Judul: Aku Mencintaimu Hinata Sensei
Pair: NaruHina
Genre: Drama, Romance, Friendship.
Rate: T
Desclaimer: From Masashi Kishimoto Sensei.
Warning: cerita ini tidak ada hubungannya dengan kejadian sebenarnya. Maafkan author jika banyak kesalahan dalam cerita ini. maklum author masih pemula hehehe. Author mengucapkan terima kasih pada Masashi Kishimoto Sensei. Dan selamat membaca.
Chapter 4.
"baiklah kalau kau memaksa, oke aku akan bertemu denganmu". Ucap Hinata langsung menutup telepon.
Hinata saat ini sedang pergi ke suatu tempat setelah jam pulang sekolah berbunyi. Dengan kata lain, Hinata sedang pergi ke salah satu taman di kota ini untuk bertemu dengan Gaara, mantan kekasih Hinata. Saat Hinata sampai di taman yang dimaksud, Hinata melihat sebuah mobil bertipe jenis toyota rush berwarna hitam terparkir disana. Hinata melihat sebuah pria berambut merah bata itu sedang berdiri.
"hn jadi kau mau ngomong apa?". Ucap Hinata.
"halo Hinata, sudah lama kita tak bertemu, kau tambah cantik saja". Ucap Gaara.
"hn, ya ya aku bertanya padamu". Ucap Hinata.
"soal hal yang sama Hinata, aku ingin balikan denganmu". Ucap Gaara memegang tangan Hinata.
"apaan sih kamu"."aku tidak mau balikan sama kamu Gaara!". Ucap Hinata langsung melepaskan tangan Gaara.
"kenapa kau selalu keras kepala?"."apakah aku tidak boleh menebus kesalahanku?". Tanya Gaara.
"karena kamu sudah mengecewakan aku, kamu sudah nakal di belakangku"."pada akhirnya kau juga di putusin kan?"."itu semua karma buatmu". Ucap Hinata.
"dengar, kau harus balikan lagi padaku kalau kau tidak mau balikan, kau akan menyesal"."aku itu sayang kamu". Ucap Gaara sambil memegang wajah Hinata dengan sedikit kasar.
Naruto sedang jalan-jalan memakai motor nya dan berpakaian bebas dengan kaos berwarna orange nya. Tetapi Naruto melihat kejanggalan di taman yang baru saja dilewatinya.
"tidak!"."aku tidak mau!"."kamu jahat!". Ucap Hinata.
"hei sayang, aku tidak pernah jahat padamu"."aku hanya ingin mencintaimu kali ini". Ucap Gaara masih tetap memegang wajah Hinata dengan kasar.
"loh itu kan Sensei!"."dia bersama siapa?"."kenapa sensei diperlakukan seperti itu?". Gumam Naruto.
"sampai kapanpun aku tidak akan mau jadi milikmu lagi Gaara, jangan memaksaku, aku ingin menentukan hidupku sendiri". Ucap Hinata.
"kau lihat saja nanti aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kembali cintamu sayang". Ucap Gaara sambil memegang leher Hinata lalu memegang pinggang Hinata lalu kemudian pergi ke arah mobil.
Tetapi saat Gaara akan memasuki mobil, Naruto langsung memarkirkan sepeda motornya lalu mengambil bagian belakang baju Gaara.
"mau kau apakan dia?". Ucap Naruto.
"kau jangan ikut campur urusanku bocah!". Ucap Gaara lalu segera memukul Naruto.
Tetapi Naruto menghindarinya dan langsung menendang Gaara dengan keras dan Gaara terjatuh terkena bemper mobil depan hingga sedikit peok.
"gue bukan bocah, apa yang kau lakukan pada gadis itu?". Ucap Naruto dingin.
"sudah ku bilang kau tidak usah ikut campur urusanku bangsat!". Kemudian Gaara memukul Naruto.
Hinata pun terkejut melihat Naruto dan Gaara sedang berkelahi. Naruto dan Gaara saling pukul. Umur Gaara 22 tahun dan umur Naruto sekarang baru 18 tahun setelah berulang tahun 10 hari yang lalu.
"pukulanmu sakit juga ya". Gumam Naruto dingin.
Kemudian Naruto berjalan lalu mengambil kerah baju Gaara kemudian memukul perutnya. Saat Naruto akan memukulnya, Gaara berhasil menghindar lalu kemudian memukul wajah Naruto dengan keras. Lalu kemudian Naruto memukul wajah Gaara dan kemudian mengangkat Gaara dan melemparnya ke mobil hingga kaca mobil samping kirinya pecah. Badan Naruto memang sedikit lebih besar dan tinggi daripada badan Gaara.
"cih sialan kau bocah!". Ucap Gaara mengadu kesakitan.
"sudah hentikan kalian berdua!". Ucap Hinata.
Mereka berdua pun menghentikan pertengkaran mereka. Kemudian Gaara masuk kedalam mobil.
"awas lu, gue bakal bikin perhitungan sama lu!". Ucap Gaara.
"woy brengsek!"."sini kalau lu berani!"."jangan hanya berperilaku kasar sama wanita!". Teriak Naruto.
Namun mobil Gaara langsung pergi dari taman itu. Naruto ingin mengejarnya tapi di tahan oleh tangan Hinata.
"sudah, biarkan saja". Ucap Hinata.
Kemudian Naruto dan Hinata duduk di sebuah taman.
"lukamu gak papa?". Tanya Hinata sambil mengobati Naruto dengan obat betadine.
"aku tidak apa-apa". Ucap Naruto.
"syukurlah". Ucap Hinata.
"oh ya, dia itu siapa sensei, kok berani - beraninya dia main pegang leher kaya mau nyekik gitu"."kasar banget dia". Ucap Naruto.
"sudah tidak apa-apa Naruto yang penting sensei sudah baik-baik saja". Ucap Hinata tersenyum.
"syukurlah kalau begitu, aku pikir sensei akan di perkosa"."aku khawatir sekali pada sensei". Ucap Naruto.
"enggak kok, syukurlah itu tidak terjadi". Ucap Hinata.
Sementara di dalam mobil, Gaara sedang berpikir sambil menggerutu.
"siapa dia?"."apakah dia cowok barunya Hinata"."cih sialan banget".
"oke suatu saat aku akan singkirkan dia, dan lihat saja kamu Hinata"."kau tetap akan jadi milikku".
Keesokan harinya di sekolah Naruto sedang bermain futsal dengan anak-anak kelas lainnya. Kelas 12 juga ikutan. Saat ini jamkos karena semua guru pada rapat untuk persiapan UNAS untuk kelas 12 dan juga KTS untuk kelas 10, 11, dan 12.
Naruto menggiring bola melewati beberapa pemain.
"oper padaku!". Teriak salah satu rekan tim Naruto.
"baiklah". Ucap Naruto.
Kemudian Naruto mendapat operan dari temannya lagi dan langsung menendang bola itu demgan keras dan masuk ke gawang lawan. Beberapa teman kelas Naruto pun bersorak karena Naruto mencetak gol. Setelah cukup lama bermain futsal akhirnya Naruto kembali lagi kedalam kelasnya.
"baiklah ada pengumuman, tanggal 24 oktober 20XX untuk kelas XI IPA dan XI IPS akan pergi ke kebun teh, kebun apel dan juga wisata outbond yang ada di gunung Fuuji di Shizuoka"."nanti pengumuman penempatan bis nya akan di tempel nanti di depan kelas". Ucap ketua kelas.
Setelah jam sekolah telah berakhir, Naruto pun segera menuju ke papan madding sekolah dan mencari bus yang akan dinaiki oleh Naruto.
"kelas XI IPA D ada di Bus 4, dan guru pengawasnya, eh Hinata sensei?"."dan Iruka sensei!"."wah enak nih, jadi bisa rame sama teman-teman, atau bisa berduaan dengan Hinata sensei". Gumam Naruto.
Hari yang ditunggu Naruto akhirnya tiba. Sebelum berangkat, masing - masing murid akan diberikan pengarahan oleh bapak ibu guru.
"Iruka sensei, saya ada di bangku belakang saja ya karena mohon maaf saya kalau di bangku depan agak mabuk". Ucap Hinata.
"Oh baiklah kalau begitu Hinata sensei sekalian anda bisa ngawasin anak-anak bagian belakang". Ucap Iruka.
Setelah memberi pengarahan para murid dan bapak ibu guru pengawas pun masuk kedalam bus masing-masing. Naruto mencari tempat duduk yang masih tersisa.
"waduh apa masih ada kursi tersisa?". Tanya Naruto.
"kursinya sudah penuh Naruto, duduk yang lain saja ya". Ucap salah satu teman Naruto.
"baiklah". Ucap Naruto.
"kenapa di kelas ini cuma aku sendiri saja sih, rasanya hampa kalau gak ada Kiba, Lee, Sai, Shikamaru dan Sasuke"."Kiba dan Lee di kelas IPS lagi, Sai Di kelas IPA E, Sasuke dan Shikamaru di kelas XI IPA A". Batin Naruto.
Kemudian Naruto masuk kedalam ruang VIP di bus itu yang kedap suara dan ada tempat duduknya juga disana. Lalu saat Naruto masuk ke ruang VIP, Hinata sudah duduk disana.
"loh sensei kenapa di belakang?". Tanya Naruto.
"oh halo Naruto, sensei kalau duduk di depan agak mabuk". Ucap Hinata.
"hmm begitu ya". Ucap Naruto.
"oh ya kenapa kau tidak duduk bersama temanmu?". Tanya Hinata.
"kursi nya pada penuh semua jadi gak dapat sisa deh"."hmm oh ya bolehkah aku duduk dengan sensei?". Ucap Naruto.
"tentu saja boleh kenapa tidak?". Ucap Hinata tersenyum.
"baiklah kalau begitu aku akan duduk di samping sensei saja". Ucap Naruto juga tersenyum senang.
Akhirnya bus meninggalkan sekolah pada pukul 07 pagi. Dan akan menuju Shizuoka, perjalanannya lumayan lama sekitar 4 jam an. Naruto duduk sambil mendengarkan lagu dengan headset nya. Hinata dan Iruka juga sedang mengatur murid yang lain. Setelah itu, Hinata masuk kembali ke dalam ruang VIP. Dalam perjalanan tersebut, mereka disuguhi pemandangan yang indah.
"sensei mau?". Tanya Naruto menawarkan camilan ringannya yang sedang ia makan.
"hmm terima kasih nanti saja sensei ambil". Ucap Hinata.
"hmm oh ya sensei, sambil menikmati perjalanan ini aku ingin curhat sama sensei". Ucap Naruto.
"tentu saja, kamu mau curhat apa?". Tanya Hinata.
Naruto pun berbohong agar bisa mengetahui isi hati Hinata karena Naruto penasaran dengan apa yang terjadi pada Hinata.
"aku pernah mengalami di selingkuhi sama kekasih, karena alasan pekerjaan orang tuaku hanya sebagai seorang karyawan swasta". Ucap Naruto.
"hmm berarti mantan kekasihmu itu materialistis". Ucap Hinata.
"ya memang saat aku berpacaran dengan kekasihku itu saat itu, kami sempat bertanya tentang pekerjaan orang tua"."dia berkata orang tuanya bekerja sebagai manager sebuah perusahaan, lalu dia bertanya juga ya udah ku jawab karyawan swasta"."aku terpaksa berbohong dengan mengatakan pekerjaan orang tuaku adalah karyawan swasta padahal ayahku bekerja sebagai direktur utama perusahaan"."terus dia bilang 'oke", lalu kemudian dia hari demi hari mulai bersikap aneh yaitu dengan menjauhiku dan pada akhirnya aku memergoki kekasihku sedang bersama selingkuhannya ke toko handphone dan ternyata dia dibelikan HP Apple IPhone 7 oleh selingkuhannya"."terus aku berantem sama kekasihku dan akhirnya di putusin dan dia berkata 'kamu hanya anak seorang karyawan swasta, kamu gak pernah kasih aku barang mewah seperti yang dia lakukan sekarang' "."kemudian dia pergi"."dan ternyata dia sudah berbohong padaku selama 8 bulan terakhir". Ucap Naruto.
"hmm begitu ya, kasihan juga kamu"."oh ya ayahmu bekerja sebagai seorang direktur?". Tanya Hinata.
"iya". Ucap Naruto.
"kenapa kamu gak jujur saja?". Tanya Hinata.
"karena aku ingin menguji kekasihku agar bisa menerimaku apa adanya, buktinya saat aku bertanya 'maukah kamu menerimaku apa adanya?' dan itu dia masih ragu untuk menjawabnya"."dan berakhir menyedihkan"."dan jika aku jujur, aku sudah tahu resikonya bahwa aku bakal dimanfaatkan, dan saat berpacaran denganku, dia kelihatan tidak ada romantis nya sama sekali dan datar saja". Ucap Naruto.
"sensei tahu apa yang kamu rasakan"."tapi ingat satu hal, tidak semua wanita seperti itu"."memang sih ada beberapa"."apakah kamu tidak mau pacaran lagi?". Ucap Hinata.
"aku sedang menunggu wanita yang cocok"."yang akan menerimaku apa adanya tanpa memandang status dan kedudukan". Ucap Naruto.
"hmm tetap semangat ya Naruto rajinlah belajar agar cita-citamu tercapai". Ucap Hinata tersenyum.
"iya itu pasti sensei, kalau sensei sendiri apakah pernah mengalami hal yang sama denganku?". Tanya Naruto.
"hahaha kamu ini kepo banget deh". Ucap Hinata sambil tertawa kecil.
"gak papa sensei, Naru cuma ingin tahu saja". Ucap Naruto.
"hmm begitu"."iya sih kalau sensei jujur, sensei juga pernah mengalaminya, tapi bukan karena hal yang sama denganmu, tetapi mantan kekasih sensei selingkuh dariku karena mantan kekasih sensei dulu ternyata seorang playboy". Ucap Hinata.
"hmm begitu, sumpah rasanya sakit sekali kan?". Ucap Naruto.
"iya sih"."tapi sensei berusaha tetap kuat dan akan belajar dari kesalahan sensei sendiri, lagipula itu hanya masa lalu saja"."sekarang kehidupan sensei sudah lebih baik". Ucap Hinata.
"yeah, aku juga akan belajar dari kesalahanku". Ucap Naruto.
"hmm jadi begitu ya, aku akan mencari tahu akarnya". Batin Naruto.
Suasana didalam bus pun rame, ada yang mengobrol, ada yang berisik, ada yang ribut ke toilet, ada yang ribut tukaran tempat duduk, dan lainnya. Di dalam bus juga di setelkan lagu agar suasana bus tidak sepi.
"nanti setelah keluar dari bus, silahkan berbaris dan berkumpul sesuai kelompoknya"."nanti sensei akan memberikan sebuah buku panduan dan beberapa kertas sesuai jumlah anggota kelompok"."buku panduan tugas pembelajaran ini nanti akan sensei serahkan pada ketua kelompok masing-masing". Ucap Hinata.
"baik sensei!". Ucap seluruh murid.
Setelah itu Hinata masuk kembali kedalam ruangan VIP dan duduk kembali sambil memainkan ponselnya. Naruto pun juga memainkan game di ponselnya.
"woy bro, gimana suasana di bus mu?"."rame tidak?". Ucap Kiba dalam sebuah chat di whatsapp.
"ya suasananya biasa-biasa aja, aku kesepian bro karena disini hanya aku sendiri saja". Ucap Naruto.
"wah sayang sekali ya bro, sekarang suasana didalam bus kami rame banget nih, lagi joget - joget semua nih menikmati alunan musik". Ucap Kiba.
"enak bener lu bro"."anak IPS sih"."si Lee mana?". Ucap Naruto.
"haha dia tidur karena tadi sempat muntah karena agak mabuk"."cemen dia"."oh iya, kamu di bus duduk sama siapa?". Ucap Kiba.
"sama Hinata sensei nih, karena tempat duduk bus yang lain sudah penuh sama teman kelasku, jadinya aku duduk berdua dengan Hinata sensei di ruang VIP". Ucap Naruto.
"buset, kamu mah enak bisa berduaan dengan doi"."oh ya bukannya guru pengawas itu duduknya di depan ya". Ucap Kiba.
"Hinata sensei agak mabuk kalau duduk di depan"."jadinya dia duduk belakang denganku". Ucap Naruto.
"ya sudah bro lanjutkan saja berduaannya"."hahaha jangan - jangan kamu menyukai Hinata sensei ya". Ucap Kiba.
"haha dasar lu, siapa bilang". Ucap Naruto.
"sudahlah aku tahu tentang kamu, tak usah bohong"."aku kan sahabatmu". Ucap Kiba.
"ya memang aku mulai menyukai Hinata sensei, bahkan aku jatuh cinta dengan sensei". Ucap Naruto.
"hahaha kalau begitu cepatlah nyatakan perasaanmu padanya". Ucap Kiba.
"hush, nanti aja kalau ada saat yang tepat untuk aku melakukannya". Ucap Naruto.
"oke bro selamat berjuang mendapatkan hati Hinata sensei ya, aku mau ikut joget lagi". Ucap Kiba lalu menutup whatsapp nya.
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya bus sampai di depan gapura kebun teh Shizuoka, dan juga gunung fuuji terlihat jelas dan banyak pohon sakura disana, pemandangan disana indah sekali. Ada beberapa siswa yang berfoto.
"oh ya sensei, kita foto sebentar yuk di pohon sakura itu". Ucap Naruto.
"boleh". Ucap Hinata.
Setelah Naruto berfoto, Naruto berkumpul dengan kelompoknya dan berbaris rapih. Setelah diberi pengarahan oleh guru pengawas dan petugas pemandu di kebun teh, masing-masing kelompok pun menjelajahi semua isi kebun teh tersebut. Banyak pelajaran yang bisa Naruto ambil disana, mulai dari cara menanam teh, memetik daun teh dan juga memproses daun teh menjadi teh kemasan dengan menggunakan mesin. Setelah cukup lama belajar dan berfoto di kebun teh, semua murid pun pergi menuju kebun apel. Dan disana mereka juga melakukan hal yang sama. Mulai dari belajar menanam bibit apel, memetik apel dan juga mencicipi apel segar disana. Dan juga mengolah apel menjadi berbagai macam jenis minuman. Mulai dari sari apel, teh perisa apel, dan juga yang lainnya. Dan saat pulang dari kebun apel, semua siswa pun mendapat 1 keranjang apel kecil untuk dibawa pulang.
Hari sudah beranjak siang dan jam sudah menunjukkan pukul 12.30 siang, saatnya jam makan siang. Semua murid sudah diberi satu kotak nasi dan minum oleh masing-masing guru pengawas. Naruto sedang makan siang bersama dengan sahabat lekatnya.
"nanti di tempat outbond kita renang di air terjun yuk". Ucap Kiba.
"wah boleh juga tuh, pasti asyik sekali". Ucap Naruto.
"pokoknya pas kita tiba di tempat outbond kita ketemuan di pintu masuk". Ucap Sasuke.
"hmm aku malas nyebur, kalian aja dah, aku nunggu kalian saja di tempat duduk". Ucap Shikamaru.
"yah, lu kagak asyik". Ucap Lee.
"ayolah Shika kapan lagi kesini bro". Ucap Kiba.
Akhirnya setelah istirahat makan siang, semua murid pergi ke tempat wisata outbond. Wisata yang terbuka dengan alam itu memang asyik sekali. Naruto pun bersama sahabat lekatnya pun berjalan bersama sambil melihat - lihat tempat wisata itu. Tak lupa juga mereka berfoto bersama di tempat - tempat yang menurutnya bagus disana. Hinata dan Iruka juga sedang berjalan sambil menikmati suasana di tempat wisata ini.
"anak-anak semuanya lucu ya"."ketika bermain maka sangat bersemangat". Ucap Iruka.
"yah begitulah anak remaja Iruka sensei, bahkan aku sendiri juga ingin bermain". Ucap Hinata.
"haha kenapa tidak ikut bermain juga?". Tanya Iruka.
"aku malu Iruka sensei sama guru lainnya". Ucap Hinata.
"hahaha begitu ya". Ucap Iruka.
Setelah puas bermain wahana yang ada disana mulai dari perahu di danau, flying fox, dan juga area bermain lainnya akhirnya Naruto dan kawannya pun pergi ke air terjun untuk nyebur bersama.
"oh ya mana si Sai?". Tanya Naruto.
"halah biarin aja dah paling dia lagi sama ceweknya". Ucap Kiba.
"biar gak kelamaan langsung nyebur aja deh". Ucap Sasuke.
Kemudian mereka berlima pun nyebur di air terjun tersebut. Shikamaru tampaknya mau ikut karena dipaksa teman-temannya. Lalu kemudian mereka berfoto bersama lagi dengan berbagai macam gaya.
"kalau begitu aku mau ke tempat guru lain dulu". Ucap Iruka.
"baiklah Iruka sensei, aku juga ingin jalan-jalan". Ucap Hinata.
Hinata pun berjalan-jalan di sekitar air terjun. Lalu Hinata melihat Naruto dan kawan-kawannya bermain bersama. Hinata hanya menyunggingkan senyuman tipis ketika melihat anak-anak muridnya bermain.
"woy Hinata sensei!"."ayo sini, kita bermain bersama!". Teriak Naruto.
Lalu Hinata menghampiri mereka.
"eh?". Ucap Hinata sedikit kaget.
"ayo sensei kita main bersama disini, air terjun disini segar sekali loh". Ucap Naruto.
"ayo sensei kita foto bersama juga". Ucap Kiba.
"uhh dasar kalian ini ya hahaha"."baiklah sensei mau ganti baju dulu habis itu ikut nyebur deh". Ucap Hinata.
Tak lama kemudian Hinata pun nyebur ke air terjun itu mengenakan celana pendek dan juga memakai baju lengan panjang berwarna ungu.
"wuih body sensei bagus banget". Gumam Kiba pelan.
"sexy sekali kaya gitar spanyol". Gumam Naruto pelan.
"seperti selena gomez". Gumam Lee pelan.
"halo anak-anak sekarang sensei sudah ikutan nih, ayo kita main air!". Ucap Hinata.
"baiklah!". Teriak mereka berlima.
Akhirnya Hinata bersama Naruto dan sahabatnya bermain air bersama dan juga berfoto bersama. Mereka juga saling serang dengan melemparkan air terjun ke badan atau wajah mereka. Tawa dan canda pun menghiasi suasana mereka yang saat ini sangat senang. Hinata pun juga sangat senang sekali. Setelah cukup lama bermain air akhirnya Hinata pun mulai capek dan duduk di dekat air terjun, sementara Naruto masih bermain air dengan Kawan-kawannya. Namun Naruto juga sudah mulai capek dan akhirnya duduk berdua bersama Hinata di dekat air terjun.
"hahaha dasar sahabatku ini". Ucap Kiba pelan melihat Hinata dan Naruto sedang duduk bersama.
"wah Naruto dekat sekali dengan Hinata sensei ya". Ucap Lee.
"hmm karena Naruto sekarang sedang jatuh cinta pada Hinata sensei". Ucap Kiba.
"eh sumpah?". Tanya Shikamaru.
"iya"."tuh lihat dekat banget mereka berdua". Ucap Kiba.
"hahaha kurasa si dobe yang berisik itu memang cocok bersama Hinata sensei yang berkepribadian tenang dan kalem". Ucap Sasuke.
"hmm semoga aja mereka bisa langgeng sampai ke pernikahan". Ucap Kiba.
"hmm ya mereka kelihatan sangat cocok, buktinya saat aku malam mingguan dengan Sakura, aku lihat Naruto bersama Hinata sensei lagi nonton bioskop bersama tempo lalu". Ucap Sasuke.
"wih". Ucap Lee.
"sepertinya dia sudah menemukan pujaan hatinya, meskipun dia adalah gurunya sendiri". Ucap Kiba.
"ya apa boleh buat, Hinata sensei kan juga masih muda". Ucap Shikamaru.
Hinata dan Naruto sedang duduk bersama sambil memandangi pemandangan yang indah disana. Suasana disini sangat lestari dan asri, tidak ada sampah sama sekali. Kemudian Naruto dan Hinata foto berdua dengan berbagai macam gaya, dan juga tak lupa Naruto berfoto berdua dengan Hinata dibawah air terjun.
"fotonya bagus sekali, nanti sensei minta di bus". Ucap Hinata.
"oke aku kirim ke whatsapp". Ucap Naruto.
Kemudian mereka pun duduk kembali.
"menurut sensei, mantan kalau mengajak balikan kira-kira sensei mau atau tidak?". Tanya Naruto.
"hmm tergantung dari kesalahannya"."kalau gak mau balikan ya itu lebih bagus". Ucap Hinata.
"hmm begitu ya". Ucap Naruto.
"Naruto". Ucap Hinata.
"iya?". Ucap Naruto.
"pemandangan disini indah sekali ya". Ucap Hinata.
"yeah indah sekali, udaranya lebih sejuk"."sampai-sampai aku sedikit kedinginan hahaha". Ucap Naruto.
"kenapa kalau bersama dengan Naruto, perasaan dan hatiku jadi nyaman dan hangat ya". Batin Hinata.
"hmm sensei juga sedikit kedinginan sih". Ucap Hinata.
"oh ya, tadi sensei sudah mencoba wahana permainan di sini?". Tanya Naruto.
"haha belum semua sih, cuma flying fox aja sih sama murid lainnya". Ucap Hinata.
"haha tadi aku juga sudah mencobanya, sangat seru sekali". Ucap Naruto.
"sensei juga bisa lihat pemandangan dari atas dan juga gunung fuuji terlihat dengan jelas". Ucap Hinata.
Waktu sudah mulai menunjukkan pukul 4 sore, Naruto dan Hinata terlebih dahulu membeli teh macca di sebuah kedai teh yang ada disana.
"oy, kagak balik ke bis bro?". Ucap Kiba.
"nanti aja, aku lagi minum teh". Ucap Naruto.
"anak-anak, sini kita minum teh sama-sama". Ucap Hinata.
"aduh maaf Sensei, kami capek sekali jadinya kami ingin langsung tidur didalam bus". Ucap Lee.
"kalau begitu kami jalan duluan sensei". Ucap Sasuke.
"haha kasihan nih, lihat Shikamaru ketiduran sampai ku gendong nih". Ucap Kiba.
"aku juga yang harus bawa tasnya, menyebalkan". Ucap Sasuke.
"pfft, hahahahaha"."tolong titip Shika ya hahahahaha". Ucap Naruto sambil tertawa.
"haha dasar, kalau begitu kami jalan dulu"."mari sensei". Ucap Kiba sambil menganggukkan kepala.
"hati-hati di jalan anak-anak". Ucap Hinata sambil tersenyum.
"permisi dan selamat sore Hinata sensei". Ucap salah satu murid kelas lain ketika lewat melihat Hinata.
"selamat sore nak, sudah beli oleh-oleh untuk dirumah?". Ucap Hinata ramah pada muridnya.
"sudah kok sensei"."kalau sensei?". Tanya murid itu.
"sudah kok, kalau begitu saya mau kembali ke bus dulu". Ucap murid tersebut lalu pergi.
"hati-hati nak". Ucap Hinata.
Setelah minum teh bersama, Naruto dan Hinata berjalan bersama ke bus yang ada di parkiran.
"selamat sore Hinata sensei dan woy Naruto, udah kau tulis bagianmu selama di kebun apel dan teh kan?". Ucap ketua kelompoknya Naruto.
"udah, lu tenang aja deh mendingan balik ke bus dulu sana, habis ini berangkat loh". Ucap Naruto.
"hmm baiklah kalau begitu saya kesana duluan sensei". Ucap murid tersebut.
"baiklah". Ucap Hinata.
"hahaha dasar mengganggu saja". Batin Naruto.
Akhirnya bus berangkat pada pukul 4.30 sore, Hinata dan Iruka kemudian mengabsen semua siswa kelas XI IPA D dan mengecek semua kelengkapan dan tidak ada masalah serta semuanya beres. Kemudian Hinata dan Iruka membagikan sekotak roti pada masing-masing murid.
"fiuh akhirnya selesai juga mengurus para murid"."ini roti bagianmu". Ucap Hinata.
"hmm terima kasih sensei"."oh ya sensei, bagaimana kalau kita bagi roti ini berdua". Ucap Naruto.
"eh terima kasih tapi tidak usah, lagipula semuanya sudah dapat jatah kok". Ucap Hinata.
"hmm aku yang menginginkannya sensei, atau mungkin mau aku suapin rotinya hahaha". Ucap Naruto sambil tertawa.
"ehh?"."kau ini menggoda sensei ya haha". Ucap Hinata sambil tertawa kecil tapi wajahnya merona karena sedikit malu.
"haha aku hanya bercanda kok soal suapan itu"."tapi aku ingin berbagi rotiku dengan sensei". Ucap Naruto.
"umm". Ucap Hinata.
Tetapi kemudian.
"umm Na...Naruto". Ucap Hinata.
"iya sensei?". Ucap Naruto.
"kalau hanya suap roti sensei rasa tidak apa-apa, sensei juga akan menyuapi kamu juga". Ucap Hinata tersenyum.
"eh yang benar?". Tanya Naruto sedikit kaget.
"umm iya". Ucap Hinata.
"kenapa hatiku jadi kaya gini ya"."apa mungkin aku juga mulai suka sama muridku sendiri?". Batin Hinata.
Kemudian mereka berdua saling menyuapi roti satu sama lain. Dan mereka berdua pun terlihat senang.
"haha terima kasih sensei, ini sangat berkenang bagiku". Ucap Naruto.
"sama-sama, sensei juga sama". Ucap Hinata tersenyum.
Kemudian Naruto mengirimkan semua foto tadi ke whatsapp nya Hinata.
"sudah terkirim fotonya sensei". Ucap Naruto.
"makasih ya". Ucap Hinata.
"sama-sama". Ucap Naruto.
Naruto dan Hinata melihat pemandangan matahari terbit yang begitu indah selama perjalanan. Dan setelah itu sang surya pun telah tenggelam dan digantikan oleh sang dewi bulan yang akan menerangi kegelapan malam. Naruto sedang memainkan ponselnya dan Hinata sepertinya sudah mulai mengantuk dan menyandarkan kepalanya di kursi.
"hmm kasihan sensei sepertinya sudah mengantuk". Gumam Naruto pelan.
Naruto mendengarkan lagu dengan headsetnya dan menyetel lagu yang tenang. Beberapa menit kemudian tiba-tiba kepala Hinata pun semakin miring ke kanan. Lalu kemudian Naruto menahannya.
"sepertinya sensei tidak sadar kalau kepalanya hampir miring karena sensei capek sekali". Gumam Naruto.
Kemudian Naruto menyelimuti Hinata dengan jaket jingga hitam kesukaannya lalu menyandarkan kepala Hinata ke bahu Naruto lalu kemudian mengelus rambutnya perlahan.
"rambut sensei lembut sekali"."Oh ya terima kasih lagi untuk hari ini sensei"."aku sebenarnya suka sama sensei"."aku jatuh cinta padamu sensei"."akan kunyatakan perasaanku ini padamu saat hari yang tepat sensei". Gumam Naruto perlahan.
Akhirnya Naruto dan Hinata pun tertidur didalam bus. Dan sepertinya Hinata bergerak kecil mendekatkan tubuhnya pada Naruto lalu kemudian tidur lagi. Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya bus sudah sampai di halaman sekolah.
"Hinata sensei, bangun". Ucap Naruto.
Tapi Hinata masih diam tertidur. Kemudian Naruto mengguncangkan tubuh Hinata perlahan.
"sensei, kita sudah sampai". Ucap Naruto.
"umm...oahm"."eh". Ucap Hinata sambil meregangkan tangannya.
"sudah sampai sensei". Ucap Naruto.
"eh sudah sampai ya"."ini jaket siapa yang menyelimutiku?". Ucap Hinata
"itu jaketku sensei, tadi aku menyelimuti sensei supaya gak kedinginan". Ucap Naruto.
"eh?"."terima kasih Naruto"."kamu ini perhatian banget deh". Ucap Hinata tersenyum.
"haha tidak apa-apa sensei"."ayo kita turun". Ucap Naruto.
Setelah turun, Naruto mengambil motor yang diparkir di tempat parkir sekolah.
"hmm sensei, bagaimana kalau aku antar pulang?". Ucap Naruto.
"tidak usah repot - repot Naruto, terima kasih banyak"."tapi sensei di jemput ayah sensei kok habis ini". Ucap Hinata tersenyum.
"hmm baiklah, kalau begitu aku juga pulang dulu sensei"."sampai jumpa nanti". Ucap Naruto tersenyum.
"baiklah Naruto, terima kasih ya". Ucap Hinata.
"baiklah, sensei hati-hati ya". Ucap Naruto lalu kemudian pergi.
Naruto pun sampai dirumah. Dan terlihat ayah nya sedang memainkan ponselnya.
"aku pulang". Ucap Naruto.
"selamat datang Naruto"."bagaimana KTS nya?". Tanya Minato.
"menyenangkan sekali"."ibu mana". Ucap Naruto.
"ibumu sudah tidur". Ucap Minato.
"oh ya aku mau masuk ke kamar dulu ya ayah aku capek banget nih". Ucap Naruto lalu naik ke lantai atas.
"hmm oke baiklah". Ucap Minato.
Kemudian Naruto memposting foto-fotonya di instagram.
"dengan sensei tersayang haha". Gumam Naruto pelan.
Kemudian Naruto menaruh ponselnya dan langsung tidur tanpa mengeluarkan isi didalam tasnya.
