Chapter 4
Title :Boy's Falling In Love Part 1
Pairing: JeongCheol - Jihan
Rating: T
Dengan langkah terburu-buru jeonghan masuk ke rumahnya. Pikiran seakan hilang untuk beberapa detik. Ia masih mengingat tentang apa yang barusan menimpanya. Mungkin hari ini adalah hari terburuk baginya.
"Hey.."
"Astaga! hyung kau mengagetkanku!." Teriak jeonghan. Kelepasan, mungkin karena terlalu kaget melihat baekho yang muncul secara tiba-tiba.
Baekho melangkah mendekati jeonghan yang masih kaget di depan pintu.
"ada apa denganmu? Kau berlebihan, ada yang kau sembunyikan?" baekho menatap intens adiknya.
"ti-tidak. Tidak ada apa-apa hyung. Sungguh." Gugup jeonghan.
"hhm, mencurigakan." Acuh baekho meninggalkan adiknya. Jeonghan bernafas lega. Akhirnya hyung nya pergi tanpa bertanya yang macam-macam lagi tentangnya. Apalagi kalau sampai hyungnya tau apa yang barusan dialaminya. Bisa gawat.
flashback
"buka pintunya, aku mau pulang." Jeonghan marah ia ingin cepat keluar dari mobil ini. lebih tepatnya mobil Scoups.
"Jadilah pacarku."
Deg. Seketika kegiatan jeonghan membuka pintu itu terhenti. Ia dengan jelas mendengar itu. ia mendadak terdiam.
"apa katamu hyu—
Ucapan jeonghan terputus saat dengan tiba-tiba Scoups menciumnya singkat di pipinya. Jeonghan terdiam.
"Hy-hyung, kau gila. Aku tidak mau!" balas jeonghan seakan tersadar. Ia heran dengan namja di sebelahnya ini. Untung saja ia tidak menonjok wajah pucat Scoups tersebut karna telah lancang menciumnya tadi.
"aku tidak suka penolakan!" Balas scoups semaunya sendiri.
"Aiss tapi, aku tidak suka padamu, jadi kumohon jangan gila seperti ini.!" kesal jeonghan.
"hhm tapi sayangnya kau tak ada pilihan chagie, kau harus jadi pacarku mulai sekarang!" paksa Scoups dengan kalimatnya. Jeonghan mulai jengah dengan sikap egois namja di sebelahnya ini. Kepala nya seakan mau pecah menghadapi seorang dengan tingkat keegoisan selangit seperti Scoups.
"Jangan sembarangan memanggilku seperti itu, aku bukan pacarmu.!"
"kau pacarku mulai sekarang!" kukuh Scoups.
"tidak. Aku tidak menerimaa-" ucapan jeonghan keburu dipotong Scoups.
"jika kau menolak kucium kau lagi, tapi di sini" goda Scoups sambil menyentuh ujung bibir Jeonghan dengan telunjuknya. Yang langsung dibalas dengan tatapan horor jeonghan. Jeonghan segera menepis dengan kasar tangan Scoups.
'sialan kenapa dia selalu seenaknya, hhm lebih baik aku abaikan saja ucapannya.' Batin jeonghan.
"Diam berarti setuju. Baiklah chagie mulai sekarang kita pacaran". Hhe seringai Scoups sambil melirik Jeonghan yang diam dengan wajah marahnya. Kemudian Scoups melanjutkan kembali perjalanannya menuju rumah Jeonghan yang sudah ia ketahui alamatnya.
Jeonghan hanya diam. Daripada mencari masalah dengan Scoups yang sudah gila menurutnya lebih baik dia diam.
Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di kediaman Jeonghan. Jeonghan tak habis pikir, sejak kapan Scoups tau alamatnya. Namun ia sudah malas bertanya. Ia segera turun saat pintu mobil itu bisa terbuka.
Ia langsung keluar tanpa mengucap satu katapun untuk Scoups, ia terlanjur jengkel dengan namja itu. Ia tidak peduli kalau sampai dianggap tidak tau terima kasih karena sudah diantar.
Scoups hanya tersenyum melihat wajah Jeonghan yang jelas begitu menahan kesal mungkin terhadapnya. Namun itu menjadi kesenangnya sendiri baginya.
"sampai ketemu besok chagie" ucap Scoups entah kepada siapa. Ia hanya sendirian di sana.
Flashback end
-ke esokan harinya-
Suasana ramai memenuhi kondisi kantin siang ini. Sudah banyak kursi yang dipenuhi mahasiswa. Jeonghan yang tengah menyantap makan siangnya sendirian, namun ia bingung kenapa si boo belum juga kembali dari toilet. Ada apa dengan namja chabi tersebut. Sudah lebih dari 10 menit ia pergi.
Baru saja Jeonghan ingin makan duluan namun teriakan melengking seungkwan mengema meneriakinya dari pintu kantin.
"JEONGHAN-nah" boo berlari menghampiri jeonghan.
'aiss boo please jangan teriak-teriak seperti itu'batin jeonghan.
"ada apa boo? Kenapa kau teriak-teriak hah? Kau melihat hantu?"
"tidak-tidak. Palli ikut aku.." seret-seret boo, ia geram melihat jeonghan yang tak kunjung bergegas mengikutinya.
"kenapa? Ada apa?" jawab jeonghan dengan santainya.
"jisoo hyung, ayo lihat jisoo hyung?"
"ada apa dengan jisoo hyung boo?"
"jisoo hyung berkelahi di lapangan basket!".
"mwoo?" jeonghan mulai khawatir karena mendengar kabar tentang jisoo, secepat kilat jeonghan bergegas pergi meninggalkan boo menuju lapangan basket.
Jeonghan sebenarnya bingung kenapa bisa jisoo hyung berkelahi, dan dengan siapa. Karena setahu jeongan jisoo itu terkenal dengan sikapnya yang baik mana mungkin berkelahi seperti yang dikatakan boo barusan.
Dengan tergesa-gesa jeonghan berlari. Dari jauh jeonghan melihat kerumunan orang yang di lapangan basket. Ia mulai gelisah.
Akhirnya karena terlalu penasaran jeonghan berusaha menerobos kerumunan orang tersebut, apa benar kalau jisoo hyung yang sedang berkelahi di sana. Dan jawabannya...
Untuk beberapa saat jeonghan shock, ternyata benar jisoo lah yang sedang berkelahi. Tetapi yang lebih mengejutkan lagi jisoo berkelahi dengan namja yang jeonghan kenal. Ia namjaa yang sangat menjengkelkan menurut jeonghan. Siapa lagi kalau bukan..
"scoups hyung kumohon hentikan.!" Paksa jeonghan menarik scoups yang menindih jisoo.
"kalian berhenti! Kumohon!". Ulang jeonghan seraya menarik bahu scoups sekuat yang ia bisa dan akhirnya berhasil..
Flashback
duk duk duk, suara bola basket terpantul cepat. Beberapa mahasiswa sedang mengisi waktu luang mereka bermain basket di lapangan. Tak terkecuali jisoo, walaupun nyatanya ia adalah mahasiswa club vocal tetapi basket adalah salah satu kegemarannya. Ia semangat bermain siang ini, meskipun siang namun cuaca sedang mendung jadi tak apa bermain meskipun di luar ruangan seperti saat ini.
Saat sedang asyik bermain, bola jisoo terlempar. Niat awal mengambil bola tersebut, nyatanya ada seseorang yang mengambil bola tersebut dan menahannya dengan sengaja.
Jisoo mendekati namja tersebut.
"bisa lempar bolanya padaku?" pinta jisoo yang berhenti 5 meter dari namja tersebut. Namun terlihat jelas namja itu tak menghiraukan malah asyik memenggangi bola di tangannya. Jisoo yang merasa diabaikan mencoba mendekat untuk mengambil langsung.
Eitss... duk..
Saat jisoo mencoba mengambil langsung bola dari tangan namja tersebut, malah namja itu dengan sengaja melempar jauh ke arah lain. Sangat terlihat seperti sedang mempermainkan jisoo. Sepertinya jisoo mulai terpancing.
"ada masalah apa kau denganku?" jisoo mulai geram. Namja tersebut tepat berada di hadapannya. Saat jisoo melihat namja tersebut. Ia sejenak mengingat orang yang sedang berada dihadapannya ini.
Memorinya seakan kembali ke masa lalu. Masa dimana ia sungguh tak ingin kembali mengingatnya.
'huh tak kusangka aku akan bertemu lagi dengan orang seperti ini. Sabar jisoo' batin jisoo
"jauhi kekasihku!" ucapnya.
Jisoo tersenyum remeh, ia heran dengan namja yang ia kenal bernama scoups ini, tiba-tiba datang dan memperingatinya untuk menjauhi kekasihnya. Benar saja. Emang siapa kekasihnya. Sungguh menggelikan.
"kekasihmu? Emang siapa kekasihmu aku tidak mengenalnya?"
"jeonghan! Jauhi jeonghan!"
Jisoo tak habis pikir jika jeonghan memiliki kekasih seberandal scoups.
"aku tidak tau jika jeonghan adalah kekasihmu. Aku sungguh menyesalkan jika jeonghan memiliki kekasih spertimu! Dan aku sungguh menyesal kenapa sekarang aku kembali bertemu denganmu. Sudah sekian lama kita tidak bertemu bukan." Balas jisoo. Membuat scoups mengerutkan dahinya mendengar pernyataan jisoo. Seolah mereka pernah saling mengenal sejak lama.
Menurut scoups ia baru mengenal jisoo baru-baru ini, itupun karena ia dekat dengan jeonghan.
"oh maaf aku tak mengenalmu." Balas scoups dengan santainya.
"oh begitukah? Apa kau ingat jika aku sebutkan julukan 'dua kutu busuk penghuni sekolah'? mereka dua siswa yang sering kau dan teman-temanmu bully hingga keduannya setiap hari menjadi bahan hinaan dan ejekan oleh kalian dan semua murid sekolah pada waktu itu?, apa kau masih tak mengingatnya." Ucap jisoo dengan tatapan tajam ke arah scoups.
Scoups diam namun ia mencerna setiap penjelasan jisoo. Saat jisoo mengucapkan 'dua kutu busuk penghuni sekolah' ia kembali mengingat julukan tersebut yang sering scoups dan temam-temannya ejekan kepada dua siswa kuper di sekolah mereka. Namun scoups tak mengerti mengapa jisoo mengetahui itu. Dan seolah-olah ia adalah orang tersebut. Atau jangan-jangan jisoo adalah...
"tak mungkin kalau kau itu adalah dia?" scoups sangat terkejut. Ia sungguh tak menyangka kau temannya yang sering dia bully bersama teman-temannya yang juga sering ia ejek adalah jisoo. Jisoo yang dulu dan sekarang sangatlah berbeda. Jisoo yang ia kenal dulu sangat terlihat kuper, culun dengan kaca mata besar di matanya. Sungguh pas untuk mereka bully. Sedangkan jisoo yang dihadapannya ini sungguh berbeda. Penampilan modis, badan proporsional dan tak ada kacamata besar yang mengantung di telinganya.
"hhm, kau benar itu adalah aku. Kenapa kau tak percaya? Kau mengira jisoo yang dulu tetap tak pernah berubah?" marah jisoo. Dengan emosi ia menonjok wajah scoups. Entah karena dendam atau terbawa amarah sehingga jisoo sangat ingin memukul scoups untuk saat ini.
Scoups tersungkur, mahasiswa yang lain tak berani melerai mereka hanya melihat. Jisoo yang masih terbawa amarah ia memukul kembali namun scoups yang tak mau kalah juga membalas.
"kau pasti tidak pernah menyesali perbuatanmu bukan? Apa kau pernah meminta maaf kepada kami!HAH!" teriak jisoo disela-sela ajang saling pukul mereka.
"dan satu lagi kau harus bertanggung jawab atas kematian Hanbyul!" geram jisoo.
Untuk kesekian kalinya ia kembali mengenang kenangan masa lalu tentang dirinya dan Hanbyul. Teman dekatnya yang sering dibully. Ia ingat betul betapa menyedihkannya dirinya dan Hanbyul yang terus-terusan menahan ejekan yang terus diserukan kepada mereka berdua. Dimana otak utamanya adalah Scoups yang merupakan ketua genk yang terusan membully mereka dan siswa lain yang mereka anggap lemah.
Lagi-lagi scoups kaget mendengar kabar hanbyul gadis yang sering ia ejek di waktu sekolah sudah meninggal. Dan mengapa jisoo menyalahkannya. Apa salahnya? Scoups tidak mengerti.
"kau pasti tidak menyadari pada waktu itu lebih tepatnya satu hari sebelum kepindahanmu kau membuat Hanbyul terkurung di sekolah. Kau pasti tidak tau kan kejadian setelah itu. ia kecelakaan! Hanbyul koma 2 minggu dan akhirnya meninggal. Dan itu semua karena kalian!" tuduh jisoo dengan emosi.
Scoups yang masih tak menyangka karena ulahnya dan teman-temannya waktu sekolah itu hingga menyebabkan salah satu temannya meninggal. Pada awalnya mereka hanya iseng melakukan pembullyan itu, dan tidak menyangka berakhir dengan kejadian seperti ini.
Scoups pun tak mengetahui kabar tentang itu. atau teman-temannya dengan sengaja menutupi kabar tentang kematian Habyul darinya.
"aku sungguh tak mengetahui tentang kabar itu. aku tidak menyangka gadis itu akan meninggal." Bela scoups.
"huh, percuma untuk apa kau tau. Kau juga pasti tidak akan menyesal bukan. Dan sepertinya aku tau kelemahanmu." Jisoo menyeringai.
Scoups yang seakan mengerti maksud ucapan jisoo, balik emosi ia memukul jisoo lebih keras.
"jangan macam-macam kau dengan jeonghan. Kalau kau tidak ingin kembali berurusan lagi denganku!"
"aku tidak takut" lawan jisoo..
Scoups yang emosi memukul jisoo sebisanya. Dan berlanjutlah aksi pukul antara jisoo dan scoups.
Flashback end
"hyung kau tidak apa-apa?" jeonghan segera menolong jisoo yang tersungkur di lantai dengan wajah penuh lebam. Jeonghan tidak habis pikir ada apa dengan scoups dan jisoo sehingga berkelahi separah ini.
Mahasiswa yang lain sudah pada pergi meninggalkan mereka. tinggalah jisoo, scoups, jeonghan dan boo di lapangan itu.
"hyung ayo ke ruangan kesehatan, lukamu harus segera diobati hyung." Ucap jeonghan sambil mencoba membantu jisoo berdiri, namun keburu scoups yang menarik lengannya untuk menjauhkan ia dengan jisoo.
"ya! Hyung lepaskan. Apa maumu?" marah jeonghan karena tiba-tiba scoups menariknya.
"jauhi dia!" tegas scoups dengan memegang erat lengan jeonghan.
"jangan mengaturku. Kau berlebihan hyung." Ucap jeonghan menahan amarahnya.
"kali ini kau harus mendengaar kataku!"
"sekali lagi jangan mengaturku hyung. Aku tidak suka itu". jeonghan sebenarnya tidak suka terlalu ingin cari masalah lagi dengan scoups. Ia mulai meninggalkan scoups. Namun baru dua langkah ia mengambil sesuatu dari tasnya.
Jeonghan berjalan kembali ke arah scoups yang masih setia berdiri di tempatnya.
"tutup lukamu dengan ini."ucap jeonghan setelah memberikan plester antiseptik yang selalu ia bawa di tasnya kepada scoups.
Scoups terpaku di tempatnya. Ia tersenyum melihat plester pemberian jeonghan. Ia sangat senang mendapat pemberian itu dari jeonghan. Ini adalah hadiah pertama yang ia dapat. Sepertinya setelah ini scoups akan semakin gencar mendekati jeonghan. Hanya satu yang harus diwaspadainya untuk saat ini. yaitu jisoo.
Jisoo yang sedang di papah oleh jeonghan dan boo menoleh kearah scoups sambil menyeringai.
'saatnya aku balas dendam' batin jisoo.
TBC
Mianhe, T_T mianhe baru bisa update sekarang. Semoga masih ada yang ingat dengan cerita ini. Sempet galau gegara gak semangat ngelanjuti cerita, tapi pas baca review dr kalian sungguh guna banget review kalian buat jadi motivasi buat ngelanjuti ni ff. ^^ Gomawo buat yang udah baca apalagi sempet-sempetnya ngeriview. ^^ semoga chapter selanjutnya cepet kelar chingu...
42
