Disclamer : Oda sensei
Author : C.O.N.S
Rated T
Genre : Romance, Family, Humor.
Pair : Doflamingo x Hancock
OOC : Bayi Junior.
Read and Review please
Terkadang Doflamingo menyumpahi kenapa malam ini terasa lama. Setidaknya ia berhasil tidur walaupun hanya 4 jam, ya, e jam saja. Ini semua karena siksaan masa lalu yang belum bisa lepas dari pikirannya. Ia menatap wanita yang sedang tertidur pulas, tentu karena ia terlalu lelah.
Doflamingo sempat berpikir apakah wanita ini bisa tidur malam ini, di kamarnya yang tampak asing sekarang?
Ia merapikan rambut gelap wanita itu, menampilkan wajah cantiknya yang sangat cantik.
Ucapan bahwa hanya Hancock mantan kekasih yang membuatnya terpikat tidak bisa dirubah. Doflamingo sudah berkali-kali ingin menjalin wanita lain tetapi tidak bisa. Rasanya begitu aneh, wanita ini seolah mengunci semuanya. Bahkan perasaannya, tetapi tidak dengan wanita itu, buktinya bahwa wanita ini sudah bertungan dengan pria lain membuatnya semakin muak.
Tapi bisakah malam ini ia tidak menjadi pria yang egois?
Ia ingin menjadi pria yang berbeda, hanya untuk malam ini.
Doflamingo merebahkan tubuhnya perlahan, memeluk tubuh itu dengan lembut dan mencium pundaknya. Wanita ini tidak sadar dan masih tidur, mungkin ia terlalu lelah berhadapan dengannya.
"Apa kau tidak ingat semuanya?"
"Apa kau tidak tahu. Aku benar-benar tersiksa, setelah kepergian Corazon dan kau, aku benar-benar tak tahu harus bagaimana. Junior adalah obat yang terbaik untukku, setidaknya mengingatkanku bahwa .."
Doflamingo mengerakan jarinya menyentuh pipi mulus wanita itu. "Hubungan kita bukanlah mimpi indah,"
Perlahan ia memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.
...
Ketika Hancock bangun, ia sendirian di ranjang besar itu. Tidak ada pria itu, dengan cepat ia melihat pakaiannya dan bernafas lega bahwa pakaian itu masih menempel pada tubuhnya. Sepertinya Doflamingo tidak melakukan hal bodoh kali ini.
Borgol itu hilang entah kemana dan Hancock tidak peduli. Ia segera merapikan tubuhnya dan pergi ke kamar mandi.
Kamar mandi yang begitu mewah, tentu saja, Doflamingo adalah seorang raja sama sepertinya. Pelayanan nomor satu yang paling utama.
Ia menengelamkan tubuhnya pada bathtub yang besar nan nyaman itu. Merenungkan bahwa kini ia tinggal bersama pria itu. Hancock yakin bahwa pria itu sedang merencanakan sesuatu dan tentu saja berhubungan dengan bayinya.
"Ah kenapa wajahnya bisa mirip dengan Doflamingo? Kenapa tidak mirip denganku saja?" tanya Hancock sedikit kesal. Tentu saja melihat bayinya sendiri akan membuat efek bersalah menderanya. Ia meninggalkan pria itu, meninggalkan bayinya sendirian.
"Aku tak yakin, tetapi lupakan. Pria itu tidak pantas dalam pikiranku," ucapnya kepada dirinya sendiri.
Ia berdiri dari bathtub itu, mengenakan gaun sutra yang mewah. Hanya itu handuk untuk Hancock yang disediakan Doflamingo, bahkan ia tidak memiliki baju lagi.
Hancock membuka pintu kamar mandi dan menutupnya, menghela nafas berat.
"Sudah selesai?"
Jantung Hancock hampir saja copot dari tempatnya, "Doflamingo kau membuatku nyaris mati!" bentak Hancock menatap pria yang sedang duduk diranjangnya dengan nyaman.
Pria itu tersenyum lebar, menatap Hancock dengan tatapan menyelidik. "Hentikan tatapanmu bodoh, kau membuatku tak nyaman." Hancock segera berjalan menghindari pria itu, tetapi pria itu masih menatapnya.
"Apa kau tak memiliki pakaian untukku?" tanya Hancock sombong.
"Tentu manis, aku raja. Aku bisa mendapatkan apapaun," ucap Doflamingo riang.
"Terserah,"
"Kau bisa memilihnya sendiri, aku sudah memasukkan bajumu ke dalam lemari pakaianku. Kau bebas memilihnya,"
Hancock menatap lemari besar itu dan membuka pintunya. Ucapan Doflamingo benar, banyak pakaian wanita disana, "Oh jadi ini pakaian para wanita yang pernah tidur bersamamu?" tanya Hancock dengan nada menghina.
"Tidak ada wanita yang pernah tidur di kamar ini selain kamu, Hancock," ucap Doflamingo, pria itu berdiri. "Aku akan menunggumu berganti pakaian diluar, ada sesuatu yang menarik yang ingin kuperlihatkan."
Suara pintu di tutup dengan keras membuat Hancock terdiam. Siapa yang menyangka bahwa jawaban Doflamingo membuatnya membeku.
Itu hanya masa lalu, bukan kesalahan Doflamingo. Tetapi hanya Hancock yang bersikeras untuk meningalkannya.
...
Banyak wanita yang menyapa Doflamingo, meneriakkan namanya seolah Doflamingo adalah raja. Hancock yakin bahwa Doflamingo pasti dengan mudah mengajak mereka kekamarnya.
"Tidak ada wanita yang pernah tidur di kamar ini selain kamu, Hancock," tetapi kata-kata yang diucapkan Doflamingo bukanlah kebohongan, mendengar hal itu, perlahan Hancock tersenyum kecil.
"Kenapa? Apa kau gila sekarang?"
"Ada apa? Memangnya aku tidak boleh tersenyum?" tanya Hancock sebal, oh jangan lupa bahwa Doflamingo masih menyebalkan seperti biasa.
"Waka-sama," panggil wanita-wanita itu mendekati Doflamingo. Pria itu tidak menjawab hanya menoleh tanda responsnya. "Mengapa kau memborgol dirimu dengan wanita itu?" tanya wanita yang kini mengerubungi mereka.
"Bisakah kalian pergi. Apa kau tidak lihat bahwa waka-sama sedang sibuk?" tanya Baby 5 menatap para wanita itu sebal.
Para wanita itu tidak senang dan segera pergi, meninggalkan Doflamingo bersama Hancock.
"Terimakasih Baby 5," ucap Doflamingo dan berjalan pergi. Hancock menatap wanita itu, dari tingkahnya sepertinya Hancock bisa menebak bahwa wanita itu adalah keluarga Doflamingo. Hancock mengikutinya dengan bersungut-sungut. "Kau mau mengajakku kemana?"
"Kita akan berbelanja, baju itu, baju yang kupilihkan untukmu. Belum ada yang memakainya, kurasa itu bukan seleramu."
Hancock harus berpikir dulu lain kali sebelum membalas ucapan Doflamingo. Sepertinya pria itu lebih sensitif dari biasanya, mungkin karena ia kurang tidur atau ucapan Hancock yang membuatnya terluka.
...
Hari ini bisa dibilang cukup menyenangkan. Walaupun Hancock selalu menepis ucapan bahwa mereka sedang kencan dalam pikirannya. Tetapi tetap saja, berjalan-jalan berdua, berbelanja, makan di luar dan hanya berdua. Kalau bukan kencan apa namanya?
Beberapa orang menatap mereka menyadari bahwa pria itu adalah raja. Sepertinya pemandangan yang sangat langka. Hancock tahu bahwa Doflamingo adalah pria yang sibuk. Pekerjaannya yang banyak, membuat ia tidak bisa berjalan-jalan.
Tetapi kenapa pria itu hari ini menemaninya?
"Apa kau tidak sibuk?" tanya Hancock menatap pria besar itu. Ia sedang membaca buku dan duduk di sofa kamarnya. Sementara di dekatnya ada bayi kecil yang bermain-main dengannya, terkadang Doflamingo mengubrisnya terkadang tidak.
Junior sama sekali tidak mau di sentuh olehnya. Hancock mendekati Doflamingo perlahan.
"Tidak, semuanya sudah kuselesaikan." Doflamingo cuek, membiarkan Hancock berusaha mendapatkan perhatian dari bayi itu. Tetapi bayi itu tidak peduli dengannya, sifat mereka hampir sama bukan.
"Kenapa dia tak peduli kepadaku?!" erang Hancok putus asa.
"Bukankah sifatmu sama sepertinya saat ini? Selalu tidak peduli kepada orang lain?"
"Apa masalahmu denganku Doflamingo?" tanya Hancock tak senang.
Mendengar hal itu Doflamingo hanya tertawa, ia mengendong bayi itu dan mengusap pipinya. "Waktunya tidur junior,"
Doflamingo berdiri dari sofanya, menaruh buku itu disebelahnya dan mengendong bayi itu. Tampaknya bayi itu setuju dengan ucapan ayahnya dan ia menguap.
Hancock terkejut, siapa yang menyangka bahwa Doflamingo akan peduli kepada bayinya?
"Kurasa keputusan itu bukanlah buruk."
-TO BE CONTINUED-
Hi, author back. Maaf lama, updatanya. Maafkan daku, sempat malas untuk melajutkannya. Tetapi aku menyukai review kalian dan melajutkannya.
Thanks.
Review lagi please
