Title: Lets Get a Child

Author: Nekun

Cast: Yunho, Jaejoong and others

Pairing: YunJae

Genre: Romance & Drama

Rate: M

Warning: yaoi, mpreg, bahasa tidak baku, typo

Disclimer: semua cast bukan milik saya

PART 4

CKITT!

Yunho menghentikan mobilnya tepat di depan gedung Perusahaan Jaejoong. Selain membeli apartemen untuk meningkatkan intensitas pertemuan mereka, Yunho juga berencana mengantar jemput Jaejoong mulai hari ini. Ahli waris Jung Corp. itu sama sekali tidak keberatan walaupun dia harus berjalan memutar. Hal itu semua dia lakukan demi membangun chemistry dengan istrinya tercinta, yahh walaupun sepertinya insiden memasang dasi tadi pagi sedikit mengguncang Jaejoong. Buktinya dari tadi namja cantik itu hanya diam membisu tak sudi mengeluarkan satu patah kata pun.

Setelah menyadari bahwa mereka sudah sampai Jaejoong bergegas ingin membuka pintu dan turun. Akan tetapi dia merasa sesuatu sedang menahan tangannya, dia tahu itu perbuatan Yunho. Memangnya siapa lagi? Dengan enggan Jaejoong menjatuhkan lagi bokong seksinya di jok penumpang mobil kebanggaan suaminya itu.

"Bagaimanapun kau itu istriku Jae," ucar Yunho pelan

DEG!

Hati Jaejoong berdesir tiba-tiba, ada perasaan baru yang tumbuh dihatinya, terasa asing sekaligus menyenangkan. Dan dia mulai mengutuki dirinya sendiri setelah menyadari bahwa perasaan asing itu muncul karena Yunho menyebutnya 'istri'. Hell

"Aku tidak mungkin memperlakukanmu sama seperti aku memperlakukan pegawai prostitusi. Aku menghormatimu, kau namja terhormat dari keluarga baik-baik. Aku tidak ingin meninggalkan kesan buruk di antara kita. Setidaknya jika kita benar-benar berpisah nanti, kita masih bisa berhubungan baik," sayangnya itu tidak akan terjadi Jae, kau dan aku tidak akan berpisah. Begitu pikir Yunho

Jaejoong hanya terdiam, lagipula dia memang tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk menyahuti perkataan Yunho

"Kka, sekarang pergilah.."Jaejoong benci ini sebenarnya, kenapa semua seruan Yunho terdengar mutlak di telingannya dan tidak bisa dibantah. Dengan buru-buru Jaejoong segera turun dari mobil dan memasuki gedung perusahaannya.

Sedangkan Yunho yang sudah bersiap menancap gas tiba-tiba mengurungkan niatnya. Dia melihat ponsel Jaejoong tergeletak di jok samping.

XOXO

Jaejoong berjalan pelan menuju ruangannya, tapi seketika ia menghentikan langkah setelah mendapati seseorang berdiri tepat di depan pintu ruang kerja Jaejoong.

"Changmin, kenapa kau sudah ada disini?"well , jujur saja Jaejoong sedikit terkejut melihat sahabat yang sudah dianggapnya adik itu tiba-tiba muncul di depannya.

"Selamat pagi Jaejoong hyung," bukannya menjawab, namja berkelebihan kalsium itu malah balik menyapa dengan senyum sejuta watt andalannya

"Ya,kenapa kau tidak menunggu di dalam saja?"

"Engg tadi saya sudah mengusulkan agar Shim Changmin-shi menunggu di dalam saja Sajangnim. Tapi beliau tidak mau," sela Ga Eun menimpali, dan Jaejoongpun melempar pandangan ke arah Changmin seolah bertanya 'Apa itu benar?'

Changmin malah terkekeh pelan,"Tidak apa-apa hyung, lagipula aku hanya ingin memberi salam ko,"jawabnya sambil menarik sebuket bunga mawar merah dari balik punggung dan menyodorkannya pada Jaejoong,"Sekali lagi selamat pagi Jaejoong hyung"

Jaejoong speechless, dia tersanjung sekaligus heran, sejak kapan si setan kecil ini bisa bersikap manis? "U-Uwaaaahhhh gomawo, tidak perlu repot-repot Changmin-ah, kau membuatku jadi malu..."ucapan terima kasih yang diselingi gerutuan itu diakhiri Jaejoong dengan menghirup perlahan aroma bunga mawar di genggamannya.

Jaejoong yang memejamkan mata dengan cantiknya saat menghirup aroma mawar itu sungguh tidak baik bagi kesehatan hati Changmin, namja cantik itu terlihat damai bagai malaikat, ughhh Changmin can't take this perfection any longer, too much pain..

Di tengah keterbuaiannya akan kecantikan Jaejoong, tanpa disangka namja tinggi itu menangkap sosok Yunho berdiri di seberang sana, jangan lupa pandangan menusuk dari mata musangnya. Dan kasak-kusukpun tidak bisa dihindari diantara para stuff Jaejoong. Bagaimana mungkin mereka bisa biasa-biasa saja, kalau seorang Jung Yunho yang tersohor itu berdiri di depàn mereka.

"Oh iya, sepertinya sudah waktunya aku untuk pergi, tapi tenang saja, hyung tidak perlu memasang wajah sedih begitu karena aku akan berkunjung lagi," kelakar Changmin sedikit menggodanya, dan Jaejoong hanya bisa terkekeh pelan

"Baiklah hyung, aku pergi dulu,"

"Ne, hati-hati di jalan Changmin-ah," jawab Jaejoong sambil membalik tubuhnya berniat mengantar kepergian Changmin, saat itulah dia baru menyadari keberadaan Yunho "Loh, Yunho kenapa kau masih di sini?"

Yang ditanya tidak menjawab dan lebih memilih memasang wajah masam. Changmin yang memang berencana keluar mau tidak mau harus berpapasan dengan Yunho. Dengan sengaja Changmin berhenti tepat didepan namja bermata musang itu.

"Perang, baru saja dimulai hyung,"bisik Changmin yang lebih mirip desisan, tak lupa dengan sengaja Changmin menabrak bahu Yunho dengan bahunya sendiri sebagai tanda dimulainya perang dingin di antara mereka, yang cukup berhasil membuat Yunho sedikit bergeming

"Shit, bocah itu berani menantangku?" Gumam Yunho kesal sambil melihat kepergian Changmin dengan pandangan mengutuk sampai dia tidak menyadari jika Jaejoong sudah berdiri di sampingnya.

"Ya, Yunho-" Jaejoong menggantung ucapannya, ekor matanya mulai melirik ke sekeliling. Hampir saja dia kelepasan memanggil Yunho dengan embel-embel 'shi'

Merasa dipanggil, Yunho menoleh kesamping dan merasa iritasi melihat sebuket bunga mawar di dekapan Jaejoong. Dengan tidak sabaran Yunho menarik istrinya masuk ke ruangan kusus Direktur, ruangan milik Jaejoong. Aksi yang cukup mengundang rasa penasaran bagi para stuff Jaejoong yang menyaksikan polah tingkah mereka sejak tadi

BRAK!

Yunho menutup pintu kasar dan menghempaskan Jaejoong di baliknya.

"Awww" keluh Jaejoong kesakitan karena punggungnya menghantam daun pintu

Yunho merebut buket bunga itu secara kasar dan membuangnya di tong sampah

"Ya, apa yang kau lakukan Yunho-shi?!"

"Wae, kau keberatan?" Balik Yunho dingin yang membuat Jaejoong sedikit berjengit, memaksanya mengingat Yunho yang tadi pagi. Yunho yang dingin, Yunho yang terlihat kejam

"Kalau kau begitu menginginkan bunga aku bisa membelikan sebanyak yang kau mau beserta tokonya!"lanjut Yunho, "Oh ataukah karena bunga itu dari Changmin jadi kau melarangku membuangnya, begitu Kim Jaejoong?"sarcam Yunho

"B-bukan begitu-"Jaejoong tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas dia tidak sempat melanjutkan kata-katanya karena tubuhnya ditarik secara tiba-tiba. Dia pun mengaduh sakit karena punggungnya bertubrukan dengan permukaan meja kerjanya. Yunho langsung memerangkap Jaejoong yang sebagian tubuhnya terlentang di bawahnya. Sedangkan kaki Jaejoong menggantung sepanjang tinggi meja.

"Y-Yunho-shi.."cicit Jaejoong lirih menyadari posisi mereka yang sedikit err...intim. Dan wajah Yunho yang terlampau dekat juga sama sekali tidak membantu.

"Sampai sekarang aku masih mempertanyakan kecerdasanmu Jae, kau memang bodoh atau pura-pura bodoh tidak menyadari jika Changmin punya maksud tertentu padamu, oeh?"

"M-mwo, maksud tertentu apa?"tanya Jaejoong bingung

Yunho tersenyum miring," Ck, sungguh berbahaya, kalau aku tidak bergerak cepat mungkin kau benar-benar masuk ke perangkapnya. Ohh dan sepertinya aku berubah pikiran, menuruti keinginanmu untuk bergerak cepat tidak buruk juga.."

"Mak-maksudmu?" gagap Jaejoong

Yunho menyeringai"Maksudku bergerak cepat ini Jae.."

SRETT!

Yunho menarik kasar dasi yang melingkar di leher Jaejoong mencoba untuk melepasnya.

"Arrghhh Yunh-mmpphhh,"belum sempat Jaejoong menyerukan protes akan rasa sakit pada lehernya, Yunho lebih dulu membungkam bibir Jaejoong dengan bibirnya sendiri

Jaejoong membulatkan mata, dia tidak menyangka Yunho akan melakukan ini. Pikirannya panik sampai dia tidak sadar jika ciuman pertamanya direnggut saat dia setengah terlentang di atas meja kerja. Ohh tentu ini bukan situasi yang Jaejoong impikan untuk melepas status bibir virginnya. Jangan lupa jika namja yang tengah mengungkungnya sekarang menciumnya dengan kasar. The hell Jung Yunho

"Emmhhh...lepph,,passhhh,,,mmpphh"Jaejoong berusaha mendorong bahu Yunho, tapi apa mau dikata perbedaan tenaga membuat Jaejoong merasa payah, yang ada Jung-tidak-tahu-diri-Yunho itu justru memperdalam ciumannya.

Tak,

Tak,

Tak!

Dengan lihai jemari Yunho melepas kancing kemeja Jaejoong, namja cantik itu bahkan tidak menyadari jika bajunya sudah terkoyak hingga dia merasakan usapan tangan Yunho di kulitnya.

"Eunghhhhhh..." satu desahan lolos dari bibir cherry itu saat jemari Yunho mengusap ujung nipple kemerahan milik Jaejoong

"Sstt kecilkan suaramu sayang, aku tidak yakin dengan kualitas peredam suara di ruangan ini.." kekeh Yunho yang dihadiahi death glare dari si cantik seolah berkata 'memangnya aku bersuara gara-gara siapa?!'

"Khu-khu kau lucu sekali,,,"dengan tangan yang masing sibuk menjelajahi tubuh Jaejoong, ciuman Yunho turun ke leher

"Yunnhhoo..pleasehh,,hentikan,,inihhh,"pinta Jaejoong memelas, perlu diingat ini pertama kalinya Jaejoong di sentuh orang lain, rasanya begitu aneh dan tidak nyaman, rasanya semua tenaga miliknya musnah, persendiannya melumer, suaranya tercekat, dan detak jantungnya tak beraturan.

"Berhenti katamu?" Yunho berkata seperti itu dengan bibirnya yang masih menempel di kulit leher Jaejoong, alhasil lagi-lagi Jaejoong mendesah"Jangan harap sayang, lebih baik kau nikmati saja dan desahkan namaku," tepat setelah dia menhentikan kalimatnya, mulut Yunho meraup nipple Jaejoong yang sudah menegang

"AARGHHHHH!"

.

.

.

.

Yunho terlihat merapikan kembali pakaiannya, memcoba mematut diri kembali setelah tadi sedikit bermain dengan istri tercinta. Sedikit? Ya, karena kejadian barusan sebenarnya hanya fore play ringan. Tapi di luar dugaan, reaksi Jaejoong sungguh luar biasa. Dia menjerit, meronta dan menolak Yunho seolah namja tampan itu ingin memperkosanya tujuh hari tujuh malam.

Seperti sekarang ini, keadaan Jaejoong sungguh mengenaskan. Namja cantik itu meringkuk terkulai di atas meja dengan pakaian yang terkoyak di sana-sini. Rambutnya berantakan dan matanya sembab. Reaksi yang cukup berlebihan menurut Yunho tentunya, untuk sebuah fore play.

"Kau ingin seperti itu terus atau membersihkan dirimu?" Tanya Yunho memecah keheningan

Tapi nanja cantik itu sama sekali tak menyahut, masih kesal mungkin

"Jangan kekanakan Jae, yang tadi itu bahkan belum ada setengahnya jika kita ingin membuat anak!" Lanjut Yunho yang tidak menyadari reaksi Jaejoong yang menegang tiba-tiba saat membayangkan projek membuat anak yang lebih menyiksa dari pada kejadian tadi. Ouhh sepertinya nyonya Jung sedang menyesali keputusannya untuk menyetujui persyaratan Yunho.

"Terserah jika kau mau seperti ini terus, tapi sudah waktunya aku pergi,,"tutup Yunho sambil menyambar jas miliknya, sebelum benar-benar keluar dari ruangan Jaejoong pewaris Jung corp. itu kembali menoleh ,"Satu yang harus kau ingat Jae, semua pengalaman pertamamu milikku, jadi bersiaplah!"

BRAK!

Dan Yunho pun menghilang di balik pintu

"Semua pengalaman pertamamu milikku...semua pengalaman pertamamu milikku,"

Kata-kata Yunho barusan terngiang di pikiran Jaejoong. Apa maksudnya? Yahhh otak kecil Jaejoong tidak bisa menangkap maksud perkataan Yunho sepertinya. Padahal mudah saja, Yunho ketakutan. Dia ketakutan Changmin akan merebut Jaejoong secepatnya, Itu kenapa tanpa pikir panjang Yunho memutuskan menyentuh Jaejoong dan merusak semua rencana yang telah tersusun rapi. Rencana untuk membuat Jaejoong jatuh kepelukannya secara bertahap. Tapi sepertinya cara bertahap tidak akan mempan untuk Jaejoong, makanya Yunho harus bergerak cepat. Memastikan bahwa dialah yang pertama untuk Jaejoong, untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar namja cantik itu bahwa Yunho lah orang yang selama ini dia cari.

TBC

Hahhhh ff ini jadi kacau,,versi 2012 ga layak baca,,huee jadi harus ditulis ulang,,tapi gara-gara sempet dihapus..moodku jadi rusak,,,tapi aku pengen nulis ini sampai end,,hhuuff