Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pair : SASUHINA ..

Happy Reading

"Aku pulang~"

"Selamat datang" sambut Hinata dengan senyumnya.

Sasuke langsung menghampiri istri cantiknya tersebut dan mengecup lembut bibirnya "aku merindukanmu"

"Aku juga," hinata membalasnya dengan senyum manis. "kau ingin mandi dulu atau makan dulu?"

Sasuke merebahkan dirinya di sofa besar di tengah ruangan, "aku ingin istirahat sebentar."

Hinata hanya melihat suaminya seraya mengambil jas dan tas kerja sasuke, "kau kelihatan lelah. Apa ada masalah di perusahaan?"

"..."

"aku di dapur, kalau kau mencariku" hinata pergi meninggalkan suaminya istirahat.

Sasuke memandang ke atap rumah yang putih bersih, melihat ke sederetan foto keluarga di buffet yang ada di seberangnya. Tanpa sadar dia tersenyum melihat foto istrinya bersamanya yang sedang menikmati momment kala bulan madu pertama mereka. Hanya kurang sosok yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.

"Hinata ..." panggil sasuke dari pintu dapur

Hinata menoleh dengan tatapan yang penuh tanya, "kau belum check?"

"Nee?" hinata heran dengan pertanyaan sasuke "apa?"

Sasuke memeluk hinata dari belakang, "kapan kita akan memiliki bayi?"

BLUSH ... wajah Hinata sontak berubah merah padam .. "Ss-sas-suke"

TENG TOONG TEENG TOONG

Bunyi bell yang tak terduga (selalu) menginterupsi 'kegiatan' mereka berdua. Kali ini tidak ada teriakan dari luar seperti biasanya jika Naruto berkunjung. Kali ini siapa? Batin Sasuke yang berjalan menuju pintu depan.

Clek

"Selamat sore" sapa seorang gadis berambut merah muda yang berdiri di hadapan sasuke. "Maaf mengganggu Sasuke"

"Siapa diluar Sasuke-kun?" Hinata menghentikan kata – katanya saat mendekat ke pintu "Ah Sakura-chan?" hinata menoleh sesaat ke arah Sasuke yang berdiri di sampingnya, 'kenapa tidak kau suruh masuk?"

Mereka bertiga –Sasuke, Hinata, Sakura- berjalan menuju ruang tengah. "Rumah yang indah" kata Sakura tiba – tiba.

"Ada apa?" tanya Sasuke sedikit ketus setelah hianta masuk ke dapur

Sakura melihat Sasuke yang duduk di seberangnya, "aku hanya ingin kau melihat design ku untuk iklan terbaru."

Tatapan Sasuke sedikit melunak, "apa tidak bisa kau bawa sajsa ke kantor besok?"

Sakura tidak menjawab, memang tidak semestinya dia datang ke sini. Dia hanya ingin melihat kehidupan Sasuke yang sekarang. Sasuke yang dulu pernah di cintainya yang pernah menghiasi harinya meski itu hanya dirasakan olehnya. Dia merasa lega ketika melihat foto – foto pernikahan dan foto keluarga yang terpajang di ruang tengah.

"Aku akan pergi besok, jadi selama seminggu aku tidak akan ke kantor" jawab Sakura mencoba menutupi rasa pedihnya "jadi aku minta kau melihatnya sekarang, aku juga tidak dapat menghubungi Naruto."

Sasuke mengamati design iklan yang ada di tangannya, "seperti dugaanku kau memang bisa di andalkan"

-000-

Sakura keluar dari apartemen Sasuke, dadanya sesak saat Hinata mencegahnya pulang dan memintanya untuk makan malam bersama. Dia sangat ingin menerimanya namun dia tidak bisa menyakiti dirinya lebih dari ini.

"Kau baik – baik saja?" tanya seorang lelaki di belakangnya "kalau sakit kenapa masih kesana?"

"Naruto .." sebutnya pelan

"biarkan aku memelukmu" Naruto mengulurkan kedua tangannya dan berharap diraih oleh sakura "biarkan aku menenangkanmu dan menjagamu" lalu sakura terisak di dada Naruto.

-000-

"Apa dia tidak apa – apa?" tanya Hinata setelah Sakura pergi "aku sedikit khawatir"

Sasuke menatap Hinata yang berdiri di sampingnya menatap pintu yang tadi di tutup Sakura. Ini salah satu alasan kenapa dia mempertahankan hatinya untuk Hinata, dia sangat baik dan mungkin terlalu baik untuk dirinya yang sering 'bermain' wanita. "Dia tidak akan apa – apa, tenanglah"

Hinata memeluk erat tubuh Sasuke. "Kenapa kau begitu sedih?" tanya Sasuke

"Aku.. Aku takut," jawab Hinata lirih

Sasuke tersenyum dan mengelus punggung hinata, "tidak ada yang perlu di takutkan, aku disini dan akan terus disini bersamamu".

Sepanjang malam tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka berdua. Saat di meja makan pun mereka hanya menyantap makan malam mereka dan hinata hanya bicara apakan sasuke sudah menyelesaikan makanannya atau belum agar piringnya segera di cuci.

Semalaman sasuke sasuke hanya memandangi wajah hinata yang sedang terlelap, membayangkan apa yang sedang dimimpikan oleh istri cantiknya ini tanpa bisa dirinya memejamkan mata untuk mengistirahatkan dirinya sendiri.

-000-

"kau tidak menjemput Sasuke pagi ini?" Tanya Shikamaru pada Naruto yang sedang melamun di mejanya.

"tidak" jawabnya sambil emainkan pensil yang ada diantara hidung dan bibirnya, "dia bilang dia akan pergi sendiri."

Shikamaru menghela nafas panjang dan menopang kepalanya dengan tangan kirinya, "tidak biasanya"

Naruto menatap Shikamaru dan membuat pensil mainannya jatuh, "maksudmu apa, Shika?"

Lagi – lagi Shika maru hanya menghela nafas panjang

"Jangan hanya menghela nafas seperti itu!" omel Naruto yang jengkel dengan sifat temannya itu.

Shikamaru membuka mata kanannya, "dia datang.."

"kalian disini rupanya," panggil Gaara "sepertinya kita akan dibunuh keluarga Hyuuga" katanya dengan wajah putus asa.

Shikamaru dan naruto langsung melihat kearahnya. "Sakura bertemu dengan Sasuke di Apartemennya dan itu berarti dia juga bertemu dengan Hinata" katanya dengan wajah panic.

"hmm.."

Shikamaru menoleh kearah Naruto untuk melihat responnya, "kau.. tahu?"

Naruto mengangguk, "dia.. masih memilikinya" katanya pelan sambil membayangkan wajah Sakura yang ditemuinya kemarin, "perasaannya.."

Gaara melihat Naruto dengan wajah sedih, "apakah percintaan selalu serumit ini?"

"Tidak" jawab Naruto yang kemudian bangkit dari duduknya, "hanya saja.. tidak mudah untuk melupakannya. Jaa nee.. aku pergi dulu."

"apa dia tidak apa – apa?" Tanya Gaara polos pada Shikamaru, "Shika, bagiamana ini?"

Shika menatap lelaki berambut merah itu dengan malas, "ntahlah. Mungkin kita akan benar – benar mati" kemudian bangkit dari kursinya dan meninggalkan Gaara.

-000-

Sasuke menghisap rokoknya di atap gedung perusahaan, hal ini tidak biasa dia lakukan sebelumnya hanya semenjak Sakura datang ke kantornya dan bekerja sebagi mitranya. "dari sekian banyak designer kenapa mesti dia?" tanyanya pada diri sendiri yang kini lebih menghawatirkan Hinata.

".. disini rupanya" sapa Naruto yang baru datang, "kau masih punya satu?" tanyanya.

Sasuke menyodorkan sebungkus rokoknya, "kau merokok?"

"harusnya sudah tidak" katanya sambil menyalakan rokok dengan pemantik milik Sasuke, "aku sudah berhenti lama, namun saat ini rasanya aku sedang membutuhkannya" jelasnya sambil memberikan kembali pemantik pada Sasuke.

"kau ada masalah?" Tanya Sasuke sambil meniup asap rokok ke udara bebas diluar sana, "Sakura?"

Naruto melirik sekilas kearah Sasuke, "apa begitu jelas?"

Sasuke menyeringai mendengarnya, "kau sangat mudah di tebak, dobe" katanya yang kembali menghirup rokok yang semakin lama sekamin memendek ditangannya.

"kau?" Tanya Naruto balik, "kau meghawatirkannya?"

"aku menghawatirkan Hinata" jelasnya sambil menginjak rokok yang sudah selesai dihisapnya, "lagipula aku memang memantapkan hatiku untuk Hinata, tidak ada yang lain."

Naruto berbalik memandangnya, "bukankah itu cinta bisnis?"

Sasuke melambaikan tangannya, "tidak. Dari awal aku memang mencintainya lebih dari apapun, perjanjian itu hanya jalan pintas untukku mendapatkannya."

"tapi kenapa Hinata?" Tanya Naruto dengan nada sedikit lebih tinggi.

"kenapa?" sasuke memajukan badannya, "jangan bilang kau .. menyukainya?"

"tidak" Naruto menundukkan kepalanya, "hanya saja.. kau tahu perasaan Sakura?"

Sasuke mengamati teman dihadapannya itu, "hmm.. tapi seperti yang sudah kukatakan tadi, aku mencintai Hinata. Sampai segitukah rasa sukamu pada Sakura hingga rela menorbankan perasaanmu?" naruto terdiam mendengarnya, "dengar, dobe. Jika kau menginginkannya, lakukanlah dengan benar. Aku akan berada disamping Hinata sampai akhir." Katanya lalu pergi meninggalkan Naruto sendirian.

Beberapa minggu kemudian secara tak disangka – sangka, perusahaan Uchiha mengalami keuntungan besar karena penjualan produk baru yang dimana pembuatannya dipimpin oleh Sasuke dan para Staff bawahannya, karyawan kantor semuanya sangat bersuka cita.

"dengarkan semua.." kata Gaara yang berdiri ditengah ruangan, "karena perusahaan kita mengalami untung besar karena produk yang kita keluarkan, maka kita akan mengadakan pesta kecil akhir minggu ini. Persiapkanlah diri kalian, untuk tempatnya nanti akan diberitahu menyusul" ujarnya disambut dengan sorak gembira para karyawan.

-000-

"Cheers!" teriak para karyawan yang sedang berpesta di sebuah club malam yang tidak jauh dari gedung .

"ini semua berkat nona Sakura" teriak salah satu karyawan dari ujung meja, "designmu sangat mengagumkan, nona."

Sudah beberapa minggu berlalu sejak kedatangan Sakura di perusahaan keluarga Uchiha, perusahaan pun untung besar berkat design iklan Sakura yang mampu menarik konsumen. Hal itu juga berdampak pada harga saham yang dimiliki . malam itu, mereka bersuka cita merayakan jerih payah mereka yang membuahkan hasil menakjubkan.

"ini semua juga berkat kerja keras kalian" balas Saskura dengan tawa kecil, "ini semua hasil dari kerja keras kalian semua" kemudian mereka bersulang lagi.

Sepanjang berjalannya pesta Naruto hanya melihat kearah Sakura, tidak jarang Sakura memergokinya ketika menatap gadis berambut merah muda itu. Namun Naruto hanya mendapat senyuman darinya.

"aku bosan.." kata Shikamaru yang duduk disamping Naruto sambil menopang dagu, "aku ingin pulang saja."

Naruto menatap Shikamaru disampingnya, "kau ini.. ini kan pesta kita, jarang – jarang Sasuke mengajak seluruh staffnya berpesta diluar seperti ini kan.. nikmatilah."

Shikamaru mengangkat alis kanannya, "Haaaahhh?! Kau ini! Kau bisa bicara seperti itu karena ada Sakura disini, jika tidak ada dia kau pasti juga akan berbicara sama seperti ku" ledeknya yang membuat wajah Naruto memerah.

"kalian.." panggil Gaara yang berjalan mendekat dengan dasi yang sudah dilonggarkan, "tidak melhat Sasuke? Aku mencarinya tapi tidak melihatnya."

Naruto memandangi penampilan Gaara sejenak, "aku.. juga tidak melihatnya, kenapa kau mencarinya?" tanyanya balik.

Shkamaru melihat ke segala arah di tempat itu, "dia tidak terlihat. Aku melihatnya padahal saat pesta dimulai."

"itu.. Hinata mencarinya" jelasnya "dia tidak menelpon kalian?"

Naruto dan Shikamaru membuka ponsel mereka, "dia menelponku, 10 kali" jawab Shikamaru.

Naruto mengecek ponselnya, "hmm.. 15 kali.." jawabnya, "lalu kenapa dia menelpon?"

Gaara mengangkat bahu, "katanya ponsel Sasuke tidak bisa dhubungilalu aku bilang sekarang sedang pesta untuk merayakan sesuatu dan dia mengerti lalu akhirnya mengakhiri pembicaraan begitu saja."

Naruto dan Shikamaru saling bertatapan, "menurutmu.. dimana dia?" Tanya Naruto.

Shikamari hanya menaikkah bahunya, "cari dia" katanya lalu mereka berdua alngsung pergi meninggalkan Gaara sendirian.

Naruto dan Shikamaru mulai mencari kesegala tempat, Sasuke menghilang dan ponselnya mati. Bukan hanya kepanikan yang menyerang mereka berdua namun banyak spekulasi yang sedang pberputar diotak mereka hal itu bertambah buburk dimana mereka juga tidak melihat Sakura dimanapun.

-000-