WARNING !
Rate M+
Siapkan mental jika ingin membacanya.
.
.
.
.
"Nghh~ cukup Naruu… a-aku tidak bisa menampungnya lagi..ahh.."
"Diamlah, dan nikmati saja Bitchy.."
"Ahhh..."
Oke, nafsu bejad dan jiwa bereksperimen sepertinya memang salah satu kombinasi yang sangat buruk. Bagaimana tidak, genap 2 bulan sudah ia resmi menjadi kekasih pria dari keturunan Uzumaki ini, dan selama itu tubuh sexy-nya sering dijadikan bahan percobaan yang tak tanggung-tanggung seperti sekarang.
Dengan posisi yang menungging tinggi, kekasih pirangnya a.k.a Naruto, kini tengah bermain-main dengan memasukan rebusan telur ayam yang mungkin jumlahnya sudah mencapai angka ke-5 ke dalam anusnya. Hanya karena bermodalkan rasa penasaran, Naruto pun sengaja menyuruh Sakura untuk merebuskan beberapa butir telur yang akan digunakan sebagai bahan eksperimen kepada tubuhnya.
"T-Tidak muat nghh.. "
"Satu lagi Sasuke.. ayo, renggangkanlah pantatmu lebih lebar lagi.." ucap Naruto sambil menampar bongkahan pantat sebelah kiri Sasuke.
"Hyaah..! Naru~.."
Lenguhan keras tiba-tiba saja lolos dari bibir merah Sasuke, mendapat perlakuan kasar seperti itu dari kekasihnya entah kenapa malah membuat ia semakin terangsang.
Memang benar bahwa dirinyalah yang membangungkan sisi liar Naruto, tapi .. ia sama sekali tak mengira nafsu Naruto bisa sebesar ini
"Nah.. sekarang berjongkoklah.. dan keluarkan telur-telur mu itu secara perlan."
"A-Aku tidak mau !" tolak Sasuke cepat. "Kau pikir aku itu apa hah !"
Mendengar penuturan dari Sasuke, Naruto pun kini mengerutkan alis dan menatap heran kekasih cantiknya.
"Kau kan siluman gagak.. jadi, wajar saja jika kau bertelur." Ucapnya santai dengan seringai kecil yang kini menghiasi wajah Naruto.
Disisi lain Sasuke pun hanya bungkam sesaat setelah menerima kenyataan ini, kenapa ia sampai lupa jika dirinya adalah siluman gagak ?. Sepertinya berbulan-bulan menggunakan wujud manusia membuat ia jadi lupa diri.
"Itu bukan alasan DOBE !" teriak Sasuke setelahnya, merasa tak terima akan ucapan Naruto yang memang pada kenyataannya benar. "Lagi pula aku tidak pernah bertelur sama sekali !" lanjutnya dengan ekspresi kesal yang sangat kentara.
"Justru karena itu aku ingin melihatmu bertelur, Sasuke."
"KAU— !"
"Lakukan atau kau akan mendapatkan yang lebih buruk dari pada ini Sasuke.."
Perkataan dingin yang diucapkan oleh Naruto membuat ia membeku seketika. Diarahkannya bola mata hitam Sasuke kepada Naruto.
Glup..
Tatapan dingin nan tajam yang dilayangkan kepadanya membuat ia mau tak mau harus segera menurutinya. Sungguh, Naruto akan sangat menjadi lebih liar jika ia tidak segera menurut. Karena kekasihnya yang dulu terlihat polos kini telah berubah menjadi liar.
Akhirnya dengan berbagai sumpah serapah dalam kepalanya, Sasuke pun merubah posisinya dari menungging menjadi berjongkok. Tak lupa ia pun sedikit melekukan belahan pantatnya lebih ke belakang dan menumpukan kedua tangannya pada head bord ranjang.
"Kumpulkanlah telur-telur mu disini untuk kau erami, Sasuke." ucap Naruto sambil meletakan sebuah bantalan kecil yang biasa digunakan untuk tempat tidur kucing-kucing kesayangannya. "Aku sungguh tak sabar melihatnya~…"
Oh Shit !
Ini sungguh memalukan ! ingin sekali rasanya ia memaki dan mencakar wajah mesum kekasihnya itu. Walaupun dia yang menjadi bottom , tapi bukan berarti dirinya dapat dikendalikan seenaknya oleh Naruto. Seharusnya dirinya lah yang harus berkuasa saat bercinta diatas ranjang !.
'Awas saja kau Dobe." Pikirnya penuh dengan rencana untuk membalas kemesuman Naruto.
"Cepatlah dorong Sasuke !"
Mendapat perintah lagi dari Naruto, ia pun dengan perlahan mendorong dan menekan sedikit perutnya hingga kini warna putih rebusan telur itu menggembul keluar dari lubang anusnya.
Terjatuh dan menggelinding diatas bantalan empuk tersebut.
"Nghh~.."
Bersiul kencang, Naruto pun terlihat sangat puas menikmati bagaimana kekasih sexy-nya ini mengeluarkan butiran telur yang terbilang cukup banyak itu. "Kau memang yang terbaik Sasuke .."
"...ahh.."
Dorongan demi dorongan Sasuke lakukan agar keenam butir telur didalam anusnya ini bisa keluar, hingga merasa tersisa satu lagi, Sasuke pun kini malah berhenti mengejan. Menahan telur itu tetap didalam anusnya.
Dan tentu saja hal itu membuat Naruto kembali meyerit bingung dengan tindakan Sasuke.
"Kenapa kau berhenti Sasuke ?"
"Naruhh~ Apa kau tak ingin memasukan penis besar mu kedalam sini ?" Ucap Sasuke menolehkan kepalanya kearah Naruto dengan tatapan sayu nan menggoda. "Anus ku terasa sangat kosong.." Lanjutnya sambil menunggingkan pantatnya tinggi-tinggi.
Disisi lain tentu saja tubuh Naruto memanas seketika. Bahkan gundukan besar yang dari tadi terlihat diantara selangkangannya pun semakin membesar. Tanda bahwa ia sangat terangsang akan godaan Sasuke.
"Cih.. kau memang pelacur yang nakal Sasuke.."
"Mmmhh Naruh~ cepatlah.. " Balas Sasuke sedikit tidak sabaran dengan menggoyang-goyangkan bongkahan lembut pantatnya.
"Kau yang memulai Sasuke.. dan akan ku pastikan lubang mu itu akan melebar dengan sempurna."
Tak banyak bicara lagi Naruto pun membuka seluruh pakaian yang melekat dibadannya. Membuka kukungan sesak yang dari tadi terus ia tahan. Helaian terakhir yang dipakai Naruto lepas sudah. Menampilkan sebuah batang besar yang tengah berdiri tegak dengan urat-urat yang menonjol.
Saat ketika penis besar Naruto mengarah didepan lubang anus Sasuke, tiba-tiba saja sebuah tali dengan cahaya kebiruan muncul dan melilit tubuh Naruto hingga dirinya jatuh terlentang diatas kasur.
"Apa yang kau lakukan Sasuke !" tanyanya dengan terus meronta mencoba melepaskan diri dari lilitan ini.
"Percuma saja kau berontak, lilitan itu adalah sebuah cakra yang tak mungkin bisa lepas jika bukan dari kehendak ku."
"Cih, bisa-bisanya kau menggunakan kekuatanmu disaat seperti ini."
Wajah Naruto terlihat sangat kesal, gejolak nafsu yang begitu membakar dirinya tidak bisa ia lampiaskan lantaran gerakan tubuhnya yang telah terkunci.
"Salah mu sendiri karena telah mempermainkan tubuhku seenaknya." Balas Sasuke tenang.
Kini jari-jemari lentik Sasuke mengarah pada kejantan Naruto yang tengah berdiri tegak, "Nah, saatnya aku menghukum kekasihku ini." Lanjut Sasuke sambil memasangkan sebuah cock ring kecil dipenis Naruto dengan kuat.
"Akh— sial ! lepaskan Sasuke !"
Teriakan antara sakit dan nikmat yang terlontar dari bibir Naruto membuat Sasuke begitu terangsang, ahh.. ingin sekali rasanya ia membuat Naruto menderita dengan menahan klimaksnya sampai Naruto sendiri yang meminta untuk disentuh.
Fufu.. sisi Sadistic Sasuke keluar sudah.
"Nghh.. Naru~.."
Bukannya menuruti perintah Naruto untuk melepaskan lilitan tersebut, Sasuke kini malah asik memilin-milin kedua puting merahnya sendiri yang sudah menegang. Dan sesekali jari-jari itu menarik pelan piercing yang terpasang diputing susunya. Tangan kiri Sasuke pun tak tinggal diam dengan memijat-mijat penis kecilnya, Mencoba bermanstubrasi dihadapan Naruto.
"Hyahh… Naru.. aku ingin disentuh..Hmmhh.. "
Desahan demi desahan terus saja keluar dari bibir sexy Sasuke, gerakan mengcoknya pun menjadi lebih cepat dan tak terkendari.
Tentu saja hal itu membuat Naruto menggeram keras karena merasa penisnya terabaikan. Sedangkan Sasuke sendiri malah asik bermanstubrasi.
"Lepaskan lilitannya Teme.."
"Aahh.. hukuman mu belum selesai Darling~.."
Dengan gerakan cepat Sasuke membalikan tubuhnya hingga ia membelakangi Naruto. Menunggingkan pantat sexynya tepat didepan wajah Naruto. Segera saja Sasuke mengejan kuat hingga telur rebus yang masih tersisa satu didalam anusnya keluar.
"Nghh.."
Tak cukup disitu, Sasuke pun mengambil telur yang terjatuh diatas dada Naruto dan memasukannya kembali kedalam lubang anus merahnya dengan sekali hentak. Terus berulang-ulang hingga kini desahan Sasuke semakin kencang.
"Ahhh..nghh Naru~ ki-kimochi…ahh.." ucap Sasuke terengah-engah karena kenikmatan yang didapatkannya. "A-Aku ingin penis besar mu..hahh..meyodok kuat lubang ku yang nakal ini.." lanjutnya lirih.
Oh Shit !
Sanggupkah Naruto menahan semua godaan yang diberikan Sasuke.. melihat kekasih cantiknya bermanstrubasi saja membuat ia kalang kabut karena gelora panas ditubuhnya. Dan kini ditambah dengan dirty talk yang dilontarkan Sasuke sungguh cukup untuk memunculkan sisi liarnya hingga puncak tertinggi.
"Lepaskan aku, Sasuke.." ucap Naruto dengan suara berat.
"Ahh..hmmhh….." Bukannya mendengar perkataan Naruto, Sasuke terus saja mendesah keenakan. Menghiraukan apa yang dikatakan kekasih pirangnya.
"Hyaahh sodok.. aku Naru..ah..ah.."
…
"Sasuke."
Tiba-tiba saja suara dingin yang diucapkan kan Naruto membuat ia berhenti seketika. Menolehkan kepalanya kebelakang, Sasuke melihat tatapan gelap dikedua mata kekasihnya. Ekspresinya pun terlihat jelas jika Naruto tengah berada dalam mode liarnya.
'Begitu berbahaya dan menggairahkan' … pikir Sasuke yang malah menyeringai kesenangan melihat perubahan Naruto.
Katakanlah bahwa Sasuke mempunyai sisi Masochist dan Sadisdic secara bersamaan, namun ia sama sekali tak peduli. Yang diinginkannya adalah kenikmatan ketika ia telah berhasil membuat pasangnya lepas kendali. Menghancurkan tubuhnya hingga tak mampu lagi berkutik.
Tak membuang banyak waktu, ia pun menghilangkan lilitan cakra yang membelenggu Naruto hingga dengan kekuatannya. Namun belum sempat dirinya untuk berbalik, tubuhnya sudah lebih dahulu didorong kuat hingga ia terjelembab dengan posisi pantatnya yang terangkat tingggi.
"AKH—"
Penis besar nan panjang Naruto kini menerobos masuk berserta cock ring yang masih terpasang kedalam lubang hangat nan sempit milik Sasuke. Penis Naruto pun juga begitu panas hingga dinding anusnya seperti meleleh.
Tak memberi kesempatan Sasuke utuk menyesuaikan diri, lansung saja kekasihnya itu menghantamkan ujung penisnya hingga mengenai titik terdalam Sasuke, bergerak cepat hingga membuat Sasuke terlonjak kaget.
"Akhh Naru~.. telurnyahh..masihh ahh.. didalam." Ucap Sasuke terputus-putus karena sodokan brutal Naruto.
"Bukankah itu yang kau inginkan ? disodok sampai lubang mu melebar eh ?" Balas Naruto yang tak mengurangi sedikit pun kecepatannya.
Mendengar perkataan kasar Naruto, entah kenapa membuat ia semakin terangsang. Bahkan Sasuke pun malah mencoba ngimbangi gerakan Naruto dengan ikut memaju-mundurkan bokong sexynya. Menimbulkan suara erotis antara pinggul dan pantat yang saling bertabrakan.
"Ahh..ah..Faster.. Sodok lubang Nakalku lebih cepat.."
"Sssh..Kau benar-benar lacur Sasuke.. " Ucap Naruto membalas dirty talk Sasuke.
Tangan kekar Naruto pun kini semakin mencengkram kuat pinggul siluman gagak itu. Menghentak - hentak keras hingga membuat Sasuke tersedak ludahnya sendiri. Bahkan telur yang berada di anusnya kini telah hancur lebur karena gesekan kasar penis Naruto. Tak lupa juga cock ring yang masih melekat pada penis Naruto membuat dinding anusnya mati rasa.
"Ahh.. Naru~ ahh.."
"Sasukee.. a-aku ingin mengisi mu.." ucap Naruto berat sambil sesekali menjilat cuping telinga Sasuke dari belakang. "Mengisi mu penuh hingga kau bisa bertelur dari benihku.."
"Hyahh ahh..Onegaii.. aku ingin bertelur Naru~ ahh anak-anakmu.." racau Sasuke yang sudah kehilangan akalnya karena kenikmatan yang terus diberikan Naruto.
Kulit putih mulus Sasuke pun terlihat sangat lengket karena jumlah keringat dan lelehan saliva yang terus mengalir hingga melewati dagu dan lehernya. Begitu Erotis dimata orang yang melihatnya.
"Ahh.. cum~ I will cum..."
Merasa sudah diambang batas Naruto pun membalik posisi Sasuke tanpa melepas tautan penisnya hingga Sasuke terlentang lemas diatas kasur. Mencoba mengangkat kembali pantat Sasuke tinggi, Naruto pun semakin menjadi-jadi ketika meyodok anus yang sudah memerah itu.
Dengan gerakan cepat Naruto mengelurkan penisnya. Melepaskan cock ring yang terpasang kuat sejak tadi. Namun, bukannya melemparkan cock ring tersebut, Naruto pun malah memasangkannya kepada penis tegak Sasuke sudah mengelurkan cairan pre-cum.
"Ssst.. terima ini Sasuke…"
Setelah mengatakan itu pun Naruto segera mendorong kuat kejantanannya hingga mengenai titik prostat Sasuke. Diikuti dengan semburan sperma yang begitu banyak keluar dari lubang urine nya.
Crott
Crott
"Nghh…" lenguh Sasuke lirih karena ejakulasinya tertahan akibat cock ring yang tiba-tiba dipasang Naruto. Belum lagi semburan sperma milik kekasihnya ini begitu terasa panas dan memenuhi lubang anusnya.
"Senjata makan tuan eh ?" ucap Naruto yang masih menyemprokan benihnya.
"Naruhh~.."
Setelah merasa penisnya tak mengelurkan sperma lagi, Naruto pun kini melepaskan tautannya hingga terlihat anus Sasuke yang terbuka lebar. Sampai-sampai terlihat sebuah gumpalan putih meluncur keluar dari dalam, dan Naruto yakini itu adalah potongan telur yang telah tercampur dengan spermanya.
"Lepaskan cock ring-nya.. A-Aku ingin keluar."
Ditengah kesadarannya, Sasuke mencoba untuk memohon kepada Naruto.
"Jangan pikir ini akan berakhir, Sasuke…" Balas Naruto dengan seringai misteriusnya.
Sontak saja hal itu membuat bulu kuduknya meremang.
Oh shit ! Benar kata orang-orang.. Penyesalan itu selalu datang diakhir.
….
Ingatkan Sasuke untuk tidak memancing sisi liar Naruto.
.
.
.
.
.
.
END.
Kaburrrrrr….
Ini rate M ter vulgar yang pernah saya buat..
Biar nambah semangat.
Review yaaa
