Hate Us

Genre : Adventure,Action, Fantasy,Friendship, Sedikit Romance dan Supernatural.

Disclaimer : Bukan punya saya pastinya

Rating : T

(mungkin M buat jaga-jaga)

Pairing : entar aja kalo inget hehe...

Warning :

Mungkin aneh, Terkesan amatiran, Gaje, Typo dimana-mana, Semi-canon, OOC Etc.

Summary : Mereka yang terlahir dari golongan klan iblis lama di Underworld, mereka hanya sebuah kertas kosong yang membutuhkan seseorang orang untuk menorehkan tinta di kehidupan mereka,...tapai apa daya mereka hanya sebuah korban manipulasi, biarlah kehidupan yang membawa mereka seperti air yang mengalir.

'''''''

'''''''

'''''''

Sebelumnya.

"Kau..Beraninya memangil Boucho degan suffix -Chan"geram Issei dan langsung ditahan oleh Kiba.

"tidak ini-,"

"apa ini berhubungan dengan aku yang tertusuk kemarin..?" Naruto langsung memotong kalimat Rias dan menundukkan wajahnya.

Rias hanya gelagapan melihat ekspresi Naruto "aku minta maaf Naruto-san sebenarnya aku,.."

Belum sempat Rias melanjutkan kalimatnya muncul sihir berpola Phenex.

'Cih, kenapa klan ayam itu datang kemari' batin Naruto.

'Phenex'

Chapter 4

Semua memandang kearah munculnya lingkaran sihir phenex tak terkecuali Naruto. Kemudian muncullah orang bersurai pirang dengan mimik arogan yang tidak pernah luntur dari wajahnya. Riser nama orang itu dengan tetap memasang wajah arogannya dia berjalan kearah sekumpulan orang yang sedari tadi melihat kedatangannya. Tak selag beberapa lama muncul aksen lingkaran sihir Gremory di samping Rias berada.

"Rias Ojou-sama.." orang itu muncul dan memanggil nama Rias.

Raiser hanya menyeringai tipis saat melihat kedatangan Grafiya dengan begitu urusannya di dunia manusia akan cepat selesai. Tapi yang membuat dia senang adalah ekspresi dari orang-orang yang berada di ruangan klub penenlitian ilmu gaib ini, mereka menampilkan ekspresi was-was terhadap dirinya yang datang kesini itulah yang digambarkan oleh pikiran Raiser minus Naruto, Issei dan Asia. 'Ck, dasar Iblis baru' pikir Raiser saat melihat ketiga orang yang menampilkan ekspresi bingung. Raiser yang menempati posisi lima besar dalam rating game iblis muda di Underworld siapa yang tidak tau itu, itulah sebabnya peghuni ORC minus Naruto, Issei dan Asia menampakan wajah was-was dan bertanya-tanya kenapa orang sekaliber Raiser berada disini.

Rias yang lebih dulu sadar dan bertanya kepada kepala maid dan sekaligus kakak iparnya.

"ada apa Grafiya nee-sama,apa ada sesuatu yang penting sampai a Grafiye nee-sama datang kesini..?" tanya Rias.

Grafiya yang mendapat pertanyaan dari Rias akan menjawab namun tangan dari Raiser langsung terangkat dan memeberi isyarat kepada Grafiya untuk tidak mengutarakan jawabannya kepada Rias.

"Begini Rias sayangku.." Riser membungkuk dan langsung memegang tangan Riser ala buttler lalu dia mencium punggung tangan Rias, namun dengan gesit Rias langsung menarik tangannya agar bibir Riser tidak menyetuh permukaan kulitnya.

Eksperesi Raiser langsung mengeras dan menahan amarah. "Ck, baiklah semuanya dengarkan aku termasuk kalian iblis rendahan..!" ujar Raiser untuk menjelaskan maksud tujuannya kesini sambil memandang kearah tiga iblis rendahan yang diamksud Riser ialah Naruto, Issei dan Asia.

Issei yang mengerti maksud dari iblis rendahan hanya menahan amarahnya saat tangan Asia menahan lengannya untuk tidak memukul wajah arogan Riser. Sedangkan dengan Naruto hanya meanmpilkan ekspresi bosannya. 'Ck, dasar otak ayam' pikir Naruto lalu diapun menggali emas(?) baca: ngupil.

Selanjutnya Raiser pun melanjutkan kalimatanya. "Aku disini untuk mengunjungi calon sitriku, iya dialah king kalian Rias Gremory.."

'Jderrr'

Bagai disambar petir suma yang ada disitu minus Grafiya dan Naruto hanya bisa membulatkan mata mereka saat mendengar ucapan Raiser. Issei yang pertama sadar dari keterkejutannya langsung menghampiri meja Rias "itu bohongkan Bouchou..?" . Rias hanya diam, yang dia lakukan saat ini hanya menunduk 'dia bohongkan' 'dia bohongkan''dia bohongkan' sambil bergumam di pikirannya.

Naruto yang sedari tadi diacuhkan merasa jengah dengan kejadian yang berlangsung didepannya. "Ne, Rias aku tidak tau apa yang terjadi disini, aku sedari tadi banyak menyimpan pertanyaan kepadamu dan semua yang ada disini, sebenarya mahluk apa kalian dan kenapa kalian bisa keluar dari lingkarang yang mempunyai gambar aneh. Dan yang terakhir kalian berbicara tentang iblis, jika dugaanku benar kalian adalah seorang Iblis, apa aku benar? Jika aku benar aku akan keluar dari sini karena aku ingin hidup normal" ujar Naruto sambil memperdalam aktingnya agar semua tau bahwa dia hanya iblis reingkernasi yang tidak tau apa-apa.

"tung-gu Naruto aku belum sele-,"

"Ck, dasar iblis rendahan, pulanglah kau hanya mengganggu urusanku disini.." Raiser berujar karena iblis baru yang ada didpannya hanya mengganggu urasnya. Naruto pun langsung melagkah keluar tanpa menanggapi ucapan iblis ayam didepannya.

Dan semua berakhir dengan penolakan Rias dan akhirnya permaslahan ditempuh dengan cara rating game yang diadakan 10 hari lagi.

.

.

Dalam sebuah mansion duduk orang yang memakai hoddie dan tubuhnya tertutup oleh kegelapan dan yang terlihat hanya bagian perut sampai kebawah.

"kalian berdua cepat panggil Naruto dan Sasuke kesini aku ingin berbicara dengan mereka..!" suruh orang yang duduk tersebut.

" Hai Leader-sama.."

Tak selang beberapa lama muncullah lingkaran sihir khas klan Lucifer yang memuncul dua orang laki-laki yang pertama bersurai pirang bernama Namikaze Naruto atau bisa disebut Naruto Lucifer dan yang kedua orang bersurai raven atau bernama Uchiha Sasuke atau bisa disebut Sasuke Lucifer.

"ada apa anda memanggil kami Tou-sama ..?" tanya Sasuke dengan membungkuk ala kesatria bersama Naruto.

"seperti biasa, kalian selalu bersikap to the point...bersantaillah sejenak...?" ujar orang bertudung tadi. Setelah itu orang bertudung tadi berjalan turun dari singga sananya dan berjalan, lalu melewati Naruto dan Sasuke, dan tak lama kemudian Naruto dan Sasuke juga mengikuti dan memutar tubuh mereka untuk menghadap orang yang paling mereka hormati.

"bagaiaman tugas kalian, informasi apa saja yang kalian dapatkan..?"

"Hai, kami mendapatkan sesuatu yang cukup menarik,..."Naruto menjeda sedikit kalimatnya "Kokaibel, salah satu petinggi di Grigori itu ingin memulai perang atau Gret War jild II dengan cara membunuh adik dari dua Maou sekarang,..."

"Hmm,...Kokaibel, malaikat jatuh yang bodoh dan tidak memili kesabaran,...dia hanya akan mengantarkan nywanya saja! Lalu apalagi yang kalian dapat ...!"

Kali ini Sasuke yang ingin menjawab "Sekiryuutei atau Welsh Dragon jatuh ditangan Gremory atau lebih tepatnya dalam naungan Maou Lucifer palsu sekarang " ujar Sasuke.

"Hn, Sekiryuutei kah, rival dari Albion atau Vali sensdiri,...cukup menarik" ujar orang itu sambil memegang dagunya.

"tapi dia masih payah dalam pengunaan Boosted Gear, Cuma itu yang saat ini kami dapat Tou-sama.." Ujar Naruto.

"Hn, kalian memang anak Ayah yang sangat berguna...aku megundang kalian kesini bukan untuk itu saja.."

"kalao boleh tau apa itu Tou-sama.."

"aku sudah mendapatkan Dewa Ilusi Ra yang tersegel di Mesir,..." Naruto dan Sasuke yang mengetahui Tou-samanya belum selesai berbicara tidak berani memotong ucapannya walau dalam hati mereka sangat tertarik degan apa yang Tou-samanya katakan.

"salah satu dewa terkuat dari ketiga dewa, dari zaman Pharaoh...dengan ini rencana ayah akan terlaksana, aku ingin kalian menjaga apa yang ada dalam diri kalian. Naruto aku harap kau bisa menjaga Naga Langit Osiris Ayah mendapatkan itu dengan susah payah dan juga Osiris telah memilihmu sebagai tuannya, lalu yang terakhir Obelisk The Tormentor kau juga harus bisa menjaganya Sasuke Lucifer dia memilihmu sebagai tuannya untuk saat ini bukan tanpa alasan. Walaupun nyawa kalian menjadi taruhannya, Ayah harap kalian bisa menjaganya ! "

"Hai, Tou-sama kami akan menjaga kekuatan yang menunjang rencana Tou-sama kedepannya walau nyawa sebagai taruhannya..."

"Bagus-," namun belum selesai ucapan orang bertudung itu tiba-tiba muncul seseorang.

"Rizevim aku ingin berbicara sesutu denganmu..!" ujar orang yang baru datang itu.

"bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu Karterea ...Leviathan.."

"Ya-ya terserah kau lah.." Ujar sesosok yang baru datang tadi yang bernama Karterea Leviathan yang dulunya pernah menjadi salah satu Maou yang bergelar Leviathan.

Dengan kemunculan Kartera, Rizevim langsung memberi isyarat kepada Naruto dan Sasuke untuk pergi. Lalu tiba-tiba lingkaran sihir khas klan Lucifer langsung menelan keberadaan Sasuke dan Naruto.

"Apakah mereka Naruto-kun dan Sasuke-kun yang dulu kau temukan Rizevim, tidak kusangka mereka sudah besar sekarang dan juga sangat tampan. Padahal dulunya saat kau menemukan mereka bertiga bersama Vali. Kedaan mereka sangat polos dan sangat lucu. Untung Ayah dari Naruto dan Sasuke sudah mati pada waktu kau menemukan mereka, jika tidak kau akan dikuliti hidup-hidup oleh ayah mereka Rizevim, kau tahu Minato-sama dan Fugaku sama adalah..."

"CUKUP KARTERA..."

Rizevim naik pitam dengan ocehan wanita didepannya yang dapat menghancurkan rencana yang sudah disunsun matang-matang olehnya. Jika saja ketiga anak yang memang bukan anak kandungnya mengetahui apa yang Kerterea ucapkan sekarang maka usahanya selama ini mempengaruhi pikiran mereka dengan doktrin-doktrin yang dia anut akan hancur dalam sekejap.

.

.

.

Ruang Osis

Terlihat suasana di ruang Osis pada jam istirahta saat ini sangat kental dengan aura keseiriusan dimana terlihat Seito- Kaichou dengan Fuku-kaicho sangat sibuk dengan berkas-berkas dan laporan yang diterima oleh kakak dari Sona yang notabennya sebgai salah satu Maou, berkas yang berurusan dengan iblis terlihat menumpuk, ruangan yang di tingal oleh anggota Osis lannya yang sedang mengurus kegiatan seokolah menjadi bukti tersendiri bahwa kedua orang itu tidak bisa di ganggu saat ini. Kaca mata Sona berkilat tajam untuk memnbaca dengan seksama laporan yang ada di tanggannya, selain itu temannya yang aka mengikuti rating game dengan salah satu ketrurunan heires klan Phenex untuk membatalakan pernikhanannya, membuat tugasnya untuk sementara dia selesaikan Sona membuat dia harus beerja ekstra keras.

"Ckelek,.."

Pintu ruangan Osis terbuka menandakan bahwa ada orang yang masuk. Mata Sona dan Tsubaki yang sedari tadi fokus dalam pekerjaannya terpaksa harus megalihkan pandangan kerah orang yang membuka pintu. Sona membulatkan matanya saat melihat orang yang membuka pintu ruang osis. 'Ada urusan apa dia datang kemari' pikir Sona. Iya dialah orang yang satu minggu ini memenuhi sedikit memori otaknya akibat tingkah laku yang sudah diperbuatnya selama ini, Uchia Sasuke adalah orang itu, orang yang pernah sedikit menghacurkan wibawanya sebagai ketua Osis dan satu hal yang dia tahu dari orang ini dia sedikit 'mesum', terbukti dengan Sona yang hampir pernah dilecehkan di gerbang masuk sekolah.

"Apa yang kau inginkan Uchiha-san..?" Pertanyaan bernada sarkas langsung keluar dari bibir mungil Sona dengan cepat.

Sasuke tidak bergeming dengan nada suara yang dikeluarkan oleh sang ketu Osis itu. Dia lalu mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya sebuah kantong keresek(?) yang berisi tiga Cup ramen instan dan tiga botol Jus strawberry.

Sona berkedut saat melihat orang didepannya tidak menjawab pertanyaannya malah mengeluarkan sebuah kantong keresek yang iya tidak tau apa itu isinya. Sasuke pun sudah sampai di depan Sona dengan wajah coolnya dan terkesan datar. Dan dengan sedikit kasar dia langsung memegang tangan Sona untuk mengikuti arah tarikan tangan Sasuke, Sona pun berjengit dengan tarikan kasar tangan Sasuke, dengan terpaksa dia mengikuti apa yang di lakukan Uchiha di depannya karena jika tidak berkas yang ada dimejanya akan berantakan akibat menja yang terdorong oleh tubuh Sona yang tertarik oleh tangan Sasuke. Namun sebelum Sasuke dan sona pergi meniggalkan meja Sona, Sasuke lalu mengambil sesuatu dalam kereseknya dan memberikannya kepada Tsubaki yang sedari tadi melongo akibat meklihat kejadian yang barusan terjadi akibat melihat Kaichounya yang dikenal sangat tegas dapat menurut dengan seorang manusia tanpa perlawanan. Lalu Sasuke dan Sona pergi meninggalkan Tsubaki untuk menuju meja yan biasa digunakan rapat oleh angggota Osis.

"Apa yang kau inginkan ?, lalu kenapa kau membawa ku kesini Uchiha?"

"Duduklah.." Sasuke menarik dua kursi tanpa menjawab pertanyaan Sona.

"kau pasti lapar..!"

"Apa maksudmu, aku tidak lapa-,"

"Kruyuk..."

Wajah Sona memerah saat perutnya berbunyi dengan keras tanda perutnya sudah ingin diisi. Dia hanya bisa menunduk meremas ujung roknya. Tsubaki yang melihat dari jauh hanya bisa menahan tawanya agar tidak terdengar dengan kedua orang yang ada didepannya walaupun jaraknya lumayan jauh namun status mereka adalah iblis yang bisa mendengar suara sekecil apapun membuat dia harus was-was.

"Hn, Kau lapar...aku membawakan sesuatu untukmu.." uajar Sasuke yyang langsung mengeluarkan sesutau dari kantong kereseknya(?). Sasuke mengeluarkan dua cup ramen instan dan dua botol jus strawberry yang dia beli di kantin dengan cara mencuri uang saku milik Naruto. Mungkin sekarang sahabatnya sedang uring-uringan karena kehilangan uang sakunya.

Otak Sona yang sudah encer langsung mengerti kalo seseorang didepannya mempunyai maksud tersembunyi, tidak mungkin kan seseorang tiba-tiba datang membawa makanan untuk seseorang tidak dikenal tanpa mempunyai maksud tertentu. Namun Sona masih sulit untuk mencari jawabannya karena sulit sekali membaca ekspresinya yang datar ini. Namun apakah Sona berpikir terlalau jauh kalau orang yang sedang membawa makanan didepannya ini memiliki perasaan kepadanya, tidak tidak itu tidak mungkin itu terlalau jauh menurut Sona.

"cepat makan bodoh, keburu dingin...!"

Sona yang sedari tadi bengong langsung kembali dalam dunia nyantanya. Dan menatap tajam orang didepannya.

"aku tidak mau makan makanan ini jika kau tidak menjelakan apa tujuanmu kesini..?"

"Apa itu penting..?"

"Iya.."

"Hn'" "Braaak...dengar ya Uchiha aku tidak tau apa tujuanmu disini tapi kalo kau tidak mau menjelaskan apa tujuanmu kesini maka aku akan menolak makanan ini!" dengan cara memukul meja dan berbicara sedikit keras, Sona mencoba mengintimidasi orang didepannya, namun tiba-tiba.

"Kruyukkk,,.."

'Baka' kenapa perut ini sulit diajak kompromi,...' pikir Sona langsung menunduk malu.

Tsubaki yang melihat kejadian itu langsung berlari keluar pintu ruang Osis dengan cara mendobraknya dengan keras namun untung saja pintu itu tidak mengalami kerusakan.

"Pfttt,...HAHAHAHAHAH A" akhirnya Tsubaki langsung tertawa lepas setelah berada jauh dari ruang Osis.

"baiklah kalau tidak mau memakannya, aku akan membawa ini per-,"

"Tunggu,.."

Sona langsung menutup mulutnya, wajahnya muncul semu merah walau hanya sedikit.

"aku akan memakannya.."

.

.

.

Celah Dimensional

Terlihat Naga berukuran raksasa sedang berenang dicelah dimensional dengan membentangkan kedua sayapnya yang sangat besar. Dia adalah kaisar naga sejati dari Red- Dragon. Apocalypse Dragon, sang Great Red. Namun saat ini naga itu sedang mengarungi celah dimensional. Great Red mendapati muncul dari retakan dimensi dan memunculkan seseorang bersurai pirang yang usianya kira-kira masih remaja, lalu sang Great Red pun berhenti dan menatap tajam orang didepannya.

'Aura ini, aura yang sudah lama aku tidak temui, Lucifer kah!'

"Apa yang kau ingikan Akuma..?"

Orang besurai pirang itu hanya menatap datar sang True Dragon sambil memasukkan kedua tangganya dalam saku celanya.

"Great Red, naga yang tertulis dalam Al-kitab...aku ingin bertarung denganmu!"

"Hahaha...apa kau sedang bosan hidup Gaki!"

"Pulanglah Lucifer aku akan mengampuni nyawamu karena aku sedang bosan bertarung saat ini..!"

"diamlah Naga bodoh...!"

Great red tidak bisa menahan kekesalannya saat ini, baru kali ini ada mahluk iblis yang berani memanggil dia dengan sebutan bodoh.

"baiklah akan aku turuti permintaanmu, namun sebelum itu perkenalkanlah namamu dulu bocah " "Naruto, Naruto Lucifer..."

Naruto langsung menciptakan lingkaran sihir yang sangat banyak didepannya dan dalam lingkaran sihir itu keluar api berwarna hitam yang berbentuk naga berukuran sedang dan kemudian naga api hiyam itu bergerak cepat menuju Great Red, namun Great Red hanya memandang remeh naga api hitam tersebut dengan membentangkan sayapnya yang lebar Great Red langsung mengepakkakn kedua sayapnya tersebut agar api itu dapat berbalik kearah Naruto namun yang yang didapati Great Red sekarang adalah kedua sayapnya yang tidak bisa digerakkan akibat sayapnya yang yang dikunci dengan lingkarang sihir yang tidak kalah besar dengan begitu Gret Red tidak bisa bergerak.

"jadilah naga panggang Great Red...!" teriak Naruto sambil berkonsentrasi untuk mengendalikan dua sihir sekaligus.

"Khu...khu..khu...Baka' gaki , apa kau pikir kau bisa mengalahaknnku dengan cara ini..!" Graet Red dengan cepat meningkatkan intensitas kekuatnnya akibatnya kekuatan Great Red langsung menguar dari tubuhnya dan menghancurkan sihir pengunci milik Naruto dan menghilangkan naga api hitam yang sangat banyak milik Naruto.

"jangan panggil aku sang True Dragon kalo hanya mengalahkan iblis bodoh sepertimu tidak bisa, Baka' gaki"

Naruto hanya bisa merutuki nasibnya setelah jurusnya hancur sekarang dia akan mendapati jurus api yang besar menuju kearahnya. Jurus api yang keluar dari mulut Great Red hampir menutup pergerakkan Naruto untuk berpindah tempat ataupun sekedar untuk lari.

"brengsek kau Naga tua..." Naruto berujar sambil menjambak rambutnya frustasi.

'teme kalau aku tidak selamat dari api ini, tolong jangan habiskan persediann ramen instanku' batin Naruto.

"Khu...khu..khu..." entah kenapa Great Red memiliki kesenangan tersendiri saat bertarung dengan bocah lucifer di depannya, kebanyakan orang yang bertarung dengannya hanya memunculkan wajah arogan dan sombongnya namun tidak dengan orang didepannya ini, dia banyak memunculkan ekspresi bodohnya. Bahkan Great Red harus menjedotkan kepalanya saja saat tidak sengaja membaca isi pikiran orang didepannya yang berbicara tentang ramen instan yang tidak boleh dimakan orang yang dipanggil teme walaupun dia saat ini sedang menghadapi kematiannya jika dia tidak bisa menghindari apiku, karena api milik Great Red lah yang memiliki kepanasan paling tinggi dibanding naga yang lainnya.

'ayolah berfikir Naruto..dapat, baik akan kugunakan sihir itu '

'Belfegor..'

Dengan mengucapkan dalam pikirannya tiba-tiba api hitam menguar dari tubuh Naruto dan langsung menyelimutinya membentuk kepala Naga berwarna hitam akhirnya api milik Great Red langsung menerjang tubuh Naruto.

Great Red yang melihat itupun cukup terkejut pasalnya jurus milik Naruto memiliki prinsip kerja yang sama yaitu memakan energi sihir.

'menarik'

Lima menit berlalu sejak api milik Great Red menerjang dan membakar Narutopun menghilang dan menampilkan badan Naruto yang tidak apa-apa.

"Hosh...hosh..hosh.."

"apa kau akan menyerah bocah Lucifer.."ejek Great Red sambil merentangkan sayapnya untuk menunjukkan ke agungannya.

"apa itu tadi api Belfegor bocah, jika iya dari mana kau mempelajarinya...aku sudah lama tidak bertemu dengan orang yang mempunyai api tersebut..?"

"darimana kau tau..?" wajah Naruto memunculkan ekspresi keheranan namun satu hal yang harus Naruto tau bahwa naga didepannya sudah lama hidup.

"itu tidak penting..".

.

"Hey aku belum selesai pertarungan ini masih berlanjut, namun dalam pertarungan ini tidak adil kau memiliki postur yang sangat besar namun aku hanyalah sorang iblis seperti manusia ..."

Great Red menerka-nerka ucapan dari Naruto dari ucapannya dia berfikir kalo Naruto akan mngeluarkan suatu yang menarik, mungkin seperti sebuah familiar.

"Baiklah, bersiaplah naga bodoh..!"

Setelah mengucapkan itu Naruto mengeluarkan gantungan kalung dari balik bajunya, yaitu sbuah kartu yang digantungkan dalam kalung namun dalam kartu tersebut terdapat gambar mahluk atau lebih tepatnya naga yang mempunyai dua mulut dan dalam bagian bawah kartu tersebut terdapat huruf tulisan kuno dari mesir atu bahasa para Pharaoh.

Dengan begitu Naruto langsung melemparkan kartunya keatas, selanjutnya kartu itu melebur menjadi serpihan kecil dan terbang keatas. Great Red yang melihat itu dubuat penasaran.

'apa yang dialkukan si gaki itu'

"Datanglah Saint Dragon-The God of Osiris..."

perlahan dalam celah dimensional itu muncul kabut dan kilatan petir yang sangat banyak, lalu turunlah seekor naga berwarna merah dengan sepasang sayapnya yang elegan. Naga langit Osisiris salah satu dewa ilusi yang berada di Mesir, naga ini memiliki kekuatan yang cukup besar walau tidak sebanding dengan Great Red maupun Trihexa si 666 namun masih berada satu tingkat diatas dua naga surgawi yang tertulis di Al-kitab(dalam Anime).

"menarik, Osiris kah...apakah itu Screed Gear milikmu Gaki?" ujar Great Red.

"Jangan samakan aku dengan Loginus-Loginus payah itu, Naga Payah..!" Osiris yang berada diatas Naruto langsung berbicara dengan nada sedikit meremehkan memberikan killing intens yang membuat darah Great Red cukup berdesir .

"Apa maksudmu memanggilku Gaki, aku memang telah memilihmu sebagai pemegangku namun bukan berarti kau bisa sesuka hatimu memanggilku.." ujar Osiris.

"Apa maksudmu Uler kadut...kita kan sudah memiliki kontrak, jadi aku bebas memanggilmu..!" Ujar Naruto sambil menunjuk-nunjuk Osiris.

Osiris yang di pangil uler kadut langsug membetangkan kudua sayapnya akibat hinaan yang dia terima.

"Jones.."

"Unagi bakar.."

"tai berjalan.."

"naga mandul.."

"perjaka Tua.."

"Ohok.." Naruto langsung tertohok dengan ejekan yang diterimanya. Naruto langsung misah-misuh tidak jelas sambil menunjuk Osirs namun Osiris tidak mempersulikannnya.

'Hey, aku masih muda tau...memangsih aku masih perjaka namun apa salahnya dengan status itu' Naruto langsung pundung dengan aura hitam diatasnya.

Great Red yang melihat kejadian Absurd itu hanya bisah mendesah panjang. 'ternyata mereka sama-sama bodoh' batin nista Great Red.

"apa kita akan bertarung, jika tidak aku akan pergi dari sini..."

Suara dari Grat Red langsung mengalihkan perhatian Naruto dan Osiris yang sedari tadi terus berdebat.

"Khu..khu..khu.."muncul seringai kejam dari Naruto dan Osiris setelah mendengar uacapn Great Red.

"Naruto, apa pikiranmu sama dengan ku.."

"Khu..khu..khu..tepat sekali Baka' Osiris, ayo kita bakar kadal gagal evolusi itu.."

Naruto langsung naik keatas Osiris atau tepat berada dikepala Osiris namun sesutu muncul dikening Naruto, yaitu lambang kepala naga. Dengan kecepatan tinggi Osiris langsung menerjang Gret Red yang badannya dua kali lebih besar darinya. Lalu Osiris pun melilit tubuh Great Red dangan erat setelah itu Osirisi menembakkan sesuatu dari mulut bawahnya.

'Thunder Force'

Setelah mengucapkan itu kepala Great terkena hujaman bom berwarna merah dan sesikatrnya mengekuarkan percikan petir.

"Duar,.."

"Kalian telah membuat sang True Dragon marah!"

Great Red langsung melepaskan cengkaraman Osiris dengan mudah dari tubuhnya lalu dengan cepat dia menggigit tubuh Osiris, Osiris terlihat kesakitan gigi dari Great Red sepertinya menancap kedalam tubuh Osiris. Naruto yang melihat itu langsung menjetikkan jarinya langsung muncul sebuah lingkaran sihir diatas badan Great Red.

'kirin'

"Duar.."

Beribu jarum petir langsug menghujami tubuh Great red akibatnya cengkraman dari mulut Great Red langsung terlepas.

"bagus Naruto.."

Setelah itu Naruto dan Osiiris pun menjaga jarak dar Great Red yang sedikit kesakitan akibat sihir petir milik Naruto."apa kau tidak apa-apa uler kadut..?" tanya Naruto

"Ck, berhenti memangilku seperti itu baka gaki.." namun berbeda dengan ucapan dari mulut Osiris namun dalam hatinya sedikit terbesit rasa senang akibat kekhawatiran oarang yang telah memegang kontraknya yang ditunjukan kepadanya.

"liat itu Osiris,..Great Red ingin menembak kita dengan sesuatu.."

Osiris yang mendenagar ucapan Naruto langsung melihat kerah Great Red yang sudah menciptakan partikel cahaya yang siap untuk ditembakkan.

"Naruto kita gabungkan kekutan kita, mungkin jika aku sendiri tidak akan kuat menahan serangannya..!"

"baikalh akan kucoba sebisaku karena energi sihirku tingal sedikit.."

Dengan begitu Osiris juga menyiapkan dan mengumpulka energi Ying dan Yang disekitarnya dan mencoba untuk memadatknnya. Dilain sisi Naruto juga melafalkan mantara kuno yang cukup panjang dan setelah itu dia memunculkna lingkaran sihir kalan Lucifer yang cukup besar.

"terimalah ini Kuso gaki dan Naga Jones..." teriak Great Red sambil menembakkan partikel cahaya dari mulutnya.

Naruto dan Osisis pun tidak ketinggalan mereka juga menembakkan jurusnya .

'Thunder Force'

'Belfegor'

Thunder Force dan api hitam milik Naruto langsung bergabung menjadi satu dan bertabrakan dengan serangan dari Great Red.

Dalam adu serangn itu terlihat Osiris dan Naruto sangat kelelahan menahan serangan dari Great Red, terlihat serangan dari Naruto dan Osiris terlihat berbalik kerah mereka sendiri . Naruto sudah tidak kuat karena kehabisan eergi sihir langsung jatuh terduduk, namun sebelum serangan dari Great Red mengnai mereka, Osiris langsung menyelubungi tubuh Naruto denagn tubuhnya sehingga terlihat Naruto dilit oleh tubuh Osiris sehingga Osiris langsung terkena telak serang tersebut.

"Duar.."

"Hosh..hosh...hosh..."

Osiris terlihat tubuhnya tidak bisa dikatakan baik setelah terkena serangan tersbut. Dia langsung melebarkan tubuhnya sehingga Naruto yang dalam perlindungan tubuhnya terlihat. Kondisi Naruto yang juga tidak bisa dikatakan baik tubuhnya pingsan akibat kekurangan demonic powernya.

"Great Red,..." panggil Osiris.

"kami menyerah, aku tidak mau bertarung lagi...Naruto sudah kehabisan demonic power aku takut jika pertarungan kita dilanjutkan maka dia bisa terkena imbasnya...lagian ini bukanlah kekuatanku yang sesungguhnya, kekutanku masih tersegel di negeri para Pharaoh di mesir mungkin jika kekuatanku kembali maka pertarungan ini akan berjalan menarik!"

"hahah tak kusangka kau bisa mengkahwatirkan bocah sableng itu.."

"dia bukan hanya bocah bodoh saja, dia adalah orang yang aku pilih untung menjadi pemegang kekuatanku...aku merasa dia sekarang memilih jalan yang salah, namun aku percaya takdir akan membawanya entah sebagai penyelamat atau pengahncur...sampai jumpa Great Red semoga kita bisa bertarung lagi, sampai saat itu tuba akan kubuat kau babak belur! "

"satu hal lagi aku titip Naruto padamu.." dengan ucapan perpisahan itu akhirnya Osiris melebur menjadi serpihan cahaya.

.

.

.

Keesokan harinya atau lebih tepatnya sepulang sekolah di Kuoh akademy yang menandakan pelajaran di Akademi itu telah usai. Dari kelas itu terlihat orang bersurai raven dengan gaya rambut pantat Ayam berjalan perlahan meniggalkan kelas yang sudah mulai kosong, namun setelah beberapa langkah sepeninggal dari ruang kelas ada suara yang mencegat jalan Sasuke.

"tunggu Uchiha-san..!"

Sasuke yang merasa ada yang memanggilnya langsung menoleh kebelakang dan mendapati teman sekelasnya bernama Rias Gremory.

"Hn."

"Apa kau tau dimana Naruto-san? Kenapa tadi dia tidak masuk?"

"dia sedang ada urusan tadi, jadi sekarang dia tidak masuk.."jawab Sasuke.

"Ouh..Arigat-" belum selesai Rias berterima kasih Sasuke sudah meninggalkannya pergi.

'dasar dia sama menyebalkannya dengan mahluk kuning itu' pikir Rias.

Sasuke terus menapaki koridor sekolah yang hampir sepih karena di tinggal pulang oleh penghuninya. Akhirnya setelah sekian lama Sasuke berjalan dia akhirnya sampai di tempat sedari tadi dia tuju, iya temapat itu adalah ruang Osis. Saat Sasuke melihat dari lubang pintu ruang osis Sasuke mendapati hanya tinggal Sona saja disana yang belum pulang tanpa pikir panjang Sasuke langsung membuka pintu tersebut.

"Cklek.."

"sudah kubilang Tsubaki pulanglah kau harusnya istirahat, biarkan aku yang mengerjakan laporan ini..!" tanpa menoleh kearah yang membuka pintu Sona bergumam seolah dia tahu siapa yang datang, namun tanpa ada jawaban dari sang empu membuat Sona langsung mendongak memandang siapa yang datang.

'Deg'

"Apalagi Uchiha-san, kenapa kau senang sekali mengangguku..?"

"Hn, aku menunggumu untuk pulang bersama..!" jawab Sasuke dengan datar dan cuek.

"Apa maksud-" Sona tidak bisa untuk melarang orang keras kepala didepannya karena sang empu sudah duduk dengan santai didepannya.

'Dia ini, aku akan ku kerjai kau 'pikir Sona. Sejujurnya Sona telah selesai sedari tadi dengan laporannya namun karena dia ingin mengerjai orang didepnnya agar Sasuke pergi karena tidak tahan menunggu dirinya , detik berganti menit, menit berganti jam, sudah hampir empat jam Sona menuggu reaksi orang didepannya karena sudah menuggu dirinya selama empat jam , namun Sona tidak mendapat reaksi apa-apa dari orang didepannya.

"Brakkk, sudah cukup,...sebenarnya apa maumu Uchiha..!kenapa kau tidak pulang saja, apakah pacarmu tidak menungunmu? " ujar Sona, entah kenapa kalimatnya yang terakhir langsung saja meluncur dari bibirnya.

"Aku hanya ingin pulang bersamamu!" ujar Sasuke.

Sona langsung lemas dan mendudukkan tubuhnya di kursinya dan menghela nafas panjang.

TBC

Chapter 4 sudah meluncur, terimakasih banyak yang sudah menunggu Fic saya.

Saya juag mau minta maaf selama saya menjadi Author di fanfic, Minal Aidzin wal fa idzin mohon maaf lahir dan batin ya semuanya.

Untung yang memberi Review terimakasih banyak, saya sudah membacanya dan sekali lagi maaf tidak bisa membalasnya :)

Disini kekuatan sihir elemen naruto hanya api dan petir.

Semuanya akan terjawab seirng berjalannnya waktu.

Tbc.

Huh, akhirnya selesai juga