Dengan tergesa-gesa ia segera membawa gadis yang sedang bersamanya ke ruang kesehatan. Tak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihatnya. Sedikit lagi sampai dan semuanya akan baik-baik saja.

Sesampainya ia segera membuka pintu ruang itu dengan keras sehingga terbuka lebar. Melihat ada pasien, dokter yang bertugas menjadi dokter penjaga segera menangani Yaya yang terkulai lemas.

Ia takut dirinya hanya pembawa sial bagi Yaya. Dulu saat ketemuan di Alun-alun, sesudah BoBoiBoy mengembalikan barang Yaya, tiba-tiba hujan mengguyur dengan deras. Ying telah pulang duluan, katanya ada urusan mendadak. Terpaksa Yaya pulang sendiri. Dan malangnya Yaya tidak membawa payung karena tadi siangnya panas, pikirnya saat sore tidak akan hujan. Alhasil semua basah kuyup. Kini saat bertemu dengan BoBoiBoy juga Yaya terkena sial. Ia tiba-tiba pingsan. Andaikan tidak ditakdirkan untuk bertemu dengan Yaya, pikir BoBoiBoy.

"Dia tidak apa-apa hanya lemas dan membutuhkan istirahat dan sebaiknya suruh pulang saja karena takutnya jika terlalu lelah dia akan pingsan kembali," jelas dokter

"Oh, kalau begitu terima kasih dokter." BoBoiBoy merasa lega karena Yaya tidak apa-apa.

"Sama-sama." dokter meninggalkan mereka berdua.

Wajah pucat pasinya yang begitu terpatri di paras Yaya. Di mana wajah yang penuh senyuman indah menawan? Kemanakah tawa yang begitu indah terdengar ditelinga?

.

.

Disclaimer: BoBoiBoy belongs to Monsta

Warning: Miss Typo(s), AU! Music life, OOC (maybe), based on Waliband song (Aku Sakit)

.

Brak!

Pintu terbuka dengan kuat. "Yaya! Ya ampun kenapa kau sampai begini? Sudah ku bilang kan jangan pergi kuliah dulu. Kau 'kan sedang sakit. Begini jadinya kalau kau memaksakan diri, ya tidak apa kan bolos sehari daripada kau sampai pingsan begini." Seorang gadis tiba-tiba mendobrak pintu. Segera menghampiri sahabatnya yang baru sadar dari pingsannya.

"Aku tidak apa-apa Ying. Bagiku pendidikan adalah segalanya. Bukannya kau tidak ada kelas hari ini. Kau tahu dari mana aku ada di sini?" tanya Yaya keheranan sampai tak sadar bahwa BoBoiBoy sudah meninggalkan ruangan itu.

"Oh itu. Hehe.. Sebenarnya tadi aku sedang tidur siang. Aku tahu dirimu di sini dari Asyroq, tadi ia menelponku dan memberi tahu kau pingsan tadi. Eh iya kau tidak apa-apa? Ada yang sakit?" sekali lagi Ying menanyakan perihal yang sama, ia hanya merasa sangat khawatir dengan Yaya.

"Ying dengarkan. Aku tidak apa-apa. Aku ulang ya, AKU TIDAK APA-APA. Jelas? Mungkin hanya pusing sedikit. Sekarang Asyroq di mana? Aku ingin berterima kasih." Ia faham jika Ying mengkhawatirkannya, tapi tidak sampai begini.

"Aku tidak tahu. Sekarang pulang. Nggak ada tapi-tapian atau penolakan. Ini perintah ibumu langsung," jawab Ying yang kurang memuaskan Yaya.

"Ya ya cerewet." Tidak berselang lama Yaya bangkit dari ranjang.

'Asyroq kenapa ya? Kenapa tak menunggu ku sadar dulu? Padahal aku mau berterimakasih ke dia,' batin Yaya.

Tanpa sepengetahuan BoBoiBoy. Sebenarnya ini semua bukan salahnya. Memang sebelumnya sejak kemarin Yaya sedang sakit.

-oOo-

BoBoiBoy POV

Aku sadar. Kemungkinan untuk mendapatkan hati Yaya sangat kecil. Mana mungkin Yaya mau menerima aku. Kita saja hanya baru dua kali bertemu. Lebih baik aku bergabung dengan teman-teman saja. Mungkin aku sedikit terhibur dengan adanya mereka. Semoga.

"Itu mahasiswa baru 'kan?"

"Oh yang pindahan dari Kampus KL?"

"Tapi kok kayak lesu gitu deh."

"Gapapa, yang penting ganteng!"

"Kyaaaaaa,"

"Hai!"

Aku hanya berjalan lesu bagaikan mayat berjalan. Ku tak pedulikan sapaan dari orang-orang. Aku hanya terus berjalan. Sesampainya aku di tempat teman-temanku. Mereka melihatku seperti melihat sesuatu yang aneh. Aku curiga dengan Gopal. Jangan-jangan dia membocorkan kejadian tadi. Dan yang sangat ku curigai adalah Fang. Tatapan matanya yang menyelisikku seakan aku ada hutang padanya.

"Hey, kau kenapa? Saat pagi tadi kau bahagia sekali. Senyum-senyum sendiri. Sekarang terlihat bersedih hati," Gopal coba bertanya kepadaku.

Ayolah saat ini aku tak mau berbicara. Aku abaikan saja pertanyaan Gopal yang membuatku tambah suntuk. Lebih baik ku pesan minum saja. Iwan hanya diam tak berkutip apapun. Aku heran dengan temanku yang satu ini. Diamnya itu minta ampun. Berbicara saja jarang. Ah sudahlah yang penting sekarang aku meminum air yang ku pesan tadi.

Semuanya menjadi diam, penuh ketenangan. Mereka (mungkin) tak ingin menggangguku. Sampai Fang angkat bicara.

"Untuk apa kau menyamar segala? Lebih baik kau jujur. Atau aku yang memberi tahu Yaya kalau kau sudah berbohong padanya." Sudah ku duga Fang akan menanyakan itu. Hampir saja aku menyemburkan air ku ke dia.

"Kalau aku kasih tahu yang sebenarnya, maka Yaya akan menjauhiku dan kecewa terhadapku. Jika aku tidak menyamar menjadi Asyroq, aku tidak bisa mendekatinya. Mengerti?"

"Terserah." Fang hanya menjawab dengan cuek. Apa-apaan ini? Dia yang nanya dia yang bodo amat. Menurut pengamatan Aku bisa menebak bahwa Fang juga sedang jatuh cinta. Sikapnya agak berbeda.

Baru kali ini aku gelisah hanya gara-gara hal ini.

TSIOL=

Aku sakit

Bila menatap matamu

Sadarku bahwa engkau bukan milikku

Ya, aku sadar kau bukan milikku. Kita hanya sebatas kenalan saja.

Aku sakit

Bila ku mengagumimu

Sadarku kau tak pernah mengagumiku

Senyuman dirimu yang buat aku kagum padamu. Tersadar kamu tak akan mengagumiku begitu saja.

Bangunkan aku dari tidur panjangku

Sadarkan aku dari mimpi tentangmu

Ku salah bila ku berharap pada mu

Salah ku paksa kau tuk mengagumiku

Aku terlelap dalam tidur panjang. Yang memimpikan dirimu selalu. Aku salah terlalu berharap padanya. Mustahil rasanya jika dia terkagum padaku.

Kau tak tahu perasaanku

Dan ku tak mau kau tahu

Jika kau tahu perasaanku padamu, apa yang akan kau katakan dan lakukan padaku?

Aku sakit

Jika kau tahu hatiku

Karna diriku tak berarti bagimu

Berulang kali kenyataan menampar diriku ini. Di matamu aku bukanlah siapa-siapa. Hanya sebatas hembusan angin mungkin?

Aku sakit

Bila kah kau sembuhkan aku

Tak mungkin, tak mungkin, sungguh tidak mungkin

Karena sungguh mustahil kau bisa menyembuhkanku, kecuali ... dengan cinta tulus dari kamu.

Ku harap kau lah takdtakdirku.

~To be Continued~

A/N:

Sempat ragu buat up :')

Tapi ya sudahlah masih bisa diusahain :"))

Makasih yang udah kasih semangat, tadinya mau discontinue aja ...

Please review ok?

Regards,

Syifa589

Kuningan, Jawa Barat – 17 Juni 2018