Cinta "Monyet"
Chapter 4: HiruMamo's Plan
Semuaaa! Ini Mayuuu! XD *ga ada yang nanya* ==
Sekarang, Mayu datang lagi dengan membawa chap 4! X3
Chap 4 disini, mungkin bakal lebih banyak hirumamo yang berperan!
Soalnya, disini hirumamo bakal jadi cupid (?) atas kisah cinta Monta yang berbelit-belit! XDD
Nah, sebelumnya, Mayu balas review dulu yaa~ XDDD
Kali ini, Mayu balas lewat review ya, yang udah log-in...
Maaf, soalnya Mayu ga sempet buka-buka inbox. Banyak tugas yang menunggu! Ini juga nyempet2in aja update fic *plak* XDDD
.
BloodStained Kagamine Len: iya tuh, Sena sama Megu jahat banget yaa... *ditempeleng Sena* XD karakter Hiruma terasa? Huwaa, syukurlah! *sujud2* XDD penasaran sama apa yang dikerjakan Mamo di apartemen Hiru? Kita tanya orangnya! XDDDD kak Mamoooo!
Mamori: hm?
Mayu: ne! Waktu itu, Kak Mamori ngapain aja di apartemen Kak Hiruma? X3a *muncul antena kaya Suzuna (?)*
Mamori: i-itu... *blushing*
Hiruma: hanya sedikit bersenang2, author sialan!
Mayu: hoo... bersenang2 yang bagaimana? XP
Hiruma: kekeke, tanya saja pada ayah dan ibumu, mereka kalau bersenang2 bagaimana! Kekeke...
Mayu: he? o.o
Hiruma: ayo, manager sialan! Kita pergi saja! *menghilang ditengah kelelawar merah (?)*
Mayu: jangan2... *blushing sendiri* O/O
Lionel Sanchez Kazumi: Sena ooc? Waah, gomen! Tapi syukurlah kalau itu membuat ficnya jadi menarik! XD wah, udah sembuh ya? Syukurlah... XDb yosh, ini chap 4 nya! :3
nasaka: iya, aku juga baru sadar, ternyata jadi cinta segi lima (?) endingnya harus MontaMegu! *plak* XD rencana hiru, diutarakan disini! X3
Kazu agito: iya, saya usahakan romance di chap ini diperbanyak yaa! XDb
Rieyama Yuuko: sayangnya, disini mungkin lebih cenderung hirumamo QwQ tapi kuusahakan, rikusuzu tetep nyempil! XD
Aoihoshi a.k.a Fiqih: novel? Waah, kualitas fic ini jauh dari kata "pas" untuk kategori novel! Jelas2 ini fic ancur gini, mau dijadiin novel? Waaa, tidaaaak! *plak* yaa, sebenernya sih boleh2 aja, asal saya dapet komisi $_$ *ditendang* XD nama lengkap megu? Hehehe, itu sengaja ga saya utarakan di awal, karena dari nama itulah, akan muncul sebuah puncak cerita yang hot! *bletak* XD
levina-rukaruka: rencana sialan hiruma, akan diutarakan di chap sialan ini! XD makasih udah terus ikutin ceritanya yaa~ :3
sasaki meiwa: iya, benar2 missunderstanding MAX! XDDD
monta luph bananos: i-iyaa... ^^a diakhir, pasti monta happy! *mungkin?* kekeke... X)
you-kun 01 YAHA: jangan bawa2 panggilan anehku itu disini, cowo setan! XP *tendang* fufufu, tenang aja, rencana sialan hiruma, pasti berjalan dengan mulus! Fufufu... X3
pendhiploveall: makasih! Ini lanjutannya~
kaito-kun rangiku: sippo! Ini rencana sialannya hiruma! X)
.
Yosh, sekian balasan reviewnya!
Nah tanpa bla bla bla lagi...
Sekarang, mari lanjut ke fic! \O/
*jreng jreng*
.
Disclaimer: Riichiro Inagaki & Yuusuke Murata
Pairing: MontaOC, SenaSuzu, RikuSuzu, HiruMamo, SenaOC
P.S: fic gaje, OOC, OC, sampah *nongol lagi kata2 Agon*, abal sangat, tidak bermutu, genre ga kerasa, etc, dsb, dll... oh ya! Disini, SenaSuzu sama HiruMamo udah jadian yaa... XD
Don't Like, Don't Read!
Tombol Back Menanti Anda!
.
*skip time waktu pelajaran~*
~ruang klub amefuto Deimon; pukul 14.30~
-Hiruma's POV-
Kupandangi jam dinding sialan di klub.
Baru jam segini? Cih, ternyata latihan masih lama. Dan sekarang aku hanya duduk sendirian di sofa sialan yang empuk ini. Kemana si Manager Sialan itu? Kupikir dia harusnya datang sekarang juga, untuk membicarakan soal latihan sialan sore ini! Cih, dasar lelet...
Daripada itu...
Kumainkan laptopku saja...
Kubuka laptop VAIO putihku.
Terpampang jelas ikon maskot devil bats. Kumasukkan password yang sudah kubuat khusus untuk mengamankan laptop sialanku.
Kuketikkan password itu..
"Mamori"
Kekeke, aku tersenyum sendiri saat mengetikkan password itu.
Dan tak lama setelah itu, terpampang dekstop dengan wallpaper seluruh anggota devil bats yang tengah liburan musim panas sialan dulu.
Aku mulai berpikir...
Sekarang?
Apa?
Ah, bosan sekali rasanya. Sialan! Kemana si Manager Sialan itu? Berani sekali dia membuat setan menunggu! Cih...
Sepertinya aku sedikit sering berdecih kali ini...
Ah, ya sudah! Hack facebook orang-orang sialan sajalah! Kekeke...
Baru saja akan kumasukkan modem sialanku, suara menyebalkan muncul...
BRAK!
"Hiruma! Maaf aku terlambat! Hah... hah... hah..."
Ternyata si Manager Sialan. Ah, bagus! Akhirnya dia datang juga!
Aku tak menanggapi sedikit pun dari perkataannya.
Dia sedang kelelahan saja, tak kuambilkan minum.
Malas ah...
Kumasukkan laptopku lagi ke dalam tas, dan kusimpan di loker. Sekarang, aku hanya memperhatikan si Manager Sialan itu yang sedang mengambil minum dari dapur. Lihat? Tak perlu diambilkan minum pun, dia bisa ambil sendiri. Jadi aku tak perlu repot-repot.
Selesai minum, dia langsung menghampiriku dengan wajah memelas sialannya yang membuatku sumpah jijik sekali melihatnya! Huek!
"Hiruma.. maafkan aku! Aku sudah terlambat! Maaf..."
Dia menunduk dalam-dalam..
Hoo.. taktik yang bagus. Sekaligus menjengkelkan.
"Kau tahu, jam berapa ini? Kau itu terlambat 6 menit 45 detik!"
"Maaf, Hiruma! Tadi ada rapat komite disiplin, jadi aku wajib menghadirinya!"
"Lebih penting mana rapat sialan itu dengan strategi tim kita, Manager Sialan?"
"Keduanya juga penting!"
Apa?
CKREK!
Kutodongkan pistolku tepat di keningnya.
"Katakan sekali lagi, kubunuh kau!"
"Ma-maksudku... le-lebih penting strategi tim!" dia berkata dengan gemetaran. Dapat kulihat jelas itu.
"Keh! Bagus kalau kau mengerti!" kusimpan kembali pistolku. Kekeke, bodohnya dia! Ini kan pistol mainan! Mudah sekali ditipu si Manager Sialan ini! Kekeke...
Dan aku heran, kenapa aku bisa suka padanya ya? Ah, sudahlah...
Tak penting..
"Hi-Hiruma.."
"Ng?"
"Jadi? Apa yang akan kita lakukan sekarang?"
"Kenapa bertanya seperti itu? Sudah jelas kita akan bersenang-senang! Kekeke..."
"A-apa?"
Aku mendekat ke arahnya, dan kuangkat dagunya. Kekeke, wajahnya merah sekali.
Kudekatkan juga wajahku padanya.
"Kau pikir untuk apa aku menunggumu disini sampai bosan setengah mati, Manager Sialan?"
"U-untuk mengatur strategi?"
"Salah!"
"La-lalu?"
"Untuk ini..."
Wajahku semakin mendekat ke arahnya.
Dekat...
Dekat...
Hingga akhirnya...
Bibir kami bersentuhan. Ya, kucium bibir sialannya yang kecil, manis, dan lembut itu.
Entah kenapa, tapi aku sangat menyukainya. Aku suka rasa dari setiap sisinya. Benar-benar nikmat untuk ukuran 'pemuas hasrat setan'. Kekeke...
Dan kalau dihitung, mungkin ini adalah ciuman yang ke 333 kali. Wah, nomor yang bagus! Kekeke..
*3 menit kemudian...*
Kulepaskan ciuman kami.
Ah, nikmat sekali rasanya.. *hey, ini fic masih rated T!*
Dan...
Hoo, mukanya merah sekali. Lebih merah dari sebelumnya. Kekeke...
Kuacak rambutnya gemas.
"Nah, sekarang, ayo kita bicarakan rencana sialanku yang tadi pagi kita bicarakan!" aku duduk santai di sofa.
"Rencana?" dia ikut duduk disebelahku.
Kurangkul bahunya ah..
Kekeke, kelihatan mesra kan kalau begini?
"Iya, rencana sialan yang aku katakan padamu saat mau ke kelas sialan tadi pagi."
"Hmm, soal mereka berlima itu?"
"Yap..."
"Kau pikir, itu akan berhasil?"
"Aku jamin! Aku tidak pernah gagal dalam membuat rencana! Kekeke..."
"Hmm, jadi, akan kita mulai kapan?"
"Sekarang saja, saat latihan..."
"Kau yakin? Maksudku, anggota yang lain pun pasti akan merasa curiga nantinya. Sedangkan waktu itu kau bilang, rencana ini rahasia! Hanya kita yang tahu!"
"Iya, itu benar. Makanya, kau harus pintar-pintar berakting kali ini, Manager Sialan!"
"Hmm, aku ragu, Hiruma.."
"Tak perlu ragu! Tinggal ikuti semua perintahku, maka semua akan terselesaikan, dan kembali seperti semula! Okay, honey?"
Huek, sebal juga ternyata mencoba mengucapkan kata-kata menjijikan itu.
Kudekatkan lagi wajahku padanya sambil tersenyum.
Entah ini senyum setan atau senyum jahil, yang jelas bukan senyum manis.
Wajahnya memerah lagi. Ah, apakah semua perempuan wajahnya harus selalu memerah ketika wajah mereka berdekatan dengan laki-laki? Cih, aneh...
Ketika aku sedang menikmati waktu berduaku dengan si Manager Sialan, sebuah suara yang lagi-lagi membuatku berdecih muncul...
BRAK!
-Sena's POV-
Kubuka pintu klub dengan agak keras, karena aku takut terlambat latihan.
Tapi..
Betapa kagetnya aku ketika melihat Kak Hiruma dan Kak Mamori didalam...
Mereka sedang...
Eh, berciuman?
A-aku rasa aku datang disaat yang tidak tepat. Dan lihat aku sekarang! Mungkin aku hanya memasang tampang bodoh saat ini.
Ah, aku benar-benar datang disaat yang tidak tepat.
Kulihat, Kak Hiruma mulai berdiri, dan menghampiriku. Oh Tuhan, selamatkanlah aku...
Kulihat, dia mengeluarkan dua senjatanya. Bazooka di tangan kiri, dan AK-47 di tangan kanan.
"Kau pilih kanan atau kiri? Kanan, berarti kuburan, kiri berarti alam baka." Ucapnya dengan begitu seram dan tak terbantahkan.
GLEK!
Ya Tuhan, selamatkanlah aku...
"Hiruma! Kau tidak boleh begitu pada Sena!" kulihat Kak Mamori langsung berdiri didepanku sambil menghadap Kak Hiruma. Ah, pada akhirnya, ada juga penyelamatku.
"Minggir kau, Manager Sialan!"
"Tidak akan, sebelum kau jauhkan senjatamu dari Sena!"
"Kubilang minggir!"
"Tidak!"
"Minggir!"
"Tidak!"
"Minggir!"
"Tidak!"
"Cih, baiklah, baiklah!" kulihat, Kak Hiruma akhirnya (terpaksa) mengalah. Dia mulai menjauh, dan munuju ruang ganti untuk mengganti seragamnya dengan seragam amefuto.
"Sena, kau tidak apa-apa kan?" sekarang, aku harus menghadapi 'kakakku' sendiri. Haah..
"A-aku tidak apa-apa, Kak Mamori!"
"Sungguh? Kau tidak terluka kan?"
"Aku baik-baik saja, Kak! Tenanglah..." aku langsung menuju ruang ganti, dan langsung berubah menjadi eyeshield 21! Ya, meskipun pada dasarnya, Kak Mamori sudah tahu kalau aku ini sang eyeshield.
*skip time nyooo~*
-Mamori's POV-
Latihan sore sudah dimulai. Meskipun hari ini terasa dingin, tapi bagi anggota devil bats mungkin tetaplah panas.
Haah, aku tidak pernah mengerti jalan pikiran Hiruma yang selalu saja seenaknya itu.
Ngomong-ngomong...
Aku jadi teringat rencana kami. Inikah saatnya?
Aku memberikan kode pada Hiruma...
'Hiruma!'
Dia menoleh dan membalas.
'Apa? Tak bisakah kau lihat aku sedang sibuk?'
'Maaf, tapi bagaimana dengan rencana kita?'
'Lakukan sekarang, Manager Sialan! Sudah, jangan ganggu! Aku sibuk!'
Dengan itu, berakhirlah pembicaraan kami melalui kode tangan itu. Dan aku pun segera melancarkan aksiku. Aku menuju ke klub.
CKLEK
Kubuka pintu klub.
Kosong.
Bagus! Ini saatnya! Kumasukkan sebuah kertas berisikan tulisan pada tiap-tiap tas yang dituju. Tas Monta, Sena, Suzuna.
Tugasku selesai! Sekarang, tinggal-
"Kak Mamori?"
"Suzuna!"
Oh tidak!
"Apa yang kakak lakukan disini?"
"I-itu... a-aku hanya.. ah, aku hanya mengambil catatan yang tertinggal iya.. hahaha.."
Duh, aku tak jago akting lagi!
"Benarkah?"
"I-iya Suzuna! Hahaha, aku harus segera kembali ke lapangan! Dah.." aku langsung melesat cepat ke lapangan. Kulihat Hiruma memasang tampang heran padaku dari jauh.
Dia memberiku kode.
'Ada apa?'
Aku membalas kode itu.
'Hampir ketahuan! Maaf..'
'BAKA! Jangan sampai terulang lagi! KUSO MANE!'
'Gomen ne, Hiruma...'
'Pulang latihan, tunggu di klub! Jangan kemana-mana sampai aku kembali!'
'Mau apa?'
'Memberikan bagian dari rencana pada si bocah Seibu, dan si Anak Baru Sialan itu!'
'Baiklah, aku mengerti...'
Dengan itu, berakhirlah pembicaraan kode tanganku dengan Hiruma.
*skip time waktu latihan sore...*
~Ruang klub amefuto Deimon; pukul 17.00~
-Hiruma's POV-
Latihan sialan sudah selesai. Tinggal menjalankan rencana sialan bersama si Manager Sialan. Kekeke...
"Hiruma!" nah, itu dia si Manager Sialan memanggil.
Dia datang dari luar ruang klub. Habis darimana dia?
"Apa?" sahutku padanya.
"Bagaimana rencana kita?"
"Sudah berjalan lancar seperti yang kurencanakan.."
"Hm? Riku dan Megumi bagaimana?"
"Baru saja kukirimi e-mail sialan dari laptopku..."
"Apa? Tapi kau mana mungkin mengirimkannya atas nama akunmu sendiri?"
"Baka! Tentu tidak! Aku tidak sebodoh itu! Apa gunanya jika kemampuan hacker milikku tidak berfungsi disaat seperti ini? Kekeke..."
"Hacker?"
"Iya, hacker. Ah, susah menjelaskannya pada manager bodoh sepertimu! Kekeke.."
"Mou, kau keterlaluan!"
Dia menggembungkan pipinya. Keh! Aku selalu gemas melihat wajahnya itu! Kekeke...
"Nah, Manager Sialan! Besok, kita lihat bagaimana hasilnya! Kau ikut denganku besok!"
"Eh? Kemana?"
"Nanti ku kirim pesan! Sekarang, kita pulang!"
Dengan itu, kurangkul bahu si Manager Sialan, dan kami pulang bersama ke rumah.
*kediaman Kobayakawa*
-Sena's POV-
CKLEK
Kututup pintu kamar dan kubaringkan badanku di kasur.
Ah, rasanya latihan hari ini benar-benar melelahkan!
Selain itu, Suzuna juga masih bersikap dingin padaku. Aaah, rasanya aku bad mood sekali hari ini.
Oh ya, cek handphone ah! Siapa tahu Suzuna mengirimiku pesan.
Kuambil tasku. Ku acak-acak isi di dalamnya.
...
Ng? Apa ini? Ada kertas.
Kubaca tulisan yang ada di kertas itu.
Hmm, tulisannya di print, tidak memakai tulis tangan. Mencurigakan...
...
Untuk Sena...
Sena, aku ingin bertemu denganmu di taman kota besok pagi. Tepat jam 10 ya! Kutunggu!
Ada hal penting yang mau kubicarakan!
From:
Megumi
...
Di taman kota? Mau apa? Hmm, tidak biasanya! Ada apa ya?
Aku jadi penasaran!
Hmm, tunggu besok saja!
Sekarang, segarkan badan dulu, makan malam, lalu tidur!
*kediaman Taki*
-Suzuna's POV-
TAP...TAP..TAP
Yak! Akhirnya, sampai juga di depan rumah! Rintangan berikutnya, menghadapi kakakku yang idiot itu, lalu sampailah aku di garis finish, yaitu kamarku!
CKLEK
Kubuka pintu rumah. Tepat seperti dugaanku, kakakku yang idiot itu sudah ada di ruang tamu sambil berputar-putar tidak jelas seperti biasanya.
Hiraukan saja Suzuna, hiraukan...
"Ahaha, selamat datang, adikku yang cantik~"
"Iya, iya..."
Aku langsung menuju ke kamar.
BLAM
Kututup pintu kamar.
Kubaringkan tubuhku yang lelah ini di kasur.
Tapi hari ini aku tidak begitu lelah. Karena biasanya aku kelelahan ditambah harus mengurusi kakakku yang idiot itu selama latihan. Tapi tadi kakak tidak latihan, karena ada urusan dengan temannya.
Hmm, sebaiknya, kusiapkan jadwal pelajaran untuk nanti.
Daripada hanya berdiam diri seperti ini?
Kubuka tas milikku.
...
Eh, surat?
Dari siapa ini?
Kubuka surat itu...
...
Untuk Suzuna
Suzuna, besok temui aku di taman kota jam 10 pagi ya! Ada hal penting yang mau kubicarakan!
Jangan terlambat, okay? See you..
From:
Riku
...
Ada apa ini? Tumben sekali? Dan kenapa Riku pakai di print segala? Kenapa tidak tulis tangan saja? Ah, mungkin dia hanya mau bergaya ya..
Hahaha, pikiran bodoh.
Ya sudahlah, yang jelas, besok ke taman untuk bertemu Riku!
Yaaa~ semangat!
*kediaman Kaitani*
-Riku's POV-
"Riku, cepat makan malam dulu! Main gamenya bisa ditunda sebentar kan?"
"Iya, bu, sebentar!"
Huh, itulah ibuku! Selalu mengganggu kesenanganku saat bermain game. Padahal, kapan lagi aku bisa bermain game dengan santai tanpa tugas dan rasa lelah setelah bermain amefuto?
Huh, ya sudahlah...
Kumatikan game itu, dan beranjak makan malam.
*skip time waktu makan*
Nah, makan sudah, tinggal tidur.
Sebelumnya, buka e-mail dulu ah...
Hehehe, sudah lama tidak chatting!
Kunyalakan komputerku, dan kupasang modem.
Langsung kubuka situs yahoo messenger. Langsung saja aku sign in.
...
Ada pesan masuk! Dari siapa ini?
...
Untuk Riku
Riku, besok temui aku di taman kota, tepat jam 10 pagi! Ada hal penting ang mau kubicarakan denganmu! Jangan telat ya...
Kutunggu!
From:
Suzuna
...
Suzuna? Wah, tumben sekali?
Hmm, ya sudahlah. Yang jelas, besok aku harus bertemu Suzuna.
Malam ini, online dulu! Hahaha...
Oh, lihat itu! Di daftar chat ada Kak Hiruma! Ah, sapa jangan ya?
...
Lebih baik jangan...
Haah, menyapa di chat saja aku takut, apalagi di dunia nyata?
Aku ngobrol dengan yang lain saja.
*kediaman Raimon*
-Monta's POV-
"Nyam...nyam...nyam..."
"Hey, mau sampai kapan kau makan pisang terus?"
"Biar saja ayah! Pisang itu enak MAX!"
"Ah, kau ini! Ya sudah! Selesai makan pisang, bantu ayah bekerja di halaman belakang!"
"Muki? Mau apa?"
"Membetulkan kran air. Pipanya tersumbat..."
"Oh, baiklah MAX!"
"Bagus..."
Dan ayah pun pergi berlalu dari kamarku.
...
Huh, ayah selalu mengganggu kesenanganku saat memakan pisang! Padahal, ini saat-saat yang paling kunantikan! Agar bisa makan pisang sepuasnya, tanpa diganggu oleh latihan amefuto MAX!
Kumasukkan lagi satu pisang ke dalam mulutku. Tuhan, entah kenapa, makanan ini terasa selalu enak MAX!
KRIING...KRIING..
Muki? Ada pesan masuk!
Dimana hp-ku? Dimana? Dimana MAX?
Kucari ke seluruh penjuru kamar.
...
Tidak ada MAX!
Bagaimana ini? Eh tunggu!
Coba kuingat...
Ng...
Aha! Di dalam tas! Kubuka tasku.
Dan benar saja, hp-ku ada dialamnya.
Dan...
Muki? Apa itu?
Secarik kertas...
...
SURAT MAX!
Kubaca ah! Mungkin saja dari kak Mamori!
...
Hey, kenapa tulisannya di print?
...
Untuk Monta
Monta, temui aku di taman kota tepat jam 10 pagi besok ya! Jangan terlambat! Ada hal penting yang mau kubicarakan! Kutunggu ya...
From:
Mamori
...
KAK MAMORIIIIIII! AKU DATANG MAAAXX!
Hatiku berbunga-bunga sekali MAX! Aku senang!
Tapi...
Kenapa rasanya tetap ada perasaan yang mengganjal ya? Ah, sudahlah! Yang jelas, sekarang cepat habiskan pisang, pergi membantu ayah sebentar, lalu tidur, dan bertemu kak Mamori!
Semangat MAX!
*kediaman Megumi*
"Nona, makan malam sudah siap!" sahut salah satu pembantuku dari luar kamar.
"Iya, aku segera kesana.."
Dan aku pun menuju ruang makan.
...
Eh? Kenapa makanannya banyak sekali? Ada dua piring dan dua gelas. Siapa yang mau makan bersamaku?
...
"Silahkan duduk, Megumi.."
...
Aku menoleh.
Dia...
Kenapa dia disini?
Sedang apa dia?
"Ikkyu? Apa yang kau lakukan?"
"Aku hanya mengunjungi rumah baru dari saudaraku sendiri. Memangnya tidak boleh? Hehehe..."
"Kau... tapi paling tidak, beri aku kabar terlebih dahulu!"
"Hahaha, bukan kejutan namanya kalau begitu!"
"Apa kau tidak dimarahi, pergi dari Shinryuuji?"
"Tidak. Hari ini untuk beberapa minggu kedepan, Shinryuuji diliburkan. Karena akan ada renovasi. Jadi, daripada aku bosan, lebih baik aku berkunjung kesini! Karena kata ayahmu, kau sudah mulai hidup baru disini! Hahaha..."
"Kau ini! Ya sudah, ayo makan!"
"Hng, baiklah.."
Dan akhirnya, aku makan bersama saudaraku yang sudah lama tak kujumpai ini, Ikkyu.
Ya, Hosokawa Ikkyu.
Aku senang sekali dapat bertemu dengannya lagi. Terakhir kami bertemu, mungkin waktu masih SMP.
Ah, aku merindukannya.
*skip time waktu makan*
Sekarang, aku menonton tv bersama Ikkyu di ruang santai.
Kami juga sesekali berbincang mengenai kesibukan masing-masing. Tapi tidak lama setelah itu, kembali sibuk dengan kegiatan sendiri.
Aku membuka e-mail di hp, dan Ikkyu, hanya asyik menonton berita olah raga.
Hmm, lama tak buka e-mail, rasanya kangen juga waktu chatting dengan Ikkyu. Hahaha...
...
Eh, ada pesan masuk? Siapa ini?
...
Untuk Megumi
Megumi, besok kita ketemu di taman kota jam 10 ya! A-ano... ada yang mau kubicarakan! Ahaha, datang ya! Jangan terlambat!
From:
Sena
...
Sena? Ah, tumben sekali?
Hmm, ya sudahlah, yang jelas, besok aku harus bertemu Sena!
Aku yang asyik membuka e-mail, tak sadar kalau sedari tadi Ikkyu memperhatikanku yang mendadak senyum-senyum sendiri.
"Kau kenapa, Megumi?"
"Eh? Ah, tidak kok! Hahaha, hanya senang saja, sedang ngobrol dengan banyak orang."
"Oh, begitu..."
"Ano, Ikkyu.."
"Ng?"
"Besok temani aku ya?"
"Kemana?"
"Ke taman kota. Aku mau bertemu temanku!"
"Hmm, baiklah, tak masalah.."
"Ah, terima kasih!"
Yak! Besok, aku minta Ikkyu menemaniku saja! Sekalian mengajak dia jalan-jalan kan? Hahaha...
*Apartemen Hiruma*
-Hiruma's POV-
Oh yeah! Pasti anak-anak sialan itu sudah membaca seluruh rangkaian pesan itu! Kekeke, besok aku hanya tinggal menonton saja! Kekeke...
Dan... oh! Lihat itu, di daftar chat ada si Bocah Seibu Sialan, dan si Anak Baru Sialan! Kekeke, mereka pasti sudah membaca e-mail yang ku kirim. Kekeke...
DRRRT...DRRRT...
YA-HA! Fucking Manager Calling! YA-HA!
Cih, menggangu saja!
Kuangkat telepon itu.
"Apa?" 'sapaku' to the point.
"Mou, Hiruma! Harusnya kau sapa dulu! Tidak sopan sekali!"
"Ya..ya.. nanti saja! Ada apa?"
"Bagaimana besok?"
"Ya, besok kita pergi ke taman kota sialan jam 10 tepat! Aku akan menjemputmu besok, jadi jangan bangun siang! Kekeke.."
"Huh, ya tidak lah! Ngomong-ngomong, apa menurutmu rencananya akan berhasil?"
"Tentu saja! Pasti! Kekeke..."
"Hmm, Ya sudah kalau begitu... aku tidur duluan ya, Hiruma!"
"Hng, ya sudah, tidur sana!"
"Selamat malam! Youichiku.."
KLIK
Sambungan terputus.
Dia bilang, 'Youichiku'?
Kekeke, dasar Manager Sialan..
Sebenarnya aku tak mau mengatakan ini, tapi...
"Selamat malam juga, Mamoriku..."
Ah, mengucapkan kalimat itu terasa geli untukku! Padahal orangnya tidak dengar, dan aku hanya bergumam.
Ah, ya sudahlah! Tak penting! Yang penting besok! Kekeke...
~Keesokkan harinya, taman kota, pukul 10.00~
-Normal POV-
Sesuai setiap isi surat, semua yang mendapat pesan itu datang ke taman kota tepat waktu.
Pertama, Sena.
"Mana Megumi? Katanya mau bertemu?"
...
Lalu kemudian, Suzuna.
"Sena?"
"Suzuna? Apa yang kau lakukan disini?"
"Bukan urusanmu..."
"Ah, begitu..."
...
Datanglah Riku.
"Kalian?"
"Riku?" sahut Suzuna dan Sena bersamaan.
"Apa yang kau lakukan disini, Sena?" tanya Riku.
"Aku mau bertemu temanku. Kau sendiri?"
"Aku mau bertemu Suzuna. Karena dia mengajakku bertemu disini.."
"Tunggu!" Suzuna ikut masuk ke pembicaraan. "Bukannya kamu yang mengajakku bertemu disini, Riku?"
"Apa?" sahut Riku heran. "Aku tidak mengajakmu! Justru kau yang mengajakku kan?"
"Hah? Aku tidak pernah mengajakmu kok..."
...
Lalu, datanglah Monta. Seperti biasa, dia datang sambil memakan pisang.
"Muki? Kalian bertiga sedang apa?" tanya Monta pada Riku, Sena, dan Suzuna.
"Monta?" sahut Sena yang menyadari keberadaan Monta.
Monta hanya menatap Sena cuek.
"Apa yang kau lakukan disini, Monta?" tanya Suzuna pada Monta yang tengah asyik dengan pisangnya.
"Aku ada janji dengan Kak Mamori MAX!"
"Janji?" tanya Suzuna heran.
"Iya, janji! Dia ingin bertemu denganku disini, karena katanya ada hal penting yang harus dibicarakan MAX!"
"Hmm, kenapa tempat janjiannya sama ya? Rasanya benar-benar kebetulan.."
...
Tak lama setelah itu, Ikkyu dan Megumi datang.
"Hai semua.." sapa Megumi pada teman-temannya yang tengah bingung satu sama lain.
"Hai, Megu...mi..." sapaan Sena agak macet, karena dia melihat Ikkyu bersama Megumi!
"Ikkyu?" Sahut Sena.
"Yo!" balas Ikkyu.
Monta yang merasa mendengar suara Ikkyu, langsung menoleh. Karena tadi posisi dia berdiri itu, membelakangi Megumi dan Ikkyu.
"Kau?" sahut Monta heran.
"Monyet? Apa yang kau lakukan disini?" balas Ikkyu dengan sangat tajam.
"MUKYAA! Aku buka monyet MAX!"
"Berisik! Monyet tetaplah monyet!"
"Aduh, sudahlah!" Megumi melerai. "Aku tahu, kalian ini musuh bebuyutan di amefuto! Tapi jangan bawa pertengkaran kalian diluar amefuto juga!"
"Iya iya..." ucap Monta dan Ikkyu.
"Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa datang bersamanya?" tanya Riku pada Megumi
"Oh, itu... begini, sebenarnya-"
...
"Datang juga kalian.." sapa Hiruma dan Mamori
"Eh?" sahut semua yang ada disana. Kecuali Hiruma dan Mamori tentu.
"Kak Mamori? Kak Hiruma?" sahut semuanya lagi.
Wah, kompak sekali!
"Kekekeke, sesuai rencana rupanya! Semua berjalan mulus! Kekekeke..." kekeh Hiruma dan tersenyum licik.
"Maaf, membuat kalian bingung..." sahut Mamori dengan senyum malaikat andalannya.
"Tunggu! Sebenarnya, ada apa ini?" tanya Sena yang sedari tadi sudah kebingungan setengah mati.
"Kak Mamori! Cepat jelaskan, kenapa kau datang dengan dia, MAX!" tanya Monta frustasi karena tidak jadi jalan berdua dengan Mamori.
"Kak Mamori, apa maksud semua ini?" tanya Riku tetap tenang.
"Jelaskan, Kak!" sahut Suzuna.
"Sepertinya ada salah paham disini..." pikir Ikkyu.
"Apa yang sebenarnya terjadi sih?" pikir Megumi dengan pusingnya.
"Kekekeke..." hanya itu yang diucapkan Hiruma. Sedangkan Mamori hanya diam. Berpikir untuk mencari kata-kata yang tepat di situasi seperti ini.
.
To Be Continued MAX!
.
Nah, nah! Apa yang akan terjadi di tengah pembicaraan yang memusingkan itu? Seberapa dekat sebenarnya hubungan Ikkyu dan Megumi? Apa maksud sebenarnya dari rencana Hiruma dan Mamori? Tunggu di chap selanjutnya! XD
.
Fyuh, jadi juga chap 4 ini.. =='
Maaf telat ya, habis beberapa hari yang lalu, saya sempat sakit, dan dirawat di ruang ICU..
Saya hampir saja mati, kalau tidak ada yang membantu mendoakan saya sewaktu saya di ambang kematian bersama alat pacu jantung sialan itu. *lebay* XD
Makasih buat semua temen fb ku, yang sudah mendoakanku...
Tanpa kalian, mungkin chap 4 ini takkan pernah ada... :')
Hahaha, maaf, curhat blak-balakan... XD
.
Yah, segitulah dulu! XDD
Sampai jumpa di chap selanjutnya! XD
Jangan lupa review! Flame juga boleh! Asal masuk akal, dan bahasanya sopan yah.. XDd
Babai! *menghilang (?)*.
.
Keep Spirit Up!
Mayu-chan
