Title : Bitter Sweet Of Our Love~
Main Cast : - Wu Yi Fan
- Xi Luhan
- Kim Jongin
- Do KyungSoo
Genre : Romance | Sad
Rating : T
Pairing : HanRis, HanSoo, KaiRis, KaiSoo
Author : Xi Rae Hoon
WARNING : Uke!YiFan!
Don't Like, Don't read ;)
-++-
"Maaf..Maafkan aku..Kumohon maafkan aku...YiFan~"
BRUUK!
Luhan ambruk ke tanah, dahi nya bercucuran banyak darah. Ia mengerang kesakitan.
"Luhan!" Teriak Kris seraya berbalik kearah Luhan. "Luhan..w-waeyo? Neo..Gwaenchanna,Eoh?!"
"Aku..baik...baik..saja..Fan~.."
Luhan menggenggam tangan Kris,
"Jangan pergi~...kumohon.."
Karena begitu khawatir Kris membopong Luhan berjalan menuju kursi taman kota yang mulai sunyi. Kris mengeluarkan obat-obatan dari tas nya dan mengobati luka Luhan.
Luhan hanya terduduk-membisu menatapi wajah Kris yang amat dekat dengan nya saat ini. Ia tersadar bahwa Kris adalah pelabuhan terakhir nya dan ia tak dapat hidup tanpa nya.
"Sudah lebih baikan?" tanya Kris lembut.
"Hmm...Gomawo Kau..tak terluka kan?"
"Hmm...A-Aku baik-baik saja."
jawab Kris mengangguk.
Sreet!
" Kau tidak baik baik saja! Lihat, tangan mu berdarah. Bibir mu juga. Sini, biar aku yang mengobati nya."
Luhan mendekat ke Kris dan mulai mengobati luka nya.
setelah selesai, Luhan masih terus memandangi wajah Kris. Dia tersenyum sedih saat mengingat betapa bodohnya ia dulu. Menyia nyiakan cinta namja manis itu.
HENING...
Beberapa saat kedua nya terdiam cukup lama. Kris menikmati pemandangan didepan nya dengan santai sedangkan Luhan diam-diam mencuri pandang pada Namja itu.
"Kau tak banyak berubah-masih seperti dulu." Ucap Luhan.
"..." Kris hanya diam dan menunduk.
"Apakah kau masih marah pada ku?"
"Aniyo~ Waktu telah banyak menghapus rasa itu. Harus nya sekarang akan baik-baik saja."
" Fan...Tidak bisa kah aku kembali? kembali pada mu dan memulainya dari awal, Fan~"
"Aku..Tidak ingin kau kembali tapi... juga tak ingin membenci mu. Aku ingin menjalani sebagaimana harusnya. Tanpa mu mungkin lebih baik."
"Teman?" tawar Luhan dengan nada sedih. Ia tak mampu meminta lebih.
" Mungkin itu lebih baik untuk saat ini."
"Baiklah... kita berteman." Luhan mengangkat tangan nya dan mengacungkan jari kelingking nya seraya tersenyum.
"Hmm.." Kris menyambut tangan Luhan dengan senyuman-Canggung.
"Sudah terlalu malam~ sebaiknya aku pulang." Ujar Kris sambil mengambil tas dan belanjaan nya.
"Akan ku antar!"
"Tidak usah. Di ujung jalan aku akan segera mendapatkan Taxi."
"Aku akan mengantar mu. Aku tidak ingin kau dalam bahaya lagi." balas Luhan-Merebut Kantung plastik belanjaan dari tangan Kris. Ia segera berjalan duluan sementara Kris terpaksa harus mengikuti nya dari belakang.
Ada senyum yang terukir diwajah Luhan, Ia begitu bahagia meski saat ini Kris hanya mengizinkan nya untuk menjadi seorang teman.
' Setidaknya ini langkah terbaik untuk memiliki mu lagi, seperti dulu...YiFan.' Bisik hati Luhan.
" Dasar pria jahat! kasihan Luhan-Hyung, bodoh!" ujar KyungSoo setengah bercanda dengan Kai.
"Hahahah~... Tapi acting ku bagus kan Hyung? " Kai menjawab dengan tersenyum bangga usai menjelaskan semua nya pada KyungSoo yang hampir saja cemburu atas hubungan nya dan Kris yang kian dekat. Kenyataan bahwa itu hanya permainan dan bukan sungguhan membuat KyungSoo menjadi lebih legah hati nya.
Tak terasa langkah keduanya telah menuntun mereka tiba di apartment-Kris.
**
Setibanya Kris dan Luhan di apartment Kris, Kris merasa kasihan melihat kondisi Luhan yang Kotor dan berkeringat akibat perkelahian tadi.
'Ini semua karena ku' pikir Kris tertegun.
"Masuk lah." ujar Luhan pada Kris tepat didepan pintu Lift."Aku ingin melihat mu masuk lebih dulu dengan aman." tambah nya.
Kris hanya menangguk kemudian masuk disusul Luhan di belakang nya.
Beruntung sekarang Luhan sedang dalam keadaan acak acakan, jadi tidak ada fans yang mengenali nya.
"Ingin... makan malam bersama?. Malam ini aku akan masak banyak. Tak menyenangkan kan? makan sendirian." Ajak Kris ramah-Ia ingin membalas pertolongan Luhan tadi padanya. Luhan mengangguk senang dan tersenyum.
Sesampai nya di lantai 20 pintu Lift itu terbuka, Luhan dan Kris keluar bersama lalu memasuki rumah Kris.
"Mandi lah selagi aku memasak. Ku tunggu di ruang makan." Kris mengambil belanjaan nya dari tangan Luhan dan menuju dapur. Luhan masih berdiri di ruang tengah memandangi sekeliling nya. Ia tersenyum dan hampir melompat kegirangan karena senangnya.
' Setidak nya, dia sudah tidak sedingin waktu itu. Dia masih Yifan-ku yang manis' Luhan terkekeh pelan.
**
Tercium aroma sedap nya masakan Kris dari dapur. Luhan mulai lapar dibuat nya. Dengan bertelanjang dada dan handuk yang masih membalut tubuh bagian bawahnya Ia melangkah menuju dapur mencoba melihat seperti apa Kris ketika sedang memasak.
"Fan..."
BRUUUK.!
Kris tersandung saat ia berbalik, dan menubruk Luhan yang ada di depannya. Hingga mereka jatuh terjerembab ke lantai dan Luhan menindih tubuh Kris. Wajah Luhan yang begitu dekat bahkan dahi dan hidung mereka sudah bersentuhan. Hampir saja membuat Luhan memcium bibir Kris. untuk sesaat sepasang mata mereka saling bertemu pandang. Tidak ada kata yang terucap diantara mereka.
BRAK!
Tiba-tiba pintu rumah Kris dibuka cukup keras. Kai dan KyungSoo ternyata. Mata Mereka terbelalak tanda terkejut melihat Luhan yang masih menindih Kris di lantai.
Karna kini Luhan hanya memakai sehelai handuk untuk menutupi bagian bawah nya dan masih Topless, Membuat Kai dan KyungSoo semakin salah paham.
"Lu..Luhan-Hyung?.." Kai berujar pelan-nyaris tak terdengar.
"Lu..haan~.." Kris mencoba mendorong tubuh Luhan. Sementara Luhan masih terpaku menatap Kris.
"..."
"menyingkir lah ..Aku-"
"akh! maaf." Luhan segera menyingkir kan tubuh nya seraya mengulurkan tangan nya untuk menolong Kris berdiri dari lantai.
"Apa yang kalian...la-ku-kan,Eoh?!"
Kai dan KyungSoo serentak ternganga bersamaan melihat mereka.
"I-Ini tidak seperti yang kalian bayangkan!" ujar Kris dengan wajah memerah padam-mencoba meyakinkan Kai dan KyungSoo.
"..?.." Kai dan KyungSoo saling pandang lalu tersenyum melihat mereka.
"M-Mwo?!" tantang Luhan yang tak kalah malu nya dengan Kris.
"A..Aku harus kedapur.! Masakan ku akan hangus~" Dalih Kris seraya pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Hyung? Bagaimana kau bisa ada disini?!" tanya Kai terheran."Kau..dan Kris-Hyung?"
"Nde, Aku tak'kan disini bila ia tak memaafkan ku, kan?"
"Kalian berbaikan?!" Tambah Kai dan KyungSoo lagi.
"Kalian keberatan,Eoh?! Kai..Kau harus menjaga jarak dengan YiFan mulai saat ini atau..." Tandas Luhan dengan tegas memandang sinis Kai dengan tajam.
"Mwo?! Mwo?! Mwo?!" Tantang Kai setengah bercanda ringan pada Hyung nya itu.
"Aku akan~... Mencincang mu hidup-hidup!" Teriak Luhan mengejar Kai dan menangkap nya-Ia merasa sedikit kesal karena selama ini Kai menipu nya.
" Rasakan ini pabbo! Kau sudah menipu ku! dasar Dongsaeng kurang ajar! "
Oh Luhan~ tidak sadar kah kau bahwa dirimu masih Topless?
"Ooo~ Hyung'ah Appo~..."
Kedua nya saling kejar-kejaran sementara KyungSoo tertawa karena ulah mereka. Saat kris ingin menata sajian masakan nya, Ia melihat Luhan berkeliaran masih dengan keadaan Topless, dan tentu saja itu membuat nya Blushing Hebat!
" Yak! Pakai pakaian mu Pabbo!" Ucap Kris sambil menutup mata nya.
Luhan langsung tersadar dan segera mengikuti Kris untuk memakai pakaian nya.
*Kris_Room
" U-ukuran badan mu masih sama kan? Oh seperti nya tidak, Kau sedikit lebih tinggi dari ku sekarang." Ujar kris sembari mencari pakaian yang pas untuk Luhan. Jantung nya tidak bisa berdetak normal kalau sudah begini!
Luhan hanya mengangguk, Kemudian Kris mengeluarkan sepasang pakaian.
Pakaian itu begitu familiar untuk Luhan.
" I-ini... Kau masih menyimpan nya Fan?"
" Itu muat kan? aku tidak punya yang lain. sekarang ganti pakaian mu." Kris mengalihkan pembicaraan. Ia mengunci pintu lemari nya dan keluar meninggalkan Luhan yang tersenyum haru.
' Bahkan gantungan kunci ini masih kau simpan. ' Luhan tersenyum lalu memakai baju yang tadi Kris berikan.
Oh, apa kalian tau? Baju itu adalah salah satu barang couple yang dulu Luhan berikan untuk Yifan.
**
Malam itu, mereka berkumpul di ruang makan sambil melahap habis hidangan buatan Kris. Aroma kebahagiaan memenuhi ruangan itu.
Usai makan malam, YiFan dan KyungSoo duduk menikmati teh hijau sambil menonton TV di ruang tengah. sementara Luhan dan Kai memilih duduk di Balcon ruang tengah.
Kedua nya mulai membuka pembicaraan ringan antara sesama pria.
"Hyung~ Dahi mu..Bibir mu?..Mengapa cedera begitu, hah?!"
"It's really a long story, and i wont to tell you. "
" Ayolah Hyung~ jangan bilang kalau kau dan Yifan-hyung berkelahi? Tadi ku lihat sudut bibir dan tangan nya juga terluka. Kau menyakiti nya? kalian berkelahi?" Kai memaksa Luhan dengan melontarkan kalimat yang panjang.
" Aish! Pabbo! Mana mungkin aku berkelahi ( pukul pukulan) dengan Yifan! tadi saat aku keluar untuk mencari udara segar, Aku melihat Yifan di kepung oleh 5 pria jahat! Tentu saja aku langsung menolong nya. Akh mereka berani main keroyokan! jadi aku jadi begini. Tapi... aku senang sekali tadi, kau tau kenapa? karna...Akh! Kalau mengingat itu aku benar benar bahagia! " Luhan tersenyum senyum sendiri saat mengingat kejadian tadi.
Kai yang melihat nya hanya bisa mengernyit heran.
"Arra~ Pasti berhubungan dengan Yifan." Balas Kai mengiyakan.
..
"Hyung~ Kau mengerti keadaan ku sekarang, kan?"
"Nde. Aku tidak marah padamu."
"Kau tidak boleh melukai YiFan lagi. Ia cukup menderita karena mu selama ini."
"Hmm...Gomawo~ Kau sudah menjaga nya untuk ku."
" Ikh, Siapa bilang aku menjaga nya untuk mu? Kan sudah ku bilang, aku akan mengambil Milik- Awww! Appo Hyung! okay, aku hanya bercanda.
Apa kalian menjalin hubungan lagi?"
Kai meringis sakit saat Luhan memukul kepala nya-keras.
"Chinguya-haedo" Jawab Luhan sedih.
"geunnyang Chinguya?!"
"Oo~ Aku tak ingin memaksa nya.
Untuk saat ini itu yang terbaik kan? Dengan itu aku punya kesempatan untuk bersama nya lagi.."
"Matta! kau harus berjuang untuk tidak menyia-nyiakan dia lagi. Berjanjilah pada ku,Hyung~.."
"Nde~..."
Ding~ Ding~ Dong~ Ding~ Ding~ Dong~
Ponsel Kai berdering.
"Yeoboseyo...Chanyeol-hyung?"..
'Oo~ Kau tahu Luhan-Hyung dimana?' Tanya Chanyeol dari seberang sana.
"Luhan-Hyung? Beside me." jawab Kai terkekeh.
'Hah?! di Canada? bersama mu? sejak kapan,Eoh!?' teriak Chanyeol yang diributkan oleh suara-suara dari seluruh member EXO.
"Jangan berteriak pada ku!. Telpon saja dia dan tanyakan secara langsung!. Telinga ku sakit tahu~...Kalian mengerikan."
'Ponsel nya tidak aktif. Berikan ponsel mu pada Luhan-Hyung, kami ingin bicara.!' Kai segera menyerahkan ponsel nya pada Luhan yang sedari tadi tertawa-Ia berhasil membuat anak-anak EXO kewalahan disana.
"Nuguseoyo?..." Sapa Luhan tersenyum.
'Yak! Hyung'ie~ Kapan kau pergi? mengapa tak mengabari kami,Eoh?'
"Ais~ Jinjja.! Memang nya Kau ibu ku, Eoh? aku kan hanya berlibur. Aku bosan di Seoul."
' KyungSoo Eoddiendeyo?!'
"Disini juga~.."
'Kalian pergi liburan ditengah-tengah Promosi album kita? tanpa mengajak kami?!'
"Hmm~...Besok kami akan pulang ke Seoul, kau tenang saja. pasti ada hadiah untuk kalian~.."
'Kami tidak ingin maskot Canada biasa, bosan.!' Suara Chen terdengar dari sana.
"Arraseo. nanti kan saja,yah~.."
Percakapan mereka berakhir dan ini tentu nya sudah jauh malam untuk beraktivitas.
"Aku harus pulang bersama D.O ke Hotel, Kai~ Sudah larut malam."
"Bagaimana bila kita menginap saja disini-di rumah YiFan..Aku tak ingin pisah dengan D.O, Hyung~..."
Pinta Kai manja sambil merangkul Hyung nya itu.
"Kevin-Hyung~ Kau mengizinkan kami menginap disini kan? ayolah~ ini sudah terlalu malam.." Panggil Kai pada Kris yang asyik bercanda dengan D.O di ruang tengah.
" Hmmm?."
" Ide bagus! Hyung boleh ya~ Ayolah~..." pinta KyungSoo menambahi permintaan Kai.
" Okay" ucap Kris mengiyakan.
"Horeee~ ...!" D.O dan Kai berteriak kegirangan. Mereka berlari lalu berpelukan mesra di depan YiFan dan Luhan. Waaah~ bikin cemburu :)
"Tapi.. Dirumah ini hanya ada 2 kamar Kai~" Kris menyela Kai.
"Aku dan Kyung-ie akan sekamar.! Kalian berdua saja! " untuk sesaat Luhan dan Kris saling pandang atas pernyataan Kai itu. Luhan tampak tersenyum tipis, membuat wajah Kris seketika memerah-Ia tak tahu maksud senyuman itu.
"Aniya, Kai-ah. KyungSoo akan sekamar denganku malam ini. Kau lebih baik sekamar dengan Luhan, anggap saja kalian akan berba-"
"Tidak! Hyung.. aku sudah berbaikan dengan Luhan hyung tadi. Hyung aku benar kan?" Luhan hanya mengangguk-angguk kan kepala nya.
"Tapi-"
"Fan... aku tidak butuh banyak alasan kali ini." Luhan mendekat pada Kris. Mendekatkan bibirnya ketelinga Kris, membuat namja itu sedikit bergidik
"Aku mengantuk. Ayo kita kekamar" Kris melemas mendengar nya. Selalu saja, Luhan sukses membuat jantungnya berdetak dengan cepat tak terkendali.
Luhan berjalan meninggalkan mereka bertiga diruang tengah, meninggalkan Kris yang mematung serta Kai dan D.O yang melongo melihat keintiman Luhan dan Kris terjadi dihadapan mereka. Ini... Hal Langka untuk mereka semua.
"Hyung, seketika aku ingin pergi kekamar." ucap Kai pelan, lalu mulai berjalan ke arah kamarnya.
"Yak Jongin-ah! Apa yang kau pikirkan hah?!" pekik D.O lalu menyusul Kai yang sudah pergi kekamar terlebih dahulu
Dan tinggallah Kris sendirian yang masih mematung!
'Apa yang harus kulakukan sekarang, ini sudah sangat lama semenjak kami tidur sekamar dulu' gumamnya pelan
***
Ceklek!
"Fan, aku ingin pulang besok" ucap Luhan yang tengah duduk dikasur empuk milik Kris.
"Oh. Pulanglah, member lainnya juga pasti sudah menunggumu disana"
"Tapi aku tidak ingin pulang sendirian"
"Tentu saja. Jongin dan KyungSoo juga akan pulang besok. Kai bahkan sudah memesan tiket kepulangan kalian tadi"
"Fan..." Luhan berdiri, lalu berjalan kearah Kris "Aku ingin, kau ikut pulang bersamaku besok" Kris menganga. Ia terkejut dengan permintaan Luhan yang menurutnya itu sedikit membuat nya tak siap.
"Aku tidak bisa. Aku tak ingin pergi dari sini. Maafkan aku" Kris berbalik, ingin pergi dari kamar itu.
"Wu Yifan" Luhan menarik tangan Kris "Kumohon. Pulanglah bersamaku. Kau bisa memakiku, memukulku semaumu, tapi ku mohon dengan sangat, pulanglah bersamaku, ke Seoul" Luhan terduduk dilantai. Lututnya ia sandarkan dilantai kamar Kris. Masih memegang tangan kiri Kris, Luhan... lalu memeluk tubuh Kris.
" Ku mohon Fan~."
"A-Aku-"
"Kumohon. Ikutlah pulang bersamaku" Luhan mulai menangis, suara isakan nya mulai terdengar pelan. Kris juga sama, ia mulai menitikkan airmatanya
"Tidurlah, Aku harus kedapur sebentar. Kau bisa tidur dikasur itu kalau kau mau" Kris melepaskan genggaman tangan Luhan dari tangannya dan mendorong pelan tubuh namja itu lalu berjalan keluar dari kamar itu.
'Fan, semarah itu kah kau padaku, bahkan untuk kembali ke Seoul pun kau tak ingin lagi' Batin Luhan.
**
"Hyung...Kau sungguh tak ingin ikut bersama kami pulang ke Seoul?" Tanya D.O sambil menggandeng tangan Kris.
"Ani~ Kalian pulang lah. Kalian akan ketinggalan jadwal penerbangan."
"Tidak tanpa mu." Ucap Luhan menyela. Menarik tangan Kris lalu membawa nya ke luar Balcon.
Kai dan D.O terhenyak.
"Waeiree~" tanya Kris terheran.
"Apa kau tak bisa ikut karena ku?."
"..."
" Ku mohon, jawab aku!"
"..."
"Bukan kah teman mendengarkan teman nya bicara? jawab aku.!"
"Maaf. Biar kan aku sendiri." Kris pergi lalu kembali ke ruang tengah menemui Kai dan D.O, Luhan hanya dapat mengikuti keputusan Kris.
"Maaf ya... Keputusan ku sudah bulat. Aku tidak ingin kembali ke Seoul lagi, Jongin~ KyungSoo"
"Lalu.. Bagaimana dengan EXO, Eoh? apakah kami harus terus menutupi keberadaan mu?! Mereka kecewa,Hyung~." tandas Kai
"Maaf.. untuk itu aku tidak siap."
Kris menunduk lalu memandang Luhan. Luhan terperangah tatapan Kris itu.
"Kalian akan baik-baik saja tanpa ku. Itu yang kalian lewati selama satu tahun lebih, termasuk.. Luhan."
"Baik lah kalau begitu.. Kami pergi~ .." ucap D.O kecewa.
"KyungSoo-ah..." panggil Kris pelan "Jaga dirimu baik-baik" D.O menangis. Ntah mengapa, ia merasa begitu kesepian jika Kris tak ada di dorm, seperti dulu. Memasak bersama dan mengobrol bersama jika memiliki waktu luang, ia menginginkan itu lagi
"Kai. Aku tidak bisa banyak mengatakan apapun padamu. Kau sudah sering bertemu denganku, jadi kumohon, dikemudian waktu, jangan datang lagi kesini. Kau lihat? Kehidupanku sudah cukup mapan disini. Aku tak perlu bantuan dari kalian lagi agar bisa bertahan sendirian disini. Jaga dirimu baik-baik. Aku titip KyungSoo padamu" Kai menunduk. Ia akui, untuk pertama kalinya ia mau menangis dihadapan Kris
" Kris..."
"Maafkan aku. Sejak dulu namaku sudah menjadi Kevin. Kau tidak perlu memanggilku dengan panggilan itu lagi, Luhan-ssi" Luhan terdiam. Itu panggilan yang Kris gunakan saat pertama kali mereka berkenalan, dan sekarang, Kris memanggilnya seperti itu. Seolah-olah mereka baru berkenalan kemarin
Dan dengan berat hati, mereka memutuskan pulang tanpa Wu Yifan.
**
" Hyung...Kau tidak apa apa? kenapa melamun? " Kai menepuk pelan pundak Luhan
" Ani. Gwenchanna." Jawab Luhan pelan.
Kai tau, Kalau sekarang Luhan sedang sedih.
" Diberitahukan Kepada Seluruh Penumpang jurusan Seoul Korea Selatan, Bahwa jadwal penerbangan Akan di tunda selama 30 menit karna ada gangguan. Mohon maaf dan terima kasih."
Kai, dan D.O menghembuskan nafas kesal.
" Kenapa harus di tunda? Haish! "
' Fan...'
Di sisi lain, Kris tengah duduk di depan laptop nya membuka website EXO dan menemukan banyak sekali pertanyaan, harapan dan support dari para fans.
' Kris-oppa dimana? kenapa tidak pernah kelihatan? apa dia sedang sakit? Ku harap dia cepat sembuh dan bisa bergabung lagi dengan member EXO lain nya.'
' Wu Yifan kenapa? Aku sangat merindukan Uri duizhang! Apa lagi saat melihat dia bersama dengan Luhan. Come Back Soon Jiaheng~'
Dan masih banyak lagi, Support dari para fans mereka.
Kris tersentuh dengan tulisan tulisan fans nya itu.
" Apa aku begitu egois? " Tanya nya pada diri sendiri.
Lama Yifan berfikir, sampai akhir nya..
" Yah! Aku sudah putuskan! Semoga ini yang terbaik." Yifan mengeluarkan selembar kertas yang sebenar nya adalah tiket pesawat tujuan- Seoul Korea selatan.
' May be, There'll be a suprise for you Guys.' Batin Yifan sembari tersenyum tipis.
Ia dengan cepat mengemas barang barang nya ( yang hanya ia perlukan)
Dan segera berangkat ke Airport.
*
" Penumpang jurusan Seoul korea selatan, diharapkan masuk ke daerah pemeriksaan dan penyerahan Passport."
Dengan berat hati, Luhan pun akhir nya masuk ke sana.
» Skip_Time!
Seoul_EXO_Dorm
Ceklek!
" Annyeon-"
" Yak! Kalian ini! Liburan seenak nya! " Kai, D.O dan Luhan yang baru saja pulang langsung mendapat omelan panjang dari 8 member EXO lain nya.
" Luhan-Hyung kenapa? Kok dari tadi diam saja? Oh iya! Mana hadiah yang kau janjikan Hyung?! "
" Maaf, Hadiah nya tertinggal disana."
Jawab Luhan terdengar sedih Ia menunduk, Takut member lain melihat nya menitihkan air mata. Ia tidak menyadari seseorang yang baru saja melangkah masuk.
" HAH?!" Seluruh member- kecuali Luhan, D.O dan Kai- terlihat terkejut!
" H-hyung...K-kau,.."
" Yi-Yifan Hyung..."
" P-Pumkin?"
" K-kris? "
Sehun. Maknae Mereka itu terlihat menangis!
" Aku sudah bilang! aku tidak membawa hadiah nya! Jangan menangis! dia tertinggal di sana! Di canad-"
" Hadiah nya tidak tinggal kok~"
DEGH!
" PUMKIN! " Teriak Chanyeol.
" Annyeong~"
DEGH!
' Yi-Yifan? ' Ia segera berbalik!
Ia merasa benar benar senang! di hadapan nya, Kini Kris sedang tersenyum lembut ke arah semua member EXO.
" HYUNG! " Sontak saja seluruh member EXO itu memeluk erat Yifan.
" Hyung, Kau kemana saja? Kenapa tiba tiba menghilang dari rumah sakit?
Kami semua sangat sedih dan khawatir Hyung~" Sehun sangat senang! Hyung nya yang hilang selama setahun lebih itu akhirnya kembali!
Kris-Hyung mereka kembali! Bahkan Sehun sampai menangis.
" Uljimma Sehun-ie~ Aku baik baik saja kok." Ia menghapus air mata sehun dan memeluk Maknae mereka itu erat.
Ke-8 member EXO itu memeluk Kris satu persatu.
" H-Hyung...Kenapa bisa ikut Kami pulang?"
" Yifan! Kau ini selalu membuat orang sedih dan khawatir! Yak! Ka- Tunggu dulu! Apa maksud mu dengan 'Kami' Kai?"
" Eh- I-itu...Maksudku...Err..."
" Apa Kai? " Seketika semua member EXO itu melihat Kai dengan pandangann mengIntrogasi.
" Hehe.. Maaf Hyung~ Sebenarnya..."
Dan Kai pun mulai menceritakan semua nya pada seluruh member EXO.
Mulai dari acara ' Penyelundupan Yifan' Sampai Mereka ber empat bertemu.
" Yak! Pabbo! Kenapa kau melakukan hal itu hah?! dasar jahat! Malah pakai acting segala lagi. Kau tau, Acting mu itu sangat buruk!." Kai langsung mendapat jeweran dari BaekHyun dan juga di pukuli oleh member lain nya.
" Ampun ! Maafkan aku~ Aku melakukan nya bukan tanpa sebab. Maaf ! Aww! Sehun sakit tau !" Kai hanya bisa meringis memohon ampun.
" Kau nakal sekali eoh, membuat semua member hampir gila! Kau bahkan membuat Luhan-Hyung setengah gila. Aish kau ini! "
" Sudahlah, jangan pukul dia lagi. " Kris langsung membantu Kai untuk berdiri dan membersihkan wajah dan pakaian Kai yang sedikit kotor. Oh tak sadar kah kau Kris? Luhan dan D.O tengah memandang mu dengan pandangan-Cemburu~
" Huh! Baiklah, Kau selamat karna Yifan Hyung yang menolong mu! Oh iya, Karna Yifan Hyung sudah pulang bagaimana kalau kita mengadakan Pesta penyambutan?! " Ucap Chanyeol memberi ide pada member lain.
" ah! Ide bagus Hyung! " Sehun dan Tao langsung bertepuk tangan senang.
" Aku akan Memasak! " Ujar D.O dan Lay semangat dan langsung berlari ke dapur.
" Aku akan pergi untuk membeli kue snack dan minuman! " Chanyeol langsung berseru senang.
" Aku ikut! " Chen dan Baekhyun menambahi. Mereka bertiga- ChenYeolBaek pun pergi ke supermarket untuk membeli makanan nya.
" Tapi...Kris-Hyung tidur dimana? "
" Oh iya! bagaimana ini" Seketika semua member yang tertinggal disana langsung meributkan masalah kamar Kris.
" Apa maksud kalian? tentu saja aku akan tidur di kamar ku yang dulu."
Jawab Kris lalu mulai berjalan ke arah kamar nya.
" Oh iya benar! Ayo hyung. Biar aku yang membawa barang barang mu."
Sehun dengan senang hati mengangkat barang barang Kris.
" Eh! Ta-Tapi..."
Member lain mencoba untuk mengingatkan sehun, Tapi sepertinya Maknae mereka itu sudah terlanjur senang.
Cecklek!
Sehun membuka pintu kamar Kris dan masuk ke dalam, Meletakan barang itu disana dan...
" O-Omo!"
' ASTAGA! AKU LUPA!' Batin sehun begitu menyadari keadaan kamar Kris saat ini- Kamar itu masih berantakan dan belum di rapihkan sejak setahun lebih. / Pasti sangat kotor! / Member lain tidak berani memasuki kamar itu setelah insiden 'Mengamuk nya Luhan' Sehun langsung berbalik dan melihat Kris berdiri diambang pintu dengan Ekspresi terkejut.
" H-Hyung! Aku bisa jelaskan, I-ini... I-itu.. sebenarnya...aduh! "
" Hah. Terima kasih ya Sehun, kau bisa keluar sekarang." Kris masuk ke dalam dan memandang sekeliling.
'Ige Mwoya?! Apa terjadi badai selama aku tidak ada?' Batin kris miris.
Bersamaan dengan keluar nya Sehun, Luhan pun datang dan langsung menunduk malu.
' Aigoo~ Aku lupa! ' Luhan pun masuk ke dalam sambil menggaruk tengkuk nya.
" Ma-Maaf ya...A-aku sudah membuat kamar ini begitu berantakan~" Luhan berujar pelan.
" Apa yang terjadi,Eoh?."
Sudah pasti Kris tak tahu mengapa Luhan menghancur kan kamar nya ini. Kris berjalan di sekitar kamar nya dan...Ia melihat foto dirinya dan Luhan yang telah hancur-terletak di lantai dengan kaca pecah yang berserakan.
Luhan terdiam begitu melihat foto itu.
"Akan ku bersih kan ruangan ini... Kau sebaik nya menunggu di ruang tengah saja bersama mereka." Luhan memungut foto itu dari bingkai nya yang hancur.
'Apa saat itu kau bersungguh-sungguh mencintai KyungSoo? Hingga harus menghancur kan foto kita?' Batin Kris berbisik.
Melihat itu Kris segera merebut foto itu dari lantai.
"Fannie? "
"Foto nya sudah terlalu hancur... tidak usah di ambil lagi. Itu tidak berguna kan?." Kris membuang nya ke tong sampah yang ada di dekat ambang pintu kamar itu.
"Apa..Maksud mu?." Luhan terhenyak.
"Tidak bisa di pajang lagi. Terlalu rapuh~.." Kris berjalan keluar mengambil sekop dan sapu serta Vacum cleaner.
"Baiklah~ saat nya bersih-bersih!" Kris mulai menyapu lantai yang penuh dengan pecahan kaca.
"Awww~.!"
tanpa sengaja Kris menginjak pecahan kaca itu, Luhan terkejut dan segera membopong tubuh Kris sebelum ia terjatuh.
"Neo gwaenchanna,Eoh?!" Luhan panik begitu melihat ada banyak darah yang keluar dari kaki Kris.
"Aah~ Appo!. " ringis Kris.
Luhan memangku tubuh Kris segera dan menduduk kan Kris di ruang tengah. Ia mengambil kotak obat-obatan lalu mengobati luka itu dengan perlahan.
Kris menundukkan kepala nya, Ia amat malu diperlakukan begitu.
' Ini pertama kalinya Luhan terlihat penuh kasih sayang memperhatikan ku, sebelum nya ia bagai orang lain.' Kris berbisik dalam hati nya.
"Oo~ omo. Hyung'ie kau baik-baik saja? mengapa bisa terluka begitu?!" Sehun bertanya dengan ekspresi wajah yang terkejut.
"Ah~ Aku baik-baik saja." jawab Kris tersenyum.
"Aigoo~ Luhan-Hyung mengapa kau tak memperhatikan nya? apa yang Ia lakukan hingga terluka begitu?!"
"..." Luhan membisu karena pertanyaan Sehun padanya. tentunya ia juga menyalahkan diri nya atas Kris.
"Hahaha~ wajah kalian terlalu kaku. aku baik-baik saja..Ini bukan kesalahan Luhan, Sehun'Ah~ kau lihat kan? Ia sedang menolong ku." ujar Kris tersenyum.
Mendengar itu Luhan memerah wajah nya.
" Mian~ seharusnya aku tak membiarkan mu memasuki kamar itu." Luhan Setengah tersipu.
Ia menjadi sedikit canggung berhadapan dengan Namja yang tengah tersenyum manis itu.
" Kau jadi terluka. Hufth, Lagi lagi aku melukai mu." Ucap Luhan sambil terus mengobati kaki Yifan yang terluka.
"..."
Sehun yang menyadari dia tidak seharusnya disitu pun akhir nya pergi dengan alasan ingin membantu D.O dan Lay memasak.
" Sudah selesai. "
" Terima kasih. Sudah lebih baik, Aku ingin membereskan kamar lagi."
Saat Kris mencoba untuk berdiri, Ia malah limbung dan jatuh untunglah Luhan sudah berdiri sehingga kini Kris jatuh ke dekapan Luhan.
" Te- terima kasih." Jawab Kris gugup sambil tersenyum dan membuat Luhan merona.
Dari dapur tampak 3 orang namja tengah memandang mereka dengan pandangan senang!
" Omo~ Mereka benar benar Cute~"
Ucap Girang.
" A..I-iya sama sama. Biar aku saja yang membereskan kamar nya, Kau duduk disini saja ne?." Luhan mendudukan kris di Sofa lalu beranjak ke kamar nya. Membereskan kamar itu sendirian, Saat ia ingin membuang sampah Ia melihat sesuatu di tong sampah itu.
' Foto nya...' Luhan memungut Foto usang itu dan memasukan nya ke saku.
**
Beberapa Saat Kemudian, ChenYeolBaek pun sudah kembali dari market.
" Ayo kita mulai pesta nya! " Teriak Chanyeol
"Kau belanja apa saja?" tanya D.O pada Chanyeol
"Entahlah. Kami mengambil semuanya, haha"
"Mwoya?!" Suho yang tengah menonton sambil memakan popcorn tiba-tiba langsung berteriak histeris
"Okh?"
"Semuanya?! Dan kalian menggunakan kartu kreditku untuk membayarnya?!"
"Tentu saja. Bukankah kami tadi pergi membawa kartu kreditmu? Jadi sudah jelas kami membayarnya dengan itu"
"Lalu bagaimana dengan kartu kredit itu?"
"Ntahlah. Mungkin masih ada sisa beberapa ribu won lagi" ucap Baekhyun sambil mengambil 2 buah kotak hitam dari bungkusan belanjaan mereka
"Lalu apa yang kau pegang itu?"
"Ini?" Suho langsung mengangguk melihat benda yang dipegang Baekhyun
" Oh..ini Eyeliner~ Kenapa? "
" Yak! Kenapa kau membeli itu hakh?! Kau bahkan membeli 2 kotak sekaligus?"
"Hyung, aku membeli 2 itu untuk persediaanku. Sudahlah, relakan saja uang itu hyung. Lain waktu aku akan membayarnya"
"Kapan?"
"Aku juga tidak tau kapan itu" ucap Baekhyun santai sambil berlalu kearah kamarnya.
"Yak! Ka-"
"Sudahlah, Suho. Biarkan saja. Uangmu juga tidak akan habis jika ia membeli eyeliner itu" Kris tampak memegang bahu Suho, membuat Suho akhirnya mengalah.
"Baiklah. Kalau bukan karna kau hyung, benda panjang itu pasti sudah kupatahkan" ucap Suho lalu kembali melanjutkan acara makan popcornnya
"Chanyeol hyung, ayo cepat bawa barang belanjaan itu. "
"Baiklah, baiklah. Chen, ayo angkat itu"
"Kenapa harus aku?"
"Yak pabo! Bukankah kau juga ikut berbelanja? Kalau aku juga bisa menolak, aku juga akan menolaknya! Cepat angkat itu, kalau tidak bebek-bebek yang ada dikamar mandi itu akan kukempiskan!" pekik Chanyeol membuat semua member hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Chen yang mendengar itu hanya mendengus kasar, lalu beranjak untuk mengambil kantongan plastik itu.
"Tidak usah dibawa, buat saja disini. Kita langsung lakukan saja pestanya" saran Luhan membuat Chen langsung menghentikan langkahnya. Dengan secepat mungkin, ia langsung meletakkan kantongan plastik itu dan segera berlari kearah kamar Baekhyun.
"Hey Byun! Ayo keluar, pestanya akan segera dimulai" dan tanpa membutuhkan waktu lama, Baekhyun langsung keluar dari kamar.
" Waah! D.O hyung masak banyak makanan! Asyik! " Duo Maknae -TaoHun itu langsung berebut untuk duduk disamping Kris.
" Awas Tao! Aku yang lebih dulu disini!
Kau bisa duduk di samping Suho hyung kan?! "
" Apa apaan kau? Aku adik kesayangan Kris-ge~ jadi kau saja yang pergi! "
" Dimana mana yang lebih tua yang harus mengalah pada yang lebih muda! " Mereka masih berargumen, Tidak menyadari kalau Luhan sudah duduk di samping Kris.
" Hei! Mau sampai kapan bertengkar terus? Kalian tidak mau makan? "
Ujar Luhan santai. Duo maknae itu langsung menoleh dan hendak protes, tapi D.O sudah lebih dulu memberikan Glare pada mereka.
Tao dan Sehun pun akhirnya memutuskan untuk duduk diantara Suho.
" Untuk Menyambut pulang nya Kris hyung, Mari kita mulai pesta nya! "
" Yey! MAKAN! "
Kris hanya tersenyum senang melihat Semua member nya bahagia.
' Terus lah tersenyum seperti itu Fan, Aku sangat menyukai nya. Walau pun Senyum itu bukan milik ku lagi.'
Batin Luhan sambil terus memperhatikan Yifan.
Acara makan malam itu diakhiri dengan event manis tentu nya. Suho, Sehun & Tao berkaraoke-Bernyanyi dengan gaya & tarian terlucu mereka.
semua member tertawa dan bersenda gurau kegirangan.
Luhan tak melepas tatapan nya pada Kris yang sedari tadi tertawa.
"W-waeyo?" Kris akhir nya menegur Luhan setelah menyadari tatapan Luhan itu. " apa ada yang salah dengan ku?" tanyanya lembut.
"Tidak. Tidak sama sekali. Kau tidak pernah tampak salah sedikitpun" ntah karna kalimat itu sedikit mirip seperti gombalan, Kris mulai merasa pipinya sedikit memanas, dan entah dorongan darimana Luhan malah mendekatkan tangannya kearah pipi chubby Kris, membelai pipi itu dengan lembut tanpa memikirkan detak jantung Kris yang semakin cepat berdetaknya, dan jangan lupakan,...
Semua member tengah menatap ke arah mereka.
"Ehmm...m." Sehun mendehem sambil berpura-pura tak melihat.
seketika itu juga Luhan menarik kembali tangan nya sambil menunduk malu-menyentuh tengkuk nya.
"Waaah~...Kita merusak suasana, yah?" Kai & KyungSoo tertawa ringan.
mereka berpura-pura pergi ke teras Balcon begitu Luhan menoleh.
"Oops~ silahkan dilanjutkan~..." Tao dan yang lain nya membalik kan badan mereka-seakan sibuk menonton acara TV dan mengemil makanan ringan mereka.
Kris tak mampu menahan detak jantung nya yang hendak meledak itu. sebelum pipinya benar-benar kian memerah Ia buru-buru pergi meninggalkan Luhan & berlari ke Loteng atas apartment itu-memandang kota Seoul yang gemerlapan dan menghirup udara segar.
"Aah~ ini aneh.! kendalikan perasaan mu YiFan~ " Kris menepuk-nepuk dada nya yang sesak itu sambil berujar seorang diri.
'Luhan...Aku~...Merindukan mu, pabo.! Tapi..Ini terlalu menyakitkan.' Kris termenung seraya menarik nafas panjang.
"Haaaaaaah~.."
"Mengapa menghela nafas begitu panjang?." Luhan menghamburkan lamunan Namja itu, yang membuatnya secara reflek menoleh ke belakang-tempat dimana Luhan berjalan menghampiri nya.
"Oo~ A-Aku hanya ingin merileks kan diri ku.." jawaban Kris terdengar gugup. Buru-buru ia menatap ke seberang sana dan membelakangi Luhan yang telah berdiri di dekat nya itu. Kini jantung nya kembali tak beraturan.
"YiFan~" Ia menyebut nama Namja itu seraya berbisik tepat di telinga nya. kini Luhan memeluk tubuh Kris dari belakang. Dan merangkulkan kedua tangan nya di pinggul Kris, lalu menyandarkan dagu nya di bahu orang yang ia cintai itu.
"A-apa yang kau lakukan? lepas!" Kris terkejut dan merasa canggung akan tingkah Luhan itu padanya.
"Sebentar. sebentar saja, biarkan kita tetap seperti ini.. Wǒ xiǎngniàn nǐ~ "
Luhan memejamkan kedua mata nya dan perlahan ada cairan bening yang keluar dari sudut mata nya itu.
Luhan tengah menangis, ia benar-benar bahagia.
"Jangan seperti ini...Luhan~.. ini tak benar! Kita-.."kata-kata itu terhenti ketika Luhan makin memeluk erat tubuh nya.
"Ani! Aku merindukan mu..Aku mencintai mu,Fannie~... jangan melepaskan aku.. Izin kan aku kembali pada mu.."
"Uri..Geunyang chinguya-haedo.!"
"Aniya.! kumohon jangan tempatkan aku di posisi itu.! aku tidak menginginkan nya..Ku mohon~..."
"Aku tidak bisa memberi lebih.."
" Aku ingin kembali..~ apapun akan ku lakukan.. ku mohon biarkan aku kembali pada mu. Aku tidak ingin kehilangan mu lagi.."
"Semua nya sudah berakhir saat kau meninggalkan ku.. Apa yang salah dengan seorang teman? dengan itu aku tak'kan terluka lagi... Tak bisakah kita saling bahagia..?" Suara Kris terdengar tersendat bergetar-pilu.
"Aku.. Tidak bisa bahagia tanpa mu, YiFan..." Tangis Luhan. Ia memeluk erat tubuh Kris seolah Kris akan pergi lagi dari nya. Dan ia tak mengingini itu terjadi.
" Ampuni aku..Ku mohon jangan pergi.!"
"L-Luhan~..."
" Aku tak'kan melukai mu.. Bunuh aku saat aku membuat mu menangis lagi.. Ku mohon."
"Aku tak ingin kau berjanji padaku lagi ... terlalu berat bagi mu untuk menanggung janji itu. Hanya bukti yang bicara.."
CHU~
Belum sempat Ia menyelesaikan Perkataannya, Bibir ranum itu sudah terlebih dahulu di tempel dengan bibir Luhan.
Tidak lama dan tidak ada perang lidah kali ini, Hanya kecupan singkat dari Luhan untuk menghentikan kalimat namja itu.
' A-Apa...Yang...' Kris terdiam seketika, Sorot mata nya tampak terkejut.
Wajah nya tampak merah padam,.
"Maaf" ucap Luhan pelan. Ia langsung melepaskan pelukannya dari Kris dan mulai sedikit menjauh dari Kris. Ia kemudian duduk disebuah kursi kecil yang ada didekat mereka
"Aku tahu.. perlakuanku tadi pasti begitu kurang ajar Fan, maafkan aku" Luhan menunduk. Membelakangi Kris.
"Tapi aku benar-benar ingin kembali padamu. Tidak sebagai teman. Entah mengapa aku merasa tidak nyaman dengan panggilan itu Fan. Itu seolah-olah membuatku merasa disamakan dengan member yang lainnya" Kris tetap bungkam. Ia tak tahu jawaban apa yang pantas ia utarakan pada Luhan.
"Aku mencintaimu. Oh Ayolah~.. kau pikir untuk apa aku harus menyusulmu ke Kanada kalau bukan karna ingin menemuimu?"
'M-mwoya!' Kris tampak sedikit terkejut, dalam hati
"Entah ini sebuah paksaan atau tidak, kau memang harus mendengar cerita dari member yang lainnya Fan. Kau harus tahu, betapa terpuruknya aku ketika mengetahui kau menghilang begitu saja. kau harus tahu itu.." airmata Luhan tiba-tiba jatuh begitu saja, tanpa diketahui oleh siapapun.
"Aku menunggu setahun lebih. Menghabiskan banyak waktu didalam kamar sambil menikmati pemandangan siluet-siluet kenangan kita disana, tapi justru itu... Justru itu yang membuatku semakin merindukanmu Fan dan itu sangat menyakitkan"
"Aku..." Luhan mengantungkan ucapannya, membuat Kris tampak seperti ingin mendengar kisahnya
"Aku, aku akan melupakanmu. Seperti yang kau inginkan tadi. Oh ayolah~ bagaimana bisa aku memaksakan cintaku padamu? Aku bahkan sudah seperti seorang fansmu yang ingin seutuhnya menjadi milikmu, bukan sebagai seorang idola atau teman"
"Aku janji. Aku akan pergi. Menjauh dimana kau tidak bisa melihatku lagi. Masalah para fans, kau bisa serahkan semuanya pada Xiumin. Aku akan menyuruhnya untuk memberi alasan pada semua orang atas kepergianku. Aku..."
"Yak Pabo!" tiba-tiba Kris berbicara cukup keras. Sukses membuat Luhan berhenti bicara
"Sudah berapa lama kau mengenalku Lu? Kenapa kau tidak mengerti juga kalau aku benci terhadap semua janji-janji yang kau ucapkan itu!" Kris memukul kepala Luhan pelan, tapi entah mengapa malah membuat Luhan merasa lebih baik dengan itu.
"Tapi aku mengatakan itu agar kita bisa-"
"Mwo? Berpisah maksudmu?"
"Kris..."
"Aku tidak menerima janjimu itu! Lalu pada siapa kau akan berjanji untuk pergi dari sini hah?"
"Fan maksudku-"
"Tidak usah Lu. Kau bisa tetap disini. Tak ada yang akan pergi dari sini, kalau kau berani pergi, aku akan pukul kepalamu dengan sendok makan favoritmu!"
"Apa?!"
"Maafkan aku Lu. Aku berpikir dengan pandangan yang berbeda denganmu selama ini. Aku pikir, kau hanya ingin membalas perasaan bersalahmu padaku karena peristiwa itu, atau kau hanya ingin memanfaatkanku. aku juga bahkan berfikir kalau kau itu adalah lelaki egois. Itu yang membuatku membencimu. Berusaha menghindar darimu bahkan sampai berpura-pura tidak mengenalmu. Maafkan aku" Kris menunduk, membuat Luhan yang masih mendongak menatap punggung kris sambil tersenyum.
" Maaf kan aku... Sejujurnya ...Aku tidak bisa membenci mu! Dan itu benar benar menyebalkan! Kau selalu berhasil membuat ku menyukai mu lagi. " Kris menghela nafas berat.
" Jadi, Inti nya Kau menerima ku lagi?"
Ucap Luhan sambil memeluk kris dari belakang.
" Siapa bilang? Aku hanya bilang aku tidak bisa membenci mu." Ucap Kris tapi tidak menolak lengan Luhan yang melingkar di pinggang nya.
"Tapi aku baru saja mendengar mu berkata bahwa aku berhasil membuat mu menyukai ku lagi.."
"..."
"Eoh?..."
"Molla!"
"..Eoh?.." Luhan makin mengeratkan pelukan nya dengan bersikap manja.
lalu tiba-tiba mencium pipi Kris secapat kilat.
"Mwoya?!."
"Saranghae~.."
Kris hanya diam. Ia tampak gelisah di dekapan erat Luhan.
"..."
" Jawab Kris~ "
" Kau mau apa sih?! "
" Aku hanya ingin dirimu dan cintamu~"
" Tapi aku tidak punya. Kalau kau mau pakaian, baru aku punya."
" Ish~ Aku serius WuFan~"
" Kalau begitu aku juga. Lepaskan aku!"
" Tidak. Sebelum kau menjawab iya!."
"Apa yang harus aku jawab? Pernyataan cintamu itu? Aku tidak mau! Aku pria normal Xi Luhan! Aku tidak mau menjadi kekasih seorang pria!" kata-kata itu sukses membuat Luhan menghentikan senyumnya. Wajahnya tiba-tiba berubah suram. Dan dengan gerakan perlahan, ia melepaskan pelukannya dari Yifan.
Kris tampak tersenyum ketika menyadari Luhan mulai melepaskan pelukannya dari tubuhnya. Dan dengan gerakan cepat..
Semuanya terjadi begitu saja!
Chup!
Mata Luhan membulat. Membuat Kris yang masih menempelkan bibirnya dibibir namja bermarga Xi itu tersenyum tipis.
Luhan kemudian tersadar ketika Kris sedikit mengubah posisi mereka, menyadari bahwa sesuatu yang sudah sangat lama tidak mereka lakukan, akhirnya terjadi hari ini, malam ini, menit ini, bahkan detik ini. Dan tanpa menunggu lama lagi, Luhan langsung menarik kepala Kris. Memperdalam ciuman malam mereka sampai membuat Kris terkejut dengan perbuatan Luhan.
Setelah beberapa detik, Kris lalu melepaskan bibirnya dari bibir Luhan. Membuat yang baru saja dicium atau menciumnya sedikit tersadar dari keterkejutannya. Bibir itu, mungkin sudah tampak memerah.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Kris sambil mengusap bibirnya
"Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan padaku? Kau menciumku Fan. Kau sadar? Kau baru saja menciumku tadi" Luhan tampak tersenyum licik. Membuat wajah Kris mulai tampak memerah
"Aku..., aku tadi" Kris tergagap bicara.
"Mencium ku berarti kita pacaran lagi.!" tegas Luhan.
"Tidak ..!" Kris berteriak dengan wajah merona merah.
"Iya~.."
"Tidak.~!" Kris benar-benar merasa sangat malu. 'Seharusnya aku tak mencium rusa ini.!dia jadi besar ~ Jinjja.!' Kris mendengus kesal pada dirinya..
"Baiklah, kalau itu maumu!" ucap Luhan sambil menyeringai licik. Membuat Kris mulai tampak ketakutan
karenanya.
Tiba-tiba Luhan memegang pipi Kris dan menariknya untuk mendekati wajahnya. Semakin dekat sampai kedua bibir itu kembali menyatu. Menyatu dengan lembutnya hingga membuat Kris yang sebenarnya ingin menolak, malah terhanyut oleh ciuman yang diberikan Luhan padanya. Jujur saja, ia merindukan ini semua. Membuat airmata yang memang sedari tadi ia tahan, akhirnya menghancurhan semua pertahanan itu.
"Lu, terimakasih"
"Untuk apa?"
"Terima kasih telah membuatku menyukaimu lagi lagi dan lagi" Kris memukul pelan dada Luhan. Membuat namja yang sekarang sudah lebih tinggi sedikit darinya tertawa.
"Jangan katakan itu. Aku seharusnya yang mengatakan itu semua. Aku benar-benar minta maaf atas semua. Dan terimakasih, masih mau memaafkanku"
"Lu, kau serius tidak akan seperti dulu lagi kan?"
"Tentu saja" Kris tersenyum, lalu memeluk namja bermarga Xi itu dengan semua perasaan yang sudah ia tahan selama ini. Perasaan rindu yang sebenarnya ia tahan selama ini, akhirnya bisa ia tumpahkan. Bersama orang yang juga ia rindukan itu.
"Aku mencintaimu"
"Aku juga"
"Benarkah? Lalu apa yang kau maksud dengan tidak ingin menjadi kekasih seorang p.."
"Hanya bercanda Lu. Sudahlah, jangan katakan itu lagi" Luhan tersenyum melihat pipi merah merona Kris karna godaan tadi.
'Apa aku bilang. Kris hyung tak akan bisa melupakan Luhan hyung walau selama apapun dia meninggalkan Luhan hyung' ucap Kai tanpa mengalihkan pandangannya dari atas balkon itu.
'Kau benar Jongin-ah. Mereka memang sulit sekali untuk saling melupakan'
'Tapi mereka romantis juga yah? Aku jadi ingin berada diposisi mereka sekarang'
'Yak! Hentikan pemikiranmu Kim JongIn! Aku tidak mau melakukan adegan seperti tadi denganmu!' D.O tampak menjitak kepala Kai, membuat namja itu sedikit meringis kesakitan
'Ayolah Kyung-ah, ayolah'
'Shirreo!'
'A..'
"Yak! Apa yang kalian lakukan dibawah sana hah?!"
'Ini gawat Do KyungSoo. Sekarang tidak aman lagi kita berada disini. Ayo pergi sebelum Luhan hyung melempar kita' ajak Kai sambil menarik tangan D.O dan pergi meninggalkan balkon tempat mereka mengintip adegan per adegan yang Luhan dan Kris lakukan tadi
"Yak! Kembali kalian!"
Kris hanya terkekeh melihat Luhan.
Ia menahan tangan Luhan yang ingin mengejar Kai dan KyungSoo.
" Untuk apa di kejar? biarkan saja~ "
" Huh! Baiklah."
HENING~
" Fan..." Panggil Luhan.
" Hm?"
" Kau tau? Cinta kita itu seperti coklat ya? ada pahit nya, tapi juga manis. Dan ku harap Cinta kita akan selalu manis~
Our Love is Bitter Sweet~ " Ucap Luhan sambil menggenggam erat tangan Yifan dan mengecup nya pelan.
" Cih! Chui niu ya! " Kris memukul lengan Luhan pelan dengan wajah yang sudah semerah Tomat.
" Aww! aku tidak gombal~ itu sungguhan."
" Terserah~ Aku ngantuk. Ayo tidur."
Kris berlalu pergi dengan wajah merona merah! meninggalkan Luhan dibelakang.
"Yak! tunggu fan~ " Luhan berlari mengejar Kris nya.
*
" Kenapa tidak naik? Ayo sini~ "
Perlahan Kris pun mulai naik ke tempat tidur mereka.
" Still so shy~"
" Kau mau kemana?"
Tanya Kris saat melihat Luhan berdiri lalu berjalan ke arah meja kerja di kamar itu.
" Tidak kemana mana~ Kau takut sekali aku pergi ne? " Jawab Luhan setengah menggoda Kris.
*
Beberapa Saat kemudian, Luhan kembali lagi ke tempat tidur mereka.
" Ige~ "
Kris membalikkan badan nya dan melihat apa yang Luhan berikan.
Kris terharu sampai ingin menangis.
" Maaf ya, Photo nya sudah jelek~ Tapi aku tidak ingin membuang nya. Ini benar benar berharga. Kau tau? Bingkai nya aku dapat dari salah seorang fans 'kita'. Sebenarnya dia ingin memberikan ini untuk mu, di hari ulang tahun mu. Tapi...Karna waktu itu kau sedang tidak ada, Jadi dia menitipkan ini pada ku. Fan.. Wo Ai Ni~ "
Greb!
Kris langsung memeluk Luhan erat dan menangis di dada namja yang Sudah lebih tinggi dari nya itu.
" Uljima~ Hei, kalau kau menangis nanti Badai akan datang~ "
Kris mendongak kan wajah nya sambil tersenyum manis. Lalu...
Chu~
" Terima kasih, Terima kasih banyak Lu~ Aku sangat mencintai mu."
" tidak usah berterima kasih Fan-ie~ Sudah Malam, Ayo tidur~ "
Luhan mengusap rambut kris lembut dan kembali mencium Bibir nya.
*
Tanpa mereka sadari, sedari tadi Maknae mereka sudah memfoto mereka dari luar. Bahkan mulai dari di atap tadi.
" Oh~ aku yakin Rae Hoon akan sangat menyukai ini." Sehun. Orang yang sudah mengintai mereka dari tadi itu tampak tersenyum senang.
Ia segera berjalan menjauh dari kamar Hyung nya dan menelpon seseorang.
" Yeoboseyo Chagi-ah~ "
' Engh, Kau ini apa apaan sih? apa kau tidak tau kalau aku sudah mengantuk.'
" Maafkan aku Chagi~ Aku hanya ingin memberitahukan berita bagus untuk mu. Kau pasti senang."
' Apa itu?'
" Aku berhasil mendapatkan banyaaak photo HanRis moment~ ini real looh~ "
' JINJJA?! Kris-ge sudah pulang?! Kenapa tidak bilang padaku?! Aish kau ini,'
" Kau bilang kan hari ini tidak bisa diGanggu~ Kau mau photo nya baby~"
" yak! Sejak kapan kau memanggil ku seperti itu? "
" Daddy dan mommy mu selalu melakukan nya, kenapa aku tidak boleh~ Jadi kau mau?"
' TENTU! Kau harus memberikan nya padaku~ '
" Ada syarat nya~ "
' Apapun itu! Aku terima~ '
" Baik Baik-"
" SEHUN! Apa yang kau lakukan disana?! Cepat tidur! "
" I-iya hyung~ sudah dulu ne my baby, Besok kita akan bertemu. "
' Asyik~ Rae Hoon, Youre Mine~ ' Batin Sehun sambil menyeringai nakal.
" Aku bilang cepat tidur! "
" Iya hyung, iya~ "
'Benar kan? Cinta itu memang Aneh .kkk'
*The End*
A/N :
Yooo!
Finally! it's Complete! ^^
thanks a lot Rindu, Nicky!
FF ini kebanyakan Drama nya yeth XD
Haha gak papa lah ya, Aku suka yang mendrama~
*Oh iya, Bagian mana yang paling berkesan di hati kalian Reader's?
Thank's a lot for you guys who always Support me!
Thank you~ #CipokAtuAtu
R.C.L Arra?! ^w^
