Tittle : My Sweety Suffering

Author : .136

Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Lee Sooman

Other Cast : temuin sendiri okHAE!?

Rating : T

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Crime

Length : Chaptered

Warning : YAOI/BL / Death Charas / TYPO(s) / dll

Bagi yang jijikan jangan baca sambil makan atau minum!

Disclaimer : menurut saya, cinta itu seperti 'Yin dan Yang'. Perbedaan energi positif dan energi negative yang menyatu dan saling melengkapi membentuk suatu kekuatan tersendiri seperti 'Kyuhyun dan Sungmin', tapi fict ini murni milik saya sepenuhnya..

Summary : " Lee Sungmin, seorang namja yang tinggal berdua dengan ayahnya memiliki paras yang cantik dan mempesona. Mengundang banyak perhatian, namun setiap ada yang dekat dengannya mereka akan 'MATI' terbunuh. Bagaimana reaksinya saat mengetahui bahwa pembunuhnya selama ini adalah 'AYAH'-nya?" KYUMIN/BL/ JOYers silahkan berkunjung!

** .136 present **

~ My Sweety Suffering ~

.

.

.

enjoy

.

.

CHAPTER 4

NORMAL POV

" A-appa..." gagap Sungmin.

" Darimana saja kau, huh!?" sembur Sooman. Ia menarik Sungmin hingga berdiri di hadapannya.

' PLAKK!'

Sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi mulus Sungmin. Bahkan pipi mulus nan putihnya kini berubah menjadi kemerahan.

" Berani kabur, huh!?"

' PLAKK!'

Dan sebuah tamparan berhasil mendarat lagi di pipi kirinya. Saking kerasnya tamparan tersebut, sudut bibir Sungmin mengeluarkan darah.

" Appa.." gumam Sungmin tak percaya. Pasalnya, baru kali ini ia mendapat perlakuan 'kelewat kasar' dari ayahnya.

" Berani melawan, huh!?" geram Sooman lagi. Sungmin menggeleng takut. Ia menunduk dalam dengan air mata yang membasahi pipinya. Perih di sudut bibirnya dan rasa sakit akibat tamparan telak dari appanya masih ia rasakan. Sungmin terngiang-ngiang oleh ucapan Donghae, Changmin dan Kyuhyun tadi. Kini ia membenarkan ucapan mereka, terutama Kyuhyun. Dia memang terlalu bodoh karena tidak peka akan semua ini.

Entah iblis apa yang merasuki diri Sooman, kini dengan lantang ia menarik rambut Sungmin dan menyeretnya menuju sebuah ruangan. Suara rintihan Sungmin tak sedikitpun dihiraukannya.

" A-akh.. A-appo... A-appa.. hiks.. Appo..hiks... j-jebal lepaskan.. n-neomu appoyo appa." Rintih Sungmin kesakitan. Namun bagaikan angin yang berlalu, rintihan penuh kesakitan tersebut tak dihiraukannya. Sooman tetap menyeret Sungmin dan menghempaskan tubuh mungil berisi tersebut ke sebuah kursi lalu mengikatnya.

" Hiks..Jeball.." pinta Sungmin agar Sooman mau berbaik hati melepasnya.

"Hiks.. Appa.. Jebal.." pinta Sungmin lagi.

" Berhentilah memanggilku Appa. Kau sudah mengetahui bukan kalau aku bukanlah appa kandungmu!?" balas Sooman sarkartis.

" Wae? Hiks.. kenapa kau lakukan ini semua padaku? Apa salahku, Appa? Hiks.. siapa kau sebenarnya? Kau bukanlah Sooman appa yang selama ini ku kenal." Ucap Sungmin lemah.

Sooman semakin geram. Dengan memegang pisau yang tadi di lapnya hingga mengkilat, ia mendekati Sungmin. Sungmin berdo'a dalam hati berharap agar Tuhan mau mengirimkan sesosok malaikat yang akan menyelamatkannya dan menyadarkan sosok 'appa'nya kini.

Perlahan tapi pasti Sooman mendekatkan pisau tersebut ke pipi mulus Sungmin yang masih merah akibat tamparannya tadi. Ia menggerakkan pisau tersebut –namun tidak sampai menggoreskannya ke pipi Sungmin dengan menjelajahi setiap sudut permukaan wajah Sungmin.

" Apa kau benar-benar ingin mengetahui yang sebenarnya?" tanya Sooman.

" Ya! Aku bukanlah appamu. Siapa aku!? Aku adalah Lee Sooman seorang pria biasa yang dipenuhi ambisi balas dendam karena appa kandungmu membunuh orang yang sangat kucintai. Apa aku salah? Bukankah nyawa harus dibalaskan dengan nyawa pula?"

Sungmin menggeleng kuat. Meskipun ia tidak tahu menahu apa yang terjadi sebelumnya, tapi ia berani bersumpah bahwa itu hanyalah sebuah kesalahpahaman.

" Dan kau bertanya apa salahmu?" tanya Sooman lagi.

" Salahmu adalah karena kau terlahir di dunia sedangkan anakku harus meninggalkanku karena ulah appamu!" lanjut Sooman.

Sungmin semakin menangis. Ini tak mungkin terjadi, appanya pastilah orang yang baik-baik saja.

" Lalu apa kini kau akan membunuhku?" tanya Sungmin sambil menatap lantai marmer dengan pandangan kosong.

Sooman tertawa.

" Kau terlalu berharga untuk dibunuh secepat itu, sayang. Kau haruslah menderita terlebih dahulu! kau harus membayarkan dosa yang telah dibuat oleh appamu!" teriak Sooman lantang sambil menggoreskan pisau tersebut ke pipi kanan Sungmin.

' SRAT!'

" a-AKH.." pekik Sungmin.

Darah pun merembes keluar.

' SRAT!'

Dan kini ganti pipi kiri Sungmin.

" Kau harus merasakan penderitaan yang ku alami." Ucap Sooman sambil menggoreskan pisaunya lagi melukai pipi Sungmin.

" Aku seharusnya membunuhmu dari awal, tapi aku tidak bisa. Sungguh sangatlah tak bisa, karena aku terlalu mencintaimu. Aku juga ingin menjadi seorang appa." Ucap Sooman. Kini ia berlutut dihadapan Sungmin. Ia mulai terisak membuat Sungmin kembali menangis karena merasa iba.

" A-appa.."

Hanya kata tersebut yang berhasil Sungmin ucapkan. Ia mengerti bagaimana perasaan Sooman, namun ia masih tak bisa percaya bahwa appanya setega itu.

Tiba-tiba Sooman berdiri, ia mengangkat pisaunya tinggi-tinggi. Sungmin tersentak, namun ia sudah mempersiapkan diri bila sewaktu-waktu pisau tersebut menghujam tubuhnya. Ia memejamkan matanya erat-erat.

' SRAT!'

' BRAKK!'

' DOR!'

Bunyi gaduh tersebut berhasil membuat Sungmin membuka kedua kelopak matanya. Matanya memanas saat ini. Ternyata, Sooman tak bermaksud untuk menghujamkan pisau tersebut ke tubuh Sungmin melainkan pada ikatan yang setia membungkam tubuh Sungmin hingga tubuhnya berhasil lolos. Namun di saat yang bersamaan, pintu ruangan di dobrak secara paksa dan menampakkan Kyuhyun bersama anggota kepolisian lainnya yang masuk dan meloloskan sebuah peluru hingga tepat mengenai tubuh Sooman.

" A-appa.." teriak Sungmin. Dengan segera dihampirinya tubuh terkulai milik appanya tersebut. Ia topang kepala Sooman di pahanya.

" M-min.. M-maafkan a-appa.." ucap Sooman. Tangannya berusaha menggapai wajah Sungmin. Sungmin yang mengerti pun memegang tangan appanya dan dibantunya tangan tersebut untuk menyentuh pipinya. Dapat ia rasakan Sooman mengelus pelan permukaan pipinya yang berdarah. Ditepisnya rasa sakit demi appanya itu.

" Aku sudah memaafkanmu, appa. Jangan meminta maaf terus padaku. Aku tak akan pernah bisa untuk membencimu, appa." Ujar Sungmin. Sooman mengulas sebuah senyumnya. Tangannya beralih menyentuh kalung dilehernya, ditariknya kalung berbandulkan kunci tersebut dan ia berikan kalung yang telah berlumuran darahnya –dan Sungmin karena tadi ia menangkup pipi Sungmin yang berdarah kepada Sungmin. Sungmin menerimanya dengan dahi berkerut pertanda bingung.

" T-temukan k-keluargamu d-dan u-ungkaplah k-kebenaran. A-appa m-menyayangimu, M-min. J-jangan p-pernah l-lupakan A-appa." Ucap Sooman sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.

"APPA~!" teriak Sungmin.

.

.

.

.

Changmin dan Donghae berlari menghampiri Sungmin. Changmin merengkuh tubuh mungil Sungmin, membawanya kedalam dekapan hangat seorang 'Monster Food'.

" Sudahlah, Min hyung. Appa mu butuh ketenangan di alam sana." Ujar Changmin sembari mengelus punggung Sungmin. Kyuhyun yang melihat adegan tersebut memutar bola matanya jengah.

" Bawa dia!" perintah Kyuhyun pada anggota polisi yang lain untuk memindahkan mayat Sooman. Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin.

" Dasar pembawa masalah! Kuharap setelah ini aku tak akan pernah bertemu denganmu lagi dengan masalah baru yang kau timbulkan. Kuharap kau hilang di telan oleh bumi. Dasar keras kepala!"

Dan Kyuhyun berlalu meninggalkan Sungmin yang semakin menangis dalam dekapan Changmin sambil menggumamkan kata maaf. Changmin dan Donghae menghela napas mendapati sikap maknaenya yang kurang ajar tersebut.

" Jja, kita obati lukamu, Min hyung." Ajak Donghae dan mereka pun berlalu.

.

.

.

Keadaan Sungmin berangsur membaik, luka yang dideritanya juga sudah sembuh. Setelah kejadian tersebut, ia pun memutuskan untuk kembali ke Jepang mengurus bisnis appanya tanpa melanjutkan kuliahnya. Ternyata perusahaan yang selama ini dikelola oleh Sooman adalah perusahaan miliknya dan Sooman tetap menggunakan nama Lee Sungmin sebagai pemilik sah perusahaan dan pewaris tunggal keluarga Lee. Ia akan memulai hidup barunya lagi disana.

" Tuan muda, barang-barang anda sudah berada dalam mobil. Pesawat berangkat pukul 16:00 KST. Ini masih pukul 14:00 KST, apa anda ingin pergi ke suatu tempat terlebih dahulu?" Tanya Pak Hong selaku kaki tangan setia Sungmin.

" Terima kasih, Hong ahjussi. Aku akan menemui beberapa orang terlebih dahulu." Ucap Sungmin yang dijawab anggukan mengerti oleh Pak Hong.

.

.

.

_at Pemakaman_

" Appa…" ucap Sungmin sambil memandang makam Sooman. " Meskipun kau bukan appa kandungku tapi kau sudah membesarkanku selama ini menggantikan peran appa dan bahkan eomma kandungku. Aku menyayangimu, Appa. Aku akan simpan kalung ini baik-baik sampai kebenaran terungkap nantinya. Aku akan berusaha mencari tahu semuanya. Gomawo, Appa." Lanjut Sungmin. Mata foxynya kini telah banjir oleh air mata.

" Ku harap appa dapat beristirahat dengan tenang. Aku akan kembali ke Jepang, aku tak bisa terus berada disini sedangkan 'seseorang' merasa terusik akan keberadaanku. Tak tahukah ia bahwa aku mencintainya sejak awal kami bertemu. Aku sangat mencintainya tapi ia sangat membenciku pula. Kurasa cinta ku bertepuk sebelah tangan. Ahh.. sudahlah lupakan! Tapi aku berjanji aku akan mengunjungi appa bila ada waktu." Cerita Sungmin. Ia meletakkan bunga Lily kuning –bunga kesukaan Sooman di atas makam Sooman dan setelahnya ia berlalu.

.

.

.

_at Kona Beans coffee_

" Mianhae menunggu lama." Ucap Sungmin.

" Anio, kami juga baru dating." Balas Donghae dengan senyum yang terpatri di wajahnya.

" Sepertinya lukamu sudah sembuh total. Oya, apa kau benar-benar akan kembali ke Jepang, Min hyung? Kau tega meninggalkanku disini bersama ikan pabbo satu ini!?" rengek Changmin dengan wajah yang dibuat sesendu mungkin.

" Ne, Min-ah. Aku tidak bisa terus berada disini bila keberadaanku disini hanyalah mengusik ketenangan seseorang." Balas Sungmin. Donghae dan Changmin paham akan seseorang yang Sungmin maksud –Kyuhyun. " Aku baru saja mendapat kabar bahwa aku memiliki sepupu di Jepang bernama Kim Yesung dan istrinya bernama Kim Ryeowook. Ia juga mencariku selama ini jadi kupikir sudah saatnya aku bertemu dengannya dan mencari keberadaan keluargaku yang lain." Lanjut Sungmin.

" Tapi-"

" Tidak ada tapi-tapian, Min." sergah Sungmin cepat. Changmin menghela napas beratnya.

" Sebagai ucapan terimakasihku aku akan mengabulkan satu permintaan dari kalian. Hanya satu dan pengecualian untuk memintaku tetap berada disini karena permintaan tersebut hanya 'dia' yang boleh memintanya." Ucap Sungmin. Mereka pun menghela napas lagi –kecewa.

" Kenalkan aku pada orang bernama Lee Hyuk Jae yang kau ceritakan pada waktu itu." Jawab Donghae pada akhirnya. Sungmin mengangguk setuju.

" Bagaimana denganmu, Min-ah?" Tanya Sungmin pada Changmin.

" Ceritakan padaku mengenai isi buku yang diberikan Yunho hyung padamu." Balas Changmin. Sungmin tersenyum, ia mengambil napas sejenak sebelum akhirnya ia menceritakan kembali apa isi dari buku tersebut.

" Aku sudah tahu sekarang mengapa Yunho hyung menggunakan atom 'L', karena atom 'L' adalah inisial untuk Lee. Dan jawaban yang berhasil ku jawab adalah 19:13 yang bila diubah dalam abjad menghasilkan jawaban S:M yang berarti Soo Man. Jadi jawabannya adalah Lee Sooman, appaku." Cerita Sungmin yang pada akhir kalimat membuatnya kembali menitikkan air mata. Changmin yang melihatnya mengulurkan tangannya dan mengusap air mata Sungmin. Sungmin akhirnya tersenyum.

" Sudahlah, semua sudah berakhir!" tegas Sungmin. Mereka pun berbincang-bincang menggunakan kesempatan terakhir mereka sebelum Sungmin kembali ke 'Negeri Sakura' tersebut.

.

.

.

.

" Baiklah, kurasa sudah cukup. Aku tidak mau ketinggalan pesawat. Sampai jumpa, Hae-ah Min-ah. Aku pasti akan sangat merindukan kalian." Ucap Sungmin sambil memeluk erat Changmin dan Donghae. " Sampaikan salam dan maaf ku untuk Kyuhyun." Lanjut Sungmin sebelum akhirnya ia memasuki mobil dan melaju menuju bandara. Donghae dan Changmin hanya memandang kepergian Sungmin. Sepeninggal Sungmin, Changmin dan Donghae kembali ke meja mereka. Donghae berdecak sebal dengan seseorang yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka tanpa mau menampakkan batang hidungnya di hadapan Sungmin. Orang itu duduk membelakangi Sungmin sambil berpura-pura membaca Koran.

" Kau pengecut, Kyu!" ucap Changmin.

.

.

.

.

_TBC_

#annyeonghaseyo yeorobun. Mianhae belum bisa nepati janji buat siksa Kyuhyun. Next chap aja yha, lagipula nyiksanya gak parah kok. Cuma siksa batin dia aja jadi jangan kira saya mau sembelih Kyuhyun. Sebenarnya mau dilanjut dan next chap saya bikin END tapi gak bisa, saya capek dan Cuma bisa ngetik sampai disini dulu. Jadi mungkin next chap kalo gak dua chap lagi aku bikin END.

Gimana nih dengan kelanjutannya? Semakin gaje? Jelas! Aneh? Pasti! Kan ada gen nya yesung oppa di dalam diri saya *plakk apa hubungannya coba!

Hayo siapa yang ngira Sungmin bakalan dibunuh Sooman? Gak dibunuh tuh!

Kyu dah keluar tapi biasa mulutnya berbusa masihan. Kk~! #digamplang Kyu

Siapa orang tua kandung ming? Ikuti kelanjutannya terus yha..

Saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena gak bisa bales review di chap ni.. saya ngetik di warnet yang bukan langganan saya *ceileh dan disini itu bebas buat ngerokok. Nah saya gak kuat ma asapnya jadi ni buru-buru ngetiknya. Yah walaupun sebagian udah ngetik di leppy temen tadi waktu latihan dance tapi kan waktu ngelanjutinnya keganggu ma asap rokoknya. #curcol

Saya sebisa mungkin update cepet tapi kalo telat saya minta maaf karena saya juga harus bagi-bagi waktu buat sekolah, tugas dan ulangan, latihan dance, ekskull renang dan nanti ada latihan teater kalo saya jadi ikut sihh.. jadi maklum nee. Mian kalo terkesan curcol dan melebih-lebihkan tapi saya nulis apa adanya sesuai fakta agar readerdeul tercinta bisa maklum.

Oh ya..

SAENGIL CHUKHAE HAMNIDA YESUNG OPPA~!
hope u all the best #sok inggris

Saya dan ELF lainnya terutama CLOUDS bakal setia nunggu oppa pulang wamil dan kembali jadi bagian anggota SUJU lagi.. HWAITING oppa~!

#HappyYesungDay

For all readers yang bilang ff ini daebak atau bagus keren juga yang follow atau favorite ni ff, saya ucapkan terimakasih banyak. gak nyangka banget. Buat readers baru, salam kenal juga ne~!? Juga buat yang ngeluangin waktu buat review saya ucapkan jeongmal gomawo #bungkuk-bungkuk.

Big thaks to:

Joyer Cloudsomnia ; Yuuhee ; Zahra Amelia ;

Reva KyuMinElf II ; Isnaeni love sungmin ; Ritsu HyunMin ;

epildedo ; abilhikmah ; Han ji rim ;

sitapumpkinelf ; cupid'skyumin ;

sissy ; Guest ; winecouplr ; and all SIDERS.

Mind to REVIEW again?.

.

.

.

Gomawo~!

~himCHANrin~