"Uri Minnie sekarang sudah jadi seorang istri" ujar Kangin, ayah Sungmin.
Dipeluknya erat tubuh mungil anaknya dari samping. Putri satu-satunya yang kini telah menjadi milik orang lain. Bukan lagi putrinya yang dulu kemana-mana selalu mengajaknya, tidak berani sendiri. Putri kecilnya sudah berubah menjadi dewasa.
"Appaaaa" manja Sungmin seraya mengeratkan pelukannya pada sang ayah.
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Leeteuk, ibu Sungmin, membuka suara.
"Seperti yang eommonim lihat" jawab Kyuhyun.
Leeteukpun mengarahkan pandangannya kearah sang menantu, "Sudah kubilang jangan panggil umma begitu, panggil saja 'umma' seperti Minnie" ujarnya.
"Ah, ne... umma" balas Kyuhyun canggung.
"Appa mencium bau harum" ujar Kangin seraya mengendus-endus.
Sungmin mengembangkan senyum lebarnya, "Minnie sudah memasak untuk umma dan appa" ujar gadis itu dengan nada manjanya yang kentara sekali.
Kyuhyun hanya bisa tersenyum saja. Baru kali ini dilihatnya sosok yang berbeda pada diri istrinya itu. Dan menurutnya itu manis, benar-benar manis.
"Jinja?" goda Leeteuk dengan nada meremehkan.
"Tentu saja umma. Kalau bukan Minnie siapa lagi? Orang ini? Bahkan mengupas sayuranpun sangat lama" ejek Sungmin dengan menunjuk-nunjuk suaminya.
Kyuhyunpun merubah pemikirannya mengenai kata 'manis' tadi. Mana ada istri yang menjelek-jelekkan suaminya didepan orang tuanya sendiri?!
"Ey... Suami macam apa kau ini" tambah Kangin.
Rasanya kalau bisa, Kyuhyun ingin sekali melemparkan bom dinamit pada ayah dan anak itu. Menghinanya tepat dihadapannya, benar-benar mengesalkan.
Ditahannya emosi yang mungkin tidak seberapa itu dengan senyuman saja.
"Bagaimana kalau istrimu nantinya mengandung? Kau tega menyuruhnya memasak sendiri?" deretan sindiran dilontarkan oleh mertua Kyuhyun itu.
Mengandung? Untuk saat ini kata itu belum sama sekali terlintas dalam pikiran Kyuhyun. Ah, atau mungkin tidak akan pernah terlintas dalam pikirannya? Entahlah.
Sementara Sungmin kini malah terlihat tengah berblushing ria. Pikiran-pikiran 'dewasa' telah hinggap begitu saja dalam otaknya. Ia hanya mampu menunduk saja, tidak berkata lebih.
"Ah, ngomong-ngomong soal mengandung, bagaimana malam pertama kalian? Apa sudah mencoba membuatkan cucu untuk umma?" tanya Leeteuk antusias.
Tentu saja, orang tua mana yang tidak mengharapkan sesosok cucu ketika anaknya sudah menikah?
"Ten... tentu saja, umma" jawab Kyuhyun sedikit terbata.
Sungmin tak ingin ikut berbicara mengenai hal seperti ini. Toh, ia tidak mau berbohong kepada orang tuanya sendiri. Diam lebih baik menurutnya.
"Jinja? Berapa ronde? Sampai pagi?" tanya Leeteuk frontal.
"Ah, tidak seperti itu umma" jawab Kyuhyun merasa tak enak hati.
"Uri Minnie pasti kelelahan eoh?" tanya Kangin.
Sebuah seringaian tipis langsung saja terukir di salah satu sudut bibir seorang Cho Kyuhyun.
"Tidak appa. Malah Minnie meminta lebih. Iya kan, chagi?" goda Kyuhyun dengan nada dimanis-maniskan. Bahkan panggilan sayang juga ikut terlontar.
Leeteuk dan Kangin hanya bisa menatap tak percaya kepada anak semata wayang mereka. Setahu mereka, Sungmin hanyalah anak manis nan polos.
Sungminpun semakin menundukkan kepalanya, geram lebih tepatnya.
"Anak appa jadi agresif rupanya" ujar Kangin menambah-nambahkan.
Kyuhyun langsung saja tertawa senang dalam hatinya. Merasa kali ini dia sudah membalas ejekan yang ditujukan padanya sebelumnya.
"Nampaknya, sebentar lagi umma akan mendapatkan cucu" ujar Leeteuk dengan senyuman mengembang di bibirnya.
Sungminpun dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Minnie masih kuliah, umma" ujarnya beralasan.
Kalau ia hanya diam saja, mungkin lidah tajam seorang Cho Kyuhyun itu akan membuat sebuah cerita romantis yang dikarangnya saja.
"Tak masalah. Bukankah suamimu ini sudah bekerja? Lalu, apa yang kau takutkan?" ujar Leeteuk.
"Minnie mau lulus kuliah, kemudian bekerja, baru memikirkan masalah itu" balas Sungmin kembali berdalih.
Leeteukpun tak mau kalah rupanya, "Terlalu lama Minnie, umma mau secepatnya, titik!" ujarnya seenaknya.
"Sepertinya tak ada masalah mengenai anak, chagi" ujar Kyuhyun kembali memancing emosi Sungmin.
Leeteuk yang mendapatkan dukungan itupun tersenyum lebar.
"Bahkan suamimu tak ada masalah" ujarnya.
"Appa juga ingin menimang cucu. Rasanya sudah lama sekali appa tidak menggendong bayi" tambah Kangin.
Sungminpun kalah telak akan jumlah. Tentu saja, ia sendiri melawan tiga orang yang pasti tak akan ada habisnya jika dilanjutkan.
"Minnie lapar" ujar Sungmin mengalihkan pembicaraan.
"Aigoo, apa disini sudah ada cucu umma?" ujar Leeteuk dengan sebelah tangan mengusap perut ramping Sungmin.
Sungmin menekuk wajahnya, pertanda kesal.
Gadis itu tanpa berbicara apapun langsung saja berdiri dan beranjak menuju ruang makan.
"Seperti orang hamil saja" gumam Kangin dan Leeteuk bersamaan.
Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum saja menanggapinya. Bagaimana Sungmin bisa mengandung kalau ia saja belum pernah 'menyentuh'nya?
BLUE AND PINK / KYUMIN / GS / CHAPTER 4
Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper
Cast : kyumin, dll
genre : family
warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.
-KYUMIN-
"Kenapa mengatakan hal semacam itu pada umma dan appaku?!" sungut Sungmin kesal.
Leeteuk dan Kangin sudah pulang sejak beberapa menit yang lalu, meninggalkan Sungmin serta Kyuhyun di rumah itu.
Kyuhyun dengan santainya duduk disamping Sungmin yang tengah menonton TV, seperti tak melakukan kesalahan apapun.
"Memangnya aku mengatakan apa?" tanya Kyuhyun sok polos.
Diraihnya sebuah PSP yang tergeletak nyaman di atas meja yang berada di depannya.
"Jangan pura-pura tak mengerti Cho Kyuhyun-ssi" desis Sungmin menahan amarahnya.
Bahkan sebelah telapak tangannya menggenggam kuat remote TV.
"Lalu, aku harus berkata apa lagi?" tanya Kyuhyun cuek seraya memainkan PSP miliknya.
Sungminpun mendengus kesal akan sikap cuek sang suami.
"Umma ada-ada saja. Mana mungkin aku mengandung jika sekarang aku tengah mendapat tamu bulanan?!" gumam Sungmin sepelan mungkin.
Walaupun mengucapkan dengan suara pelan, Kyuhyun yang berada di sampingnya tentu saja dapat mendengar dengan jelas.
"Yaaahhh~ aku jadi tidak bisa menyentuhmu malam ini" desah Kyuhyun dibuat sekecewa mungkin.
Sungmin dengan cepat melempar bantal sofa yang berada didekatnya kearah kepala Kyuhyun. Memukulkannya dengan kalap.
Kyuhyun sendiri yang tanpa persiapan apapun menangkis dengan sedikit kewalahan.
"Ya! Jadi kau berniat menyentuhku malam ini?! Dasar lelaki mesum!" teriak Sungmin membabi buta.
"Apa yang salah? Aku suamimu, dan kau istriku" elak Kyuhyun membela diri.
Walaupun sebenarnya tujuan awal Kyuhyun hanya untuk menggoda istrinya tanpa benar-benar akan menyentuhnya.
Seketika Sungmin menghentikan pergerakannya. Seulas senyum licik tergambar jelas di wajah manisnya.
"Kyuuu..." panggilnya dengan nada manja.
Kyuhyun yang mendengar panggilan itu menjadi ngeri sendiri.
"Boleh aku meminta tolong?" tanya Sungmin masih dengan nada manja serta senyuman manisnya.
"Apa?" tanya Kyuhyun dengan nada terbata.
Sungminpun mendekatkan bibirnya kearah telinga Kyuhyun, membisikkan sesuatu disana.
"MWO?! TIDAK MAU!" tolak Kyuhyun keras.
Tangan Sungmin bergelayut manja pada lengan Kyuhyun.
-KYUMIN-
Kyuhyun rasanya ingin membenturkan kepalanya ke dinding yang berada tak jauh darinya itu. Bagaimana mungkin dengan mudahnya ia bisa menuruti kemauan Sungmin? Bukankah tadi ia menolaknya mentah-mentah?
'Kalau tidak mau, aku tak tahu bagaimana nasib gadget-gadget kesayanganmu itu'
Ucapan santai namun mematikan yang dilontarkan Sungmin kembali memasuki gendang telinganya. Seolah Sungmin kini sedang mengatakannya.
Dengan langkah gontai, Kyuhyunpun melangkahkan kakinya ke arah supermarket besar yang menjadi tempat tujuannya.
'Kalau hanya di minimarket, pasti tidak ada'
Perkataan Sungmin kembali terngiang di telinga Kyuhyun, seakan mengingatkan Kyuhyun kemana ia harus pergi.
Kyuhyun menyusuri tiap tempat yang ada di supermarket besar itu, mencari sesuatu yang membuatnya bisa berada disini saat ini.
Sudut matanya kini telah menemukan apa yang dicarinya, namun langkahnya terhenti begitu saja.
Tempat yang ingin dituju Kyuhyun itu terdapat beberapa gadis muda yang memang mencari sesuatu.
Tubuh tingginya dilajukan beberapa langkah kebelakang. Harga dirinya yang tinggi itu menolak untuk melaksanakan permintaan istrinya.
Kyuhyun meraih ponselnya, kemudian menelpon sang istri yang berada di rumah.
"Aku tidak bisa" tanpa mengucapkan salam atau apapun, langsung saja Kyuhyun mengungkapkan apa yang ia rasakan.
"Mwo? Harus bisa chagi!" paksa Sungmin dengan menambahkan panggilan sayang seperti panggilan yang disebut Kyuhyun tadi.
Kyuhyunpun mengusap kasar wajahnya menggunakan sebelah tangannya yang besar.
"Disana banyak perempuan" ungkap Kyuhyun melebih-lebihkan.
Sontak, tawa Sungmin langsung saja terdengar dengan begitu nyaringnya.
"Tentu saja banyak perempuan, itu memang tempat mereka" ujar Sungmin tanpa beban.
Hh~ menelpon Sungmin nyatanya malah sia-sia untuk Kyuhyun. Ia malah ditertawakan dan diejek.
Tanpa pikir panjang, Kyuhyunpun mengakhiri panggilannya sepihak. Toh, yang menelpon dia kan? Jadi yang berhak mengakhiri telpon ia juga kan?
Walaupun dengan langkah berat, Kyuhyunpun melangkahkan kakinya kearah tempat tujuannya.
Beberapa pasang mata yang berada disanapun sontak menoleh kearahnya. Tatapan-tatapan mengejek langsung saja didapati oleh Kyuhyun.
Bisikan-bisikan yang menganggapnya orang aneh dapat terdengar jelas di telinganya.
Tanpa memikirkan apapun, Kyuhyun langsung saja mengambil suatu barang yang memang menjadi pesanan istrinya.
Entah kini wajahnya mau ditaruh mana, Kyuhyun benar-benar malu!
-KYUMIN-
Kedatangan Kyuhyun kembali dari Supermarket itu membuahkan tawa bagi Sungmin.
"Ini pesananmu!" sungut Kyuhyun seraya melempar pesanan Sungmin yang terbungkus tas kertas.
Sungmin bukannya kesal dengan tindakan Kyuhyun. Gadis itu malah menertawakan wajah kusut Kyuhyun.
"Terima kasih, chagi" ujarnya seraya berlalu kearah kamarnya.
"Aish!" sungut Kyuhyun kesal.
"Harga diriku seakan runtuh saat membeli pembalut tadi" gumam Kyuhyun merutuki tindakannya tadi.
"HAHAHAHAHA!"
Terdengar tawa yang begitu keras dari arah kamar yang dapat dipastikan adalah tawa Sungmin.
Kyuhyun semakin berdecih sebal saat mendengar tawa kemenangan dari istrinya itu.
Ting Tong~
"Kyu, bukakan pintunya!" perintah Sungmin dari dalam kamar.
Kyuhyun yang awalnya kesal, semakin kesal saja. Siapa yang datang pada hari minggu begini? Apalagi ini kan rumah baru mereka, mana ada yang tahu.
Dengan gerutuan yang sedikit keras, Kyuhyunpun berjalan mendekati pintu utama, membukakan pintu untuk sang tamu.
Cklek
"Hai!" sapa tamu itu dengan senyum garingnya.
Kyuhyunpun semakin kesal saja melihat Donghae kini berdiri di hadapannya.
Hampir saja Kyuhyun membiarkan Donghae di luar dan segera mengunci pintunya dengan rapat, namun Donghae lebih cepat bisa masuk ke dalam rumahnya.
"Mau apa lagi kau kemari?!" sungut Kyuhyun setelah menutup serta mengunci pintu utama.
Dengan tak tahu malunya, Donghae berjalan dengan santai menuju ruang tengah, lalu menyalakan televisi.
"Ini hari minggu. Karena aku sahabat yang baik, maka aku datang bermain kemari" ujar Donghae santai.
Ditekannya tombol-tombol yang berada di remote yang dipegangnya.
"Hh~ Terserah apa alasanmu. Mau bermain?" tawar Kyuhyun mulai lunak.
"Boleh" jawab Donghae santai.
Dan setelah itu, terdengarlah bunyi stick PS yang ditekan-tekan secara ganas oleh dua namja itu.
Pandangan mereka tertuju pada satu layar kaca yang terpampang jelas di hadapan mereka.
Tiga puluh menit berlalu, namun dua orang itu masih terlihat begitu sibuk.
"Kyu, siapa yang datang?" tanya Sungmin yang baru saja keluar dari kamarnya.
Dilihatnya dua kepala yang tengah duduk di lantai. Kenapa hanya kepala saja? Karena dua tubuh namja itu tertutup oleh sofa.
Ia yakin kepala yang satunya itu milik sang suami, namun satunya lagi ia tidak tahu.
"Teman" jawab Kyuhyun.
Sungminpun beranjak menuju dapur tanpa melihat dari depan siapa tamu itu. Yang ia tahu, itu adalah tamu Kyuhyun. Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan.
"Kuambilkan camilan dan minuman, ne?" teriak Sungmin dari dapur.
"Ne!" sahut Kyuhyun yang juga ikut berteriak.
Tak lama, Sungminpun kembali dengan sebuah nampan yang diatasnya terdapat dua buah toples berisi camilan ringan, serta dua buah cangkir yang terisi sirup.
"Lee Donghae oppa" gumam Sungmin pelan setelah melihat wajah teman Kyuhyun itu.
Setelah mempause gamenya, Donghae menolehkan kepalanya, sebelah alisnya terangkat keatas.
"Ini istrimu, Kyu?" tanya Donghae.
"Eum"
Otak Donghae kini berpikir keras, sepertinya ia mengenal gadis dihadapannya ini. Kenal dengan sangat.
Melihat suasanya yang diam, membuat Kyuhyun mengeluarkan suaranya.
"Kau mengenalnya Min?"
"Sangat" lirih Sungmin.
Donghae bingung, gadis dihadapannya mengatakan kalau ia sangat mengenalnya. Tapi, kenapa Donghae sendiri seakan tak mengenalnya?
Sedangkan Kyuhyun mengerutkan keningnya.
'Jadi, yang dikatakan Donghae kalau ia seperti tidak asing dengan nama Sungmin, benar?' batin Kyuhyun.
Sungmin yang melihat respon Donghae seperti itu, segera berdiri.
"Aku ke kamar dulu" pamitnya sebelum beranjak kembali menuju kamar.
Donghae menatap Kyuhyun, Kyuhyunpun juga menatap Donghae.
"Kalian saling kenal?" tanya Kyuhyun.
"Mungkin. Akupun tak ingat"
"Hh~ sudahlah. Lebih baik kita lanjutkan bermain saja"
"Eum"
Dua namja itupun kembali ke kegiatan mereka semula, bermain PS.
-KYUMIN-
Sungmin duduk bersender pada kepala ranjang, ingatannya kembali begitu saja setelah kedua bola matanya menatap wajah pria itu.
Cklek
Pintu kamar terbuka, menampakkan sosok Kyuhyun yang langsung saja ikut duduk disamping Sungmin.
"Sedang melamun?" ujar Kyuhyun.
Sebelah tangannya melambaikan tangannya di depan wajah Sungmin.
Sungminpun menatap datar wajah penasaran Kyuhyun.
Karena tak ingin Kyuhyun bertanya yang macam-macam, Sungminpun berbaring, kemudian menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.
"Hei" ujar Kyuhyun seraya mendorong pelan lengan Sungmin.
Kyuhyun bosan, Donghae juga sudah pulang. Ia kesepian lebih tepatnya.
Sebenarnya Kyuhyun tak ingin bertanya apapun mengenai hubungan Sungmin dan Donghae, ia tak ingin ikut campur untuk saat ini.
"Kau harus membayar atas permintaan tolongmu tadi" ujar Kyuhyun.
Sungminpun sontak duduk dan membuka selimutnya, "Apa maksudmu?" tanyanya tak terima.
"Yah, pikirkanlah. Mana ada pria tampan sepertiku yang dengan berat hati memenuhi permintaan istrinya yang mempermalukan harga dirinya? Setidaknya berterima kasih kurasa cukup" ujar Kyuhyun.
Sungminpun mendesis keras atas pujian Kyuhyun pada dirinya sendiri.
"Bukankah tadi aku sudah mengatakannya?" ujar Sungmin.
"Jinja? Aku tak ingat" balas Kyuhyun.
Karena tak mau berdebat lebih lama lagi, Sungminpun menyerah, dengan terpaksa tentunya.
"Terima kasih" ujar Sungmin pelan.
"Aku tak mendengarnya"
Gumaman kesal langsung saja keluar dari bibir pink yeoja manis itu.
"Terima kasih!" ulang Sungmin kini mengeraskan suaranya, serta penekanan.
"Soal tadi malam..." ujar Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
"Kau bilang ada yang ingin dikatakan?" lanjutnya.
Sungminpun kembali berfikir. Apa ia harus mengatakannya? Tapi...
"Katakan saja" ujar Kyuhyun dengan nada lembut.
Sungminpun mengarahkan pandangannya pada dua bola mata Kyuhyun. Kenapa tatapan lelaki dihadapannya begitu lembut?
"Bisakah..." ujar Sungmin menggantung.
"Ne?"
"Bisakah kita berpura-pura pacaran?"
=:=:=:=:=
~Pada waktu itu aku melihatnya~
~Entah kenapa seluruh darahku mengalir lebih cepat dari biasanya~
~Debaran jantungku begitu kencang, tak bisa kukendalikan~
~Pandanganku hanya tertuju pada satu pusat, padanya~
~Dan setelah waktu itu, semua kehidupanku berubah~
-KYUMIN-
TBC?/END?
Mian updatenya lamaaaaa+pendek+ngebosenin... #bungkuk2
makasih sama yang udah RnR!
n jangan lupa RnRnya!
