Chapter 3

-Hate to Say 'I Love You'-

_Hongbin POV_

Kami berjalan dari sekolah tanpa tujuan. Kami terus berjalan sambil berbincang-bincang. Terkadang, aku menatap wajahnya. Dengan sempurna ku perhatikan betapa lembut dan tampan wajahnya. Namun ketika ia tiba-tiba menoleh, aku terlonjak dan langsung memalingkan wajahku darinya. Hal itu tak jarang terjadi.

"Wonsik.. Boleh aku bertanya?" Tanyaku tanpa melihatnya. Ia hanya berdehem. "Apa mencintai Hakyeon hyung begitu menyenangkan?"

"Mwo?" Tanyanya kebingungan.

"M- maksudku.. Apa kau bahagia bersama Hakyeon hyung?" Kataku tepat saat kami sampai di sebuah taman.

"Tentu saja. Dia temanku sejak kecil. Kami sangat dekat. Aku beruntung memilikinya." Jawabnya sembari menarikku duduk di sebuah bangku di taman itu. Kemudian ia mengangkat kepalanya, menatap langit, dan tersenyum dengan lembut. Senyuman itu begitu lembut, dan itu cukup untuk menenangkan hatiku. "Tapi kalian bertiga akan selalu jadi sahabatku. Dan aku lebih bahagia ketika bersama kalian."

Hening.

"Wonsik-ah.."

"Ne? Kau mau tanya apa lagi?" Tanyanya, sembari tersenyum padaku.

Oh, Tuhan! Ia akan lihat wajah merahku!

Aku memalingkan wajahku darinya, menunduk.

"Bagaimana jika ada orang lain yang mencintaimu seperti Hakyeon hyung mencintaimu? Bahkan lebih? Akankah kau meninggalkan Hakyeon hyung?"

Ia tak menjawab selama beberapa lama. Lalu,

"Tidak." Oh, My! Kata pendek itu benar-benar membuatku ingin menangis sekarang juga. "Dan aku tak akan meninggalkannya. Tapi aku akan meminta maaf pada orang itu, dan menjelaskan kenapa. Aku juga akan meminta orang itu untuk tidak membenciku ataupun Hakyeon hyung."

Aku menatapnya.

Aku tak akan pernah membencimu, Wonsik. Sekalipun kau meninggalkanku seperti ini. Aku tak akan bisa membencimu.

"Bagaimana denganmu?" Tanya Wonsik tiba-tiba.

"Ne?"

"Bagaimana kalau kau mencintai seseorang yang sudah memiliki orang lain di sisinya?" lanjutnya.

Aku berpikir sejenak. "En- entahlah. Mungkin kalau orang itu tak pernah menyadari perasaanku, aku akan menunjukkannya tanpa kata. Aku tak suka mengatakan 'Aku mencintaimu' kalau orang itu tak memiliki perasaan yang sama padaku. Dan aku hanya ingin orang itu tahu. Aku tak butuh jawaban. Tapi bila orang itu tetap tak menyadari perasaanku sampai terakhir kalinya kami bertemu-" Aku menghentikan kalimatku, sebelum menoleh ke arahnya, dan menunjukkannya sebuah senyuman. "Aku tak akan pernah berhenti mencintainya."

Ia terlihat terkejut dengan air mata yang tiba-tiba keluar dari mataku.

"Kenapa kau menangis? Apakah itu yang tengah terjadi padamu?" Aku tak menjawab. Aku hanya bisa menangis makin kencang.

Aku terlonjak ketika ia tiba-tiba memelukku. Rasanya hangat.

"Sahabatku tidak menangis hanya karena penolakan yang ia terima." Ucapnya. Itu membuat tangisku makin menjadi-jadi. "Berjanjilah, kau tidak akan pernah menangis hanya karena cinta. Kau tak akan pernah menangis setelah kepergianku. Tolong, berjanjilah padaku. Maukah kau?"

"N- ne." Jawabku.

Kemudian ia melepaskan pelukannya padaku. Ia menyentuh pipiku dengan ibu jarinya. dan menghapus air mataku di sana.

"Johda. Sekarang, ayo kita pulang. Langit sudah mulai gelap." Aku hanya mengangguk. kemudian kami berjalan keluar dari taman. Aku tak akan pernah melupakan taman ini. Tempat di mana secara tak langsung, aku menyatakan perasaanku padanya.

.

_Author POV_

Keesokan harinya. Pelajaran terakhir telah usai. Namun keempat sahabat itu tak beranjak dari tempat mereka. Mereka masih asyik ngobrol dan tertawa. Tapi Wonsik terlihat sibuk dengan ponselnya, membalas pesan dari Hakyeon. Hongbin berpura-pura tak peduli dengan itu, meski sebenarnya hatinya benar-benar sakit.

"Sanghyuk, hentikan! Ahaha! Perutku mulai sakit! Hahaha!" Jaehwan tertawa terbahak-bahak setelah mendengar lawakan tidak jelas dari dari Sanghyuk.

"Berharap saja dengan itu hidungmu dapat membaik. Hahaha!" Sanghyuk tertawa. Kali ini, Jaehwan berhenti tertawa. Ditamparnya wajah Sanghyuk. "Yah! Apa yang kau lakukan?!"

"Aku tanya, apa yang kau katakan tadi, hah?!"

Mereka berdua saling melempar tatapan tajam. Mungkin kalau dalam komik, ada kobaran-kobaran api di sekitar mereka.

"Sanghyuk.. Jaehwan.. Sudah, hentikan.." Hongbin mencoba melerai, namun gagal.

Tiba-tiba, Wonsik melompat kegirangan.

"Oh! Ada berita bagus!"

"Apa?" Semua langsung menoleh ke arah Wonsik dan melupakan pertengkaran mereka.

"Hari ini Nyonya Cha berulang tahun. Dan dia mengundang kita ke pestanya!"

"Jinjja?" Wonsik mengangguk.

"Aku boleh ajak Namjoo?" tanya Sanghyuk.

"Hakyeon hyung bilang kau boleh ajak siapa saja yang kau mau."

"Berarti Taekwoon hyung juga boleh gabung?" Tanya Hongbin. Wonsik mengangguk.

Mereka pun bersorak-sorak kegirangan.

.

.

.

.

.

=To Be Continued=


A/N: ... Oke ini pendek banget... MIAAAN! *Runaway* But please review! and Thanks for reading!"