Title : Miracle in our family
Author : Hanazawa Rainy
Pairing : Yunho-Jaejoong, Slight : Siwon-Kibum
Rated : T
Disclaimer : GOD, their self, their parents
Genre : Romance / Family / Hurt-Comfort
Warning : Boys Love / BL/ Male x male/ worse dialog/ typo/ possible M-PREG/ GenderSwitch for Heechul
Close this page if you don't like this story.
CHAPTER 4
-Yun Jae-
In The Morning
jaejoong tersenyum riang ketika ia melihat Yunho berdiri di ambang pintu kamar mereka sambil membawa boneka gajah pink pesenan Jaejoong dini hari tadi. Yunho berjalan mendekati Jaejoong dengan menahan kantuk dan lelah. Bagaimanapun juga mencari boneka gajah pink jam dua pagi itu bukan hal yang gampang, Yunho harus berkeliling Seoul hanya untuk mencari boneka gajah pink pesanan Jaejoong dan ia baru mendapatkan boneka itu jam 9 pagi di toko boneka di pinggir kota Seoul.
"Joongie, ini boneka gajah pink pesanan mu" ucap Yunho sambil memberikan boneka gajah pink itu kepada Jaejoong.
Jaejoong langsung memeluk boneka tersebut. "Terima kasih.. Yunnie" ucap Jaejoong
Yunho hanya mengangguk pelan kemudian ia membaringkan badannya di samping Jaejoong, Ia sungguh merasa ngantuk dan lelah, ia butuh tidur sekarang.
"Yunnie.. bagaimana klo hari ini kita.." Jaejoong menoleh kearah Yunho. Ia berhenti melanjutkan kalimatnya ketika ia melihat suaminya tertidur pulas.
Jaejoong tersenyum kemudian ia mengelus perutnya yang masih rata, "Appa mu pasti kelelahan sehabis mencari boneka. Lebih baik kita ke ruang makan dan membiarkan appa mu beristirahat. umma lapar baby, kau pasti juga lapar kan? " jaejoong seakan berbicara pada bayi yang berada di dalam perutnya. Sungguh manis sekali.
Jaejoong turun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar , tak lupa ia menutup pintu kamar dengan hati-hati tidak ingin membuat tidur suaminya terganggu.
Langkah kaki Jaejoong membawanya ke ruang makan. Disana sudah ada Heechul dan Hangeng yang sedang menikmati sarapan pagi mereka.
"Jaejoong, kau sudah bangun ?. Mana Yunho ?" tanya Heechul
"Yunnie masih tidur umma. Uhmm.. dia kelelahan sehabis mencari boneka buat joongie" jawab Jaejoong.
Heechul mengangguk mengerti, "Duduklah Jae, umma sudah membuatkan sarapan. Kau harus makan yang banyak supaya kau dan bayi mu sehat, mengerti?"
Jaejoong mengangguk. Ia duduk di kursi tepat di sebelah Heechul kemudian menyantap makananya dengan lahap. Sepertinya obat anti mual yang diberikan Kibum cukup efektif .
-YunJae-
In the Afternoon
"Yun.. ayo bangun.. Yunho" Jaejoong mengguncangkan tubuh suaminya yang masih tertidur, berusaha keras untuk membangunkan Yunho.
"Sebentar lagi jae.. Yunnie masih ngantuk" ucap Yunho yang bukannya bangun malah semakin mengeratkan pelukannya dengan guling dan hal ini membuat Jaejoong mengerucutkan bibirnya sebal.
"Baby lihat appa tidak mau bangun. Klo gitu kita pergi ke panti berdua saja ya. Appa sudah tidak peduli lagi sama kita" ucap Jaejoong lirih namun masih terdengar oleh Yunho.
Yunho langsung membuka matanya cepat, "Yack , kau mau kemana Jung Jaejoong? Kau tidak boleh pergi sendirian. "
"Joongie mau ke panti. Joongie mau ketemu keluarga Joongie di panti. Joongie kangen mereka" ucap Jaejoong sedih
Yunho memeluk tubuh Jaejoong, "Iya Joongie, kita ke panti sekarang. Yunnie mandi dulu ya, Joongie juga harus bersiap bukan?"
Jaejoong mengangguk, "Makasih Yunnie. Joongie mau bersiap dulu. Joongie nggak sabar mau ketemu Leeteuk umma, changmin, dan lainnya." Ujar Jaejoong girang
Yunho hanya tersenyum melihat pola istrinya yang kelewat ceria. Yunho berjanji pada dirinya sendiri, ia pasti akan menjaga Jaejoong dan calon bayi mereka. Yunho akan mempertaruhkan semuanya hanya untuk mempertahankan senyum manis milik Jaejoong.
'Tuhan jagalah istri ku dan calon bayi kami' doa Yunho dalam hati.
-Yunjae-
Siwon melepas jas dokter miliknya. Ia sungguh lelah sehabis menangani beberapa pasien . Siwon menjatuhkan dirinya di sofa yang berada di ruang kerjanya. Baru saja Siwon mau memejamkan matanya suara pintu di buka membuatnya menoleh ke arah pintu ruang kerjanya. Seorang namja cantik dengan pakaian dokter terlihat begitu pintu di buka. Siwon langsung merubah posisi nya menjadi duduk di sofa ketika melihat namja yang merupakan kekasihnya, Kim Kibum.
"Bummie, ada apa?" tanya Siwon
Kibum mendudukan dirinya di samping Siwon, ia menyenderkan kepalanya di bahu tegak Siwon, "Wonnie.. " panggil kibum pelan
Siwon mengusap kepala kekasihnya itu lembut, "Ada apa Bummie?" tanyanya lembut
Kibum menarik nafasnya dan membuangnya perlahan,"Kapan Wonnie akan menikahi Bummie ?"
Pertanyaan polos Kibum terdengar begitu menusuk hati Siwon. Memang Siwon dan Kibum sudah hampir dua tahun menjalin hubungan sebagai kekasih tapi entah kenapa hingga sekarang Siwon masih belum siap untuk menikahi kibum.
"kenapa diam ?" tanya Kibum lagi , "Wonnie tidak mencintai Bummie ya? Makanya wonnie tidak mau menikahi Bummie"
Siwon menggeleng cepat, "Tentu saja Wonnie sangat sangat sangat mencintai Bummie. Suatu saat nanti Wonnie pasti akan menikahi Bummie. Bummie percayakan sama Wonnie ?"
Kibum mengangguk, "Bummie percaya sama Wonnie. "
Siwon mencium pucuk kepala Kibum. Menyalurkan segala rasa cinta nya pada Kibum.
'Sabarlah sebentar lagi Kibum. Ku mohon bersabarlah' batin Siwon
-YunJae-
In The Evening
Jaejoong dan Changmin sedang bermain bersama di halaman belakang panti asuhan. Sudah hampir empat jam mereka bermain bersama. Jaejoong menemani Changmin bermain Lego, ia membantu Changmin untuk menyusun Lego-lego tersebut menjadi sebuah bangunan walaupun terkadang ia kesal ketika ia kesulitan untuk membuat sebuah bangunan dari lego.
"Yeahh.. Joongie berhasil membuat mobil. Minnie lihat, hyung berhasil membuat mobil" seru Jaejoong senang.
Changmin menatap Jaejoong dengan tatapan kagum, "Huwoo.. hyung hebat. Minnie saja tidak pernah berhasil membuatnya"
Jaejoong tersenyum bangga , "Tentu saja hyung hebat." Ucapnya sambil mengelus perutnya. Entah kenapa semenjak hamil ia sering sekali mengusap perutnya.
Changmin menatap perut Jaejoong , " Hyung.. apa benar di dalam perut hyung ada adik bayinya?"
"Tentu saja minnie. Di dalam perut Jae-hyung ada adik bayi. " Jelas Yunho yang sedari tadi memperhatikan percakapan antara Jaejoong dan Changmin
Changmin mendekat kearah perut Jaejoong dan mengusapnya, " Nanti klo adik bayi sudah lahir. Minnie janji akan menjadi kakak yang baik. Minnie pasti akan menjaga adik bayi" ucapan polos Changmin membuat Jaejoong terharu.
"Adik bayi pasti senang mempunyai kakak seperti minnie." Ucap Jaejoong yang disertai anggukan kepala Yunho.
"Hari sudah semakin sore, lebih baik kita masuk ke dalam. Ku rasa Leeteuk umma sudah menyiapkan makanan untuk kita." Seru Yunho.
Yunho bangkit dari posisi duduknya, kemudian ia membantu Jaejoong untuk berdiri . Yunho melepaskan jaket yang di pakainya dan meletakannya di punggung Jaejoong, "Pakailah.. udara sudah semakin dingin. Aku tidak mau kau sampai sakit" ucapnya
Yunho memang selalu bisa membuat Jaejoong merasa nyaman, " Terima kasih"
"Yaa.. Yunho hyung, Jae hyung ayo cepat. Minnie tidak mau kehabisan makanan buatan Leeteuk umma" teriak Changmin yang sudah terlebih dahulu sampai di depan pintu
"Dasar.. kecil-kecil pikirannya tidak lepas dari makanan. Ku harap anak ku nantinya tidak banyak makan seperti Changmin" gerutu Jaejoong .
-YunJae-
At Night
Hari sudah menunjukan pukul 9 malam. Yunho dan Jaejoong bergegas untuk pulang kerumah mereka. Awalnya Jaejoong menolak untuk pulang dan bersikeras untuk menginap di panti. Tapi Yunho tidak mengizinkan hal itu, Yunho berpikir lebih baik membawa Jaejoong kerumah mereka untuk beristirahat dan lagipula ia tidak ingin di bunuh oleh Heechul karena mengizinkan Jaejoong menginap di saat kondisi Jaejoong yang sedang hamil.
Akibat dari penolakan Yunho atas permintaan Jaejoong untuk menginap. Kini sepanjang perjalanan pulang mereka, Jaejoong tidak henti-hentinya memasang wajah cemberut dan kesalnya kepada Yunho bahkan ia sama sekali tidak mengajak Yunho bicara.
"Joongie.. mau sampai kapan berwajah seperti itu?" Yunho mencoba untuk mencairkan suasana. Tapi Yunho tidak mendengar ucapan balasan dari Jaejoong.
Yunho menarik nafasnya, "Yunnie minta maaf ya. Yunnie bukannya tidak mengijinkan Joongie untuk menginap . Yunnie khawatir dengan kondisi Joongie dan bayi kita. Yunnie tidak ingin Joongie terlalu lelah."
Jaejoong tetap diam, ia masih memandang keluar jendela mobil dan sama sekali tidak mengindahkan perkataan Yunho.
"Baiklah-baiklah, Yunnie harus apa biar Joongie berhenti marah dan memasang wajah seperti itu" Yunho menyerah di diamkan Jaejoong walau hanya beberapa saat.
Seketika mata Jaejoong berubah menjadi bersinar-sinar, "Joongie tidak akan marah lagi tapi Joongie punya satu syarat"
Yunho menoleh ke arah Jaejoong sekilas, "Syarat apa ?"
"Yunnie harus mencari es krim rasa durian"
Yunho memicingkan sebelah alisnya, "Mana ada yang menjual es krim jam segini Joongie. Yunnie akan mencari nya besok"
"Tidak ada besok. Joongie ingin makanan itu malam ini atau kau tidak boleh menyentuh ku selama sebulan" ucap Jaejoong yang lebih terdengar seperti perintah
Yunho mendesah pasrah. Sepertinya untuk beberapa bulan kedepan. Yunho harus menyiapkan fisik dan mentalnya untuk menghadapi ngidam aneh Jaejoong.
-YunJae-
In The Morning
"Hoekk...Hoekk... " Jaejoong mengelurkan isi perutnya di kamar mandi. Jaejoong merutuki dirinya yang semalam lupa untuk meminum obat antimualnya.
Yunho yang mendengar suara muntahan Jaejoong segera bergegas ke kamar mandi. Ia mendapati istrinya berwajah pucat dan terlihat begitu lemas "Yunniee.." lirih Jaejoong
BRUKKK..
Jaejoong ambruk. Beruntung Yunho berhasil menahannya. Yunho segera menggendong Jaejoong dan mengambil kunci mobilnya bermaksud untuk membawa Jaejoong kerumah sakit.
"Jaejoong kenapa Yun?" tanya Hangeng begitu ia melihat Yunho yang menggendong Jaejoong
"Jaejoong pingsan di kamar mandi. Aku akan membawanya ke kamar mandi. Bisakah appa menghubungi perusahaan bahwa hari ini aku tidak masuk. " pinta Yunho
Hangeng mengangguk, "Urusan kantor biar appa urus. Kau bawa saja Jaejoong kerumah sakit dan jaga dia baik-baik."
Yunho sungguh khawatir dengan kondisi Jaejoong. Wajahnya sangat pucat . Semoga tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada Jaejoong
-YunJae-
Yunho tiba di rumah sakit . Sudah ada Kibum yang berjaga dan beberapa perawat lainnya. Yunho segera meletakan Jaejoong di atas ranjang yang sudah di siapkan. Beberapa perawat mendorong ranjang tersebut dan membawa Jaejoong ke ruang UGD.
"Aku akan membunuh mu jika terjadi sesuatu yang buruk pada Jae hyung" ancam Kibum sebelum ia masuk ke ruang UGD.
Yunho menunggui Jaejoong di depan ruang UGD dengan harap-harap cemas. Seandainya semalam ia tidak membiarkan Jaejoong menikmati es krim durian nya, seandainya setelah itu Yunho tidak lupa mengingatkan Jaejoong untuk meminum obatnya mungkin Jaejoong tidak akan mengalami kejadian seperti ini. Lagi-lagi Yunho merasa gagal untuk menjaga istri dan calon anaknya.
Pintu UGD terbuka menampilkan sosok Kibum yang memasang wajah seramnya. Yunho berani bertaruh, Kibum pasti akan membunuhnya.
"Yack.. Jung Yunho ! Apa yang terjadi sampai Jae hyung mengalami demam ? " bentak Kibum
"Aku membiarkannya memakan es krim tadi makam. Sungguh Kibum aku tidak tahu jika Jaejoong akan menghabiskan sepuluh mangkok es krim rasa durian dan membuatnya menjadi demam "
Kibum melototkan matanya, "Dasar Bodoh. Siapa yang tidak demam jika menghabiskan sepuluh mangkok es krim. Sighh... bersyukurlah hyung karena Jae hyung tidak mengalami hal serius. Kali ini aku memaafkan mu, tapi lain kali jika hal ini terulang lagi, aku tidak segan-segan menggantung mu." Ancam Kibum sebelum ia pergi.
" Kibum akan sangat mengerikan jika marah. Kau tau kan hyung , ia begitu menyayangi Jae hyung. Ku rasa ia sedikit kecewa padamu hyung." kata seseorang dari belakang tubuh Yunho.
Yunho membalikan tubuhnya dan tersenyum kecut, "Ku rasa Kibum memang pantas kecewa padaku. Aku memang tidak bisa menjaga Jaejoong, benarkan Siwon?"
Siwon menepuk pundak Kakak nya itu, seakan memberikan semangat. " Hei hei.. jangan bicara seperti itu sekarang. Lebih baik kau temui Jae hyung di ruang perawatannya. "
Yunho mengerti, ia berjalan menjauhi Siwon tapi baru beberapa langkah ia berbalik, "Siwon.. umma sudah kembali dari Jepang. Apa kau masih tidak ingin menemuinya dan mengenalkan Kibum pada umma."
Siwon tersenyum parau, " Aku tidak yakin. Apa umma masih menganggap ku sebagai anaknya dan merestui hubungan ku dengan Kibum."
" Kau tidak akan pernah mendapat jawabannya jika kau hanya berdiam diri dan menunggu, Kibum juga butuh kepastian mu. Pikirkan baik-baik. " saran Yunho.
Siwon berdiri mematung di depan pintu UGD. Ucapan Yunho terus berputar di otaknya.
"Apa yang harus ku lakukan sekarang?" lirih Siwon
-YunJae-
Kamar perawatan Jaejoong di penuhi dengan aroma obat-obatan. Jaejoong membuka matanya perlahan dan ia tersenyum mendapati Yunho yang berada di samping ranjangnya.
"Bagaimana perasaan mu ? Apa ada yang sakit ? Aku panggilkan Kibum ya" Yunho memberondong pertanyaan ketika Jaejoong sadar,
Jaejoong menggenggam tangan Yunho kemudian ia tertawa "Aku baik baik saja. Hanya sedikit pusing tapi ku rasa aku akan baik-baik saja. Jangan terlalu berlebihan Yunnie"
Suasana di kamar perawatan Jaejoong mendadak hening. Yunho sedari tadi hanya menunduk tidak berani menatap wajah Jaejoong.
"Yun, ada apa?" tanya Jaejoong yang merasakan ada kejanggalan pada suaminya itu
"Maafkan aku Jae. Aku tidak bisa menjaga mu dan calon bayi kita dengan baik. Maafkan aku. Aku gagal jadi calon ayah yang baik" lirih Yunho
Jaejoong memegang wajah Yunho, "Lihat aku Yun." Jaejoong mengangkat kepala Yunho agar melihatnya. Jaejoong menatap lembut kearah Yunho, " Jangan menyalahkan dirimu Yun. Aku yang salah. Aku memakan sepuluh mangkuk es krim dan lupa meminum obat anti mual ku. Jangan pernah mengatakan hal itu lagi. Kau adalah suami dan calon ayah tebaik untuk ku dan bayi kita, Yun"
Jaejoong membimbing Yunho untuk medekatkan wajah mereka. Kedua bibir itu menyatu satu sama lain, mengecup perlahan dan saling menyalurkan perasaan satu sama lain. Tidak ada nafsu diantara ciuman keduanya. Jaejoong melingkarkan tangannya di leher Yunho, meresapi setiap ciuman dari Yunho. Yunho melepas ciuman mereka sebelum ia tidak bisa menahan nafsunya. Pesona Jaejoong bukanlah hal mudah untuk di tolak bagi seorang Jung Yunho.
"Ehemmm.. apa kalian sudah selesai ?" sebuah suara mengintrupsi kegiatan Jaejoong dan Yunho. Yunho hafal sekali dengan suara baritone milik adik nya itu.
Yunho melotot. "Sejak kapan kalian di situ, Kim kibum dan Choi Siwon ?"
Jaejoong menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Ia masih malu jika ada orang lain yang melihatnya berciuman dengan Yunho.
"Sejak hyung mencium Jae hyung. Hyung jika ingin berbuat mesum jangan di lakukan di rumah sakit." Tegas Kibum.
" Aku tidak akan berbuat mesum di rumah sakit, mungkin aku akan melanjutkan kegiatan mesum ku ketika di rumah saat Jaejoong sembuh. Ya kan, Joongie ?" Goda Yunho pada Jaejoong yang wajahnya sudah semakin memerah,
"Aishh.. kalian ini. Jae hyung aku akan memeriksa mu." Ucap Kibum.
Kibum mengecek selang infus Jaejoong, ia juga memeriksa Jaejoong dengan stetoskop miliknya.
" Demam mu sudah turun hyung. kondisi janin mu juga tidak bermasalah. " jelas Kibum
Yunho memperhatikan Siwon yang sedang memperhatikan Kibum dengan raut muka sulit di tebak.
"Sampai kapan kau mau membuatnya menunggu ? " tanya Yunho pada Siwon
"Aku belum siap hyung. Aku belum siap untuk mengenalkan Kibum pada umma. Aku takut umma akan menolak Kibum. Mengingat Kibum adalah anak dari orang yang paling umma benci. " jawab Siwon pelan tidak ingin Kibum sampai mendengar pembicaraan mereka.
BRAKKK..
Suara pintu kamar perawatan Jaejoong yang di buka kasar terdengar kencang. Yunho dan Siwon menatap ke arah pintu dengan pandangan terkejut. Sesosok wanita cantik dengan rambut terurai berdiri tegak di ambang pintu. Wanita itu adalah Jung Heechul. umma dari Jung Yunho dan Choi Siwon.
"umma.." ucap Yunho dan Siwon bersamaan.
Heechul menatap ke arah dua orang namja yang memanggilnya dengan sebutan umma. Heechul menutup mulutnya tidak percaya ketika ia melihat namja di samping Yunho.
"Siwon, kau kah itu ?"
-To be Continue-
Notes:
Rainy kembali dengan cerita aneh dan ga jelas. Ehmm.. Rainy bakal ngasih inti cerita di chapter ini. Di chapter ini belum terasa konfliknya, buat konflik Yunjae, rainy baru masukin sedikit doang kya pas Jaejoong sakit terus Yunho yang merasa bersalah.
Di chapter depan bakal di jelasin alasan kenapa marga siwon sama yunho itu beda dan Alasan kenapa Siwon nggak mau ngenalin kibum ke Heechul. Terus di chapter depan perjuangan yunho jadi calon appa bakal terus berlanjut.
So, Nantikan Chapter berikutnya.
Terima kasih untuk yang mereview di chapter chapter sebelumnya *bow
