Do You Really?

CHAPTER 4: The Party pt.II

Maaaaaaappppp… banget ngapdet-nya lama. Soalnya ada kendala (ceilah!), maksudnya ga ada ide gituh. Uwaaaa…!! 22 reviews –norak-!! Makasih nyang udah nge-review. Semua OCs bakal Helen muculin chapter depan, jadi.. sabar ya..!! And enjoy! Ohya, First Surprise aku delete karena aku mau. Tapi tenang.. nanti aku publish lagi kok, tapi MUNGKIN ada sedikit pembaharuan.

Disclaimer: I DO NOT OWN ANY OF THIS THINGS! Noh, puas? Request-an-nya odol grape dan dedicated to odol hebal. Dia bilang nyang First Surprise endingnya nge-gantung. Makanya, di sini mau aku 'clear' semuanya. Tentang 'I DO NOT OWN ANY OF THIS THINGS' itu, sebenernya engga' niat dari dalem ati. Aku pengen punya Kiba en Naru...!!

Do You Really?

Sakura's POV

Aku ga' percaya! Aku ga' percaya! Aku bakalan jadi tunangan Sasuke! Ini mimpi apa sih? Kok indah banget? Jangan-jangan aku sudah ada di surga? Berarti aku sudah mati dong? Aduh! Tapi aku masih merasa sakit kalo' di cubit, berarti aku ga' mati.. DAN INI BUKAN MIMPI!! Aku tunangan dengan Sasuke! Yippie! Tapi.. akhir-akhir ini kok Sasuke bermuram durja ya? Ada apa gerangan? Setiap kali aku tanya, dia hanya senyum kecil sambil bilang, "Aku ga' apa-apa kok." Makin bingung deh!

End of Sakura's POV

Pesta tunangan..

"Uwaaa..! Dasar keluarga Uchiha! Tenda-nya aja megah, euy!" kata Ino.

"Sa-sakura-chan mana ya?" tanya Hinata celingak-celinguk kanan-kiri.

"Aduh! Kamu itu ya. Kan mempelai-nya keluar nanti!" kata Tenten.

"Eh? I-ini pernikahan ya? Kok dibilangnya pesta tunangan?"

"Bukan.. ini pesta tunangan kok. Maksudnya Tenten mungkin 'calon' mempelai?" tiba-tiba sebuah suara keluar dari antah berantah.

"Sakura, selamat ya," kata Tenten.

"Sakura! Selamat ya atas pertunanganmu dengan Sasuke! Akhirnya hari ini datang juga!" kata Temari sambil ngeluarin air mata sok dramatis. Yang lain sweatdropped.

"Makasih. Tapi.. sebenernya sih Sasuke bilang mau nikahnya 2 tahun lagi. Tapi.. yaaahh.. orang tua kami itu.. udah keburu semangat '47 duluan!"

"2 tahun lagi? Ja-jadi.. begitu ya? Tapi lebih cepat lebih bagus kan? Oh ya, se-selamat ya Sakura-chan.." kata Hinata.

"Se-" Belum sempat Ino menyelesaikan kalimatnya, Sakura sudah menyelak.

"IYA! SAMA-SAMA!"

"Ni anak.. kaga mau gue nyelesein barang satu kalimat doang ya?!"

"Biarin!" Akhirnya antara 'calon' mempelai dan tamu, terjadi pertengkaran mulut bersejarah, sampe-sampe Hinata, Temari dan Tenten udah mau ngukir prasasti didepan mereka, nulis tentang kejadian bersejarah itu –lebaii-.

Di sisi lain tenda..

"Huhu.. Sakura-chan akhirnya diembat juga sama si teme.. Huhu.." Naruto nangis ½ meraung ½ tersedu, meratapi nasib. Gimana engga? Orang waktu dia liat TV, acara-nya lagi nyiarin rekaman SasuSaku di air terjun, dia lagi makan ramen dan keselek sumpitnya. Udah gitu, pas mau ngambil air, dia kesandung tikar rumahnya dan jatoh muka duluan. Untung kaga' bonyok.

"Heh, dobe! Kamu kan masih ada Hinata. Buat apa nangis setengah meraung setengah tersedu gitu?"

"Iya sih, tapi.. GUE GA' RELA SAKURA-CHAN AMA TEME KAYA' LO!" teriak Naruto sejadi-jadi.

"Terserah lo deh.." kata Sasuke tenang.

"Loh? Kok ga' marah? Jangan-jangan lo kaga' denger? Oke deh, gue ulang lagi ya. GUE GA' RELA SAKURA-CHAN AMA.. Loh? Loh? Kok pergi? Temeeee…!! Get back here!!" teriak Naruto kearah Sasuke yang udah bermil-mil jauhnya.

"Gue harus ngomongin ini. Tapi.. ke siapa? Yang jelas bukan ke si tong bocor. Ah! Ke ayah aja ah. Pasti dia ngartos," pikir Sasuke. Ia lalu berjalan menuju sebuah ruangan, dimana ayahnya sedang menunggu.

TOK, TOK!

"Ya, masuk!" terdengar sebuah suara dari balik pintu. Sasuke membukanya.

"Oh, Sasuke. Ayo sini! Ada apa? Nerpes?" tanya Fugaku.

"Nerpes, nerpes, HERPES?! Ga' lah! Sasu cuma mau ngomongin sesuatu."

"Oh? Apa itu?"

"I-itu lo, yah.. perasaan Sasu.. terhadap Sakura."

"Emang kenapa?" tanya Fugaku sambil mulai melahap onigiri dihadapannya. Biar kaga' nerpes, makan onigiri dulu! Itu motto-nya Uchiha Fugaku!

"Aduh, gimana ngomongnya, ya? Gini lo. Sasu.. rada plin-plan.. sama perasaan Sasu atas Sakura," kata Sasuke terus terang.

"Hm? Plin-plan gimana?"

"Plin-plan maksudnya.. perasaan Sasu.. diambang antara suka dan tidak."

Muka Fugaku langsung biru. Tadinya dia mau muntahin semua onigiri, yang lagi dikunyah ama nyang udah di perut, tapi abis dipikir-pikir, ga mungkin dong? Masa' Uchiha Fugaku muntah di kamar?

"Ma-maksud kamu.. kamu udah engga suka Sakura? Gitu?" tanya Fugaku.

"Bukan! Bukan maksudnya gitu.. Sasu masih sayang sama Sakura.. tapi kadang-kadang muncul perasaan ingin lepas dari Sakura. Istilah kerennya, pingin nge-jomblo lah."

"Nak, ayah ga' bisa kasih saran untuk itu. Itu masalah kamu sendiri. Solusinya, emang agak susah dicari, tapi kamu pasti bisa mencarinya sendiri. Kadang-kadang tidak bergantung pada orang lain itu enak dan menguntungkan loh!" kata Fugaku, onigirinya udah ditelen semua.

"Tumben ayah bisa ngomong bijaksana gitu. Yaudah, makasih ya, yah. Sasu keluar dulu, acara-nya udah mau mulai loh," kata Sasu sambil berdiri (tadi dia lesehan, Fugaku di kursi) dan berjalan menuju pintu.

"Oh iya! Yaudah, kamu duluan kesana dulu. Oh ya! Kamu harus menetapkan perasaanmu. Jangan bimbang begitu. Ga' enak kan rasanya bimbang?" tanya Fugaku.

"E-engga, yah."

"Nah. Kamu harus milih, naik ke panggung itu dengan perasaan berbunga-bungan karena senang dan sebagainya, atau naik ke panggung itu dengan perasaan bimbangmu. Silahkan pilih sendiri." Fugaku lalu berbalik dan berjalan menuju sebuah ruangan kecil di dalam ruangan itu. Lebih tepatnya sih.. toilet.

Sasuke diam sesaat. Tak biasanya ayahnya bisa mengeluarkan kalimat bijaksana seperti itu. Ia menarik nafas dan memutar kenop pintu, berjalan menuju tempat dimana pesta diadakan.

--

Uwaaaa…!! We Be kronis melandaaaaaaa…. again. Maap kalo' Sasuke-nya agak sedikit OoC (sedikit?). Dan maap juga kalo' chapter ini sedikit dan rada gaje. Cuma 4 halaman! Oiya, FYI, Itachi manggil bonyok-nya 'Mamih-Papih' tapi kalo' Sasuke manggil bonyok-nya 'Ibu-Ayah'. Begitulah. REVIEW! Dan maafkan atas We Be kronis nyang sedang Helen alami. Mau nge-post di IH aja ampe nguras bak! Maksudnya, nguras otak! Bener-bener We Be deh pokoknya! Udah We be, ngantuk pula –yaiyalah, orang udah jam 9!-!

Tenten: Ceritanya makin menegangkan ga?

Helen: Emang jet coaster??

REVIEW!