( chapter YoonMin kali ini gak diambil dari manapun )
(ini fiks Cuma khayalan author semata)
.
.
- 0 – 0 – 0 – 0 –
Bangtan Seonyeondan. Sebuah grup asal korea selatan yang terdiri dari 7 manusia tampan dan berbakat bernama Rap Monster, Kim Seokjin, Min Suga, Jung Jhope, Park Jimin, Kim Taehyung, dan si magnae Jeon Jungkook yang memikat banyak hati kaum hawa akhir-akhir ini.
Tapi tentu saja, dibalik keren nya sifat mereka, bangtan seonyeondan sebenarnya adalah perkumpulan anak-anak idiot yang tak pernah peduli dengan image idol mereka.
Lantas bagaimana kah keseharian mereka sesungguhnya?
Kumpulan drabble BTS yang diambil dari Bangtan Bomb, Bangtan Episode, dan Bangtan Vlog.
- 0 – 0 – 0 – 0 – 0-
Cast
Rap Monster
Kim Seokjin
Min Suga
Jung Jhope
Park Jimin
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
.
Rating : K-T
Genre : Humor/Friendship
.
.
Cerita murni dari pemikiran saya
.
Dilarang KERAS MEMPLAGIAT TANPA SEIZIN SAYA
.
.
.
Chapter 4
Min Yoongi – Park Jimin
(without source)
Mind to RNR?
Happy Reading!
"chukkae untuk keberhasilan kalian!"
"yuhuuu!"
Member bangtan tampak saling berpelukan satu sama lain dengan senyum riang yang menghiasi wajah berseri mereka. Jhope bahkan sampai menitikkan airmata dan Jimin dengan cepat memeluk hyung nya itu. Mereka tertawa dan menangis secara bersamaan. Terharu? Mungkin.
"daebak, aku sama sekali tak menyangka" sang leader angkat bicara. dia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus mengatakan 'wah' seolah ini adalah hal yang benar-benar diluar prediksinya.
"kalian benar-benar membuatku bangga" mendengar perkataan tulus manager mereka yang justru terdengar cheesy, Jin dan Taehyung cekikikan.
"ayolah hyung, kau membuatku mual" Yoongi memutar bola matanya malas. Sang manager hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"aku juga bangga dengan hyungdeul"
Nah kali ini semua member betul-betul terdiam. Tatapan mereka tertuju pada si golden magnae yang duduk di sofa pojok ruangan. Jungkook menampilkan cengiran khasnya yang jujur saja, sangat menenangkan untuk dilihat.
"terima kasih, karena sudah mau bekerja keras selama ini." Diakhir kalimatnya, sang magnae kesayangan bangtan ini menundukkan kepalanya dalam. Seandainya member yang lain jeli, mungkin mereka akan melihat tetesan airmata yang turun dari mata indah jungkook. Magnae ini sedang tak main-main. Dia benar-benar berterima kasih kepada semua rekan grupnya.
Member yang lain masih membeku. Melihat ketulusan hati adik kesayangan mereka itu, entahlah. Hati mereka semua tergoyah. Ada rasa bangga dan haru yang menghinggapi setiap hati sang hyungdeul.
"terima kasih, karena sudah mau menahan rasa letih dan frustasi kalian selama ini. Terima kasih karena masih mau bertahan dan berusaha keras walau terkadang kita tahu, semua hal didepan sana masih bayang-bayang semata. Terima kasih...untuk semuanya..."
Oke, kali ini Jungkook tak dapat lagi menahan isakannya. Kepalanya semakin menunduk dalam. Tangan mungilnya dia gunakan untuk menutup wajahnya. Isakan itu lolos begitu saja dari mulut sang magnae, membuat hati siapapun yang mendengarnya bagai tersasat pisau.
Reaksi hyungdeulnya?
Shock.
Itulah yang pertama kali mereka rasakan begitu mendengar isakan halus jungkook.
Terharu.
Ya, mereka terharu. Terharu dan sekaligus bangga. Bangga terhadap ketulusan Jungkook dan terharu atas penuturan member termuda bangtan ini.
dan yang terakhir, mereka kagum.
Kagum, karena Jungkook yang selama ini mereka kenal sebagai sosok yang sangat pemalu kini sudah berubah menjadi remaja yang menginjak umur dewasa.
Intinya, Bangtan sayang deh sama magnae mereka.
"Kookie~" Jimin maju untuk segera memeluk adiknya itu. Dia mengacak surai brunette milik jungkook dengan gemas. Jimin tersenyum lembut, walau airmata itu juga sudah mulai menetes kembali. Diantara mereka bertujuh, Jimin memang termasuk member yang paling dekat dengan magnae Line ini. Selain karena si chim-chim senang mengerjainya, tapi mereka juga memiliki pribadi yang hampir sama. Tak pernah ingin mengecewakan orang lain.
Karena itu, Jimin sangat menyayangi Jungkook.
Dan dia tak akan pernah bisa melihat Jungkook menangis. Itu menyakitkan.
"Aigoo uri Jungkookie ternyata sudah besar" Jin mengikuti jejak Jimin. Dia bahkan memeluk Jimin dan Jungkook sekaligus. Jungkook semakin terisak. Hangat. Itu yang dia rasakan.
"akuu menyayangi jungkookieee!" pria yang dijuluki alien 4D berlari dengan cepat dan langsung lompat kearah Jin Jimin Jungkook. Ya, Taehyung menindih mereka. Suasana seketika berubah. Jimin berteriak kesal. Jin dan Jungkook meringis kesakitan. Duhh, Tae ini kan berat. Jungkook yang dibawah hanya bisa menghela napas. Namun Taehyung justru tertawa. Kedua tangannya dia rentangkan lebar untuk memeluk ketiga teman grupnya.
"ikut ikut!"
"Hyung andwae Kau–"
BRUK
"AWWWW JHOPE/HYUNG!"
Yang merasa namanya dipanggil hanya memasang wajah tanpa dosa. Oh jangan lupakan cengiran bodohnya itu. Membuat orang-orang yang berada dibawahnya ingin sekali menimpuk kepala si Jhope dengan tiang.
Oh, tidak, tidak semuanya.
Bukannya meringis, Tae justru tertawa senang. Padahal sudah jelas kan, disini dia yang ditindih oleh badan berisi Jhope. Tapi dia malah tenang-tenang saja. Justru terlihat bahagia. Sangat berbanding terbalik dengan keadaan Jungkook Jin Jimin yang sudah menyumpah-serapahi Jhope.
"Hyung kalian semua berat!"
"Jin hyung menjauh yatuhan kau itu gemuk!"
"Bagaimana aku pergi kalau ada alien ini diatasku!?"
"Hehehe ini seruu!"
"tunggu biarkan aku tidur diatas sini!"
"Kasihani Jungkook, hyung!"
Yaampun.
Namjoon dan Yoongi sweatdrop seketika melihat pemandangan tak lazim dihadapan mereka.
Astaga, Lihatlah posisi aneh mereka itu. Jhope yang menindih Taehyung sambil memejamkan matanya seolah ini adalah tempat ternyaman baginya untuk tidur, Taehyung yang dibawahnya dan menindih Jin sambil memainkan telinga pria yang lebih tua darinya itu lalu tertawa gembira, Jin yang menindih Jimin dan berusaha melepas tangan jahil Tae dari telinganya yang kini sudah memerah akibat ditarik oleh si alien itu, Jimin yang terus-terusan meringis kesakitan, dan si magnae Jungkook yang hanya bisa pasrah saja.
Yatuhan, ingatkan Jungkook untuk membeli balsem setelah ini.
"Guys please.." Namjoon memasang wajah datarnya. Teman-temannya ini benar-benar kurang kerjaan. Namjoon memang senang dengan keberhasilan mereka ini, tapi ayolah. Merayakannya tidak harus dengan tindih-tindihan gitu juga kan?-_-
"Yoongi hyung ayo ikut!"
"tidak, terima kasih. You guys really got no chill." Dan setelah mengucapkan kalimat sadis itu dengan acuhnya Suga berjalan keluar ruangan. Meninggalkan member bangtan lain yang masih rusuh dan saling menyalahkan satu sama lain.
"Hyung tunggu aku!" Seru sang leader dan segera berlari mengejar Yoongi. Lebih baik dia memang lari sih. Pemandangan seperti itu merusak kewarasan matanya. Mengerikan.
"Jin hyung menyingkirlah aku ingin mengejar Yoongi hyung!" Sungut jimin kesal. Dia berusaha mengangkat tubuhnya, tapi nihil. Yang ada punggungnya justru terasa semakin sakit.
Jin memutar bola matanya malas. "kalau bisa juga sudah sedari tadi aku lakukan, bodoh"
"Tae cepat berdiri! Kau berat!" kini giliran Taehyung yang dijadikan objek pelampiasan emosi Jimin.
Yang merasa namanya dipanggil memiringkan kepalanya heran. Dan jangan lupakan tatapan nge-blank itu.
"aku tak bisa chim, ada hoseok hyung diatasku."
"JUNG HOSEOK MENJAUH!"
Jhope menutup gendang telinganya yang seakan ingin pecah mendengar teriakan bersamaan Jin Jungkook dan Jimin. Namun setelahnya Jhope justru semakin tertawa lebar.
"astaga aku benar-benar sayang kalian~" dan bukannya menjauh, Hope justru semakin memperat pelukannya yang dihadiahi teriakan teriakan histeris member dibawahnya.
Sungguh, keadaannya benar-benar kacau sekarang.
Namun tiba-tiba pintu ruangan terbuka, menampilkan dua sosok pria yang tadi sempat menghilang ditelan bumi. Tangan pria yang lebih tinggi menggenggam sesuatu yang menarik perhatian member yang sedang tindih-tindihan itu.
"ada ice cream, kalau kalian tak mau sih bi–"
"AKU MAU AKU MAU!"
Bruk bruk bruk bruk!
"YAK JEON JUNGKOOK!"
Oh lihatlah. Member yang tadi berada di atas Jungkook kini sudah ada di lantai semua. Terjatuh akibat lonjakan tiba-tiba dari si magnae yang entah mendapatkan kekuatan darimana untuk mengangkat hyungdeulnya itu.
Namjoon dan Suga sweatdrop lagi, kan.
.
.
Yoonmin
.
.
Sesampainya di dorm, member bangtan segera masuk ke kamar masing-masing. Melepas penat dan lelah mereka setelah menjalani aktifitas yang menguras tenaga. Jam juga sudah menunjukkan pukul 22.30 pm, jadi wajar saja kalau 7 pria tampan ini bersiap untuk memejamkan mata mereka dan tidur.
Oh tidak, sebenarnya tidak semuanya.
Mari kita mengintip setiap sudut dan ruangan dorm bangtan.
Ah, lihatlah. Masih ada si tetua bangtan, Kim Seokjin yang sibuk di markas kesayangannya, dapur. Ada yang bertanya apa yang dia lakukan di dapur tengah malam begini? Tentu saja makan-_-
Dan oh, Suara apa itu?
Ada sebuah suara aneh yang terdengar samar-samar dari ruangan di samping kamar mandi.
'Hoseok – Tae - Chim'
Kamar troublemakers rupanya.
Tapi tunggu, suara apa itu?
Mianhae mianhae hajima
Naega chorahae jijana
Palgan yeopun ipsulo
Oseo nareul jugigeo ga
Naneun gwaenchana
Ahh, ternyata Jungkook.
Pria kelahiran 1997 ini sedang menemani taehyung di kamarnya walau mereka tak satu kamar. Jimin tadi keluar setelah melihat Jungkook masuk. Hoseok juga menghilang. Akhirnya karena kasihan, magnae ini pun menyetujui keinginan hyungnya itu.
Jeon belum tidur. Dia masih sibuk menggumamkan lagu favoritnya itu sambil memainkan tangannya diatas surai brunette Taehyung yang sudah lebih dulu terlelap dan tangan satunya lagi yang sedang mengutak atik gadget miliknya. Sesekali magnae itu juga mengacak rambut hyung nya itu gemas, entah karena apa. Tadi Taehyung memang sempat meminta Jungkook untuk tidur di kasur miliknya. Jadi disinilah mereka berdua, di kasur sempit Tae. Jungkook yang duduk sambil bersandar di kepala kasur dan Tae yang sudah terlelap dengan nyaman disampingnya.
Jungkook tersenyum lembut. Sepertinya ngantuk sudah menghampiri. Perlahan magnae itu merebahkan badannya di samping Tae lalu memposisikan tubuhnya menghadap pria berjulukan alien itu yang juga sedang menghadap kearahnya. Jungkook sempat terkekeh melihat bagaimana polosnya Tae ketika tidur.
Sebenarnya disini yang hyung siapa sih?
Kedua Tangan golden magnae itu dengan hati-hati terulur ke depan, melingkarkannya di pinggang Tae dan memeluknya dengan erat. Dia membawa Tae semakin menempel ketubuhnya. Entahlah, jungkook juga tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya.
"jalgayo, Tae hyung.." Jungkook berucap lirih di telinga Tae lalu mengecup singkat kening si hyung nya itu. Yang lebih tua sempat menggeliat lalu kembali meringkuk dalam pelukan hangat Jungkook. Senyum tersungging di bibir tipisnya. Andai saja taehyung dalam keadaan sadar, tentu saja dia tidak akan bisa berbuat semaunya seperti ini. Haha. Jahat sekali kau magnae.
Perlahan napas pria bergigi bunny itu menjadi teratur. Jungkook tertidur.
Oke, mari kita lihat aktifitas member yang lain.
Si leader namjoon ternyata juga belum tidur. Pria berlesung pipi ini masih sibuk berbincang bersama si main dancer bangtan, Hoseok. Mereka berada di ruang tengah dan duduk di lantai dan saling berhadapan. Raut wajah Namjoon dan Hoseok tampak serius. Entah apa yang mereka bahas. Kertas – kertas berserakan di lantai tempat mereka berdua duduk.
Mungkin sedang sibuk membahas soal lagu.
Baiklah, kita tinggalkan 94Line itu.
Apa masih ada yang belum disebut?
Ahh, iya.
Dua sejoli yang tak pernah bisa lepas walau ujung-ujungnya mereka hanya akan bertengkar.
Min Yoongi dan Park Jimin.
Jimin yang tak ada di kamarnya itu ternyata sedang berkunjung ke kamar tetua bangtan, Jin dan Yoongi. Si pria ber-abs ini beralasan dia tidak bisa tidur akibat melihat kemesraan Jungkook dengan Taehyung di kamarnya. Jadi dia berinisiatif untuk ke kamar hyung kesayangannya yang kebetulan sedang sendiri. Ingat, Jin masih di dapur-_-
Dan Jimin beruntung sekali, karena Yoongi juga belum tidur. Pria bertubuh mungil itu masih berkutat dengan kertas dan pulpen yang ada di tangannya di atas kasur. Ternyata yoongi sedang menulis lirik lagu.
"Hyung~"
Kepala Yoongi refleks terangkat begitu mendengar suara seseorang yang sudah tak asing lagi.
"Jimin?"
Yang disebut namanya tersenyum. Dia melangkah masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya. Yoongi yang tadinya sedang tengkurap diatas kasur miliknya segera mengambil posisi duduk. Heran juga sih, mengapa tengah malam begini Jimin belum juga tidur. Padahal kan tadi dia yang terus-terusan mengeluh dan ingin cepat-cepat beristirahat.
"Apa yang kau lakukan disini?" Yoongi kembali bertanya. Matanya tak lepas dari gerakan Jimin yang mendudukkan tubuh pendeknya di kasur Jin yang bersebrangan dengan kasur Yoongi.
"aku mau tidur disini, Hyung."
Mendengar penuturan Jimin, kening Yoongi mengkerut.
"kamarmu?"
"ada Jungkook disitu." Diakhir kalimat Jimin mengerucutkan bibirnya lucu, tanda bahwa dia merasa kesal dengan kehadiran Jungkook di kamarnya. Yoongi tertawa pelan.
"baiklah, terserah kau saja."
Jimin menganggukkan kepalanya. Pria yang lebih muda kemudian merebahkan badannya di kasur Jin. Masa bodoh dengan Jin yang nanti akan datang. Dirinya kini sedang butuh istirahat. Aktifitas seharian tadi membuatnya sangat lelah. Jimin bahkan hanya sempat makan satu kali. Jadi kondisi tubuhnya melemah.
Melihat Jimin yang menutup matanya, yoongi kembali dengan kegiatannya yang sempat tertunda. Kalau boleh jujur, Yoongi juga sudah lelah. Mata sipitnya itu semakin sipit akibat rasa kantuk yang datang. Tapi tetap saja, lirik lagu mereka ini akan diserahkan ke company besok untuk di evaluasi. Jadi dengan terpaksa Yoongi harus begadang untuk menyelesaikannya. Sama hal dengan Namjoon dan Hoseok yang juga sedang berkutat dengan kertas penuh tulisan ini.
Kreek
Yoongi tersontak begitu mendengar bunyi pintu yang terbuka.
"astaga, Park Jimin"
Ahh, Ternyata Jin.
Member tertua bangtan berdiri di depan pintu sambil menggelengkan kepalanya melihat Jimin yang asik tidur di kasurnya. Yoongi mengikuti arah pandang Jin, lalu kembali fokus ke hyung nya itu. Dia terkekeh pelan.
"api cemburu membawanya kesini, Hyung" Ujar Yoongi santai. Jin beralih menatap Yoongi.
"astaga, apa Tae memaksa Jeon untuk tidur dikamarnya lagi?" yang ditanya menganggukkan kepalanya. Jin mendesah. Dasar, kedua magnae itu memang selalu saja merepotkan orang.
"baiklah, aku akan tidur di kamar Namjoon."
Yoongi kembali menganggukkan kepalanya. Jin tersenyum singkat, lalu pintu tertutup.
Namun baru beberapa menit pintu itu kembali terbuka.
Yoongi mengacak rambutnya frustasi.
'tak bisakah aku mendapat ketenangan?!'
Jhope menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Pria berjulukan happy virus ini memasang cengiran bodoh yang justru membuat Yoongi hendak menimpuknya.
"apalagi?" sungut Yoongi kesal.
Bukannya menjawab, Hoseok justru cekikikan.
"Hyung, kau tahu? Ada adegan romantis live di kamarku" jawab Hoseok masih dengan cekikikan anehnya. Min yoongi memutar bola matanya balas.
"ayolah Jung Hoseok, kau datang kesini hanya untuk membahas itu?" Yoongi mendengus.
Pria yang masih berdiri di ambang pintu itu menganggukkan kepalanya cepat.
"Jungkook memeluk Taetae. So sweet sekali achuchuchu~" Hoseok memasang mimik wajah penuh aegyo yang astaga, ingatkan Yoongi untuk tidak melempar pulpen ke muka itu.
Demi tuhan, Yoongi ingin muntah melihatnya.
"tadi aku juga sempat melihat Jungkook mencium kening Tae, kekekeke~"
Dahi Yoongi berkerut. Anak ini ada apa sih? Kenapa tiba-tiba dia datang ke sini hanya untuk memberi tahu dirinya akan hal itu? Padahal Hell no, seorang Min Yoongi kan tidak pernah peduli akan hal memuakkan seperti itu. Belum lagi kekehan dan tindakan Hoseok yang terus-terusan mengedipkan sebelah matanya genit.
"ada apa denganmu?" Yoongi bergidik ngeri. Hoseok tertawa.
"aku curiga, jangan-jangan Jungkook menyukai – oh baiklah Hyung sepertinya aku harus pergi dadah!"
Dan setelahnya, daun pintu itu kembali tertutup dengan agak sedikit keras. Yatuhan. Yoongi ingin meledak. Hoseok benar-benar aneh.
Yoongi yang tadinya menghadap ke pintu itu hendak membalikkan badannya sebelum –
GREB!
"ASTAG–"
"sst, diamlah hyung.. sudah malam."
Pria berkulit pucat itu membeku seketika. Sepasang tangan kekar melingkar di pinggang kecilnya. Yoongi juga merasakan napas hangat yang menderu dan menerpa kulit pucat leher miliknya. Yoongi tahu pelakunya. Siapa lagi selain Jimin.
Tapi, aneh.
Tiba-tiba saja Yoongi merasa ada kupu-kupu yang menari di dalam perutnya.
Belum lagi detak jantungnya yang meningkat drastis setelah Jimin membisikkan kata-kata itu di telinganya.
Bulu kuduk Yoongi meremang. Ini mengerikan, namun anehnya tubuh Yoongi tak menolak.
"J-Jimin? Kau bangun?"
"Hyung tidak menyadarinya?"
"maksudmu?" Jimin mengeratkan pelukannya. Badan Yoongi kembali panas. Jimin mendesah pelan tepat di telinga Yoongi membuat pria bermata sipit itu semakin merona hebat.
Yaampun, Suga bisa gila kalau begini terus.
"tadi Hoseok hyung menggangguku, bukan kau."
"hah?" Kening Yoongi berkerut. Astaga, jadi tadi Hoseok berbicara pada Jimin?
ahh, Min Yoongi baru paham sekarang.
"kau cemburu, huh?" Yoongi mulai merasa nyaman dengan pelukan hangat Jimin. Dia mengelus tangan adiknya itu pelan. Pria kelahiran 1993 ini tahu, pasti Jimin merasa kesal sekaligus cemburu dengan apa yang dikatakan Hoseok tadi. Pantas saja Hoseok terlihat sangat gembira. Dasar-_-
Jimin menganggukkan kepalanya. Dia mengerucutkan bibirnya lucu namun sayang Yoongi tak melihatnya.
"Tae beruntung sekali..." sungut Jimin kesal. Yoongi tersenyum. Tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan jimin yang melingkar di pinggangnya beralih mengusap pipi Jimin lembut. pria yang lebih muda sontak terkejut. Tak biasanya, Min Yoongi bersikap hangat seperti ini.
Namun jujur, Jimin menyukainya.
"sampai kapan kau akan terus menyukai Jungkook, hm?" tanya Suga masih dengan kesibukannya mengusap pipi pria ber-abs itu. Yoongi juga sedikit menolehkan kepalanya agar bisa melihat adiknya.
"entahlah, Hyung. Aku lelah begini terus." Jimin kembali mengerucutkan bibirnya. Yoongi yang melihat tingkah lucu Jimin spontan saja mencubit pipi chubby itu Membuat sang pemilik pipi mengerang kesakitan. Yoongi tertawa.
"kau ini, sudah tahu Tae saingan beratmu. Masih juga berharap."
"akh hyung! Sejak kapan tae jadi sainganku? Aku ini masih lebih tampan darinya"
Yoongi tersenyum.
Astaga.
Lihatlah.
Jimin mau meleleh saja eomma.
Senyuman itu sangat mematikan.
Park Jimin terpesona melihatnya.
"kau harus merelakan mereka berdua suatu hari nanti"
Bukannya menjawab, Jimin masih terus menatap Yoongi intens. Yang dilihati tentu saja merasa risih dan sedikit – gugup, mungkin?
"Hyung, aku baru tahu kalau kau itu cantik"
PLAK!
"Aww! Hyung! "
"enyah kau park jimin" setelahnya Yoongi melepas tangan Jimin yang melingkari perutnya dengan sedikit kasar lalu beranjak hendak berdiri dari duduknya namun pria yang duduk dibelakangnya itu sudah lebih dahulu menahan tangannya. Jimin meringis. Pukulan hyung nya ini sedikit sadis sih.
"hehe, mianhae hyung. Aku hanya mengatakan fakta"
"mau kupukul lagi?"
"ayolah hyung, jangan ngambek. Kau makin cantik~"
"Park Jimin, aku memperingatimu"
"Yoongi hyung yeppeo – "
BUGH
Ckckckck.
Salahkan dirimu Jimin-ssi yang sudah membangunkan singa liar.
Aku mendoakan yang terbaik untuk kepala tercintamu itu.
THE END
HaiIiiiiiiiiiiii!
AKU BALIK LAGI YEHEEET!
MAAF YAH KALO CHAPTER INI GAK MEMUASKAN SAMA SEKALI L
MANA ABAL BANGET LAGI YATUHAN
AKU EMANG GAK PERNAH BERBAKAT BUAT FF ROMANCE
SUMPAH AKU BENER-BENER KEHABISAN IDE KEMARIN, UNTUK CHAPTER YOONMIN INI AJA AKU ROMBAK 4-5 KALI KARENA FEELNYA GAK DAPET2, AKHIRNYA DENGAN TERPAKSA AKU GAK BUAT DENGAN VIDEO MEREKA ABIS MOMENT YOONMIN ITU SUMPAH BANYAAAK BANGEEEEET
JADI GATAU MAU PILIH YANG MANA T^T
AKHIRNYA MUTUSIN BUAT YANG VERSION BEDA NYA.
HUHU MAAFKAN AUTHORR T^T
UDAH NGUPDATENYA LAMA, MALAH GINI HASILNYA T^T
PADAHAL BANYAK YANG NGAREPIN YOONMIN YAH?
DUHHH AKU MERASA BERSALAH BANGET T^T
ANYWAY, SEMUA MEMBER UDAH KELUAR KAN?
AUTHOR SIH NIATNYA NAMATIN INI FICTION, TAPI KALO YANG REVIEW BANYAK BAKALAN DILANJUTIN~
NEXT CHAP NYA KALO BANYAK REVIEW KALIAN YANG TENTUIN DEH~
PAIRING YANG PALING BANYAK VOTENYA BAKALAN AKU JADIIN CHAPTER DEPAN~
REVIEW PLEASE
I'M BEGGING~
_XI RU LIN_
