Title: SHINee Story JongNo Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 4 / 8 End.

Main Cast: Kim Jonghyun & Cho Jino.

Rated: T.

Genre: Romance, little angst.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Alur kecepetan, EYD, M-Preg Don't Like Don't Read.

Summary: Apa yang akan Kim Jonghyun dan Cho Jino saat mereka terbangun dipagi hari dengan tubuh yang polos dan lengket karena cairan cinta mereka? Sebenarnya apa saja yang sudah mereka lakukan? JongNo, BL, Lemon, Rated M, M-preg.

Note: ff ini udah pernah aku publis sebelumnya, tapi sekarang aku publis lagi dengan mengubah isi didalamnya. Yang nggak suka Yaoi apa lagi M-preg jangan baca ya. Karena hampir semua ff aku genre-nya M-preg.


Author Pov

Selama beberapa hari jino berusaha tak bertemu dengan jonghyun walau itu susah karena sekarang mereka tinggal di satu drom yang sama jelas saja mereka akan terus bertemu. Jino akan merasa takut bila didrom hanya ada mereka berdua saja. Karena itu ia sering meninggalkan drom di saat siang hari.

"yeoboseo…." Jino mengangkat telponnya yang dari tadi bordering.

"benarkah?"

"ah… ne aku akan kesana. Tunggu aku, sebentar lagi aku akan kesana" jino memutuskan telponnya lalu segera meraih jaket dan keluar dari kamar.

"jino… kau mau kemana?" Tanya key yang melihat jino terburu-buru.

"aku mau keluar hyung. Aku mau bertemu seseorang" kata jino yang langsung pergi tanpa mengucapkan apa-apa lagi.

"eh jino…. Aish anak itu. kenapa buru-buru sekali" kesal key yang tidak di hiraukan jino.

"sebenarnya ia mau bertemu siapa sih?" gumam key.

"aish… itu bukan urusanku" key lalu melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

Sedangkan itu jino berjalan dengan tergesa-gesa ketempat ia dan seseorang yang sangat ia kenal biasanya janjian bertemu.

"annyoung…. Maaf lama. apa kau sudah lama menungguku?" Tanya jino pada seorang namja yang kini tengah duduk di hadapannya.

"tidak… hanya setengah jam" gurau namja itu.

"benarkah? Mian…" sesal jino karena membuat namja itu lama menunggunya.

"tak apa. Mau minum apa" tanya namja tadi.

"samakan saja denganmu" kata jino.

"eunsoo kenapa ada di seoul bukan seharusnya kau sedang di paris saat ini?" Tanya jino.

"aku sedang libur jadi ku putuskan untuk kesini menemuimu"

"menemuiku?" Tanya jino sambil meneguk minuman yang baru di antarkan pelayan.

"ne… kau tak banyak berubah ya" kata eunsoo.

"maksudmu?"

"ia… kau masih sama seperti dulu. Tetap imut dan mengemaskan. Karena itu lah aku tak akan pernah bisa melupakanmu" kata eunsoo yang membuat jino kaget.

"jino kau tahu kan kalau dari dulu aku selalu mencintaimu. Bahkan semakin hari aku semakin mencintaimu. Walaupun kita tidak tinggal di Negara yang sama tapi aku selalu mencintaimu" eunsoo meraih tangan jino. Di genggamnya tangan itu erat.

"mau kah kau menjadi namjachinguku?" pinta eunsoo dengan kalimat yang sering kali jino dengar darinya.

"mian eunsoo aku tak bisa" jino melepaskan tangannya yang di gengan eunsoo dengan pelan.

"kenapa jino? Kenapa dari dulu kau selalu menolakku?" Tanya eunsoo sedih.

"mian…. Kau tahu kalau aku dari dulu hanya menganggapmu sebagai sahabat tak lebih. Kau itu sahabat terbaiku sejak kita kecil. Dan aku tak mau menghancurkan persahabatan kita" jelas jino.

"kau bohong. Pasti ada namja atau yeoja lain yang kau cintai kan" Tanya eunsoo.

"aku tak berbohong. Semua yang ku katakan benar eunsoo" kata jino jujur.

"kalau begitu cobalah untuk mencintaiku" pinta eunsoo.

"mian… aku tak bisa eunso"

"kenapa….. kenapa kau tak bisa melakukannya"

"karena aku tak pantas untukmu"

"siapa bilang. Kau selalu pantas untukku"

"aku bukan jino yang dulu lagi eunsoo" jino mencoba member pengertian pada eunsoo.

"aku tak melihat ada yang berbeda darimu. Kau tetap saja seperti dulu"

"aku… aku…. Aku kotor aku sudah tak suci lagi sekarang" jino mulai menangis. Melihat hal itu eunsoo langsung memeluk namja imut itu.

"apa maksudmu?" Tanya eunsoo tak paham.

"aku… aku sudah di tiduri namja lain. Dan sekarang aku tengah mengandung anak dari namja itu" kata jino akhirnya.

Dengan perlahan eunsoo melepaskan pelukannya pada tubuh jino.

"kau bohongkan jino" eunsoo mengoyang-goyangkan tubuh jino.

"aku tak berbohong. Itulah kenyataannya" kata jino jujur.

"siapa…. Siapa appa dari bayi itu" Tanya eunsoo yang mulai tenang.

"mian aku tak bisa mengatakannya"

"kenapa?"

"karena namja itu tak menginginkan bayi ini. dan ia juga tak ingin semua orang tahu kalau appa dari bayi ini dia" kata jino jujur.

"keparat…" umpat eunsoo.

"jadi kau sekarang akan membesarkan bayi itu sendiri?" Tanya eunsoo sambil kembali memeluk tubuh jino. Jino hanya mengangguk pertanda ia mengiakan pertanyaan eunsoo.

"kalau begitu menikahlah denganku. Aku akan menerima kau dan bayi itu dengan tulus" pinta eunsoo yang membuat jino kaaget.

Jino mengeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak mau merepotkan eunsoo. Ia tahu eunsoo memang namja yang sangat baik dan eunsoo juga tak mungkin akan menyakitinya. Tapi eunsoo berhak medapatkan yang lebih baik darinya.

"aku tak memaksamu menjawabnya sekarang. Kau pikirkan saja baik-baik tawaranku ini" kata eunsoo pada jino.

"lebih baik sekarang ku antar kau pulang saja" kata eunsoo lagi.

Eunsoo menuntun jino keluar dari café dan membawanya ke dalam mobil milik eunsoo. Selama perjalana tak ada satu pun yang berbicara. Hanya hening yang ada.

Eunsoo mengengam tangan jino yang berada di sampingnya lalu tersenyum manis pada namja imut itu.

Eunsoo mengantar jino hingga namja imut itu sampai di dalam drom. Setelah yakin jino akan baik-baik saja eunsoo langsung pamit pergi.

"jino…. Kau diantar siapa?" Tanya onew saat jino hendak melangkahkan kakinya memasuki kamar yang telah menjadi miliknya.

"apa dia appa dari bayi yang kau kandung" selidik key.

2min, onew dan jonghyun menatap key dan jino bergantian.

"bukan hyung. Dia sahabatku dari kecil. Tadi kami hanya bertemu saja selagi dia liburan di seoul" kata jino menjelaskan yang mendapatkan anggukan paham dari anak-anak SHINee.

"hyung aku masuk kamar dulu ya. Aku capek" kata jino.

"ne… istirahatlah" suruh key.

Jino langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar.

Jino Pov

Eunsoo melamarku hari ini. walau sudah di tolak dia tetap memberi waktu untukku berfikir. Apa yang harus ku lakukan? Apa aku terima saja lamarannya? Tak ada salahnya bukan, dia sangat mencintaiku dari dulu. Bahkan ia juga mau menerima anak yang ku kandung ini dengan tulus.

Tapi aku tak bisa egois. Eunsoo berhak mendapatkan namja atau yeoja yang lebih baik dariku. Dan jonghyun hyung…

Ya…. Dia tetap appa dari bayi ini sampai kapan pun. Ia berhak atas bayi ini. tapi…. Dia tak menginginkan bayi ini. aku binggung untuk memilih antara eunsoo atau jonghyun hyung.

Jujur…. Mungkin aku mulai menyukai jonghyun hyung. Walau ia selalu saja menyakitiku dengan kata-kata paksaanya untuk menggugurkan kandunganku ini.

Aku mulai mencintainya karena bayi ini. bolehkah aku berharap jonghyun hyung membalas rasa cintaku ini? hyung aku mencintaimu….. bisakah kau sedikit memandangku dan bayi kita?

Jonghyung Pov

"hyung mau kemana?" tanya taemin padaku setelah kepergian jino.

"kekamar. Aku lelah ingin tidur dengan cepat" kataku lalu berjalan kekamarku.

Sebenarnya ada apa denganku? Kenapa aku merasa sangat marah saat ini. apa karena jino yang pulang dengan namja lain?

Itu tak mungin. Akukan tak memiliki perasaan apa-apa padanya. Bagus kalau dia memiliki namja lain.

Tapi apa hubungan mereka berdua. Kenapa mereka terlihat sangat akrab tak tampak kalau mereka hanya teman biasa. Mungkin namja itu kekasihnya.

Terserah aku tak mau memikirkannya. Itu haknya kalau ia ingin memiliki kekasih bukan urusanku. Mungkin dengan begitu akhirnya ia akan mau untuk mengugurkan bayi itu.

Sudahlah jangan di pikirkan lagi. Lebih baik aku tidur saja.

^_^ TBC Again... ^_^