(-^Masashi Kishimoto©Naruto^-)
Rate: M, T, K+, K. author menggunakan semua jenis rate, jadi jangan heran
Warning: BL, YAOI, TYPO(s), EYD, OC, OOC, Adegan kasar, dan beberapa kata-kata yang kasar,
Pair Sasuke Uchiha X Naruto Uzumaki
(-^Author by : Thy Uchiuzu^-)
Don't like Don't read
JAIL
Rantai belenggu pengikat kehidupan, mengikatku pada sebuah takdir tak terlihat. Ini lah awal dari kehidupanku. Sebuah perasaan, yang merumit, yang tak aku tahu kapan bermula, dan kapan berakhirnya. Tak perduli, berapa tahun aku hidup, dan berapa kali aku dihidupkan. Ada rasa gelisah yang menghantuiku. Dan saat itu, aku baru menyadari, kalau takdir yang mengikatku itu adalah CINTA.
"Lepaskan dia, baiklah, aku akan pergi dari warnet ini." Sasuke membuka dompetnnya, mengeluarkan beberapa uang yang sangat banyak di dompet itu. "Ini ganti rugi dari kerusakan yang aku perbuat kemarin, dan dia, aku yang bawa." Sasuke memberikan uang-uang itu pada Pain, lalu pergi meninggalkan Pain sambil menyeret Naruto masuk kedalam mobil sport nya.
Rencana
Sasuke memandang lurus pada jalan aspal yang lumayan sepi. Tangan kiri Naruto memegang stir mobil Sasuke. Sebenarnya dia ingin melepaskan tangannya dari stir itu. tapi tangan Sasuke yang juga menggenggam tangan kirinya itu, membuat dia tak bisa melepaskan tangannya dari stir mobil.
"Kita mau kemana?" Tanya Naruto penasaran, karena mobil ini terlihat tak ada tujuan.
"Kau mau kemana? Aku akan mengantarmu dobe." Naruto terlihat berfikir. Tapi dia tak mau lama-lama dengan Sasuke, dia tak suka pemuda disampingnnya ini.
"Aku mau pulang." Naruto memandang Sasuke, Sasuke menghentikan mobilnya tiba-tiba.
"Aku bukan menyuruhmu untuk pulang." Sasuke menggenggam tangan kiri Naruto lebih erat. Itu membuat Naruto kesakitan.
"Auw…, hei tanganku sakit tahu. Lepaskan." Naruto mengiba-ngibas tangannya, berharap Sasuke mau melepaskan genggamannya.
"Beritahu aku dulu, kau mau kemana, baru aku lepaskan."
CUP.
Sasuke mengecup punggung tangan Naruto. Naruto bergidik melihat kelakuan Sasuke yang membuat dia seperti tuan putri.
"Apa yang kau lakukan, aku ini laki-laki, Sial, lepaskan tanganku." Usaha Naruto untuk melepasakan genggaman Sasuke berakhir sia-sia. Pemuda beraurah emo itu masih menggenggam erat tangan Naruto.
"Sudah aku bilang, beri tahu aku kemana kau mau pergi, aku akan mengantarkanmu."
"Kan sudah aku bilang, aku mau pulang teme." Naruto berseru kuat, membuat pejalan kaki yang melintasi mobil yang mereka tumpangi memandang heran pada mobil sport berwarna biru itu.
"Baiklah, aku akan mengantarmu, sekalian aku mau menemui orang tuamu." Sasuke melepas genggaman tangannya, dan mulai menghidupkan mesin mobilnya, Naruto berusaha membuka pintu mobil itu, tapi naas, pintu mobil itu terkunci rapat.
"Apa yang kau lakukan dengan pintu mobilku, dobe?" Sasuke bingung dengan kelakuan Naruto yang mendorong-dorong pintu mobilnnya.
"Buka pintu mobil ini teme, aku mau keluar." Naruto masih berusaha membuka pintu mobil itu.
"Kau mau kemana? Katannya kau mau pulang?"
"Aku mau pulang sendiri, lagi pula, aku sudah suruh Kiba untuk menjemputku."
"Sekarang kau bersamaku, jadi aku yang bertanggung jawab atas keselamatanmu Naruto."
"Aku mau pulang dengan Kiba. Lagi pula, aku malah tak percaya kalau aku akan selamat dari orang sepertimu' Sasuke." Sasuke menarik lengan Naruto.
"Sudah aku kata 'kan, kau harus pulang dengaku, aku mau bertemu dengan orang tuamu."
"Mau apa kau bertemu dengan orang tua-ku."
"Minta restu untuk menjadikanmu kekasih-ku." Naruto terdiam sejenak. Kemudian Naruto tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha…, yang benar saja Teme? Kau bahkan belum lulus sekolah…, hahaha…, memangnya kau bisa apa hah?, lagi pula kau itu laki-laki, sama sepertiku. Jangan membuat lelucon yang aneh teme. Hahaha…" Sasuke melihat tingkah Naruto, mata hitam itu, mengikuti gerakan pemuda didepannya.
"Aku serius, walau aku masih sekolah, aku mencintaimu. Kau mau bukti."
Sasuke menarik dagu Naruto kehadapannya, kedua mata berlainan iris itu bertemu, Sasuke memiringkan kepalanya, sedangkan Naruto berusaha berontak. Bibir Sasuke bertemu dengan bibir Naruto. Pemuda berambut hitam itu menekan lembut bibir Naruto, tapi Naruto tetap berusaha mendorong tubuh Sasuke, Sasuke tidak mau melepaskan ciuman itu, malah ciuman itu semakin ganas, kini bukan hanya mencium, tapi Sasuke juga melumat bibir bawah Naruto, sehingga bibir bawah pemuda pirang itu menjadi bengkak, Sasuke meminta Naruto membuka mulutnya, pemuda pirang itu berusaha mendorong, merontah bahkan memukul-mukul Sasuke, tapi tenaga Sasuke lebih besar darinya.
"Buka mulutmu dobe!" Perintah Sasuke, ditengah-tengah ciumannya. Naruto mengeleng keras, tapi Sasuke tidak putus asa, Tangan Sasuke menjalar ke dalam tubuh tan Naruto, tangan-tangan dingin itu, masuk menelusuri pusar, lalu naik ke dada Naruto dan kemudian menemukan dua tonjolan yang hampir mengeras.
"Hmmmp…, ngh…," Erang Naruto diselah-selah ciumannya.
Tangan putih Sasuke memilin dan menekan-nekan tonjolan itu. membuat Naruto mengerang lebih dan membuat mulut Naruto terbuka, hal itu tidak disia-siakan oleh Sasuke, lidah Sasuke menerobos masuk kedalam mulut Naruto, mengajak lidah Naruto berperang. Lida Sasuke mengjelajahi rongga mulut Naruto. Kecupan itu turun ke dagu Naruto dan terus turun ke leher, Sasuke menggigit, menjilat dan menghisap bagian leher Naruto, membuat jejak merah disana. Naruto yang sadar ini salah segera mencari akal untuk membuat tubuhnya terlepas dari bungsu Uchiha itu. Tangan Sasuke sudah merambat ke pinggang bagian belakang tubuh Naruto, mengelus bagian itu. dan tangan itu berusaha menyusup masuk kedalam celana yang Naruto kenakan, Bibir Sasuke masih melumat bibir Naruto, saat tangan itu berusaha masuk, Sasuke merasa hujaman di perutnya.
"Uhuk…, Dobe! Apa yang kau lakukan? Uhuk…" Naruto memandang kebawah, mata biru bening Naruto mengeluarkan tetesan yang tampak oleh Sasuke. "Dobe…,kau kenapa?" Sasuke berusaha menyentuh pipi Naruto. Tapi tangan itu ditepis kasar oleh Naruto.
"Brengsek, kau…, aku…, ah…, kau benar-benar menyebalkan. Cepat buka pintu ini, aku mau pulang." Naruto menghapus buliran air mata itu, dan membenahi dirinya.
"Tidak. Kau tetap akan pulang denganku." Sasuke menghidupkan mesin mobilnya, dan membawa mobil itu melaju dijalan mulus beraspal.
(-^Thy^-)
Naruto memandang kejalan, dia lebih memilih menatap jalanan itu dibandingkan Sasuke yang menatapnnya.
"Dobe…, kau marah padaku?"
"…"
"Hn, baiklah. Kalau kau tak mau bicara padaku."
"Berhenti!" Sasuke tak merespon apa yang diperintahkan Naruto, mobil itu terus meluncur. "Aku bilang berhenti!" tetap. Mobil itu tetap tak mau berhenti. "Hentikan, atau aku lompat dari mobil ini."
"Kau kira, kau bisa membuka mobil ini? Beritahu aku, dimana rumahmu."
"Aku tak mau, lebih baik kau berhenti Sasuke!"
"Kalau kau tak mau, aku akan membawamu kerumahku." Naruto terdiam sejenak, dia dapat membayangkan bagaimana kalau dia dibawa kerumah Sasuke. Di mobil Sasuke saja, dia hampir di rape+digarep, apalagi di rumah Sasuke.
"Di depan belok kanan. Nanti ada rumah bercat orange, itu rumahku." Ujar Naruto mengintrupsikan.
"Rumah bercat Orange itu banyak Dobe."
"Tidak, disana, rumah bercat Orange hanya rumahku." Sasuke mengangguk mengerti. Mobil sport biru itu melaju.
Sasuke berhenti didepan sebuah rumah bercat Orange yang lumayan indah. Banyak sekali bunga yang berjejer rapi di depan rumah itu, halaman yang asri, dan rumput-rumput yang ditata rapi. Sangat indah dan asri. Sasuke membuka pintu mobilnnya, dia turun dari mobil itu, diikuti Naruto. Naruto berjalan duluan, membuka pagar geser dan menyuruh Sasuke untuk masuk.
"Rumahku memang tak sebesar rumahmu." Sasuke yang asik menelusuri seluk-beluk rumah itu, terlihat terkejut mendengar perkataan Naruto.
"Rumahmu indah, Dobe." Naruto tersenyum tipis ketika mendengar pujian Sasuke
"Kalau bukan karena ibuku yang merawat bunga-bunga ini, mungkin rumahku akan gersang. Hehehe…," Canda Naruto.
"Perkenalkan aku dengan ibumu, Naruto."
"Eh?" Otak lemod Naruto kambuh, dia tak mengerti maksud dari perkataan Sasuke tadi.
"Perkenalkan aku dengan ibumu, idiot." Naruto menjitak kepala Sasuke, dia berjalan mendahului Sasuke, sambil mengomel tak jelas.
Naruto membuka pintu rumahnnya, menyuruh Sasuke masuk duluan.
"Konichiwa…, aku pulang…" Sapa Naruto, seorang perempuan berambut merah, berlari kearah suara Naruto. Terlihat perempuan itu dandanan sedikit berantakan
"Sudah pulang Naru?"
"Iya, Kaasan." Perempuan itu menatap Sasuke yang juga sedang melihatnya.
"Siapa anak laki-laki ini Naruto?" Naruto terlihat gugup untuk menjawab pertanyaan ibunya. Mau bilang temannya, tapi anak ini mengenakan seragam sekolah, mau bilang memungutnya dari jalan, yang benar saja, mana ada seorang Uchiha yang dipungut dari tengah jalan.
"Dia temanku Kaasan."
"Teman?" Tanya Kushina bingung.
"Maksudku, temanku yang sama-sama sering main di warnet Pain-senpai."
Sasuke tahu Naruto berbohong, tapi Sasuke hanya diam saja.
"Nama mu siapa? Kau masih sekolah?" Tanya Kushina kepada Sasuke.
"Sasuke, saya memang masih sekolah bibi, tapi tadi saya pulang cepat." Naruto menghela napas legah 'pandai juga Uchiha berbohong' batin Naruto
"Oh, kalau begitu, masuklah Sasuke. Naruto, ajak Sasuke kekamarmu Saja."
"Eh? kamarku?"
"Iya kamarmu." Sasuke tersenyum tipis. Otak bejatnnya muncul.
"Ti…, tidak perlu Kaasan. Kami akan pergi lagi kok. Yoo Kaasan, aku pergi." Naruto menyeret Sasuke keluar dari rumahnnya. Dan menyuruh Sasuke untuk masuk kedalam mobil, dan Naruto pun masuk kedalam mobil itu.
"Kenapa?" Sasuke menatap Naruto yang terlihat menghela napas.
"Apanya?"
"Kenapa, kau menyeretku dobe."
"Karna Kaasan menyuruhku membawamu kekamarku,"
"Memangnnya kenapa kalau aku masuk kekamarmu?"
"Hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk kamarku." Sasuke memegang pergelangan tangan Naruto. Naruto menatap Sasuke.
"Kalau begitu, aku mau masuk kamarmu. Sebentar lagi kau itu akan resmi menjadi kekasihku, jadi aku adalah salah satu dari orang-orang yang boleh masuk kekamamu."
"Kau ini, lebih baik kau pergi sana." Naruto turun dari mobil Sasuke, menutup pintu mobil itu keras.
"Kau bilang mau pergi denganku."
"Tak jadi, sana cepat pergi dari hadapanku teme. Aku muak melihat mukamu itu, aku benci denganmu. Dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku." Jerit Naruto dari balik jendela mobil. Lalu Naruto berjalan menjauh dari Sasuke.
"Woi dobe, kalau kau masih sayang dengan keluargamu, sebelum pergi cium aku!" Naruto berhenti berjalan, dia mendengar jelas apa yang tadi dibicarakan Sasuke.
"Apa? Ogah…, sana pergi kau." Naruto berlari menuju rumahnnya, lalu menutup pintu rumah itu.
Sasuke menghidupkan mesin mobilnya, dan menjauh dari rumah bercat orange itu.
(-^Thy^-)
"Kakashi, apa kau mendapatkan informasi baru lagi?" Seorang pemuda berkuncir sedang terlihat serius menatap seorang laki-laki didepannya.
"Sasuke-sama menyukai seorang pemuda bernama Uzumaki Naruto, dan saya rasa, anak itu bisa jadi umpan untuk Sasuke-sama." Pemuda berkuncir itu tersenyum penuh kemenangan.
"Bagus, cari tahu informasi tentang anak itu, lalu berikan semuanya padaku. Tapi ingat! Berhati-hatilah terhadap Neji, anak itu sangat setia dengan Sasuke."
"Neji itu masih sangat kecil, dia tak akan mungkin bisa memata-matai saya Itachi-sama."
"Aku ingin tahu, siapa anak bernama Naruto itu. dan kalau benar adikku menyukainya dan mencintainnya, aku yakin, Naruto orang yang paling berharga untuknnya, melebihi aku. Anak itu dapat dijadikan senjata, agar Sasuke mau menuruti perintahku."
"Anda benar Itachi-sama." Pemuda bernama Itachi itu berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan mendekati laki-laki bernama Kakashi itu.
"Apa kau tahu tentang anak itu, setidaknya sedikit saja." Itachi menyenderkan punggungnnya ke meja yang ada dibelakannya, sekarang dia berdiri tepat didepan Kakashi.
"Orang tuannya bernama Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina. Minato berkerja disebuah kantor pemerintahan di Konoha. Sedangkan Kushina berkerja sebagai perawat. Naruto sendiri seorang mahasiswa disebuah Universitas di Konoha. Dia anak tunggal."
"Kehidupan mereka?"
"Minato dan Kushina berkerja, jadi kehidupan ekonomi mereka lumayan. Kalau ingin menyuap Naruto dengan uang, itu tak akan berhasil." Itachi terlihat berfikir, mata onyx itu menerawang. "Kalau anda ingin menjadikan Naruto dibawah kendali anda, gunakan saja orang tuanya. Sasuke-sama juga menggunakan cara itu untuk mendekati Naruto."
Itachi mendudukan tubuhnnya disebuah sofa besar. Tangannya mengotak –atik laptop didepannya.
"Siapa nama ayah Naruto tadi, Kakashi?"
"Namikaze Minato." Kakashi menyebutkan nama itu kembali, jari-jari tangan Itachi menari di keybord laptopnnya. Tiba-tiba senyum tipis menghiasi wajah tampan Itachi.
"Namikaze Minato. Bagus, kita bisa mengendalikan anak itu dengan mudah."
"Apa maksud anda Itachi-sama."
"Namikaze Minato, dia berkerja disalah satu kantor pemerintahan yang berada dibawah naungan Uchiha. Aku dapat mengendalikan Minato, bahkan Naruto sekaligus."
"Apa rencana anda Itachi-Sama?"
"Hubungi Minato, katakan kalau aku ingin bicara dengannya."
"Baiklah." Kakashi menunduk hormat, lalu berbalik meninggalkan Itachi.
"Otouto, sekarang kau tak bisa macam-macam lagi."
Sasuke sedang mengemudikan mobilnnya dengan santai, tiba-tiba ponsel birunya berdering. Sasuke menatap layar diponsel itu.
'SAKURA CALLING'
Sasuke terlihat ragu untuk mengangkat telpon dari orang yang bernama Sakura itu. Sakura dalah kekasih Sasuke, sekaligus teman sekolahnnya. sebenarnya Sasuke hanya menjadikan Sakura sebagai pelarian. Perempuan itu sudah sangat sering menjadi teman tidur untuk Sasuke. Tapi tak sedikitpun Sasuke menaruh perasaan pada Sakura.
Dengan berat hati, Sasuke memencet tombol berwarna hijau. Dan menunggu suara dari seberang sana.
"Sasuke-kun, kau dimana sayang?" Sasuke benci sekali dengan suara perempuan itu. suaranya sangat menyebalkan.
"Aku di jalan. Kenapa?"
"Apa kau tak jadi mengantarku belanja?"
"Maaf aku ada urusan."
"Nanti malam, kau jadi kerumahku?"
"Entahlah, nanti akan aku telpon kau." Sasuke langsung mematikan telpon itu.
Mobil biru Sasuke berhenti disebuah café. Sasuke memarkirkan mobilnya, dan masuk kedalam café itu. mata kelam Sasuke menelitih seluruh pengunjung café itu. sampai matannya menangkap seorang pemuda bermata lavender yang terlihat asik dengan sebuah cangkir di tangannya. Sasuke mendekati pemuda itu, lalu duduk di kursi tepat didepan pemuda itu.
"Bagai mana? Aku dengar kau ketahuan Kakashi?"
"Maafkan saya Sasuke-sama, ini karena kesalahan saya." Pemuda bermata lavender itu terlihat menyesal.
"Aku tahu Kakashi, wajar kalau kalau dia mengetahui kalau kau mengikutinya Neji."
"Saya ceroboh."
"Tak perlu menyesal. Aku akan kembali kerumah, terus awasi Kakashi. Aku percaya padamu."
"Baik." Sasuke berdiri dan langsung berjalan meninggalkan café itu.
(-^Thy^-)
Seorang laki-laki berambut pirang, sedang berjalan menelusuri koridor sebuah perusahaan. Mata birunya menatap jalan-jalan berbelok itu. beberapa kali, laki-laki itu mengubar senyum untuk orang-orang yang dia temui. Langkahnnya berhenti saat mata birunya memandang sebuah papan nama di sebuah pintu.
'DIREKTUR UTAMA'
Laki-laki itu membuang napas panjang, memantapkan diri untuk bertemu dengan orang yang ada balik pintu itu nantinya.
KREK..
"Anda memanggil saya tuan muda?"
Laki-laki itu menunduk hormat pada pemuda yang lebih mudah darinya. Laki-laki bermata biru itu menunduk hormat karena pemuda dihadapannya sekarang adalah atasannya. Itu dilakukan sebagai tanda hormatnya kepada pemuda didepannya itu. mata pemuda itu menatap laki-laki berambut pirang didepannya dengan menelitih, dia menaruh pena yang digunakannya tadi untuk menandatangani dokumen-dokumen penting perusahaanya.
"Anda Namikaze-san?" laki-laki itu berjalan mendekat, dan langsung membungkuk dihadapan pemuda berambut hitam.
"Benar, saya Minato Namikaze. Ada keperluan apa anda memanggil saya, Itachi-sama?"
"Duduklah."
Laki-laki bernama Minato itu duduk di kursi tepat didepan pemuda bernama Itachi.
"Langsung saja. Anda saya panggil kesini untuk bertanya tentang putra anda yang bernama Naruto Uzumaki. Apa benar dia putra anda?" Minato terkejut mendengar nama putranya disebut-sebut oleh orang yang mempunyai jabatan penting di lima Negara.
"Benar. Naruto putra saya. Maaf sebelumnya, bagai mana bisa anda mengenal putra saya?" Itachi tersenyum tipis. Badannya sedikit mencondong kedepan, mata hitam Itachi menatap mata Minato lekat.
"Anak anda adalah teman adik saya." Mata biru Minato melotot. Bagai mana bisa, keluarganya yang jelas-jelas tak terkenal sama sekali, dan anaknya yang tak populer dapat berteman dengan seorang Uchiha.
"Maksud anda?" Minato berusaha memasang indera pendengarannya dengan baik. Dia takut kalau telinganya sedikit terganggu, akibat rapat dewan daerah tadi pagi.
"Naruto adalah teman adikku, bahkan adikku mencintai anak anda."
Minato merasa kalau pendengarnnya memang sedang terganggu. Mana mungkin Uchiha menyukai anaknnya. Dan yang dia ingat, Uchiha hanya memiliki 2 penerus, dan kedua-duanya adalah laki-laki. Pertama, Uchiha Itachi, pemuda yang sekarang berada didepannya, dan yang kedua, juga seorang pemuda, yang Minato ketahui masih bersekolah. 'Apa Uchiha punya anak Satu lagi, dan itu perempuan?' batin Minato.
"Maaf Itachi-sama, saya masih tidak mengerti. Yang saya tahu keluarga Uchiha hanya mempunyai dua penerus. Anda dan adik laki-laki anda 'kan?" Tanya Minato, dia ingin meyakinkan pemikirannya mengenai adanya anggota keluarga Uchiha yang lain.
"Kau benar. Adikku, Sasuke Uchiha, dia lah yang mencintai anakmu."
"EH?" pikiran Minato kemudian berputar. 'Bagai mana bisa anak laki-laki Uchiha menyukai anaknnya. Apa Sasuke Uchiha itu tak normal. Yah, pasti' batin Minato berperang. Rasanya dia mau sekali membenturkan kepalannya ke tembok.
"Ku dengar, adikku menggunakan alasan keluarga dan teman Naruto, untuk mendekati anakmu. Aku butuh kerja sama dari anda dan Naruto."
"Kerja sama apa?"
"Adikku sangat susah diatur, dia adalah pewaris Uchiha setelah saya. Saya tak mungkin mampu menangani perusahaan Uchiha sendiri. Maka dari itu saya membutuhkan Sasuke. Tapi melihat penolakan Sasuke terhadap nama Uchiha dan jabatannya itu, saya khawatir semua tak akan berjalan lancar sesuai rencana saya. Saya bermaksud langsung mengangkat Sasuke sebagai direktur setelah dia lulus nanti."
"Terus, apa hubungannya dengan anak saya?"
"Untuk saat ini, Sasuke merasa kalau hanya Naruto yang paling berharga, bahkan lebih berharga dari kakaknya sendiri. Pasti kata-kata Naruto mau didengar Sasuke. Saya yakin, apapun yang diperintah Naruto, pasti akan dilaksanakan oleh Sasuke. Makanya, saya mau minta bantuan Naruto. Jika semua selesai dengan harapan saya, Naruto akan saya kembalikan pada anda. Tapi untuk itu saya ingin Naruto mau menuruti perintah saya. Saya berjanji keluarga anda akan kami bantu dari segi materil maupun yang lain. Saya akan membayar berapapun yang ada mau."
"Kalau saya menolak?"
"Saya pastikan anda akan kehilangan Naruto. Karena, kalau Naruto menghilang, Sasuke pun akan segera melupakan Naruto. Bagai mana, anda mau?" Itachi menyodorkan tangannya untuk berjabat dengan Minato, Minato dengan ragu menerima jabatan itu. dia tak mau kehilangan putra satu-satunya.
"Baiklah."
"Bagus. Setelah semua selesai, untuk urusan selanjutnnya, serahkan pada saya, masalah hubungan Naruto dan Sasuke, saya akan berusaha membuat hubungan mereka tak lebih dari permainnan saya, yang berada di dalam kekuasaan saya. Jadi biarkan saya yang melakukan ini sendiri, anda hanya perlu membawa Naruto menemui saya" Ujar Itachi.
"Iya." Jawab Minato singkat
"Jika tak ada kepentingan, anda boleh keluar. Ingat, saya ingin anda membawa Naruto segera mungkin kemari."
"Baiklah." Minato berdiri dan langsung berbalik meninggalkan ruangan itu.
"Semua berjalan sesuai rencana." Itachi menyeringai.
.
.
.
.
TBC
Hehehe, maaf di chapter ini masih belum ada lemon. *author ditimpuk masa*
Saya benar-benar minta maaf. Rencanaya saya mau hiatus. Tapi kelihatannya gak jadi. Saya gak bisa ninggalin FNI lama-lama *mewek*. Padahal di FB mau bilang hiatus, hehehehe, saya berubah pikiran.
Bagi yang ngagap fict ini aneh dan gak nyambung, maafkan Mugi. Makasih yang sudah merepyu, maupun membaca fict Mugi ini. Saya mau Tanya. Apa benar my honey death? Apa benar SASUKE UCHIHA mati di Naruto shippuden? Kalau ada yang tahu, tolong kasih tahu saya chapter berapa. Saya dapat kabar dari teman dunia maya saya. Saya benar-benar shock loh, ampe mau nangis. Semoga itu gak benar. Masashi kan baik hati.
Balas repyu:
-Chary Ai TemeDobe
Makasih sudah merepyu. Hehehe, lemonnya belum nongol. Jadi maaf ya.
-Rhie chan Aoi sora
Makasih sudah merepyu. Maaf di chapter 4 blum ada lemon. Makasih masukannya. Hehehe…, masukan Rhie itu sangat berarti banget.
-Himawari Ichinomiya
Makasih sudah merepyu. Maaf chap 4 blum ada lemon. Tapi akan diusahain di chap selanjutnya.
-Lyra du Reccif
Makasih sudah merepyu. Terimakasih Lyra. Saran Lyra sangat membantu.
-Shikigami can Cheat
Makasih sudah merepyu. Shikigami penasaranya?. Hehehe…
-Ayu JW
Makasih sudah merepyu. Salam kenal.
-Orange Naru
Makasih sudah merepyu. Sasu itu sudah menderita dari awal. Cz dia kehilangan 2 orangtuannya dan dapat kakak aneh kayak itachi. Aku suka SASUKE. Aishiteru SASUKE. *plak*. Saranya bagus, makasih sudah memberi saran, akan mugi usahain.
-Namikaze Hanaan
Makasih sudah merepyu. Hehehe…, Typo+EYD. Itu belum bisa mugi hilangin, maaf ya. Makasih sarannya. Itu teriakan Mugi, kebawa ke fict nih. (alasan)
-Anenchi ChukeCukhe
Makasih sudah merepyu. Lemon ampe pingsan? Wew, mengerikan. Hahaha, entar deh mugi usahain
-BiruOrange
Makasih sudah merepyu. Maaf kalau pendek, cz idenya mentok ampe situ sih. Penasaran ya? *dilempar panci*
-teme vs dobe
Makasih sudah merepyu. Ok. Akan mugi usahain *plak*
Makasih sudah merepyu. Cerita ini masih sangat kurang. Tapi arigato ne.
-Kuraishi cha22dhen
Makasih sudah merepyu. Maaf di chapter ini gak ada lemonnya.
-Deena kazuki aiko tsukishiro
Makasih sudah merepyu. Salam kenal. Maaf kalau masih ada EYD+Typo yang mengganggu.
Hehehe…, makasih sarannya.
-Chevalier de la Lune
Makasih sudah merepyu. Makasih saran+kertiknya. Untuk character SasuNaru disini, saya tidak befikir untuk membuat mereka keluar dari character sebenarnya. Ini memang sangat mengganggu, karna saya tahu saya membuat charat Masashi Kishimoto aneh dan parah. Ini karena tuntutan imajinasi, saya hanya menulis berdasarkan imajinasi saya, saya takut, kalau sampai mengubah sifat SasuNaru keluar dari imajinasi saya, cerita aneh ini akan tambah aneh dan makin hancur, atau imajinasi saya malah akan putus dan mentok ampe tengah jalan. Saya sudah berusaha membuat mereka se-in character mungkin, tapi karna imajinasi saja menuntut aneh, maaf kalau ini sama saja menghina SasuNaru, tapi saya mencintai mereka. saya hanya ingin membuat fict untuk mereka. untuk rate M. jujur, saya masih sangat baru, masih susah membedakan lime, lemon dll, makanya saya masih tak berani mencantumkan warning. Untuk garis pembatas, maaf saya lupa (alasan). Masalah perkataan Gaara, maaf kalau dialog nya aneh. Makasih. saya tak tersinggung. Karna ini repyu yang sangat membangun.
-Kuro no Shiroi.
Makasih sudah merepyu. Arigato ne sudah meng fav.
-Fi suki suki
Makasih sudah merepyu imouto. Arigato ne.
-sizunT hanabi
Makasih sudah merepyu. Akan mugi usahain agar cepat mengapdetnya.
-Misyel
Makasih sudah merepyu. Gila? Hehehe…aneh mungkin?. Ayo kita berjuang bersama senpai.
-cHizu drarryo
Makasih sudah merepyu. Salam kenal. Akan mugi usahain agar bisa cepat mengupdet.
-mechakucha no aoi neko
Makasih sudah merepyu. Akan Mugi usahain agar gak lama-lama mepublisnya.
Makasih senpai sekalian. Kalau cerita ini terlihat semakinkeluar jalur, saya mohon maaf.
REVIEW PLEASE ^^.
