Tomato Tomato Love!
Story by Kuroi Sora18
NARUTO © Masashi Kishimoto
Pair : SasuNaru
Rated : T
Warning : Shounen-ai!BoysLove! cerita super duper abal, typo bertebaran dimana-mana.
Summary : Naruto Namikaze adalah remaja tanggung dengan jiwa yang masih labil. Bertemu dengan Uchiha Sasuke seorang ketua OSIS super sadis membuat kehidupannya dibayangi oleh masa lalu yang sudah lama ia lupakan." Kau !" Mata biru itu membulat penuh keterkejutan. / " Jauhi dia!" Kyuubi tidak yakin ia dapat bertahan untuk tidak memukul wajah datar itu. / " Atau lupakan dia."
.
.
… Kuroi Sora18…
Chapter 4
Dalam hidup Sasuke, dia tidak pernah merasa selega ini sebelumnya. Yah, dia lega telah mengungkapkan isi hatinya yang sudah lama ia pendam kepada pemuda yang tadi siang ia peluk di kelas. Mata onyxnya melirik kearah meja belajarnya dimana disitu terpajang beberapa bingkai foto yang menghiasinya. Salah satunya yaitu sebuah foto bocah berambut hitam yang tampak ogah-ogahan dipeluk oleh bocah pirang disebelahnya. Sasuke dan Naruto. Sasuke tersenyum kecil mengingat wajah polos yang dulu selalu menepel padanya. Hn, ia benar-benar menikmati saat manic biru itu akhirnya menatapnya lembut.
" Akan kubuat kau mengingatku kembali, Dobe!"
Sasuke menilik kearah jam dinding yang menepel di dinding kamarnya. Jam enam sore. Moodnya sedang baik sekarang, mungkin 'mencari angin' di luar sebentar tidak ada salahnya. Dengan penuh semangat , Sasuke bangkit dari acara tidur-tidurannya dan langsung menyambar jaket kulit berwarna hitam dari dalam lemari.
Menuruni tangga dengan tergesa-gesa, saat dibawah Sasuke malah dikejutkan oleh kehadiran Itachi yang baru keluar dari kamarnya dengan mug berisi kopi di tangannya.
" Kau mau kemana, baka otouto?"
Sasuke mendengus keras.
" Bukan urusanmu!" jawabnya ketus. Hell, Sasuke masih jengkel dengan kakaknya gara-gara insiden ' Romansa di Kedai Ramen Bobrok' tadi siang bersama Dobe tercintanya. Tidak tahu apa jika Sasuke merasa di hianati oleh kakaknya sendiri.
" Kau ada urusan apa sampai keluar malam begini?"
" Che, urusi saja urusanmu sendiri, baka aniki!"
Dahi Itachi mengkerut-kerut. Kenapa adiknya jadi senewen begini? Apa dia sedang PMS?
" Kau marah karena aku hanya mengajak Naruto makan ramen?"
" Aku tidak bilang begitu!" Sasuke mencak-mencak. Dan sejak kapan dia marah karena ramen? Yang dipermasalahkan itu Naruto, kenapa ramen?
" Sudahlah. Aku pergi."
" Jangan pulang larut malam, Otouto!"
Perkataan Itachi sama sekali tidak dihiraukan . Sasuke malah melangkah begitu saja melewati kakaknya yang berdiri didepannya.
BLAM!
Pintu pun dibanting dengan 'lembutnya' dan menyisakan Itachi yang bergeming di balik pintu,
" Dasar baka otouto!"
.
.
.
" ARGHHHH!"
Kyuubi berjalan mondar-mandir di depan rumahnya. Sesekali dia memukul pipi atau tanganya sendiri karena nyamuk mulai datang dan mengerubunginya.
" Kenapa tidak pulang juga?"
Kyuubi mengacak rambutnya frustasi. Sudah pukul 7 malam dan adiknya belum pulang juga?
" Sebenarnya kemana si idiot kuning itu pergi? Dasar mulut sialan!"
Kyuubi memukul-mukul mulutnya sendiri. Seolah mulutnya lah yang bersalah bukan otak jenius kebanggaannya.
" Naruto kemana?"
" GYAA!"
Kyuubi terlonjak kaget dan reflek berteriak ketika mendengar suara ibunya menyambangi telinga sucinya.
" Kau mengagetkanku!"
Dahi Kushina mengkerut. Sopan sekali anak sulungnya ini, berani-beraninya dia memanggil orang yang mengandung dan melahirkannya dengan sebutan 'kau'.
" KAA-SAN tanya dimana Naruto?!"
Kushina bertanya lagi dengan penekanan pada kata 'Kaa-san'.
" Kau tahu, ini sudah malam dan anak itu belum pulang juga kerumah."
" Mana ku tahu."
Kyuubi mengendikan bahunya acuh tak acuh. Padahal dalam hatinya ia juga merasa khawatir dengan Naruto yang belum kembali sampai saat ini.
BLETAK!
" Itai!" seru Kyuubi sambil mengelus kepalanya yang sekarang berhiaskan sebuah benjolan disana.
" Dia itu adikmu bodoh! Harusnya kau mengkhawatirkannya." Kushina berteriak marah-marah pada Kyuubi.
" Iya.. iya aku juga khawatir."
Keributan diluar rumah membuat kepala keluarga yang sedang asyik menonton dorama favoritnya jadi kehilangan minatnya.
" Mungkin dia menginap di rumah tamannya."
Muncul lelaki tampan berambut kuning dari dalam rumah.
" Tapi Naruto tidak bilang apapun kalau dia akan menginap, Minato."
" Er.. mungkin dia tidak sempat?"
Minato –ayah Kyuubi dan Naruto itu menggaruk pipinya dengan jari telunjuknya.
" Hei Kyuu bukannya Naruto selalu pulang bersamamu ya?"
Kushina memandang Kyuubi yang sedang menghadap kearah lain. Kushina tahu jika Kyuubi sedang menghindari tatapannya.
" Y-ya tadi memang sempat be-bersama?" Nada bicara Kyuubi mulai tergagap ketika ia tidak sengaja bertatapan langsung dengan mata ibunya yang bagaikan laser yang menyorot tajam kearahnya.
" T-tapi di tengah jalan dia malah pergi dan-"
" Dan apa?!"
Mata rubi Kyuubi bergerak gelisah, sebisa mungkin menghindari tatapan membunuh sang ibu.
" Dia belum kembali sampai saat i-ini."
" GRR! Kau ini! Cepat cari Naruto sampai dapat! Kalau kau tidak menemukannya-"
KREK! KREK! Tulang jari Kushina saling bergemeletuk seiring dengan remasan-remasan yang dia lakukan.
" Persediaan apelmu dikulkas akan kumusnahkan tanpa sisa! Kau mengerti?"
Kyuubi bergidik ngeri.
" H-hai wakatta!" jawab Kyuubi sambil melesat pergi.
" Ne, Kushina-"
Kushina menoleh kearah suaminya dengan aura hitam pekat. Sontak Minato pun merinding ketakutan ketika istrinya dalam bentuk ' Kushina Evil Mode' di depannya.
" Sebaiknya a-aku pergi mencari Naruto juga. Kau mau ikut?"
" Huh?"
" Maa.. Maa.. mungkin sebaiknya aku pergi se-sendiri. Baik-baik di rumah, koi!" ucap Minato. Ia lalu lari terbirit-birit untuk mencari anaknya. Meninggalkan Kushina yang hanya mentap sendu langit malam yang kelam .
.
.
.
.
Sasuke benar-benar sial hari ini. Baru saja ia merasa moodnya membaik, kini ia harus merelakan moodnya hancur begitu saja ketika ia lewat di sebuah taman untuk membeli minuman di mesin penjual minuman otomatis , hujan malah mengguyurnya tanpa ampun. Benar-benar sial! Kini ia harus cepat-cepat kembali kerumah jika tidak ingin penyakit yang tidak sekeren namanya yaitu influenza atau pilek menyambanginya. Apa kata dunia jika Uchiha Sasuke yang sempurna terkena pilek? Imagenya bisa hancur lebur jika besok dia datang dengan bersin-bersin dan hidung mengalirkan cairan menjijikan. Yuck, sangat bukan Uchiha sekali.
Namun begitu sampai di bagian timur taman dimana biasanya anak-anak kecil bermain ayunan, ia dapat dengan jelas melihat objek berwarna kuning sedang duduk sendirian disana. Keadaannya sangat memperihatinkan. Seragam sekolah yang Sasuke yakini berasal dari St. Mangekyo sudah basah kuyub karena air hujan. Mata biru yang seembab itu mengingatkan Sasuke pada seseorang.
Ah, jangan-jangan…
Langkah kaki Sasuke secara otomatis menuju kearah sosok pirang yang kini sedang menatapnya kaget.
" K-kau?"
Sosok yang ternyata adalah Naruto itu kaget melihat Sasuke yang tiba-tiba datang menghampirinya. Suaranya begitu serak , mungkin dia habis menangis tadi.
" Dasar bodoh, apa yang kau lakukan disini?"
Tidak seperti biasanya Sasuke marah-marah sampai membentak. Apalagi dia melakukannya pada Naruto.
" Omae wa kankenai! (1)"
Naruto memalingkan wajahnya. Sasuke tahu Naruto pasti kedinginan, air hujan membuat bibir cherry itu berwarna kebiruan.
" Kau bias sakit, bodoh! Apa yang sebenarnya yang terjadi?" Sasuke mengeraskan volume suaranya karena hujan semakin deras.
Naruto masih diam, tangannya menggenggam rantai ayunan begitu kuat sampai buku-buku jarinya memutih.
" Aku tak habis pikir. Kau benar-benar idiot!"
" Jangan berkata bodoh berulang kali!"
Sasuke terhenyak melihat mata itu menyorot tajam kepadanya.
" Kau pikir karena siapa aku seperti ini? "
"…"
Sasuke terdiam. Ia hanya menatap Naruto yang masih duduk di tempat yang sama. Badannya bergetar kedinginnan.
" Aku begitu bingung, kau tahu?!"
Kepala Naruto semakin merunduk dalam. Ia begitu pusing dengan bayang yang menghantui kehidupannya.
" Aku begitu bingung dengan perasaan aneh ini. Aku begitu bingung padamu. Sebegitu bingungnya sampai-sampai aku ingin marah setiap melihat wajahmu."
Naruto meremas rambutnya frustasi.
" Aku tidak mengenalmu. Aku tidak tahu siapa dirimu sebenarnya. Tapi kenapa dengan hati ini? Kenapa aku merasa nyaman."
TES. TES. Air mata Naruto sudah tidak bisa dibendung lagi. Dan Sasuke hanya bisa menatap sendu sosok di hadapannya.
" Kenapa aku tidak ingat pernah mengenalmu? "
Naruto menatap Sasuke.
" –sebenarnya kau siapa?"
" Naruto…"
Sasuke tersenyum tipis. Membuat Naruto untuk yang pertama kalinya terpana.
GREP.
Mata Naruto membulat ketika tiba-tiba saja Sasuke memeluknya.
" Aku senang kau merasa nyaman bersamaku. Aku tidak masalah jika kau belum mengingatku."
Sasuke terkekeh.
" Sudah kubilang kan dulu, jangan pernah paksakan otak dobe mu itu untuk mengingat hal sulit. Meskipun itu aku. Itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Kau merasa nyaman bersamaku itu lebih dari kata cukup. "
Sasuke mengeratkan pelukannya kepada Naruto.
"- terima kasih, Naru."
Naruto menenggelamkan wajahnya di dada Sasuke sambil memukulnya pelan.
" Dasar, baka Teme!"
Naruto menangis di dada Sasuke.
" Jangan menagis, Dobe. Kau tampak jelek dan menyedihkan."
BUK. Pukulan di dada Sasuke semakin kuat sampai Sasuke memekik " Ouch."
" Idiot! Kau pikir karena siapa aku seperti ini huh?"
Senyum di bibir tipis Sasuke mengembang. Naruto menerimanya ini awal yang sangat baik. Mungkin selanjutnya , Naruto dapat mengingatnya walau hanya nama yang dia ingat.
.
.
.
" Tadaima.."
Kushina yang sedang duduk di ruang tamu terlonjak kaget ketika ia melihat anaknya akhirnya pulang.
" NARUTO?! "
Kushina langsung berlari dan menghambur memeluk anak bungsunya yang telah pulang kerumah.
" Astaga kenapa kau basah kuyub?" Kushina meraba-raba baju Naruto .
" Kau kehujanan? Bagaimana jika kau sakit."
" Jangan khawatir, Kaa-san."
Naruto memegang bahu ibunya untuk menenangkannya.
" Lalu kau habis darimana? Siapa yang mengantarmu pulang? "
" Err- itu…"
Naruto menggosok-gosok tengkuknya. Pipinya merona hebat. Menyadari gelagat aneh anaknya, Kushina langsung saja melongok ke luar pintu dan mendapati Sasuke sedang berdiri di beranda rumah.
" Oh, Sasuke-kun!"
Sasuke menoleh dan mendapati ibu mertu- ehem ibu Naruto di ambang pintu.
" Hn. Kobanwa Baa-san." Sasuke ber-ojigi di hadapan Kushina. Sedangkan Kushina mesem-mesem tidak jelas ketika mengetahui siapa yang mengantar anaknya pulang.
" Ya ampun! Kenapa kau berdiri diluar? Ayo masuk!"
Kushina menatap penuh harap Sasuke. Kapan lagi kedatangan anggota keluarga Uchiha- anggota keluarga sahabatnya.
" Tidak terima kasih. Tapi saya akan kembali ke rumah. "
" Oh… begitu ya? Tapi di luar sedang hujan. Apa tidak apa-apa?"
" Saya baik-baik saja Baa-san. Mungkin la-"
" Tidak ada kata lain kali."
Ucapan Sasuke terpotong oleh ucapan seseorang yang tiba-tiba hadir dan langsung mengarahkan tatapan mematikan. Sosok kakak tergalak yang pernah ada.
He is Kyuubi Namikaze.
TBC
.
.
.
.
Yokatta… akhirnya selesai chapter 4 ini. Hoho. Ucapan terima kasih bagi kalian semua reviewer, sekalian yang udah kasih masukan kepada sayaa. Huft. Membagi waktu antara kerja dan menulis fic sungguh sulitt. Apa lagi dengan jam kerja yang tidak menentu. Banyak yang tanya soal rahasia yang disembunyikan Kyuubi . Tapi jangan khawatir mati akan saya ungkap di chapter depan. Bagaimana kejadian sebenarnya dari cerita absurd ini.
SPECIAL THANKS FOR
Jasmine DaisynoYuki / hanazawa kay / ichigoStrawberry-nyan / Uzumaki Prince Dobe-Nii /
Aiko Michishige / julihrc / mifta cinya / Ryuusuke583 / SNlop / viraoctvn /
nasusay /Yuzuru Nao & dan semua yang mendukung author .
