Ch. IV

Casts :

- Kim Jong In (EXO-K) as Kai Winthorp

-Kris Wu (EXO-M) as Kris Bauerstein

- Sophia Pedler (YOU)

-D.O Kyungsoo (EXO-K) as Diou Windsor (cameo)


[There Should be no Regret]

Earl of Penwood tengah asyik berbincang dengan sahabat dan istri sahabatnya itu, Viscount Windsor saat seorang wanita muda mendekati mereka dengan cara berjalan yang agak aneh.

"Ibu menyuruhku mencarimu, Posy. Dia bilang kau dan Lord Diou mencariku". Posy dan Diou berdiri saat Sophia tiba di hadapan mereka. Penampilannya agak lumayan kusut dan jalannya agak aneh, itulah yang membuat guratan cemas di wajah Diou dan Posy.

"Kemana saja, kau Sophie? Ini pestamu tapi kau menghilang. Tak tahukah kau bahwa banyak yang menanyakanmu? Dan kenapa wajah dan gaunmu agak kusut?" cerca Posy, Sophia hanya memandanya dengan pandangan sebal. Posy tau kalau Sophia takkan menjawab pertanyaan itu kalau dia telah memasang wajah sebal itu.

"Sudahlah, honey. Sophia, aku ingin mengenalkanmu dengan Lord Kris Bauerstein, sahabatku yang pernah kuceritakan padamu dan Ibu."

Kris berdiri dan memperbaiki jasnya yang tampak mewah. Sophia menyilangkan kakinya dan membungkuk sedikit kepada Kris, sementara kris sedikit membungkuk untuk membalasnya. Lalu Kris mengulurkan tangannya dan meraih tangan Sophia seraya mengecup ujung jari Sophia.

Lord Kris Bauerstein, tampak seperti boneka porcelain yang gagah dengan jas selutut itu. Dia mengenakan kemeja putih dan dasi kupu-kupu melingkari leher jenjangnya. Bibirnya mungil dan merah, matanya yang agak sayu di sempurnakan oleh alis yang tajam dan berdiri diujungnya seperti pedang. Rambutnya berwarna pirang kecoklatan menutupi dahinya. Dia memiliki poni yang cukup panjang dan mengarah ke kiri. Sophia yakin pria dihadapannya itu akan jauh lebih tampan jika dia menyibak poninya tersebut.

'Benarlah jika orang dihadapanku ini menjadi incaran para Ibu-ibu di penjuru London. Lihat, apakah dia ini manusia atau boneka berjalan' pikir Sophia

"Sophia?" Panggil Posy. Sophia kembali ke dunia nyata berkat teguran kakaknya. Posy menarik Sophia sebentar, "Lord Kris sebentar lagi harus pergi, kau berdansalah dengannya, karena kesempatan ini hampir tak mungkin kau dapatkan lagi"

Sophia memandang kakaknya dengan pandangan sebal seperti biasanya, "Kau tau, kali ini pandangan itu tak mempan untukku! Ini pestamu, kalau kau menolak berdansa dengan Lord Kris, maka di pesta selanjutnya kau harus bersiap jadi wallflower saja! Mengerti?"

Sophia mengangguk malas. Posy menarik Sophia kembali ke suaminya dan Kris. "Lord Kris, Sophia sangat ingin berdansa denganmu"

Kris tersenyum dan mengulurkan tangannya sambil membungkuk ke arah Sophia. Sophia meraihnya, dan mereka pun berdansa.

"Selamat hari ulang tahun, Miss Pedler. Ah selamat atas debutmu juga" ujar Kris saat mereka berputar. Shopia tersenyum memandang Kris.

"Adalah sebuah kehormatan bagi saya, bisa berdansa dengan anda, My Lord"

"Boleh aku memanggilmu Sophia saja?" dan Sophia pun mengangguk, "asal anda tidak meminta saya untuk mengizinkan anda memanggil saya Sophie. Karena itu khusus untuk keluarga dan kerabat dekat."

Kris tertawa kecil. "Beritahu saya, My Lord. Apa anda baru kali ini menghadiri pesta setelah dua tahun lebih menarik diri dari society season?" tanya Sophia saat Kris membuat Sophia berputar sekali lagi dan melingkarkan lengannya di pinggul Sophia.

"Kau tau banyak tentangku, Sophia"

Sophia tekekeh, "Hanya gossip yang di lemparkan Ibu dan Kakakku, tapi tampaknya benar" ujarnya berbohong. "Berarti saya beruntung anda datang ke coming out party ku, My Lord."

"Itu suatu kehormatan bagiku kalau kehadiranku kau hitung sebagai keberuntunganmu".

"Berarti, di pesta-pesta sepanjang season tahun ini, saya kira saya akan sering bertemu dengan anda, My Lord?" Sophia berbisik di telinga Kris, membuat sebuah desiran aneh, yang tak bisa diutarakan, di tubuh Kris. Dia menatap Sophia, entah mengapa, dengan penampilan Sophia yang sudah agak kusut saja, Kris melihat gadis itu sangat menarik, dan tatapan gadis itu membuat nya lupa kalau di ruangan itu mereka tidak sendirian. Pandangan Kris turun ke bibir merah muda gadis itu, sekali lagi, desiran aneh membuat Kris merinding. Tak pernah seumur hidupnya berhubungan dengan wanita-wanita, dia merasakan desiran ini.

"Kupikir begitu." Jawabnya singkat sambil berusaha kembali ke kesadarannya.

"Kalau begitu anda akan selalu menggunakan Kereta kuda yang sama tiap kali pergi ke pesta, My Lord?"

"Ya, kecuali kau berharap aku memiliki selusin lebih kereta kuda dan kusirnya"

Wajah Shopia mendadak terang, senang, "kalau begitu anda hanya punya satu kusir kuda?"

Kris memandang Sophia dengan heran, "Sebenarnya ada dua yang selalu bersamaku, tapi salah satunya sudah cukup tua, jika kau memaksanya untuk bepergian jauh maka dia takkan tahan, jadi cucunya lah yang kini sering bersamaku kalau bepergian jauh."

Mata Shopia semakin bersinar, dia melingkarkan lengannya di leher Kris dan berbisik, "Saya tau kalau saya tak boleh mempercayai gossip, tapi tampaknya gossip kali ini benar kalau anda adalah orang yang sangat baik, My Lord".

Kris memandang Sophia lagi, "haha, hanya itu saja tak bisa menilai kalau aku ini orang baik atau tidak, Miss Sophia Pedler. Kenapa kau menayakan kereta kudaku?"

"Tidak, hanya saja saya suka menghapal kereta kuda kerabat-kerabatku jadi ketika mereka tiba, saya tau kalau itu orang yang saya kenal dengan kereta kudanya" ujar Shopia dengan suara yang sangat manis dan penuh arti.

Kris kembali merasakan desiran aneh itu, 'Aku harus mendekati gadis ini untuk mengetahui apa arti desiran ini. Sampai saat itu, tak ada yang boleh menganggu gadis ini' pikir Kris.

'Bagus! Dengan begitu aku bisa bertemu dengan kusir kuda itu lagi, dalam situasi yang lebih baik tentunya' pikir Sophia dengan senang.

Mereka berdansa dalam diam setelahnya.

Diou dan Posy memandang scene tersebut dengan senyum, "Kurasa Kris menyukai Shopia" ujar Diou.

"Sepertinya begitu"

"Kau tau, Jika benar begitu, maka Shopia pasti akan menjadi Countess of Penwood"

Posy memandang Diou dengan heran, "Kenapa kau begitu yakin, honey?"

Diou Windsor hanya tersenyum penuh arti dan kembali menyesap teh nya.

[There Should be no Regret_ TBC]


Definition :

Debut : Adalah perkenalan formal dan awal dari seorang untuk terjun ke masyarakat, biasanya pada acara pesta dansa tahunan.

Debutante : Adalah gadis muda dari keluarga kalangan ningrat (aristocrat) atau kalangan atas yang telah mencapai usia dewasa, dan baru saja dianggap sebagai orang dewasa, diperkenalkan ke masyarakat pada acara "debut" formal.

Coming-out party : acara debut yang bervariasi tergantung kultur daerah masing-masing, biasanya juga disebut sebagai pesta dansa debutante.

Wall flower : tipikal penyendiri , biasanya pada pesta-pesta hanya duduk sendiri di sudut ruangan, tidak ikut berdansa karena sedikit yang mengajaknya.

Note:

Perhatikan bahwa Earl of Penwood beda dengan The Earl of Penwood karena Earl of Penwood adalah sebutan untuk anak pertama dari The Earl of Penwood itu.

Aku menulis panggilan Kris disini sebagai Lord Kris, bukannya Lord Bauerstein (karena yang benar adalah dengan memanggil nama keluarganya (Lord Bauerstein)- bukan nama lahirnya). Kenapa? Karena aku tak ingin kalian bingung/lupa siapa Lord Bauerstein itu. Jadi lebih baik langsung namanya saja. Begitu juga dengan Viscount Diou yang harusnya dipanggil Viscount Windsor supaya mudah ingat orangnya.

Society season di London, U.K pada abad 17 - 19 biasanya diadakan antara setelah natal sampai akhir Juli, atau biasa di adakan pertengahan april (setelah easter) sampai pertengahan Agustus.

Komentar dan kritik yang kritis adalah sangat berguna bagi aku daripada tidak berkomentar sama sekali.^.^