Angchin : angchin kun apa angchin san ? Atau apa ? Oh jadi sama siapa aja boleh yah ? Takutnya salah satu diantara Kurapica atau Killua itu chara fav kamu. Apalagi km singgung soal knp Killua jadi gampangan ? Oia ya kan ketawa ma senyum beda ya. XD Ni fic emang konyol kali ya. Hehehe. Kalau update pendek mah karena saya nungguin balasan km dolo :p saya akan ganti :D doakan saja saya tidak ngantuk.
Chapter 4
Jealous x Fear x Are You Hate Me ?
'Bagaimana kalau kita berangkat malam ini ? Aku tidak mau menunggu lama untuk malam pertama kita. Lupakan saja Asuka, aku 10 kali lebih baik darinya. Kau bisa buktikan.'
Killua apaan deh ? Siapa juga yang akan malam pertama dengannya, bantah Reika dalam hati. Reika bersenandung pelan sambil berjalan ke kamarnya, secara tiba-tiba entah darimana datangnya pertanyaan yang cukup membuat dia 'shock' hingga ia diam di tempat,
'Lalu malam pertamaku dengan Kurapica ?'
Reika terpaku, dihadapannya seaakan terproyeksikan pemuda pirang yang Reika beri label sebagai seorang yang naif itu sedang 'merasakan'nya. Lalu ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat, bagaimanapun dia suku kuruta dan hanya kami yang tersisa.
"Semoga saja aku segera menemukan sisi baik Kurapica, yang bahkan aku tidak yakin akan melihatnya," gumam Reika sambil mengetik balasan sms untuk Killua.
'Sen Ci Ping ! Ya, aku akan beritahu Kurapica. Bertemu di mana ? Pakai mobilku saja.'
Tunggu, lupakan saja Asuka ? Jadi aku tidak pernah memberitahunya kalau Asuka itu perubahan wujud Nanao ke bentuk manusia ?
Apartemen Killua
Pelataran apartemen Killua pada jam itu sepi, membuat mobil sports bermerek 'Bentley' milik Reika terlihat begitu mencolok. Selang beberapa menit ketiga orang yang ditunggu Reika juga Kurapica muncul dari sisi lain pelataran apartemen.
Leori berdecak kagum melihatnya, semua pria pasti mendambakan mobil se-sporty ini.
"Waw... Bolehkah aku mengemudikannya ?" pinta Leorio.
Reika hanya tersenyum dan melemparkan kuncinya. Leorio terlihat antusias dan gembira karenanya, ia segera masuk dan terkagum-kagum oleh interior mobil yang begitu 'lux' itu.
Gon dan Leorio memgambil tempat di depan, sedang Killua, Reika dan Kurapica duduk di belakang. Sepanjang jalan menuju onsen Tamatsukuri Leorio terlihat berkonsentrasi dengan kemudi, Gon asik menikmati pemandangan gunung yang tidak bisa ditemui di pulau kecil kampung halamannya sedang Killua dan Reika terlihat asik dengan ipad Killua. Mereka asik membicarakan sesuatu yang tidak dimengerti Kurapica, 'Game online'. Berkali-kali Reika menggumamkan 'oh' saat Killua selesai dengan penjelasanya tentang jalan cerita dari game tersebut, tentang bagaimana mendapatkan request item, cara mengupgrade armor, dsb. Bahkan sekarang Reika memekik pelan,
"Kawaii !" jari telunjuk Reika mengarah pada salah satu 'monster' di ipad Killua.
"Itu poring, di internet banyak kok yang jual bonekanya," terang Killua.
Kurapica melirik mereka sekilas, sungguh Kurapica bingung dengan dirinya sendiri. Melihat kedekatan Killua dan Reika dapat membuat 'scarlet-eyes'-nya muncul. Kenapa mereka harus duduk bersebelahan dengan rapat seperti itu ? Memang seberapa asiknya melihat apapun itu yang bisa dimunculkan oleh ipad Killua ? Kurapica segera memalingkan wajahnya agar tidak seorangpun dari mereka menyadari perubahan warna matanya.
Tamatsukuri Onsen
"Sugoi !" kata Gon dengan mata berbinar-binar memandangi interior kamar yang bernuansa tradisional dengan perabotan semi modern.
Sebuah meja terdapat di tengah-tengah ruang kamar tidur tamu.
"Di atas meja ini tamu dapat membuat teh. Makan malam akan dihidangkan pada jam 7 di ruang makan bersama," kata seorang nakai (pegawai wanita) yang memakai kimono bercorak bunga sakura. Nakai itu berjalan mundur sambil menunduk dan menggeser pintu khas Jepang yang ditutup dengan kertas, shoji.
Gon yang mudah tertarik pada sesuatu menjadi sangat bersemangat, adanya shoji menambah kental tema oriental dalam ruangan kamar.
Dinner
Mereka sudah mengenakan yukata dan berjalan ke ruang makan bersama. Suara geta kelima orang tersebut terdengar cukup keras sehingga membuat para tamu lain yang sudah lebih dulu menikmati 'kaiseki' (masakan daerah/khas setempat) menyempatkan diri menoleh ke sumber suara.
Reika berjalan sedikit di depan keempat laki-laki itu, ia memakai yukata berwarna dasar merah tua dengan corak bunga sekura yang jarang. Pakaian tradisional Jepang itu menjadikannya seperti putri Kaguya, sangat cantik hingga sulit untuk ditandingi. Keempat orang yang berjalan di belakang Reika seperti orang-orang pilihan sebagai pengawal putri Kaguya masa kini itu. Entah bagaimana cara mereka memakai yukata, tapi mereka jadi terlihat seperti 'yakusa' dengan yukata yang memperlihatkan dada bidang mereka, bahkan Gon juga. Tapi itu bukan karena Gon, itu karena Leorio-lah yang membantu Gon mengenakan yukatanya.
Sungguh Reika tidak senang dengan tatapan para tamu lain yang ditujukan padanya dan kawan-kawannya, ia hanya bisa memasang senyum kaku menanggapinya. Ah, betapa keempat orang di belakang Reika terlihat seperti boyband. Apa-apaan yukata yang memamerkan dada itu ? Biar saja mereka dimarahi oleh nakai, tidak tahu apa kalau ryokan ini sangat mengutamakan tradisi.
Tapi diluar dugaan Reika, para nakai itu malah memandang Kurapica dkk dengan tatapan memuja.
Akhirnya sesi makan malam yang itu berakhir juga, kata Reika dalam hati.
"Duluan saja," kata Reika sambil berlalu.
Kamar
"Terimakasih," ucap Reika ramah setelah nakai itu selesai menata beberapa botol minuman dan 5 cangkir kecil.
Nakai itu pun balas tersenyum ramah dan meninggalkan kamar dengan cara yang sama seperti tadi.
"Sake ?" ucap Leorio dengan heran.
"Sake ?" ulang Gon dengan penasaran.
Reika hanya mengangguk senang lalu menatap Killua dengan pandangan 'ayo kita duel'.
"Baiklah, yang kalah harus menuruti kemauan yang menang sampai 6 hari ke depan," tantang Killua.
"Terserah," jawab Reika cuek.
Tiba-tiba Killua menoleh pada Gon,
"Kau tidak usah ikut, Gon," kata Killua.
"Kenapa ? Tidak mau, kau tahu aku sudah 16 tahun Killua," kata Gon dengan sengit.
Wajah Killua berubah menjadi kecut, dia tahu tidak ada gunanya melarang Gon saat Gon benar-benar ingin melakukan sesuatu. Bahkan bibi Mito saja kewalahan dengan sifat keras kepala dan kemauan keras Gon.
"Kau harus berhenti sebelum mabuk," kata Killua lagi.
"Osh !" seru Gon bersemangat.
"Aku tidak tertarik dengan yang semacam itu, aku mau berendam saja," kata Leorio.
"Kau ikut tidak ?" tanya Reika pada Kurapica.
"Sumimasen, o-sake wa nomenai n desu," jawab Kurapica.
Sekarang tiba-tiba dia jadi sopan, batin Reika lalu ia menyingkirkan 2 cangkir kecil dan menyisakan hanya 3 cangkir kecil di atas meja.
'Yang kalah harus menuruti kemauan yang menang sampai 6 hari ke depan,' tiba-tiba perkataan Killua terngiang di kepalanya dan dengan segera ia mengambil sebuah cangkir yang tadinya disingkirkan oleh Reika.
'Apa yang kau lakukan, Kurapica ? Kau bahkan belum pernah minum minuman berahkohol, sake itu setidaknya 20% alkohol.'
Gon baru minum 2 cangkir dan ia sudah meracau jadi Killua menyeretnya dengan paksa untuk tidur di futon. "Ck, kubilang juga apa," decak Killua kesal.
Tiga orang tersisa, Killua, Reika dan Kurapica terus minum dengan wajah yang merah merona. Dua botol sake sudah mereka habiskan. Mereka masih kuat, walau Reika menuangkan sake dengan asal-asalan hingga tumpah, Killua terlihat ingin muntah dan Kurapica yang sudah tidur bergaya superman yang sedang terbang di atas meja.
Killua segera bangkit dan berlari ke kamar mandi begitu rasa mual itu tidak dapat ditahannya. Ck, padahal sedikit lagi. Padahal kalau aku menang, aku bisa mengajaknya kencan, angan Killua dalam hati.
"Oi, masih kuat tidak ?" tanya Killua sambil menepuk-nepuk pipi Kurapica.
Kurapica menangkap jemari Reika dengan tangan kirinya yang bebas oleh tindihan kepalanya.
"Apa kau membenciku ?" tanya Kurapica tiba-tiba.
"Aku tidak bisa membencimu walaupun aku mau, baka !" ujar Reika sambil tertawa.
Lalu Reika menutup mulutnya dan segera bangkit menuju ke kamar mandi.
"Hoek," untung saja Reika tidak memuntahkan isi perutnya di lantai tatami.
Setelah Reika selesai memuntahkan isi perutnya ia kembali duduk bersama Kurapica.
"Ngomong-ngomong, apa permintaan pertamamu ?" tanya Reika penasaran.
