kibum merasa bersalah dan menatap kyuhyun dengan sorot penuh penyesalan, kyuhyun yang mendengar permintaan maaf dari kibum mendongakan kepalanya terkejut menatap wajah sedih kibum dan tampaklah dimatanya sorot mata penuh penyesalan yang tak bisa di sembunyikan sama sekali atau memang sengaja dia keluarkan dan entah kenapa pula ada sebersit perasaan kecewa yang hinggap di hatinya saat sadar jika kibum meminta maaf padanya karena sebuah ciuman yang memang adalah sebuah kesalahan menurutnya. sesaat bayangan dan sensasi manis tentang ciuman indah yang baru saja di lakukanya dengan kibum terlihat hancur berkeping- keping di matanya, kyuhyun merasa seperti orang bodoh saja yang sedikit terlalu berharap pada ciuman itu. tunggu dulu...apakah kyuhyun mulai menyukai kibum, entahlah...

" ckckck...tidak masalah, melihatmu kupikir aku akan menemukan jasadmu, tapi syukurlah kau baik-baik saja, sebaiknya kau pergi ke kamarmu dan segeralah tidur kau terlihat lelah" ucap kyuhyun berusaha menetralkan irama jantungnya sekaligus berusaha meredam rasa kecewanya yang ia rasakan beberapa waktu lalu dengan patuh kibum mengangguk dan melenggang pergi dari hadapan kyuhyun yang terlihat mematung dalam kegelapan seorang diri, ia menunduk dan menghela nafas berat.

" ya...cho kyujyun sadarlah siapa dirimu, jangan terlalu berharap lebih, tentang ciuman tak berarti tadi, dia sedang terguncang oke, mungkin tidak sadar saat melakukannya, argghh...kenapa kau membiarkan dirimu di cium begitu saja cho kyuhyun dasar gadis bodoh" kyuhyun terlihat menyesali perbuatannya seraya mengacak rambutnya kasar dan berjalan dengan lunglai ke kamarnya, tanpa di sadarinya dua buah manik gelap menatapnya serius sejak tadi tak terkecualai dengan adegan mesra yang hampir membuatnya meledakan amarahnya melihat pemandangan yang sunghuh membuatnya terasa seperti terbakar. terlihat sekali jika rahang laki-laki bersurai coklat itu sedikit mengeras dengan tangan yang terkepal erat menahan gejolak amarah yang ia rasakan muncul begitu saja saat melihat kakaknya mencium kyuhyun. lamunannya tersadar saat getaran halus handphonenya mengusik dirinya menandakan adanya panggilan masuk. di rogoh saku celananya dan mengeluarkan benda hitam berbentuk persegi itu tanpa melihat siapa yang menelponnya laki-laki itu-kai langsung memekan tombol answer dengan tatapan dingin.

" hallo..., iya hyung kau tenang saja, kibum hyung sudah pulang kau tak perlu cemas lagi, iya segerahlah pulang semua baik-baik saja..." ucapnya kemudian segera memutus sambungan telponnya dan terdiam lama menatap kegelapan matanya terlihat menerawang, ia menutup matanya pelan dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.

" haruskah aku mengalah sekali lagi untukmu hyung" bisiknya pada angin entah kenapa nada suara kai terdengar memberat penuh dengan aura kesedihan.

[~Lizz_L_L~]

" oh..heechullie jngan katakan jika sekarang aku sudah gila oh...bagaimana menurutmu heechullie setelah kau mendengar semuanya, ini benar-benar membuatku kesal " tanya kyuhyun siang itu mulai membuka sesi cuhatnya di teras panti asuhan, entah kenapa sejak terjadi insiden itu suasana di rumah barunya terasa sangat tidak nyaman, di mulai dari kibum yang bersikap aneh dan sedikit canggung belum lagi sikal kai yang seolah mendiamkannya tanpa sebab dan selalu menhindarinya bahkan tidak sedikit saat matanya menatap mata kai, laki-laki itu seolah dengan sengaja membuang muka, hanya dennis saja yang dia rasa masih sama seperti biasanya, bersikap ramah dan terlihat sangat wajar.

" entahlah kalau kau bertanya kau gila apa tidak, jawabanya pasti...kau memang gila, bukankah dari dulu kau memang sudah agak tidak waras ya, apa kau baru sadar sekarang kyu?!" jawab heechul dengan nada santai dengan cengiran khasnya yang masih setia dengan lolipop rasa jeruknya yang masih setia menghiasi bibir cherry mungilnya.

" yak...kim kibum, kenapa kau malah mengataiku, jadi kau berpikir jika aku memang sudah tidak waras dari dulu cih..., padahal kau sendiri lebih parah dariku, dari siapa aku menjadi seperti ini kalau bukan karenamu, asal kau saja virus gilamu sudah menjalar dan menyebar seolah meracuniku dengan cepat ckckckck " ucap kyuhyun membela diri tak terima mendengar komentar heechul yang sangat jauh dari apa yang di harapakannya dan semakin menambah kadar kekesalan dalam hatinya.

" hahaha sesama orang berotak minus di larang saling menghina kyuhyunnie" balas heechul sambil tertawa keras memamerkan senyum khasnya yang seketika itu menular pada kyuhyun yang terlihat sedang mempoutkan bibirnya lucu, merajuk dan keduanya tertawa nyaring bersamaan. Saling menertawakan kebodohan mereka sendiri.

" aku ingin sekali bertemu dengan wanita menyebalkan yang kau maksud tadi, mendengar ceritamu saja aku sudah kesal, kenapa ada manusia menjijikan sepertinya, mungkin dia adalah reinkarnasi dari seorang penyihir jahat yang selalu menyesatkan para laki-laki keren dengan wajah manipulatifnya ckckck" ucap heechul menyuarakan pikiranya sambil berdecak tak terima.

" kau benar heechulie, aku saja kadi gemas padahal dia cantik lo, kalau kau bertemu dengannya kau pasti akan merasakan aura tidak nyaman di sekitarnya, dia benar-benar gadis dengan senyum menyebalkan, kukira kau pasti bisa menang jika melawan gadis sialan itu, aku bahkan membayangkan kau yang menjambak dan mencakari wajah palsunya itu" ucap kyuhyun dengan imajinasi liarnya yang mulai berkembang biak ke arah tindakan yang jauh lebih anarkis.

" kapan-kapan jika aku bertemu dengannya aku berjanji akan mengabulkan imajinasi indahmu itu kyuhyunnie" ucap heechul sambil menyengir memamerkan deretan gigi putihnya dan di balas cengiran dengan cengiran yang sama seperti milik kyuhyun.

" tapi ngomong-ngomong kenapa kibum menciummu, apa jangan-jangan dia mulai menyukaimu kyu" tebak heechul kemudian dengan dahi yang berkerut penasaran sambil menatap wajah kyuhyun lekat mencoba menarik jawaban dari sahabat idiotnya itu.

" tidak...kurasa bukan seperti itu, aku melihat raut menyesal menghiasi wajahnya setelah dia menciumku, kurasa dia mulai sadar jika telah salah mencium seseorang yang dia kira gadis menyebalkan itu tau-taunya berubah menjadi seorang cho kyuhyun tentu saja ia sangat menyesal karena melakukan kesalahan besar seperti itu " ucap kyuhyun dengan nada memelas pasrah terlihat sekali raut wajah kecewa menghiasi wajahnya.

" jadi maksudmu ia hanya tidak sadar waktu menciummu dan sialnya kibum malah membayangkan wajah gadis itu saat menciummu begitu" tebakan jitu di ucapkan heechul dengan lugas dan anggukan kecil kepala kyuhyun menjadi jawaban atas pertanyaannya barusan. Heecul mengamati raut wajah aneh tidak biasanya yang di keluarkan oleh si evil itu.

" oh begitu, tunggu... kenapa dengan wajahmu itu kyu, apa kau sekarang sedang merajuk karena kibum tidak menyukaimu atau jangan bilang jika kau mulai menyukai si kim datar kibum itu?! Tanya heechul yang terasa menohok kyuhyun tepat mengenai sasaran hingga membuat kyuhyun mendesah berat, kyuhyun bahkan tak mengerti apa yang di rasakan oleh hatinya saat ini.

" aku tidak tau heechullie...aku tak tau jangan tanya lagi oke, kau membuatku semakin pusing saja" sanggah kyuhyun mencoba menyembunyikan kenyataan sesungguh yang terasa seolah membelit hatinya, mungkin benar jika kyuhyun mulai menyukai seorang kim kibum, laki-laki datar minim ekspresi itu.

" hahaha akhirnya rasa bencimu bertransformasi secepat ini aku bahkan tak menyangkahnya sama sekali, kyu bahkan ini belum satu bjlan kau bersamanya" ejek heechul seraya mengekori khujhun yang berjalan cepat memasuki dapur.

" eomma aku akan pulang sekarang ya, nanti aku akan kesini lagi" pamit kyuhyun pada shin ae dan melenggang pergi melewati heechul begitu saja dan sengaja mengacuhkan gadis itu.

" ya...cho kyuhyun, kenapa kau malah pergi setelah memintaku kesini seenaknya, setidaknya tawari aku sesuatu dong, aku kan juga ingin tau dimana kau tinggal, apa kau tidak kangen denganku oh..."ucal heechul dengan nada marah yang di buat-buat.

" baiklah-baiklah...ayo pergi, kau juga boleh menginap kalau mau, aku akan senang jika kau bisa menginap selama dua atau tiga hari bersamaku" ucap kyuhyun mulai malas dengan kelakuan temannya itu.

" sungguh...wah ide bagus, asyiknya kapan ya terakhir kali kita berpajamas party sepertinya sudah lama sekali" ucap heechul senang seraya bernostalgia seraya memasuki taksi yang di cegat oleh kyuhyun.

" iya sudah lama kita tidak mengadakan pesta piyama ya" tambah kyuhyun ikutan ceria selang beberapa menit senyum ceria itu sirna dari kedua bola matanya saat melihat kibum dan saeun berhadapan satu meja di sebuah restoran yang mereka lewati.

" berhenti pak kami turun disini" teriak kyuhyun sambil menyerahkan beberapa lembar won pada si supir taksi dan menyeret heechul dengan paksa yang balas menatapnya dengan pandangan tak mengerti.

" hei...kyu, kenapa kita berhenti disini bukankah kita akan kerumahmu" tanya heecul bingung dengan suara pelan mengikuti ritme gerakan kyuhyun yang terlihat mengendap-endap memasuki restoran dan mengambil tempat duduk tersembunyi dari pandangan kibum atau saeun namun mereka masih bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan.

" kenala kyu..." tanya heechul dengan bahasa bibir tanpa suara nyaris seperti seorang idiot sekarang yang menatap kesal teman tidak berguna yang selalu merepotkan dirinya sepertu ini.

" sssttt...kim kibum, dia dengan si penyihir palsu" jawab kyuhyun masih sama mengunakan bahasa bibir tanpa suara juga, setelah mendapat penjelasan dari kyuhhun akhirnya heechul sedikit mengertu dengan situasi mereka sekarang dan menutup mulutnya berusaha mendengarkan setiap pembicaraan antara kedua orang itu layaknya detektif gadungan.

" oppa maafkan aku, aku memang salah sudah memperlakukanmu seperti itu sungguh aku tak bermaksud untuk menyakitimu, sekarang aku sadar jika kau lebih baik dari sungmin oppa, aku mohon oppa, kembalilah padaku dan maafkan aku, aku sadar aku masih mencintaimu dan aku ingin kita mengulangi semuanya dari awal oppa" ucap saeun dengan tampang memelas.

( kyuhyun : dasar setan, berani sekali dia menampakan wajahnya lagi di hadapan kibum, dasar wanita sialan...

Heechul : cih...jadi itu yang namanya saeun, wajahnya benar-benar aneh, lihat saja ya ampun rasanya aku ingin muntah...)

" hentikan sekarang juga kim saeun, jangan di kira kau bisa kembali padaku setelah lee sungmin pergi dan mencampakanmu beberapa waktu yang lalu, jika kau berfikir seperti itu mungkin kau harus kecewa" ucap kibum dengan ekspresi datarnya,

sementara saeun yang mendengar pengakuan secara langsung dari mulut kibum terlihat terkejut. bagaimana mungkin laki-laki di depannya inj tau jika sungmin telah mencampakannya seperti sampah dan lebih memilih gadis lain yang lebih cantik dari dirinya dan lebih dari segalanya.

( kyuhyun : hahaha rasakan, itulah balasanmu gadia jahat...

Heechul : bagus kibum jangan pernah terpancing dengan siluman rubah itu..)

Kyuhhun dan heechul masih setia mengomentari setiap perkataan saeun atau kibum dalam diam tanpa, karena sejak tadi mereka berkomunikasi tanpa suara.

" oppa tidakah kau masih mencintaiku, kita bisa memulainya seperti dulu lagi aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya oppa" ucap saeun memelas. Kibum terlihat tertawa meremehkan ke arah gadis yang ada di depannya dan memindahkan tangan saeun yang mengengam tanganya erat dengan kasar.

" tidak semudah itu, semuanya sudah berakhir kim saeun, jangan pernah menampakan dirimu lagi di hadapanku, aku pergi" ucap kibum beranjak pergi dari kursinya meninggalkan saeun yang mengeram penuh amarah menatap punggung laki-lqki itu yang mulai tak terlihat di dalam mobil sport mewah yang di bawahnya tadi.

( kyuhyun & heechul : hahaha kim kibum kau memang yang terbaik ayo bersorak tiga kali untuk kesuksesan kibum yang terlepas dari jerat penyihir palsu) teriak kedua yeoja itu kegirangan. tak berapa lama mereka mulai terdiam lagi pasalnya ia mendengar saeun mengumpati kibum dengan kasar seolah penuh dengan amarah.

" lihat saja brengsek aku akan membuatmu kembali jatuh ke tanganku dan akan membuatmu menyesal karena sudah menolakku dengan kasar seperti ini " ucap saeun masih belum sadar dengan keberadaan mereka berdua yang sejak tadi menguping pembicaraannya, kyuhyun dan heechul yang mendengarnya sontak mengeram kesal merasa gadis itu sangat menyebalkan dan juga bebal, saeun masih tidak sadar dengan keberadaan mereka sampai kepala heechul menyembul di sofa di depannya dan menetap saeun dengan tatapan membunuh membongkar penyamarannya seraya

mengucapkan kata-kata kasar bernada mengancam pada saeun.

" ya...ahjumma, berhenti mengoceh seperti seorang idiot, kau pikir siapa yang kau maki hah...dasar wanita murahan tak tahu diri, apa kau tidak sadar bahkan dirimu tak lebih berharga dari pada sampah, jika kau berani menganggu keluarga sahabatku awas kau, aku tidak akan segan- segan merusak wajah cantikmu yang menjijikan itu, mengerti " ucap heechul penuh dengan hawa membunuh yang mengintimidasi dia mengatakannya dengan wajah dingin dan datar tanpa sopan santun, ia tau jika gadis yang ada di depannya itu jauh lebih tua darinya dan kyuhyun.

meski terlihat gentar harga diri saeun seolah melarangnya untuk tetap bersikap diam dia mendengus tak terima dengan ucapan heechul yang berdiri di depannya yang bahkan tak di kenalinya sama sekali.

" hei idiot, siapa kau berani sekali mengataiku, memang kau pikir dirimu lebih cantik dariku atau jangan-jangan kau yang gadis murahan yang merasa posisimu terancam karena keberadaanku yang dekat dengan seorang kim kubum cih...caramu benar-benar menunjukan tingkat kedudukkan sosialmu yang sangat rendah,menjijikan sekalu" balas saeun dengan nada angkuhnya.

" wanita ini...dasar mulutnya benar-benar racun, sudah salah masih berani mengelak dasar babi sialan malah menghina sahabatku, sini biar aku bersihkan mulut busukmu itu " teriak kyuhyun mulai emosi dan menjulurkan tangannya meraih rambut saeun sambil merariknya kuat, begitu mendapat lampu hijau heechul juga mulai ikut mengambil alih dalam pertarungan yang jelas-jelas tak seimbang itu, mereka masih asyik mencambak dan mengacak-acak setiap jengkal tubuh saeun dengan penuh nafsu, tidak berapa lama saeun terduduk dengan rambut awut- awutan dengan bekas cakaran di sekujur tubuhnya gaun cantiknya sudah berganti menjadi gaun yang tak layak pakai dengan sobekan dimana-mana, saeun menatap kedua gadis itu dengan tatapan marah sekaligus takut terlihat kantung air mata yang mulai menampakan dirinya di kedua bola mata kim saeum, dia mencoba berdiri menahan malu, mungkin sebentar lagi ia akan menangis dengan sisa tenaga yang di milikinya dia melenggang meningalkan restoran itu dengan wajah merah meradang sambil menatap kyuhyun dan heechul dengan tatapan membunuh, namun dengan ponggahnya kedua yeoja itu balas menatap sengit ke arah saeun tak gentar sama sekali. setelah kepergian saeun mereka saling

menatap satu sama lain dan berhigh five sambil menyungingkan tawa ceria mereka dan saling memuji hasil karya master piece mereka di sekujur tubuh saeun.

" kita berhasil aku puas sekali menyiksanya tadi" kenang kyuhhun antusias.

" hihihihi benar, mungkin ini adalah hasil karya terbaiku sepanjang sejarah pembulian yang pernah aku lakukan" kikik heechul terlihat sangat senang.

bangga.

prookk...

prookk...

prookk...

tanpa mereka sadari tindakan mereka telah terlihat jelas oleh laki-laku yang sejak tadi hanya menjadi penonton setia di bangku pojokan lumanyan dekat dengan meja mereka.

" wah...tidak kusangka ternyata kalian nakal juga ya, tidak sia-sia aku datang kesini mengikuti kibum, lumayan juga tadi aku bahkan merasa terhibur dengan pertunjukan live kalian, aku juga merekamnya tadi kupikir kak akan sangat menyukainya jika tau video ini" ucap dennia memamerkan senyum lima jarinya sambil mengacungkan smartphone putihnya.

" dennia oppa, sejak kapan kau ada di sini" tanya kyuhyun terkejut tak menyangkah jika akan bertemu dengan dennia di restoran ini dan sempat menunjukan aksi anarkis yang tidak cantik padanya.

" sudah lama bahkan sebelum kibum datang aku sudah ada di sini" jawabnya santai sambil terkekeh pelan. Kyuhyun dan heechul saling menatap lagi kemudian nyergir tak berdosa ke arah dennia.

TBC

ya akhirnya part 4 kelar jangan bosan ya dan jangan lupa tinggalkan reviewnya oke.

Anyeong^^