Preview
Luhan mengerjapkan matanya ketika cahaya matahari pagi mulai masuk dari sela-sela tirai kamar. Tunggu dulu, ini bukan kamarnya. Sebelum benar-benar terbangun, ia mengingat-ingat apa yang terjadi semalam. Bukankah tadi malam Luhan mabuk di kedai? Lalu, kenapa ia sekarang ada di ruangan ini? Dan, telanjang bulat?
Luhan mengumpulkan kesadarannya dan dengan sigap terduduk di ranjang itu. Awww,… kenapa bagian bawahnya rasanya sangat sakit? Dan ketika Luhan menoleh kesamping,…
"AAAGGGGHHHHH!"
Capter 3
I'm Manly! I'm Seme!
Main Cast: Luhan, Sehun
Other Cast: Chanyeol, Baekhyun, and Other
Genre: romance
Rated: M
Recommended song: Shinee's 1 of 1 album
Warning: Yaoi, Boy x Boy, Boys Love, Gay Storie, Sex Scene, typo dimana-mana
Fanfic ini murni buatan saya sendiri. Apabila ada kesamaan cerita atau hal lainnya, itu semua murni kebetulan belaka – di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, apakah mungkin kita jodoh? #plakk – tidak menerima bullyan, bash, cacian dan makian. Silahkan menuliskan komentar yang masih dapat diterima, tidak menyinggung.
.
.
. Suara melengkingnya cukup untuk membuat Sehun, - pria yang tidur tepat di sampingnya seketika itu juga terbangun dan menatap Luhan yang hampir hilang setengah nyawanya karena kaget.
"k, k, kenapa aku bisa ada di sini? Kenapa kita telanjang? Kau memperkosa ku?"tuduh Luhan tidak-tidak.
"mem, memperkosamu? Kau tidak ingat siapa yang menciumku duluan?"
"jadi aku yang memperkosamu? Dasar gila! Aku juga pilih-pilih untuk tidak meniduri seorang bocah sepertimu!"
"aku bocah? Kalau aku bocah berarti kau seorang pedofil!"
"YAKK!"
Sehun menghela nafasnya. Inilah akibat meniduri orang mabuk batinnya.
"mandilah dulu! Aku akan mandi di kamar mandi luar."ucap Sehun lalu beranjak untuk memunguti pakaiannya kembali.
Sejenak, Luhan menatap tubuh telanjang Sehun dari belakang. Bahu lebar itu, tubuh tinggi itu, tanpa sadar Luhan memerah karnanya.
"aww" Luhan meringis ketika akan beranjak.
"ada apa? Apa sakit?" Sehun reflex mendengar rintihan Luhan tentu sja langsung menghampiri Luhan.
"aku baik-baik saja. Aww! Iss!"
Sehun memutar bola matanya malas. Ia tahu kalau Luhan pasti kesakitan. Tapi namanya juga Luhan, ia akan bersembunyi dibalik ke'sok'an nya. Sehun dengan sigap langsung menggendong Luhan ke kamar mandi dan mendudukkannya di bathup.
Luhan? Pria cantik itu memerah malu wajahnya sekarang. Benar-benar merah seperti tomat. Bukan karna Sehun menggendongnya, tai karna Sehun menggendongnya.
Sehun menggendongnya dalam keadaan mereka sama-sama telanjang. Ya, TELANJANG.
Luhan bungkam. Bagaimanapun ia dan Sehun baru bertemu kemarin.
"paling tidak kau harusnya bisa untuk menyabuni drimu sendiri. Aku akan memakai kamar mandi luar dan membuat sarapan"
Lalu Sehun pergi berlalu setelahnya.
Dua puluh menit telah berlalu. Luhan keluar dari kamar Sehun dengan langkah tertatih tapi sudah lebih baik. Ia menggenakan seragamnya kemarin dan menyamarkan bau soju pada seragamnya dengan parfum yang selalu ia bawa di tas.
Ketika Luhan melihat sekeliling, Sehun di sana. Dengan rambut yang ia turunkan dan seragam sekolahnya, sehun berkutat dengan pan dan spatula berusaha membuat telur mata sapi. Entah kenapa pemandangan itu membuat Luhan tanpa sadar merona karna Sehun terlihat, tampan.
"sudah selesai?" Tanya Sehun ketika pria jakung itu membalikkan badan untuk meletakkan telur mata sapi diatas roti bakar. "roti dengan telur mata sapi. Aku harap kau suka. Aku sedang kehabisan selai" lanjutnya.
"tidak apa. Aku suka" jawab Luhan lalu mengambil duduk di salah satu kursi meja makan Sehun.
Sehun tersenyum tipis, bahkan Luhan tidak menyadarinya.
Jika boleh mengatakan isi hati Sehun, Sehun tak ingin memungkirinya kalau ia cukup senang bahkan sangat senang melihat pria manis dengan rambut sewarna kulit buah persik itu duduk di hadapannya. Dan yang paling Sehun senang adalah bahwa sosok itu telah tumbuh dewasa dengan begitu cantik jauh berbeda dari saat mereka terakhir kali bertemu.
Ah,… ngomong-ngomong soal pertemuan, Luhan tentu saja sudah lupa. Kalian penasaran? Sayang sekali Sehun tidak ada niatan untuk menceritakannya. Mungkin lain waktu.
Sarapan berlangsung tenang. Sebenarnya Luhan merasa agak canggung berbeda dengan Sehun yang merasa biasa-biasa saja. Dasar Sehun tidak peka, pria itu tidak menyadari kecanggungan yang menyelimuti Luhan.
"hmm,… Sehun-ah!" Luhan mulai angkat bicara.
"hm"
"apa kau tinggal sendiri disini? Aku tidak melihat orang tuamu"
Sehun menarik sudut bibirnya. Sedikit mengerjai Luhan mungkin tidak apa-apa – pikirnya.
"tenang saja! Orang tuaku di Busan, bisnis mereka di sana."
Luhan kembali menunduk. Sepintas kata 'oh' terucap dari bibir kecilnya.
"tentu saja. Kalau mereka disini bagaimana jadinya mereka memergoki anaknya melakukan seks di minggu pertamanya masuk SMA"
Dan Luhan langsung tersedak karnanya. Niatan Sehun tercapai dengan sempurna. Luhan langsung memerah padam pada bagaian wajahnya.
"ya-yak! Kau yang memperkosaku!"
"tapi kau yang menarikku!"
"aku sedang mabuk saat itu!"
"berarti kau yang memperkosaku ketika kau sedang mabuk!"
"kau bilang aku memperkosamu? Kaulah yang memperkosaku!"
"waahh… Seinngatku kau yang memberikan servis kepadaku semalam!"
Oke wajah Luhan benar-benar merah sekarang. Luhan malu tentu saja. Ia merutuki dirinya sendiri dalam hati. Ia benar-benar malu sampai tak bisa membalas perkataan Sehun.
Dan untung setelahnya ponsel Luhan berbunyi. Paling tidak itu bisa menjadi peralihan.
Luhan mengambil ponselnya dan melihat si penelpon sebelum mengangkatnya. Dari Baekhyun.
"ya Baekki, ada apa?"
"umm,… itu hyung, hari ini kau tidak usah repot-repot sudah di jemput Chanyeol!"
"oh,… baiklah kalau begitu! Hati-hati di jalan!"
Lalu setelahnya Luhan menutup sambungan teleponnya, dan kembali pada acara makannya.
[di tempat lain]
"kau menelpon siapa sayang?" Tanya Chanyeol yang baru saja selesai mandi dengan handuk yang membalut daerah privasinya, memeluk Baekhyun dari arah belakang.
"uh, aku hanya menelpon Luhan Hyung"
Chanyeol berjengit. Melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Baekhyun untuk menghadapnya.
"yak! Kenapa kau menelponnya?! Ini masih pagi lagipula"
"aku hanya mengatakan kepadanya kalau hari ini dia tidak perlu menjemputku"
"kenapa dia harus menjemputmu?!"
Baekhyun memutar bola matanya malas. Ia yakin sekarang Chanyeol tidak merasa senang.
"dia sudah kuanggap seperti hyungku sendiri Chanyeol"
"tapi tetap saja dia itu mantan pacarmu!"
"Chanyeol – "
"Baekhyun – "
Cup
Dan moody Chanyeol langsung berubah ketika mendapat ciuman gratis di bibir oleh Baekhyun*dasar.
"jangan dibahas lagi okay! Aku mencintaimu, kau mencintaiku, hanya kita berdua!"
Dan seperti orang bodoh Chanyeol mengangguk lalu mendekap tubuh si mungil sayang.
"anyway Baekki-ah!"
"hm"
"apa kau mau memakaikanku baju?" bisik Chanyeol seduktif tepat di telinga Baekhyun dan sukses membuat semburat merah di pipinya.
[back to hunhan]
"ada masalah apa?"Tanya Sehun langsung ketika Luhan menutup sambungan teleponnya.
"kenapa kau ingin tahu"
"kau tidak mengerti posisi kita sekarang?"
Luhan mengernyit posisi? Apa dia mengatakan kalau aku kekasihnya sekarang? Dasar gila! Dia bermaksud mengencani orang yang baru ditemuinya kemarin! – Luhan
Seperti dapat membaca pikiran Luhan, Sehun memutar bola matanya malas.
"ck! Aku hanya ingin memastikan kau tidak kabur kemana-mana setelah memperkosaku! Lagipula aku juga butuh tanggung jawab di sini!"
Luhan speechless "dimana-mana pihak yang dimasuki itu yang meminta tanggung jawab bukannya pihak yang memasuki! Dan berhenti mengatakan kalau aku memperkosamu karna kaulah yang memperkosaku!"dan suara Luhan naik beberapa oktaf pada kalimat terakhir.
"yang lebih dulu memjadi warga Negara yang legal itu kau bukan aku! Dan jawab saja pertanyaanku, jangan membuatnya semakin rumit!"
Luhan berdecak. Sebenarnya Luhan tidak pernah menemui bocah yang lebih berani dari Sehun apalagi Sehun seperti memiliki image dingin dan pendiam. Tidak, sebenarnya Luhan ingin tahu sifat rumit yang dimiliki Sehun.
"Baekhyun hanya memberitahuku kalau dia akan dijemput Chanyeol untuk itu aku tidak perlu menjemputnya, puas?!"
"dijemput Chanyeol? Chanyeol hyung? Bukankah tadi malam Baekhyun pulang kerumah Chanyeol?"
Luhan membulatkan matanya dan menatap Sehun tidak percaya.
[skip time]
Luhan sedang makan siang di kantin, sendirian. Maklum pacar Baekhyun baru jadi Baekhyun tidak makan siang dengannya lagi. Sehun? Mana mau Luhan terlihat makan siang dengan anak baru.
Ngomong-ngomong tentang Sehun, tadi pagi memasuki gerbang sekolah menuju kelasnya, Luhan berusaha berjalan senormal mungkin. Bagian belakang tubuhnya masihsakit tentu saja, tapi gengsinya masih terlalu tinggi untuk memperlihatkan kalau ia baru ditusuk tadi malam. Saat berangkat tadi juga ia meninggalkan Sehun di belakang. Lagi-lagi karna gengsinya. Mana mau dia digosipin pacaran sama anak baru yang masih seminggu sejak mos tinggal di sekolahnya. Bukankah gengsi Luhan sangat besar?
"Luhan oppa!" dia seorang gadis yang baru datang dan langsung bergelayut manja di lengan Luhan. Sebut saja, Yeri.
Yeri, siswi kelas satu tapi sudah kenal Luhan sejak kira-kira satu tahun yang lalu, sejak Luhan baru putus dengan Baekhyun. Yeri seorang gadis yang baik dan sebenarnya Luhan tahu kalau Yeri menyukainya, sangat ketara melalui sikapnya. Namun sayang sekali Luhan tidak tertarik. Entah mengapa hatinya menolak untuk tertarik kepada Yeri.
Luhan selalu meladeni Yeri seadanya sejak ia mulai berprasangka kalau Yeri menyukainya. Tidak berlebihan dan juga tak menjauh. Tentu saja, Luhan itu sosok lelaki yang gentle. Setidaknya itulah yang ada dipikiran Luhan.
"oh! yeri! Ada apa?" Tanya Luhan santai.
"itu,… semalam aku melihatmu!"
Luhan mengernyitkan dahinya "melihatku?"
Yeri menganggukkan kepalanya. "hm! Aku melihatmu sedang tertidur dan kau digendong oleh anak dari tetangga kelasku!"
Sial! Luhan tidak mengingat apapun tentang apa yang terjadi semalam. Spekulasi yang mungkin saja terjadi terbayang di kepala Luhan tiba-tiba. Jika tadi malam dirinya dan Sehun bisa melakukan'itu', bukan tidak mungkin kalau ia dan Sehun juga berciuman atau melakukan hal lainnya saat di perjalanan. Ingat, Luhan itu biseksual. Ia juga dapat tertarik dengan laki-laki yah,… tapi dia semenya, jadi Luhan tertarik dengan pria yang imut-imut tentu saja – paling tidak itulah spekulasi Luhan terhadap dirinya sendiri.
"jadi oppa, kau mengenalnya?"
Luhan mengerjapkan matanya sambil menatap Yeri. Apa yang Yeri maksud itu Oh Sehun? Orang yang menidurinya tepat dihari pertama mereka saling mengenal?
Tak kunjung mendapat jawaban, Yeri mendenguskan nafasnya. "itu,… Oh Sehun anak 1 – 3! Dia langsung populer bahkan ketika masa orientasi masih berlangsung! Tapi, dia juga dikenal sangat dingin dan pendiam. Bahkan katanya dia hanya bicara seperlunya saja!"
Luhan membulatkan bola matanya sesaat setelah ia hampir tersedak ludahnya sendiri. Sehun? Pendiam? Hanya bicara seperlunya saja? Tidak mungkin? Lalu siapa yang berdebat dengannya tadi pagi? Luhan 99,99% yakin kalau Sehun itu kelakuannya sebelas dua belas dengan Park Chanyeol sepupunya, berisik dan bodoh.
"se, Sehun? Di, dia,… dia,… dia ikut klub yang sama denganku! Iya! Dia ikut klub basket kemarin!"
Sial! Sial! Sial! Haruskan suaranya berubah juga. Kenapa nada bicara Luhan jadi gelagapan begitu?!
"oh! oppa! Kenapa nada bicaramu jadi gugup sekarang? Apa kau,… berkencan dengan Oh Sehun?"
"uhuk uhuk uhuk…." Luhan benar-benar tersedak ludahnya sendiri. Dan yeri, dengan cekatan langsung memijat tengkuk Luhan.
"oppa tidak apa-apa?"Tanya Yeri khawatir.
"ehem…"Luhan berdehem untuk menetralkan suaranya dan eksperinya, bersiap mengatakan kebohongan. "mana mungkin aku berkencan dengan orang yang baru saja aku kenal! Lagi pula, apakah kau melihat gen submissive di tubuh Sehun?" *tuh kan.
Yeri menghela nafasnya, "ah,… syukurlah,… aku pikir oppa jadi bottom sekarang! Karna aku dengar, kebanyakan pure gay itu bottom! Lagipula oppa juga bi!"
Ludah Luhan terasa pahit sekarang. Tentu saja ia tidak lupa bahwa semalam ia berada di bagian bottom. Mulai tadi pagi sejak ia bangun dan menemukan sehun tertidur tepat disampingnya, seolah membuatnya trauma apabila tersangkut dengan apapun yang berhubungan dengan Oh Sehun.
"Yeri-ah!"
"ne, Luhan oppa!"
"aku lupa belum mengerjakan tugasku! Aku duluan!" Luhan menepuk bahu yeri dua kali sebelum benar-benar meninggalkan Luhan.
20 meter kira-kira Luhan baru berjalan keluar dari kantin sekolahnya, sampai suara itu terdengar di indra pendengarannya.
"tidak mungkin berkencan dengan orang yang baru kau kenal huh!" – itu Sehun tentu saja.
Sehun mendekati Luhan yang hanya berdiri diam, lebih tepatnya mendekati telinga Luhan dengan bibirnya. "bukankah kau semalam meniduri orang yang baru kau kenal?!"bisik Sehun seduktif.
Wajah Luhan memerah seketika.
.
.
Tbc
Ok! Pertama mian baru update. Abis ini mungkin aku baru bisa update tanggal setelah kira-kira dua mingguan. Kedua, gua bener-bener bingung nyari ide sumpah! Ini capter pasti bikin boring banget! Monoton ga sih? Akhir-akhir ini gua kurang asupan kejadian unik yang bikin imajinasi gua bisa melayang-layang.
Oke gua sudahin sesi curhat singkat gua.
Btw, gua mau upload ff baru, dan gua mau Tanya kalian, kalian pengen ff yang genrenya apa sama pairingnya siapa? HunHan, ChanBaek, KaiSoo, Taoris, ato HunBaek? Ato mungkin YunJae ato JaeYong? Tapi itu berarti gua harus pindah lapak :'D :'D *muke gile, abaikan omongan gua.
Keep support gua ya guys… jan lupa review. Kalo mau ngasih masukan juga gapapa gua malah seneng. Yang udah review, follow, dan favorite makasih juga….^^ sampai bertemu di capt selanjutnya, Lopyu333
