"YUNHO, KAU SUDAH MENIKAH! ASTAGAA AKU LUPA, JADI KAU INGIN MENJADIKAN PUTRAKU YANG KE'2 HUH? TIDAK, AKU TAK MENYETUJUINYA" ucap umma Kim ketika mengingat Yunho sudah menikah.

Umma Kim menghela napas.. "Tindakanmu malah akan menyakiti JaeJoong, Yunho.. Orang akan menganggap JaeJoong perusak rumah tanggamu" jelas umma Kim.


Enno KimLee Presents

"i'll protect you"

Main Cast : YunJae

Slight : JaeMin, YunSica

Rate : T+

Warn : BoyxBoy, hurt (?), romance, alur lambat, gaje, ide pasaran

Don't Like..? Don't Read..

It's Easy, Right.

if you've read, please leave a comment

No CoPas.. Okeh.

inspirated : Promises, Promises


YunJae saling memiliki..

YunJae saling melengkapi..

YunJae punya orang tua, saudara-saudara mereka, cassie, serta shipper.

Dan cerita ini, murni milik saya!


Sudah satu minggu berlalu, tapi JaeJoong baru menyelesaikan 60% pekerjaannya. Lantai, wallpaper, meja nakas, ranjang, cermin, beranda, sudah terselesaikan. Hanya menunggu pesanan tirai, lemari, rak buku, pintu buram kamar mandi, dan langit-langit kamar mandi yang dalam proses pengerjaan.

Hari ini JaeJoong datang ke rumah Yunho lebih awal, jika biasanya datang pukul 10, kini ia datang pukul 9 dan ia menyesal. Bagaimana tidak jika itu malah membuatnya bertemu Yunho? Seperti hari pertama pekerjaannya, saat itu Yunho sengaja menunggunya datang untuk memberi kunci cadangan rumahnya.

Yunho yang sedang meminum cappucinno lattenya menepuk ruang kosong di sofa yang didudukinya. Menyuruh JaeJoong duduk saat ia tak bergeming dilorong ruang tamu.

JaeJoong memutar bola matanya melihat Yunho ada dirumahnya. Sebelum ia mengeluarkan kata-katanya, deringan telefon mencegahnya.

Yunho mendengar umpatan-umpatan dari mulut JaeJoong setelah menerima telfon. JaeJoong kesal karna ternyata mobil yang mengantar tirai dan rak buku mengalami mogok. Itu berarti kedatangan lebih awal sungguh sia-sia.

"Duduklah Jae.. Aku pusing melihatmu berjalan-jalan seperti itu" ucap Yunho yang duduk di sofa satu-satunya di rumah itu.

"Ohh aku tak menyuruhmu melihatku" ujar JaeJoong dengan nada dingin.

"Bagaimana aku tak melihatmu jika kau berada di hadapanku" jawab Yunho 'Dan aku tetap hanya melihatmu walau kau tak berada dalam jangkauan pandanganku' tambah Yunho dengan suara lirih. Walaupun begitu, JaeJoong tetap bisa mendengarnya.

Seakan menulikan telinganya, ia melangkahkan kakinya ke arah tangga "Baiklah.. Aku ke atas saja melihat pekerja yang sedang mengerjakan kamar mandi" ucap JaeJoong hendak menaiki tangga. Tapi sebuah pernyataan membuat langkahnya terhenti.

"Kau ternyata masih ingat keinginanku mempunyai kamar mandi seperti itu ya" ucap Yunho di sofa dan memandang lekat JaeJoong.

JaeJoong menarik napas dalam-dalam untuk mengendalikan dirinya. Ia melakukan kebodohan, mendesain kamar sesuai keinginan mereka dulu. Tentu saja ia mengingatnya, semua tentang Yunho masih jelas terekam dalam pikirannya.

"Ingat apa?" Akhirnya ia memutuskan membalikkan tubuhnya menghadap Yunho.

"Ingat tentang desain kamar yang akan kita tempati setelah menikah. Ya walau kau tau bagaimana keadaan selanjutnya. Kau pergi begitu saja, mening-"

"Aku tak ingat soal itu. Cukup Yunho. Aku tak mau mendengarnya lagi. Jika kau masih mau aku melanjutkan pekerjaan ini, berhenti bicara yang membuatku muak" ucapan Yunho terpotong oleh ucapan sinis JaeJoong. Dengan cepat, ia menaiki anak tangga, tak peduli dengan lelehan air mata yang mengalir perlahan dari mata beningnya.

Ia tak ingin Yunho melihatnya menangis. Jika melihat, Yunho pasti melakukan hal yang bisa membuat dinding hatinya roboh. Hal yang tak diinginkan JaeJoong. Dan jika itu terjadi, pengorbanannya selama ini hanya sia-sia.

'Maafkan aku Yunho.. Maaf. Aku tak boleh dekat-dekat denganmu' ucap JaeJoong sambil menghapus airmatanya yang terus mengalir walau sudah di hapus.

'Sampai kapan kau akan terus menghindariku Boo? Aku tak peduli, sekeras apapun usahamu menghindariku, sekeras itu pula aku berusaha mendapatkanmu kembali'


Yunho mengeluarkan ponsel dari saku celana trainingnya" halo sekretaris Jang, undur meeting pukul 11 nanti ke setelah makan siang. Aku datang terlambat hari ini"

"Halo.. Aku ingin memesan bimbimbab 4 porsi, 4 teh hangat, 2 bulgogi ke Daegu Resident, kav 73, atas nama Jung Yunho. Ohh dan antarkan segera, Ok"

"Halo umma.. Aku sudah bertemu dengan JaeJoong. Jessica? Dia sedang liburan. Tidak.. Dia yang sekarang mendesain rumah baruku. Tidak, untuk apa umma menemuinya? Hum.. Dia menghindariku umma, berusaha tak berinteraksi denganku. Hum.. Aku mengerti" pip.. Yunho memutus sambungan telfon.

Ia menetapkan hatinya agar membuat JaeJoong mencintainya. Bukan hanya kepura-puraan. Dan tanpa diketahui Yunho, di rumah, umma Jung menangkupkan kedua tangan pada wajahnya, terisak. 'Mianhae Joongie, mianhae.. Umma menyayangimu'

Ting.. Tong..

Bel rumah Yunho berbunyi setelah 30 menit JaeJoong berada dikamar Yunho. Dengan sigap JaeJoong menuruni anak tangga dan membuka pintu. Sejenak ia heran, mengapa ada kiriman makanan? Ia kan tak memesannya.

"Dengan Tuan Jung..?" ucap pengantar makanan yang membuat JaeJoong tersadar.

"Ah bukan, sebentar saya pang-"

"Siapa yang datang Jae? Apakah pesananku?" ucap Yunho dari jauh menghentikan ucapan JaeJoong pada pengantar makanan itu.

"Benar, aku kira pesanan tirai dan lemari" jawab JaeJoong sambil berjalan ke lantai 2 lagi.

"Terima kasih" ucap Yunho setelah membayar dan membawa masuk pesanannya.

Yunho menggeleng pelan dan menghela napas melihat JaeJong kembali naik 'sepertinya benar-benar akan butuh usaha keras' pikirnya.

Yunho melangkah ke kamar tidurnya. Meletakkan makanan di meja nakas untuk pekerjanya. Lalu membawa makanan ke JaeJoong yang berdiri di beranda.

"Makanlah Jae.. Aku tau kau pasti belum makan"

"Kau tau aku? Oh kau membuatku terkesan" ucap JaeJoong dengan nada sinis.

"Aku tau kau suka meninggalkan sarapan ketika mengerjakan sesuatu. Dan kau sok kuat"

"Dan aku memang kuat, tak sepertimu yang-" JaeJoong menghentikan ucapannya. Ia mengutuk dirinya yang tanpa sadar membahas masa lalu.

"Sepertiku yang apa? Kau mulai ingat rupanya.. Tapi kini aku juga kuat sepertimu" ujar Yunho.

"Terserah kau saja.." ucap JaeJoong sambil berbalik dan melangkah masuk kamar.

Tap..

Langkah JaeJoong terhenti ketika Yunho menangkap pergelangan tangannya.

Deg..

Deg..

Detak jantung JaeJoong terasa kencang. Seperti tersengat aliran listrik, ketika tangan hangat Yunho menyentuh kulit putih nan halus JaeJoong.

Yunho membalikkan badan JaeJoong ke hadapannya.

"Kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya Jae?" ucap Yunho lirih sambil menatap kedua mata JaeJoong, setelah menyudutkan dan memerangkap tubuhnya dengan kedua lengan kekarnya.

"Aku tak mengerti, apa maksudmu eoh?" ujar JaeJoong sambil melipat kedua lengan di depan dada dan membalas tatapan Yunho.

Walau tatapan JaeJoong terlihat dingin. Tapi ketika kembali menatap Yunho sedekat ini, membuat kakinya terasa lemas. Apalagi ia melihat keseriusan dimata Yunho 'Tidak Jae, kau tidak boleh goyah' pikirnya.

"Aku sudah tau semua.. Kenapa kau tak mengatakannya padaku? Kenapa malah pergi?"

'Dari mana ia tau?' pikir JaeJoong.

"Kenapa diam saja Jae? Ucapkan sesuatu"

"Apa harus, aku mengucapkan sesuatu?. Menyingkirlah, aku mau menghubungi pengantar barangnya"

"Jika kau mengatakannya, kita sudah menikah dan hidup bersama Jae. Tak perlu pergi"

JaeJoong terdiam..

Benarkah Yunho sudah tau kebenarannya? Kalau begitu, percuma ia mengelak dan beralasan.

"Selalu seperti itu kan, selalu kau yang melakukan sesuatu untukku. Kau pikir aku tak bisa melakukan sesuatu untukmu huh? Apa kau pikir aku rela meninggalkanmu? Demi Tuhan Yunho, aku mati-matian bertahan agar tak menemuimu ketika mendengar kau menikah dengan Jessica. Aku-" ucapan JaeJoong terhenti ketika ponselnya berdering.

"Nde umma.. Waeyo?"

"Tidak, tidak usah. Dia sudah memesan makanan. Apa? Kau menyebalkan umma!"

"Kenapa Boo?"

"Jangan panggil aku seperti itu Yunho" ujar JaeJoong tapi hatinya berkata lain 'aku merindukan panggilan itu'.

"Tidak, aku akan memanggilmu seperti itu lagi, Boo~" ucap Yunho menggoda.

JaeJoong terdiam.. 'Kenapa jadi rumit begini? Aigoo aku pusing!'

"Jadi, kenapa ummamu? Apakah itu tentang Minnie?" tanya Yunho lagi.

"Aku akan jawab jika kau menyingkir dari hadapanku"

Perlahan Yunho menurunkan tangan dan memberi ruang untuk JaeJoong bergerak.

"Ia ingin aku mengambil bekal makan siang untukmu. Dia akan memasak makanan kesukaanmu. Tsk~ merepotkan sekali"

"Benarkah? Ummamu memang baik. Dan sebenarnya tadi ummaku ingin datang menemuimu tapi aku melarangnya"

"Um.. ummamu tau kita sudah bertemu?" tanya JaeJoong sedikit gugup.

"Hum, sepertinya umma sedikit kaget. Tapi kurasa ia takut"

"Aku juga takut" ucap JaeJoong pelan. Sangat pelan menyerupai bisikan. Tapi dengan pendengaran Yunho yang sensitif, ia bisa mendengarnya.


Yunho memberhentikan mobilnya di depan rumah umma JaeJoong. Melepas safety belt dan memencet bel lalu masuk.

Heran mengapa Yunho yang datang?

Itu terjadi karna sesaat mereka berdua masuk mobil, JaeJoong menerima telfon dari atasannya agar segera datang ke kantor. Hal itu mau tak mau membuat Yunho terpisah dari JaeJoong.

Tapi tenang saja.. Seorang Jung Yunho tak akan membiarkannya pergi sendiri. Sebelum menuju rumah umma JaeJoong, ia mengantar JaeJoong ke kantornya terlebih dahulu.

"Umma, apakah umma menyetujui jika aku kembali melamar JaeJoong? Apakah appa Kim akan mengizinkannya juga?" Tanya Yunho setelah umma Kim menyodorkan ice tea dan meletakkan bekal di meja makan.

"Kami tak tau apa yang waktu itu di pikirkan JaeJoong ketika pergi 3 hari sebelum pernikahan kalian. Appanya tak habis pikir dengan tingkah anak itu, tapi Changmin bisa membuatnya berpikir logis. Hanya satu yang waktu itu ia ucapkan saat mendengar kau menikah.. "Ini yang terbaik untuk kami" dan kami semua tak bisa berkata apa-apa lagi"

"Tapi jika ia menerimaku, apakah kalian mengizinkan kami?"

"Aku berharap yang terbaik untuk JaeJoong, Yunho. Tak ingin ia menjalani hidup seperti kami, orangtuanya. Yang menikah karna perjodohan" jelas umma Kim

"YUNHO, KAU SUDAH MENIKAH! ASTAGAA AKU LUPA, JADI KAU INGIN MENJADIKAN PUTRAKU YANG KE'2 HUH? TIDAK, AKU TAK MENYETUJUINYA" ucap umma Kim ketika mengingat Yunho sudah menikah.

Tsk~ umma Kim. Kemana saja kau beberapa minggu ini eoh? Apa karna terlalu terpesona, jadi melupakan status Yunho hmm?

"tidak umma, aku sedang mengurus perceraian dengan Jessica. Dan setelah bercerai, aku akan langsung melamar JaeJoong, dan semoga ia menerimaku"

Umma Kim menghela napas.. "tindakanmu malah akan menyakiti JaeJoong, Yunho.. Orang akan menganggap JaeJoong perusak rumah tanggamu" jelas umma Kim.


Terik matahari tak menyurutkan (?) niat Yunho untuk keluar kantor. Siang ini Yunho ingin mendatangi rumah barunya. Ia tak sabar melihat sudah sampai mana pekerjaan JaeJoong, terakhir melihat adalah satu minggu yang lalu.

Sebenarnya ia ingin bertemu JaeJoong, karna 3 hari belakangan ini, ia sulit di hubungi. Sedangkan Yunho tak punya waktu untuk ke kantor JaeJoong, ia sibuk merancang paket liburan musim panas tahun ini.

Sesampai di depan rumah, ia turun dan langsung melangkah ke lantai dua. Suasana hening, hanya terdengar suara ketukan di kamar mandi yang ternyata sedang di pasang lantai dan wastafel.

Yunho berjalan menuju beranda tapi tak juga menemukan JaeJoong. Seorang pekerja yang melihat Yunho celingak-celinguk (?) pun bertanya.

"Tuan Jung, Anda mencari sesuatu?" tanya Hyun Suk sang pekerja.

"Ah saya mencari JaeJoong, apakah ia belum datang Hyun?" ujar Yunho.

"Tuan JaeJoong sudah datang tadi pagi, lalu ia pergi lagi dan akan kembali sore nanti" jelas Hyun Suk.

"Begitu rupanya,, terima kasih Hyun. Aku akan kembali nanti" ucap Yunho dan melangkah keluar kamar, mau ke kantor lagi.

'Sepertinya ia memang sibuk, jadi tak mengangkat telfonku dari kemarin' kemudian entah sudah keberapa kalinya, ia mencoba menghubungi JaeJoong. Dan sepertinya hari ini ia beruntung karna JaeJoong mengangkat telfonnya.

"Ada apa Yunho?" tanya JaeJoong langsung ketika telfon tersambung.

"Kau tak datang ke rumah hari ini? Tadi aku mencarimu disana"

"Aku sedang sibuk dan untuk apa kau mencariku?"

"Hanya ingin mengingatkan bahwa 3 hari lagi adalah waktu yang kau sanggupi untuk menyelesaikan pekerjaanmu"

"Aku ingat, nanti sore pesanan lemari dan ranjang akan datang. Sedangkan pintu buram kamar mandi datang lusa. Semua akan selesai tepat 2 minggu. Kau tenang saja"

"Aku hanya tak mau menambah lama sewa apartement, aku tidak betah disana"

"Tuan Jung.. Kau bisa menginap di Hotel jika belum selesai. Apa kau sudah tak punya cukup uang untuk membayarnya eoh?"

"Bisa saja jika aku mau, tapi sayang aku tak mau. Oh JaeJoongie~ kau lupa siapa aku eoh? Jung Yunho"

"Aku tau, mungkin saja uangmu habis untuk acara liburan istri cantikmu"

"Jae, kau cemburu hm?"

"Aku cemburu? Tentu tidak. Tanpamu aku masih bisa menjalani hidup yang bahagia. Ah sudah dulu ya, ada yang mencariku" pip.. Sambungan terputus.

'Bodoh kau Jae, kenapa lagi-lagi membahas wanita itu' rutuk JaeJoong sambil melangkah ke ruangan bos nya.

"Ah Siwon.. Jadi kita pergi ke tempat temanmu itu? Enak sekali jika mendapat diskon 50% seperti itu. Aku harap bisa menjadi temannya, supaya bisa dapat diskon sepertimu" ucap JaeJoong pada bosnya itu, Choi Siwon.

"Kalau kau mau, aku bisa memintanya memberi diskon untukmu Jae hyung, ya walau hanya 20%, bukan begitu Heechul hyung?" ujar Siwon sambil menuju sofa tempat seseorang yang dipanggil Heechul.

"Benar Jae.. Dia sahabatku. Kami bertemu di Jeju saat ia liburan dan menginap di hotelku" jawab Heechul "-dan mungkin kau akan sering berlibur dengan gratis bila bersamanya" tambah Heechul dengan pelan tapi JaeJoong masih dapat mendengarnya.

"Sama sepertiku dan Siwon yah? Bertemu di Jeju. Ehh apa kau bilang hyung? liburan gratis?"

"Ayo Jae hyung, Heechul hyung juga menitipkan sesuatu untuknya" ucap Siwon beranjak dari duduknya dan mengecup bibir merah Heechul. Sedangkan JaeJoong hanya memutar kedua bola matanya.

"Hey Jae.. Jangan seperti itu. Bilang saja kau iri, ya kan Wonnie?" ujar Heechul menggoda.

"Oh Tuhan.. Yang benar saja, aku iri pada kalian? Aku bahkan sudah melakukan lebih dari itu" jelas JaeJoong sambil berjalan keluar.

Hal itu membuat Heechul dan Siwon menyeringai, tanpa diketahui JaeJoong.


Mobil Audi silver milik Siwon berhenti tepat didepan gedung berlantai 5. Gedung yang ternyata adalah sebuah kantor agen perjalanan domestik maupun internasional, Jung's Tour yang tak di perhatikan oleh JaeJoong. Ia sedang menatap kesal layar ponselnya, Jung Yunho terus saja menghubunginya.

"Yeobseo.. ada apa lagi Yunho-ssi?" akhirnya JaeJoong mengangkat telfon itu.

Tak tega.. atau mungkin agar ia berhenti menghubunginya?.

Molla~ hanya JaeJoong yang tau.

"Aku ingin bertemu denganmu Jae, sebentar saja. Kita makan siang bersama"

"Sudah kubilang bukan, hari ini aku ada urusan penting. Tak bisakah kau berhenti menghubungiku? Aku sibuk Yunho-ssi"

Tak jauh di depan JaeJoong, Siwon terdiam sambil memperhatikannya. Ia menggelengkan kepalanya melihat Jaejoong dan Yunho di tempat yang berlainan arah. JaeJoong di sebelah kanannya, Yunho disebelah kirinya, dengan jarak yang lumayan jauh.

Kedua orang tersebut pun tak menyadari keberadaan mereka yang 1 gedung, 1 lantai, bahkan 1 waktu hanya terpisah jarak sekitar 50 meter mungkin. Belum sadar sampai Siwon memanggil nama JaeJoong dengan agak keras, yang mengakibatkan seorang Jung Yunho menoleh keasal suara.

Ia baru sadar jika ternyata JaeJoong bekerja di tempat Siwon yang notabennya kekasih seorang Kim Heechul, teman SMA nya yang menyarankan Yunho memakai jasa desain dari tempat kekasihnya itu. Ia mengembangkan senyum 100 wattnya yang membuat para kayawan wanita yang melihatnya harus menetralkan detak jantung dan nafas mereka.

"Baiklah jika kau sibuk. Aku tak akan mengganggumu. bekerjalah dengan baik Joongie-ah" pip.. Yunho langsung mematikan sambungan telfonnya.

JaeJoong terdiam.. 'tumben ia tak memaksa, baguslah' pikirnya.

Siwon mengambil ponsel disaku celananya ketika benda itu bergetar, ada sebuah pesan masuk. Ia terkekeh melihat pesan itu.. lalu kemudian melangkahkan kakinya ketempat JaeJoong yang masih berdiri tak jauh dari loby.

"Jae hyung.. sepertinya kita harus langsung ke restoran saja. Ia masih dalam perjalanan dan mengusulkan makan siang bersama, nanti dia akan menyusul kita kesana" ucap Siwon setelah berdiri didepan JaeJoong yang terlihat bingung ketika Siwon kembali menghampirinya.

"Baiklah kalau begitu.. Tapi aku mau ke toilet dulu Siwon, bisa tunjukkan arahnya?"

"Ayo hyung.. aku antar kau" ucap Siwon.

JaeJoong terkekeh.. "Aku bukan anak kecil yang akan hilang jika ditinggal Siwon"

"Bukan begitu hyung.. Dekat toilet, ada kolam ikan yang selalu kukunjungi" jawab Siwon asal, padahal ia takut jika JaeJoong bertemu dengan Yunho yang sedang berada di toilet.

Sebelum ia mengantar JaeJoong, ia mengirim pesan kepada Yunho agar segera pergi dari toilet.

Di lain tempat -toilet- Yunho tersenyum penuh arti mendapat sms dari Siwon. Ia bergegas keluar dan menunggu di lorong antara toilet dan pintu keluar khusus karyawan.

Tak lama menunggu, ia melihat JaeJoong dan Siwon menuju toilet.

JaeJoong masuk dengan segera, sedangkan Siwon menunggunya di kolam ikan yang tak jauh dari toilet. Yunho menghampiri Siwon yang sedang memberi makan ikan itu.

"Siwon.. Mengapa ia mau ikut denganmu ke kantor ku huh?" tanya Yunho langsung.

"Entahlah.. aku rasa, ia tak melihat nama kantor nya hyung. Kalau ia tau, aku yakin ia tak akan ikut. Kau tau bukan, ia saja meminta untuk pengalihan tugas mendesain rumahmu" ujar Siwon.

Yunho terkekeh.. "Benar-benar tidak berubah, ia selalu tidak memperhatikan" ujarnya.

"Nah hyung.. Bagaimana jika kau pergi. Aku yakin sebentar lagi ia keluar dari toilet" ujar Siwon.

Yunho menyeringai..

Ia dengan santai berjalan menuju toilet "Tak akan.. Aku yang akan menemuinya di dalam sana, Siwon".

Siwon hanya menghela nafas 'Heechul hyung.. Yang kau katakan benar, ia akan bertingkah jika menyangkut JaeJoong hyung'

..To be continued..


Thanks to :

oomKomariah.921 :: meirah.1111 :: Kim soo nie :: Youleeta :: NaraYuuki :: trililililili :: LuCassiopeia :: jajau :: karinaps :: EvilmagnaeMin :: chidorasen :: BlaueFEE :: irengiovanny :: Aoi Ko Mamoru :: JennyChan :: maria8


alloow chingudeul~

Aku datang bawa chap 3 nya.

Udah aku bikin lebih banyak word nya nih, Gimana?

hmm ato malah jadi makin gajekah?

Thanks juga untuk yang udah nge-Follow dan nge-Fav ff ini ^^ #Hug

Gimme your Review...?