Isn't He Lovely? ( Chapter 3 )
• Main Cast:
Yesung (24yo)
Kyuhyun (22 yo)
Siwon (23 yo)
Kibum (22 yo)
• Other Cast: Super Junior members.
• Warning: Yaoi content, typos, grammar error, bahasa non baku, etc.
.
.
.
"Yesungie!" Baru saja Yesung akan keluar dari lift, tapi sebuah suara mengagetkannya.
"Hei kau! Iya Kau!" Lagi. Tapi Yesung belum berniat untuk menoleh.
Dia mengenali suara itu. Suara yang sangat tidak asing di pendengarannya. Karena rasa penasaran yang terlalu menumpuk, Yesung akhirnya membalikkan kepalanya. Didapati sosok seorang lelaki tengah berdiri dengan pose yang tidak biasa. Tangannya terlihat menunjuk tepat ke arah Yesung yang sedang kebingungan. Dia adalah...
.
~ Isn't He Lovely? ~
.
"Eunhyuk-ah!"
Yesung berlari menerjang lelaki bergummy smile yang agak jauh di depannya. Ternyata pendengarannya tak salah.
"Pabboya! Kenapa lama sekali merespon huh?" Eunhyuk menoyor kepala Yesung sayang.
"Aku tak menyangka jika ada yang mengenaliku disini. Mianhae" Yesung hanya tersenyum simpul menanggapi, tak berniat membalas perbuatan Eunhyuk.
"Bagaimana kalo kita ke kafe seberang? Aku yang traktir! um?"
"Ah ide yang bagus. Aku mau!"
Yesung lantas mengapit lengan Eunhyuk yang membawanya pergi.
'Eunhyuk-ssi mengenal kura-kura itu?'
Heh Kyuhyun, kau bahkan belum mengenalnya tapi sudah berani mengatainya. Starkyu -sebutan fans- ternyata juga ada disana, tapi di sisi berlawanan. Ia menatap aneh kepergian dua namja yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Kira-kira seperti itulah arti tatapannya.
.
"Wah kau hebat sekali! Bahkan kau melangkahiku sangat jauh"
Garpu dan sendok Yesung sampai terangkat menanggapi cerita Eunhyuk saking antusiasnya. Bahkan makanan yang telah terhidang menganggur begitu saja tanpa ditoleh.
"Jangan berlebihan Yesungie. Aku yakin kau bisa menyamaiku bahkan lebih. Pengalamanmu jauh lebih diatasku"
"Tapi aku tidak berpendidikan Hyuk. Aku tidak yakin bisa tembus. Lagi pula... Aku hanya mengabulkan permintaan Hyungku" Yesung tertunduk lesu. Makanannya kini diacak sebagai pelampiasan rasa gundah.
"If there's a will, there's a way"
Eunhyuk menggenggam tangan Yesung, memberhentikan gerak mengacak makanannya. Mencoba menyalurkan semangat adalah tujuannya sekarang. Sedang yang dipegang agak tersentak dengan perlakuan tiba-tiba namja di depannya. Sedikit menoleh ke arah tangan yang menumpuk lalu beralih ke wajah Eunhyuk. Terlihat teduh dengan sedikit senyuman tersemat yang menenangkan.
"Um"
Jawab Yesung sambil mengangguk sekenanya. Ia tersenyum membalas lengkap dengan mata setengah garis yang tersisa. Sangat manis.
Sedikit cerita, jika Eunhyuk adalah teman SD Yesung saat di Gyeonggi. Ia lahir dan dibesarkan di panti asuhan karena orang tuanya tidak menghendaki Ia ada -singkatnya anak haram. Eunhyuk itu pendiam dan tidak mempunyai teman di sekolah. Sampai akhirnya ada namja bermata sipit berani mendekatinya. Mengajaknya berteman tanpa mengenal status sosial. Dia Kim Jong Woon atau lebih akrabnya Yesung. Keluarga Yesung juga tidak menolak kehadiran Eunhyuk berada di sekitarnya. Oleh karena itu Yesung dan Eunhyuk berteman dekat. Namun pertemanan itu tidak terjalin lama hingga Yesung harus pindah ke Cheonan saat menginjak kelas 3 SD mengikuti ayahnya yang seorang tentara. Meski miss communication selama beberapa tahun, bukan berarti mereka melupakan satu sama lain kan?
"Bagaimana keadaan Appa dan Ummamu Sungie? Kau juga masih tinggal di Cheonan?" Terlihat mereka mulai makan dengan percakapan yang masih berjalan.
"Ne, aku tinggal dengan Hyungku. Appa meninggal saat menjalankan tugas ke Pyongyang 14 tahun lalu. Umma... dia menyerah. Dia tidak bisa hidup tanpa Appa. Dia bilang Appa adalah oksigen untuknya. Hidup tanpa Appa berarti hidup tanpa oksigen. Dan itu artinya... kematian. Sudah 7 tahun"
Yesung terdiam. Pikirannya memflashback saat dimana Ia menemukan badan sang Umma tergantung kaku dibelakang rumah. Bahkan fobia akan tali gantung masih membekas di benaknya. Membuat bulir air mata terjun bebas membasahi pipi chubby itu.
"Sekarang, kita sama" Kepala yang semula tertunduk kini terangkat dengan senyuman samar dan airmata yang dihapus kasar.
"Yesungie"
"Tapi kau masih beruntung Hyuk-ah. Walaupun orangtuamu mencampakkanmu, tapi mereka masih ada. Temui mereka sebelum terlambat"
Eunhyuk tidak menyahut. Ia hanya menghela nafas yang lebih terlihat seperti nada meremehkan.
'Suatu saat, mungkin...' Lanjutnya dalam hati.
.
.
Sekarang kita beralih ke salah satu apartment elit yang terletak di tengah Kota Seoul. Blue Sapphire Apartment, dimana di lantai 13 dijadikan dorm oleh mereka pemiliknya. Dorm yang dihuni 3 namja tampan boygrup papan atas. Ya siapa lagi kalo bukan Angelic Icon yang tengah naik daun. Tapi dorm itu kini terlihat sepi karena rata-rata dari mereka telah menjemput mimpi. Alasannya tak lain adalah lelah karena seharian mengurus acara casting. Tapi tidak dengan Cho Kyuhyun si magnae, Ia terlihat duduk melamun di ruang tengah dengan sebuah boneka di tangan kanannya. Boneka? Iya boneka. Boneka kura-kura yang di dapatnya 14 tahun silam di pemakaman militer tempat kakeknya di semayamkan.
"Apa pikiranmu tidak ada disini Kyu?" Suara bass Siwon menyadarkan Kyuhyun. Sepertinya sang leader baru saja mengambil minum tanpa disadarinya.
"Kau masih menyimpannya? Boneka itu?"
Siwon lantas mendekat tak hanya mengambil tempat di samping Kyuhyun, namun juga mengambil boneka berukuran sedang dari tangannya itu.
"Tidak penting. Lebih baik kau tidur karena besok pagi kita harus kembali men-casting"
Kyuhyun menjawab dengan menarik kembali bonekanya lalu berlalu ke kamar. Mengindahkan Siwon dengan tatapan bertanya-tanyanya.
"Apa yang salah dengan anak itu?"
.
.
cklek
"Yesungie!"
"Selamat malam Heechul Hyung maaf menganggu"
"Ka kau?"
"Um Aku Eunhyuk. Apa kau masih mengingatku Hyung?"
"Eunhyuk-ah!"
Eunhyuk yang baru masuk bersama Yesung langsung diterjang oleh Heechul. Percis seperti kelakuan adiknya tadi. Untung Eunhyuk memiliki refleks yang bagus hingga Ia bisa menahan badannya sendiri. Sedang Yesung hanya masa bodo lalu duduk dan terlihat asik dengan ponselnya.
"Kau? Kenapa bisa?" Pertanyaan Heechul terdengar mengambang di telinga Eunhyuk, namun Ia mengerti maksud Hyung temannya itu.
"Aku ketua make up crew Angelic Icon Hyung. Sub ku fashion stylist. Tadi aku tidak sengaja bertemu Yesung yang kebetulan ikut casting" Eunyuk menjawab setelah sebelumnya melepas pelukan Heechul.
"Dunia memang sempit. Duduklah dulu, aku akan membuatkan teh untukmu"
"Tidak perlu Hyung. Aku hanya mampir sebentar, ini sudah terlalu malam dan aku harus pulang" Belum sempat Heechul melangkah namun tangannya di tahan Eunhyuk.
"Hah baiklah" Heechul menyerah. "Sebagai gantinya kau harus menjelaskan bagaimana bisa kau sampai seperti sekarang"
Ish dasar Kim Heechul perhitungan!
"Aku hanya berkeinginan agar dunia tidak memandangku sebelah mata Hyung. Dan keinginan itu yang membawaku sampai titik dimana aku berpijak sekarang"
"Ah kau benar-benar membuatku kagum Hyuk-ah. Aku harap Yesung bisa sepertimu kelak"
"Aku sudah mendengar semuanya dari Yesung, Hyung. Dan aku berdoa yang terbaik untuk kalian"
"Hiks gomawo Hyuk" Berniat memeluk kembali Eunhyuk, namun sebuah pekikan membatalkan niat Heechul.
"Hyunggggg! Lihat ini!" Tiba-tiba Yesung berteriak menghampiri Heechul dan Eunhyuk. Mengarahkan layar ponsel jadulnya ke arah mereka.
"Wah chukkae!" Mereka lalu berpelukan. Sepertinya doa Eunhyuk langsung di jamah Tuhan. Serta nasehat Heechul untuk casting yang mulai diterima baik oleh Yesung.
"Eunhyuk-ah bagaimana kalau kau menginap di rumahku? Ada satu kamar tersisa untuk tamu"
"Benar kata Yesung. Besok kau bisa kembali pagi-pagi. Kau juga bisa sekalian membawa Yesung. Bukankah casting besok akan dimulai pagi?"
Eunhyuk nampak berpikir sejenak sebelum tersenyum mengangguk menyetujui kemauan kakak beradik itu. Wajah bahagia bekas berpelukan tadi masih tercetak jelas di ketiganya. Sepertinya efek kelulusan Yesung barusan.
.
~ Isn't He Lovely? ~
.
Lagi dan lagi di tempat ini. Rasa-rasanya muak jika dipikirkan terus. Jika boleh memilih maka dipastikan mereka akan memilih untuk berlari sekencangnya keluar, tak peduli lagi title artis yang melekat pada diri masing-masing. Tapi ya itu 'jika boleh'.
brug
"Hah sehari lagi"
"Dan jadwal sudah menanti untuk diselesaikan"
Kyuhyun menoleh mendapati namja seumuran yang hanya berbeda beberapa bulan lebih awal menyahuti dirinya. Sikap yang 180 derajat akan berbeda jika sudah bersama dan jauh dari fans. Meski begitu kepribadiannya tetap saja yang paling susah ditebak.
"Sekarang Leeteuk Hyung akan menemani kita. Hitung-hitung sebagai pemberi nasehat"
"Ne, annyeong. Bacalah dulu scriptnya"
Sedang dua yang tertua datang menyusul dan langsung ikut memonopoli sofa empuk itu. Mencari posisi ternyaman hingga keempatnya sibuk dengan kertas masing-masing.
"Ini terlihat seperti kompetisi bermake up"
"Memang begitulah adanya Kyu"
"Sudah kan? Kalau begitu kita mulai saja. Kebetulan di depan sudah ramai"
Leeteuk memberhentikan perbincangan antar leader dan magnae itu. Berjalan mendekati pintu lalu memberi isyarat kepada para peserta untuk masuk. Tidak usah memberi petunjuk karena di depan sudah ada pamflet penunjuk. Satu persatu hingga 5 orang kelompok terakhir beradu keahlian meremake kepala mannequin yang disiapkan khusus untuk casting.
'Namja itu lagi' Mata Kyuhyun tak hentinya menatap namja mungil di depannya. Beruntung karena si mungil tidak menyadarinya.
Dan kalian harus tahu jika ini untuk kedua kalinya obsidian coklat itu terfokus. Setelah penyisihan tadi, dan sekarang final test yang hanya tersisa 3 orang. Gotcha! Itu berarti Yesung masuk babak terakhir, iya kan?
"Kim Jong Woon-ssi, 2 dari peserta tadi sudah memilih. Dan sekarang yang tersisa hanya Kibum untuk kau deskripsikan. Tes ini untuk melatih public speaking dan sejauh mana kau mengenal Angelic Icon"
'Deskripsi? Apa yang harus aku katakan?' Mata Yesung membulat. Cukup terkejut mendengar suruhan Leeteuk.
"Nggg Kibum-ssi... Baik, sopan, ramah... dingin?" Akhirnya bibir kissable itu berbicara. Onix sipitnya tak henti memandang sosok Kibum yang menatapnya balik. Hanya mendeskripsikan dari visual rasanya tak masalah.
"Ehem" Suara deheman Evil Cho yang sukses memutus kontak mata antar Yesung dan Kibum.
"Sekarang kau make up wajahnya menurut apa yang kau deskripsikan"
"Ne" Bersamaan dengan persetujuan Yesung, Kibum secara otomatis bangun lalu berpindah ke single chair yang sebelumnya disii Kyuhyun sebagai bahan percobaan peserta.
Kibum terpejam merasakan nikmatnya tangan kecil Yesung meraba-raba wajahnya. Ditambah hembusan hangat nafas stroberry-mint yang berasal dari pasta gigi Yesung. Ck benar-benar memabukkan. Setelah selesai dengan wajah, kini tangan Yesung bergerak menjelajah rambut hitamnya. Terasa seperti refleksi menurut Kibum. Hatinya juga tiba-tiba berdesir saat mengetahui baby face itu kini berada lagi tepat di hadapannya. Apalagi ekspresi yang dikeluarkan, rrr sedikit menggoda iman.
'Shit seharusnya namaku tak keluar di undian sebelumnya' Kyuhyun mengumpat, dalam hati tepatnya. Cemburu eoh?
Sedang Siwon hanya menatap intens pasangan artis dan calon crew artis di depannya. Sedikit berpikiran sama dengan Kyuhyun sepertinya.
"Sudah selesai Leeteuk-ssi"
Perkataan Yesung membuat Leeteuk mengalihkan pandangannya dari kertas yang dibaca.
"Good job" Dan jika mampu Ia akan memberikan keempat jempolnya untuk tatanan badboy ala Yesung.
"Aku akan menyerahkan semua data ke Youngmin-ssi untuk diperhitungkan. Jika kau lulus, maka mulai besok kau bisa bekerja"
'Hah? Secepat itukah?' Batin Yesung bertanya.
"Mungkin kau bingung kenapa secepat itu. Tapi ketahuilah jika kami hanya mendapat jatah libur kurang dari sebulan oleh agensi"
Dan Yesung hanya mengangguk saat pertanyaan diam-diamnya dijawab.
"Terus cek emailmu. Itu adalah yang paling penting. Sekarang kau bisa pulang"
"Ne Leeteuk-ssi. Kamsahamnida, Saya permisi dulu" Yesung menunduk hormat dan langsung melangkah pergi. Tak menyadari jika tiga pasang mata sekaligus menatapnya tanpa berkedip.
.
.
"Saya rasa Key bisa memegang kendali untuk menggantikan Lee Sungmin. Dia memiliki fashion's sense yang baik terlihat dari caranya berbusana. Pendidikan yang mumpuni, dan juga good looking. Thats enough"
"Tapi dia tidak memiliki esense dalam bermake up Youngmin-ssi"
"Tidakkah itu bisa dilatih? Seiring dengan berjalannya waktu dia akan terbiasa"
"Tidak ada waktu lagi, jadwal padat sudah menunggu"
"Baiklah. Kalau begitu Stephanie Hwang. Dia memiliki level yang sama dengan Key. Dia perempuan, ku rasa itu akan menjadi lebih mudah"
"Maaf jika Saya menyela Youngmin-ssi. Tapi kita sedang mencari sub make up dan hairstylist, bukan fashion"
"Apa kau sedang mengarahkanku untuk memilih pria ini?"
"Bukan maksud Saya. Tapi menurut pendapat pribadi, penilaian lebih berpihak padanya ketimbang peserta lain. Angelic Icon juga fix memberi suara mereka padanya"
"Pendidikan terakhir SMA"
"Pendidikan bukan alasan untuk mengukur seberapa jauh keahliannya. Experience teach better, seperti yang anda ucapkan di konfrensi pers pembukaan SM Town The Stage kemarin Youngmin-ssi"
"Jangan mengajariku! Itu artis. Bukan crew artis. Cari yang lain. Aku tidak mau ini disorot dan menjatuhkan nama agensiku. Kau bisa meminjam crew artis grup lain untuk sementara"
Keputusan keras kepala Presiden Direktur SMent menyelesaikan perdebatan kali ini. Terlihat Ia merapikan tuxedo hitam miliknya dan berlalu pergi begitu saja setelah membuang map berisi data peserta tepat kehadapan Leeteuk. Leeteuk hanya diam memandang kepergian sesepuh agensi tempatnya bekerja. Setelah jauh dari pandangan, akhirnya Ia bangun. Sedikit merapikan kursi tempat sementaranya ke lokasi semula. Dia masih menaruh rasa hormat meski ketidaksukaannya sudah tidak bisa diukur lagi.
.
"Ditolak"
Satu kata yang mampu membuat ketiga namja di depannya mendongakkan kepala.
"Apa?"
"Siapa yang artis? Siapa yang butuh? Apa dia tidak sadar kedudukan?"
"Stop berkomentar dan selesaikan sekarang"
Komando sang leader seperti suruhan wajib untuk kedua anggota yang lain. Mereka ditambah Leeteuk lalu bangkit dan tentunya kalian sudah tau kemana arah tujuan mereka selanjutnya.
- TBC -
.
.
.
Note:
Minjem nama gpp pan ya? hehehe
maaf juga kalo aku nistain Youngmin-ssi disini, gak bermaksud buruk kok cuma ini kan fiction ya begitulah maksudnya^^
Begimana chap3 nya? Kurang panjang? Kurang manis? Asem? Pedes? wkwkwk lemme know it :p
Yang paling penting sih buat reviewers! Thank you so much much much love! Lagi2 gabisa ucapin atu2 /writer gak becus/ /slaps/
Makasi juga buat yg udah follows and favs! Andddd for my mostly readers aka moy babies 'silent readers'... Show off ur name guys, will you always become a ghostie till the last chapter? HAHAHA /ketawa bareng kyu/
So dont forget to review yah:p Phay phay see you on next chap luv!
