The One

By: 0312_luLuEXOticS

Cast: Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Kim Jogin (munculnya entah di chap berapa =_=)

Pairing: HunHan, slight!KaiHun/HunKai

Genre: Boys Love, Fluff, Romance, Hurt&Comfort

Rate: T

Lenght: 4 of ?

Disclaimer: Semua cast milik orang tuanya masing-masing. Liyya hanya meminjam namanya saja. Cerita murni dari hasil imajinajis(?) Liyya ^^). Nama SNU (Seoul National University) cuma pinjem namanya aja. Kurikulum perkuliahan adalah kurikulum ciptaan Liyya sendiri,, hehehehe

Warning: Boys Love, typo(s) bertebaran, abal, gaje

.

.

HAPPY READING^^

.

.

Preview Chapter:

Biarlah perasaannya dikubur dalam-dalam, dan Sehun tidak perlu mengetahuinya. Bagi Luhan, asalkan itu bisa membuat Sehun tetap tersenyum. Apapun akan dilakukannya. Walaupun itu berarti dia harus mengorbankan kebahagiaannya Sendiri. Jika itu berarti kebahagian Sehun, Luhan bisa. Dia harus bisa. Dan Luhan pun kembali menjadi Luhan yang dulu.

~O.O~

Seperti perkiraan Luhan, Winter saat itu memang terasa lebih hangat. Bersama Kyungsoo , dia mengikuti kelas memasak yang diadakan oleh club memasak dua kali seminggu, selama liburan musim dingin. Mengapa Luhan ikut kelas memasak? Tentu saja atas permintaan -paksaan- dari sang almighty Kyungsoo umma.

Luhan sendiri tidak tahu mengapa Kyungsoo begitu ingin mengikuti kelas itu. Padahal menurutnya, level keahlian memasak Kyungsoo kan sudah jauh di atas rata-rata. Dan yang lebih membingungkan lagi, dia benar-benar gigih mengajaknya untuk mengikuti kelas itu dengannya.

Sebenarnya dia juga tidak mau ambil pusing sih dengan alasan Kyungsoo. Dia hanya ingin membuat dongsaengnya itu senang. Hanya saja, ini sangat aneh. Dan kemudian, di hari pertama mereka mengikuti kelas itu, Luhan mengerti. Tanpa harus dijelaskan Kyungsoo pun dia paham. Di depan mereka, berdiri seorang namja dengan kulit seputih susu dan wajah angelic nya.

Kim Joon Myun atau biasa dipanggil Suho!

Orang yang akan menjadi mentor memasak mereka. Namja yang diam-diam dikagumi oleh Kyungsoo selama ini.

Jelas sudah. Alasan pertama mengapa Kyungsoo ingin mengikuti kelas ini, tentu saja karena mentor mereka adalah Suho. Dan alasan yang kedua, mungkin Kyungsoo malu dan tidak pede kalau harus berada di kelas yang sama dengan Suho. Karena itulah ia mengajak Luhan untuk menemaninya. Dari apa yang Luhan perhatikan sih, Suho juga sepertinya memberi perhatian Khusus pada Kyungsoo. Hhmmm, kalau saja Baekhyun ada di sini, pasti dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya untuk membuat acara 'mari-membuat-umma-tersipu' setiap harinya.

Lain Kyungsoo, lain pula dengan Baekhyun. Selama liburan musim dingin, dia memutuskan untuk berlibur bersama kekasihnya, Park Chanyeol. Chanyeol mengajaknya berlibur ke kampung halamannya, Busan. Menurut Chanyeol, ibunya ingin sekali bertemu dengan Baekhyun. Luhan sendiri sudah mengenal Chanyeol dengan baik. Jelas saja, dia selalu datang ke rumah setiap malam Minggu. Not to mention kalau dia hampir setiap hari mengantar Baekhyun pulang. Chanyeol anak yang baik, tampan tentunya, juga sangat ramah -bahkan terlalu ramah mungkin. Dan yang terpenting, mereka sepertinya saling mencintai. Karena itulah, Luhan mempercayakan Baekhyun padanya.

Hhhh, sepertinya, musim semi nanti, akan ada banyak cinta yang bersemi di sekitar Luhan. Ada couple malu-malu 'meong', Suho dan Kyungsoo. Ada juga couple 'happy virus' yang super jahil, Chanyeol dan Baekhyun. Oh! Dan jangan lupakan the 'oh-so-perfect' teen couple, Sehun dan Jongin.

Hhhhh. Luhan sendiri?

Let's say! Sepertinya kisah cintanya sudah keburu dibawa angin musim gugur sebelum sempat bersemi. Miris memang. Tapi dia bahagia -mencoba untuk bahagia- melihat orang-orang yang dia sayangi bahagia.

Oh! Apa tadi disebutkan kalau Chanyeol itu dari Busan? Aaahh! Siapa yang mengira kalau ternyata kampung halaman Chanyeol sama dengan Sehun. God knows betapa Luhan ingin mengikuti Baekhyun saat dia meminta izinnya untuk berangkat ke Busan dengan Chanyeol. Tapi Luhan tidak bisa meninggalkan Kyungsoo sendirian kan? Lagipula, apa yang dia harapkan disana? Bertemu Sehun. Lalu apa? Bisa dipastikan Sehun akan sibuk dengan 'namjachingu' nya. Dan Luhan belum siap menjadi baygon bagi Sehun dan Jongin.

Ngomong-ngomong soal Sehun, Luhan sama sekali tidak menyangka kalau ternyata menghadapi Sehun yang sekarang (read: mempunyai namjachingu) tidaklah terlalu sulit baginya. Awalnya memang sulit. Karena walau bagaimanapun, dia mencintai Sehun, kan? Apalagi Luhan selalu membayangkan kalau dia akan sering-sering mendengar cerita-cerita tentang Jongin yang bisa dipastikan akan mengakibatkan telinga, hati, dan pikirannya panas.

Tetapi yang terjadi benar-benar di luar dugaan. Selama dua bulan ini, Sehun hampir tidak pernah menyinggung atau bercerita soal Jongin padanya, kecuali saat Luhan menanyakannya. Luhan sendiri tidak tahu mengapa. Mungkin, Sehun berfikir kalau munculnya nama Jongin diantara cerita-cerita mereka membuat Luhan tidak nyaman, mengingat insiden dua bulan lalu. Atau, mungkin juga ada alasan lainnya. Tapi Luhan tidak mau ambil pusing. Begini lebih baik kan? Dengan begini Luhan tidak harus merasa sesak setiap kali Sehun menyebutkan nama Jongin.

Menurut foto yang dikirimkan Sehun padanya (yeah, Luhan memintanya untuk mengirim foto Jongin karena dia sangat penasaran), Jongin ternyata memang sangaaaaattt tampan. Dia memiliki bibir yang sedikit tebal, dan pandangan mata yang tajam. Dan tidak seperti kebanyakan warga Korea lainnya yang cenderung berkulit putih, Jongin terlihat berbeda. Kulitnya sedikit 'tan'. Tapi justru itu lah yang membuatnya terlihat sangat tampan dan eeerrmmm, seksi mungkin. Bukan! Bukannya Luhan tertarik padanya atau apa, Luhan hanya mengatakan apa yang dia fikirkan.

Sosok Jongin benar-benar berbanding terbalik dengan dirinya yang memiliki kulit putih, tidak terlalu tinggi dan -menurut kebanyakan orang- lebih terlihat cute. Belum lagi bentuk body nya yang -lagi-lagi menurut orang-orang yang mengenalnya- cenderung feminim(?), tidak manly seperti Jongin. Dan perbedaan yang sangat menonjol, usia mereka. Jongin jelas jauh lebih muda darinya.

Terang saja Sehun menyukai Jongin. Luhan, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Jongin, pikir Luhan.

Tapi Luhan sudah memutuskan. Dia benar-benar akan mengubur perasaannya pada Sehun. Mungkin, menjadi Hyung bagi Sehun memang merupakan keputusan yang sangat tepat untuk mereka berdua. Toh sejak awal memang hanya dia yang selalu daydreaming untuk bisa membawa hubungannya dengan Sehun ke level berikutnya. Ya! Hanya dia.

Dan mungkin, sejak awal, Luhan memang hanya ditakdirkan sebagai Hyung bagi Sehun. No less No more.

~O.O~

"Hyung," panggil Baekhyun.

"Hhmm?" sahut Luhan singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari kotak kubus di depannya.

Sore itu, cuaca di luar sepertinya kurang bagus. Hujan terus mengguyur kota SEOUL sejak pagi tadi. Tidak deras sebenarnya, namun tetap saja membuat orang-orang malas untuk keluar dari persembunyiannya dan lebih memilih untuk berlindung di bawah selimut hangat mereka. Dan kini, Luhan tengah asyik menonton acara favoritnya 'Running Man'.

"Akhir-akhir aku jarang melihat mu tersenyum gaje di depan ponselmu," ujar Baekhyun. "Apa kalian ada masalah lagi?" lanjutnya sambil duduk di samping Luhan. Baekhyun hanya khawatir kalau Luhan bersedih lagi.

"Aniyo, kita tidak ada masalah apa-apa," jawab Luhan santai.

"Lalu?"

"Apanya?" Luhan beralih menatap Baekhyun dengan tatapan bingungnya.

"Seriously, Hyung! Apa kau tidak mendengar kalimatku yang pertama?"

Luhan mengerutkan keningnya dan menggembungkan pipinya, terlihat memikirkan sesuatu, atau lebih tepatnya mengingat-ingat apa yang Baekhyun katakan sebelumnya.

"Aaahhhh," Luhan menjentikkan jarinya saat berhasil mengingatnya. "Yaaa, Byun Baekhyun! Enak saja mengatakanku 'gaje'!" ucapnya sambil memberikan jitakan sayang(?)nya pada Baekhyun.

"Aaiiissshhh, Hyung! Bukan itu yang mau aku dengar!" Baekhyun mengusap-usap kepalanya.

"Hhmmm, aku tidak ada masalah dengannya Baekhyun-aahhh, tenang saja. Sehun lagi sibuk dengan ujian kelulusannya sekarang. Dan aku tidak ingin mengganggunya. Lagipula sepertinya ponselnya disita oleh orang tuanya. Karena saat aku menelfonnya beberapa minggu lalu ponselnya tidak aktif. Dia juga hanya menyapaku lewat e-mail. Itupun jarang. Sepertinya dia mencuri-curi waktu untuk mengirimiku semua e-mail itu!" jelasnya panjang lebar, pandangannya tidak pernah beralih dari televisi di depannya.

Baekhyun hanya mengangguk-angguk paham mendengarnya.

"Aku tidak mengerti jalan pikiran anak itu," tiba-tiba Kyungsoo muncul dari arah dapur dengan tiga gelas hot chocolate di tangannya. Dia pun meletakkan gelas-gelas itu di atas meja kemudian mengambil posisi di sebelah Luhan yang satunya. Sedangkan Luhan dan Baekhyun hanya menatapnya cengo. Clearly, mereka tidak mengerti arah pembicaraan Kyungsoo.

Melihat tatapan 'oon kedua Hyungnya, Kyungsoo hanya memutar bola matanya malas.

"Maksudku, kalau memang dia sedang sibuk, mengapa harus repot-repot, susah-susah mencuri waktu untuk mengirimi Luhan Hyung email? Toh kalaupun dia tidak memberi kabar pada Luhan Hyung, aku yakin dia tahu kalau Luhan Hyung akan mengerti keadaannya yang super sibuk itu," lanjutnya, membuat BaekHan terdiam dan befikir.

"Setelah dipikir-pikir, apa yang umma katakan ada benarnya," ucap Baekhyun sambil meminum hot chocolate-nya. "Mengapa harus repot-repot? Luhan Hyung kan tidak mungkin marah."

Luhan menatap kedua dongsaengnya. Sebenarnya Luhan juga tidak mengerti dengan jalan pikiran Sehun. Dia juga tidak habis pikir. Dia bahkan sudah mengatakan dengan jelas pada Sehun untuk fokus pada ujiannya dan tidak perlu menghubunginya sementara. Tapi Sehun bersikeras kalau dia tidak apa-apa. Kalau dia tetap ingin menghubungi Luhan.

"Hhmmm, molla. Aku juga tidak mengerti." Luhan mengedikkan bahunya sebelum mengalihkan pandangannya -lagi- untuk menikmati acara televisi. "Mungkin dia benar-benar hanya ingin bercerita saja."

Melihat respon Luhan yang terlihat biasa-biasa saja, Baekhyun dan Kyungsoo pun memutuskan untuk tidak membahasnya lebih lanjut. Tapi ini memang sangat aneh menurut Baekhyun. Chanyeol yang berstatus sebagai official namjachingu nya saja tidak segitunya. Entahlah, mungkin benar kata Luhan, Sehun hanya ingin becerita saja padanya.

~O.O~

~I lost my mind

Noreul Choummannasseultte

No hanappego modeungaseun

Get in slow motion~

Luhan baru saja selesai memakai piyama tidur bergambar rusa kesayangannya saat ponselnya bernyanyi menandakan ada panggilan masuk. Luhan melihat sekilas ID Call si penelfon dan mengerutkan dahinya.

Sehunnie?

Tidak biasanya Sehun menelfon kalau bukan karena ada hal yang serius atau dia ingin bercerita panjaaaang yang membuatnya malas untuk mengetik. 'Mudah-mudahan bukan karena alasan yang pertama', batin Luhan.

"Yeoboseyo? Sehun-ah, ada apa?" ujar Luhan.

"…"

"Se—"

"Hyung!" panggil Sehun lemah, memotong perkataan Luhan. Entah telinga Luhan yang bermasalah, atau memang suara Sehun terdengar serak,, Sepertinya,,, habis menangis?

"Sehun-ah, wae geurae? Ada apa?" tanya Luhan khawatir.

"Hyung!" Hanya itu yang keluar dari bibir Sehun. Tapi kali ini, Luhan yakin kalau samar-samar, dia juga mendengar isakan Sehun. Sehun menangis?

"Sehunnie kenapa? Kau menangis? Kau ada masalah?" tanya nya lagi. Tapi Sehun tetap diam dan menangis.

Ada apa sebenarnya? Mengapa Sehun menangis? Apa dia tidak lulus ujian? Tidak-tidak! Pengumuman kelulusan kan sudah keluar hampir dua minggu yang lalu, dan saat itu Sehun dengan sangat jelas dan riang mengatakan kalau dia LULUS. Dia bahkan menempati posisi 5 besar di kelasnya. Lalu kenapa Sehun menangis? Apa karena Jongin?

Luhan penasaran. Sangat penasaran. Benar-benar penasaran mengapa dongsaengnya tiba-tiba menelfonnya dan menangis hebat seperti ini. Tapi dia tidak bertanya. Dia menunggu. Menunggu Sehun berhenti menangis dan membuka suaranya.

30 menit kemudian, tangisan Sehun mulai reda. Nafasnya juga sudah teratur. Tapi dia masih diam.

"Hyung," panggil Sehun memecah kesunyian di antara mereka.

"Ne, Sehun-ah, wae geurae?" jawab Luhan.

"Hyung," panggilanya lagi.

"Hmmm?"

"Bukankah Hyung pernah bilang kalau Hyung adalah mahasiswa jurusan Seni Musik?" tanya Sehun.

Eh? Jujur saja, Luhan bingung dengan pertanyaan Sehun yang terkesan random itu. Apa hubungannya jurusan yang dia ambil dengan tangisan Sehun beberapa menit yang lalu?

"Eoh? Oh, iya, aku memang belajar seni musik. Waeyo?" tanya Luhan bingung.

"Kalau begitu, bisakah Hyung menyanyikan satu lagu untukku?"

"Eumm, menyanyikan lagu?" Luhan berfikir sebentar. Tidak mungkin dia menolak permintaan Sehun dalam keadaan seperti ini. "Tentu saja, Sehun-ah. Kau mau aku menyanyikan lagu apa untukmu?"

"Apa saja Hyung. Yang bisa membuatku tenang. Aku, sedang sedih hari ini" jawab Sehun.

'Sedih kenapa? Apa yang terjadi, Sehun-ah? Apa kau ada masalah? Apa kau bertengkar dengan Jongin? Kenapa kau menangis?'

Luhan ingin sekali menanyakan itu semua. Tapi dia memutuskan untuk tidak bertanya. Sehun pasti akan bercerita padanya kalau dia sudah siap untuk menceritakannya. Untuk saat ini, Luhan hanya bisa menghiburnya. Dan kalau dengan menyanyikannya sebuah lagu bisa membuat Sehun senang, so, that's it.

"Arasseo," ucapnya. "Tapi, kalau suaraku tidak bagus kau tidak boleh mentertawakannya, arachi?!" lanjutnya.

"I won't!" Dan Luhan pun mulai bernyanyi.

.

~Mideulsu innayo, Naui kkum sogeseon

Neoneun mabeobe ppajin gongjurangeol

Eonjena neoreul hyanghan momjisen

Su manheun eoryeoum ppunijiman

Geureona eonjena gudeun dajim ppunijyo

Dasi neoreul guhago malgeorago

Dusoneul moa gidohaetjyo

Kkeuteomneun yonggiwa jihyereul dallago

Mabeobui seongeul jina neupeul geonneo

Eodumui dungul sok meolli geudaega boyeo

Ije naui soneul jababoayo

Uriui momi tteooreuneun geoseul neukkijyo

Jayuropge jeo haneureul

Naragado nollaji marayo

Uriape pyeolpyeojil sesangi

Neomuna sojungi hamkkeramyeon~

~Magic Castle by DBSK~

.

Setelah Luhan selesai menyanyikan lagunya, keduanya kembali terdiam.

"Mmmm, Sehun-ah?" panggil Luhan, "Apa kau masih di sana? Apa suaraku jelek?" tanya nya.

Sehun terdengar menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Luhan. "Aniyo, Hyung. Suaramu bagus sekali. Sangat bagus!" jawabnya jujur yang membuat Luhan tersipu.

"Geuraeyo? Lalu mengapa Sehunnie diam saja?"

Lagi-lagi Sehun menghela nafasnya.

"Hyung," panggil Sehun setelah beberapa saat terdiam.

"Wae?"

"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku, Hyung," ucap Sehun pelan, suaranya terdengar sedih.

Permintaan Sehun yang tiba-tiba dan random itu lagi-lagi membuat Luhan terkesiap. Dia semakin penasaran. Ada apa sebenarnya dengan Sehun?

"Berjanjilah, Hyung. Tidak seperti 'dia' yang meninggalkanku, Luhan Hyung, tidak akan melakukan hal yang sama dengan'nya'."

"Arasseo. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Sehun-ah. Mengapa aku harus meninggalkanmu? Kau terlalu berharga untuk ditinggalkan!" jawab Luhan meyakinkan Sehun.

"Janji?"

"Promise!"

Setelah itu mereka kembali terdiam.

"Mmmm, Luhan Hyung!" panggil Sehun lagi

"Waaaeeee?"

"Lagu tadi, bisakah kau menyanyikannya lagi, Hyung? Aku ingin mendengarnya lagi!" pinta Sehun.

"Tentu saja. Asal Sehunnie berjanji untuk tidak bersedih dan menangis lagi, ne!"

"Joayo, aku tidak akan menangis. Lagipula, aku mengantuk, Hyung!"

"Yaaaaahhh! Jangan bilang kau menyuruhku menyanyi sebagai pengantar tidur, eoh?!" Luhan pura-pura kesal.

"Kekeke, suaramu sangat bagus, Hyung. Like an angel. Aku suka sekali mendengarkannya. Wae? Hyung tidak mau?"

"Aniyo, tentu saja aku mau. Apapun agar Sehunnie bisa tersenyum lagi, ne!" ujar Luhan tersenyum manis. Dan dia pun menyanyikan lagu itu kembali.

'Geuraeyo Sehun-ah, Hyung akan melakukan apapun agar kau bisa tersenyum lagi. Jadi, kau tidak boleh bersedih lagi dan harus selalu ceria seperti biasa, arachi!?' ucapnya dalam hati.

Lagu Luhan terhenti saat dia mendengarkan ucapan terakhir Sehun sebelum dia tertidur.

"Hyung, kapan kita bisa bertemu? Aku ingin sekali bertemu denganmu, Hannie Hyung. My Angel!"

Deg, Deg, Deg, Deg, Deg,

Luhan meremas dadanya. Mencoba menahan detak jantungnya yang tiba-tiba saja berpacu sangat cepat setelah mendengar ucapan Sehun.

'Sehun-ah, wae? Apa yang kau lakukan padaku? Kau melakukannya lagi, Sehun-ah! Membuatku berharap lagi. Mengapa kau membuat segalanya menjadi lebih sulit bagiku?'

~O.O~

Pagi nya Luhan terbangun oleh pesan masuk di ponselnya. Dari Sehun.

Hannie Hyung! Mianhae tadi malam aku benar-benar tertidur. Mau bagaimana lagi. Suaramu benar-benar indah Hyung ^^

Luhan tersenyum, sepertinya Sehun sudah kembali ceria? Atau dia hanya tidak ingin Luhan khawatir? Entahlah, yang jelas Luhan merasa senang sekarang, karena the 'old' Sehun sudah kembali.

Tiga hari kemudian baru Luhan mengetahui alasan Sehun yang tiba-tiba menelfonnya dan menangis.

Kim Jongin!

Ya! Mereka putus. Lebih tepatnya JongIn yang memutuskannya. Sehun tidak bercerita lebih lanjut alasan Jongin memutuskannya, dan Luhan juga tidak ingin bertanya mengapa. Karena kalau dia bertanya, Sehun pasti akan teringat kembali kejadian itu. Lalu, Sehun pasti akan bersedih dan menangis lagi. Dan dia tidak menginginkan itu terjadi. Luhan akan menunggu sampai saatnya sudah tepat.

Luhan bingung harus bagaimana. Seharusnya dia bahagia kan karena akhirnya Sehun dan Jongin putus. Tapi, Luhan merasa tidak bisa bahagia. Dia tahu, Sehun pasti sangat sedih sekarang. Karena Luhan paham sekali bagaimana sakitnya patah hati. Dengan keadaan Sehun yang bersedih seperti itu, bagaimana mungkin dia bisa bahagia?

~O.O~

"Hyuuuuuuuuuuuuung! Bogosipheoooo!" teriak Sehun saat Luhan menelfonnya. Akhir-akhir ini mereka memang jarang berkomunikasi. Luhan sedang sibuk mempersiapkan ujian akhir semesternya. Dan Sehun juga sibuk dengan ujian masuk perguruan tingginya.

"Nadoooooo," jawab Luhan. "Bagaimana ujianmu, Sehun-ah? Kau diterima dimana?" tanya nya penasaran. Sehun tidak pernah menyebutkan dimana dia ingin menempuh masa kuliahnya.

'RAHASIA'.

Jawaban yang sama yang didapatkan Luhan setiap kali dia bertanya.

"Ujianku? Tentu saja lancar. It's me, Oh Sehun, yang kita bicarakan, Hyung!" ujarnya membanggakan dirinya.

"Tchh," Luhan berdecih. "Aigoooo, mengapa dongsaengku jadi sombong begini, eoh?"

"Kekekeke! Anyway Hyung, kau tahu? Pengumumannya sudah keluar. Aku diterima Hyung!" Sehun terdengar sangat senang.

"Ne, ne, kau diterima. Tapi dimana?"

"Hyung pasti tidak akan percaya," ucapnya. "Aku diterima diiiii..."

Luhan terdiam menunggu Sehun untuk menyelesaikan ucapannya. Tapi setelah hampir 3 menit, Sehun masih diam. Dia baru sadar kalau Sehun sedang menggodanya. 'Oh My God! Kenapa anak ini jadi seperti BaekSoo?' pikir Luhan

"Yaaaakkk! OH SEHUN! Kalau kau tidak bicara sekarang, aku akan menutupnya dan tidak akan pernah menel—"

"Seoul National University, jurusan Arsitektur!" ucap Sehun memotong omelan Luhan.

Luhan terdiam. Kaget. Terkesiap. Butuh waktu beberapa detik untuk otaknya memproses ucapan Sehun.

1 detik

Seoul National University

5 detik

Sepertinya familiar sekali dengan nama kampus itu?

30 detik

"MWOOOOOO!? SEOUL NATIONAL UNIVERSITY!?" teriaknya setelah berhasil mencerna berita mendadak dari Sehun.

"Aiiiissshhh, Hyuuung! Tidak usah berteriak seperti itu!" omel Sehun. "Ne, ne, Seoul National University. Tempat dimana Hyung kesayanganku yang bernama Luhan kuliah disana," lanjutnya dengan semangat.

"Jeongmalyo? Kau tidak sedang bercanda kan Sehun? Kau akan kuliah di Seoul?" tanya nya masih tak percaya. Setahu Luhan, orang tua Sehun sangat tidak ingin anaknya jauh dari mereka. Itu hal yang wajar menurut Luhan, mengingat Sehun adalah anak tunggal dalam keluarga. Lalu, mengapa tiba-tiba Sehun diizinkan?

"Uh-hum. Mengapa aku harus bercanda Hyung? Aku menceritakan tentangmu pada Umma Appa, karena itulah aku diizinkan kuliah di Seoul. Karena ada Hyung disana."

"Geuraeyo? Kalau kau kuliah di SNU, itu berarti..."

"Eumm, itu berarti kita akan kuliah di kampus yang sama Hyung. Dan itu berarti kita akan bertemu. Aaaaaaaaaaaaaahhh, aku senang sekali Hyuuung! Akhirnya aku bisa bertemu denganmu !" tutur Sehun senang.

"Kau benar-benar senang karena bisa bertemu denganku?" tanya Luhan tak percaya. Kali ini,, Bolehkah Luhan berharap lebih pada Sehun?

"Tentu saja Hyung! Aku senang sekali. Kita sudah hampir setahun berteman Hyung. Dan aku benar-benar ingin bertemu dengan Hannie Hyung-ku. Makanya, saat aku melihat di brosur kalau di SNU ada jurusan Arsitektur, aku langsung memilihnya. Aku benar-benar ingin tahu seperti apa Hyung-ku dikehidupan nyata."

DEG

Hyung? Hhhhh, Luhan mendesah pelan. Hyung ya? Ternyata Luhan tetap seorang Hyung bagi Sehun.

"Eh? Mengapa Hyung mendesah? Apa Hyung tidak senang?"

"A-Aniyo, kenapa aku harus tidak senang? Kita akan segera bertemu, tentu saja aku senang Sehun-ah. Pabbo!" ucap Luhan.

Luhan tersenyum senang membayangkan hari itu tiba. Hari dimana dia bisa bertemu dengan Sehun. Biarlah walau hanya sebagai Hyung. Tak apa. Selama dia bisa bertemu dan dekat dengan Sehun. Lagipula, Luhan sendiri sudah memantapkan hatinya untuk menjadi Hyung bagi Sehun sebelumnya. Luhan akan berusaha. Tak perduli jantungnya yang akan berlari maraton nantinya. Asalkan bisa bersama dengan Sehun, semua akan baik-baik saja. Benar kan?

Luhan harap begitu.

End of FlashBack

~O.O~

Terlihat 3 namja manis dan imut yang sedang membawa makanan mereka sambil celingak-celinguk mencari tempat kosong di kantin kampus untuk makan siang. Siapa lagi kalau bukan Luhan, Baekhyun, dan Kyungsoo. Mereka memang selalu menghabiskan lunch break mereka bersama. Di kantin, di kelas, di perpustakaan, di halaman(?) kampus, asalkan BERSAMA. Dan berhubung sekarang is Summer, jadi mereka memutuskan untuk makan di kantin saja. Walaupun Baekhyun sudah memiliki namjachingu, dan Kyungsoo sudah bersama Suho sejak beberapa minggu yang lalu, mereka tetap memutuskan kalau lunch break adalah waktu mereka untuk bersama. Terkadang Chanyeol dan Suho juga ikut makan di meja mereka.

Padahal Luhan sebenarnya juga tidak masalah kalau Baekhyun dan Kyungsoo makan siang dengan namjachingu mereka masing-masing. Bahkan itu lebih bagus menurut Luhan, daripada dia harus menyaksikan 'telenovela' gratis di depan matanya. Tapi sebagai sahabat yang baik -menurut BaekSoo- mereka tidak mungkin meninggalkan Luhan untuk makan siang sendirian. Jadi, mereka akan tetap bersama samapi Luhan memiliki teman makan siangnya.

What a wonderful friends he has, pikir Luhan.

Siang itu pun tak jauh berbeda dari siang-siang sebelumnya. Setelah mereka menemukan tempat kosong, mereka langsung bergegas duduk dan melepas kepenatan mereka hari ini.

"BAEKHYUN-AAAAAAAAHH!" panggil -teriak- seorang namja tinggi dari pintu kantin. Bersama dengannya, ada namja tampan yang *ehem*lebihpendek*ehem darinya. Namja tampan itu terlihat menjaga jarak dari namja tinggi, melihat orang-orang yang berada di kantin -yang juga menatap mereka- dengan tatapan 'maaf aku tidak mengenalnya'.

"YEOLLIEEEEEE!" seru Baekhyun tak kalah kencang, mengingat jarak mereka yang cukup jauh, sambil melambai-lambaikan tangannya ala Miss Universe.

Pletakk. Luhan menjitak sayang jidat Baekhyun.

"Hyuuung! Kau KDRT Hyung!" ucap Baekkie sambil mengusap jidatnya. "Eomma, Luhan Hyung melakukan KDRT padaku!" lanjutnya lebay. Kyungsoo dan Luhan hanya memutar bola mata mereka.

Merasa tidak dihiraukan, Baekhyun pun beralih mengadu manja pada Chanyeol yang entah sejak kapan sudah berada di sampingnya, yang tentu saja disambut dengan senang hati oleh Chanyeol. Suho pun langsung duduk di samping Kyungsoo dan menenggelamkan wajahnya diatas meja, menyembunyikan rasa malunya. Kyungsoo yang melihatnya hanya tersenyum maklum dan mengusap-usap punggung Suho.

"Yaaaahh, Park Chanyeol, Byun Baekhyun! Tidak bisakah kalian sehari saja bersikap normal? Tidak usah berteriak! Kalian tidak melihat semua orang memperhatikan? Apa kau tidak kasihan dengan Suho yang berjalan dibelakangmu menganggung malu atas perbuatanmu? Oh God! Poor Suho," omel Luhan panjang lebar lengkap dengan ke-alay-annya.

"Hyung! Please deh, jangan lebay. Kita kan cuma terlalu bersemangat karena rindu," ujar Chanyeol yang disambut anggukan setuju oleh Baekhyun.

"Whatever," jawab Luhan malas. "Hyung, sudahlah. Tau sendiri BaekYeol itu seperti apa. Jangan membuang tenagamu Hyung," sahut Kyungsoo dengan logat ke-Eomma-an(?)nya.

"Nah, benar kata umma. Simpan saja tenagamu Hyung. Bukankah nanti sore akan bertemu 'Pangeran'?" Baekhyun menyeringai jahil sambil menaik-naikkan alisnya.

"Uhuk, uhuk," Luhan terbatuk mendengar ucapan Baekhyun. Wajahnya sudah memerah, entah karena terbatuk, karena panas, atau karena malu. Atau mungkin ketiganya.

"Yaahh, Baekhyun Hyung! Jangan seperti itu. Lihat nih, Luhan Hyung jadi tersedak!" Kyungsoo membela Luhan sambil menepuk-nepuk punggung Luhan agar batuknya berhenti. "Nanti kalau wajah Luhan Hyung jadi kusam karena kebanyakan batuk gimana? Luhan Hyung kan bisa minder kalau bertemu 'Pangeran'nya dengan wajah kusam, kekeke," lanjutnya sambil ber-HighFive dengan Baekhyun. Membuat Luhan semakin merona dan kehilangan kata-kata.

"aiiisshhh, kalian berdua sama saja! Jangan suka menggoda Luhan Hyung!" ujar Chanyeol sok bijak. "Nanti Luhan Hyung cemberut. Enggak lucu kan kalau 'first impression' nya Sehun itu wajah cemberutnya Luhan Hyung? Kekeke!" Luhan menenggelamkan wajahnya di kedua telapak tangannya. Mencoba mengabaikan tawa dan godaan(?) dari ChanBaekSoo.

"Yaa, yaa, yaaaaa!" kali ini Suho yang bersuara. Luhan pun mengangkat kepalanya dan menatap horor pada Suho. 'Oh My God! Not you too, Suho-ya,' batinnya.

Suho hanya memberikan senyuman -seringaian- angelicnya pada Luhan sebelum bersuara lagi. " Jangan begitu! Seharusnya hari ini kita menikmati makan siang kita dengan Luhan Hyung selagi kita masih bisa. Sepertinya hari ini adalah hari terakhir Luhan Hyung makan bersama kita, karena mulai besok, 'Pangeran berkuda' nya pasti akan membawanya," dan lagi-lagi mereka tertawa puas karena berhasil menggoda Luhan -LAGI-.

Kali ini wajah manis Luhan telah benar-benar merah. Dia tak habis pikir, sejak kapan Suho yang angelic berubah menjadi evil seperti ChanBaekSoo?

"Omooooo!" teriak BaekSoo kompak. "Eottokhaeeee! My baby sebentar lagi akan menempuh hidup barunya," lebay Kyungsoo yang disambut oleh pelukan dari Baekhyun sambil berkata "Ne, Eomma. Sebentar lagi kita akan ditelantarkan oleh Luhan Hyung!" dengan tak kalah alay.

Oh My God! PERFECT! What. A. Wonderful. Friends.

"Yaaaaaaaaaakkk! Kalian asdfghjkl," Luhan kehilangan kata-katanya. Dengan itu, Luhan pun berdiri dari tempat duduknya, memberikan death glare gagal -karena justru terlihat sangat imut dimata mereka- pada ke-empat dongsaengnya, kemudian kabur ke kamar mandi terdekat. Meninggalkan 4 dongsaeng durhaka yang masih tertawa jahil. Dia perlu mendinginkan dirinya dan menormalkan kembali wajahnya yang sudah seperti tomat siap petik sebelum bertemu dengan Sehun nanti.

"LUHAN HYUUUNG! JANGAN LUPA DIKENALKAN PADA KITA YAAAAA!" Teriak Baekhyun sebelum Luhan menghilang di balik pintu kantin.

'Uuurrrggghhh! Apa di kehidupan sebelumnya aku telah berdosa membunuh anak raja? Mengapa aku bisa berteman dengan dongsaeng durhaka seperti itu di kehidupan sekarang? Itupun bukan hanya satu, tapi empat. EMPAT! Sepertinya aku tidak hanya membunuh anak raja, melainkan seluruh keluarga kerajaan." Luhan menggerutu sambil mempercepat langkahnya.

~O.O~

Sehun memasuki kelas dengan semangat. Bagaimana tidak? Hari ini, setelah hampir setahun menunggu, akhirnya dia bisa bertemu dengan Hyung-nya, Luhan. Ya, Luhan kuliah di tempat yang sama dengan Sehun. Tentu saja gedungnya berbeda. Karena jurusan yang mereka ambil juga tidak sama. Luhan berada di gedung Fakultas Musik. Sedangkan Sehun sendiri di gedung Fakultas Tehnik.

Menjadi arsitek memang impiannya sejak kecil. Maka dari itu dia mengambil jurusan arsitek di SNU. Tapi saat ini, di hari pertamanya, prioritas utamanya bukanlah mata pelajaran kesukaannya yang sedang diterangkan oleh dosen di depannya, melainkan seseorang yang sekarang mungkin sedang berada di kelasnya dan memikirkan hal yang sama dengannya. Sehun benar-benar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Luhan. Dia terus-menerus melihat ke arah jam tangan yang terpasang manis di tangan kirinya. Ingin rasanya Sehun meninggalkan kelasnya untuk menemui Luhan sekarang juga. Tapi dia tidak mungkin membolos di hari pertamanya kan?

Masih pukul pukul 2. Kuliah Sehun selesai jam 3 sore. Berarti masih kurang satu jam sampai kelasnya berakhir. Huft. 'Kenapa satu jam itu lama sekali?' batinnya tak sabar. Jantungnya berdebar kencang. Semakin kencang seiring berjalannya waktu. Dia sendiri juga tidak tahu mengapa dia berdebar seperti ini. Mungkin karena dia terlalu senang? Mungkin, karena ini adalah hal yang paling dia nantikan sejak beberapa bulan belakangan ini? Sama seperti saat dia menantikan pengumuman kelulusannya? Mungkin.

Tepat pukul 3, saat bel tanda berakhirnya kelas berbunyi dan dosennya mengakhiri kuliahnya, Sehun langsung membereskan buku-bukunya yang tercecer di meja dan bergegas keluar dari kelasnya. Dia terus menelusuri koridor sambil mengingat-ingat tempat mereka janjian. Di bawah pohon mapple dekat kolam kecil di taman belakang kampus. Dia terus berjalan -berlari- keluar dari gedung Fakultas Teknik menuju taman belakang kampus. Suasana kampus mulai sepi, mengingat sekarang telah sore dan kebanyakan mahasiswa sudah pulang.

Sesampainya di taman belakang kampus, Sehun langsung mencari-cari letak pohon mapple tersebut. Tidak sulit mencarinya, karena itu satu-satunya pohon mapple yang berada di dekat kolam kecil. Sehun pun langsung berjalan menuju pohon tersebut. Di sana, di bawah pohon mapple itu, terlihat seorang namja mungil tengah duduk membelakanginya di atas bangku dengan menumpu beban tubuhnya pada kedua tangannya yang berada di sisi kanan-kirinya. Namja mungil yang memakai T-Shirt simple berwarna putih dan celana jeans biru dongker itu sepertinya sedang mendengarkan musik dari headsetnya dan terlihat menutup matanya, mungkin menghindari silaunya sinar matahari. Sehun terus berjalan mendekati namja itu dengan sangat perlahan. Berniat ingin mengejutkannya, tapi justru dia yang tertegun saat melihat pemandangan indah yang ada di depannya saat ini.

Wajah Luhan terlihat sangat manis. Surai pink nya terlihat bergerak lembut dimainkan oleh angin yang berhembus pelan di sekitarnya. Matanya yang tertutup membuat bulu mata panjang dan lentik nya menempel sempurna dengan kulit wajahnya. Senyuman manis terus terpatri di bibir plump nya yang berwarna pink yang terlihat sangat kontras dengan kulit putih saljunya. Pipinya yang dihiasi dengan rona merah jambu, mungkin karena suhu udara yang panas, membuatnya terlihat lebih imut. Dan sinar matahari senja yang menerpa wajahnya justru membuat semuanya semakin terlihat sempurna. Luhan saat itu benar-benar terlihat seperti malaikat. Sangat indah. So... Beautiful.

Deg. Deg. Deg.

Lagi-lagi jantung Sehun berdetak lebih cepat. Sehun tercekat. Makhluk sempurna yang duduk di depannya benar-benar seperti mencuri nafasnya saat itu. Membuatnya sulit bernafas. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, mengusir semua pikiran-pikiran aneh yang sempat mampir di otaknya. Dia tidak boleh berfikiran seperti itu tentang 'Hyung' nya kan? Sehun mencoba menormalkan kembali detak jantung dan nafasnya yang sempat dicuri sebelum kemudian melangkah lebih dekat lagi dengan Luhan dan berdiri di belakangnya.

Luhan yang saat itu sedang memejamkan matanya dan hanyut dalam pikirannya sendiri benar-benar tidak menyadari kehadiran seseorang yang saat ini sudah berdiri tepat di belakangnya dan tengah menjulurkan tangannya untuk menutup kedua matanya dari belakang.

GREPP

Luhan tersentak dari lamunannya saat dua telapak tangan itu menutupi matanya. Dia sempat panik dan spontan melepaskan headset yang dipakainya, sebelum suara sang pemilik tangan berhasil menenangkannya. Suara yang sangat familiar di telinganya. Suara seseorang yang sangat ingin ditemuinya. Suara seseorang yang sangat dirindukannya. Suara seseorang yang telah ditunggunya sejak tadi. Suara seseorang yang sangat dicintainya. Suara Oh Sehun.

Deg, deg, deg, deg, deg,

Luhan memegang dadanya. Jantungnya berdetak cepat. Sangat cepat. Lebih cepat dari sebelum-sebelumnya. Luhan yakin sekali kalau jantungnya tidak pernah berdetak lebih cepat dari ini hanya karena mendengar suara lembut yang keluar dari bibir Sehun, tepat di telinganya.

"Chajatda, nae Angel Hyung! Bogo... sipheo!"

Dan di sana, di bawah pohon mapple itu, ditemani dengan Summer Breeze yang berhembus lembut di sekitarnya, kisah cinta Luhan dimulai dan bersemi.

~O.O~

TeBeCe

A/N;

Yuhuuuuuu!

#lambailambaisingletSehun

Author gaje datang lagi membawa ff yang semakin gaje pula. Ini chapter terpanjang sepanjang sejarah.

HunHan sudah bertemu(?)!

#nyalainkembangapi #plakk

Maaf kalo kepanjangan, mengecewakan, scene nya kurang sweet, kurang greget, kurang keren, dan masih banyak kurang-kurang yang lainnya. Liyya juga baru belajar n pertama kali ini bikin ff, #bow90°

Flashback sudah komplit sodara-sodara! Mulai chap depan, kita menuju ke cerita yang sebenarnya^^

Siapa yang nunggu-nunggu HunHan moment?
#krik,krik,krik *authorpundunglagi

BIG THANKS to Eonnie, Saeng, n Chingu sekalian yang sudah berkenan mampir, ngelirik, membaca apalagi yang berkenan nge-review, nge-fav, n nge-follow ff gaje Liyya. Jeongmal2, neomu2 gomawo, #deepbow

Balesan Review:

Kiela Yue: Iya noh, Sehun gak peka. Ajarin riiinn, biar peka, hehe.. Luhan gitu loohh,, selalu berhati lembut,, Jangankan Rina, Liyya aja mau kok menghangatkan Lulu kalo dia kedinginan,, #wuusshhh *ditopanSehun,,

Semoga chapter ini tidak mengecawakan,, noh Kkamjong sama Thehun dah Lo Gue End tuuhh,, tinggal nunggu HunHannya aja,, ;)

Makasih udah ngereview^^

Akita Fisayu: Annyeong^^,, Baru nemu? Baru baca? Gpp… yang penting udah baca :D Gomawo buat reviewnya,, panggil sunbae? Hmmm,, sebenernya ring nya di telinga enakan eonnie ya,, tp gpp deh ^_^ Gomawo udah bilang ceritanya seruu,, jadi malu #plakk,, Liyya juga pengen punya sahabat kayak BaekSoo,,

Huaaaa,, ada typos ya,,? Padahal aku udah baca berkali-kali loohh sebelum upload, tapi tetep aja ada typos -_- Mianhaeeeee,, #bow90° Mudah-mudahan chap ini gak ada typosnya ya,, aku gak bisa kalo ngedit yang udah dipost, gak tau caranya, huhuhu, maklum, author baru jadi O.O #authorgaptek

Makasih udah ngereview^^

lynacronics: nyesek banget emang nasib Luhan, tapi tenang aja, ada saatnya dia bahagia kok ^_^

Ne udah lanjut, moga gak mengecewakan ya,, mau HunHan bersatu,,? Liyya juga pengennya gitu mah,, #ikutanpasangbannerHunHan,, tapi, liat ntar deh ya,,hehehe

Makasih udah ngereview^^

kyungkyungie: baru ketemu ya ceritanya,,? Kok bisa O.O? Ne saengie, panggil eonnie aja ^_^ eonnie seumuran lulu, saengie seumuran Sehun, berarti kita HunHan donk o.O #plakk*abaikan,,

Itu Kkamjong sama Thehun udah the End, HunHan juga sudah *ehem*bertemu*ehem*,, tapi untuk KaiSoo nya maaf yaaa,, soalnya Suho Appa udah booking(?) Umma duluan, hehehe,, Eonnie juga pengen persahabatan model HanBaekSoo gitu ^_^

Makasih udah ngereview^^

lisnana1: iyaaa,, panggil eonnie aja yaa ^_^ pengen ikutan nangis,,? #sodorintissue,, Kyaaaaaaa,,, eonnie juga seneng banget setengah hidup waktu dapet kabar EXO mau kombek,, DEMI LUHAAAANNN,,,

Ini udah lanjut, moga kamu suka ^_^ HunKai juga udah bubaran(?) #emangnyaupacara? Tenang aja, moment HunKainya gak bakal banyak-banyak kok, mungkin satu chapter? #plakk

Makasih udah ngereview^^

RirinSekarini: muehehehehe,, sudah kuduga, pasti langsung diralat deh kata-kata 'sweet' nya,, kekeke #evilsmirk,,

Ini udah lanjut, moga gak mengecewakan ya,, HunHan udah ketemu tuh, atau mau ketemu? Gak tau deh, pokoknya ntu lah #authorgaje

Makasih udah ngereview^^

rinie hun: Liyya juga gak sabar pengen Hunhan ketemuan,, tapi apalah daya, ternyata flashbacknya membutuhkan banyak sekali chapter dari perkiraan Liyya.

Ini dah lanjut, moga suka,,, Itu HunHannya juga dah mau ketemu tuh,,

Makasih udah ngereview^^

ajib4ff: eonnieeeeeeeee,, aku suka baca komennya eonnie yang suuuper panjang,, ketawa sendiri bacanya,, kekekeke,, Hunnie jahat emang, udah buat Lulu menangis semalam *minjemjudullagu

Hun: heh, yang bikin cerita sapa? Kok gue yang disalahin

Saeng: hehehe,, peace *pasangmukainnocent

Ini udah update eon, moga suka ya eooon~

Makasih udah ngereview^^

dian deer: omooo,,,! Kamu gak nunggu momen HunKai? Sama, Liyya juga #plakk *ditabokJongin,, hehehe,, eonnie juga nunggu-nunggu HunHan moment kook, kita sehatiii *abaikan

Makasih udah ngereview^^

Oh YoungHun: iya neeh,, dimana-mana emang yang namanya TBC itu pengganggu yaaaa,, terakhirnya HunHan ato bromance? Lihat saja nanti,, #winkwink,, kekekekeke

Ini udah lanjut, moga gak mengecewakan

Makasih udah ngereview^^

Kali ini Liyya gak banyak capcus ya. Seperti biasa, boleh minta RnR nya lagi?

So, see U next chapter?

#Kecupbasahreaders satu-satu ^_^