You is my boy friend

Chapter ke empat. Dimana semuanya pada masuk sekolah semua. Di chapter ini ada tambahan character baru. Ya buat ngeramein lah. Kalau gitu langsung aja the fourth chapter.

Summary : Bukan begitu Eri sensei, tapi dia adalah murid pindahan dari Amerika, dia adalah adik kak Shiho.

Disclamer : terserah deh mau ngomong apa ?

Rating : T

Genre : romance

Ai x Conan n Shinci x shiho

You is my boy friend chapter 4

Masuk ke kelas baru…

+ Beberapa minggu kemudian saat masuk sekolah +

Pagi-pagi aku sudah di bangunin ama kakak. Begitu juga dengan yang lainnya.

"Ohayo minna." Sapaku sambil membenarkan baju seragamku.

"Ohayo Ai, apa kau sudah siap ?" balas kakak.

"Tentu… nanti apa aku sekelas dengan Conan ?"

"Tentu saja, aku sudah ngomong ke kepala seolahmu kok." Saut Shinici.

"Kalau begitu tolong jaga Ai ya Conan." Pinta kakak.

"Tentu, aku akan menjaganya sebisaku." Jawab Conan.

Kami makan bersama dan segera berangkat sekolah. Di perjalanan kami bertemu dengan temannya Conan. Di sana ada Ayumi, Mitsuhiko dan Genta. Akhirnya kami berangkat sekolah bersama.

"Mmm… namamu Ai haibara ya ?" tanya Ayumi.

"Begitulah." Jawabku.

"Lalu kau tinggal di mana ?"

"Sekarang aku akan menginap di rumahnya Conan."

"Oh…"

Setelah bertanya ke aku, sekarang dia bertanya ke Conan.

"Hey… Conan… kenapa dia dingin sekali ?"

"Memang begitu orangnya."

"Lalu kenapa dia tinggal di rumahmu ?"

"Karena kakaknya dan kakakku sekarang juga tinggal di rumahku."

"Memangnya dia berasala dari mana ?"

"Dia berasala dari Amerika."

"Jadi dia pintar dong."

"Kelihatannya begitu."

Setelah lama berbincang-bincang akhirnya kami sampai juga di sekolah.

+ Di sekolah +

Karena aku belum kenal dengan tempat ini, aku di antar Conan ke ruang guru. Saat di jalan aku bertemu dengan Ran mouri.

"Hai… Conan…" sapanya.

"Hai kak Ran." Balas Conan.

"Kau bersama gadis itu lagi ya ?"

"Tentu, dia sekarang akan sekolah di sini."

"Wah… mau sekolah di sini ya, kalau begitu kelihatannya akan lebih banyak permainan nih."

"Hey… Conan… sebainya kita ke ruang guru saja, sebelum aku meracunimu dengan obat itu." Bisikku.

"Eh… iya… kalau begitu aku pergi dulu ya kak Ran."

"Eits… tunggu, apa kau takut dengan gadis itu Conan ?" tanya Ran sambil mencegah Conan.

"Bu… bukan begitu kak."

"Kalau dia takut denganku memangnya apa masalahmu ?"

"Kau ini hanya anak kecil aja sudah belagu kayak gini."

"Memangnya kau siapa ? apa kau bisa membuat…" kataku terhenti ketika Conan menarikku.

"Maaf kak Ran aku harus pergi dulu."

Saat jauh dari Ran, Conan melepaskan genggamannya.

"Kenapa kau mau membocorkannya ?"

"Abis... dia belagu sih."

"Kau jangan tertipu dengan bujukan anak kecil tau."

"Benar… dia kan masih berumur 16 tahun."

"Sudah… sekarang kau harus masuk ke kantor guru."

"Anterin dong…"

"Nggak mau."

"Ayolah Conan, masa' kau nggak kasihan ma aku."

"Ah… kau ini, kalau begitu ayo."

Akhirnya Conan mengantarkan aku ke kantor guru. Sesampainya di sana kami bertemu dengan Eri sensei.

"Ohayo Eri sensei." Sapa Conan.

"Ohayo Conan, sekarang kau bersama siapa lagi ? ternyata pacarmu banyak ya." Kata Eri.

"Bukan begitu Eri sensei, tapi dia adalah murid pindahan dari Amerika, dia adalah adik kak Shiho."

"Wah… adiknya Shiho ya."

"Benar…"

"Ternyata masih manis Shiho dari pada kau."

"Apa sensei bilang ?" tanyaku.

"Oh… maaf itu menyinggungmu ya, aku hanya bercanda kok."

"Lebih baik Eri sensei jangan banyak-banyak mengejeknya, karena dia itu orangnya sensitive dan keras kepala."

"Apa yang kau bilang Conan ?"

"Eh… menyinggung lagi ya."

"Ternyata orang Tokyo itu nggak sopan-sopan." Sambil mencibir.

"Ya… ngambek nih." Kata Conan barengan ama Eri.

"Sudah ah… mending kita masuk ke dalam kantor guru saja."

"Baik… kalau begitu aku ke kelas dulu ya, ku tunggu kau di kelas Haibara." Sambil melambai-lambaikan tangan.

"Iya…"

Akhirnya aku ikut Eri ke kantor guru, sedangkan Conan sekrang menuju kelas. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Segera Eri mengajakku ke kelas.

+ Sesampainya di kelas +

"Ohayo minna." Sapa Eri.

"Ohayo sensei." Balas anak-anak sekelas.

"Sekarang kita akan kedatangan teman baru dari Amerika, silahkan masu Haibara."

Aku masuk dan memperkenalkan diri.

"Namaku Ai haibara, kalian boleh memanggil aku Haibara, aku berasal dari sekolah terkenal di Amerika, aku pindah ke sini karena kakaku juga pindah sekolah ke Tokyo." Jelasku.

"Wah… dari Amerika ya." Kata anak-anak barengan.

"Sekarang kau boleh memilih tempat duduknya." Kata Eri.

Aku melihat sekeliling. Mataku terhenti ketika aku melihat Conan duduk sendirian di pojok. Aku pun mendekatinya. Sesampainya di sana,

"Eri sensei… aku mau duduk di sini."

"Baiklah… tak apa, sekarang kita akan memulai pelajaran bahasa Jepangnya, buka buku kalian halaman 56."

Dan bla,bla,bla. Seharian penuh aku berada di kelas. Aku lebih memilih menyendiri dari pada berkumpul dengan anak-anak kecil itu. Tak lama kemudian bel pulang berbunyi. Aku segera berkemas dan meninggalkan kelas.

^_TBC_^

*Author : akhirnya Haibara ketemu dengan temen-temennya Conan.

Haibara : aku tak suka dengan mereka, pikirannya masih seperti anak kecil.

Conan : hargai dikit dong, emangnya loe nggak pernah kecil apa ?

Haibara : emang gue pernah, tapi itukan dulu.

Conan : meskipun dulu tapi kau pernah melaluinyakan.

Haiabra : tapi aku tak seperti mereka semua, aku dulu tak pernah ke kantin kalau lagi istirahat.

Conan : kalo nggak ke kantin lalu ke mana ?

Haibara : ke perpus.

Conan : tapi…

Haibara : weee…. Kalah omong nih sih tuan detective.

Conan : siapa juga sih yang kalah omong ?

Haibara : ya loe lah masak gue.

Conan : dasar anak perempuan… kebanyakan omonmg semua.

Auhtor : eh… gue kok di kacangin sendiri sih, Shiho… Shinici… adik-adik loe nih bikin rusuh rumah gue.

Shiho : emang ada apa lagi Ai ?

Shinici : iya… emang ada apa sih ?

Haibara n Conan : nggak ada apa-apa kok kak, authornya aja yang terlalu manja.

Author : gue nggak manja kok.

Haibara n Conan : halah… dasar anak umur 13 tahun.

Auhtor : apa sih… yang penting kan gue pinter.

Haibara n Conan : apanya yang pinter bahasa inggris aja belum bisa.

Author : hehehe…. Tapikan yang penting masih banyak inspirasi.

Shinici : kalau kalian nggak masuk kamar segera, kalian akan dapat hukuman.

Author, Haibara n Conan : nggak takut weee….

Shiho : kau ini kalau nakut-nakutin anak kecil jangan kayak gitu dong.

Shinici : abisnya…

Author, Haibara n Conan : dasar payah… siapa juga yang kayak anak kecil ?

Shiho : kalau kalian nggak ke kamar sekarang kalian akan merasakan betapa nggak enaknya rasa racun APTX4869 –sambil mengeluarkan aura killernya plus death glare-

Author, Haibara n Conan : ba… baik kak. -Akhirnya masuk kamar-.

Shinici : emang Shiho itu hebat, kalau gitu gue ambil alih saja ya, buat yang udah review makasih ya, buat yang udah baca makasih juga but don't forget to review, ok…. Arigatou gozoimasu.*