Murid Baru Itu Indonesia?
Summary: Female Indonesia! Indonesia mendapat misi yang aneh dari bosnya… yaitu menjadi murid SMA! Alasannya agar pemerintah mendapat cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam negeri dengan menempatkan Nesia untuk memata-matai secara langsung kehidupan murid-murid dan guru di sekolah… Tapi bagaimana jadinya kalau SMA itu selalu terlibat dalam tawuran, kakak kelas dan guru killer dan Nation-tan lain yang selalu tiba-tiba muncul dalam jam sekolah? Belum lagi adanya taksir-taksiran. Nesia sama sekali tidak tertarik dengan anak SMA tapi masalahnya siswa kelas 3 yang paling populer sekaligus jagoan sekolah tertarik dengannya dan gencar melakukan PDKT. Padahal Nesia sudah sibuk dengan tugas sekolah dan tugas sebagai Nation, sekarang harus mati-matian menjaga rahasianya sendiri sebagai Nation… TOLONG!
Notes: OCs
Warning: Female Indonesia, adegan kekerasan, adegan mesum oleh France, potty mouth
Notice: Ini hanya fanfiction. Bila ada orang atau tempat atau kejadian yang sama, itu hanya kebetulan
Disclaimer: Hetalia bukan milikku tapi OCs disini baru milikku.
"Berbicara Bahasa Indonesia"
"Berbicara bahasa asing/Inggris"
'Berpikir dalam hati"
Chapter 3: Ratu Sekolah, Persiapan 17 Agustus... Meong?
Mata coklat Yono bertemu dengan mata violet Matthew. Keduanya langsung saling berpandangan. Jakarta melototi Yono setelah secara insting mengetahui kalau dia mencoba PDKT pada kakaknya. Cokro keringat dingin, mengetahui sesuatu akan terjadi. Nesia yang masih shock karena tawuran, kedatangan tak terduga Matthew, hadiah romantis dari sang personifikasi Kanada dan kedatangan anak SMA satu ini, reflek mendekat ke Jakarta dan memeluk lengannya. Mata Yono langsung melirik Seruni.
"Eeeh~ Ada Seruni toh? Eh? Siapa nih bule? Tumben ada bule disini?" Matthew merasa kalau Yono membicarakan dirinya tersenyum sopan.
"Yono! Yang sopan sama tamu!" Cokro mengomel-omel. Ini Nation tahu! Sayang dia tidak bisa bilang...
"It's okay, Sir... I'm Seruni's friend... I'm from Canada..." Matthew tersenyum kepada Yono yang balas senyum, atau mungkin nyengir dipaksakan?
"Pak Yono sekali-kali santai dong~ Pacarmu, Ser?" Dalam hati Yono nangis bombay karena pacar Seruni itu orang bule. Level orang bulekan tinggi banget.
Sebelum Seruni sempat menjawab, Jakarta ngomong duluan.
"Kamu yang mau PDKT sama saudariku yah?" Mata elang Jakarta terasa menusuk jantung Yono. Siswa kelas 3 tersebut langsung memperhatikan saudara laki-laki Seruni. Kalau dilihat memang mirip banget sih. Sama-sama punya rambut hitam tebal dan ikal... Sama-sama punya kulit sawo matang... Tingginya lumayan sih, tapi masih lebih tinggi dirinya 6 cm jadi orang ini 174 cm... Sama-sama punya mata hitam yang besar walau punya si cowok lebih tajam... Dan... SANGAT CAKEP, LEBIH GANTENG DARIPADA DIA.
"Ini abangmu, Ser? Calon kakak ipar dong! Halo, kak~ Nama saya Yono~ Saya akan menjadi pacar adikmu yang super cantik ini~" Entah Yono memang tidak peka atau tidak sadar, Jakarta mengeluarkan aura ungu kehitaman yang sangat mirip dengan punya Russia dan tatapan matanya seperti Belarus. Cokro dan Matthew langsung mundur.
"...Berani juga kamu. Untuk ukuran anak kecil..." Jakarta tersenyum sadis, tangannya gatal untuk menarik pisau lipat yang dia simpan dalam jaketnya. Tapi tidak bisa... Dia mempunya darah Indonesia mengalir dalam dirinya... Tidak bisa dia bunuh... "Ayo, saudariku... Kita pulang. Tasmu sudah kuambil. Matthew-san, come on. Dan kau." Jakarta menoleh tajam kearah Yono.
"Jangan coba-coba mendekati adik perempuanku. Hal itu hanya akan membuang waktu kalian berdua dan menyakiti banyak pihak. Dan ingat baik-baik, aku takkan pernah memberi restu pada... Manusia sepertimu..."
Rumah Nesia dan Jakarta itu tidak ada dalam peta untuk mencegah orang yang suka konspirasi atau paranoid dan teroris untuk menemukan Nation dan State. Rumahnya mempunyai 3 lantai dan di masing-masing lantai ada 20 kamar untuk adik-adik Nesia, teman-teman ASEAN, dan tamu-tamu Nation. Kamar Nesia dan Jakarta ada di lantai satu bersama dengan ruang tamu, ruang keluarga/rekreasi, dapur, kantor masing-masing untuk Nesia dan Jakarta, gudang senjata tradisional dan modern, gudang biasa dan gudang khusus file pemerintahan dan Nation, dan paling akhir, gudang khusus artefak/peninggalan zaman dulu. Rumah mereka yang bergaya barat itu adalah rumah yang sama dengan rumah dimana Holland tinggal dengan Nesia dan Jakarta dulu yang berlokasi di tanah milik VOC dulu. Sekarang sudah resmi menjadi milik pemerintah Indonesia dan tetap untouchable oleh para koruptor dan wartawan. Yang boleh ke rumahnya hanyalah Presiden dan Wapres, petinggi-petinggi militer, tukang reparasi (apa saja, pipa, listrik, genteng, dll). Tukang reparasinya pun kalo kerja dilihatin oleh entah Jakarta, tentara, lukisan-lukisan orang zaman dulu yang memang terasa hidup, atau 'penghuni' lain [1] di rumah tersebut. Karena itu sampai sekarang tidak ada penyadap dipasang dimana-mana. Mau dipasang di kebun belakang pun pasti ditemukan oleh peliharaan mereka yang memang banyak dan buas.
Kebun belakang Nesia dan Jakarta itu spesial, seperti gabungan Kebun Raya Bogor versi mini dan Ragunan. Di kebunnya dibagi menjadi 3, taman bunga, kebun rempah dan sisanya pohon-pohon. Di taman bunga tersebut terdapat tanaman dan bunga berbagai jenis. Bunganya ada melati, anggrek, kembang sepatu, kamboja, edelweiss, lily, bunga matahari, tulip, rafflesia, mawar (Diberikan oleh England sambil malu-malu), krisan, Forget-Me-Not, lavender, pokoknya nyaris lengkap deh jenis bunga di taman Nesia, karena kebanyakan hadiah dari para Nation (Bisa dibilang mereka semua meminta Nesia menanam bunga nasional mereka disini). Selama bunganya masih bisa tahan sama sinar matahari menyengat Indonesia, pasti ditanam dan dijamin subur, karena Nesia sendiri yang merawat. Kalau berkunjung ke rumah Nesia, wajib ke belakang sekali saja untuk melihat bunga-bunga ini, karena kapan lagi bisa lihat semua bunga nasional tumbuh disatu tempat? Tapi kalau pohon Sakura gak ada... Sayang. Japan sudah coba tanam dan bela-belain tinggal sebulan untuk merawatnya, mati juga... Yah, sudahlah. Setidaknya bunga krisannya subur. Setiap pagi Nesia dengan telaten menyirami, memberi pupuk dan memotong ranting/daun yang tidak perlu sehingga kebun menjadi asri. Kalau siang hari biasanya Jakarta yang menyiraminya. Soal memotong rumput, membasmi hama, dan membersihkan gazebo itu juga jatah dia. Walau capek harus mengambil air dari sumur tua di kebun yang angker (Nesia dan Jakarta sudah akrab dengan penunggunya), rasanya puas menyirami mereka. Apalagi saat semuanya mekar serempak... Wuih... Nesia pasti mengundang semua Nation. Wong, pemandangan kayak begini hanya bisa dilihat sekali dalam 5 tahun, kadang lebih dan kadang tidak bisa ditebak. Kalau semuanya ngumpul, jadinya seperti hanami. Dari siang sampai malam. Biasanya diakhiri dengan France yang telanjang, Hungary yang puas dengan koleksi yaoi yang bertambah, para Nation cewek yang jadi mellow karena berada di taman bunga Indonesia yang romantis, Austria menulis sebuah lagu baru atau minimal dapat inspirasi, Japan yang benar-benar jadi mellow karena dikelilingi begitu banyak bunga, Russia yang sangat puas duduk disebelah kumpulan bunga matahari yang mengambil 1/3 tempat taman.
Itu soal taman bunganya. Soal kebun rempah Nesia, ada cengkeh, kopi, biji merica, pala, kunyit, tembakau, dan semua rempah lainnya yang jadi rebutan negara-negara Eropa dulu. Tak sedikit orang yang mencoba mencuri hasil panen rempah ini setiap tahunnya tapi selalu ketahuan oleh peliharaan Nesia dan 'penghuni' yang kemudian lapor. Apa yang terjadi pada mereka silahkan Anda bayangkan sendiri. Ada rumor Nesia mengirim mereka dalam keadaan nyaris telanjang dan terikat dalam box kepada France. Nesia dan France sama-sama tertawa saat ditanya sementara yang diduga mencoba mencuri dilaporkan masuk rumah sakit dengan trauma.
Sisa kebun Nesia yang berupa pohon-pohon juga ada variasinya. Ada pohon jati, pohon kelapa, pohon mangga, pohon kelengkeng, pohon belimbing, pohon pisang, tumbuhan obat-obatan seperti kina, dll. Pokoknya segala jenis buah tropis ada deh. Jakarta paling senang saat pohon duriannya berbuah. Diakan sangat suka durian tapi gak extreme seperti America dan burgernya.
Peliharaan Nesia itu banyak. Ada komodo, Harimau Sumatra dan Jawa, kijang, burung elang Jawa dan burung Kakaktua, luwak, tapir Melayu, dll. Mereka semua hanya jinak kalau Nesia dan adik-adik Nesia ada dalam pandangan. Kalau orang lain yang deketin, jangan harap bisa pergi tanpa lecet sedikit pun.
Canada tersenyum melihat kebun Nesia yang dapat dilihat dari teras belakang. Saat ini bunga yang mekar hanya bunga tropis seperti melati, anggrek, kembang sepatu, dll, tapi tetap indah untuk dilihat. Dia ingin Kumajirou melihat ini juga tapi kasihan kepanasan nanti karena bulunya tebal. Nanti dia bawakan oleh-oleh. Dia pernah dengar kalau di rumah Nesia itu ada 'penghuni' lain yang notebene jauh lebih gelap dari yang biasa dilihat England dan Norway yang mengaku bisa melihat. Memang, pertama kali dia menginjakkan kaki di rumah ini puluhan tahun lalu dia merasa ada sesuatu yang mengekorinya. Sekarang sih sudah tidak ada apa-apa... Walau kadang ia merasa ada yang mengamati atau ada yang lewat didepannya. Tapi memang, di rumah ini mustahil untuk melakukan suatu kejahilan atau tindak kriminalitas. Setiap kali Prussia dan Denmark datang membawa beer, pasti tiba-tiba hilang entah kemana. France mulai berbuat mesum, langsung sakit perut, England dan Norway selalu melirik ke sekelilingnya sambil keringat dingin kemudian mendekati Nesia atau Jakarta kalau ada dalam ruangan. Tak jarang Latvia tiba-tiba nangis saat berada di rumah Nesia. Rusia kalau mengeluarkan aura jahatnya juga hanya keluar setengah. Belarus kalau datang tiba-tiba kehilangan pisau. Begitu banyak keanehan di rumah Nation satu ini... America pernah mengeluh dia langsung sakit perut kalau dalam rumah Nesia tidak ditemani oleh wanita Melayu itu atau Jakarta atau Bali atau adik-adik Nesia lainnya. Kalau tidur dia harus bareng Jakarta [2]. Tak jarang juga ia melihat Nesia, England dan Norway tersenyum di tengah koridor [3].
"Ahahahaha... Masa disini ada hantu? Ahahaha-"
Entah kenapa, lagi-lagi dia merasa ada yang lewat di belakang dia.
Nesia sedang menyeduh teh ketika tiba-tiba Canada masuk dapur dengan keringat dingin. Nesia hanya tersenyum. Pasti tadi disentuh oleh 'penghuni'. Memang, aura Canada itu putih bersinar dan menyegarkan alias hatinya suci atau bersih atau baik. Hal itu membuatnya lumayan disukai disini. Karena hal itu juga Nesia bisa langsung menyadari kehadiran Canada. "Matthew, mau kutuangkan teh?" Matthew mengangguk lemah dan terduduk di kursi. Jakarta yang sudah selesai memberi makan peliharaan memasuki dapur saat Nesia menuangkan teh untuk mereka bertiga.
"Kakak, 2 minggu lagi sudah 17 Agustus. Kakak sebentar lagi ulang tahun dong." Jakarta tersenyum ketika dia melihat Nesia tersipu. Kakaknya memang suka jadi mellow ketika mendekati hari kemerdekaanya. Tahun ini jadi 66 ya...
"...Ah... Kalau begitu... Aku harus mengecek bunga-bunganya... Untuk melihat apakah mereka sudah 'siap' pada saat itu..." Nesia berdiri dan berjalan menuju taman. Mata Jakarta menjadi sayu.
"Saat itu?" Canada melirik dengan pandangan penuh tanya kepada Jakarta.
"...berkunjung ke makam para pahlawan... Semua orang yang membuat kemerdekaan kami terjadi..."
"..."
'...Kakak...'
Nesia terduduk di gazebo sambil memandang dengan sendu kumpulan bunga melati didepannya yang masih kuncup.
PING
Ser, lo tadi pulang cepet?
BBM dari Tari.
Iya, abang gw jemput
Kami semua kaget lo pas lo ikut tawuran
Hm
Lo kenapa ikut?
Refleks
Refleks?
Begitulah
Apa maksud lo refleks? Lo kalo lihat orang berantem langsung ikutan?
Begitulah
Lo bikin gempar sekolah tahu ga?
Oh?
Lo langsung dicariin sama Kak Sylvia, cewek paling eksis alias 'Queen Bee' sekolah!
Hm
Kok cuma 'HM'? Lo besok bisa dikulitin loh!
Hm
Lo kok nyantai bgt? Uda bikin Kak Yono pengen PDKT sama lo itu ud jd alasan cukup untuk bully elo tahu ga?
Gw gak tertarik sama anak SMA
Bukan berarti Kak Sylvia ga akan ganggu lo
Gw tinggal tolak Kak Yono
Dia itu ud kayak- Casanova sekolah tahu ga? Kalo ada cewek yang dia PDKT-in, pasti tuh cewek luluh!
Hm~ Kalo begitu gw bakal jadi cewek pertama yang ga luluh dong~
Mungkin sih... Lukan ud punya pacar. Tadi cowo lo masuk kelas trus ngambil tas lo... SUMPAH! Cowo lo cakep banget!
Dia abang gw
HAAAAAAAAAAAH
Abang gw no.3. Dia tahun kedua kuliah. Abang gw yg no.1 ud kerja di Maluku.
Serius itu abang lo?
Serius
Boleh ga gw PDKT sama dia?
Dia ga tertarik sama anak SMA. Dia juga lagi ga niat nyari pacar sekarang.
Yah... Tapi gw serius Ser. Kak Sylvia pasti ud blacklist lo!
Hm
Kak Sylvia ud ngincer Kak Ari sejak kelas 10. Pas kelas 2, ada yg deketin Kak Yono, langsung dilabrak. Katanya yang paling parah itu seragamnya dicuri pas itu anak lagi olahraga trus dirobek-robekin.
Hm
LO GA KUATIR?
Gw ud punya terlalu banyak hal untuk dikuatirkan. Bukan hal sepele seperti ini nih.
Ya ampun... Oh ya. Tadi ada bule masuk bareng abang lo, siapa tuh?
Hm... Teman baik
Cuma teman?
Sekarang sih begitu
Sekarang?
Mungkin nanti kami jadi dekat
Maksudnya?
Tergantung ortu kami
Ortu?
Ortu, biasanya sih gw manggil mereka Bos
Maksud lo... Menjodohkan? Lo dijodohin sama dia?
Hm... Bisa terjadi sih~
HAAAAAAAAAAAAAAAH Lo tunangan sama itu bule?
Ga... Tapi ortu kami mungkin pengen ngejodohin kami di masa yang akan datang
Tapi lo pengen pacaran ga sama dia?
Nesia terdiam. Pacaran?
Gw ga tahu
Lo pengen pacaran dgn seseorang ga sekarang?
Nesia terdiam. Pacaran sekarang? Dulu dia memang menyukai Netherlands tapi itu saat dia masih kecil. Dia makin dekat dengan Japan setelah gempa bulan Maret lalu. Dia tinggal sebulan di Tokyo untuk membantu Japan. Dulu dia dekat dengan Russia, dia senang sekali saat bermain di salju di rumah Russia dan Russia sangat senang saat Nesia membawa dia jalan-jalan ditengah alam Indonesia... Apalagi saat mereka menemukan sebuah lapangan yang ditumbuhi bunga matahari... Tapi saat PKI mulai berulah dan pada saat yang sama Russia mulai mengajak Nesia menjadi satu dengannya. Ada lagi Cold War. America juga, walau kadang terlalu blak-blakan dan memaksa, dia itu bisa jadi manis sekali. Dia memang salah sudah terlalu mengorbitkan Bali sehingga dia dikira adik Bali, tapi kalau datang untuk wisata pasti minta ditemani Nesia. Dan saat menginap dirumahnya, America lucu sekali saat minta tidur dengannya. Jakarta langsung campur tangan saat itu juga. Satu-satunya Nation kulit putih yang dia percayai benar-benar adalah Australia. Dia dan Australia memang kadang bertengkar dan saling diam-diaman tapi akhirnya baikan lagi karena sama-sama kangen dan hubungan mereka sangat akrab sampai sering digoda oleh France dan Prussia. Dia juga akrab dengan India, Jepang, dan Norway. Akhir-akhir ini hubungan kedua negara mereka itu intens dalam arti baik. Kerja sama internasional mereka berjalan amat mulus dan Norway selalu bagi-bagi senyum dengannya. Apalagi mereka bisa sama-sama bisa lihat makhluk supranatural...
Entahlah... Saat ini gw sudah cukup senang dengan keadaan gw sekarang... Tapi... punya pacar mungkin enak juga.
Lo belum pernah pacaran?
Belum...
Tapi lo cakep banget loh... Bisa bikin Kak Yono langsung suka sama lo
Hm
Lo serius ga naksir dia? Dia itu jagoan sekolah, yg paling cakep, yg paling kuat. Kayaknya ud komplit deh
Gw ga tertarik dengan cowok Indonesia
Hah?
Begitulah
Secakep apa pun dia? Sekaya apa pun dia?
Ya
Lo aneh deh
Gw udah denger itu dari banyak orang
Saat ini kamu suka dengan seseorang ga?
Aaaaaah... Itu rahasia
Kasih tahu dong!
Untuk apa aku kasih tahu sama Kakak?
Hah? Ini gw Tari
Ah, Kakak udah deh. Saya ga tertarik sama sekali sama kakak. Kakak kekanak-kanakan. Tolong balikin BBnya Tari. Lepasin Wisnu dan Conan.
"Hebat juga nih cewek... Jadi tambah susah nakhlukin dia..."
Yono nyengir baca layar BB Tari. Yang empunya duduk di kursi panjang kantin diantara Wisnu dan Conan yang sama-sama pucat karena kakak kelas 3 mengelilingi mereka. Tadi saat pulang sekolah mereka dicegat oleh Yono dan kawan-kawan di saat yang sama Tari chat dengan Seruni. Langsung saja Yono ambil BB Tari ga minta dulu.
"Nih." Yono mengembalikan Tari BBnya. "Seruni udah tahu kalo gw tadi pake BB lo. Itu cewek jangan-jangan cenayang lagi... Ah, gapapa. Jadi seru!"
Nesia memandang sebal BBnya. Beraninya Yono menyandera teman-teman barunya. Nesia hendak masuk kedalam ketika dia mendengar suara mengeong. Dia melirik ke semak-semak dan melihat seekor anak kucing dengan bulu coklat.
"Awww..." Nesia langsung mengangkat dan mengelusnya. "Loh? Kamukan... Kucingnya Greece-san?
SRAK SRAK
"Nesia... Tolong..."
"Greece-san?"
"...Nesia... Lapar... Makan..."
"Ya ampun... Setelah Matthew, tiba-tiba kamu muncul..."
"Meong..."
Jadi di chapter ini saya mendeskripsikan tempat tinggal Nesia dan Jakarta... Hebat ya rumahnya? Apalagi kebunnya. Karena ini fanfic, saya bisa mengetik dengan puas imajinasi saya tentang taman bunga ideal~
Saya bingung. Saya ingin menulis fic crossover Hetalia dan Harry Potter dengan Fem!Nesia dengan romance didalamnya~ Tapi saya tak tahu apakah saya harus ketik dalam bahasa inggris atau Indonesia. Saya sudah ada plotnya sih, di tahun kelima alias Order of Pheonix. Bagaimana menurut reader? Nanti ada England, Australia, Japan dan Norway sebagai karakter utama dari Hetalia.
Note: Ketika Nesia bersama teman-teman SMA dan di lingkungan sekolah, dia dipanggil Seruni dan ketika bersama Nation atau State lainnya, dipanggil Nesia.
[1] Indonesia adalah negara yang dipenuhi hal-hal mistis, memiliki banyak legenda dan kepercayaan. Saya sendiri percaya kalau yang namanya makhlus itu ada. Temanku ada yang bisa lihat. Aku sendiri pernah lihat dua kali. Brrr... Ngeri...
[2] America itu benci hantu jadi kalau datang ke rumah Nesia itu pasti sudah ketakutan setengah mati. Tapi antara nurut perintah Bos/jalan-jalan bareng Nesia VS ketakutan sama hantu, America pilih yang pertama lah. America maunya tidur bareng Nesia tapi karena ketatnya peraturan di Indonesia mengenai interaksi hubungan lelaki dan perempuan, jadi gak mungkin. Walau America gak akan ngapa-ngapain (resiko ditusuk bambu runcing Nesia, dibacok parang Jakarta, dihajar sama 'penghuni' lain) tetep aja jadinya tidur bareng Jakarta (Sang personifikasi ibukota Indonesia itu bikin batas pakai guling di tempat tidur). Sebenarnya bisa saja sih tidur bertiga di ruang keluarga/rekreasi tapi berarti dilihatin sama 'penghuni...' Kasihan America ga pernah bisa benar-benar betah di rumah Nesia.
[3] England dan Norway adalah Nation Eropa yang bisa melihat. Jadinya mereka bertiga (plus Nesia) jadi lumayan akrab. Menurut sejarah dari dulu Norway dan England memang baik hubungannya. Dulu Raja Norway pernah menghadiahkan leopard hidup (kalau tidak salah) kepada raja England. Dan hubungan internasional Indonesia dan Norway saat ini dideskripsikan intens, dalam arti baik. Soal senyum, kadang penunggu senjata tradisional Nesia jalan-jalan dalam rumah. Wujud mereka manusia. Aku tahu hal ini dari temanku yang bisa melihat, saat jalan-jalan dalam komplek keraton, dia melihat seorang putri Solo cantik senyum padanya. Ternyata dia penunggu sebuah tombak yang dipajang di tembok. Jadi... Begitulah... Saya sendiri ngeri saat dikasih tahu. Yang pasti England dan Norway selalu sopan pada 'penghuni lain' di rumah Seruni, karena hampir semuanya tidak ada yang bersifat positif dan lebih kuat dari makhlus halus asli mereka.
Ini sedikit spoiler untuk next chapter~:
"Heh, lo yang namanya Seruni? Berani banget lo gaet cowok gue!"
"Kak Sylvia, saya sama sekali gak tertarik dengan Kak Yono."
"Greece-san. Jangan memaksakan diri datang kalau sedang demam."
"Aku... ingin... mencari... tempat... yang... tenang..."
"Ah, Malon dan teman-teman ASEAN... Selamat datang."
"INDON BODOH!"
"Singapore? Kamu kenapa?"
"Nesia... Aku..."
Thank you fore reading!
Review!
No flame, please!
