Starring : KurooYachi ft Oikawa and OC
Warning : absurd. Probably.
~o~o~
Kamu Kenal?
~o~o~
Hitoka mengernyit heran melihat kehebohan di auditorium utama kampus. Seminar seputar bisnis—entah apa dia tidak mengerti—baru saja dilaksanakan di sana.
"Hitokaaaaa! Maaf kamu jadi nyusulin ke sini!" Ami, teman satu asramanya mengatupkan tangan dan menunduk sedikit—meminta maaf. Dia lupa meninggalkan kunci di penjaga asrama dan malah membawanya.
Hitoka tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. Anak itu menguap sedikit—hasil kurang tidur selama berminggu-minggu mengejar deadline tugas.
"Eh, tahu gak? Tadi pengisi acaranya masih muda! Ganteng pula! Uuuuu! Kalau kau lihat tadi waktu ketua BEM sama pematerinya berdiri bersebelahan, menyilaukan banget!" Ami curhat soal seminar yang baru saja diikutinya.
Hitoka meringis kecil. Pantas saja mahasiswi yang keluar banyak yang heboh tidak jelas begitu. Rupanya Kak Tooru ada di sana. Bersama narasumber yang sepertinya tak kalah menawan pula.
"Hitoka!"
Speaking of the devil. Itu suara Kak Tooru yang manggil. Hitoka mengerut keningnya. Dia butuh tidur dan sama sekali tak punya tenaga untuk meladeni Kak Tooru sekarang. Apalagi Ami sudah manyun penuh kecemburuan begitu.
Untung Ami ini temannya. Kalau fangirl lain sih pasti sudah menatapnya seolah ingin menguliti Hitoka.
"Ayo pulang, Ami!" Hitoka menarik tangan teman sekamarnya itu.
"Asdfghjkl. Hitoka, Kak Tooru bareng pemateri yang tadi! Ngobrol bentar sama Kak Tooru yayaya? Aku pengen memandangi merekaaaaa!"
Hitoka mengabaikan itu dan lanjut menyeret temannya tanpa melihat ke belakang.
"Gak kangen, nih?" Satu godaan diberikan, tapi bukan suara Kak Tooru. Hitoka reflek berhenti dan berbalik menatap sumber suara. Matanya membelalak.
Kak Tooru bersiul keras.
Ami menatap ketiganya bingung. Ketika sosok narasumber seminar yang baru saja Ami bicarakan berjalan ke arah mereka, anak itu menyikut Hitoka. "Kamu kenal?" bisiknya.
Hitoka tidak menjawab. Gadis itu mematung dengan mata membola.
"Hai. Kamu pasti Ami, teman sekamarnya Hitoka, kan?" tanya sang Narasumber.
Ami rasanya ingin menjerit dinotis idola barunya. Akan tetapi, pertanyaan yang didapat membuat anak itu semakin kebingungan. Mereka saling kenal?
"I-iya Kak." Ami menjawab gugup.
"Minta tolong, boleh?" tanya yang bersangkutan sembari memasang senyum 5 watt.
Kau minta aku jual ginjal dan jantung pun aku rela, batin Ami nista.
"Tolong buat seolah-olah Hitoka ada di asrama ya? Aku mau culik dia." Senyumnya melebar. "Hitoka~"
Ami mengangkat sebelah alis matanya. Hanya perasaannya atau Hitoka terlihat ketakutan?
Tanpa aba-aba, Hitoka balik badan lari jalan.
"WOI! JANGAN LARI! SINI KAMU! BERAPA HARI KAMU TIDAK TIDUR KEMARIN?!"
"AKU NUGAS KAK!"
"PERJANJIANNYA KAMU HARUS TIDUR MESKI CUMA SETENGAH JAM!"
"ENTAR KEBABLASAN!"
Melihat Tooru tertawa kesetanan, Ami bergidik sendiri. Saat doi menepuk pundaknya dan bilang, " fyi, itu tadi tunangannya Hitoka." Sejuta imajinasi yang ia kumpulkan saat seminar tadi pecah berkeping-keping dan terbawa angin tak bersisa.
