Tittle : Why not me ? chapter 4

Cast :

Oh Sehun

Kim Jongin

Xi Luhan

Etc Other cast

Warning : BL, HunKai, HanKai, typos merajalela, cerita abal dan maksa :D

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, saya Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah ^^

Don't like Don't read

NO SIDER, No Bash.

Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.

.

Happy

.

.

Reading XD

.

.

"selamat pagi ahjumma." Sapa Sehun ramah setelah pintu rumah Jongin terbuka dan menampilkan ibunya yang tengah terkaget.

"ahh Sehunnie, selamat pagi juga. Menjemput Jin atau Jongin ?" tanya ibu Jongin membuat Sehun terkekeh, jangan salahkan ibu Jongin yang bertanya seperti itu, pasalnya sejak ia dan Jongin menjauh, Sehun selalu menjadikan Jin sebagai alasan saat mengunjungi rumah Jongin.

"aku ? menjemput Jongin ahjumma."

"hooaa, baiklah. Jongin ada di dalam tapi kemana Luhan ? mengapa kau yang menjemput Jongin ?" Sehun tersenyum menatap ibu Jongin.

Sebenarnya ini rencana Luhan, Luhan memaksa Sehun untuk menjemput Jongin dengan alasan ia sedang tidak enak badan dan alhasil Sehun mau menjemput Jongin tanpa paksaan yang keras.

Karena sesungguhnya inilah yang Sehun inginkan, kembali dekat dengan Jongin setelah menjauh sekian lama dan sukses membuat hidupnya berantakan ! lebih berantakan dari apapun.

"apa Jin hyung sudah berangkat ?" ibu Jongin menaikan sebelah alisnya sambil menatap yangtengah menatapnya heran.

"tetap bertanya Jin ?" Sehun terkekeh dan tersenyum membuat ibu Jongin menatapnya heran.

"Jin sedang bersiap siap karena ia harus mengantar Minseok."

"Minseok ? siapa ahjumma ?" tanya Sehun sambil mengikuti langkah kaki ibu Jongin memasuki rumahnya.

"keponakanku." Sehun menaikan sebelah alisnya, keponakan ibu Jongin berarti sepupu Jongin dan Jin.

"lalu dimana Luhan ?" Sehun membulatkan matanya kaget sambil menatap ibu Jongin yang sedang menatapnya.

"aah Luhan hyung sedang ada urusan ahjumma." Ibu Jongin mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.

"kau." Sehun dan ibu Jongin menoleh kearah suara dan mendapati Jin dan Jongin yang sedang menatap Sehun heran.

Terlebih Jongin ia menatap Sehun dengan tatapan bingung dan bodoh mungkin, mengapa Sehun ada disini ? sedangkan sejak semalam Jongin sama sekali tidak membalas pesan Sehun karena terlalu senang adaMinseok, ia bisa berbagi masalah tariannya.

Kenapa bukan Minseok saja yang menjadi kakaknya ? itulah yang selalu ada di pikiran Jongin sejak Minseok datang semalam.

"aku menjemputmu lah, pesan ku tidak kau balas sejak semalam." Ucap Sehun membuat Jongin mengangguk anggukan kepalanya dan tersenyum permintaan maaf pada Sehun.

"naik sepeda ya ?" tanya Jongin membuat Sehun menggelengkan kepalanya, Jongin mendengus kesal.

"Luhan hyung tidak bisa menjemputmu, jadi aku yang menjemputmu pakai mobil."

"huh pulang saja sana, kan aku sudah katakan aku merindukan sepeda birumu."

"merindukan sepedaku atau aku ?" bentak Sehun membuat Jongin mempoutkan bibirnya kesal lalu memukul pelan kepala Sehun, membuat Sehun meringgis.

"dua duanya saja deh." Ucap Jongin sambil beringsut berdiri di samping Sehun dan mengalungkan tangannya di lengan Sehun.

"umma aku berangkat dulu ya, aku baru tahu jika Minseok hyung seperti wanita." Ucap Jin sambil beejalan membenarkan letak blazernya yang berantakan.

"siapa yang kau sebut wanita ?"

"kau merasa tidak hyung ?"

"tidak."

"yasudah jangan di pikirkan." Ucap Jin sambil berlalu melewati Sehun dan Jongin, tak lupa Jin mengusak pelan rambut Jongin membuat Jongin mempoutkan bibirnya kesal.

"aku duluan Hun." Pamit Jin pada Sehun yang berada disana, membuat Minseok yang masih berada di dalam berlari keluar.

"yaak ! Kim Jin tunggu aku." Teriak Minseok smabil berlari melewati Jongin, Sehun dan ibu Jongin membuat ketiganya menatap malas.

Tak lama kemudian, Minseok kembali dan pamit pada ketiganya membuat ketiganya menatap heran Minseok dan menggelengkan kepalanya samar.

"kenapa keluarga Kim aneh semua ?" Jongin dan ibu Jongin langsung menatap tajam Sehun yang menatap datar Minseok dan Jin yang sedang memasuki mobil.

"tanpa sadar kau mengatakan aku aneh." Ucap Jongin tajam sambil menatap Sehun membuat Sehun mendelik dan menoleh takut takut kearah Jongin dan ibunya.

"aku tidak mengatakan itu."

"tapi bawa bawa Kim." Sehun terkekeh sambil memberikan peace sign kearah keduanya membuat keduanya mendesah pelan.

"ayo berangkat." Sehun langsung menarik tangan Jongin tak lupa sekalian pamit pada ibu Jongin yang masih berdiri disana.

.

.

#####

.

.

"Uh lihat HunKai kembali bersatu."

"lalu bagaimana dengan HunTao ku ?"

"Sehun lebih cocok dengan Kai dari pada Tao asal kau tahu."

Sehun dan Jongin yang jalan beriringan di koridor menuju kelas mereka hanya terdiam, Sehun lebih memilih menulikan pendengarannya daripada harus pusing memikirkan hubungan HunTao, Sehun sempat lupa jika ia punya rencana membuat Jongin menyukainya.

"Sehun." Panggil Jongin lirih membuat Sehun langsung menoleh dan menatap Jongin yang sedang menundukan kepalanya.

"ada apa ?"

"kau tidak menjemput Tao." Sehun menaikan sebelah alisnya sambil menatap Jongi yang mempoutkan bibirnya.

"tidak."

"kenapa ?"

"ahh ia berangkat lebih pagi dan sendiri, kau tahu kan kalau aku sulit bangun pagi." Jelas Sehun membuat Jongin menganggukan kepalanya.

Jongin mempoutkan bibirnyansaat matanya menangkap pandangan tidak suka kearahnya saat jalan beriringan dengan Sehun, semoga saja tidak menimbulkan perkara karena Sehun sudah memiliki Tao.

"kalian kembali dekat ?" Sehun dan Jongin menoleh dan mendapati Baekhyun yang tersenyum membuat Jongin ikut tersenyum.

"Lihat Jonginmu sudah tersenyum." Sehun mendelik sambil menatap Baekhyun yang terkekeh, Jongin yang tidak mengerti hanya memasang wajah heran sambil menatap wajah Sehun dan Baekhyun bergantian.

Sehun langsung terkekeh dan di ikuti Baekhyun yang tertawa terpaksa akibat paksaan Sehun yang menatapnya tajam.

"aku tidak mengerti dengan yang kalian bicarakan." Ucap Jongin membuat Sehun tertawa garing tapi tidak dengan Baekhyun, ia langsung menatap malas Sehun.

"bukan apa apan Kai." Kali ini Jongin yang merengut kesal menatap Baekhyun yang terkekeh.

"aku ke kelas dulu ya." Ucap Baekhyun sambil melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Sehun dan Jongun yang sedang mempoutkan bibirnya.

"aku merasa akan terbunuh secara perlahan Hun, ayo ke kelas." Ucap Jongin cepat dan langsung menarik tangan Sehun yang sedang mengedarkan pandangannya, matanya menangkap sosok Tao yang tersenyum membuat Sehun memicingkan matanya.

"kurasa penggemarmu bertambah."

"ahh kau bicara apa ?" Sehun bertanya dengan nada keras membuat Jongin mempoutkan bibirnya kesal.

"penggemarmu bertambah, di tambah penggemar Tao ! aku jadi takut." Ucap Jongin membuat Sehun beringsut berdiri di samping Jongin dan merangkulnya membuat semua yang berada di sana hampir memekik senang.

"Kyaaa ! HunKai moment !"

Jongin menghela nafasnya pelan lalu meringis sambil mengusap telinganya yang berdengung, ternyata yang di kataka Sehun benar, gadis gadis di sekolahya lebih berisik dari ibu Sehun dan ibunya di rumah.

"aku penasaran, Kai itu siapa ? apa kau punya nama lain ?" tanya Sehun pada Jongin membuat Jongin menoleh dan tersenyum.

"nanti kau juga akan tahu Hun."

.

.

#####

.

.

Luhan mengernyitkan keningnya saat membaca pesan yang di kirimkan Jongin, Luhan tersenyum lalu menghela nafasnya pelan.

"umma." Teriak Luhan sambil berjalan keluar kamar dan memasuki ruang tamu yang sudah berisikan ibunya yang sedang terduduk menghadap televisi.

"ada apa sih ?" tanya sang ibu sambil menatap tajam Luhan karena telah menganggu acara menonton drama kesayangannya.

"besok ingin datang ke sekolah Jongin ?"

"tentu saja." Jawab sang ibu tanpa di pikir membuat Luhan mendengus kesal, nampaknya ibunya sudah benar benar menyayangi Jongin.

"kalau begitu berangkat denganku tapi umma harus berjanji sesuatu padaku." Sang ibu yang sedang asik menonton pun sontak menoleh kearah Luhan yang sedang mengetikan balasan pesan dari Jongin.

"janji apa ?"

"jangan memaksa Jongin untuk terus berada di dekatku."

"Loh kenapa ? kalian kan sepasang kekasih." Luhan menghela nafasnya lalu menatap sang ibu dengan serius.

"umma aku memilih untuk mengakhirinya besok." Ibu Luhan membulatkan matanya menatap Luhan garang, membuat Luhan mendelik takut lalu mendengus kesal.

"maksudmu tuan Lu ?" Luhan mendesah malas lalu kembali menatap sang ibu yang masih menatapnya sebal.

"umma ingin menjadikan Jongin menantu kan ? aku tidak menyukainya umma, sungguh." Jelas Luhan sambil memandang kearah lain.

Luhan takut jika sang ibu bisa membaca sorot matanya yang tengah berbohong, nyatanya ia sangat menyukai Jongin hanya saja apa ia tega memisahkan Jongin dan Sehun yang sudha bertahun tahun bersama ? dan Luhan harus siap kehilangan adik cadelnya jika ia masih tetap nekat menikahi Jongin.

"appa bilang kau menyukainya." Luhan menoleh kearah sang ibu yang tengah menatapnya heran.

"menyukai sebagai adik, umma."

"lalu perkataanmu kemarin yang 'Jongin akan jadi anak appa karena akan menikah dengan anak appa,' itu apa maksudnya eumm ? umma fikir kau sudah siap menikah dengan Jongin."

"astaga umma ! anak umma dan appa bukan hanya aku, ada Sehun." Ucap Luhan mantap membuat sang ibu berfikir, Luhan menatap sang ibu yang tengah mengerutkan keningnya lalu kembali menatap Luhan.

"jadi maksudmu Jongin menikah dengan Sehun ?" Luhan menganggukanm kepalanya mantap sambil tersenyum.

"apa Sehun menyukai Jongin ? lalu apa Jongin juga menyukai Sehun ?" tanya sang ibu membuat Luhan mendesah pelan, pada kenyataannya sang ibu tidak sepeka dirinya, dengan menatap Sehun dan Jongin saja Luhan sudah merasa ada yang aneh tapi mengapa sang ibu tidak menyadari itu ?

"kenapa tidak di coba dulu ? dekatkan mereka dan jangan katakan pada mereka, jika menurut umma mereka berdua sudha bisa menerima baru kita datangi keluarga Kim dan katakan lagi maksud kedatangan keluarga kita, bagaimana umma ?" jelas Luhanmembuat sang ibu terdiam sejenak lalu tersenyum membuat Luhan ikut tersenyum.

Ia harus menyatukan Jongin dan Sehun sebelum kembali ke kanada dan Luhan rasa ini akan mudah dengan sang ibu yang sudha menyetujuinya.

.

.

#####

.

.

"Tao." Tao yang sedang berada di kantin karena tengah memakan makan siangnya langsung menoleh dan tersneyum kearah Jongin yang muncul.

"Jongin."

"boleh aku duduk disini ?" tanya Jongin membuat Tao menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

"jongin mengambil posisi duduk di hadapan tao dengan keheningan, Tao yang menyadari suasana canggung yang meliputi keduanya hanya bisa menghela nafasnya.

"ada yang ingin kau bicarakan ?" Jongin membulatkan matanya kaget dan menatap Tao.

"bagaimana hubunganmu dengan Sehun ?"

"Sehun ?" Tao menaikan sebelah alisnya dan Jongin menganggukan kepalanya mantap membuat Tao tersenyum kikuk.

Tao lupa jika ia masih menjalani peran sebagai kekasih dari Oh Sehun.

"baik baik saja, kenapa ?" kali ini Jongin yang menaikan sebelah alisnya dan menatap Tao yang tidak melanjutkan makan siangnya.

"aku menganggu makan siangmu ?"

"tidak hanya saja aku sudah kenyang." Jawab Tao membuat Jongin mengangguk anggukan kepalanya dan tersneyum, ternyata Tao termasuk namja yang ramah dan membuat Jongin nyaman saat bersama Tao.

"Kim Kai." Jongin tersadar dari lamunanya dan menatap Tao yang tersenyum.

"sukses untuk pentasmu besok, aku tidka bisa lihat." Ucap Tao menyemangati Jongin membuat Jongin terdiam sejenak lalu tersenyum kearah Tao.

"terimakasih Tao." Tao mengangguk anggukan kepalanya sambil cemberut kecil membuat Jongin tersenyum, ternyata tipe Sehun adalah namja yang manja dan manis seperti Tao tapi kenapa bukan dirinya ? Jongin mendelik dengan pemikirannya sendiri.

"sayang sekali besok aku juga ada pertandingan wushu, aku ingin lihat kau menari." Ucap Tao sambil merajuk membuat Jongin terkekeh pelan.

"aku tahu itu, karena besok pertandingan antar sekolah semua cabang di mulai."

"ne, kudengar Sehun juga bertanding." Jongin mengangguk anggukan kepalanya sambil mengigit bibir bawahnya, rencana untuk mengenal Tao lebih dekat nampaknya harus selesai sampai disini.

"sepertinya begitu, ahh kalau begitu aku kembali ke kelas Tao, ada yang harus aku kerjakan."

"baiklah."

"semoga kau langgeng dengan Sehun."

"eh ?" Tao mendelik mendnegar ucapan Jongin dengan pandangan mata sendu, Tao mengerjap matanya berkali kali lalu tersenyum.

"ternyata kalian memiliki perasaan yang sama, ahh kau bodoh Oh Sehun." Ucap Tao sambil menatap punggung Jongin yang berjalan gontai dan semakin menjauhi mejanya.

Tao bisa merasakan perasaan menyakitkan saat menatap mata Jongin, perasaan sakit saat seseorang yang kita suka sudah memiliki kekasih, begitulah yang Tao lihat dari mata Jongin.

Itu membuktikan bahwa keduanya saling menyukai dan tidak mencoba untuk mengatakannya, ah entahlah apa yang mereka pikirkan tapi yang Tao tahu Sehun menginginkan Jongin tahu bahwa Sehun mencintainya.

.

.

#####

.

.

"hari keberapa pertandingamu ?" tanya Jongin saat tidak sengaja bertemu Sehun di lorong sekolahnya.

Sehun yang baru saja keluar kelas menuju ruang guru karena harus mengerjakan tugas mencatat yang di tinggalkan sang guru mendelik kaget kearah Jongin.

"mana tugasmu Jong ?" Jongin mendengus kesal dan menatap malas Jongin.

"di tas lah mana mungkin ku bawa bawa." Jawab Jongin sewot membuat Sehun terkekeh.

"kapan pertandingamu Sehun ?" tanya ulang Jongin membuat Sehun mengerutkan alisnya.

"hari ketiga berbarengan dengan futsal, kenapa ?"

"aku besok."

"kalau itu aku tahu, umma tadi meneleponku dan bertanya ' kemana Jongin ? kenapa ponselnya tidak aktif ? umma ingin bicara.'" Jongin terkikik geli melihat Sehun memeragakan gaya ibunya.

"kau mirip dengan ibumu."

"tentu saja aku anaknya, mana ponselmu ?"

"habis baterai Hun." Jawab Jongin memebuat Sehun mendengus kesal, jika ponsel Jongin mati ponselnya lah yang jadi korbannya.

"saat pulang kita jalan jalan yuk Jong." Jongin mendelik menatap Sehun yang berjalan santai sambil tersenyum kearah murid murid yang tersenyum.

"naik mobil ?" Sehun mengerutkan alisnya menatap Jong, Sehun sangat tahu betul jika Jongin adalah tipe namja yang selalu beralasan jika di ajak jalan jalan menggunakan mobil.

"mau tidak mau."

"aku tidak mau Hun, naik bus saja kita ke taman lalu ke kedai ice cream."

"mobilnya ?" tanya Sehun pada Jongin tapi Jongin mengedikan bahunya tidak perduli membuat Sehun memicingkan matanya kesal.

Mungkin jika yang ia pakai mobilnya sendiri, Sehun tidak perduli meninggalkan nya di area parkir sekolah.

Nah ini mobil ibunya, jika tergores sedikit saja uang jajan Sehun lah yang jadi korbannya.

"lebih baik pulang dulu lalu aku menjemputmu dengan sepeda." Jongin mengangguk mantap membuat Sehun tersenyum.

"Setuju." Teriak Jongin semangat sambil berloncat loncat senang.

Ya anggap saja ini kencan tak terduga setelah Sehun dan Jongin menyadari perasaan mereka.

.

.

#####

.

.

"kau ingin berkencan dengan Luhan ?" Jongin mendelik tidak suka sambil menatap sang ibu yang terkekeh.

Mulai lagi.

Jongin menghela nafasnya dan menatap malas sang ibu.

"Luhan terus."

"lalu ? memangnya kau punya berapa kekasih eoh ?"

"banyak." Jawab Jongin sewot sambil membenarkan letak kaos lengan panjang dan kupluk yang di kenakannya.

"astaga ! jangan seperti itu kasi –."

"di dalam mimpi." Lanjut Jongin membuat sang ibu mendekat dan menjitak pelan kepala Jongin, membuat Jongin mendesis nyeri.

"sakit umma."

"umma tahu." Jongin mempoutkan bibirnya kesal lalu menatap jam dinding ruang tamunya.

Sehun berjanji tepat jam 5 dia akan tiba dirumahnya dengan sepeda tapi jika di pikir pikir Sehun Sehun hanya mempunyai waktu 15 menit untuk mengganti bajunya lalu kembali kerumah Jongin, setelah mengantar Jongin pulang.

Tapi apa Sehun tidak lelah ? memaksa Jongin untuk menunggunya saat latihan terakhir tadi dan tetap mengantar Jongin pulang dengan selamat.

Aahh Jongin merasa Sehun adalah tipikal laki laki bertanggung jawab, beruntunglah Tao yang memiliki Sehun.

Jongin mendelik dan mengerutkan alisnya, bagaimana jika ada murid sekolahnya yang melihat dirinya dan Sehun ? dan bagaimana jika itu sampai terdengar di telinga Tao ?

Jongin meruntuki dirinya sendiri yang tidak memikirkan sampai kesana, ahh pasti rasanya sakit. Sama seperti rasa sakit saat dirinya melihat Sehun yang tengah tertawa dengan Tao.

"kekasih dalam mimpimu datang." Jongin mendelik kaget dari lamunannya dan menatap sang ibu yang sudah menyeret Sehun yang terkekeh.

"kekasih dalam mimpi ?" Sehun mengerutkan alisnya, kekasih dalam mimpi ? Jongin membulatkan matanya lalu mempoutkan bibirnya.

"umma." Ibu Jongin mencibir sambil berlalu meninggalkan keduanya, Jongin yang masih bersungut kesal dan Sehun yang sedang terdiam bingung.

"kekasih dalam mimpi ?" ucap Sehun membuat Jongin menatap Sehun.

"hanya candaan Hun." Sehun mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.

"kalian memang tidak lelah pulang sekolah langsung pergi kencan ?"

"umma." Teriak Jongin membuat Sehun terkekeh dan berbalik menatap ibu Jongin yang berada di pintu menuju ruang makan.

"ini bukan kencan ahjumma, hanya jalan jalan biasa. Biasa di cincang Luhan hyung nanti kalau di katakan kencan." Jongin mendengus kesal, bisa tidak hidupnya jauh jauh dari nama Luhan ? selalu Luhan ! rasanya Jongin ingin melenyapkan Luhan saja.

"jalan jalan berdua ? kencan namanya ! kalian main serong dari kekasih kalian masing masing ya ?"Jongin mendelik menatap galak kearah sang ibu yang hanya terkekeh, Sehun mengelus punggung Jongin lembut sambil tersenyum.

"umma." Teriak Jongin sambil menghentakkan kakinya kesal membuat Jongin tertawa, ternyata menggoda anak bungsunya memang mengasikkan pantas saja Jin selalu menggoda Jongin.

"okeh ! baiklah baiklah hati hati di jalan dan jaga anak bungsuku yang manis itu Sehun."

"aku tampan umma."

"baiklah yang tampan tapi manis."

"umma."

"iya iya manis eh maksudnya tampan." Sehun terkekeh mendnegar pertengkaran ibu dan anak itu, seperti dirumahnya saat sang ibu memaksa Sehun untuk menjemput Jongin.

Dengan berbagai alasan Sehun bisa melaksanakan tugas ibunya dengan kesal tentunya karena keinginan Jongin sangat berbanding terbalik dengan keinginan ibunya.

Salah satunya saat Sehun mengatakan Jongin ingin berkunjung dengan sigap sang ibu langsung menyodorkan kunci mobil kearah Sehun, padahal Jongin meminta Sehun untuk menjemputkan dengan sepeda atau naik bus.

Dan Sehun langsung merasakan dilema, menolak membawa mobil akan di ceramahin oleh sang ibu berjam jam, membawa mobil Jongin akan merajuk berjam jam pula.

Tapi setidaknya Jongin masih mengerti jika Sehun menjemputnya dengan mobil pasti paksaan dari ibunya.

"melamun ? jadi atau tidak ?" Sehun tersadar dari lamunanya dan langsung menatap Jongin yang sedang merapikan kaos lengan panjang kebesarannya.

Sore ini Jongin terlihat lebih manis dengan baju lengan panjang kebesaran berwarna biru di tambah celana hitam dan kupluk hitam di kepalanya sukses membuat Sehun terkagum dan semakin sulit melupakan Jongin.

"jadi ! kita naik bus saja ya, sepeda ku tinggal disini." Ucap Sehun dan langsung mendapatkan anggukan kepala mantap dari Jongin.

Jongin adalah namja yang tidak terlalu suka mengumbar kemewahan, ia lebih suka menjalankan hidup sehat. Berangkat dengan sepeda untuk mengurani polusi udara atau naik bus untuk mengurangi tingkat kemacetan, ya begitulah penilaian yang Sehun dapat sejak bertemanbaik dengan Jongin sejak dulu.

.

.

#####

.

.

"vanilla Hun."

"iya aku tahu." Jongin terkekeh mendengar jawaban Sehun dan Sehun langsung beranjak dari bangku taman yang di jadikan tempat duduk mereka.

Jongin menatap kedepan dan tersenyum saat seorang anak perempuan menangis karena balon miliknya terbang ke langit.

Jongin jadi ingat saat masa kecilnya dengan Sehun dan siapa sangka jika persahabatan mereka terjaga hingga saat ini, walaupun harus bercampur dengan perasaan lain.

Jongin mempoutkan bibirnya, mungkinkan jika dirinya mengakui pada Sehun kalau dia menyukai Sehun, Sehun akan tetap bersikap manis seperti saat ini ?

Lalu jika suatu saat nanti mereka menyetujui hubungan yang lebih dari sahabat lalu bertengkar dan harus berakhir, apakah mereka bisa merasakan saat indah seperti ini lagi ?

Jongin tidak sanggup jika harus membayangkan Sehun yang menjauh lagi, cukupkemarin hidupnya tanpa gairah dan Jongin tidak mau merasakannya lagi.

Jongin menghela nafasnya pelan dan menundukan kepalanya, bahkan Jonginsudah merasakan Sehun benar benar jadi miliknya.

"Ice Cream Vanilla datang." Jongin langsung menoleh saat telinga nya mennagkapsuara Sehun, Sehun muncul dengan cup ice cream dengan 2 scoop ice cream vanilla di tambah saus strawberry dan coklat di atasnya.

Jongin menjilat bibirnya tanpa sadar membuat Sehun terkekeh.

"yaak." Jongin berteriak kencang saat Sehun menggodanya dengan menjauhkan es krim di tangannya agar tidak terjangkau oleh Jongin.

"katakan apa ?" Jongin membulatkan matanya dan Sehun hanya terkekeh melihat perubahan wajah Jongin, ia seperti anak kecil yang sedang merajuk meminta di belikan es krim oleh kakaknya.

"Sehunnie es krim ku." Sehun menggelengkan kepalanya menyingkirkan es krim itu semakin jauh dari Jongin.

"bukan seperti itu." Jongin mempoutkan bibirnya membuat Sehun tersenyum.

"Sehunnie es krim Jongie." Ucap Jongin sambil menggembungkan pipinya membuat Sehun reflek mencubit dan langsung memberikan es krim itu.

"es krim vanilla dengan saus coklat dan strawberry untuk Jongie, katakan apa ?"

"terimakasih Sehunnie."

"ugh kau imut sekali Jong, seperti anak kecil." Jongin emndelik saat sebuah kalimat dengan kata imut meluncur langsung ke telinganya.

"aku tidak imut, aku ini tampan dan sudah dewasa." Sehun menganggukan kepalanya sambil tersenyum, Jongin mengatakan ia tampan dan dewasa saat ia sedang memakan ice cream di taman dengan berantakan.

Jika Jongin bukan sahabat dan calon kakak iparnya mungkin Sehun sudah menculik Jongin dan langsung menikahinya.

Sehun tersenyum menatap Jongin yang sedang memakan es krimnya dengan berantakan, Sehun menatap Jongin dengan pandangan datar.

Jantungnya bergemuruh kencang saat senyuman Jongin tercetak jelas disana, Sehun benar benar menyukai Jongin bahkan Sehun sudah rela melenceng dengan menyukai Jongin, apa Jongin menyukai dirinya ? Sehun menghela nafasnya pelan lalu menundukan kepalanya.

Sehun harus bersabar jika benar benar ingin menjadikan Jongin kekasihnya, terlebih sang ibu sudah menjodohkan Jongin dengan Luhan.

Nyuut !

Ahh Sehun merasakan dadanya berdenyut sakit, bagaimana ceritanya sang ibu bersikukuh ingin menikahkan Jongin dan Luhan sedangkan dirinya juga berharap menikah dengan Jongin ?

"kau tidak beli Hun ?" Sehun langsung menoleh dan tersenyum, lalu menggeleng.

"tidak."

"kenapa ?"

"aku ingin beli bubble tea, ayo kesana." Ucap Sehun sambil menunjuk kedai bubble tea di ujung taman dekat jalan, Jongin menganggukan kepalanya lalu bangkit membuat Sehun mengernyitkan keningnya.

"habiskan dulu es krim mu dulu." Jongin terkekeh dan kembali terduduk, Jongin menghabiskan es krim dengan cepat membuat Sehun menatapnya horor.

"pelan pelan." Jongin menganggukan kepalanya dan mulai perlahan lahan menghabiskan es krim itu.

"sudah habis Hun." Sehun menoleh kearah cup yang tinggal berisikan sendok yang tadi Jongin gunakan.

"buang sampah pada tempatnya dong." Jongin merenggut dan bangkit tapi Sehun melarang dan malah menariknya untuk duduk kembali.

Mengambil alih cup itu dan mulai mengukur jarak dengan tempat sampah yang tak jauh dari keberadaannya.

Jongin menatap Sehun bingung, apa yang akan Sehun lakukan ? Sehun melakukan ancang ancang seperti akan menembak sama seperti saat pertandingan basket saat melawan sekolah Chanyeol yang lalu.

Sehun mulai melempar cupnya membuat Jongin menatap horor karena ada seorang anak kecil yang lewat.

'Bruuk'

"apa gunanya aku ikut basket kalau seperti itu saja tidak bisa ?"Jongin langsung menoleh dengan tatapan horor membuat Sehun terkekeh.

"wajahnya biasa saja dong."

"aku takut jika anak itu kena lemparan mu Hun." Sehun terkekeh, lalu menatap tempat sampah yang tak jauh dari tempatnya smabil tersenyum.

"aku ini kan anggota basket Jong."

"aku tahu."

"lalu kenapa wajahmu seperti itu ?"

"aku hanya kasihan dengan anak kecilnya Hun."

"okeh okeh, ayo kita pergi membeli bubble tea." Sehun langsung menarik Jongin untuk bangkit dan mulai berjalan menuju kedai bubble tea yang memang tidak berada jauh dari sana.

.

.

#####

.

.

Sehun terus saja menggenggam jemari Jongin membuat senyum terus tercetak jelas di wajah Jongin, tak lupa semburat merah samar muncul di kedua pipi Jongin.

"kau ingin beli ?" tanya Sehun sambil menghentikan langkahnya lalu membalikan tubuhnya menatap Jongin.

"tidak Hun, tiba tiba aku lapar." Sehun membulatkan matanya menatap Jongin yang menyentuh perutnya pertanda ia sedang lapar.

Sehun menghela nafasnya pelan lalu tersenyum, "kau ingin makan apa ?"

"aku ingin ramen." Sehun mengerutkan keningnya bingung lalu tersenyum, sambil menunjuk sebuah kedai di seberang taman membuat mata Jongin berbinar.

"nanti setelah beli bubble tea kita kesana." Jongin menganggukan kepalanya membuat Sehun mengusak pelan rambut Jongin dan sukses membuat Jongin menahan teriakannya.

Sehun masih tetap mengenggam tangan Jongin dan menuntunnya menuju kedai bubble tea yang Sehun maksud.

Taman yang mereka kunjungi adalah taman yang dulu sering mereka datangi saat masih sekolah dasar, menjadi tempat favorit saat Jongin dan Sehun sedang malas berada dirumah.

Tapi intensitas kedatangan mereka berkurang sejak mereka memasuki Jinor high School karena mereka berbeda sekolah.

Dna kini mereka kembali mengunjungi taman itu, walaupun terkesan sudha terlambat mengingat mereka sudah memasuki usia remaja tapi tak jarang mereka merasa tetap anak kecil yang selalu bahagia saat berada di taman itu.

"annyeong."

"Huaa Sehunna." Sehun terkekeh pelan saat paman penjual bubble tea itu memanggilnya dengan panggilan akrabnya.

"aku datang lagi paman."

"ingin pesan berapa ?" Sehun mengerutkan keningnya keras sambil menatap standing menu kecil yang ada di hadapannya.

"satu saja ahjussi."

"loh temanmu ?" Sehun menatap paman penjual itu lalu menoleh kearah Jongin, merasa Sehun meminta jawaban Jongin langsung menggelengkan kepalanya.

"dia sedang tidak ingin." Paman penjual bubble tea itu hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum kearah Jongin.

"seperti biasa saja ahjussi." Ucap Sehun membuat paman ahjussi mengacungkan kedua jarinya dan langsung membuatkan bubble tea pesanan Sehun.

Jongin mengedarkan pandangannya kesekitar kedai dan tersenyum, pasti Sehun betah berlama lama disini.

Kedai dengan design warna blue dan tak lupa segala hiasan dinding berbau bubble tea yang tertempel disana.

"kau sering kesini ?" tanya Jongin membuat Sehun menganggukan kepalanya sambil tersneyum lalu tangannya beralih merangkul Jongin.

"ya begitu lah, kadang sendiri dan kadang juga bersama Tao."

"Tao ya ?" Sehun menganggukan kepalanya sambil tersneyum membuat Jongin ikut menganggukan kepalanya.

Sebenarnya sudah berapa lama hubunga Tao dengan Sehun ? mengapa Jongin merasa tidak bisa menjadi sahabat yang baik ?

Rasanya menyesakkan, Jongin menghela nafasnya lalu menundukan kepalanya.

"ini pesananmu Hun." Sehun menerima bubble tea lalu memberikan beberapa lembar uang won.

"terimakasih."

"kembali lagi Sehunna." Sehun terkekeh dan menganggukan kepalanya.

Sehun langsung menarik Jongin untuk menuju kedai ramen yang memang tidak jauh dari kedai bubble tea.

Jongin mempercepat jalannya membuat Sehun terkekeh, apa Jongin sudah lapar ? Sehun mempoutkan bibirnya.

Sehun lupa bahwa mereka pergi tanpa makan hanya ganti baju dan pamit pada ibu mereka.

"ayolaah Hun."

"iya iya."

Sehun mengikuti langkah kaki Jong cepat karena Jongin menariknya dengan cepat.

"kau duluan saja, aku ingin membelikanmu sesuatu yang hangat untuk diminum."

"tea saja Hun." Sehun menganggukan kepalanya dan meninggalkan Jongin saat sudah berada di depan kedai ramen.

Jongin memasuki kedai ramen itu dengan semangat dan tak lupa senyum yang mengambang di kedua belah bibirnya.

"selamat datang." Jongin ikut membungkuk membalas salam pegawai wanita yang bekerja disana.

"untuk 2 orang Nunna." Jongin ikut tersneyum saat pegawai wanita itu tersenyum dan mengintruksikan Jongin untuk mengikutinya.

Jongin mengikuti langkah sang pegawai saat menunjukan dimana mejanya.

Kakinya terhentik dengan mata membulat saat mendapati Tao di kasir dengan seorang pria tingi dan tampan.

Untuk apa Tao kesini dan berdua dengan seorang pria ? Jongin menatap sang pegawai dan memintanya untuk menunggu karena ia sangat penasaran dengan pemikirannya.

"Tao."

"ne ?" Tao menoleh lalu mendelik menatap Jongin yang seakan menatapnya dengan tatapan bertanya.

"kau sedang apa ?"

"A..aku ? aku baru saja selesai makan." Jawab Tao sedikit gugup membuat Jongin menaikan sebelah alisnya.

"dia siapa ?" tanya Jongin menaikan sebelah alisnya dan menunjuk pria tinggi tanpa ekspresi yang berada di samping Tao.

Jongin merasa jika tipe pria yang disukai Tao adalah pria tinggi, tampan dan berwajah datar. Itu bisa Jongin lihat dari Sehun dan pria tinggi yang ada di hadapannya ini.

"aahh perkenalkan, aku Kris ! aku kekasih dari Tao dan kau siapa ?" Jongin membulatkan matanya kaget menatap pria tinggi itu.

Tao meringis pelan membayangkan betapa rumitnya masalahnya nanti.

"kekasih Tao ? lalu Sehun ?"

"Sehun ?"

"ada apa denganku ?" Jongin sontak menoleh dan mendapati Sehun dengan dua gelas di tangannya, Tao ikut membulatkan matanya sambil menatap Sehun.

Sehun menatap horor Kris membuat Kris menatap Sehun malas, Tao melirik kearah Jongin yang langsung di sadari oleh Sehun.

Sehun menghela nafasnya pelan lalu menunduk, rasanya masalah yang satu belum terselesaikan sekarang muncul lagi masalah baru.

Siapapun tolong Sehun sekarang !

.

.

TBC or END (?)

.

.

Holla Hwa Combek egen (?)

Maaf kalo chapter ini sedikit berbelit dan membingungkan karena hwa pun bingung kenapa jadi begini ceritanya -_-

Yang review semakin sedikit dan Sider semakin banyak T_T

Hwa agak kecewa sama itu.

Ada yang tahu kabar EXO mau ke Indonesia ga ?

September, Oktober atau November apapun bulannya Hwa mau nonton ! pengen liat HunKai ku ! #Histeris sendiri#

Jadi Hwa mau kerja keras banting badan buat memenuhi kebutuhan untuk bertemu appa dan eomma #LirikHunkai#

Okeh Hwa tetep ngemis review biar semangat ngelanjutinnya, kalau memang banyak yang ga review ya terpaksa Hwa hentikan cerita ini sampe disini, jadi Kai ga sama siapa siapa.

Kalau mau neror Hwa lewat PM dan lewat akun sosial Hwa, lewat BBM, WA, SMS juga boleh.

Wkwkwk emang pada tau ? haha #MulaiGila#

Thanks To

Vioolyt | Jungjaegun | narexo | laxyovrds| denra31 | yerizel98 | ichigo song | askasufa | Yuki edogawa | Kim In Soo | kahunxo | | banzainime80 | urikaihun | | Su Hoo | syazen1 | flamintsqueen | Jongin48 | Kamong Jong | blissfulxo | afranabila19 | HyunnK.V | and para Sider semua ~

Hwaa sayang kalian.

Review juseyo ~

Paaii ^^

_Hwa_