Ketemu lagi sama Ayano. Bosen kagak ketemu Ayano terus? Kalo kata Byakuya, Ulquiorra ma Grimmjow sih kagak (ngarep…)
Okey, Ayano dah buat chapter4. Semoga aja apik-apik wae.
Ayano dah berusaha buat yang baik. Semoga berkenan ya…
Makasih lho sama yang setia baca and review fic Ayano.
Disclaimer : selalu punya Tite Kubo.
MY FIRST LOVE VAMPIRE
Chapter 4
2 minggu setelah pertandingan basket itu, adalah hari dimana siswa-siswi harus berjuang melawan penjajah. (Lho kok bisa?) Yap! Maksudnya, penjajah yang setiap mau kenaikan kelas datang. Tau kan? Semesteran.
Hari pertama yang harus dihadapi adalah pelajaran Matematika. (kalo aku sih… bukan matematika hari pertama tapi… (lagi-lagi berisik!) i-iya maap…). Semua siswa-siswi pasti merasa tegang deh. (sok tau).
Tapi kalo Ulquiorra, tak perlu tegang, apalagi takut. Sang juara kelas SMU Las Noches ini, pinternya lebih daripada Uryuu. (langsung dapat panahnya Uryuu. *hiks,hiks,hiks*).
SMU Las Noches yang tadinya tenang, menjadi ribut setelah kedatangan Nel. Setiap kali dia masuk sekolah, pasti bawaannya ribut mulu deh…
"Hwwaaahhh! Kenapa harus ada yang namanya matematika sih?" gerutu Nel.
"Benar! Benar! Aku juga benci." Sahut Loly dan Menoly.
"Harribel. Aku boleh nyontek ya…?" pinta Nel dengan wajah memelas. (ATTENTION! JANGAN DITIRU, OKEY!).
"Kau pasti bisa." Jawab Harribel. Sebenarnya Harribel tidak tega, tapi kalau begitu, kapan Nel pintar?
"Kalau aku tidak bisa?" Tanya Nel lagi masih sama dengan wajah memelas.
"Kerjakan sendiri lebih baik daripada meniru jawaban yang lain." Ucap Ulquiorra dingin.
"Kaukan sudah pintar. Jadi bisa bicara seperti itu." Ucap Loly yang diikuti anggukan Menoly.
"Kenapa tak minta bantuan pacarmu?" Tanya Szayel .
"Diakan tidak sekelas! Ah! Sudahlah." Ucap Nel yang jadi kesal.
"Nel, kau pasti bisa." Ucap Harribel lembut yang membuat Nel yakin. (yakin apa?).
Sedangkan di SMU Karakura, ada juga yang seperti Nel. Yaitu Renji.
"Hei Rukia. Bantu aku ya?" ucap Renji pada Rukia yang sedang serius menghafal rumus matematikanya.
"Tidak. Tidak. Dan tidak." Ucap Rukia yang masih menatap buku pelajarannya.
"Kutraktir pisang deh…"
"Emangnya gw demen pisang apa?"
"Kalo gw beliin chappy mau?"
"Chappy?" sambil mikir dulu tuh si Rukia. "Janji?" lanjutnya yang mengangkat alisnya satu.
"Janji…" ucap Renji yang siap kehilangan uangnya buat beli pisang.
"Okey." Jawab Rukia mantap. 'biarin aja. Paling juga tar ditegur kakak. Yang jagakan kakak. Hihihi' ucapnya dalam batin.
Saat ulangan dimulai. Ekspresi siswa bermacam-macam. Ada yang tengok kanan-kiri seperti Renji. Ada yang gelisah seperti Nel. Ada yang biasa aja seperti Ulquiorra. Ada yang serius seperti Grimmjow.
Seperti biasa, Uryuu dan Ulquiorra mengumpulkan terlebih dulu. (Kalo diitung, Ulquiorra dulu sih. Tapi karena aku bayanginnya ada dua gambar dari tempat SMU Las Noches dan SMU Karakura, jadinya begitu aja deh. Bingung kagak?).
Setelah itu diikuti yang lain. Renji yang kena sial karena hanya satu jawaban aja yang didapet dari Rukia, harus pasrah dengan jawaban asal-asalannya. 'kenapa harus pak Byakuya sih? Mana Cuma satu contekan yang dikasih Rukia. Rugi gw!' gerutu Renji dalam hati.
Kalau Nel, malah merasa senang karena dia bisa mengerjakan semuanya. Walaupun nggak tau hasilnya, tapi dia merasa fine-fine ajah tuh. Berbeda dengan Loly dan juga Menoly yang masih menggerutu bahwa soalnya susah.
Ulangan dihari berikutnyapun tak jauh berbeda dengan yang hari ini.
Hari yang cukup cerah. Dan mungkin menegangkan untuk para siswa-siswi SMU yang telah menghadapi test. Di Karakura, semua merasa tegang dengan hasil yang akan hadir didepan mata sebagai hadiah karena perjuangan mereka.
"Kira-kira aku mendapat peringkat berapa ya?" Tanya Yumichika sendiri.
"Kau dapa peringkat terakhir! Hahaha." Ejek Ikaku.
"Hati-hati ya, mungkin itu terjadi padamu!" balas Yumichika.
"Kalau aku pasti peringkat atas." Ucap Uryuu dengan PD-nya.
"Jangan PD dulu kau! Bisa saja itu terjadi padaku." Ucap Toushiro tak mau kalah.
"Hei, hei… kalian berusaha menyindirku ya? Hiks, hiks, hiks…" ucap Renji dengan tangisannya.
"Kami tidak menyindirmu. Kau saja yang merasa." Ucap Ikaku sweatdrop ngeliat asisten kepercayaan Byakuya 2001 derajat berbeda dari Byakuya.
"Hei! Sedang apa kalian? Pengumumannya sudah terpasang." Teriak Orihime.
"Ya! Kami segera kesana!" jawab Uryuu.
"Ayo!" ajak Toushiro. Namun…
"Aku tidak mau lihat! Hiks,hiks,hiks…" ucap Renji yang menangis dengan makan pisang. (pisang lagi pisang lagi…)
"Hei Renji! Sejak kapan kau jadi cengeng seperti itu?" sindir Ichigo yang berusaha menarik tangan kiri Renji agar bangkit.
"Sejak bayi. Waktu bayi aku selalu menangis." Ucapnya polos yang membuat semua orang bahkan seluruh dunia sweatdrop. (masa bisa?)
"Kau ini ada-ada saja. Ayo bangunlah!" ucap Toushiro yang membangtu Ichigo.
"Biar kuhabiskan dulu pisangnya. Baru kesana." Ucapnya yang melihat masih 3 karung beras pisang tersisa.
"Kita tinggalkan saja dia." Ucap Ikaku yang berjalan diikuti Yumichika dan Uryuu.
"Hei! Tunggu aku." Ucap Toushiro yang langsung menyusul.
"Hei! Jangan tinggalkan kami. Tunggu!" ucap Ichigo yang langsung berlari dan Renjipun langsung bangkit.
Pengumuman yang membuat Uryuu puas. Dia tetap peringkat satu. Diikuti Toushiro diurutan kedua. Orihime diurutan ketiga. Rukia diurutan keempat. Ichigo diurutan kelima. Dan… Renji diurutan keenam! Soifon diurutan ketujuh. Momo diurutan kedelapan. Nemu diurutan kesembilan. Tatsuki diurutan kesepuluh. Sado diurutan kesebelas.
Renji menumpahkan air mata seketika melihat namanya RENJI ABARAI diurutan keenam! Renji merasa sangat bersyukur karena mendapat peringkat enam. Yang dia kira peringkat 6 kali 3 sama dengan 216. Yaaahh… keberuntungan belaka atau jawaban asal-asalannya tepat? Sama saja.
"Selamat Renji!" ucap Toushiro pada Renji yang masih menangis.
"Kau berhasil mengalahkanku…" ucap Yumichika yang mendapat peringkat 15.
"Sudahlah… dan aku bisa mengalahkanmu! Hahaha!" ucap Ikaku yang senang karena mendapat peringkat 13. Tahun lalu Yumichika dapat peringkat 13 dan Ikaku 15. Yang nomor satu tetap saja Uryuu. Namun, nomor duanya Orihime. Sekarang jadi Toushiro.
Di Las Noches… semua Nampak tegang juga. Kecuali Ulquiorra. Dipikirannya saat ini adalah, gadis berambut oranye kecoklatan itu mendapat peringkat berapa disekolahnya. Entah mengapa yang ada di pikirannya adalah gadis yang diketahui belakangan ini bernama Orihime Inoue.
"Ulquiorra! Selamat kau mendapat peringkat satu lagi!" ucap Nel.
"Dia memang selalu mendapat peringkat satu." Ucap Grimmjow yang langsung menarik Nel untuk kekantin.
Di SMU Las Noches, Ulquiorra mendapat peringkat pertama. Peringkat kedua Szayel, yang ketiga Ggio, yang keempat Harribel, yang kelima Aaroniero, yang keenam Grimmjow, yang ketujuh Cirucci, yang kedelapan Lylineth, yang kesembilan Peche, dan yang kesepuluh Nel. Makanya si Nel sangat bahagia. Sedangkan Loly dan Menoly mendapat peringkat 31 dan 32.
TO BE CONTINUED
MAGIC CHAPTER
Renji : kagak nyangka gw dapet peringkat 6. Author hebat banget sih!
Orihime : kok aku jadi turun?
Toushiro : gantian ngapa?
Nel : yey! Aku dapet peringkat 10! Yey! Yey! Yey!
Grimmjow : kaukan memang hebat Nel.
Peche : itu benar!
Ichigo : ngapain loe disini biru?
Grimmjow : yah… ada si oranye! Silau mata gw!
Ichigo : apa loe kate? Ente berani nglawan ane?
Grimmjow : ayo ajah!
Rukia n Nel : ayo semangat! ayo semangat! ayo semangat!
Ulquiorra : hentikan! Seperti anak kecil saja.
Orihime : hahh? Dia… (merah lho pipinya)
Ulquiorra : O-Orihime… kau disini?
Orihime : eh i-iya.
Yang lain meninggalkan mereka berdua digoa hantu…
Ada yang bingung kagak kenapa peringkat mereka berurutan? Ayano juga sedikit heran.
Hehehe… yo wiz lah. Happy reading aja.
Akhire sampun dados. Monggo di review nggih… (akhirnya udah jadi. Silahkan di review ya…)
Chapter 4 selesai.
Janji di chapter 5 Orihime bakalan ketemu sama Ulquiorra.
Aku jadi author aja nggak sabar pengen buat Orihime sama Ulquiorra.
Akhir kata seperti biasa…
TERIMA KASIH & REVIEW PLEASE…
