Terima kasih atas reviewnya.. aku harap akan semakin banyak review agar fanfic ini bisa menjadi lebih baik lagi.
Sakura terbangun dari tidurnya dan melihat Sasuke yang masih terlelap disampingnya. Dengan perlahan Sakura menutup dada bidang Sasuke dengan selimut yang mereka pakai berdua. Lalu Sakura bangkit dan memungut pakaiannya yang berserakan. Dia berjalan menuju kamar mandi.
Tak berapa lama kemudian Sakura keluar dari kamar mandi, mangambil ponselnya yang berada di atas meja dan keluar dari kamar diam-diam. Meninggalkan Sasuke yang masih tertidur.
Sakura berjalan menjauh dari Motel tempatnya menghabiskan malam dengan mantan kekasihnya. Berkali-kali gadis berambut pink ini merutuki dirinya sendiri karena entah karena apa dia bisa melakukan hal itu dengan seseorang yang sudah memiliki tunangan.
Drrtt... drrtt.. Sakura menatap layar ponselnya.
"Ada apa Naruto?"tanya Sakura. "Aku berada di dekat Motel Love Castle."Lalu Sambungan terputus.
Beberapa menit kemudian sebuah mobil mendekati Sakura. "Masuklah!"Ujar seeorang dengan rambut pirang dari dalam mobil. Sakura yang sudah mendapat telfon tak terkejut dan langsung masuk kedalam mobil.
"Aku ingin kembali ke Konoha sekarang juga, Naruto. Apa kau bisa mangantarku?"tanya Sakura. Naruto melirik Sakura sekilas lalu kembali konsentrasi menyetir mobil.
"Aku tahu telah terjadi sesuatu padamu tadi malam. Aku juga berfikir bahwa ini ada hubungannya dengan tak adanya kau di hotel tadi malam. Tapi aku takkan memaksamu untuk bercerita tentang apa yang terjadi padamu."
"Terima kasih naruto.!"
"Apa kau takkan mengabari Sai? Dia kebingungan karena kau tak ada di hotel tadi malam. Aku langsung kemari karena dia bertanya padaku apa kau kembali ke Konoha. Apa kau tahu? Baru kemarin aku pulang dari bulan madu dan kau sudah membuatku datang ke Suna."Naruto berpura-pura kesal. Dia ingin menghibur Sakura yang tampaknya sedang gelisah memikirkan sesuatu.
"Kau saja yang menghubungi dia. Aku lelah! Aku ingin istirahat."Sakura memejamkan matanya. "Bangunkan aku saat kita sudah sampai di Konoha."
Naruto hanya terdiam melihat Sakura yang tampaknya memang tak ingin di ganggu.
1 bulan kemudian.
"Apa kau benar-benar tak pernah bertemu dengannya?"tanya Sasuke pada kakaknya.
"Apa untungnya bagiku jika berbohong padamu? Dia mengundurkan diri, hanya itu yang aku dengar. Kau harus bisa menentuka sikapmu,Sasuke! Jangan bersikp kenak-kanakan. Putuskan selayaknya seorang pria. Siapa yang kau pilih? Karin atau Sakura?"Tanya Itachi. Sungguh Itachi telah hilang kesabaran karena sikap adiknya. Sejak kepulangannya dari Suna tingkah adiknya menjadi aneh. "Jika kau ingin mengetahui kabarnya. Temui dia! Kau pasti tahu dimana rumahnya,kan?"
Sasuke tak menjawab pertanyaan kakaknya, Dia hanya duduk diam. Lama itachi menunggu jawaban dari Sasuke.
"Aku akan pergi menemui karin sore ini."Ucap Sasuke dengan hati-hati.
"Baiklah temui Karin! Tinggallah selama seminggu disana. selesaikan juga masalah yang terjadi dirumahsakit kita yang ada di Oto."Itachi membuka pintu dengan menahan marah. "Lakukan apa yang menurutmu benar, Sasuke. Aku hanya berharap jangan Sampai kau menyesali keputusanmu saat ini!"ucap Itachi pada Sasuke. dan Itachi pun berlalu dari pandangan Sasuke.
1 minggu kemudian.
Sasuke memarkirkan mobil di garasi rumahnya. Dengan wajah berseri dia melangkah mantap menuju kamar Itachi. Dia ingin memberikan sang kakak kejutan.
"Tadaima!"Sasuke menunjukkan senyumnya pada Itachi.
"Sasuke? kau?"Itachi terkejut dan langsung menyembunyikan kertas yang dia baca.
"Aku membawa kabar baik."Ujar Sasuke.
"Oh iya? Apa itu?"tanya Itachi.
"Karin setuju untuk membatalkan pertunangan ini. Dia bahkan akan meyakinkan Keluarganya agar tak memintamu untuk menggantikanku."Sasuke berhenti sejenak dan kembali tersenyum melihat ekspresi terkejut Itachi. "dan aku ingin melamar Sakura. Apa kau setuju dengan keputusanku?"tiba-tiba raut wajah Itachi berubah. Sasuke yang menyadari perubahan dalam ekspresi Itachi menjadi bingung. "apa yang terjadi? Apa kau tak bahagia dengan keputusanku?"
Itachi menatap mata Sasuke, dan menyentuh pundak Sasuke dengan tangan kanannya. "Aku bangga padamu. Tapi.."Itachi menunjukkan kertas yang di bacanya pada Sasuke. "sepertinya dia bukan takdirmu."
Sasuke membaca kertas yang di tunjukkan Itachi padanya. Raut wajah Sasuke langsung berubah. Kertas yang Itachi tunjukkan adalah kertas undangan pernikahan Sakura dan Sai yang akan di laksanakan minggu depan.
Disebuah Bar, tampak sasuke yang sedang menuangkan minuman ke dalam gelas miliknya. Di mejanya sudah terdapat beberapa botol minuman yang telah kosong. Tak jauh dari tempat Sasuke, seorang gadis berambut pirang panjang sedang berjalan ke arah Sasuke. Sasuke yang tak menyadari kehadiran gadis itu masih sibuk dengan minumannya.
"Boleh aku minum denganmu?"tanya gadis itu.
"Ino?"Tanya sasuke tak percaya dengan penglihatannya. "sedang apa kau disini?"
"Aku ingin melepaskan semua kekecewaan ini!"Ino meraih gelas Sasuke dan meminum minuman di dalamnya. Sasuke hanya diam melihat tingkah teman SMAnya dulu. Tak puas hanya dengan gelas, Ino meraih botol minuman dan menenggaknya.
"Aku akan pesan lagi"ucap Sasuke dan berjalan menuju Bartender. Sasuke kembali dengan memegang 2 botol minuman.
"Aku merasa seperti di tusuk dari belakang oleh sahabatku sendiri."Ujar Ino. Dia mengambil botol yang di pegang Sasuke dan menenggaknya. "aku tak pernah tahu bahwa cinta pertama Sai adalah dia"Sasuke terkejut mendengar nama Sai disebut.
"Dia? Dia siapa maksudmu?"tanya Sasuke.
"Dia siapa lagi? Dia Sakura! Mantan kekasihmu itu!"Sasuke terkejut, Ino melihat Sasuke terkejut dan meneruskan kata-katanya. "mantan kekasihmu telah merebut kekasihku. Dia tahu Sai milikku. Selama ini aku selalu percaya padanya. Menceritakan semuanya padanya. Tapi.."Ino kembali menenggak minumannya. Sasuke berusaha mencerna kata-kata Ino di tengah mabuknya. "Sungguh tega dia padaku."Ino menatap Sasuke yang hanya memainkan botol minumannya. "Sungguh lega menjadi dirimu. Kau tak perlu menghawatirkan Sakura, karena kau sendiri telah bertunangan. Apa tunanganmu secantik Sakura?"tanya Ino. Dia kembali menenggak minumannya.
Kata-kata Ino membuatnya teringat kejadian tadi pagi di Oto.
Flashback on.
Disebuah cafe seorang gadis duduk di hadapan Sasuke. gadis itu meremas-remas tanganya dengan gelisah.
"Jadi? Tuan Uchiha. Kau yakin dengan keputusanmu?"Tanya gadis itu.
"Maafkan aku!"ucap Sasuke
"Apa itu adalah gadis yang fotonya masih tersimpan di dompetmu?"
"Dompet?"tanya Sasuke.
"Aku tak sengaja melihatnya saat kita masih kuliah dulu."
"Hh!"
"Jadi mulai detik ini tuan Uchiha Sasuke ingin memutuskan pertunangan kita.?"
"Hh!"
Karin tampak berfikir lama "Baiklah! Aku setuju, tapi aku tak ingin kakakmu menggantikanmu untuk pertunangan ini. Karena sejak awal niatku bertunangan denganmu bukanlah untuk menjalin bisnis antara dua keluarga tapi karena aku tulus ingin hidup bersama denganmu. Meskipun aku tahu kau bertunangan denganku karena kau ingin mengabulkan keinginan mendiang ayahmu, tapi aku senang karena kau telah mengijinkanku untuk mengenalmu selama ini."
"Tapi ayahmu?"
"Aku akan berbicara padanya."
"Terima kasih karin! Aku berdoa agar kau mendapat pria yang terbaik."
"Terima kasih!"Karin berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sasuke hendak bersalaman. Sasuke menyambut uluran tangan Karin. "Selamat tinggal Sasuke."ucap Karin kemudian berlalu pergi.
Flashback off.
"Apa kau tahu alasan mereka menikah?"tanya Sasuke.
"Ntahlah! Aku pun tak tahu pasti alasan mereka menikah."Ino melihat Sasuke yang tak lagi menyentuh minumannya. "temani aku minum, Sasuke!"
"Hh! Aku sudah merasa sangat mabuk. Apalagi aku membawa mobil."
"Oh! Ayolah!"Ino memaksa Sasuke yang sudah setengah mabuk untuk meminum minuman di botol yang di pegangnya.
1 jam kemudian.
Sasuke yang mabuk memapah Ino yang sudah sangat mabuk. Dia membawa Ino ke dalam mobilnya.
"Ino? Hei? Dimana rumahmu?"Sasuke mengguncangkan tubuh Ino. Karena Ino sudah tak sadar akhirnya Sasuke berniat membawa Ino kerumah Sakura.
Sasuke mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesekali Sasuke menenggak minuman dalam botol kecil yang tersimpan di saku jasnya. Dia kembali teringat saat-saat kebersamaannya dengan sakura. Seandainya dia lebih cepat mengambil keputusan tentu hal ini tak mungkin terjadi.
Tak berapa lama kemudian, Ino mulai tersadar. Dia terlihat masih belum bisa mengendalikan diri.
"Sasuke?! kau hendak membawaku kemana? Turunkan aku!"Ino mencoba meraih kemudi, Sasuke kewalahan karena tangan kirinya masih memegang botol minuman.
"Tenanglah Ino! Aku akan membawamu kerumah Sakura!"
Ino menjadi semakin tak terkendali ketika mendengar nama Sakura disebut. Dia semakin berusaha meraih kemudi. Sasuke yang sibuk berusaha memenangkan Ino tak sadar jika saat ini mereka sampai di persimpangan jalan. Lampu lalu lintas menyala berwarna merah. Ada banyak pejalan kaki yang hendak menyeberang. Ino melihat kearah pejalan kaki dan menyadari bahwa Sai dan sakura berada diantara mereka.
"Sasuke?! hentikan mobilnya! Itu Sai!"teriak Ino tapi sudah terlambat bagi Sasuke untuk menghentikan mobil yang di kendarainya. Sekilas Sasuke dapat melihat Sai yang berusaha melindungi Sakura. Tubuh Sai dan Sakura terpental ke tengah jalan, Sasuke membanting stir tapi dari arah kanan mereka melaju sebuah mobil box berkecepatan tinggi dan dengan segera menghantam Mobil yang di kendarai Sasuke dan Ino. Mobil yang di kendarai Sasuke berguling akan tetapi Sasuke terpental keluar dari mobilnya. Sasuke bangkit dan berjalan Sempoyongan menuju kerumunan orang yang mengelilingi tubuh Sai dan Sakura. Mata Sasuke tampak nanar melihat orang terkasihnya tak sadarkan diri dengan bersimbah darah.
"Cepat panggil ambulans!"
"Bagaimana ini? Apa mereka berdua mati?"
Sasuke tak lagi bisa mendengar suara-suara disekelilingnya. Waktu seakan berhenti saat itu juga. Sasuke juga tak mampu untuk menyentuh tubuh Sakura. Rasa takut, penyesalan, dan amarah yang menggebu kepada dirinya sendiri sangat besar, Bumipun takkan sanggup menahan perasaan itu semua. Air mata mengalir di pipi Sasuke. beberapa detik kemudian Sasuke pingsan di samping tubuh Sakura.
Bersambung...
