Naruto©Masashi Kishimoto

.

.

.

.

.

.

.

.

"Aku … pernah kehilangan segalanya. Aku tak mau lagi … melihat orang yang aku sayangi tewas di hadapanku."

Naruto hanya mampu tercengang mendengarnya.

'Orang yang aku sayangi?'

Itu artinya orang yang Sasuke sayangi.

Sakura kah? Batinnya bertanya.

Namun pada akhirnya, Naruto hanya mampu menyimpan tanya itu dalam hatinya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pemuda berusia 12 tahun itu menatap pedih gadis yang sedang tak sadarkan diri dalam gendongannya. Gadis itu begitu tenang dalam tidurnya. Tidak. Itu bukan tidur. Ia benar-benar tak sadarkan diri setelah Shukaku mencekik tubuhnya secara paksa, membuat gadis yang kini ia baringkan di salah satu batang pohon itu tak sadarkan diri. Pingsan. Mungkin kata itu lebih tepat.

Sasuke meletakkan tubuh rapuh itu dengan begitu hati-hati seakan ia akan menyakitinya jika salah sedikit. Tatapan matanya tak bisa berbohong. Ia terluka melihat gadis itu tersakiti. Dan Pakkun melihatnya dengan jelas. Namun anjing itu hanya terdiam. Barangkali, itulah perasaan terhadap rekan satu tim, pikirnya polos. Tanpa siapapun sadari, termasuk dirinya sendiri, bahwa perasaan itu jauh lebih dalam daripada hanya sekadar perasaan rekan satu tim.

"Tolong, jaga dia."

Ia bahkan tak pernah mengerti alasan ia melakukan hal ini. Ini jelas bukan dirinya. Namun ia melakukannya. Demi Sakura. Demi Naruto.

Namun ada rasa yang tak ia mengerti itu apa ketika berhadapan dengan mereka berdua. Rasa itu sama seperti ketika ia bersama dengan keluarganya, dulu. Tapi sekali lagi ia tak mengerti itu apa. Terlebih terhadap gadis berambut merah muda yang selalu memujanya. Ia jauh lebih tak mengerti rasa apa yang ia miliki untuk gadis itu. Ia benar-benar tak mengerti. Dan tak ingin mengerti. Karena yang ia yakini, seperti apapun perasaannya pada gadis itu, mereka berdua berbeda. Dan suatu saat ia hanya akan menyakiti dan meninggalkan gadis itu.

.

.

.

.

.

.

.

"Ano, Sasuke-kun … terima kasih karena kau telah menolongku."

"Bukan aku."

"Eh?"

"Naruto yang melakukannya."

"Naruto? Haha. Tidak mung-"

"Dia berjuang mati-matian untuk menyelamatkanmu."

Sakura terdiam dan tersenyum melihat bocah Kyuubi itu. Tanpa ia sadari, bahwa Sasuke menatap tak suka. Tanpa ia sadari, dada Sasuke bergemuruh menahan amarah melihat rivalnya. Tanpa ia dan Sasuke sadari, bahwa rasa iri pemuda Uchiha itulah yang akhirnya menghancurkan segalanya.

.

.

.

.

.

.

Fin

Only 350 words

Pendek? Ya karena saya gak pengen bikin yang panjang-panjang. Hehehe

Terima kasih sudah membaca :)